Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Makasih & Kagum Buat Kawan-Kawan Pengusaha Non Muslim

Dewi & kawannya, harus pake topi sinterklas. Katanya, klo ga make, dipotong per hari, 20 ribu. Kata dewi, daripada dipotong, ya make aja.

Saya doakan semoga dewi-dewi yang lain, diberi banyak rizki oleh Allah,dan  bisa bebas dari aturan-aturan begini. Semoga dibaca sama Allah ini twit.
Saya ga bisa upload fotonya, ga bisa ngasih tau namanya, dan tempat kerjanya. Kasian juga. Tar malahan masalah buat beliau berdua. Kasian dan prihatin.

Bila saudara jadi pengusaha muslim, ketemu bulan puasa, jangan ya. Jangan maksa pegawai yang non muslim untuk pake jilbab dan peci. Kasian mereka.

Saya ngobrol dengan pelan-pelan dengan Dewi dan Eka agar adukan ke Allah aja. Posisi lagi lemah. Saya kaget saat mereka bilang bahwa anceman pemotongan itu tertulis.
Saya tanya, maksudnya tertulis dengan surat gitu... ya. Tapi dibrodkes di group BB.
Ya sudah, saya bilang bersyukur aja. Mudah-mudahan Allah angkat derajat.


Saya bilang, masih bagus tidak disuruh jual minuman keras hanya pake topi santa. Kalo disuruh ikut jual minuman keras, rentetan dosanya panjang.

Panjang gimana? tanya mereka.
Saya bilang, ketika minuman itu diminum, qt yang dalam mata rantai sampe minuman itu diminum, dapat dosanya. Bayangkan jika kemudian akhirnya peminum ini akhirnya berzina, merkosa, atau membunuh, atau mencuri, ga nyadar sebab mabok, dapat juga akibatnya.
Jadi saya bilang, kalau cuma pake topi santa, ga terlalu nyesek. Asal hati nolak, posisi, tertindas. Tapi yang ikut jual minuman, itu yang panjang judulnya.

Saya tanya, berapa lama pake topi beginian?

Sebulan katanya.
Eka jawab, he he he, 600 ribu potongannya pak ustadz kalo ga mau make sebulan.


Doa saya, semoga Allah angkat derajat Dewi-Dewi dan Eka-Eka yang lain di seantero negeri. Saat qt memimpin, menguasai, tunjukkan kesantunan dan akhlak. Jangan maksa-maksa.

Saya ngetwit ini tanpa nada provokasi. Tanpa amarah. Saya yakin, banyak kawan yang non muslim pun akan menyesali jika tau karena ini judulnya ngancem.
Saya ngetwit jelang isya ini, agar semua kawan juga mau doa
dan mendoakan. Sebaik-baiknya ngadu, bukan ke manusia atau lembaga mana pun. Tapi ke Allah.
Maafkan mereka-mereka. Barangkali niatnya ga sampe nodai agama dan penindasan. Tapi semata-mata spirit pengen larut dengan pelanggan. Jangan lupa doa, doa, doa.
Kepada media yang mau ngangkat twit jelang isya ini... mohon angkat semua. Jangan ditambahin dan dikurang. Twit ini nuansanya kalem sedih. Tanpa marah.

Doain, saya bisa mengusahakan lapangan pekerjaan dengan masif. Saya ajak kawan-kawan juga menyediakan lapangan pekerjaan. Yuk, supaya ga cuma ngenes. Tapi solutif.

Rasa salut dan kagum saya, buat seluruh pengusaha non muslim yang ga memaksakan, apalagi motong gaji harian. Makasih dah ngejaga Bhineka Tungga Ika.

Makasih & kagum buat kawan-kawan pengusaha non muslim yang udah mempekerjakan kawan-kawan dan saudara-saudara saya yang muslim muslimah. Semoga Tuhan memberkati.

Makasih & kagum dengan kawan-kawan pengusaha dan pimpinan non muslim, yang ikut menyediakan mushalla dan waktu untuk yang muslim muslimah shalat 5 waktu dan Jum'at.

Makasih & kagum, sama semua pengusaha non muslim, dan pimpinan-pimpinannya, yang malah memfasilitasi karyawan-karyawan muslim muslimah, ngaji mingguan atau bulanan.

Makasih & kagum, buat semua pengusaha non muslim, yang kalo jatoh Ramadhan, mulangin lebih cepet, supaya bisa karyawan muslim muslimahnya buka puasa di rumah.

Makasih & kagum buat pengusaha-pengusaha non muslim, yang sudah berbagi senyum. Yah, kayak di Islam, ada juga yang otaknya kurang se-ons, atau lebih se-ons.

Yuk... bergandengan tangan, untuk the baiker Indonesia in de future... muslim muslimah, dengan non muslim, bersatu, untuk Indonesia yang merajai dunia.

Tolong media yang mau ngutip, jangan ngutip. Tatip muat aja semua, hehehe. Twit ini lumayan kompleto. Juga memuji tanpa basa basi mereka yang prestatif dan berbuat.

Tambahan: jika dah ga berdaya... minimal, punya hati yang menolak. Supaya ga jalan "pembagian" dosa dan keburukannya. Dan berdoalah untuk pekerjaan yang lebih baik.

Ustadz Yusuf Mansur
17 Desember 2014

Selasa, 16 Desember 2014

Hari Natal

SubhanAllah sahabat sholehku, aqidah or tauhid or iman bagi hamba yang beriman kepada Allah, yang tahu hidup di dunia ini sebentar, dan benar-benar ingat selamat di akhirat adalah segala-galanya, akan benar-benar dijaga KESUCIANNYA dengan segala konsekwensinya. 

Hari Natal adalah hari keyaqinan dan ritual umat Nasrani. Wajib bagi kita menghormati keyaqinan mereka "lakum diinukum wa liyadiin" ( QS Al Kafiruun : 6) bahkan haram mencaci maki sembahan mereka, 
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan yang benar..." (QS Al-An'am : 108), 
tetapi juga haram mencampur adukan keyaqinan kita dengan mereka, 
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS Al An’am : 82). 
Diantaranya larangan mengucapkan selamat natal, karena natal adalah keyaqinan dan ritual teman kita Kristiani, hormati tanpa harus mengucapkan selamat natal. Karena keyaqinan kita berbeda, mohon buka surah al Maidah ayat 72. Lebih lengkapnya lihat fatwa MUI. Toleransi dalam muamalah, gotong royong, bisnis dsb ayo kita bersama, tetapi toleransi dalam keyaqinan, mari kita saling menjaga dan menghormati. Kalaulah sahabat melihat para tokoh pejabat mengucapkan dan berbaur, jangan terkecoh apalagi latah mengikuti mereka. Semua menanggung konsekwensinya di akhirat kelak. Orang beriman mengedepankan aqidah "RIDHO ALLAH, HIDUP DALAM SYARIATNYA DAN KESELAMATAN DI AKHIRAT daripada muamalah dunia secuil ini."

"Allahumma ya Allah yang Menguasai semua hati dan keadaan, tetapkanlah hati kami dalam keimanan & ketaatan padaMu...aamiin". 

Sebarkan ini sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
15 Desember 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...