Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2022

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak

Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi no. 1162. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 284.)

Semakin bertambah ilmu agama dan keimanan seorang hamba seharusnya semakin baik pula akhlaknya, tetapi jika akhlak tidak semakin baik maka waspadalah, mungkin ada yang salah dari dalam diri kita saat belajar agama dan mengamalkannya. Tugas kita adalah terus belajar dan memperbaiki setiap amal perbuatan yang akan kita lakukan.

Semoga senantiasa Alloh jaga iman dan akhlak kita, agar terhindar dari salahnya niat dalam menuntut ilmu.

KH. Abdullah Gymnastiar
12 Oktober 2022

Senin, 29 April 2019

Penentu Akhir

Assalamualaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuhu.

Simak Kalam Allah dengan iman, 
“Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa niscaya Allah bukakan keberkahan dari langit dan bumi ...”
(QS Al A’raf 96)
SubhanAllah walhamdulillah sahabat da’wahku kegelisahan dunia bagi hamba yang beriman menjadi cambuk hebat untuk membuat diri semakin takut, taat dan cepat segera mendekat kepada Allah.

ALLAHU AKBAR adalah PENENTU AKHIR setelah ikhtiar maksimal, doa senjata terkuat dikerahkan terutama di penghunjung malam, yaqin sepenuh hati PERTOLONGAN, baik sangka atas ujiannya, “bukankah terpuji karena teruji dulu”, karena itu sabar dan akhirnya tawakal.

Allahumma ya Allah dalam gejolak apapun di dunia ini tetap dan semakin kuat cinta taat kami kepadaMu...agar negeri berkah dengan KEJUJURAN dan KEADAILAN PARA PEMIMPIN dan rakyat pun sejahtera dan aman membangun negeri tercinta dalam lindungan Allah.

Muhammad arifin ilham yang sangat sayangi tim umat dan negeri tercinta kita.

Jazaakumulllah doa kasih sayang ikhwah Fillah.

Abang di masih rehat dipenang.

Muhammad Arifin Ilham 
22 April 2019

Senin, 27 Agustus 2018

Al limaanu Alihtimaamu

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.


Simak Kalam Allah ini, 
“Sesungguhnya hanya orang-orang beriman itu bersaudara.”
(QS Al Hujarat 10)
Rasulullah bersabda. 
“Tidaklah kalian beriman (dengan iman sempurna) sampai kalian mencintai saudara kalian sebagaimana kalian mencintai diri kalian sendiri.” 
(HR Bukhari Muslim)

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kelembutan dan kasih sayang di antara mereka ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota sakit, maka seluruh anggota turut merasakannya dengan tetap berjaga dan demam.” 
(Muslim & Ahmad)

Al iimaanu alihtimaamu 

Iman itu persaudaraan 
Iman itu perhatian 
Iman itu kepedulian
Iman itu kedermawanan 

Alhamdulilah tahap kedua bersama ACT pengiriman 10 truk pakaian.

InsyaAllah Selasa pagi kembali kedua anak arifin, nanda Alvin dan nanda Amer bersama ustadz Ferry Nur menuju Lombok dengan membawa uang infak ikhwah Fillah.

Infak peduli Lombok 

Salurkan melalui rek BSM 7577 877 477 a/n Azzikra Aksi Peduli

Info sahabat kita Muhammad Kris 081384000088 atau +62 813-8962-1113 

Jazaakumullah kepercayaan dan kemurahan hati semua sahabat sholehku fillah.

Allahumma ya Allah berkahi harakah da’wah kami dan selamatkan saudara kami di Lombok, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
26 Agustus 2018

Minggu, 01 Juli 2018

Karakter Utama Orang Beriman

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabatku ingin tahu kan karakter utama orang beriman itu?

Berjalan di muka bumi ini dengan penuh percaya diri.

Sama sekali tidak sombong.

Sangat rendah hati.

Sangat yaqin pertolongan Allah.

Optimis luar biasa.

Murah senyum.

Dermawan.

Membalas yang menghinanya dengan doa.

Hobbynya begadang malam dengan lama sujud dan berdiri di hadapan Allah.

SubhanAllah simaklah Kalam Allah ini dengan IMAN,

‎وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى 
‎الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣)
 وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (٦٤)

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih[2] itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam,”
dan orang-orang beriman itu menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri di hadapan Allah”
(QS Al Furqon 63-64).
Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah dan kemuliaan akhlak, aamiin...

