Tampilkan postingan dengan label ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikhlas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2020

Ikhlas

Salah satu kunci kebahagiaan di dalam hidup ini adalah ikhlas, dan kunci untuk mendapatkan keikhlasan adalah putus harapan dari makhluk hanya berharap kepada Alloh.

Sahabat, ada 5 tips medapatkan hati yang ikhlas :
  1.  Jangan selalu ingin diketahui semua amalan kita,
  2.  Jangan selalu ingin dilihat orang,
  3.  Jangan ingin dipuji, jangan takut dicaci,
  4.  Jangan ingin diperlakukan spesial,
  5.  Jangan ingin dibalas budi.
KH. Abdullah Gymnastiar
10 Februari 2020

Rabu, 21 Agustus 2019

Dzikir dan Akhlak Mulia

Sahabatku, kita mendambakan bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia mengikuti baginda Nabi Muhammad Shallallahu'alahi wassalam. Nah, akhlak mulia itu sangat dipengaruhi oleh dzikrullah, semakin baik kualitas dzikir seseorang, semakin banyak dzikir seseorang, maka akan semakin sempurna akhlaknya. Orang yang dzikir secara alakadarnya paling hanya akan berakhlak saja, tidak mencapai kesempurnaan dan kemuliaan akhlak.

Dzikrulloh akan membuat akhlak menjadi ikhlas. Ada yang berbuat baik supaya dianggap orang baik. Ada yang berbuat baik supaya orang lain membalas kebaikannya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain tidak berbuat jelek kepadanya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain merasa berutang budi karena kebaikannya. Semua ini tidak termasuk akhlak mulia, karena akhlak mulia itu berkaitan dengan dzikrulloh yaitu ikhlas.

Sulit sekali orang menjadi ahli syukur kalau tidak dzikir, karena sesungguhnya segala nikmat berasal dari Alloh Ta'ala. Sulit sekali orang bisa sabar jikalau tidak dzikir, karena sesungguhnya orang yang sabar itu adalah orang yang bisa menahan diri dan memilih yang Alloh sukai. Jadi, orang yang kurang dzikir maka akan kurang sempurna akhlaknya. Meskipun dia bisa berbuat baik, tapi pasti tidak mencapai pada kemuliaan akhlak.

Alloh Ta'ala. berfirman, 
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab [33] : 41-43)
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendawamkan dzikir dan istiqomah menjadikan dzikir bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas kita sehari-hari. Semoga kita menjadi orang-orang yang berakhlak mulia dan istiqomah dalam kesempurnaan akhlak. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.


KH. Abdullah Gymnastiar
20 Agustus 2019

Minggu, 09 Maret 2014

Terus Menerus Memperbaiki Diri Sendiri

Jangan nyepelein "yang diragukan". Banyak yang terhenyak dengan kemajuan si yang diragukan itu. Sebab yang meragukan berhenti berkembang. Yang diragukan, berkembang terus.
Jangan nyepelein "yang dihina", yang sering dimaki-maki, disumpah serapahi, diusir. Banyak cerita dan kejadian, mereka lebih hebat. Sebab semua itu jadi bahan bakar untuk maju.
Yang paling penting, jangan suka nyepelein orang, maki-maki, ngehina dan ngejelek-jelekin. Mending pake waktu dan energi untuk terus bebenah diri.

Daripada waktu habis terus untuk mengumpat, mending pake waktu untuk bebenah. Tar yang diledek dihina diumpat terus bebenah, qt malah ngabisin waktu sia-sia.

Sebaliknya, klo dihina, diledek, diremehin, jangan meratap. Apalagi sampe nyari tiang atawa pohon. Muter-muter sambil nyanyi. He he, kayak film India.

Klo dihina, diledek, diumpat, direndahin, diremehin, jalan aja terus. Jangan sampe ikut habis juga waktu untuk dengerin dan ngerasain kelewat dalam. Jalan aja terus.

Pastiin aja qt dah bener. Minimal di track yang bener. Kurang-kurang dikit, juga kurang-kurang banyak, ya itu tadi. Jalan dan belajar aja terus. Terima segala rasa sakit dengan ikhlas dan yang ga kalah pentingnya, jika harus terus jalan, dan jadi yang terbaik, bukan karena pengen ngebuktiin qt bisa, qt ga pantes diremehin. Tar malah jadi sombong.

Harus tetep ikhlas. Misalnya, lebih karena emang harus jadi orang maju, sukses, jaya, penuh manfaat, mengolah dan memanfaatkan semua potensi karunia Allah.

