Tampilkan postingan dengan label miskin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label miskin. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2019

Miskin dan Bodoh

MISKIN bisa menjadikan BODOH
BODOH bisa Berujung MISKIN

Ada dua musuh besar ummat Islam yakni Kemiskinan dan Kebodohan...

Ketika kita miskin besar kemungkinan kita tidak bisa mendapatkan pendidikan dengan baik... tidak banyak kesempatan training... dan seminar-seminar berkualitas... atau mengikuti workshop-workshop keterampilan yang berbayar... akhirnya kita BODOH atau kurang skill dan kompetensi...

Ketika kurang skill dan kompetensi... alias BODOH dan KURANG TERAMPIL... kita sukar mendapatkan perkerjaan... akhirnya kita... MISKIN lagi...

Itulah lingkaran syaitan harus kita POTONG...

Islam memotongnya dengan zakat... infaq... shadaqah... wakaf... wasiat... waris... beasiswa... pemeliharaan anak yatim dan santunan dhuafa.

Sehingga si MISKIN tidak BODOH lagi...

Dan si BODOH tidak MISKIN lagi...

Maha Agung Allah dengan Syariat Nya...

Allahu Akbar...

Muhammad Syafii Antonio
27 Oktober 2019

Senin, 23 September 2019

Sebetulnya Kesulitan itu Lebih Aman

Sangat wajar apabila orang bergembira dengan jabatan tinggi yang didudukinya, uang bayak yang dikantonginya, atau aneka kesuksesan hidup yang mengiringinya. Namun, berhati-hatilah saudaraku apabila kita tengah memiliki itu semua. Sebab, yang namanya kesenangan itu lebih bahaya daripada kesulitan.

Mengapa? 
Di dalam kesenangan, nafsu biasanya akan lebih bebas beraksi. Saat memiliki banyak uang misalnya, kita lebih leluasa untuk membeli apa saja yang kita inginkan. Sesuatu yang tidak penting dan tidak bermanfaat pun dibeli dan dipamerkan. Kita baru ingat kalau barang yang sudah di beli itu tidak bermanfaat ketika sedang kesulitan uang atau saat melihat iklan jual beli barang bekas.

Begitu pula dengan gelar, jabatan, atau kedudukan, dia bisa menjadi ujian yang melenakan. Saat sedang menjabat kita merasa penting dan mulia sehingga bisa dengan seenaknya memerintah dan memarahi orang lain. Nafsu kita merajalela di sana. Namun, ketika jabatan itu lepas, nafsu kita akan diam tidak berkutik. Andaipun setelah tidak menjabat kita masih suka mengatur dan merasa penting, kita harus segera sadar.
"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir." (QS. al-Ma'arij [70]:19-21).
Ayat-ayat berikutnya mengungkapkan pengecualian bagi orang-orang yang setia melaksanakan salat, bersedekah, meyakini adanya Hari Pembalasan dan Azab Allah, menepati janji, dan selalu berbuat baik.

Manusia diciptakan suka mengeluh. Namun, dalm menghadapi sebuah kesulitan, kita bisa curhat dan memohon pertolongan Allah, misalnya ketika salat. Kita yakin sepenuh hati bahwa hanya Allah Ta'ala yang dapat menolong karena Dialah yang menciptakan dan menggerakkan semuanya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat terjadi tanpa izin-Nya.

Kesulitan lebih mudah dijadikan jalan bertobat dan mendekatkan diri kepada-Nya daripada kesenangan. Bagaimana tidak, dalam kesenangan nafsu pun ikut menggelora. Ketika memeroleh pangkat dan jabatan atau harta, kita cenderung pelit dan lupa kepada Zat yang Maha Pemberi, apabila terhadap sesama makhluk-Nya yang semestinya kita berbagi. Kita akan beranggapan kalau semua itu merupakan hasil kerja keras sendiri.

Kita perlu meragukan ucapan diri sendiri. Misalnya ketika kita berucap, "Saya akan bersedekah tetapi nanti kalau saya sudah memperoleh untung lebih banyak." Apabila kemudian mendapat lebih, nafsu akan tetap merasa kurang.
"Tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia dan mengabaikan (kehidupan) akirat." (QS. al-Qiyamah [75]:20-21).
Dalam kesenangan kita mudah lupa dan bernafsu pada hal-hal duniawi daripada kehidupan akhirat yang lebih penting.