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
30 Juni 2018

Kamis, 07 Desember 2017

Pentingnya Iman dan Ilmu


ALLAHU AKBAR Allahu Akbar Allahu Akbar walillaahilhamdu

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
"Dan katakanlah: “Yang haq telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap” (QS. Al-Isra’: 81)
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللهِ
"Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.(Al-Qashshash : 50)”
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang menggunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu, dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”(QS Luqmân 6)
SubhanAllah siapapun yang menyaksikan dengan iman dan ilmu, maka akan mudah dan terang bederang membedakan :

yang HAQ dengan yang BATHIL,
yang ALIM dengan yang awam,
Yang ikut HIDAYAH dengan yang ikut hawa nafsu
Yang RENDAH HATI dengan yang sombong

Jazaakumullah sahabat sholehku, sahabat kita tercinta semua karena Allah, ustadz Felix Siauw hafizhohullah.

Dan semoga semuanya menjadi faham akan KEMULIAAN dan KEBENARAN AGAMA ALLAH ini, dan meraih HIDAYAHNYA, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 Desember 2017

Senin, 07 Agustus 2017

We Love You Rohingya

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR

"Al iimaanu al ihtimaamu" iman itu perhatiaan, iman itu kepeduliaan.
"Innamal mu'minuuna ihwatun...", orang beriman itu bersaudara (QS Al Hujarat 10)
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi wali (penolong) bagi sebagian yang lain" (QS at-Taubah 71)
"Tidaklah disebut seseorang itu beriman sampai mencintai saudara mu'minnya seperti mencintai dirinya" (HR Bukhori Muslim).

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya” (Muslim, at-Turmudzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

"Perumpamaan orang-orang mu'min dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam" (HR Muslim).

Kita sudah menyaksikan kebiadaban la'natullah rezim myanmar dan biksu wirathu dengan para pengikutnya membantai dengan sadis, membunuh, memperkosa, membakar dengan cara sangat sadis.

Bayangkan itu terjadi pada keluarga kita, orang tua kita, istri kita, anak-anak kita, sangat biadab, hanya keledai bodoh yang pantas marah tetapi tidak marah, cuek masa bodoh.
"Bagaimana mungkin kita bisa lelap tidur, makan nyaman menyaksikan darah syuhada terus mengalir di Rohingya".

"Duhai saudara mu'minku, semakin bertaqwalah kepada Allah, bangunlah sholat malam, bacalah Alqur'an, berjamaah di mesjid, rapatkan berisan, tunjukkanlah rasa peduli kita dengan doa, harta yang diinfakkan, dengan segala apa saja yang Allah amanah pada kita...

InsyaAllah rabu hari ini selesai sholat zhuhur bersama kita AKSI DAMAI - AKSI PEDULI menuju Duta Besar Myanmar mengutuk keras dan segera menghentikan kebiadaban ini, dan menuntut PBB untuk segera menangkap dan mengadili semua yang terlibat atas kebiadaban ini.

Allahumma ya Allah selamatkan saudara-saudara kami di Rohingya Myanmar dan seluruh keadaan saudara saudara mu'min kami...aamiin.

Allahumma ya Allah berilah hidayahMu pada mereka yang menzholimi kami, dan turunkanlah segera bala tentaraMu untuk menghentikan mereka...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 Agustus 2017

Minggu, 28 Mei 2017

Semakin Bertambah Imannya

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah

seorang hamba yang sangat mencintai Allah, maka ia pun mencintai makhlukNya.

Semakin khusyu sholatnya, maka semakin mulia akhlaknya.

Semakin ni'mat sujud dan munajat malamnya, maka semakin rendah hati, belas kasih, pemaaf dan dermawan ia.

Semakin ingat akan dahsyatnya hari PEMBALASAN, maka ia semakin sibuk minta ampunanNya.

Semakin kuat iman dan taqwanya, maka ia pun meni'mati ISTIQOMAH di JALAN ALLAH.

Semakin faham dunia ini sebentar, maka ia pun sibuk muhasabah diri dan semangat sekali BERDA'WAH.

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami keindahan iman, dan hiasilah hidup kami dengan kemuliaan dan kesenangan ibadah, dan berkahilah persahabatan dan harakah da'wah kami, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
27 Mei 2017

Minggu, 17 April 2016

Dua Kenikmatan Yang Tidak Dapat Bertemu

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah sahabatku, dua kenikmatan yang tidak dapat bertemu, selalu berpisah, yaitu kenikmatan jasmani dengan kenikmatan rohani, kenikmatan hawa nafsu dengan kenikmatan iman, kenikmatan ma'siyat dengan kenikmatan taat.

Pencinta dunia memilih kenikmatan jasmaninya, karena itulah ia senang ma'siyat, ia perturutkan kemauan hawa nafsunya, dari malas ibadah, berdusta, makan yang haram, mabuk, judi, berzina dst.