Klo emang harus ngebuktiin, buktiin ke Allah aja. Supaya ga jadi sombong.

Saya kasih contoh dikit...

Ada orang, selalu dianggap sebelah mata, ga dianggap, bahkan ampe terusir. Dia harus terus bergerak. Hingga akhirnya maju. Tapi jangan ada dendam dan amarah.
Bukannya apa-apa. Bila dia berhasil, lalu pulang kampung dengan keberhasilannya, dan dia pengen diliat sakses dan berhasil, supaya ga diremehin... -->... maka pada saat itu, dia gantian jadi ngeremehin, ngerendahin, semua orang yang dulu ngeremehin dan ngerendahin dia. Ini ga bagus sama sekali.

Bisa dipahami?


Ustadz Yusuf Mansur
7 Maret 2014

Minggu, 09 Februari 2014

Belajar Ikhlas

Bila kita sedang berusaha berbuat baik
Lalu orang yang kita baiki
Tidak berterima kasih
Tidak Menghargai
Tak Peduli
Bahkan Meremehkan kebaikan kita
Artinya Alloh sedang menguji Keihlasan

Bila kita terluka dan berhenti berbuat baik
Berarti kita berbuat bukan karena Alloh

Bila urusan kita hanya satu
Hanya agar Alloh Ridho dengan Amal-amal kita
Niscaya hati tidak akan terluka, semangat tak akan terpatahkan, kebaikan tak akan pernah berkurang


KH. Abdullah Gymnastiar
8 Februari 2014

Minggu, 03 November 2013

Kekuatan Ikhlas

Ada yang sakit cuci darah, dan dirinya tak bisa menerima harus cuci darah seminggu 2 kali, sehingga hari-hari dijalani penuh derita lahir bathin.

Namun setelah menyadari bahwa inilah takdir terbaik, yang Alloh tetapkan bagi dirinya saat ini sesudah sekian lama diberi takdir sehat...

"Inilah takdir terbaikku, kehidupan normalku adalah cuci darah seminggu 2 kali," maka kehidupan menjadi nyaman dan kembali ternikmati.

Setiap orang memiliki episode masing-masing, dan berganti saat, berganti pula episode. Kemampuan ridho kepada takdir, membuat hidup lebih nyaman dan berkah.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 Oktober 2013

Senin, 23 September 2013

Hikmah Subuh Buya Yahya

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Subuh ini kajian ilmu disampaikan oleh Buya Yahya, pimpinan pesantren Al Bahjah Cirebon. Sahabatku inilah beberapa hikmah untuk diriku dan kalian sahabatku tercinta:

1. Syetan masuk melewati hawa nafsu yang diperturutkan manusia (QS Al A'rof 175).

2. Orang kalau sudah hasad - dengki yang ada hanya benci, tertutup semua kebaikan dan kebenaran.

3. Kalau sudah sombong melahirkan sifat dengki, tidak ada yang boleh lebih hebat dari dirinya.

4. Orang sholeh yang rendah hati menghindari kata "aku".

5. Imam Ghozali : Kalau kamu ingin tahu benar, belajarlah tentang salah. Koreksilah diri dari orang yang membencimu karena ia terus menerus mencari aibmu.

6. Beda riya dengan ujub, kalau riya ingin dibesarkan orang lain, sedangkan ujub membesarkan dirinya sendiri. Cara jitu menghancurkan sifat sombong, riya dan ujub duduk di majlis Ilmu dan Zikir.

7. Sedangkan ikhlas hanya ingin mulia di mata Allah, tidak peduli dipuji atau dihina sekalipun sama baginya.

Allahumma ya Allah berilah kepada kami rizki teragung, sifat ikhlas di hati kami, pikiran kami, ucapan kami, akhlak kami dan semua aktivitas kami, dan jadikan kami hamba hambaMu yang rendah hati...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 September 2013

Kamis, 08 Agustus 2013

Ikhlas

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Sahabatku inilah diantara bahasan tema "Ikhlas" malam ini:

