Tampilkan postingan dengan label Amal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2019

Merasa Banyak Dosa Atau Banyak Amal?

Seorang santri bertanya tentang ungkapan perasaan seorang hamba yang merasa banyak dosa. Hamba tersebut mengharapkan surga, akan tetapi dia merasa tidak pantas untuk mendapatkannya. Dia merasa dirinya lebih pantas di neraka, akan tetapi dia sangat tidak menginginkannya. Lalu, tambah santri tadi, hamba yang seperti itu termasuk contoh orang seperti apa?

Saudaraku, merasa banyak dosa itu sesungguhnya jauh lebih baik dibanding merasa banyak amal. Orang yang merasa banyak amal biasanya akan sombong. Lain halnya dengan orang yang merasa banyak dosa, dia akan memperbanyak tobat.

Namun demikian, penting untuk diingat, kalau kita mersa banyak dosa itu bukan berarti kita harus mengumumkan dosa-dosa yang pernah dilakukan. Pernah begini, pernah begitu, sudah melakukan ini, sudah melakukan itu, dan lainnya. Jangan! Maksudnya bukan seperti itu, bukan membuka aib diri. Nanti, kita bisa jadi kufur nikmat karena selama ini Alloh Ta'ala telah menutupi dosa dan aib kita. Tobat kita hanya kepada-Nya.

Ketika Alloh Ta'ala menyukai seorang hamba, hati hamba itu akan dibukakan oleh Alloh untuk melihat dosanya yang besar. Dia seolah-olah melihat gunung yang akan jatuh menimpanya. Dia merasa sangat terancam dengan dosanya sehingga dia sangat sedih dan banyak bertobat.

Dia pun menjadi sangat sulit untuk sombong. Dia terus berharap ampunan dan rahmat Alloh Ta'ala. Namun, terhadap orang lain, Alloh justru membukakan hati mereka untuk melihat kemuliaan amalnya. Aib dan dosanya ditutup oleh Alloh Ta'ala. Orang semacam inilah yang termasuk orang beruntung.

Berbeda dengan orang celaka, dia tidak mampu melihat atau menyadari dosanya sendiri. Dia merasa suci, mulia, dan calon ahli surga. Dia merasa saleh sendiri. Padahal, terhadap orang lain, Alloh Ta'ala membukakan hati mereka untuk melihat aib dan kekurangannya. Orang semacam ini melihat dosanya bagaikan melihat lalat yang dianggap remeh. Dia cenderung ujub dan takabur pada amalnya. Inilah bahaya terbesar dalam hidup. Dia tidak sadar kalau hidup penuh dengan dosa.

Adakah di antara saudara yang membaca tulisan ini yang merasa tidak memiliki dosa atau merasa dosanya baru sedikit? Marilah kita bertobat. Persoalan terbesar dalam hidup ini adalah ketika memiliki banyak dosa, tetapi tidak merasa terancam dan tidak pula sanggup bertobat.

"Wahai Tuhanku! aku bukanlah orang yang pantas masuk surga, tetapi aku juga tidak mampu menahan panasnya api neraka. Maka terimalah tobatku, dan ampunilah dosa-dosaku. Karena hanya Engkau-lah yang dapat memberi maaf atas dosa-dosa yang besar."

"Dosaku bagaikan bilangan pasir, terimalah tobatku wahai Tuhanku yang memiliki keagungan. Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya."

"wahai Tuhanku, hamba-Mu yang berbuat dosa telah datang kepada-Mu dengan mengakui seluruh dosa, dan telah memohon kepada-Mu. Seandainya engkau mengampuni, memang Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau Menolak, kepada siapa lagi aku berharap selain kepada-Mu?" (Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami)

Sumber: 

Buku Ikhtiar Meraih Ridha Alloh Jilid 1 karangan Abdullah Gymnastiar.

Minggu, 23 September 2018

Terus Da’wah Terus

Assalamualaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah 

Maafkanlah kalau Arifin ini terlalu sering share da’wah kayanya merasa sok hebat saja.

Maafkan sahabat da’wahku, “da’wah fardiytah” justru da’wah itu lebih dekat dengan telinga Arifin lebih dahulu sebelum sampai ke antum yang mulia.

Jadi pembakar semangat diriku “aamilun qobla qooiliin” untuk memperbaiki diri dan mengamalkannya.

Sungguh bagi ustadz kampung ini da’wah adalah “ahsanul amali wal qouli” amal termulia di muka bumi amal warisan para nabi.

Allah berfirman,
“Tiada perkataan terbaik kecuali da’wah mengajak ke Jalan Allah”
(QS Fushilat 33)
Rasulullah bersabda, 
“Sesungguhnya Allah memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” 
(HR Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Bagi arifin sendiri sebagai bekal amaliyah jariyah saat nanti menghadap Allah, InsyaAllah aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
22 September 2018

Kamis, 05 Juli 2018

Keutamaan Da'wah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Sahabatku inilah Keutamaan Dakwah:

Dakwah muhimmatur rusul (tugas para nabi dan rasul).

Dakwah menjadi utama karena ia adalah ahsanul a’mal (sebaik-baik amal).

Dakwah seorang muslim meraih pahala yang teramat besar (al-hushul ‘alal ajri al-azhim).

Dakwah dapat menyelamatkan da’i dari azab Allah dan pertanggungjawaban di akhirat.

Dakwah adalah jalan menuju khairu ummah (terbentuknya umat yang terbaik). 