Sungguh sangat berbeda dengan hamba Allah yang beriman yang sangat mencintai Allah, yang sangat merindukan "liqoouhu" perjumpaan denganNya, ia menginginkan keselamatan akhirat, karena itulah ia memilih kenikmatan ruhaninya daripada kenikmatan jasmaninya, kenikmatan iman daripada kenikmatan hawa nafsunya, kenikmatan taat daripada kenikmatan ma'siyat :

Ia memilih puasa walau lapar haus daripada kenyang (QS Al Baqoroh 183).

Ia memilih zakat infak sedekah daripada menumpuk-numpuk hartanya (QS Al Baqoroh 261).
Ia memilih sholat malam daripada tidur, 
"Saat tengah malam hamba Allah yang beriman itu menjauh punggungnya dari tempat tidur karena takut murka azab Allah dan sangat berharap ridho rahmat ampunan dan Syurga Allah..." (QS As Sajadah 16).
"Hamba-hamba Allah yang beriman itu sedikit sekali rehat di waktu malam, dan di waktu sahur mereka banyak mohon ampunan Allah" (QS Adz Dzariyat 17-18),
"Hamba-hamba Allah yang beriman sangat senang begadang malam karena mereka sangat senang lama sujud dan berdiri di hadapan Allah" (QS Al Furqon 64).
Ia memilih nikah daripada berzina (QS Ar Rum 21).
Ia memilih cari makan yang halal daripada menipu, sogokan or korupsi (QS Aljumuah 10).
Ia memilih berjilbab daripada terbuka auratnya (QS AlAhzab 59).

Sungguh walau kesannya lapar, haus, cape, panas, susah, berat taat itu tetapi justru sebenarnya hamba yang beriman itu MERASAKAN KENIKMATAN IMANNYA KEPADA ALLAH.
Lagi pula apa sih susahnya taat sebentar, apa beratnya sabar sebentar, kan tidak lama, ada saat beduk berbunyi, ada saatnya adzan berkumandang, ada saatnya wafat menghadap ALLAH. Inilah yang membuat hamba beriman BERZIBAKU DALAM KENIKMATAN TAAT, 
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan Allah dalam beribadat kepadaNya” (QS Al Kahfi 110).
Dan kalau dibuka dada, isi hati hamba yang beriman itu, maka isi hatinya adalah DOA RASULULLAH, yaitu, "ALLAHUMMA ya Allah kami mohon keridhoan dan SyurgaMu, dan kami mohon perlindunganMu dari murka dan nerakaMu....aamiin".

Selamat menikmatan indahnya, ni'matnya, bahagianya sholat malam duhai sahabatku tercinta karena Allah, abang sayang kalian Allah...


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
16 April 2016

Sabtu, 07 November 2015

Alasan Berjamaah Di Mesjid

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

Sahabatku, inilah diantara alasan hamba beriman mengapa semangat selalu berjamaah mesjid, karena:

1. Imannya cintanya rindunya kepada Allah, bukankah kekasih senang selalu berada di RUMAH KEKASIHNYA. Allah pun menyebut mesjid sebagai RumahNya ( QS An Nur 36).

2. Berjamaah di mesjid bukan hanya ibadah ritual jamaah tetapi membentuk ikatan sosial, persaudaraan dan persatuan sesama mu'min. Rasulullah bersabda, "Setiap makhluk punya markas, dan MARKAS HAMBA ALLAH YANG BERIMAN adalah mesjid".

3. Bukti keimanan kepada Allah. Allah pun menegaskan bahwa hanya hamba Allah yang benar imannya dan BENAR-BENAR BERIMAN kepada Allah yang memakmurkan mesjidNya.
"Sesungguhnya hanya hamba Allah yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat sajalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah (QS At Taubah 18).
4. Lepas dari kemunafikan ibadah, karena Rasulullah mengingatkan keberatan orang munafik berjamaah isya dan subuh di mesjid. Sahabat nabi pun berkata, "kami tahu orang MUNAFIK KARENA MEREKA MALAS berjamaah subuh di mesjid".

5. KUNCI KEBERKAHAN "baaroknaa haulahu" (QS Al Isro 1), jangankan hamba yang beriman ke mesjid itu, siapa dan apapun yang terdekat dan terkait dengannya, Allah berkahi, keluarganya, rizkinya, dan semua aktivitasnya.

6. Meraih DOA RASULULLAH yang beliau ulang tiga kali, "Ya Allah berkahilah aktivitas umatku di waktu fajar".

7. DISAKSIKAN PARA MALAIKAT (QS Al Isro 78).

8. Rasulullah menjelaskan keutamaan dua rakaat sunnah fajar LEBIH BAIK DARIPADA DUNIA DENGAN SEGALA ISINYA, lantas bagaimana dengan sholat fajar yang ditegakkan dengan berjamaah di mesjid, SubhanAllah.