Ikhlas hadiah Allah kepada hamba yang mujahadah mendekat kepada Allah
Ikhlas buah dari tauhid yang kuat dan bersih
Ikhlas cendrung menyembunyikan amal
Ikhlas menjawab pujian dan hinaan dengan doa
Ikhlas sangat suka muhasabah diri, nasehat dan dikoreksi
Ikhlas sabar tahan banting dalam Taat
Ikhlas siap diperintah dalam medan jihad sekalipun dan sebagai apapun
Ikhlas kuat sekali ittibaur Rasulnya
Ikhlas marah bencinya karena Allah
Ikhlas senang kalau saudaranya meraih rizki atau keistimewaan
Ikhlas sumber kemuliaan akhlak, sabar, syukur, wara', zuhud, qonaah 
Ikhlas lebih memilih keridhoan Allah daripada ridho manusia
Ikhlas tidak mudah marah karena dia memahami semua keputusanNYA
Ikhlas karunia terbesar dari Allah untuk hambaNya
Ikhlas hamba Allah yang paling bahagia "Assaiid"
Ikhlas memahami lillaahi, fillaahi wa ilallaahi.
Ikhlas buah dari ihsan, merasakan tatapan dan kehadiran Allah
Ikhlas kunci berkah, rizki berkah, rumah tangga berkah semakin lama semakin bahagia dan semua aktivitas berkah.

Allahumma ya Allah jadikanlah kami hamba hambaMu yang Kau ampuni dan Kau ridhoi...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 Juli 2013

Rabu, 19 Juni 2013

Hakekat Ikhlas

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, hakekat ikhlas hanya ALLAH yang tahu, "Sirry min asroory" rahasia diantara rahasia-rahasiaKu (Hadis Qudsi).
 
Diantara tanda-tandanya:
  1. Istiqomah, terus menerus beramal ibadah ada orang atau tidak orang, dipuji atau dihina,
  2. Tidak geer karena pujian, tidak sakit hati karena hinaan,
  3. Pantang berkeluh kesah karena semuanya diputuskan Allah dengan rahmat, ilmu dan kebijakkanNya sehingga tampak muka yang selalu senyum ceria,
  4. Baik sangka dengan selalu memuji Allah atas segala hal terjadi,
  5. "Qonaah" puas bukan hanya dengan ni'mat-ni'mat Allah tetapi atas segala keputusan Allah,
  6. "Attawadu" rendah hati,
  7. "Assyahiyyu" belas kasih dengan kedermawan,
  8. Semangatnya hanya pada yang halal,
  9. Oreintasi hidupnya akhirat,
  10. Memaafkan dengan mendoakan yang menyakitinya,
  11. Kalaupun dipuji ia balas dengan doa, "Ya Allah ampuni hamba dari apa yang dia tidak ketahui, jangan Kau hukum hamba karena pujiannya dan jadikan pujiannya lebih baik dari apa yang ia duga",
  12. Sibuknya asyik muhasabah diri sama sekali tidak tertarik mencari aib orang lain,
  13. Hobbynya berbuat baik,
  14. Wiridnya, istigfar, sholawat, "Rhodhitu billaahi Robba wa bilislaami diina wa bi Muhammadin Nabiyya wa Rasuula",
  15. Tenggelam dalam kelezatan taat,
  16. Cinta dengan sunnah Rasulullah ,
  17. Kuat tawakkalnya,
  18. Rindunya pada Allah membuat ia mudah menangis,
  19. Hidup sangat bahagia karena "nothing to lose" kecuali ridho Allah dan selamat di Akhirat.
SubhanAllah....
Sehingga apapun yang terjadi dalam hidupnya senang susah, sehat sakit, hidup sampai wafatnya selalu dan selalu dalam penjagaan BERKAH ALLAH yang membuat dia semakin dekat pada Allah.

"Allahumma ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang Kau ikhlaskan, berilah rizki teragung dengan sifat ikhlas di hati, pikiran, lisan dan amal hamba, sucikan diri hamba dari sombong, riya, ujub dan semua penyakit hati...aamiin".


K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Juni 2013


Diperbarui 26 Januari 2019

Jumat, 02 November 2012

Bahagia Itu Putus Harapan Dari Makhluk

Bahagia itu bila kita selalu senang memberikan yang terbaik dengan tulus ikhlas tanpa berharap pamrih sehalus apapun jua dari makhluk.

Semakin berharap diberi sesuatu (harta/benda/perhatian/kasih sayang/balas budi dll) dari makhluk, akan semakin galau, tegang dan banyak terluka hati ini.

Yakini bahwa makhluk tak dapat memberi manfaat sekecil apa pun tanpa ijin-Nya, betapapun kita menangis darah menghiba meminta-minta kepadanya.

Hanya Allohlah satu-satunya Pemilik segala karunia, apa yang diberikannya tak akan bisa ditolak siapapun dan apapun yang ditahan-Nya tak akan bisa dilepas siapapun.