Dakwah langkah terbaik memperbaiki diri (sebaik-baik belajar adalah mengajar)

Dari Anas Ra berkata, kami bertanya, "Ya Rasulullah, kami tidak akan mengajak orang lain untuk berbuat baik sebelum kami sendiri mengamalkan semua kebaikan dan kami tidak akan mencegah kemungkaran sebelum kami meninggalkan semua kemungkaran. "Maka Rasulullah bersabda "Tidak! Bahkan, serulah kepada kebaikan meskipun kalian belum mengamalkan semuanya dan cegahlah kemungkaran, meskipun kalian belum meninggalkan semuanya." 
(HR. Thabrani)

Allahumma ya Allah berkahilah harakah da'wah kami...aamiin.

SubhanAllah maafkan abang lahir bathin, doakan abang ikhlas, sehat afiyat dalam keni’matan istiqomah dan wafat terindah husnuh khotimah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Juli 2018

Selasa, 22 November 2016

Oase Hatiku

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Subhanallah, suara tahrim dari pengeras Masjid, pagi itu begitu syahdu. Masih di alas sejadah, selepas tadabbur Alquran, bergeraklah tut-tut keypad menuliskan ungkapan hati ini. Kali ini adalah sebuah renungan hati, tentang perjalanan hidup yang sedang kita jalani ini.


Siapa aku? 

Ya, aku dari tiada, sekarang ada, itu juga hanya sebentar, kembali lagi tiada. Aku berasal dari ayah ibu, kakek nenek, terus ke atas hingga mendarat di Datuk manusia, Nabi Adam dan Bunda Hawa. Ujung-ujungnya kita harus menyebut kita adalah bani Adam, keturunan Adam ‘alaihis salam.


Sementara bahan dasar moyang kita itu dari tanah, sekarang di atas tanah, semua yang kulihat dari tanah, tidak lama lagi aku pun masuk ke dalam tanah. Ya, aku yang selalu apik merawat tubuh ini, ternyata calon bangkai yang berkalang tanah. Aku akan masuk ruang sunyi senyap berbantal tanah, kepala utara, kaki selatan miring ke kiblat. Belatung, cacing, bau busuk menyerengai dalam daging tulang yang selalu kurawat saat hidup. Harapan kita tentu Allah menjadikan kuburan kita, Taman Surga-Nya. Aamiin.

Astaghfirullah, inilah yang membuat aku terus-menerus memohon ampunan-Nya. Inilah yang membuatku semangat dalam beribadah, bernikmat dalam shalat, bahagia berlama-lama sujud di penghujung malam, menangis, dan menyelimuti diri dengan rasa takut akan murka dan azab-Nya. Allahu Akbar, inilah yang membuat gelora asa terpatri kuat dalam memburu ridha dan Syurga-Nya; inilah yang mendesakkan rasa rindu berjumpa dengan-Nya. Inilah energi amal sholehku, dakwahku.

Merenungi siapa aku, menjadikan diri ini disibukkan dengan perbaikan diri, dan sama sekali tidak tertarik mencari aib orang lain, aib diri saja seabrek abrek. Sungguh tertatih-tatih jasad ini mengimbangi gelora ruh dan hati yang terus berjibaku menuju-Nya.

Terluap "khouf" rasa takut hebat kepada-Nya dan "rojaa" berharap sangat kepada-Nya. Bergelayut sedih berbaur bahagia. Putaran waktu di dunia ini terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal hidup selama-lamanya. Sebentar, tetapi menentukan keadaan di Akhirat kelak. Dunia bukan untuk main-main apalagi maksiat. Umurku tidak sepanjang perjuanganku. Sementara dosaku banyak, ilmuku kurang, keadaan inilah membuat waktu hidup ini terasa semakin sebentar.

Duhai kalian, Abah yang telah berpulang, Mama, anak-anakku, istri-istriku, anak-anak yatimku, anak-anak santriku, keluargaku, guru-guruku, para sahabatku, jamaah zikir, juga kalian sahabat FB-ku, saudara-sauadaraku di Palestina, Afghan, Irak, Suriah, Yaman, Mesir, Afrika Tengah, Ughur China, Khasmir, Rohingya, Patani, Moro dan seluruh umat, juga negeri Indonesia tercinta ini, telah masuk merenggut hati dan pikiranku. Diri ini, demi Allah, sayang semua, cinta semua karena Allah.

Rasanya tidak disebut doa, kecuali kalian semua bagian doaku. Aku ingin semua damai dalam naungan Syariat-Nya dan hidup bahagia dalam Sunnah Nabi-Nya. Air mata ini terus mengalir dalam oase hati ini. "How can we sleep on the blood of Syuhada", bagaimana nyaman makan tidur sementara darah kaum muslimin terus tumpah karena kezholiman...

"Allahumma ya Allah ampunilah diri ini, dan semua kami. Selamatkanlah kami dari semua fitnah dunia dan kezholiman kuffar, dan terimalah mereka yang wafat sebagai syuhada disisiMu...Aamiin".


Infaq *KISPA PEDULI ROHINGYA*: 
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Cimone Tanggerang, norek: 7031491457. an/ Ita Anita. Kode Bank BSM (451).
Or konfirm ustadz Ferrynur SekJen KISPA 08557800950.



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
21 November 2016

Jumat, 07 Oktober 2016

8 Strategi Setan Untuk Menjerumuskan Manusia

Washwash adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Waswasah, artinya membisikkan keraguan ketika melakukan kebaikan atau amal saleh. Saat terdengar kumandang azan subuh, dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran, “nanti, lima menit lagi”. Nah, ini washwash. Kenyataannya bukan lima menit tapi satu jam, sehingga akhirnya shalat Subuh terlambat. Silakan cermati dalam kehidupan sehari-hari, sering terbersit pikiran-pikiran yang membuat kita tidak jadi melakukan suatu kebajikan. Ini namanya strategi washwash.