Jadi, apalah artinya kesulitan di dunia, apabila dia bisa membuat kita bertobat dan mulia di sisi Allah. Ada banyak orang yang hidup bersama kesenangan, akan tetapi dibiarkan leluasa berbuat maksiat dan dosa. Na'udzubillah.. Menurut saya, lebih baik keadaan sulit yang mengantarkan kita kepada tobat dibandingkan kesenangan yang membuat semakin jauh dari-Nya.

Hal ini tentu saja bukan berarti anjuran untuk mencari-cari kesulitan maupun kesulitan untuk sekadar pencitraan. Kesulitan yang di maksud adalah episode -episode kehidupan yang ditakdirkan Allah yang harus kita terima sambil bertobat kepada-Nya. Yakinkan diri bahwa,
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. asy-Syarh [94]:5-6).
Mari kita tetap berikhtiar dan berharap hanya kepada Allah Ta'ala.

"-----------------------------------------------------------------
Keluh kesah menandakan kalau kita tidak ridha dengan takdir-Nya. Padahal, bagi orang beriman setiap takdir pasti baik.

(Sumber: Buku Ikhtiar Meraih Ridha Alloh Jilid 1 karangan Abdullah Gymnastiar)

Jumat, 23 Desember 2016

Umroh Dengan Keistimewaannya

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah abang pamit, mohon doa kalian sahabat sholeh FBku tercinta, dan maafkan kesalahan abang terutama belum maksimalnya abang menjawab pertanyaan kalian.
Dan insyaAllah amanah doa kalian akan abang sampaikan sahabatku.

SubhanAllah inilah diantara fadhilah umroh yang mendorong kita lebih semangat menunaikannya :

1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji.

Dari Aisyah bertanya,


قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِجِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَقِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh” (HR Ibnu Majah)

2. Menghapus dosa di antara dua umrah.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan hadiah SyurgaNya.

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَابَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُجَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga” (HR An Nasai, Tirmidzi dan Ahmad)

4. Doa mustajab.

5. Perjalanannya penuh berkah Allah.

6. Tapak tilas perjalanan nabiyAllah Ibrahim dan nabi Muhammad

7. Menumbuhkan kekuatan iman.

8. Gladiresik kematian, dengan pakaian ihrom, penyemangat ibadah.

9. Membawa hijrah, taubatan nashuhan.

SubhanAllah masih banyak lagi keistimewaannya sahabat sholehku.

Foto saat mau berangkat umroh dilepas para sahabat tercinta fillah.


Allahhumma ya Allah jadikanlah umroh kami mabruuroh, dan semua sahabat FB hamba tercinta Engkau undang menjadi para tamuMu...aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 Desember 2016

Diperbarui 24 September 2017

Minggu, 08 Mei 2016

Kaya Itu Wajib

Saudaraku, kaya itu wajib. Banyak hal yang bisa dilakukan, bila kita hidup dalam keadaan kaya.


Miskin itu bukan suatu kebaikan, dan kaya bukan suatu kejahatan.
Baik buruk itu bukan pada kaya miskinnya.
Baik buruk itu ada pada bagaimana kita mensikapinya.


Miskin yang sabar itu baik, miskin yang mengeluh itu jelek.
Kaya yang dermawan itu baik, kaya yang pelit itu jelek.

Kemiskinan itu tidak masuk neraka atau ke surga.
Tapi orang miskin yang jelek akan masuk ke neraka.
Orang miskin yang baik akan masuk ke surga.
Kekayaan itu tidak masuk neraka atau ke surga.
Tapi orang kaya yang jelek akan masuk ke neraka.
Orang kaya yang baik akan masuk ke surga.

- Syakhoro lakum ma fissamawati wama fil ardy. (ayat)
Alloh serahkan, apa yang ada di langit dan di bumi untuk kalian.
Mestinya, kita semua harus kaya.

- Salah satu dari tiga doa yang Rosul panjatkan di Masjid Ijabah.
Ya Alloh, jadikan umatku kelak tidak kekurangan apapun.
Dan Alloh, sudah berjanji akan mengabulkannya.
Umat akhir zaman mestinya kaya, tidak kekurangan apapun.
Kalau belum kaya, mungkin ada ibadah yang perlu diperbaiki.

- Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah. (hadis)

Renungan:

Dakwah itu butuh kekayaan, selama di Makkah:
Rosul saw ditopang oleh Khodijah, pengusaha terkaya di Makkah.
Rosul saw ditopang oleh Abu Bakar, banyak budak dibebaskan.
Dakwah itu butuh kekuatan ekonomi, selama di Madinah:
Rosul saw didukung oleh Ustman, banyak tanah diwakafkan.
Rosul saw didukung oleh Abdurrakhman, fakir miskin terbantu.