Maka putuskanlah harapan dari mahluk, bulat serta totalkan hati ini hanya berharap dari Alloh, Pemilik dan Penguasa segala-galanya, mendampingi kesempurnaan ikhtiar kita.

"Dan segala nikmat yang ada pada kamu , Maka dari Alloh-lah, dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan." (Qs An-Nahl : 53)

KH. Abdullah Gymnastiar
23 Oktober 2012

Sabtu, 13 Oktober 2012

Siapa Yang Mencelakakan Kita?

Kita sering merasa terancam oleh perkataan dan keburukan sikap orang lain kepada kita sehingga waktu kita terkuras habis untuk memikirkan pengancam kita.
Padahal mereka sama sekali tak bisa membawa mudharat tanpa izin Alloh. Keburukan mereka sudah pasti merugikan dirinya sendiri.
Yang pasti mengancam dan menyengsarakan kita adalah keburukan diri kita sendiri, yang tak segera kita tobati.


"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri". (QS. Al-isro':7)

Alangkah ruginya diri yang sibuk dengan kesalahan orang lain, dan dia amat lalai dari kesalahan diri yang pasti bahaya dan membinasakan.
Marilah kita beranikan diri untuk jujur mencari tahu, mengakui kesalahan diri, dan segera serius bertobat dan memperbaiki diri.
Lakukan semua perbaikan diri ini lillahi ta'alaa, sebagai ibadah kita bukan untuk mencari penilaian dan kedudukan di hati manusia, bila ditujukan untuk penilaian manusia, dijamin akan terasa melelahkan, tak akan istiqomah dan hanya kulit/topengnya saja yang berubah.
Namun bila benar-benar ikhlas dalam memperbaiki diri, niscaya akan sangat indah, nikmat, istiqomah dan mendalam perubahannya.

KH. Abdullah Gymnastiar
25 September 2012

Selasa, 25 September 2012

Sedekah Karakter Orang Bertaqwa

Dimanakah letak kedahsyatan sedekah?
 
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Ahmad,“Tatkala Allah SWT menciptakan bumi maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.
 
Kemudian mereka bertanya,“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”,
Allah menjawab,“Ada yaitu besi.” {Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenis yang terbuat dari besi}.

Para malaikat pun kembali bertanya,“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”
Allah yang Mahasuci menjawab,“Ada yaitu api.”
{Besi bahkan baja bisa menjadi cair lumer dan mendidih setelah dibakar bara api}.

Para malaikat bertanya kembali,“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”
Allah yang Maha Agung menjawab,“Ada yaitu air.”
{Api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram oleh air}.

“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?”
Allah yang Maha tinggi dan Maha Sempurna menjawab,“Ada yaitu angin.”
{Air di samudera luas akan serta merta terangkat bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat tersimbah dan menghempas karang atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar tiada lain karena dahsyat kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat}.

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi,“Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab,“Ada yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanan sementara tangan kiri tak mengetahuinya.”
Artinya orang yang paling hebat paling kuat dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai diri sehingga sedekah yang dilakukan bersih tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya tak usah heran seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tak akan kalah oleh aneka macam selera rendah yaitu rindu pujian dan penghargaan.

KH. Abdullah Gymnastiar
3 Agustus 2012

Selasa, 07 Februari 2012

Kiat Menghadapi Tipu Daya Setan


oleh ustadz Achmad Junaedi Hasan Ali: 

Ingat sumpah iblis yang Allah ceritakan dalam Surat Shad : 82, 
"Setan tidak henti-hentinya berusaha menyesatkan manusia dari segala arah, depan, belakang, samping kanan dan kiri" (QS. 7:17). 


Agar kita selamat dari mereka inilah kiat-kiatnya, 

1. Ikhlash (QS. 15:40) yaitu orang yang beramal karena Allah. 
Ikhlash lawan dari syirik. 

2. Merealisasikan penghambaan diri hanya kepada Allah dengan sungguh-sungguh taat (QS. 15:42). 

3. Iltizam biljamaah bersama dalam jamaah kaum muslimin baik secara i'tiqod dan barisan,
"Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian dan menjauh dari dua orang" (HR.Ahmad). 

4. Menjaga shalat berjamaah (Qs. 58:19), 
"Jika ada 3 orang di desa atau kampung yang tidak mendirikan shalat jamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan ..." (HR. Abu Dawud). 