Tazyin adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Tazyin, artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Mengapa orang pacaran suka lebih mesra daripada suami-istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan ketimbang setelah menikah. Ini karena ada unsur tazyin. Pacaran itu kan maksiat, sementara nikah itu ibadah. Nah, yang maksiat disulap oleh setan sehingga terasa lebih indah, nikmat, dan mengesankan. Inilah yang disebut tazyin.
“Iblis berkata, ‘Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan menjadikan kejahatan itu terlihat indah pada mata manusia di bumi. Aku pun akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih.’” (Q.S. Al-Ḥijr [15]: 39-40)
Tamanni adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Tamanni, artinya memperdayakan manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan terbersit niat akan shalat tahajud saat merebahkan badan di tempat tidur, namun pada jam tiga pagi, saat beker berbunyi, cepat-cepat kita matikan dan kita meneruskan tidur? Ironisnya, ini berlangsung berkali-kali. Inilah contoh tamanni, tahajud hanya sampai angan-angan, tidak menjadi kenyataan.
“Dan pasti kusesatkan mereka. Akan kubangkitkan angan-angan kosong kepada mereka...” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 119)
“Setan itu memberikan janji-janji dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 120)
A’dawah adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. A’dawah, artinya permusuhan. Setan berusaha menumbuhkan permusuhan di antara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan menumbuhkan prasangka buruk di antara mereka yang bertikai. Apabila yang dominan dalam diri kita itu prasangka buruk, perselisihan tidak akan bisa didamaikan.

Takhwif adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Takhwif, artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut tidak dapat jodoh atau pekerjaan karena pakai jilbab, takut disebut so alim karena datang ke majelis ta’lim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi setan yang disebut takhwif. Perasaan takut ini membuat kita tidak mengamalkan ajaran-ajaran-Nya.Takut yang dimaksud di sini bukanlah takut yang tabi’i (alami) seperti takutnya seorang diterkam binatang buas di tengah-tengah hutan belantara, dan bukan pula takut yang syar’i (sesuai dengan syariat Islam) seperti takut melakukan kemaksiatan. Tetapi takut yang dijadikan senjata setan ini adalah takut menyatakan kebenaran, takut menegakkan hukum Allah, takut melakukan ‘amar ma’ruf nahyi munkar karena khawatir dengan segala risiko dan konsekuensinya. Misalnya, risiko jatuh miskin, kehilangan jabatan, atau masuk penjara.

Shaddun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Shaddun, artinya menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Misalnya malas shalat sunah, padahal biasanya rajin atau mengantuk ketika membaca Al Quran meskipun sudah cukup tidur. Ini adalah gejala shaddun dari setan.

Wa’dun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Wa’dun artinya janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Di akhirat, setan mengakui bahwa janji-janji yang diberikannya kepada manusia di dunia adalah palsu.
“Ketika proses hisab telah selesai, setan berkata, ‘Sesungguhnya, Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar. Aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun terhadapmu, melainkan hanya menyerumu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya, aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukanku dengan Allah sejak dahulu.’ Sungguh, orang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.” (Q.S. Ibrāhīm [14]: 22)
Ayat ini menjelaskan bahwa di akhirat setan buka kartu. Mereka mengatakan kepada ahli neraka bahwa janjinya itu palsu, sementara janji Allah benar. Karena itu mereka berkata, Janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Kaidun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Kaidun artinya tipu daya. Setan berusaha dengan segala macam tipu daya untuk menyesatkan manusia. Sebenarnya tipu daya setan itu tidak akan ada pengaruhnya bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah swt. dalam firman-Nya, Allah menegaskan bahwa tipu daya setan itu lemah.
“Orang-orang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan Tagut. Maka, perangilah kawan-kawan setan itu karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 76)
Aam Amiruddin
5 Oktober 2016

Selasa, 06 September 2016

Anak

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah anak kita bukan hanya anak biologis, tetapi anak-anak santri, anak-anak yatim piatu or anak siapapun yang diamanahkan Allah kepada kita. Karena itulah Rasulullah menyebut ta'kala bani Adam wafat ada 3 amal yang mengalir, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan "waladun sholehun" anak sholeh yang mendoakannya.
Perhatikan kata "waladun", bukan "ibnu" anak kandung, tetapi "waladun" anak, anak siapa saja yang kita didik sholeh lalu mendoakannya, maka mengalirlah pahalanya untuk pendidiknya.


Masih ingat pekan lalu arifin mengajak siapa diantara santri yang berpuasa, "Anak-anakku sayang siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa sunnah, silahkan duduk bersama abi (panggilan santri untuk arifin) buka puasa dan makan bersama abi". Dan hanya ada 6 santri yang berpuasa, dan kini senin hari ini arifin berbuka puasa, bukan lagi dengan 6 santri tetapi dengan semua santri berpuasa. Sungguh ajakan yang penuh KASIH SAYANG dengan KETELADANAN akan cepat diikuti dengan semangat untuk mengamalkannya.



SubhanAllah sekali lagi bahwa anak-anak kita mudah meniru. Sebagai guru, orang tua bukan hanya memberi contoh tetapi menjadi contoh. Da'wah DILIHAT lebih kuat pengaruhnya dari da'wah didengar. "So make a white and nice image every chance", kesan indah yang menjadi kesan panjang untuk generasi kita. Itulah AKHLAK JAARIYAH yang mengalir panjang walau kita sudah wafat.

