Tampilkan postingan dengan label tafakkur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tafakkur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2020

Cara Mengenal Al-Haqq

Saudaraku, kali ini saya hendak bercerita mengenai pengalaman ketika menghadiri undangan ceramah di Morotai, Maluku Utara. Saat itu ceramah selesainya di sore hari, dan besoknya tidak ada penerbangan. Sehingga malam harinya harus menggunakan perahu kecil yang ada motornya. Maka diputuskanlah berangkat jam satu malam, karena harus mengejar jam tujuh pagi sampai di suatu tempat.

Ketika menaiki perahu yang sederhana itu bersama beberapa orang, saya mencari pelampung sebagai syaratnya. Ternyata yang ada hanyalah bantalan kursi. Kemudian saya lihat nahkodanya juga tidak memiliki lampu. Tidak punya kompas, dan tidak ada alat komunikasi. Padahal lautnya gelap. Sempat terbayang seandai salah arah, atau perahunya tenggelam dan dimakan hiu.

Tetapi saya tetap berupaya husnudzan. “Mungkin nahkodanya memang pelaut ulung yang bisa melihat dalam kegelapan (maksudnya, mungkin dia berpatokan pada bintang). Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau dalam gelapnya laut ini, dan Engkau Yang Maha tau apa yang akan terjadi.”

Lelah sendiri juga kalau sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Sehingga walaupun mengantuk, tetap berusaha sebisanya untuk sholat daripada tidur. Karena doa itu syariatnya menjadi jalan berubahnya takdir. Jika ada takdir musibah, maka doa dan musibah saling bertarung mana yang lebih kuat dan akan mengalahkan.

Alhamdulillah, setelah sekian jam sampailah di pelabuhan yang dituju. Saya bersyukur kepada Allah dan berterima kasih pada pelaut yang luar biasa tadi. Perjalanan tenang dan selamat sampai tujuan. Tapi rupanya tenang itu ada beberapa jenis. Satu, tenang karena zikir, dan kedua, tenang karena tidak tahu.

Beberapa waktu kemarin, setelah kembali ke Daarut Tauhiid, teman-teman mengungkapkan bahwa nahkoda itu ternyata baru pertama kali juga melaut dalam kegelapan. Semua yang di perahu sebetulnya juga takut. Kata nahkodanya, “Saya baru berani kalau yang diantar kiai, Insya Allah selamat.” Rupanya sama-sama husnudzan.

“Ya Allah, Mahabenar dan Mahasuci Engkau yang menyembunyikan ketidaktahuan ini.” Kalau saya mengetahuinya saat itu, bisa bertambah stress. Semakin sibuk berpikir macam-macam. Bagaimana jika ada satu balok kayu yang tidak kelihatan lalu menembus perahu? Bisa langsung karam. Seperti baru terdengar kabar juga kemarin, tentang adanya tamu dari daerah yang sama, yang perahunya tenggelam dan enam orang meninggal. Jadi, ada benarnya juga tidak tahu.

Alhamdulillah, ya Allah. Ketika berada di kegelapan laut, betapa terasa kecilnya diri ini. Begitu jelas jika tidak ada apa-apanya diri kita. Manusia sangat lemah sekali. Seharusnya jika kita bertemu dengan laut, gunung, bahkan ciptaan allah lainnya seperti binatang yang berukuran kecil, maka bertafakurlah.

Misalnya, bertafakur lah ketika melihat burung yang bisa terbang. Jangan malah, “Wah itu ada burung, cari senapan angin.” Rendah sekali diri kita kalau begitu. Nikmatilah bagaimana burung itu terbang atau saat dia menukik tajam, yang tidak jarang hingga di permukaan lalu dengan koordinasi otot dan gerakannya yang menakjubkan kembali naik. Mahabenar dan Mahasuci Engkau ya Allah, karena sehebat - hebatnya penerjun payung kalau sudah menukik tajam berarti selesai.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda kebesaran Kami di segenap penjuru, dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu adalah benar. Tidak cukupkah bagi kamu bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
QS. al-Fushilat (41):53

Jadi, Saudaraku. Memperbanyak tafakur merupakan cara untuk mengenal Al-Haqq, mengenal Allah dan mengenal kebenaran Al-Quran. Kita harus sering-sering bertafakur. Kalau kita tidak meluangkan waktu untuk bertafakur, maka banyak pelajaran yang terlewat kan. Karena disegenap penjuru, termasuk yang ada pada diri kita sendiri, bisa menjadi bahan bertafakur.