Graha Pencerah Jiwa,

Ustadz Nanang Iskandar Muda
Sabtu, 7 Mei 2016

Selasa, 12 Januari 2016

Jangan Berharap Pada Waktu

Saudaraku, berharap itu pada Alloh, bukan pada waktu. Alloh yang mewujudkan impianmu bukan waktu.

Berharap itu hanya pada Alloh.
Karena Alloh yang kuasa mewujudkan keinginanmu.

Jangan berharap pada waktu.
Waktu itu hanya makhluk, waktu tidak punya kekuatan apa-apa.
Waktu itu hanya sarana bagi Alloh.
Sarana dalam mewujudkan impian hamba-Nya.

Renungan:
- Kata orang miskin, besok juga akan jadi orang kaya.
Walau datang seribu besok, kalau tidak kerja, ya tidak kaya.
Walau datang seribu besok, kalau tidak sedekah, ya tidak kaya.
Walau datang seribu besok, kalau Alloh tidak hendak, tidak kaya.

- Kata orang, tahun depan akan berhasil.
Walau datang seribu tahun, kalau tidak berusaha, tidak sukses.
Walau datang seribu tahun, kalau tidak tirakat, tidak sukses.
Walau datang seribu tahun, kalau Alloh tidak hendak, tidak sukses.

- Kata pepatah, habis gelap terbitlah terang.
Walau sudah melalui seribu gelap, tidak akan dapatkan terang.
Kalau selama waktu gelap tidak mencari Alloh.
Yang didapatkan, habis gelap, akan bertambah gelap.

- Kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Walau sudah melalui seribu sakit, tidak akan dapat senang.
Kalau selama waktu sakit tidak kembali ke jalan Alloh.
Yang didapatkan, bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang entah kapan.

- Kata pepatah, kaya bermula dari miskin.
Ada orang miskin, yang bekerja keras dan berdoa, lalu jadi kaya.
Tapi banyak orang miskin malas kerja, jadilah miskin permanen.

Ustadz Nanang Iskandar Muda 

Graha Pencerah Jiwa 
Senin, 11 Januari 2016

Sabtu, 09 Januari 2016

Habis Gelap Terbitlah Terang

Saudaraku, mestinya habis gelap terbitlah terang. Habis jatuh kemudian bangkit dan berjaya.

Habis gelap, terbitlah terang.
Kalau selama gelap mencari Alloh, maka akan terbit terang.

Habis gelap, bertambah gelap.
Bila selama gelap malah menjauh dari Alloh.

Habis gagal, terbitlah berhasil.
Kalau selama gagal kembali ke jalan Alloh, maka akan sukses.

Habis gagal, bertambah gagal.
Bila selama gagal, malah melupakan ibadah, melupakan Alloh.

Habis miskin, terbitlah kaya.
Kalau selama miskin berlatih sedekah, maka akan terbit kaya.

Habis miskin, bertambah miskin.
Bila selama miskin, malah banyak berbuat maksiat dan dosa.

Habis gelap, terbitlah terang, itu sedikit sekali jumlahnya.
Habis gelap, bertambah gelap, kebanyakan manusia begitu.
Habis gagal, terbitlah sukses, itu sedikit sekali jumlahnya.
Habis gagal, bertambah gagal, kebanyakan orang begitu.
Habis miskin, terbitlah kaya, itu sedikit sekali jumlahnya.
Habis miskin, bertambah miskin, kebanyakan manusia begitu.

Kebahagiaan itu tidak gratis, harus diperjuangkan.
Tapi kabanyakan orang mau enaknya saja.
Tidak mau berkorban tapi ingin sukses, jawabannya mustahil.

Renungan:
Banyak orang berfikir muda hura-hura. Tua kaya raya. Mati masuk surga. Itu pola pikir yang keliru, bukan bahasa kehidupan. Kalau muda hanya hura-hura, maka tua sengsara, dan mati ke neraka.

Ustadz Nanang Iskandar Muda 

Graha Pencerah Jiwa
Jumat, 08 Januari 2016

Kamis, 29 Agustus 2013

Kaya

Kaya? Boleh nyuri? Ga boleh. 
Kaya, buat tambah berbagi, + halal, itu yang qt harus semua belajar. + harus tetap tidak sombong.

Miskin, sabar, lebih baik daripada kaya, kaya dari rizki haram.