Dan buah terindahnya kelak mereka akan menjadi pemimpin rumah tangga, organisasi, perusahaan, hatta negara sekalipun, mereka PEMIMPIN TELADAN yang penuh kasih sayang. Berkah umat mulia ini, berkah pula negeri tercinta ini.


Allahumma ya Allah berkahi negeri kami dengan generasi Robbani teladan yang penuh kasih sayang...aamiin.

Foto saat berbuka senin lalu dan senin hari ini.



K. H. Muhammad Arifin Ilham
5 September 2016

Senin, 23 Mei 2016

Teman Sejati Di Alam Kubur

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.


Simaklah Kalam Allah ini dengan iman, 
"...Di hari di mana harta dan anak-anak tidak berguna. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (QS Al-Asyu’ara 88-89).

Rasulullah bersabda, "Mayit itu diikuti oleh tiga golongan. Akan kembali dua golongan dan satu golongan akan tetap menemaninya. Dia akan diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali pulang sementara amalnya akan tetap menemaninya ” (HR Bukhori Muslim)


Imam Syafi’i ~ rahimahullah menyampaikan,
“Sesungguhnya saya memperhatikan anak Adam, setiap mereka itu dicintai, mereka terikat oleh cinta orang yang mencintainya, dan sebagian orang yang dicintainya itu ditemani oleh kekasihnya sampai kepada masa sakit diambang kematiannya. Sebagian lagi ditemani oleh sang kekasih sampai ke pintu kubur, kemudian semuanya kembali dan meninggalkannya sendirian.
Tidak seorang pun yang mendampinginya di alam kubur. Maka aku pun berfikir dan berkata “sebaik-baik orang yang dicintai seseorang adalah yang ikut menemaninya ke dalam kubur, mendampingi serta memberi manfaat kepadanya di alam kubur.
Maka tidak satupun yang bisa melakukan itu selain amal sholeh, maka akhirnya aku menjadikan amal Sholeh sebagai kekasih sejatiku, supaya nanti dia menjadi penerang di kubur saya kelak, mendampingi serta tidak meninggalkan saya sendirian”.



SubhanAllah karena itu jadilah :
sholat malam kita, 
istigfar sholawat kita, 
tadabburul Qur'an kita, 
berjamaah di mesjid kita, 
sholat dhuha kita, 
jaga wudhu kita, 
sedekah kita, 
sahabat sholeh kita, 
ulama kita, 
Majlis zikir kita,
cinta kasih sayang keluarga kita, 
bhakti orang tua kita, 
muhasabah diri kita dan 
semangat menghidupkan sunnah nabi kita 
menjadi TEMAN SEJATI KITA DI DUNIA, insyaAllah semua amal ibadah itu akan menjadi teman setia kita di Alam Kubur sampai Hari Akhirat...aamiin.


Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu lebih dahulu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
22 Mei 2016

Rabu, 18 Mei 2016

Bersabar dan Berbahagialah

Assalamualaikum Saudaraku,

Ketika kau digunjingkan, ketika kau difitnah, ketika kau dicurangi, ketika kau dianiaya fisik maupun batin, ketika hakmu dirampas, ketika hartamu diambil, tak perlu BERSEDIH. Tapi BERSABAR dan BERBAHAGIALAH....
Kelak di akhirat orang yang memperlakukanmu seperti itu akan dipaksa oleh Allah menTRANSFER amal baiknya kepadamu.

Hari itu UANG sudah tidak berarti lagi, EMAS BERLIAN sudah tidak berharga lagi. Yang paling dibutuhkan manusia adalah amal kebaikan.

Sungguh berUNTUNG dirimu saat itu dan MERUGI-lah orang yang pernah menggunjingkanmu, menfitnahmu, mencurangimu, menganiayamu, merampas hakmu dan mengambil hartamu. Dia adalah orang yang BANGGA di dunia tetapi BANGKRUT di akhirat.

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian, siapakah orang yang BANGKRUT itu?”
Para sahabat menjawab, “Di kalangan kami, orang yang BANGKRUT itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda.”
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang BANGKRUT di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di hari kiamat datang dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya. Tapi disamping itu dia juga membawa dosa berupa caci maki padamu, menuduhmu, melukaimu, menganiayamu. Lalu diberikanlah padamu sebagian pahala kebaikannya, juga pada orang yang lain (yang bermasalah dengannya). Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa belum terselesaikan, maka diambillah dosa-dosamu semua dan ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka." (HR. Muslim)

Pahala amal kebaikan yang banyak habis diTRANSFER kepada orang lain, bahkan 'tekor' karena dosa-dosa orang lain ditimpakan kepadanya. Na'udzubillahi min dzalik.

Wassalamualaikum,

Ustadz Dave Ariant Yusuf
17 Mei 2016

Sabtu, 19 Maret 2016

Pengangkat Derajat Tercanggih

Saudaraku, Alloh akan angkat derajat seseorang karena kebaikannya.

Kalau kebaikannya masih kurang, maka Alloh timpakan ujian hidup.

Ujian hidup adalah pengangkat derajat tercanggih bagi hamba.

Kullu sai’in sababa.
Segala sesuatu terjadi pasti ada sebabnya.

Asbab terangkat derajat seseorang adalah amal kebaikannya.
Asbab tercanggih terangkat derajat seseorang adalah ujian hidup.