9. Rasulullah mengkhabarkan gembira bahwa mereka yang subuh-subuh gelap berjamaah di mesjid "biliqooin hasanin" dijamin meninggal terindah saat wafatnya, HUSNUL KHOTIMAH SubhanAllah.

10. Meraih SUKSES DUNIA AKHIRAT, "hayya alal falaah" mari meraih sukses, demikian doa kumandang adzan.

11. Setiap langkahnya adalah derazat, rahmat dan ampunan dosa. Karena itu Rasulullah mengulang tiga kali, "BERUNTUNG, beruntung, beruntung", "siapa mereka ya Rasulullah" tanya sahabat, "Mereka adalah yang rumahnya jauh dari mesjid tetapi tetap berjamaah di mesjid".

12. KUBURANNYA TERANG BENDERANG.

13. Dibangkitkan dengan MUKA BERCAHAYA pula, Rasulullah, "Khabarkan berita gembira bagi mu'min pejalan kaki subuh gelap kelak di akhirat dibangkitkan dengan muka bercahaya sempurna".

14. Melewati shirath seperti KILAT MENYAMBAR.

15. Diantara tujuh golongan yang dilindungi Allah di akhirat adalah "qolbuhu muallaqun bil masaajidi" HATINYA SENANG SEKALI BERJAMAAH di mesjid.

16. ORANG YAHUDI PALING TAKUT akan kekuatan jamaah mesjid.

17. Rasulullah dan para sahabat TIDAK PERNAH MENINGGALKAN sholat berjamaah di mesjid kecuali sakit, safar, perang dan wafat.

18. Sejarah mencatat ternyata INFRASTRUKTUR KEBERKAHAN KOTA MADINAH, politik, ekonomi, sosial, budaya bahkan militer, semuanya bermuara dari mesjid.

19. TRADISINYA ORANG-ORANG SHOLEH "da'bush shoolihiin".

20. Saat qiyamat, Allah jadikan mesjid sebagai KAPAL BESAR yang akan mencari para pemakmurnya.

21. Setelah mengetahui sekian banyak keutamaan berjamaah di mesjid, pantaslah Rasulullah bersabda, "law habwah" merangkakpun hamba beriman tetap akan berjamaah di mesjid.

Ayooo sahabat sholehku, apalagi alasan kita, menunggu apalagi, MULAI AZAMKAN DIRI, mumpung ada sisa umur, ayoooo kita berjamaah ke mesjid mulai waktu subuh. Raihlah Kemulian dan keberkahan hidup dunia akhirat...insya Allah...aamiin.




Foto subuh kamis, 11 Mei 2017, di mesjid Az Zikra bersama imam Masjidil Haram, syekh Adil Alkalbani, syekh Anas Almaiman dan syekh Ali Jabeer.


Abang semangat sekali menulis ini karena sayang sekali pada kalian duhai sahabatku pria mu'min.

ALLAHUMMA ya Allah jadikanlah kami pria mu'minun yang memakmurkan RUMAHMU...aamiin.

Sebarkan ajakan mulia ini...


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
5 November 2015

Diperbarui 24 Desember 2016
Diperbarui 11 Mei 2017

Senin, 17 Agustus 2015

MERDEKA! ALLAHU AKBAR...

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar...Merdeka! Merdeka! Merdeka!


Merdeka hakiki adalah merdeka hati dari ilah, tuhan tuhan selain Allah (syirik, kufur, fasik belum merdeka).
Merdeka dari tipudaya dunia (serakah, bakhil belum merdeka).
Merdeka dari nafsu (pezina, pemabuk, pejudi, pemarah belum merdeka)....
Merdeka dari keakuan diri (sombong, hasud, riya belum merdeka).
Merdeka dari kebodohon (malas belajar, malas ngaji, belum merdeka).
Merdeka dari syetan (percaya dukun, zimat, sesajen, ramalan, malas ibadah belum merdeka).
Merdeka dari sifat zholim (pencuri, koruptor, hianat, penipu durhaka belum merdeka).
Merdeka dari kezholiman (para pemimpin yang hianat, ingkar janji dan berani langgar sumpah, para penjajah maka rakyatnya belum merdeka).
Dengarkan Kalam Allah, "Barang siapa yang Allah selamatkan dari siksa Neraka Jahanam, dan Allah masukkan ke dalam SyurgaNya di Akhirat kelak itulah hamba Allah yang merdeka!" (QS Ali Imron 185).

So hamba yang merdeka itu adalah hamba Allah yang beriman, yang sangat takut ma'siyat, istiqomah, dengan kemuliaan akhlaknya, terutama sifat rendah hati dan kedermawanan. Cinta umat manusia terutama saudaranya seiman, menghormati perbedaan, mencintai negerinya, keluarganya, para gurunya, para sahabatnya, para dhuafa dan orang-orang tertindas, sehingga Allah wafatkan dalam keadaan husnul khotimah dan masuk Syurga FirdausNya...aamiin. 



