Tampilkan postingan dengan label Ghibthoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ghibthoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Ghibthoh

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Kalau hasad-dengki adalah sifat sangat tercela, benci melihat orang lain yang lebih sukses dari dirinya, lalu mencari-cari “tajassus” kekurangan orang yang dibencinya untuk disebarkan, kalau tidak ada maka dia buat fitnah. Boleh jadi siang malam berfikirnya hanya untuk menjatuhkan orang yang dibencinya.

Lain halnya dengan sifat GHIBTHOH lawan d
ari hasad, ini adalah sifat terpuji, akhlak para nabi dan orang-orang sholeh, sangat senang melihat kelebihan saudaranya, dia dekati, dia doakan agar saudaranya selalu dalam berkah bahkan ia senang belajar kepada saudaranya yang lebih sukses dari dirinya, SubhanAllah.

Sahabatku, sifat hasad membuat empunya menderita, bermusuhan, amal ibadahnya pun ludes, celaka dunia akhirat. Sementara sifat ghibthoh sangat menyenangkan, bersahabat, sehat wal afiat, bahagia dunia akhirat.

Karena itulah Rasulullah mengajarkan umatnya untuk GHIBTHOH, cemburu iri dalam kebaikan yang membuat kita untuk mencontohnya, yaitu hartawan dengan rizki halal yang berlimpah dengan senang hati ia dermakan di jalan Allah dan Ulama dengan ilmunya ia da'wahkan dengan ikhlas.

Simaklah nasehat Rasulullah,“Tidak ada kecemburuan yang boleh dilakukan kecuali kepada dua orang, yaitu; 1. Seseorang yang diberi harta oleh Allah, lalu digunakannya di jalan Allah. Dan 2. Seseorang yang diberi Allah ilmu lalu ia mengajarkannya dengan ikhlas" (HR Bukhori).

Inilah cita-citaku dan kuharap kalian yang juga bercita-cita menjadi manusia yang mulia ini.
Ingat sabda Rasulullah,"Beruntunglah kekayaan di tangan hamba Allah yang sholeh". Sehingga berda'wah tidak hanya dengan lisan, tetapi juga harta dan akhlak. Sungguh mereka yang meminta dalam da'wahnya bukan hanya gagal dalam da'wah tetapi ia menghinakan dirinya dihadapan Allah dan mahlukNya.
"Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dengan kemuliaan sifat ghibthoh, jadikanlah kami hambaMu yang berkah dengan rizki & ilmuMu agar kami menjadi manusia penuh manfaat bagi maklukMu...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
11 November 2012

Senin, 30 Januari 2012

Menumbuhkan Sifat Ghibthoh

Assaalaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu. 

Lantas gimana dong menumbuh sifat ghibthoh pada diri kita? 

Sahabatku, fahamilah bahwa sifat ghibthoh buah dari pancaran IMAN yang selalu berSYUKUR atas segala apa pun yang terjadi, "alhamdulillah fii kulli haalin" HATI YANG BERSIH DARI GELISAH & MULUTNYA JAUH DARI KELUH KESAH, puncaknya adalah QONAAH bukan hanya puas dengan nikmat tetapi juga puas dengan segala apa pun yang ALLAH berikan kepadanya sampai musibah sekali pun, kok bisa ?!
Ya jelas bisa karena hatinya sudah tercelup iman kepada ALLAH, yang semuanya dijadikan ALLAH dengan RAHMATNYA, ILMUNYA & KEBIJAKKANNYA, lagi pula hidup di dunia inikan tidak lama, 

APA SIH SUSAHNYA SABAR SEBENTAR !?
APA SIH SUSAHNYA TAAT SEBENTAR SAJA !? 

Makanya kalau urusan dunia jangan lihat ke atas tetapi lihat ke bawah,"walau rumahku kecil alhamdulilah masih ada rumah", 
tetapi urusan akhirat lihat ke atas, jangan ke bawah,"SubhanALLAH, anak muda itu terjaga sekali berjamaah di mesjid, mengapa aku tidak bisa, aku bisa insyaALLAH". 

"Semoga ALLAH hiasi hidup kita dengan keindahan iman, kenikmatan syukur, kepuasan qonaah dan sifat ghibthoh kepada hamba-hamba ALLAH yang sholeh...aamiin"

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 Januari 2012

Jumat, 27 Januari 2012

Ghibthoh

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu. 

Semoga tengah malam ini kalian sahabatku tetap dalam keadaan TAAT kepada ALLAH, selalu sadar bahwa diri ini selalu dalam TATAPAN ALLAH. 

Sahabatku, sedangkan GHIBTHOH lawan dari sifat hasud, yaitu senang melihat kelebihan saudaranya terutama dalam URUSAN AMAL IBADAH, lalu ia dekati untuk belajar, bahkan siap untuk menjadi pelayannya sekalipun. Ini sifat para Mailakat, sifat para Rasul dan Nabi, sifat Ulama istiqomah dan "salafushooleh" sifat orang-orang mu'min. 

RASULULLAH bersabda,"Ghibthohlah kalian pada dua hamba ALLAH ini, yang pertama adalah seorang hamba ALLAH yang dikaruniakan ALLAH ilmu, lalu ia pun MENGAMALKAN dan MENDAKWAHKANNYA dengan IKHLAS, dan yang kedua adalah seorang hamba ALLAH yang dikaruniakan ALLAH harta, lalu ia DERMAKAN di JALAN ALLAH dengan IKHLAS" (HR Muttafaqun alaihi). 

SUBHANALLAH...
"Semoga ALLAH jadikan kita hamba ALLAH yang selalu disibukkan dengan PERBAIKAN dan KEBAIKAN dengan sifat mulia GHIBTHOH...aamiiiiin”.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 Januari 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...