Tampilkan postingan dengan label taqwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taqwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2019

Penentu Akhir

Assalamualaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuhu.

Simak Kalam Allah dengan iman, 
“Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa niscaya Allah bukakan keberkahan dari langit dan bumi ...”
(QS Al A’raf 96)
SubhanAllah walhamdulillah sahabat da’wahku kegelisahan dunia bagi hamba yang beriman menjadi cambuk hebat untuk membuat diri semakin takut, taat dan cepat segera mendekat kepada Allah.

ALLAHU AKBAR adalah PENENTU AKHIR setelah ikhtiar maksimal, doa senjata terkuat dikerahkan terutama di penghunjung malam, yaqin sepenuh hati PERTOLONGAN, baik sangka atas ujiannya, “bukankah terpuji karena teruji dulu”, karena itu sabar dan akhirnya tawakal.

Allahumma ya Allah dalam gejolak apapun di dunia ini tetap dan semakin kuat cinta taat kami kepadaMu...agar negeri berkah dengan KEJUJURAN dan KEADAILAN PARA PEMIMPIN dan rakyat pun sejahtera dan aman membangun negeri tercinta dalam lindungan Allah.

Muhammad arifin ilham yang sangat sayangi tim umat dan negeri tercinta kita.

Jazaakumulllah doa kasih sayang ikhwah Fillah.

Abang di masih rehat dipenang.

Muhammad Arifin Ilham 
22 April 2019

Minggu, 10 Maret 2019

Asyik Tenggelam Muhasabah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun kita shalat lima waktu sehari semalam serta tepat pada waktunya.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun kita setiap hari bersedekah.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun kita sudah pakai jubah, bersorban, berhijab menutup aurat dengan sempurna.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap malam kita melakukan dhuha, tahajjud, ke mesjid dan amalan sunat lain.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap saat kita update status motivasi dakwah.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap saat kita menolong orang lain.

‎فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى
"Janganlah kalian merasa paling suci karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa.”
(QS An Najm 32)
Sitti Aisyah (ra) berkata "Siapakah orang yang buruk?" dijawab olehnya "yaitu orang yang merasa dirinya baik". Beliau ditanya lagi "Siapakah orang yang baik?", maka dijawab "yaitu orang yang merasa dirinya buruk".

Karena itulah KESIBUKAN KEASYIKAN hamba beriman TENGGELAM dalam MUHASABAH DIRINYA.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 March 2019

Sabtu, 09 Februari 2019

Tetap Taat Walau Sendiri

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu


SubhanAllah sahabat sholehku, justru hakikat taqwa itu adalah TETAP TAAT kepada ALLAH dalam kesendiriannya, saat tidak ada yang lihat, saat ada peluang ma’shiyat, saat bisa berbuat zholim .

Inilah yang meraih kemuliaan disisi Allah, simaklah KalamNya dengan iman,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah WALAUPUN DIA TIDAK MELIHATNYA. Maka berilah mereka kabar gembira dengan AMPUNAN dan PAHALA YANG MULIA”.
(QS. Yasin : 11)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada TUHANnya YANG TIDAK TAMPAK oleh mereka, mereka akan memperoleh AMPUNAN dan PAHALA yang BESAR”.
(QS Al Mulk : 12)
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan”.
(QS. An-Nisaa : 108).
Rasulullah bersabda,
“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan” .
Tsauban bertanya, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari”.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang diharamkan Allah”.
(Shahih HR. Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah anugrahkanlah dan hiasilah hati kita dengan keindahan keimanan, kekuatan taqwa, keni’matan istiqomah hingga Engkau wafatkan HUSNUL KHOTIMAH, aamiin....

Muhammad Arifin Ilham
8 Februari 2019

Minggu, 31 Desember 2017

Pahala Tidak Terputus


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah simaklah Kalam Allah dan Hadist Rasulullah ini dengan iman,
"Dan beribadahlah kepada Allah sampai ajal tiba" (QS Al Hijr 99).
Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra, Sufyan bin Abdullah Atsaqafi ra berkata, Aku berkata Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah saya beriman kemudian istiqomahlah.”
(HR Muslim).
"Kecuali bagi mereka yang beriman dan beramal sholeh untuk mereka ganjaran yang tidak terputus" (QS At Tiin 6).
Rasulullah bersabda, “Jika seseorang sakit atau melakukan safar, maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim (tidak bepergian) dan dalam keadaan sehat."
(HR Bukhori).

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami kekuatan taqwa dan kenikmatan Istiqomah.. Aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Desember 2017

Jumat, 17 November 2017

Beriman Kemudian Istiqomah


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan Syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(QS Fashilat 30-32).
Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra, Sufyan bin Abdullah Atsaqafi ra berkata, Aku berkata Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah saya beriman kemudian istiqomahlah”
(HR Muslim).