Alloh angkat derajat seorang hamba karena ilmunya.
Kalau kurang tinggi, diangkat lagi, dengan kemuliaan akhlaknya.
Kalau kurang tinggi, diangkat lagi, dengan amal ibadahnya.
Kalau kurang tinggi, diangkat lagi, dengan kebersihan hatinya.
Kalau masih kurang tinggi, diangkat lagi ke tempat tertinggi.
Dengan asbab ujian hidup yang menimpanya.

Bila Alloh akan angkat derajat seorang hamba, sedangkan amalnya belum cukup untuk sarana angkatnya,
maka Alloh timpakan ujian sebagai sarana angkatnya. (hikmah)

Bila Alloh akan jadikan seorang hamba baik,
maka pasti akan diuji dulu. (hadis)

Renungan:

Nabi Yusup AS itu punya nasab atau keturunan nabi yang kuat. Bapaknya adalah nabi Yakub AS. Kakeknya adalah nabi Ishak AS. Buyutnya adalah Ibrahim AS. 

Alloh angkat derajat Yusup AS menjadi bendahara kerajaan mesir, melalui deretan ujian hidup yang berat. Ujian pertama dicemplungkan ke sumur. Belum cukup, diuji lagi, Yusup AS dijual sebagai budak. Belum cukup, diuji lagi, Yusup AS dipenjara selama tiga belas tahun. Setelah itu Alloh angkat derajat Yusup AS jadi bendahara kerajaan. Yusup AS bisa menghindarkan bani Israel dari kelaparan karena kemarau panjang.

Graha Pencerah Jiwa

Ustadz Nanang Iskandar Muda
Jumat, 18 Maret 2016

Selasa, 01 September 2015

Kekasih

Setiap manusia ingin memiliki kekasih. Kekasih yang terus bersama, sehidup semati dalam suka duka takkan terpisah. Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal sholeh yang akan menemaniku bahkan dalam kuburku dan menemaniku menghadap Allah.

Aku pernah slalu kagum pada manusia yang cerdas dan berhasil dalam karir, atau kehidupan duniawinya.

Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bahwa manusia hebat di mata Allah, adalah hanya manusia bertaqwa. Manusia yang sanggup taat kepada aturan main Allah dalam menjalankan hidup dan kehidupannya.


Salam,

Ustadz Fauzi Ichsan

Senin, 31 Agustus 2015

Kenikmatan Ibadah vs Kenikmatan Maksiyat

SubhanAllah walhamdulillah dua keni'matan yang tidak bisa bertemu adalah keni'matan ibadah dengan keni'matan ma'siyat.

Hamba ALLAH yang "fil istigroq" tenggelam dalam ni'matnya sholat akan tidak berfikir untuk ma'siyat kecuali semangat muhasabah diri dan semangat amal sholeh. Sebaliknya kalau asyik ma'siyat, sulit berat untuk ibadah kecuali terpaksa, rasa malas, ingin cepat selesai, suka sekali mengulur waktu sholat dan mengerjakan hanya sekedar-sekedar saja.

Allahumma ya ...Allah tancapkan di hati kami kekuatan dan kelezatan iman, ya Allah hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah, semangat amal sholeh dan muhasabah diri, ya Allah selamatkanlah diri kami dari kemusyrikan, kekufuran, kefasiqan, kemunafikan dan keinginan ma'siyat, ya Allah terus dan teruslah bimbing kami dengan hidayah, taufiq dan irsyadMu...AAMIIN.


Jazaakumullah ya akhi Salim Fillah atas nasehat antum untuk abang dan kami semua.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
30 Agustus 2015


Sabtu, 01 Agustus 2015

Amal Dakwah

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.


SubhaanAllah walhamdulillah, sungguh sahabatku tiada aktivitas terbaik, termulia, dan terindah dalam hidup ini selain AMAL DAKWAH.
"Siapakah perkataannya terbaik selain perkataan yang menyeru ke Jalan Allah disertai amal sholeh, sehingga ia pantas mengakui bahwa dirinya seorang muslim" (QS Fusilat 33).

Inilah di antara keistimewaan dakwah :
1. Allah pun berdakwah mengajak kita untuk masuk dan menikmati SyurgaNya.
“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).”
(QS Yunus 25).
2. "Ilhaamul muqorrobiin" para Malaikat yang mulia selalu membisikkan kebaikan.

3. Amal Utama hingga diutusnya para Rasul (QS Al Jumuah 2).

4. Ulama istiqomah meraih kemuliaan karena "waratsatul Anbiya" melanjutkan dakwah para Rasul.
“Para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham (harta).
Mereka hanyalah mewariskan ilmu.
Barang siapa yang mengambilnya, sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak (menguntungkan)” (HR Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

5. "Khidmatul ulama" melayani ulama adalah juga berdakwah, sebab di situlah hidayah Allah dan tidak berpisah kelak di Syurga dengan ulama yang ia cintai.

6. "Wasiilatud da'wah" menjadi perantara atau pembuka jalan dakwah tak ubahnya seperti juru dakwah.
Rumahnya digunakan untuk majelis Ilmu.
Facebooknya menjadi media dakwah, ngeshare hikmah juga dakwah, dan sebagainya.

7. Sungguh semua kita adalah juru da'wah dengan segala potensi apapun yang Allah amanah untuk kita.
Bisa dengan tulisan, kedermawanan, kedudukan, dan apapun bisa menjadi alat dakwah bagi hamba yang beriman (QS An Nahl 125).

