Minggu, 31 Agustus 2014

Kesungguhan Iman & Taat

Assalaamu alaikumwa rahmatullaahi wa barkaaatuhu. 

Sahabat sholehku, kita tidak akan pernah bahagia selama kita masih berdusta, suka gosip, buruk sangka, marah, dendam, dengki, riya, bangga diri, menipu, makan yang haram, malas ibadah apalagi hidup dalam ma'siyat. Karena KEBAHAGIAAN itu hanya pada KESUNGGUHAN TAAT. 

Baca dengan iman Kalam Allah ini, 
"Ketahuilah sesungguhnya kekasih-kekasih ALLAH itu, tidak akan takut apa yang akan terjadi dan tidak bersedih apa yang sudah terjadi, karena KESUNGGUHAN IMAN dan KESUNGGUHAN TAAT mereka kepada ALLAH, untuk mereka kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, itu pasti untuk mereka, itulah KEMENANGAN BESAR" (QS Yunus 62 - 64). 
Sahabatku yang ingin bahagia, segeralah bertaubat dan taat sungguh-sungguh. 

"Allahumma ya Allah ampunilah semua dosa-dosa kami, bahagikanlah kami dalam kesenangan ibadah dan taat di JalanMu...aamiin". 

Jangan lupa sholat dhuha, tetap selalu jaga wudhu, hati selalu zikir, senyumlah, dan untuk pria mu'min siapkan diri sholat ke mesjid tanpa terlambat.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
29 Agustus 2014

Rabu, 27 Agustus 2014

Alluthfu

SubhanAllah mengapa seorang mu'min itu selalu kuat, tegar, pantang menyerah menghadapi segala persoalan kehidupan ini?! 

Karena bukan hanya ia faham benar DUNIA INI SEBENTAR, dan bukan hanya karena ia MENIKMATI KETAATAN kepada Kekasihnya Allah, tetapi segala persoalan ia KEMBALIKAN dan BERSANDAR hanya kepada Kekasihnya Allah. 

Dengarlah aduan rintihannya kepada Kekasihnya, "Allahumma innaa la nasaluka roddal qodhoi wa laakinna alluthfa fiihi" Allahumma ya Allah hamba bukan menolak taqdirMu, taqdirMu adalah taqdirMu, tetapi berilah kekuatan, keikhlasan, kesabaran, ketawakkalan dan "alluthfu" KECERDASAN MENANGKAP BAHASA HIKMAH DIBALIK SEGALA TAQDIRMU...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
25 Agustus 2014

Selasa, 26 Agustus 2014

Harta Haram

Assallamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu. 

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman, 
“Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.” (QS. An Nisa 4 : 29). 

Rasulullah bersabda, “Perhatikanlah! Aku tidak lain adalah seorang manusia seperti kalian dan mungkin terjadi bahwa ketika seseorang meminta keadilan kepadaku, karena kefasihannya berbicara maka aku memutuskan harta itu miliknya. Tapi jika harta itu ternyata bukan miliknya, maka keputusanku tidak akan menjadikannya menjadi miliknya di hadapan ALLAH, Ketahuilah bahwa itu tidak lain melainkan sepotong api, maka jika dia mau silahkan makan api itu, atau tinggalkanlah!” (HR Bukhari). 

“Orang yang memberi suap, yang menerima suap dan perantaranya adalah sama, dan keduanya adalah terkutuk” (HR Tirmizi). 

“Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (harta korupsi) yang akan digantungkan dilehernya pada hari Qiamat” (HR Muslim). 

Semoga sebutir hikmah ini membuat kita tidak meremehkan dosa makan yang haram walau sekecil jarum. Seakan untung malah buntung, seakan kaya malah menderita berkepanjang akhirnya, astagfirullah. 

Allahumma ya Allah selamatkan kami dari godaan dunia, nafsu yang tidak terkendali dan tipu daya syetan...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
24 Agustus 2014

Senin, 25 Agustus 2014

Obat Galau Dari Imam Safi'i


Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara


Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia


Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira


Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana


Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga


Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya


Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia


Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela


Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya



Imam Syafi'i

Minggu, 24 Agustus 2014

Petunjuk Cahaya Hidup

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

RASULULLAH bersabda, "Sesungguhnya seseorang yang satu hari ia tidak membaca Alqur'an, sungguh hatinya "kalbaitil khorbi" seperti rumah kosong" (HR Tirmidzi). 

