Tampilkan postingan dengan label Sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2020

Sakit

Semoga Alloh melindungi kita dari penyakit lahir bathin. Namun bila takdirnya sakit, semoga banyak hikmah yang didapat.


Pertama, sakit bisa menghindarkan kita dari siksa api neraka. 
Rasulullah SAW bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dan api neraka.” (HR al-Bazzar)

Kedua, sakit bisa menjadi penghapus dosa bagi kita. 
Sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim, “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.”

Ketiga, sakit bisa menjadi sumber kebaikan bagi seseorang jika dia bersabar.
Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim)

Keempat, sakit bisa membuat kita kembali dan senantiasa mengingat Alloh. 
Kesusahan dan ujian memudahkan kita ingat Aloh. Sementara saat diberikan kebahagiaan, kita sering lalai.

Alloh SWT telah berfirman: “Dan sesungguhnya kami telah mengutus (para Rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Alloh) dengan tunduk merendahkan diri.” (QS al-An’am: 42)

Kelima, silakan sahabatku lengkapi hikmah lainnya yaa...

Sahabat, dan jangan lupa perbanyak sedekah selagi kita masih diberi kesempatan untuk bersedekah dan sedekah itu sebagai penolak bala.

KH. Abdullah Gymnastiar
15 April 2020

Sabtu, 21 Maret 2020

Thoun

Menilik sejarah Islam kita akan menemukan begitu banyak pelajaran berharga dalam menangani berbagai masalah termasuk mengatasi Pandemi Virus Corona saat ini.

Tercatat pada tahun 18 H Umar Ibn Khatrab beserta sejumlah shahabat bergerak dari Madinah menuju Syam, yakni kawasan yang meliputi Suria, Lebanon, Palestina dan Jordan hari ini.

Sesampainya di daerah Amwas mereka bertemu dengan pimpinan pasukan muslim Syam. Abu Ubaidah Ibn Jarrah. Seraya beliau melaporkan kepada Umar bahwa di Syam ada wabah pendemi thaun. Mendengar khabar ini mereka berbeda pendapat Abu Ubaidah mengharapkan Umar masuk ke Syam sementara Umar menolaknya. Umar pun bermusyawarah dengan para shahabat senior. Para shahabat menuduh Umar lari dari taqdir, sementara Umar berargumen lari dari satu taqdir tetapi mengambil taqdir yang lain. Sambil memberi contoh jika diberi pilihan untuk menggembala ternak di dua tempat padang yang kering kerontang atau padang yang subur penuh tanaman mana yang akan diambil.

Belum lagi selesai perdebatan mereka datanglah Abdurrahman Ibn Auf menengahi sambil mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah SAW, bahwa "jika kita mendengar berita ada pandemi di satu daerah janganlah kita masuk ke situ. Jika kita di dalamnya janganlah keluar daerah tersebut" (khawatir menular ke yang lain). 

Umar dan rombongan pun kembali ke Madinah sementara Abu Ubaidan Ibn Jarrah, Muadz Ibn Jabal dan ribuan shahabat lain tetap di Syam. Masya Allah sebagian besar mereka pun syahid... Mendengar hal ini shahabat senior lain Amr Ibn Ash memberikan solusi bahwa kita harus berpencar satu sama lain jangan berkumpul. Karena Thaun akan sangat mudah menular jika berdekatan. Beliau menganjurkan kita tinggal di rumah kita masing-masing dan menjauhi kerumunan.

Itulah mungkin apa yang hari ini disebut social distancing atau bahkan tahap lanjutnya lock down. Masya Allah

#hikmah #sejarahislam #lockdown #covid19 

Muhammad Syafii Antonio

20 Maret 2020

Rabu, 20 Maret 2019

Istimewanya Besuk Saudara Sakit

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Alhamdulilah arifin di saat rehat di Penang pun membesuk tetangga sebelah kamar yang sakit muslim dan bukan muslim semua didoakan dan dihibur dengan hikmah-hikmah.