So, dakwah bukanlah profesi, atau tarifan yang akan menghilangkan nilai, cinta, keteladanan, dan ruh dakwah mulia itu.
Dakwah bukanlah hanya hak ustadz, sungguh semua kita juru dakwah dengan semua amanah Allah tanpa merasa diri paling suci.
Dan dakwah tidak mesti di mimbar atau di mesjid. Tetapi dimana, kapan dan bagaimanapun.
Berdakwah juga tidak perlu menunggu diundang.
Dunia ini adalah majlis dakwah, sahabatku.

Allahumma, Ya Allah tetapkan hidup kami dalam kenikmatan istiqomah dan kemuliaan dakwah... Aaamiin.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berdzikir dan berazam untuk sholat malam.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 Juli 2015

Diperbarui 30 Januari 2019

Sabtu, 13 Juni 2015

Bekal Terbaik Untuk Akhirat

"Bang, beri aku nasehat singkat tentang seharusnya apa yang kulakukan di dunia sebentar ini, hingga aku bahagia sampai di akhirat?"

SubhaanAllah, sahabat sholehku.
Cita-cita yang sama dengan abang, yang banyak dosa ini, karena waktu di dunia ini sebentar. Maka, jadikanlah semua perbuatan kita bernilai ibadah, bermanfaat, dan menjadi bekal terbaik untuk akhirat kita dengan :
Menyibukkan diri dalam ibadah,
Amal sholeh,
Istiqomah taat,
Teladan bagi keluarga,
Rendah hati,
Murah hati,
Senyum,
Baik sangka atas semua takdir Allah,
Sayangi semua makhluk Allah sampai mereka yang membencimu sekalipun,
Perkuat shilaturrahim,
Tadabburkan Al Qur'an,
Selalu berjamaah di mesjid,
Selalu jaga wudhu,
Selalu berzikir diiringi sholawat,
Tebarkan cahaya da'wah, dan
Asyikkan diri pada muhasabah diri di penghujung malammu dengan banyak mohon ampunanNya.


Dan jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berzikir sampai tertidur dan berazam sholat malam.

Allahumma ya Allah, senangkan kami dengan melaksanakan perintahMu, menjauhi laranganMu, dan menyayangi faqir miskin... Aaamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 Juni 2015

Selasa, 24 Maret 2015

Ad Diinu An Nashihah

SubhanAllah walhamdulillah sahabat sholehku, apa khabar? Semoga kalian senin pagi ini dalam berkah Allah selalu...aamiin. Sekarang abang di ruang tunggu pemberangkatan menuju Tulang Bawang Lampung. Mohon pamit dan doa kalian duhai sahabat sholehku. 

Rasulullah bersabda, "Ad Diinu an nashihah" agama itu nasehat. Karena itulah abang senang dinasehati dan senang pula menyampaikan nasehat, saling menasehati dalam kebenaran, dalam kesabaran dan dalam berkasih sayang. Abang sempatkan menulis renungan sebelum berangkat, semoga bermanfaat.

Ketahuilah sahabatku, bahwa hamba Allah yang selalu berzikir itu sangat senang beribadah, senang sholat di awal waktu, berjamaah, di mesjid, senang sholat tahajjud, sholat dhuha, jaga wudhu dst.

Kalau senang ibadah maka akhlaknyapun menjadi mulia, ikhlas, sabar, syukur, waro' (sangat taat dan berhati hati dengan Syariat Allah), zuhud (cari dunia untuk akhirat), dst.


Kalau senang ibadah maka iapun semangat beramal sholeh, berikhtiar mencari rizki yang halal, dermawan, shilaturahm dst.

Kalau senang ibadah maka iapun senang berda'wah mengajak saudaranya untuk selalu taat dan selalu mengingatkan dahsyatnya suasana akhirat.

Kalau senang ibadah maka iapun berani berjihad. Hatinya terpaut bersama para mujahidin dalam harakah Syariat Allah. Karena itu zikir dan jihad tidak dapat dipisahkan. 
"Hai hamba hamba Allah yang beriman jika kalian menjumpai musuh yang menyerang kalian, hadapilah dengan segala kekuatan kalian dan teruslah berzikirlah kepada Allah niscaya kalian akan menang" (QS Al Anfal 45).

Kalau senang ibadah maka iapun sibuk asyik muhasabah dirinya, 
"Tiada yang paling aku sukai kecuali perbaikan dan kebaikan" (QS Hud 88).
Karena itulah zikir, ibadah, akhlak, amal sholeh, da'wah, jihad dan muhasabah diri adalah kesatuan utuh yang memang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. 

Allahumma ya Allah berkahilah persahabatan dan harakah da'wah kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
23 Maret 2015