MERDEKA! ALLAHU AKBAR...

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Agustus 2015

Rabu, 22 April 2015

Iman Itu Perhatian

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

ALLAHU AKBAR, Iman itu "ihtimaamun" perhatian, diantaranya perhatian kepada saudara-saudaranya seiman. Tidak pernah lupa selalu mendoakan saudaranya walau dalam kesendirian sholat malam, pikirannya dikerahkan, rizkinya dilimpahkan, semua potensi dan aktivitasnya dicurahkan untuk saudaranya yang ia cintai karena Allah, 
"Maka saudara-saudara kalian adalah dalam agama Islam" (QS At Taubah 11). 
"Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara" (QS Al Hujarat 10).
Rasulullah bersabda, “Jika seorang Muslim mendoakan saudaranya dari kejauhan, maka malaikat akan mengucapkan: ‘Amin, dan bagimu sepertinya” (HR Muslim).

"Barang siapa yang tidak perhatian keadaan kaum muslimin maka dia bukan golongan mereka” (HR Al-Hakim dan Baihaqi). 

“Allah akan terus menolong hambaNya selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya” (HR Bukhori). 


Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap harakah da'wah kita... Aaamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 April 2015

Senin, 30 Maret 2015

Zikir Sebagai Pembangkit Energi Iman

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 

SubhanAllah sahabatku tercinta, diantara hikmah zikir adalah zikir sebagai pembangkit energi iman. Karena itulah yang dipanggil Allah untuk berzikir adalah hamba Allah yang beriman,
"Hai hamba-hamba Allah yang beriman berzikirlah kalian kepada Allah zikir yang banyak, dan bertasbihlah kalian kepada Allah di waktu pagi dan petang niscaya Allah merahmati kalian, dan Malaikatpun mendoakan kalian agar kalian keluar dari kegelapan menuju nur cahayaNya..."(QS Al Ahzab 41-44).
Karena iman ia berzikir karena berzikir tambah kuat imannya, karena tambah kuat imannya maka iapun senang beribadah, karena senang beribadah maka iapun berakhlak mulia. Ni'matnya sholat malam, hobbynya baca Alqur'an, terjaga selalu wudhunya, zikirnya, dhuhanya, sedekahnya, shilaturrahmnya dan asyiknya muhasabah dirinya. Buahnyapun jauh dari ma'siyat, bagaimana bisa ma'siyat karena ia selalu ingat Allah yang Menatapnya, yang Menyaksikan, yang Mendengarnya, yang Memperhatikannya, Allahu Akbar.

Foto suasana indah saat Tawshiyah Zikir Akbar subuh berjamaah bersama kanda Irjen Pol DR haji Rycko Amerza Daniel di lapangan MAPOLDA Sumatra Utara.
Hadir mahkamah kesadaran "maiyyatullah" bahwa Allah selalu bersamanya. "A lone but never lonely" sendiri tetapi tidak pernah merasa sendirian. Alangkah bahagianya perasaan ini, selalu bersama Allah, Kekasihnya, kerinduannya. I love you Allah, I love you Rasulullah...nafasku mulai terasa berat menterjemahkan suasana hatiku yang banyak dosa ini!

Allahumma Ya Allah tetapkanlah hidup kami dalam keimanan yang kokoh dan kelezatan istiqomah di JalanMu hingga akhir hayat kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
29 Maret 2015


Diperbarui 20 Maret 2017

Selasa, 25 November 2014

Payah Dah Kita Ini

hiks hiks hiks... what make us cry is not iman... but hutang... putus cinta... di PHK. Payah dah kita ini. Kapan ya hati kita hidup?

Kapan qt nangis sebab ngeliat dan ngerasa ada Kasih Sayang Allah? Kebesaran Allah. Selama ini qt bisa nangis hanya sebab kesukaran dunia saja.
Bukan kita kali ya? Saya.

Kita takutnya juga sama hal-hal dunia saja. Takut ga makan, takut ga kerja, takut sama debt collector, dll. Tapi ga takut sama azab Allah.
Salah takut nih kita...

Kita biasa takjub keheranan sama manusia, lalu memuji kehebatannya yang barangkali palsu... Tapi sama Allah...? Duh... ga ada kagumnya.

Kita malu kalo ga lulus. Malu kalo miskin. Malu sama ga sukses. Malu ga berhasil. Tapi ga malu sama Allah... Ga berjamaah di masjid, ga malu.

Allah dah kasih kaki, kan harusnya malu. Koq bisa? Ga jalan ke masjid?
Padahal punya kaki. Maen bulutangkis 3 set, kuat. Joging, kuat.