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami kekuatan taqwa dan kenikmatan Istiqomah.. Aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 November 2017

Jumat, 01 Juli 2016

Takut Kepada Allah

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.


SubhanAllah sahabatku, "Takutlah kepada Allah, takutlah kepada seorang hamba yang takut kepada Allah, dan takutlah kepada orang yang tidak takut pada Allah". Takut kepada Allah adalah buah dari mengenalNya, "bagaimana berani menggunakan ni'mat nafas menghela ini berbuat ma'siyat kepada Pemegang nyawanya". 
"Hai manusia apa yang menyebabkan kamu berbuat ma'siyat kepada Allah, bukankah Allah yang menciptakanmu...!" (QS Al Infithor 6-12).


Takut kepada seorang hamba yang takut kepada Allah. Jangan menjauhinya apalagi membencinya karena mereka adalah para kekasih Allah, 
"Sesungguhnya Allah mencintai para hambaNya yang bertaqwa" (QS Ali Imron 76). 
Dan Allah sangat dekat dengan mereka, 
"Ketahuilah sesungguhnya Allah bersama para hambaNya bertaqwa" (QS At Taubah 123).


Sedangkan takut kepada yang tidak takut kepada Allah karena keberanian dan kenekatan mereka berbuat ma'siyat mengundang bala bencana azab Allah, 
"Takutlah kalian kepada azab Allah yang tidak hanya menimpa orang zholim diantara kalian tetapi juga menimpa orang sholeh di tengah mereka..." (QS Al Anfal 25).

Sungguh hancurnya suatu keluarga, suatu kampung, suatu negeri bukan karena hanya banyaknya orang berbuat ma'siyat atau berbuat zholim tetapi juga karena diamnya orang sholeh.

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami rasa takut yang hebat kepadaMu, dekatkan kami dengan hamba-hambaMu yang takut kepadaMu, dan jauhkan kami dengan mereka yang tidak takut kepadaMu...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
30 Juni 2016

Rabu, 06 April 2016

Menjadi Pemaaf

Suplemen Pagi
Assalamualaikum Saudaraku,

Islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf, karena sifat pemaaf merupakan sifat yang sangat luhur yang harus menyertai seorang muslim yang bertaqwa.
Allah berfirman, ”Orang-orang yang bertaqwa yaitu orang-orang menginfaqkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (Ali-Imron 132-133)
Rasulullah SAW bersabda “Wahai Uqbah, maukah kuberitahu tentang ahlak penghuni dunia dan akhirat yang paling mulia? Yaitu orang yang menyambung hubungan persaudaran kepada saudara yang memutuskan hubungan dengannya, orang yang memberi kepada orang yang tidak mau memberinya dan orang yang memaafkan kepada orang yang mendzaliminya” (HR. Ahmad dan Al–Hakim).

Semoga Allah memuliakan derajat kita di dunia dan akhirat dengan menjadi hambaNya yang pemaaf.

Wassalamualaikum,

Ustadz Dave Ariant Yusuf
5 April 2016

Sabtu, 14 November 2015

"Muruah" dan "Izzah"

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku seorang mu'min punya "muruah" dan "izzah" kehormatan dan kemuliaan karena "istiqomah" komitmen dan konsistennya dalam taat sehingga berbuah "mauunah" pertolongan Allah dunia akhirat (QS Fusilat 30-33).

Sungguh belum di akhirat di duniapun Allah bahagiakan, 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, (Yaitu) orang-orang yang sungguh-sungguh beriman dan sungguh-sungguh bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar (QS 62-64).
Sebaliknya dengan "imma'ah" ikut-ikutan, terombang ambing, rapuh, tidak punya pendirian, membeo, seperti layang-layang putus bagaimana angin, ngga pede, gue bagaimana lo, takut ditinggalkan, takut dianggap kampungan dsb. Ini tanda rapuhnya iman.

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menjadi Imma’ah, kalian berkata: jika orang-orang baik, kami pun ikut baik. Dan jika mereka dzalim kami pun ikut dzalim. Tetapi siapkan diri kalian (untuk menerima kebenaran dan kebaikan); Jika orang-orang baik, kalian harus baik dan jika mereka rusak kalian jangan menjadi orang dzalim” (HR Tirmidzî).

Karena itu tetapkanlah hidup sebentar ini untuk ISTIQOMAH, apa susahnya taat sebentar, apa susahnya sabar sebentar, apa susahnya lelah sebentar?!