Senin, 23 Februari 2015

Manusia Pertama Yang Merasakan Panasnya Api Neraka Jahanam

Abu Hurairoh ra meriwayatkan, bahwa ia pernah mendengar Rosululloh SAW bersabda, ‘’Manusia yang pertama diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati di medan jihad. Orang itu didatangkan dihadapan Alloh. Kemudian, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya.
Alloh bertanya kepadanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?"
Ia menjawab, ‘’Aku telah berperang membela agama-Mu.’’
Lalu, Allah berkata, ‘’Engkau berbohong. Engkau berperang agar orang-orang menyebutmu seorang pemberani.’’
Kemudian, Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.
Kemudian, seorang penuntut ilmu sekaligus rajin membaca Al Quran, dihadapkan kepada Alloh. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Alloh bertanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Dia menjawab, ‘’Aku menuntut ilmu, mengamalkannya dan aku membaca Al Quran dengan mengharap ridho-Mu.’’
Alloh berkata kepadanya, ‘’Engkau berbohong. Engkau mencari ilmu supaya orang menyebut engkau sebagai seorang alim. Dan, engkau membaca Al Quran agar orang lain menyebutmu rajin membaca Al Quran.’’
Kemudian, Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.
Selanjutnya, seorang kaya raya dan terkenal dermawan, dihadapkan kepada Alloh. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Alloh bertanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Ia menjawab, ‘’Semua harta yang aku miliki tidak aku sukai, kecuali aku sedekahkan karena-Mu.’’
Lalu, Alloh berkata, ‘’Engkau berbohong. Engkau melakukan itu agar orang-orang menyebut engkau sebagai dermawan dan murah hati.’’
Kemudian Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Abu Hurairah berkata, ‘’Kemudian, Rosululloh menepuk pahaku dan berkata, ‘’Wahai Abu Hurairoh, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di hari kiamat nanti.’’ 

Hadist Riwayat Muslim

Sabtu, 31 Januari 2015

Jadilah Perpanjangan Rasul & Para Sahabatnya

Jadilah perpanjangan Rasul & Para Sahabatnya. Tiap hari, kudu ada 1 orang minimal untuk diajak ke kebaikan, & ninggalin keburukan. Dengan santun.

Jangan sebaliknya. Jadi perpanjangan setan & sekutunya. Tiap hari malahan ngajak ke maksiat, & ngajak orang untuk ninggalin ketaatan.

Wahai calon ahlul kubuuur... engkau akan ditanya, kemana aja & untuk apa aja umurmu, badanmu, kebisaanmu, ilmumu, hartamu, kau pergunakan.

Sungguh benar engkau akan ditanya tentang segala amalmu. Apalagi bila engkau menjadi penyebab orang lain bermaksiat. Sungguh berat. Berat skali.

Mohon doakan benar Yusur Mansur ini. Supaya benar-benar jadi orang sholeh, yang berkeluarga sholeh sholehah, punya anak-anak yang sholeh sholehah. Makasih ya.

Ustadz Yusuf Mansur
30 Januari 2015

Jumat, 23 Januari 2015

Berbuat Baik

Kalau mau berbuat baik, lakukan saja tanpa memikirkan balasan sekecil apapun dari orang, yang penting Alloh menerima amal kita.

Kita berbuat baik bukan untuk dianggap sebagai orang baik, bukan pula untuk dibalas oleh orang lain, cukup bagi kita Alloh Ridho.

Tak penting sebutan sebagai orang baik, yang penting kita benar-benar jadi orang baik yang baiknya sampai ke lubuk hati terdalam.

Bila kita berbuat baik lalu tak dihargai bahkan dibalas dengan yang tak baik, tenang saja Alloh tetap membalas kebaikan dengan kebaikan.

KH. Abdullah Gymnastiar
21 Januari 2015

Rabu, 31 Desember 2014

Doa Untuk Negeri‬

Salah 1 amalan terbaik adalah doa. Dan tambah hebat lagi saat doa itu dipanjatkan untuk orang lain. Makin banyak yang didoakan, makin hebat.

Setiap doa qt untuk orang lain, jadi sedekah. 1 orang, 1 sedekah. Sedangkan sedekah dikali 10 s/d 700. Bahkan tidak terhingga. Segala "balasan" Allah ini tidak menjadikan qt ga ikhlas mendoakan orang lain. Tapi untuk jadi penyemangat.

Indonesia dengan penduduk lebih dari 270 juta, maka jadi ladang amal banget untuk mendoakan Indonesia. Bayangkan besarnya kebaikan & pahala. Apalagi dikali 10 s/d 700 & tak terhingga itu untuk 1 doa. 

Maka jika doanya lebih dari 1? Ya makin besar dan banyak kebaikan & pahalanya. Misal, doain untuk kebahagiaannya, keselamatannya, kedamaiannya... maka itu adalah 3 doa. Banyakin
dan luasin aja doanya.

Ketika doa untuk negeri, luasin tuh doa & panjangin. Sebab 1 sama lain di negeri ini, berdampak dan berpengaruh kepada yang lain.
1 kota, jelek, bermasalah, maka pengaruhnya ke semua kota. 1 orang bermasalah, pengaruh ke semua orang di negeri ini.
1 kota bagus, lalu ada doa 1 qt disana, maka ketahuilah, kota ini berpengaruh juga buat yang lain.
Apalagi jika yang bagus adalah semua kota di semua negeri. Juga semua orang di semua negeri. Wuih... keren banget dah.

Doa itu sangat ajaib. Kekuatan Allah. Bukan kekuatan manusia. Maka dengan sering-sering berdoa, sama dengan mengundang Kekuatan Allah.

Doain presiden, dengan menteri-menterinya, semua lembaga-lembaga negara, anggota-anggota dewan DPR MPR, pusat s/d daerah. Doain yang baik-baik. Bila beliau-beliau itu baik, qt juga koq yang akan merasakan. Doain. Doain. Doain. Saling mendoakan. Juga doain. 

Doain semua pekerja di negeri ini, pengusaha-pengusahanya, guru-gurunya, polisi dan tentaranya, nelayan-nelayan, petani-petani, & semua elemennya.
Doain semua pelajar, semua mahasiswa, semua dosen, semua pimpinan-pimpinan lembaga pemerintah & non pemerintah.

Dan doa itu, bener-bener luasin, lebarin, panjangin, banyakin. Doain yang udah pada wafat, doain yang masih idup, dan doain yang datang kemudian.
Ketika doain pemerintah, doain yang dulu-dulu memerintah, yang sekarang, dan yang memerintah di masa-masa yang akan datang hingga akhir zaman.