Kita marah kalau ada yang membohongi kita, mengkhianati kita. Tapi kalo ngebohongin Allah? ngekhianatin Allah? Sudah segitu kerasnya hati kita?

Coba malu yuk... Kalo ga ke masjid untuk berjamaah. Met berjamaah ya... Tunjukkan sedikit ke Allah bahwa qt masih sedikit punya malu.

Ustadz Yusuf Mansur
23 November 2014

Sabtu, 27 September 2014

Mengapa Harus Selalu Taat?

SubhanAllah inilah duhai sahabat FBku yang akan membangkitkan kesadaran hidup kita untuk sungguh-sungguh taat selalu di dunia sebentar ini. Mohon dibaca pelan-pelan dengan penghayatan:
  1. Ingatlah asal muasal kita hanya dari tetesan air.
  2. Lihat orang yang tadinya sehat kuat menjadi sakit lemah.
  3. Ta'ziyahlah kepada keluarga dan sahabat yang terbujur kaku saat wafat.
  4. Ziarahilah kuburan
  5. Sadarilah kematian yang semakin mendekat yang kadang tiba sekonyong-konyong.
  6. Bayangkanlah diri kita dengan kain kapan terbujur dalam ruangan gelap sunyi senyap, lalu cacing kalajengking merayapi tubuh kita, lalu wajah dan daging-daging tubuh yang kita rawat ini membusuk bau tinggalah tulang belulang.
  7. Bayangkanlah dahsyatnya qiyamat bumi langit hancur, planet bintang gunung-gunung bertabrakan, manusia-manusia berterbangan seperti laron.
  8. Bayangkanlah orang yang pernah kita sakiti menuntut balas.
  9. Bayangkanlah saat harap cemas menunggu saat menerima kitab amal.
  10. Bayangkanlah saat melewati sirat sementara dibawahnya api menyala-nyala.
  11. Bayangkanlah dahsyat siksa neraka, yang panas apinya 70X lipat dari api dunia.
  12. Bayangkanlah indah ni'matnya Syurga berkumpul bersama para Rasul, orang-orang jujur, para syuhada, orang-orang sholeh.
Sungguh suatu saat bukan lagi bayangan tetapi benar-benar kejadian, lantas masih bisakah ma'siyat, masih beranikah berbuat zholim, masihkah banyak main-main buang-buang waktu dengan hobby duniawi, masih bisakah tidur lelap malam tanpa tahajjud, apalagi sampai berani meninggalkan sholat. Sungguh hanya orang-orang yang bodoh dan sangat zholim yang nekat itu. 

Semoga Allah senantiasa membangkitkan semangat taat kita hingga wafat dalam KELEZATAN TAAT...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
26 September 2014

Minggu, 20 Juli 2014

Ainul Barakah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Mata adalah karunia dan amanah ALLAH (QS
Al Balad:8), sungguh matapun akan bersaksi tentang apa yang saja yang disaksikannya (QS Al Isra:36).

Rasulullah mengingatkan, "Siapa yang menahan matanya dari melihat yang ALLAH haramkan untuknya maka ALLAH akan memberi padanya "halawatan iman" KELEZATAN IMAN dihatinya".
 

Karena itu yang disebut "buta" bukanlah mata kepala tetapi buta mata hati (QS Al Hajj 46).
 

Betapa banyak orang yang terbuka mata kepalanya malah membutakan mata hatinya, lebih baik buta mata kepala tetapi terbuka mata hatinya, dan tentu lebih jauh jauh jauh lebih baik dan utama dengan terbukanya mata kepala ini membuat mata hati kita terbuka, apa yang kita lihat membuat kita bersyukur, kagum, cinta, takut dan mendekat kepada ALLAH, itulah yang disebut "ainul barakah" mata yang telah diberkahi ALLAH.

Sahabatku, Hati yang bersih itu akan mudah mengakses Nur Hidayah ALLAH, firasat jadi tajam, doapun mustajab, tenang damai walau dalam ujian hebat 
sekalipun, pikiranpun jernih, bicara menjadi hikmah, lahirnya sifat-sifat adiluhung AKHLAK yang MULIA, SUBHANALLAH, kini menjadi jihad kita untuk menjaga mata kita, "Semoga ALLAH jaga setiap kedipan mata kita, keluarga kita dan anak-anak cucu keturunan kita dari apa yang ALLAH haramkan dan membuat kita semakin mensyukuri nikmat-nikmatNYA aamiin". 