5. Berpegang teguh dengan AlQur'an dan Sunnah (QS. 2:208). 

6. Memohon pertolongan Allah dari tipu daya setan. 
Ingat kita tidak akan menang atas setan kecuali ditolong oleh Allah. 

7. Perkuat ibadah. 
Jika anak Adam baca ayat sajadah lalu dia sujud, setan menyendiri sambil menangis. Ia berkata,"sungguh celaka (aku) anak Adam diperintah sujud fsn ia bersujud maka baginya surga, dan aku disuruh sujud tidak mau sujud maka bagiku neraka" (HR.Muslim), jika ingin setan banyak menangis perbanyak sujud. 

8. Isti'adzah (mohon perlindungan) A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. 
Pada saat terasa ada gangguan (QS. 7:200), saat Tilawah (QS. 16:98), saat masuk WC (hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim), saat shalat sebelum al fatihah, saat marah, saat anjing menggonggong. 

9. Membentengi keluarga, anak dan harta. 
Doa malam pertama bagi pengantin laki ke Perempuan,"...aku berlindung dari keburukannya..." (HR.Abu Dawud) 
doa ketika akan berjima' dengan istri,"Bismillahi Allahumma jannibnasy syaithan wa jannibisy syaithana marazaqtana" (Muttafaqun 'alaih)

K. H. Muhammad Arifin Ilham
23 Januari 2012

Jumat, 27 Januari 2012

Ghibthoh

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu. 

Semoga tengah malam ini kalian sahabatku tetap dalam keadaan TAAT kepada ALLAH, selalu sadar bahwa diri ini selalu dalam TATAPAN ALLAH. 

Sahabatku, sedangkan GHIBTHOH lawan dari sifat hasud, yaitu senang melihat kelebihan saudaranya terutama dalam URUSAN AMAL IBADAH, lalu ia dekati untuk belajar, bahkan siap untuk menjadi pelayannya sekalipun. Ini sifat para Mailakat, sifat para Rasul dan Nabi, sifat Ulama istiqomah dan "salafushooleh" sifat orang-orang mu'min. 

RASULULLAH bersabda,"Ghibthohlah kalian pada dua hamba ALLAH ini, yang pertama adalah seorang hamba ALLAH yang dikaruniakan ALLAH ilmu, lalu ia pun MENGAMALKAN dan MENDAKWAHKANNYA dengan IKHLAS, dan yang kedua adalah seorang hamba ALLAH yang dikaruniakan ALLAH harta, lalu ia DERMAKAN di JALAN ALLAH dengan IKHLAS" (HR Muttafaqun alaihi). 

SUBHANALLAH...
"Semoga ALLAH jadikan kita hamba ALLAH yang selalu disibukkan dengan PERBAIKAN dan KEBAIKAN dengan sifat mulia GHIBTHOH...aamiiiiin”.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 Januari 2012

Kamis, 26 Januari 2012

Jangan Bersedih Berlarut-Larut Lagi!

Assalaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu.


Simaklah Kalam ALLAH dengan IMAN,



"Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, krisis pangan sampai kematian, dan berikanlah khabar gembira ini kepada orang-orang sabar yaitu orang-orang yang ditimpa musibah mereka mengucapkan : 'lnna lillahi wainnaa ilaihi raaji'un'" (QS 2: 156). 

Rasulullah bersabda,"Siapa yang dikehendaki ALLAH suatu kebaikan maka diberiNYA cobaan" (HR Bukhori), 

"Tiada henti-henti cobaan menimpa Mu'min, baik mengenai dirinya, keluarganya, hartanya hingga ia menghadap ALLAH dalam keadaan bersih dari dosa" (HR Tirmidzi), 

"Apabila ALLAH menguji hambaNYA dengan membutakan dua matanya, kemudian ia SABAR, maka ALLAH menggantinya dengan AMPUNAN dan SYURGANYA" (HR Bukhori).

"Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian hidup, maka siapa yang ridho dengan ujian ALLAH, ia mendapat keridhoan ALLAH, dan siapa marah dengan ujianNYA, ia pun mendapat murkanya ALLAH" (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Jadi, jangan pernah marah pada ALLAH yang menguji kita, jangan buruk sangka lagi!
Jangan bersedih berkepanjangan lagi! 
Apalagi sampai putus asa.

IKHLAS, SABAR, BAIK SANGKA, IKHTIAR, DOA dan TAWAKKAL adalah "al manhaj" jalan yang membuat ALLAH ridho. 

"Don't be sad, just a moment, and next you will be happy forever..."
INSYA ALLAH...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
11 Januari 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...