Abis doain untuk negeri, doain dunia, dan doain untuk alam semesta dan seisinya. Sebab tetep terkait 1 sama lain. Misal, doain matahari dan bulan, dan semua benda di tata surya. Ucapin terima kasih kepada sinarnya matahari, misalnya.

Doain rerumputan, pepohonan, lautan, pegunungan, sungai-sungai, angin, debu... dan say thanks to them. Doain ikan-ikan di semua perairan Indonesia
dan di semua perairan di dunia. Doain semua buah-buahan. Pokoknya lebarin luasin panjangin.

Doain juga jangan lupa orang tua, dan semua orang tua di seluruh dunia. Yang masih idup, yang dulu & yang akan jadi orang tua.

Saat hamil. Doa untuk kehamilannya, dan semua ibu-ibu yang hamil, di seluruh dunia, dan perempuan-perempuan yang bakal hamil nanti-nantinya.
Ketika pengen hamil, jangan doa untuk diri sendiri. Luasin, lebarin, panjangin. Doain yang lain. Saat berhutang juga gitu.

Saat utang, doain semua yang punya utang, da doain yang punya piutangnya. Supaya begini supaya begitu. Lebarin, luasin, panjangin.

Saat jadi siswa, pengen lulus. Jadi mahasiswa pengen lulus. Jangan doa untuk diri sendiri aja. Doa untuk sesekolah, sekampus, & pelajar-pelajar sedunia.

Saat pengen naik gaji... jangan doa buat diri sendiri. Doain perusahaannya dan semua perusahaan di dunia. Sebab kait mengait juga.

Pokoknya lebarin, luasin, panjangin, banyakin, doanya. 

Liat apapun, jadikan doa. Ngerasa apapun, harus jadi doa. Mikir, harus berhiaskan doa. Gerak, ikhtiar, jadi doa. Semua, berbalut doa.

Doain saya, dan semua ustadz & ustadzah, semua kyai & bu nyai, seluruh ulama, dan yang masih jadi siswa/santri, sedunia. Untuk semua juga keluarga kami hingga akhir zaman.

Ada gelisah tentang soal media, soal tetangga, soal bos, soal majikan, soal kawan, soal ustadz, he he he... keluarnya, harus doa. Harus jadi doa.

Saat minta doa, juga lebarin, luasin, panjangin... misal... doain ibu saya ya... plus semua ibu di dunia. Termasuk yang sudah wafat dan yang akan jadi ibu.

Ustadz Yusuf Mansur
30 Desember 2014


Senin, 20 Oktober 2014

Semua Hanya Titipan Allah SWT

Menjadi tua itu mudah dan tak perlu ilmu serta perjuangan, tapi menjadi pribadi yang matang dan dewasa sangat tidak mudah.

Wajib memiliki kegigihan terus mencari ilmu dan berjuang mengamalkannya dengan tulus, agar iman / keyakinan kian kokoh, hati kian bening, Akhlaq kian mulia, hidup semakin bermanfaat.

Siapapun yang Mengenal dan Yakin bahwa segala - galanya hanya milik dan titipan Alloh semata, niscaya tak akan kagum kepada yang sekedar dititipi sesaat.

KH. Abdullah Gymnastiar
19 Oktober 2014

Kamis, 15 Mei 2014

Semangatnya Orang-Orang Beriman

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku tercinta fillah, orang-orang beriman selalu semangat BERIBADAH, BERAMAL SHOLEH dan BERAKHLAK MULIA:

1. IKHLAS, benar benar ingin RIDHO ALLAH, buahnya "istimroriyyah" terus menerus disiplin taat (QS 98:5).
2. Tahu benar hidup di dunia sesaat dan akan hidup di akhirat selama-lamanya (QS 2:259),
3. Sangat rindu dengan rahmat kasih sayang ALLAH, 
"Sesungguhnya rahmat ALLAH sangat dekat dengan hamba-hamba ALLAH yang terus semangat taat dan berbuat baik" (QS 7:156),
4. Memang hobbynya orang beriman itu "Fastabiqul khoiroot" (QS 2:148),
5. Semakin banyak ingat mati, semakin semangat taat, Rasulullah bersabda, "Umatku yang paling cerdas adalah umatku yang paling banyak ingat mati lalu mempersiapkan hidup setelah mati",
6. Penyesalan luar biasa akibat ma'siyat yang diperbuat di dunia, 
"Dan jika sekiranya kamu melihat siksa yang dirasakan orang-orang yang berbuat dosa selama di dunia menundukkan kepalanya dihadapan Tuhannya, mereka berkata dengan penuh penyesalan, "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, niscaya kami akan mengerjakan amal sholeh, sesusungguhnya kami sudah yaqin" (QS 32:12),
7. Kangen rindu Rasulullah dengan menteladaninya (QS 33:21),
8. Sangat amat takut ma'siyat karena tahu akibatnya (QS 6:15),
9. Sungguh hanya dengan ISTIQOMAH pertolangan ALLAH akan terjadi (QS 41:30-32),
10. Kebahagiaan hakiki hanya dengan KESUNGGUHAN BERIMAN dan TAAT (QS 10:62-64).

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita hambaNya yang selalu rindu akan RidhoNYA dan SyurgaNya...aamiin.


Ayo siap-siap berjamaah subuh di Rumah Allah duhai sahabatku pria mu'min.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
14 Mei 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...