Jangan lupa sebelum rehat di malam mulia ini, berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
18 Juli 2014


Diperbarui 26 September 2014
Diperbarui 11 April 2018

Kamis, 03 Juli 2014

Anta Ma Taquulu

SubhanAllah sungguh "anta ma taquulu" engkau apa yang kau katakan, "tiada kalimat mulia kecuali dari hati yang mulia, tiada kalimat hina kecuali dari hati yang hina pula". Karena itulah kalimat yang keluar dari lisan hamba yang bertaqwa adalah kebenaran, kemuliaan, kesantunan dan kasih sayang,
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (QS. Al-Ahzaab: 70-71).

Sebaliknya yang keluar dari lisan hati yang kotor, kalimat hujatan, sumpah serapah, penuh dengan caci makian, dan itulah gambaran dirinya. Rasulullah mengingatkan, "Barang siapa yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berkata baik, kalau tidak diam!". Diam itu emas, tetapi bicara baik itu berlian, alangkah indahnya cincinnya emas yang bermahkotakan berlian itu, itulah lisan dan pribadi mu'min itu.

Sebarkan percikan hikmah ini sahabatku, agar anak-anak kita, keluarga kita dan umat negeri yang tercinta ini membudayakan kalimat santun penuh kedamaian dan kasih sayang.

"Allahumma ya Allah, tanamkan di hati kami kekuatan iman dan keindahan lisan...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Juli 2014

Sabtu, 25 Januari 2014

Nilai Ujian Hidup

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, mari kita kenali Nilai Ujian Hidup ini. Sungguh ujian hidup itu adalah kepastian, dunia ini "daarul balaai" tempatnya ujian. karena itu jangan panik dengan ujian musibah (QS al Anbiya 35), hanya nilainya yang berbeda-beda:

1.Bagi hamba yang beriman yang taat, ujian itu untuk naik derajat di sisi Allah,
"Mereka meraih rahmat Allah karena kesabaran mereka" (QS al Baqoroh 156 - 157),
InsyaAllah wafatnya para tamu-tamu Allah di Rumah Allah Masjidil Haram wafat husnul khotimah sebagai SYUHADANYA, Rasulullah bersabda, “Mati syahid selain yang terbunuh di jalan Allah itu ada tujuh: mati karena penyakit tha’un, syahid; mati karena tenggelam, syahid; mati karena sakit tulang rusuk, syahid; mati karena sakit di dalam perut, syahid; mati karena terbakar, syahid; MATI KARENA TERTIMPA BANGUNAN SYAHID; dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan), ia syahid,” (HR. Abu Dawud).

2. Bagi muslim ma'siyat, itu adalah peringatan (QS Ar Rum 41),

3. Bagi orang kafir adalah persekot azab (QS as Sajadah 21),

4. Tetapi kafir, zholim, pelaku ma'siyat tidak kena musibah malah sukses. Jangan sekali-kali iri pada mereka, itulah "istidraz" kesannya ni'mat sebenarnya azab tertunda, 
"Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh kenikmatan di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan" (QS Hud 15-16).
Allahumma ya Allah terimalah hamba-hambaMu yang wafat di RumahMu sebagai para SYUHADAMU, dan jadikanlah kami hambaMu yang pandai membaca hikmah dibalik ujianMu…aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
25 Januari 2014


Diperbarui 13 September 2015

Senin, 19 Agustus 2013

Syarat Dan Ketentuan‬

Semua ada syarat dan ketentuannya. Tapi simpel. Veri simpel. En veri izi.
Bila sakit berlanjut, hubungi dokter, hua ha ha ha ha... Ups... Lagi puasa.
Kenceng banget ketawanye. Aslinya kalem koq.

Menikahlah tanpa didahului pegangan tangan, sentuhan kulit, apalagi sampe zina. Jangan. Jika terlanjur bertaubatlah.
Sebelum menikah, dah rajin doa, ibadah-ibadah, kayak puasa sunnah, tahajjud, dhuha, berjamaah, sedekah, baca Qur'an, kerja, usaha. Maka, bisa dibayangkan, jika 2 insan yang model begini bersatu, apa ga jadi mapan, atau bertambah mapan?

Sebab tadinya sendirian, sekarang berdua. Berdua nyahur, buka. Berdua tahajjud, dhuha, baca Qur'an, sedekah, kerja, usaha.
Ketika disebut banyak anak banyak rizki, pun sama dasar berpikirnya. Tadi berdua, sekarang punya anak. Bertambah insannya. Sekeluarga lalu puasa sunnah, tahajjud, dhuha, berjamaah, baca Qur'an, doa, sedekah... Jumlah yang beribadah, 1 rumah, makin banyak.

Sekarang bayangin, bila 1 daerah, 1 negara, yang terdiri dari keluarga-keluarga, individu-individu, ya kayak gini. Negerinya pasti berkah.
Tapi jika terjadi sebaliknya, maka kemunduran adanya. Makin bertambah insannya, makin bertambah kemundurannya. Paham ya?