Kawan-kawan yang bisa punya rumah lebih dari 1, beli aja. Jangan ragu-ragu. Tapi kasih Allah. Buat yang tahfidz. Beli 10, 20, sebanyak-banyaknya. Jangan ditaro di hati.
Yang belum punya rumah, giatin shalat malam, shalat dhuha, berjamaah, dan gedein sedekahnya. Trus bersabarlah.

Jadilah orang kaya, atau orang miskin, yang enak diliat orang lain dan Allah. Jangan bikin sebel orang dan bikin marah Allah.

Met isya berjamaah. Pegimana mau kaya kalo jarang ke Rumahnya Allah, Yang Maha Kaya. Bisa shalat 5 waktu di masjid itu, dan sedekah, itu aja udah disebut kaya...

Ustadz Yusuf Mansur
17 Agustus 2013

Kamis, 13 Juni 2013

Rasul Kaya

Tidak benar ungkapan yang menyatakan Rasul itu pebisnis namun tidak berharta dan MISKIN. Asumsi Rasul miskin hanya timbul karena beberapa hal:
  1. Pembacaan atas sirah nabawiyah yang tidak lengkap.
  2. Mengambil beberapa hadist saja tanpa mengaitkannya dengan hadist hadist atau ayat quran lain
  3. Sedikit dari kita mendalami sumber sumber pendapatan rasul. Sebelum dan setelah kenabian.

Sebelum kenabian Rasul berbisnis. Bisnis Rasul LAMA, JAUH dan BESAR. Bisnis rasul LAMA tidak kurang dari 25 tahun dari remaja magang di usia 12 tahun s/d usia 37 jelang kenabian.

Bisnis Rasul JAUH untuk ukuran masa itu dari Makkah ke Bahrain ke Gaza ke Dubai ke Jerash di Jordan ke Yaman.

Bisnis Rasul BESAR karena jika dari Makkah ke Bahrain ke Yaman hanya bawa 20 lusin garmen pasti rugi diongkos.

Dalam usia 37 dan diawal 40 an Rasul sudah melewati apa yang kita sebut dengan FINANCIAL FREEDOM.

COINVESTOR artinya bisnis Rasul dan bisnis Khadijah terjadi penggabungan atau MERGER keduanya jadi INVESTOR. Kitab-kitab sirah menegaskan bahwa setelah menikah dengan Khadijah, Rasul menjadi COINVESTOR & BUSINESS SUPERVISOR.

Jika dulu Rasul jadi AGENT sekarang pindah qudrant jadi BUSINESS SUPERVISOR mengawasi para trading agent. Jika dulu Rasul menjadi TRADING AGENT untuk Khadijah setelah nikah jadi CO BISINESS OWNER.

Setelah Rasul diangkat jadi Nabi fungsi BUSINESS SUPERVISOR hilang namun fungsi BUSINESS OWNER tetap. Nah fungsi Rasul sebagai BUSINESS OWNER dan INVESTOR inilah yang sering dilupakan setelah masa kenabian.

Setelah kenabian Rasul, Khadijah yang memegang kembali kendali bisnis. Khadijah meminta Rasul untuk fokus dengan tugas mengemban risalah melayani ummat dan dakwah.

Itulah keadaan ekonomi Rasul selama periode Makkah sebagai BUSINESS OWNER & CO INVESTOR bukan pengangguran. Ya Rasul bukan pengangguran apalagi peminta-minta menanti belas kasihan orang terkadang dapat terkadang tidak.

Di periode Madinah sumber income Rasul bertambah seiring adanya jatah dari Allah dan Baitul Maal. Rasul mendapat jatah 20% dari ghanimah dan pampasan perang. Rasul mendapatkan jatah Al Shafi yaitu harta pilihan dari Al Fai (pampasan perang secara damai).

Harus kita simpulkan Rasul itu KAYA dan SANGAT KAYA tetapi memilih gaya hidup sederhana. Ia ingat ummatnya. Rasul tidak tahan melihat banyaknya janda-janda miskin ditinggal suami yang gugur di medan Jihad. Rasul tidak tahan melihat ummatnya yang yatim, ummatnya yang piatu, ummatnya yang dhuafa dan melarat. Jadilah Rasul itu orang yang SANGAT KAYA dan SANGAT DERMAWAN. Rasul adalah orang yang paling dermawan di muka bumi. Ia memberi setiap orang yang meminta kepadanya.