Rumah hati yang kosong dari cahaya hidayah alias gelap, angker, seram, sarang berbagai macam penyakit, seperti sombong, dengki, dendam, amarah, riya, ujub dsb, dan sangat gampang dimasuki syetan...habis kosong sich!, 

Lantas bagaimana dengan orang yang berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan tidak baca Alqur'an, alangkah kotornya, baunya, gelapnya, angkernya rumah hati orang itu...kok bisa ya tidak mau membaca Alqur'an?

Sahabatku tercinta fillah, SADARILAH, ALQUR'AN MU'ZIJAT TERBESAR yang ALLAH jaga sampai hari qiamat (QS AlHijr 9), Alqur'an itu KALAMULLAH, Alqur'an itu PETUNJUK CAHAYA HIDUP yang menyelamatkan hidup kita dunia akhirat, Sebagai "syifa" obat jasmani, "rahmah" obat rohani (QS Al Isro 82), setiap huruf 10 kebaikan dsb. 

Lantas sekarang alasan apalagi kalian tidak membacanya kecuali karena ingin memilih kesenangan menipu dunia sesaat ini!...ayo mulai ambil wudhu, jangan biarkan hari berlalu tanpa Alqur'an, IQRO! BACA! Hatipun terang, pikiran jernih, bicarapun jadi hikmah dan hidup dalam HIDAYAH ALQUR'AN MEMBAHAGIAKAN...insya Allah, aamiin. 

Sahabat sholehku, Jangan lupa sebelum tidur berwudhu, berdoa, berdzikir dan berazam untuk sholat malam. Dari sahabatmu yang selalu merindukan diri ini dan kalian bahagia hidup dalam Islam.

Allahumma ya Allah bahagiakan hidup kami dengan kesenangan tadabburul Qur'an...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 Agustus 2014

Sabtu, 23 Agustus 2014

Gladi Resik Mati

Abang selalu mengingatkan kami sebelum tidur berwudhu dulu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam, mohon apa hikmahnya bang, makasih?

SubhanAllah kan kita akan hidup di akhirat TANPA BATASAN WAKTU, sementara waktu dunia untuk mengumpulkan bekal akhirat terlalu sebentar, inilah yang membuat hamba beriman sibuk, senang dan semangat beramal ibadah sebagai bekal di akhirat nanti. Dan maut mengincar kita setiap saat tanpa pemberitahuan, itulah yang membuat kita waspada, so sebelum tidur berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam adalah GLADERESIK MATI, persiapan mati seandai datang mendadak sudah siap. Makanya doa tidur kan doa kematian "Bismikalahumma ahya wa bismaka amuut".

Yang mengembirakan tidur bahkan semua aktivitas dari sisa umur yang Allah sisakan kita sangat bahagia, tenang dan damai karena HIDUP DALAM TAAT. Itulah "al jannah qoblal jannah" Syurga sebelum Syurga. "...karena kesungguhan iman dan ketaatan mereka, maka mereka Allah gembirakan di dunia, apalagi di akhirat kelak, itu pasti untuk mereka..." (QS Yunus 61-63). 

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban). 

Semoga Allah selalu menjaga semangat kita ibadah dan amal sholeh kita hingga wafat berjumpa dengan Nya...aamiin. 

Selamat bahagia rehat dengan sunnah nabi di setiap malam duhai sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Agustus 2014

Tujuan Hidup

Berat ringannya hati menghadapi berbagai episode ini tergantung dari tujuan hidup.

Bila Ridho Alloh, cinta Alloh dan perjumpaan dengan-Nya yang menjadi cita-cita dan kerinduan, niscaya akan terasa ringan seberat apapun cobaan.

Namun bila duniawi, nafsu, cinta makhluk, penilaian orang yang jadi tujuan pasti akan terasa amat berat, untuk hal yang remeh sekalipun.

KH. Abdullah Gymnastiar
21 Agustus 2014

Jumat, 22 Agustus 2014

Subhanallah & Masya Allah

Jazaakumullah INILAH ISLAM, izinkan abang share tentang "Kapan mengucapkan SUBHANALLAH dan kapan mengucapkan MASYA ALLAH". 