KH. Abdullah Gymnastiar
6 Agustus 2020

Senin, 07 September 2015

Arti Wara' & Qanaah

Ustadz apa arti Wara' & Qanaah?

Wara' adalah menjauhi syubhat atau sesuatu yang meragukan karena khawatir terjatuh kepada yang haram.

Qanaah adalah sikap menerima dan merasa cukup atas hasil yang telah diusahakan dengan sebaik-baiknya.

Perbanyaklah membaca Al-Quran agar hati semakin lembut. Perbanyak pula zikir & tafakur agar hati semakin peka & bercahaya. 

Rabbi, bersihkanlah hati kami dari segala penyakit hati.

Ustadz Fauzi Ichsan
@Ponpes Al Kahfi Lido

Jumat, 21 November 2014

Diamnya Orang Mu'min

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, diamnya orang mu'min adalah zikir, tafakkaur, dan muhasabah, kalaupun bicara, bicaranya santun, mulia dan dakwah, hatinya "husnodzdzon" baik sangka dan doa, melihat suami istri berjalan, ia doakan semoga rumah tangganya sakinah, melihat orangtuanya, ia doakan semoga husnul khotimah, melihat anak anak ia doakan semoga menjadi anak anak sholeh sholehah, melihat pemimpinnya, ia doakan semoga menjadi pemimpin amanah, melihat faqir miskin setelah ikhtiarnya menolong, ia doakan semoga Allah hiasi dengan kesabaran dan Allah balas kesabarannya dengan ridho dan syurgaNYA, mendengar dirinya dipergunjing, ia balas dengan doa kasih sayang semoga ALLAH memaafkannya, melihat yang berbeda dengan keyaqinan, ia doakan semoga hidayah ALLAH untuknya, melihat saudaranya dianiaya di Gaza Palestina, di Afghan, di Irak, di Suriah, di Mesir, di Rohingya hatinya perih, ia pun maksimalkan jihadnya, dengan doa air matanya di penghujung malamnya, Ya ALLAH tolong lindungi selamatkan saudara-saudara kami, menangkan para mujahidin, muliakan mereka yang wafat sebagai syuhada tanpa ia melupakan mendoakan keberkahan negerinya, sahabatnya, juga sahabat FBnya dan keluarganya. 

Sungguh dunia ini menjadi "Taman Syurga" bagi hamba yang sungguh-sungguh TAAT, BERDOA & SELALU BAIK SANGKA...aamiin...

K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 November 2014

Jumat, 17 Oktober 2014

Semuanya Harus Karena-Nya

Mau menjerit sekeras apapun,
Mau lari kemanapun,
Mau menghiba kepada siapapun,
Tetap saja hanya Alloh satu-satunya yang Kuasa Menolong kita.

*Bila memang kita bersalah...
Tak perlu sibuk banyak alasan membela diri hanya karena takut kemarahan makhluk atau takut jatuh kedudukan di sisi makhluk.

Akui saja dengan jujur,
Segera mohon ampunan Alloh,
Minta maaflah dengan tulus,
Jangan takut untuk memikul resiko sebagai tanggung jawab atas kesalahan.


Lalu fokus tafakuri dan sungguh-sungguh serta gigihlah perbaiki diri, sebagai tebusannya.

Agar benar-benar diterima Alloh, Semuanya harus karena-Nya, bukan untuk mencari simpati atau penilaian manusia.

Sesungguhnya Alloh amat mencintai orang yang bertobat, dan mencintai orang yang memperbaiki / mensucikan diri.

KH. Abdullah Gymnastiar
16 Oktober 2014

Minggu, 03 Maret 2013

Mari Kita Tafakuri

Bila kita sedang menginginkan suatu barang, semakin ingin, semakin terasa amat penting untuk segera memilikinya, dengan berbagai alasan.

Selalu terpikir, berusaha dengan berbagai cara agar segera ada.

Tapi sesudah barang itu ada, berapa lama kesenangannya ?? Sangat tak sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan untuk memperolehnya.