Agar mudah memahaminya orang kaya tapi super dermawan ambilan contoh Bill Gates dan Warren Buffet. Infaq nya Bill Gates dan Warren Buffet unfortunetely lebih besar dari infaq nya para amir negeri teluk. Asumsikan kekayaan Bill Gates 60 milyar dollar atau sekitar 600 trilyun rupiah. Asumsikan pula Bill Gates infaq 1 trilyun rupiah setiap hari. Ia bantu penyakit folio di dunia. Maka dalam 600 hari semua harta Bill Gates akan HABIS di INFAQKAN. YA HABIS SEMUANYA.

Pertanyaan saya apakah tidak keliru kita mengatakan bahwa Bill Gates itu miskin dan kere alias faqir?

Setiap orang yang bilang Bill Gates itu miskin dan faqir PASTI KELIRU. TIDAK MEMAHAMI ALUR CERITA.

Yang benar adalah Bill Gates SUPER KAYA DAN SUPER DERMAWAN.
Yang benar adalah Bill Gates SUPER KAYA NAMUN SUPER DERMAWAN. Siapa yang berkata lain pasti keliru.

Tanpa bermaksud membandingkan Nabi dan Rasul kita dengan siapapun. Tapi itulah gambaran yang mudah difahami.
Inti pesannya kita HARUS MANDIRI. Kalau bisa KAYA SECARA HALALAN THOYYIBA lalu SANGAT DERMAWAN.

Kalau ada pilihan hidup KAYA dan MISKIN janganlah berharap menjadi miskin, fakir lagi dhaif. Janganlah memilih jalan hidup MISKIN apalagi dengan berdalih MENGIKUTI TELADAN BAGINDA RASUL SAW. Karena memang rasul tidak pernah menyarankan kita untuk memilih jalan dhaif dan membebani orang lain. Kalaupun kita saat ini sedang susah dan dhaif, berdoalah, berjuanglah agar kita keluar dari kedhaifan sekuat tenaga.

Harus kita yakini dengan seyakin-yakinnya TANGAN DI ATAS LEBIH MULIA DARI TANGAN DI BAWAH. Mana yang lebih mulia MISKIN SABAR atau KAYA SYUKUR. Kata Rasul keduanya baik. Tapi....
Sabda Nabi sungguh baik keadaan muslim itu jika dicoba kemiskinan ia sabar jika diberi nikmat ia syukur.
Untuk pribadi memang kedua-duanya baik karena kita ridho dengan pemberian dan pembagian Allah. Namun untuk masyarakat dan tetangga serta teman keadaannya jelas berbeda. Dampaknya lain.

Miskin sabar, itu baik. Tetapi Selama kita tidak berburuk sangka pada Allah. Tetapi karena kita miskin kita tidak bisa bangun Masjid tidak bisa santuni yatim tidak bisa menolong janda tua. Karena miskin kita tidak bisa bantu kelaparan di Somalia dan tidak bisa bantu yang luka di Palestina.

Muhammad Syafii Antonio
4 Juni 2013

Selasa, 21 Mei 2013

Saudara Muslim?

Saudara, muslim?
Kalo iya, bantu ya, jadi muslim yang baik, tertib, pinter, rajin, bersih, jujur, pungut sampah, jangan nyampah, jujur, dll.

Saudara, muslim?
Tunjukin ya keislamannya, yang cakep akhlaknya, dijaga lisannya, tutur katanya menyejukkan, sopan, ramah, ga macem-macem.

Saudara muslim?
Jangan ampe miskin mental ya. Jangan ampe miskin hati. Biar miskin harta, tapi jaga diri, jaga sikap, jaga kemuliaan.

Saudara, muslim?
Coba jajal mulai dari berpakaian yang bersih, wangi. Wangi ketek, wangi badan, wangi mulut, kuku bersih, rambut rapih.
Tunjukin yuk... Bareng-bareng. The beauty of Islam. Islam is calling you...

Lagi berasa banget Islam lagi dihajar sana sini. Emang-emang qt nya pantes juga dihajar. Yuk, stop nyalahing. (He he, Suflish). Stop ngeluhing.
Stop nyalahing, stop ngeluhing... (Stop Complaining). Jas cenj awerself. Just change ourself. Please show our better personality.

Jangan ngerokok depan orang, di angkot, di kamar, di ruangan, di kamar mandi, di tempat-tempat publik. Sedang dia muslim.
Jangankan buang sampah, buang ludah aja, jangan. Buang tuh ludah di tangan, terus kantongin, he he. Kalo buang ludah, di tempat yang pas.
Ketika mau nyampah, mau buang ludah, mau jorok, mau berantakan, walo sepi, ga ada orang, just say... No no no. I'm muslim.