Ungkapan dzikir atau kalimah thayyibah "Subhanallah" sering tertukar dengan ungkapan "Masya Allah". Ucapkan "Masya Allah" kalau kita merasa kagum. Ucapkan "Subhanallah" jika melihat keburukan! 

SELAMA ini kaum Muslim sering “salah kaprah” dalam mengucapkan Subhanallah (Mahasuci Allah), tertukar dengan ungkapan Masya Allah (Itu terjadi atas kehendak Allah). 

Kalau kita takjub, kagum, atau mendengar hal baik dan melihat hal indah, biasanya kita mengatakan Subhanallah. Padahal, seharusnya kita mengucapkan Masya Allah yang bermakna “hal itu terjadi atas kehendak Allah”.

Ungkapan Subhanallah tepatnya digunakan untuk mengungkapkan “ketidaksetujuan atas sesuatu”. Misalnya, begitu mendengar ada keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan, kita katakan Subhanallah (Mahasuci Allah dari keburukan demikian). 

Ucapan Masya Allah.
Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah lagi baik. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”.
Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya. 

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “Maasya Allah laa quwwata illa billah” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39). 

Ucapan Subhanallah.
Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: "Allah Mahasuci dari keburukan tersebut".
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Saw berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Saw. Beliau bersabda : ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasululla , aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Saw bersabda : Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis” (HR. Tirmizi). 

“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya: “Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik." (QS. 40-41). 

Jadi, kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Swt Mahasuci dari semua keburukan tersebut. Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta'ala. 

Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah, padahal seharusnya Masya Allah dan sebaliknya?
Insya Allah tidak. Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. 


Wallahu a’lam bish-shawabi.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 Agustus 2014

Kamis, 21 Agustus 2014

Berhijablah Sebelum Harus Mengeluarkan Air Mata & Berjuang Untuk Berhijab

Presiden, muslim. Menteri, muslim. Pemimpin perusahaan, muslim. Tapi muslimah masih susah buat berhijab. Semanget... masih banyak harapan. Maka buat para muslimah yang ga ada halangan berhijab, berhijablah. Sebelom harus mengeluarkan air mata dan berjuang untuk berhijab.

Teriring doa untuk semua muslimah... termasuk sekumpulan muslimah yang tadi siang ketemu saya... selalu ada jalan. Selalu ada harapan. Bismillaah.

I'm not ngomonging about Bali. It's Jakarta. And many cities in Indonesia. But I'm not prihatin. I'm Yusuf Mansur, he he he....

Bali is good. Dan InsyaaAllah in many cities still good. That's why I ngomonged, for the muslimah who has chance to wear hijab, please do.

Actually it's only a riak in a few tempats... Yap. In a few places only. Please be syukurer. Jadi orang yang bersyukur.

In the same time, many muslims not go to masjid. Padahal it is opened all the time. Pas ga boleh ke masjid, tereak-tereak. Don't blame others.

Saling doa, saling nasihat menasihatkan, dan saling menguatkan ya... salam.

Ustadz Yusuf Mansur
20 Agustus 2014

Perbaiki Dirilah Karena Alloh

Menginginkan orang lain berubah adalah hal yang baik, tapi hanya bagai fatamorgana bila tak diawali kegigihan merubah diri.

Setiap kali kita bersungguh-sungguh memperbaiki diri, pada saat yang sama kita sudah mulai memperbaiki yang lain.

Perbaiki diri lah karena Alloh bukan untuk penilaian makhluk atau keinginan duniawi, karena tak akan berhasil berubah dengan istiqomah bila tak ikhlas.

KH. Abdullah Gymnastiar
20 Agustus 2014

Rabu, 20 Agustus 2014

Doa Setiap Selesai Sholat Fardhu Terutama Doa Di Penghujung Malam

SubhanAllah, sahabat sholehku, hafalkan dan bacalah doa ini setiap selesai sholat fardhu terutama doa di penghujung malam, insyaAllah kita diwafatkan Allah dalam keadaan husnul khotimah.


 تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
“Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh” (QS. Yuusuf: 101).

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ
“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu” (HR Ath-Thabarani).

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam. Semoga semua kita, Allah wafatkan husnul khotimah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
18 Agustus 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...