Semoga ALLAH tetapkan hidup kita dalam kesungguhan taqwa dan istiqomah...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham bersama Yono Mc dan 47 lainnya.
12 November 2015

Selasa, 01 September 2015

Kekasih

Setiap manusia ingin memiliki kekasih. Kekasih yang terus bersama, sehidup semati dalam suka duka takkan terpisah. Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal sholeh yang akan menemaniku bahkan dalam kuburku dan menemaniku menghadap Allah.

Aku pernah slalu kagum pada manusia yang cerdas dan berhasil dalam karir, atau kehidupan duniawinya.

Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bahwa manusia hebat di mata Allah, adalah hanya manusia bertaqwa. Manusia yang sanggup taat kepada aturan main Allah dalam menjalankan hidup dan kehidupannya.


Salam,

Ustadz Fauzi Ichsan

Selasa, 13 Januari 2015

Takut

SubhanAllah sahabatku, "Takutlah kepada Allah, takutlah kepada seorang hamba yang takut kepada Allah, dan takutlah kepada orang yang tidak takut pada Allah".

Takut kepada Allah adalah buah dari mengenalNya, "bagaimana berani menggunakan ni'mat nafas menghela ini berbuat ma'siyat kepada Pemegang nyawanya". 
"Hai manusia apa yang menyebabkan kamu berbuat ma'siyat kepada Allah, bukankah Allah yang menciptakanmu...!" (QS Al Infithor 6-12). 
Takut kepada seorang hamba yang takut kepada Allah. Jangan menjauhinya apalagi membencinya karena mereka adalah para kekasih Allah, 
"Sesungguhnya Allah mencintai para hambaNya yang bertaqwa" (QS Ali Imron 76). 
Dan Allah sangat dekat drngan mereka, 
"Ketahuilah sesungguhnya Allah bersama para hambaNya bertaqwa" (QS At Taubah 123). 
Sedangkan takut kepada yang tidak takut kepada Allah karena keberanian dan kenekatan mereka berbuat ma'siyat mengundang bala bencana azab Allah, 
"Takutlah kalian kepada azab Allah yang tidak hanya menimpa orang zholim diantara kalian tetapi juga menimpa orang sholeh di tengah mereka..." (QS Al Anfal 25). 

Sungguh hancurnya suatu keluarga, suatu kampung, suatu negeri bukan karena hanya banyaknya orang berbuat ma'siyat atau berbuat zholim tetapi karena diamnya orang sholeh.

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami rasa takut yang hebat kepadaMu sehingga kami lulus dari ujian godaan dunia sesaat ini...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 Januari 2015

Selasa, 21 Oktober 2014

HimmatuI iimaan

Saat lelah sekali tetapi saat kumandang adzan terdengar tetap berjamaah di mesjid.
Saat sakit sekali tetapi tetap sabar tanpa mengeluh.
Saat kesusahan tetapi tetap ikhlas dengan ujianNya.
Saat godaan hebat dan peluang melakukannya ada tetapi tetap taat.
Saat lingkungan tidak mendukung tetapi tetap .
Saat asyik dengan hobbynya tetapi tetap berzikir kepada Allah.
Saat ngantuk berat tetapi tetap bangun sholat malam.
Saat sibuk tetapi tetapi tetap sholat di awal waktu.
Saat rizki berlimpah tetapi tetap rendah hati.
Saat dizholimi dan ada peluang untuk membalasnya tetapi tetap memaafkannya.

Inilah "himmatul iimaan" semangat dan akhlak hamba beriman yang ingin sekali ridho Allah, dan yaqin sekali akan semua pembalasan di akhirat kelak. Itulah yang membuatnya kuat, tegar, semangat, Istiqomah, belas kasih, rendah hati dan mudah menangis karena Allah. 

Perhatikan Kalam Allah,
"Barang siapa yang takut ma'siyat karena Allah, lalu ia kendalikan nafsunya karena takut pada Allah, maka baginya Syurga dengan segala keni'matannya" (QS An Naaziat 40). 

Rasulullah mengkabarkan berita gembira, "Barang siapa meninggalkan sesuatu keinginan ma'siyat karena takut kepada Allah maka Allah ganti dengan sesuatu yang lebih baik baginya". 

Allahumma ya Allah tetapkanlah hidup kami dalam ketaqwaan kepadaMu dan merasakan kelezatan Istiqomah di jalanmu...aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
19 Oktober 2014

Minggu, 21 September 2014

Islam Itu....