SubhanAllah cinta Allah dan RasulNya membuat sayang semua karena Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Hak muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam)”
(HR. Muslim, no. 2162)

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit :

1. Merupakan kebun surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali”.
(HR. Muslim)


2. Berada di dalam rahmat Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا خَاضَ فِي الرَّحْمَةِ، حَتَّى إِذَا قَعَدَ اِسْتَقَرَّ فِيْهَا

“Siapa yang menjenguk orang sakit, ia akan masuk ke dalam rahmat (Allah), sehingga apabila duduk, ia akan berada di dalam rahmat tersebut”.
(HR. al-Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا خَاضَ الرَّحْمَةَ، فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ اِسْتَقْنَعَ فِيْهَا، فَإِذَا خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ خَاضَ الرَّحْمَةَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ

“Barang siapa yang menjenguk orang sakit, ia masuk ke dalam rahmat (Allah). Apabila duduk di sisinya, ia merasa puas/tenang di dalam rahmat itu. Apabila keluar darinya ia senantiasa berada di dalam rahmat itu hingga ia pulang ke rumahnya”. 
(HR. Ibnu Abdil Barr di kitab at-Tamhid 24/273)


3. Berbuah banyak pahala dari Allah
Hadis qudsi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِيْ. قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أَعُوْدُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِيْ فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِيْ عِنْدَهُ

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya?
(HR. Muslim)


4. Mendapatkan doa kebaikan dari malaikat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari”.
(HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).


5. Penyebab masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلاً

“Siapa yang menjenguk orang sakit atau berkunjung kepada saudaranya karena Allah, akan ada penyeru yang berseru, “Alangkah baiknya dirimu, alangkah baiknya langkahmu, engkau telah menempati tempat tinggal di surga”.
(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah sehat afiyatkan kami dalam keni’matan Istiqomah taat di JalanMu hingga wafat husnul khotimah.



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
19 Maret 2019

Jumat, 25 Januari 2019

Sakit Sebenarnya!

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah hamba yang beriman yaqin dan sangat faham bahwa hidup sekali dan sebentar di dunia ini adalah hanya ujian.
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?"
(QS Al Ankabut 2).
Ujian hidup hanya ada dua, musibah dan ni’mat, dua ini Allah gilirkan pada setiap mahklukNya
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(QS Al Anbiya: 35).
Astagfirullah banyaknya salah sangka bahwa hanya sakit, musibah, kemiskinan itu ujian, padahal sehat, senang, kekayaan itu juga ujian. 
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". “Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
(QS Al Fajr 15 -16)
Karena itulah Rasulullah menyampaikan umatku banyak lulus ujian musibah daripada ni’mat.

Bagi hamba yang beriman sakit itu rahmat Allah, ampunanNya, terbiyyahNya, derajat disisiNya, doa-doa mustajab, tafakkur, membuat tawadhu’, pintu kasih sayang dan shilaturrahim, persiapan mati, juga jalan kenabian nabi Ayyub, bahkan Rasulullah sebelum wafat pun beliau sakit.

Jadi sakit sebenarnya adalah bila sehat bugar tetapi tidak digunakan untuk ibadah, malas sholat, malas tahajjud, malas dhuha, malas baca Alqur’an, malas ke mesjid, sampai berani ma’shiyat, inilah yang disebut “al istidraz” kesannya ni’mat tetapi sebenarnya azab yang tersembunyi yang akan diperlihatkan dan dirasakan kelak, naudzubillah min dzaaliki.

Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dengan kesehatan afiyatan di JalanMu hingga wafat husnul khotimah, aamiin.

SubhanAllah dari saudaramu yang mencintaimu karena Allah.

Muhammad Arifin Ilham 
24 Januari 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Pahala Tidak Terputus


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah simaklah Kalam Allah dan Hadist Rasulullah ini dengan iman,
"Dan beribadahlah kepada Allah sampai ajal tiba" (QS Al Hijr 99).
Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra, Sufyan bin Abdullah Atsaqafi ra berkata, Aku berkata Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah saya beriman kemudian istiqomahlah.”
(HR Muslim).
"Kecuali bagi mereka yang beriman dan beramal sholeh untuk mereka ganjaran yang tidak terputus" (QS At Tiin 6).
Rasulullah bersabda, “Jika seseorang sakit atau melakukan safar, maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim (tidak bepergian) dan dalam keadaan sehat."
(HR Bukhori).

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami kekuatan taqwa dan kenikmatan Istiqomah.. Aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Desember 2017

Senin, 24 November 2014

Muhammad Arifin Ilham & Putranya Sakit

Alhamdulillahi Robbil aalamiin alaa kulli haalin segala puji bagi Allah atas segala hal peristiwa terjadi. Sakit itu rahmat, cinta Allah, ampunan dosa, doa mustajab, tafakkur, muhasabah diri, zikir, kesempatan murojaah hafalan Alqur'annya, rohani semakin kuat mendekat kepada Allah, kesadaran utuh menghancurkan keangkuhan diri, pintu shilaturrahm dan "Al isti'dad lil maut" bersiap-siap menghadapi kematiaan. 