Tadinya sendirian. Kesiangan shubuh ya sendirian, ga dhuha ya sendirian, ga sedekah ya sendirian, dst...
Lalu tiba-tiba, dia ga sendirian. Berdua. Jadi suami istri. Laaaahhh, sekarang ada dua orang yang durhaka jadinya.
Tambah parah, dari 2 orang ini, lahir 2, 3, 5, atau 7 anak... Malah ada yang lolos 16 anak, he he. Bejat semua. Parah.

Kebayang lagi ga?
Bila 1 daerah, 1 negara, berisi keluarga-keluarga bejat, individu-individu bejat, jauh dari agama, wuah...
Atau sekedar ga bejat sebenarnya. Keluarga baik-baik. Hanya ga menjalankan syariat agama. Ini juga sama. Baik, ga cukup. Kudu beriman. Ini kudu jadi slogan juga. Dan praktek. Untuk konter kalem liberal.
Baik ga cukup. Kudu juga beriman.

Ustadz Yusuf Mansur
3 Agustus 2013

Selasa, 27 Maret 2012

Kiat-Kiat Menjaga Iman

Assalaamu alaikum wa rahmatullaaahi wa barkaatuhu. 

Kalau memang iman itu turun naik bahkan mudah turunnya daripada naiknya, seperti orang naik gunung bersusah payah, turunnya lebih cepat, lantas gimana dong supaya selalu stabil?

Sahabatku memang benar iman kita "yajiidu wa yanqusu" turun naik, saat-saat semangat mendekatkan diri kepada ALLAH, saat-saat anjlok, malas ibadah bahkan terjerembak dalam kubang ma'siyat. 
Inilah kiat-kiat menjaganya, 

  1. Tekadkan diri setiap hari pokoknya aku harus baca Alqur'an dengan pemahaman setiap hari apapun yang terjadi, 
  2. Bersahabat dengan sahabat yang lebih sholeh dari kita, "jadilah orang sholeh, kalau tidak mendekatkanlah pada orang sholeh karena ia akan selalu mengajakmu ke JALAN ALLAH". 
  3. Hadirilah majlis ilmu dan zikir, 
  4. Berguru dengan guru yang istiqomah, ajaran dan amalnya selaras, 
  5. Sempatkan setiap selesai sholat duduk untuk muhasabah diri, "kemana aku akhirnya.", 
  6. Ilmu yang di dapat diamalkan or ihyaussunnah, karena tahu keutamaan ke mesjid lalu ke mesjid maka bertambah kuat iman kita, karena tahu keutamaan selalu wudhu lalu selalu wudhu maka tambah kuat iman kita, demikian seterusnya ilmu + amal = kuat iman, 
  7. Selalu berdoa mohon KETETAPAN IMAN, "Duhai ALLAH pembolak balik hati, tetapkanlah hati kami dalam KEIMANAN dan KETAATAN padaMU...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
4 Maret 2012

Minggu, 10 Juli 2011

Buah Bersaudara Karena Iman

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabat sholehku inilah diantara buah bersaudara karena iman :
  1. Taa'ruf : saling mengenal,
  2. Tahaabbu : saling mencintai,
  3. Tafaahum : saling memahami,
  4. Tanaashuh : saling menasehati,
  5. Takaarum : saling menghormati,
  6. Taawun : saling tolong menolong,
  7. Tahaadu : saling memberi hadiah,
  8. Tadaau : saling mendoakan,
  9. Tahafudz : saling menjaga kehormatan saudara, bukan saling menjatuhkan,
  10. Tazaawur : saling mengunjungi.
  11. Tasholuh : saling mendamaikan,
  12. Taafu : saling memaafkan,
  13. Tadaafau : saling membela dalam Haq (QS At Taubah : 71), (QS Al Balad : 17), (QS Al Maidah : 2), (QS Al Ashr : 3) & (QS Al Hujarat : 10).
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang ingin merasakan nikmatnya iman hendaknya tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah” (HR Ahmad),
“Seseorang akan bersama orang yang dicintainya” (HR Al-Bukhari Muslim),
"Cinta karena Allah & benci karena Allah adalah ikatan iman yang paling kuat” (HR. Ath-Thabarani).
"Jika engkau mencintai saudaramu, beritahukan kepadanya" (HR Abu Dawud).


"Allahumma ya Allah selamatkan kami, keluarga kami, keturunan kami, negeri kami, saudara-saudara kami seiman di Palestine, Afghan, Irak, Suriah, Mesir dan seluruh keberadaan kaum muslimin muslimat...aamiin".


K.H. Muhammad Arifin Ilham
3 Juli 2011

Diperbarui 1 Agustus 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...