Saudara muslim?
Jadilah seakan-akan kaya. Ga minta-minta, maunya ngasih. Ga laper mata. Ga konsumtif. Produktif. Maunya dagang, ga beli mulu.
Tunjukin yuk... Bareng-bareng. The beauty of Islam. Islam rahmatal-lil'aalamiin. Islam rahmat bagi semesta. Islam is calling you...

Saudara muslim?
Semirlah sepatu. Pake sendal, biar putus, yang penting ga kepake, he he. Lah kalo putus, gimana makenya? He he.
Intinya, jadilah muslim yang mengasyikkan, enak diajak bekawan, enak dijadikan temen, musuh aja simpati. Begitu.

Saudara muslim? Liat toilet jorok?
Bersihin. Stop ngeluhing. Kasih duitlah penjaga toiletnya, sambil diingatkan, dan minta dia bersihin.

Saudara muslim?
Yang sabar jadi orang. Yang kalem. Di balik cacian, makian, ada kebaikan. Jadi bisa introspeksi dan latihan sabar. Lumayan, ada partner.

Saudara muslim?
Jangan korupsi.

Saudara muslim?
Jangan pacaran. Nikah aja langsung.

Ustadz Yusuf Mansur
13 Mei 2013

Kamis, 27 September 2012

7 Wasiat Kepada Abu Dzar

Sahabatku…melalui ribuan haditsnya, Rasulullah Shalallohu 'Alaihi wasallam telah mengabadikan wasiat tentang nilai-nilai kebajikan sebagai pedoman hidup bagi umatnya dan juga bagi seluruh manusia. Salah satunya adalah wasiat yang beliau sampaikan kepada salah seorang sahabatnya yaitu Abu Dzar Al Ghifari RA. 

Dari Abu Dzar RA., ia berkata,“Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:
  1. Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
  2. Beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,
  3. Beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahimku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,
  4. Aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), 
  5. Aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
  6. Beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan
  7. Beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”. (HR Ahmad)

Wasiat yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tujukan kepada Abu Dzar ini hakikatnya adalah wasiat untuk umat Islam secara umum. Dalam hadits ini, Nabi Saw. berwasiat kepada Abu Dzar agar mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka.

Karena kita sebagai umatnya, nasihat Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tertuju kepada kita semua. 
Semoga kita dapat menunaikan wasiat yang mulia ini.

KH. Abdullah Gymnastiar
6 Agustus 2012

Kamis, 26 Januari 2012

Orang Miskin

Assalaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu, 

Rasulullah bersabda,"Orang miskin itu bukanlah orang yang suka berkeliling mendatangi orang-orang untuk minta belas kasihan agar diberi sesuap atau dua suap makanan, tetapi orang miskin itu adalah orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, dan orang lain tidak mengetahui keadaannya sehingga mau bersedekah, juga menahan untuk tidak meminta-minta kepada sesama" (HR Bukhori), 

ALLAH mengharamkan "mutasail" dengan menjadikan diri bekerja sebagai peminta-minta walaupun dia faqir miskin apalagi berpura-pura cacat buatan, pemaksaan anak untuk mengemis, sewa bayi dsb. 

Inilah yang difatwakan HARAM oleh MUI untuk memberi pada yang meminta-minta di jalan-jalan. Pekerjaannya haram, memberi juga haram karena menghancurkan kemuliaan diri sebagai Muslim. Sedangkan "As Saail" meminta bukan meminta-minta karena benar-benar darurat diperbolehkan. Sementara orang beriman walaupun butuh, sangat malu meminta itulah yang disebut "Al Mahrum" karena menjaga "Idz dzah" kemuliaan dirinya,
"...Orang lain tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri dari meminta-minta..." (QS 2:273). 

SubhanAllah, dibutuhkan kepekaan kita kepada yang mahrum ini, walaupun mereka malu meminta tetapi mereka tidak menolak kalau diberi,
"...Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya..." (QS 2:273), 
maka TOLONGlah mereka. 

Para sahabat terkejut ta'kala Rasul yang mulia mencium tangan petani tua, sebelum para sahabat bertanya Rasulullah lebih dahulu menjelaskan,"Kucium ia karena walau ia susah ia tetap BERJUANG MENCARI NAFKAH untuk KELUARGANYA".

"Al Islaamu diinul amal" Islam adalah agama AMAL sahabatku Fillah.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Januari 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...