Bacalah Kalam ALLAH surah Al Baqoron 155 - 156 dan 157 : 
"KHABARKAN BERITA GEMBIRA BAGI HAMBA ALLAH YANG SABAR DARI BERBAGAI MUSIBAH, MEREKA BERKATA, SESUNGGUHNYA KAMI MILIK ALLAH DAN SESUNGGUHNYA KAMI AKAN KEMBALI KEPADA ALLAH MAKA UNTUK MEREKA KEBERKAKAHAN SEMPURNA DARI ALLAH, RAHMAH ALLAH DAN MEREKALAH YANG MERAIH PETUNJUK ALLAH".
Mohon doa kalian sahabat FBku tercinta, abang dan anak abang, nanda Alvin diuji sakit DBD. Abang masuk rumah sakit tadi malam menyusul anak abang yang lebih dulu kena DBD. 

Allahumma ya Allah ya Syaafi duhai Maha Penyembuh sembuhkan sakit jasmani dan rohani kami agar kami terus semangat senang mendekat kepada Mu....Aamiin.

Jazaakumullah doa kalian sahabat sholehku.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 November 2014

Sabtu, 01 November 2014

Tessy Srimulat

SubhanAllah dalam perjalanan da'wah, abang sempatkan mampir menjenguk bang Kabul Basuki, dikenal Tessy, pelawak senior Srimulat yang tertangkap dan berniat bunuh diri. 

Sekitar dua tahun yang lalu abang bertemu beliau di Bandara Soekarna Hatta dalam safari da'wah. Beliau pesan ke abang, "nasehati saya ustadz, orang semacam saya banyak gelapnya". 

Karena itulah abang ingat pesan itu dan mampir menjumpai beliau di Rumah Sakit POLRI. Begitu melihat abang langsung beliau menangis. Cepat abang pegang tangan dan abang usap kepala beliau. "Bang, semua boleh hancur, semua boleh hilang, tetapi HARAPAN tidak boleh hancur dan hilang. Allah sayang abang, makanya Allah beri KESEMPATAN HIDUP. Kisahnya A-Z, kisahnya abang ditangkap polisi, sebenarnya beginilah cara Allah membimbing abang agar bertaubat. Sungguh bang, kalau Allah mencintai hambaNya, maka hamba itu Allah beri KESEMPATAN BERTAUBAT (QS An Nur 21). Abang jangan putus asa mohon rahmat Allah, sebesar apapun dosa abang, Allah ampuni jika abang bersungguh-sungguh bertaubat (QS Az Zumar 53). Jangan sampai abang bunuh diri, terlalu besar dosa dan berat sekali siksa-Nya di akhirat kelak (QS An Nisa 29-30). Ingat peringatan Rasulullah, “Barang siapa terjun dari sebuah bukit untuk menewaskan dirinya maka kelak ia akan masuk neraka dalam keadaan terlempar jasadnya. Ia kekal dalam neraka selama-lamanya. Barang siapa yang meneguk racun dan racun itu menewaskan dirinya, maka racun itu akan tetap dalam genggaman tangannya sambil meneguknya di dalam neraka jahanam. la juga kekal di dalamnya selama-lamanya” (HR Bukhori Muslim). Semoga abang kembali sehat walafiat dalam keadaan hijrah, lebih semangat taat kepada Allah. Jangan sia siakan lagi umur abang, sungguh rahmat Allah jauh lebih besar dari dosa-dosa abang".
Inilah diantara pesan arifin untuk diri arifin, beliau dan kita semua. 

Foto tadi sore saat menjenguk beliau
Allahumma ya Allah berkahilah sisa-sisa umur kami dalam ibadah dan taat padaMu...aamiin

K. H. Muhammad Arifin Ilham
31 Oktober 2014

Sabtu, 26 April 2014

Hikmah Sakit

SubhanAllah sebelum rehat malam ini, mari kita renungi tentang hikmah sakit.

Sakit Itu adalah ujianNya.
Kemuliaan baginya karena sabar dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.


Sakit, sebagaimana juga setiap ujian, bukan menguji ketangguhan dan kemampuan. Sebab sakit Allah beri sudah sesuai dengan takaran dan daya tahannya.
Ia sejatinya menguji kemauan untuk memberi makna. Maka bagi dia yang mampu memberi makna terbaik bagi sakit, insya Allah kemuliaannya diangkat dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub. 

Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah. Kesabarannya yang lebih dari batas (disebut dalam sebuah hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi teladan semesta. Dan atas kenyataan sejarah tersebut, hari ini cobalah bercermin kepadanya. Hari ini pula kita bisa bercermin kepada sosok-sosok mulia yang pernah juga sakit. Sakit, yang di ujung penggal kehidupan mereka yang ditemukan adalah kemuliaan serta terus bertambah derajat kemuliaannya di mata Allah. 


Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah manusia.

Sakit itu zikrullah. Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya. 
Sakit itu istighfar. Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun. 
Sakit itu tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar? 
Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. 
Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.
Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit. 
Sakit itu nasihat. Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya. 
Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. 
Sakit itu gugur dosa. Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya. 
Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yang sakit. 
Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni. 
Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis; satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit. 
Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama. 
Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu. 
Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit. Wallahu A’lam. 


Allahumma ya Allah hamba bukan menolak takdirMu, takdirMu adalah takdirMu, tetapi berilah kepada hamba keikhlasan, kesabaran, kekuatan, ketawakkalan, baik sangka dan "allutfu" kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik segala takdirMu...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Desember 2018


Diperbarui
24 April 2014

Senin, 09 Juli 2012

Sakkaanun

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, mengapa orang beriman jauh dari stress, frustasi apalagi sampai nekat bunuh diri (kecuali orang kafir, QS Ali Imron 185)?

Karena hamba yang beriman yaqin segala peristiwa ALLAH putuskan dengan RAHMAT, ILMU dan KEBIJAKKANNYA, berarti segala peristiwa ada rahmat dan hikmahNYA (QS 57:22),

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri" (QS Al Hadid 22-23).

Sahabatku, sakit itu ampunan dosa, musibah itu rahmatNya, kematian itu ridhoNYA, masalah demi masalah "tarbiyatur rabbani" pengajaranNYA. Pantaslah Rasulullah menyebut hamba beriman itu "SAKKAANUN" manusia TERTENANG dari goncangan dunia sebentar ini, SubhanAllah.

Allahumma ya Allah hamba bukan menolak takdir ujianMu, takdir Mu adalah takdirMu, tetapi mohon beri hamba "al lutfu" kekuatan, kesabaran, keikhlasan, ketawakkalan, baik sangka dan kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik semua takdirMu...aamiin.

Sahabatku, abang sengaja menulis ini di penghujung malam ini saat WAJAH hati terbuka untuk menerima NUR HIDAYAHNYA, insyaAllah kita akan LEBIH ARIF menyikapi segala pernik keseharian hidup dunia yang sangat sebentar ini.

Jazaakumullah semua doa dan perhatian sahabat sholehku, maafkan sekiranya mengganggu keni'matan sholat malam sahabatku.

Semoga hari hari kita lalui senantiasa dalam keni'matan ibadah dan keindahan taat aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 Juni 2012

Diperbarui 4 Desember 2015

Jumat, 01 Oktober 2010

Jangan Mudah Sakit Hati Lagi.

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku mengapa orang beriman tidak mudah sakit hati ta'kala dihina, diumpat dan difitnah, "Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menghina mereka, mereka membalas dengan ucapan doa “Salam" (QS Al Furqon 63). karena, 

  1. Sadar hidup ini ujian,
  2. Dengan sabar meraih ampunan dosa,
  3. Diangkat derazatnya karena sabarnya,
  4. Dosa dan sial kembali pada si penghina,
  5. Membakar amal ibadah si penghina,
  6. Ingat tidak ada yang tidak dibalas di akhirat kelak,
  7. Doa mustajab karena dizolimi,
  8. Hinaan membuat orang beriman muhasabah diri,
  9. Potensi diri orang beriman untuk amal sholeh bukan melayani si penghina,

SubhanAllah. So pantaslah orang beriman itu "as saiid" manusia tertenang dari goncangan dunia sebentar ini, alhamdulillah. Jangan lupa sebelum tidur berwudhu, berzikir, berdoa dan berazam untuk sholat malam, sahabatku. Rehat dulu ya...Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dengan kearifan bersikap dan kemuliaan akhlak...aamiin.

 

K.H. Muhammad Arifin Ilham
25 September 2010

 

Diperbarui 6 Oktober 2013

 

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...