Dan kini sering kali teronggok dimana saja, seperti barang yang tak manfaat, ditengok pun jarang...

Dan sayangnya hal seperti ini terus berulang, padahal di sisi Allah pasti ada hisabnya. Pasti ada perhitunganya.

KH. Abdullah Gymnastiar
22 Februari 2013

Senin, 28 Januari 2013

Diamnya Orang Beriman

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah sahabatku, tentu diamnya orang beriman bukan sembarang diam, atau seperti diamnya orang jahil, diamnya orang tidak berdaya, diam berhayal, diam cari selamat, diam karena takut, diam kalah, bukan itu tetapi diamnya orang beriman itu adalah diam sikap, diam zikir, diam muhasabah diri, diam tafakkur, diam tadabbur, diam doa, diam dakwah, diam untuk menyimak, diam rendah hati.

"Betapa banyak orang yang tadinya dianggap pendiam ketika berbicara sangat mengagumkan", inilah diam emas, kalau bicara baik dan benar, lebih baik dari diam, maka bicaralah itulah bicara berlian, sungguh alangkah indahnya cincin emas bermahkota berlian, itulah indahnya pribadi mu'min itu sahabatku fillah.

Coba buka tafsir surah Al Ahzab ayat 70-71
"Hamba beriman yang bertaqwa itu kalimat-kalimat yang keluar dari lisan selalu mengesankan".
Sahabatku, diamnya orang mu'min adalah zikir, tafakkaur, dan muhasabah, kalaupun bicara, bicaranya santun, mulia dan dakwah,
hatinya 'husnodzdzon' baik sangka dan doa,
melihat suami-istri berjalan, ia doakan semoga rumah tangganya sakinah,
melihat orangtuanya, ia doakan semoga husnul khotimah,
melihat anak-anak ia doakan semoga menjadi anak-anak sholeh/sholehah,
melihat pemimpinnya, ia doakan semoga menjadi pemimpin amanah,
melihat faqir miskin setelah ikhtiarnya menolong, ia doakan semoga Allah hiasi dengan kesabaran dan Allah balas kesabarannya dengan ridho dan syurgaNYA,
mendengar dirinya dipergunjing, ia balas dengan doa kasih-sayang semoga ALLAH memaafkannya,
melihat yang berbeda dengan keyaqinan, ia doakan semoga hidayah ALLAH untuknya,
melihat saudaranya dianiaya di Gaza Palestina, di Afghan, di Irak, di Suriah, di Mesir, di Afrika Tengah, di Rohingya hatinya perih, ia pun maksimalkan jihadnya, dengan doa air matanya di penghujung malamnya:
'Ya ALLAH tolong lindungi selamatkan saudara-saudara kami, menangkan para mujahidin, muliakan mereka yang wafat sebagai syuhada.'

Tanpa ia melupakan mendoakan keberkahan negerinya, sahabatnya, juga sahabat FBnya, dan keluarganya...

Sungguh dunia ini menjadi 'Taman Syurga' bagi hamba yang sungguh-sungguh TAAT, BERDOA & SELALU BAIK SANGKA... Aaamiin". 

Semoga semakin Allah perindah iman dan tutur kata kita...aamiin. 

Kurehat dulu sahabatku, jangan lupa berwudhu, berzikir, berdoa dan berniat sholat malam sebelum tidur...

Foto kemaren saat Tablig Akbar di Mesjid Agung Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
17 Januari 2013

Diperbarui 28 Agustus 2013 

Diperbarui 19 Mei 2015

Senin, 18 April 2011

Kholwat

Hati, pikiran, mulut, mata, telinga, tangan, kaki, tubuh ini sudah terlalu lelah untuk mengejar dunia.

Cobalah berikan waktu untuk tubuh ini berkholwat, berduaan hanya dengan Allah, pergilah ke mesjid, sholat tahyatul mesjid, lalu duduk tafakkur diiringi dengan istiqfar dan sholawat dan biarkan air mata membasahi pipi.

Ya ALLAH ampuni hamba, hamba hanya bisa mencintai ENGKAU, sementara iman hamba sangat lemah, masih mudah tergoda, bimbinglah hamba ya ALLAH...
K.H. Muhammad Arifin Ilham
8 April 2011
 

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...