Islam itu agama Syariat Allah,
Islam itu agama kemuliaan,
Islam itu agama keselamatan,
Islam itu agama kasih sayang
Islam itu agama penghormatan,
Islam itu agama keindahan,
Islam itu agama Ilmu Pengetahuan,
Islam itu agama persaudaraan,
Islam itu agama da'wah,
Islam itu agama muhasabah diri,
Islam itu agama jihad apalagi kalau diperangi,
Islam itu agama kholifah fil ardi,
"Janganlah kalian merasa paling bertaqwa karena Allah mengetahui siapa yang paling bertaqwa sebenarnya" (QS An Najm 32). 

Sahabat sholeh FBku jangan kita merasa paling suci karena Allah tahu benar siapa kita. Kita bisa bersikap pede karena aib kita belum dibuka Allah. Boleh jadi orang yang kita pandang ma'siyat kemudian mulia karena mereka bertaubat, sementara kita yang merasa paling suci kemudian kotor karena keujuban diri. Sungguh sikap istiqomah dan rendah hati adalah tanda mata hatinya tidak rabun. Sayangi semua, da'wahi semua tanpa merasa diri paling suci. 

Semoga Allah senantiasa bimbing hati kita dengan Nur HidayahNya...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 September 2014

Senin, 28 Juli 2014

Hakikat Idul Fitri

ALLAHU akbar Allahu akbar walillaahilhamd, gema takbir kemenangan membahana di seantero alam bertanda takbir syukur kemenangan hamba-hamba Allah yang beriman di seluruh dunia.

Sahabat sholehku, hakikat Idul Fitri bukanlah baju baru, tetapi Idul Fitri adalah kembali suci setelah sabar berpuasa "diromadhonkan" Allah, dibakar, dicuci, dibersihkan dosa-dosanya oleh Allah sehingga ia seperti "kayaumin waladathu ummuhu" bayi yang baru dilahirkan ibunya, bersih, suci, wangi dan menyenangkan.

Yah menyenangkan karena ketaqwaan dan kemuliaan akhlaknya sehingga pantaslah "Al faaiziin" meraih kemenangan, 
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itulah yang mendapatkan kemenangan” (An-Naba’ 31).

Dan Rasul yang mulia pun menjawab ketika ditanya apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk Syurga. "Taqwa kepada Allah dan berakhlak mulia".

Berarti Idul Fitri melahirkan semangat baru, semakin takut kepada Allah, semangat taubat, jauh dari keinginan ma'siyat, semakin kuat ibadah, terutama sholat malam, sholat dhuha, berjamaah di mesjid, selalu menjaga wudhu, semakin dermawan, semakin mesra rumah tangganya, semakin Istiqomah. Yang pasti ada "hijrah" perubahan setelah puasa Romadhon SEMAKIN BAHAGIA MENDEKAT KEPADA ALLAH KARENA KETAQWAAN DAN KEMULIAAN AKHLAKNYA, itulah hakikat Idul Fitri.

Abang dan keluarga mohon ketulusan kalian memaafkan semua kesalahan abang sekeluarga lahir bathin, taqobbAllahu minna wa minkum. 

 
Foto keluarga abang. Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami, kedua orang tua kami, semua sahabat FB kami, terimalah amal ibadah kami, dan jadikanlah kami hamba-hambaMu yang sungguh-sungguh bertaubat dan bertaqwa kepadaMu...aamiin


K. H. Muhammad Arifin Ilham
27 Juli 2014


Diperbarui 5 Juli 2016

Kamis, 03 Juli 2014

Anta Ma Taquulu

SubhanAllah sungguh "anta ma taquulu" engkau apa yang kau katakan, "tiada kalimat mulia kecuali dari hati yang mulia, tiada kalimat hina kecuali dari hati yang hina pula". Karena itulah kalimat yang keluar dari lisan hamba yang bertaqwa adalah kebenaran, kemuliaan, kesantunan dan kasih sayang,
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (QS. Al-Ahzaab: 70-71).

Sebaliknya yang keluar dari lisan hati yang kotor, kalimat hujatan, sumpah serapah, penuh dengan caci makian, dan itulah gambaran dirinya. Rasulullah mengingatkan, "Barang siapa yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berkata baik, kalau tidak diam!". Diam itu emas, tetapi bicara baik itu berlian, alangkah indahnya cincinnya emas yang bermahkotakan berlian itu, itulah lisan dan pribadi mu'min itu.

Sebarkan percikan hikmah ini sahabatku, agar anak-anak kita, keluarga kita dan umat negeri yang tercinta ini membudayakan kalimat santun penuh kedamaian dan kasih sayang.

"Allahumma ya Allah, tanamkan di hati kami kekuatan iman dan keindahan lisan...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Juli 2014

Rabu, 28 Agustus 2013

Bekal Menuju Akhirat

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

Sahabatku, kalau kita bepergian jauh dan lama, maka kitapun akan mempersiapkan bekal selama perjalanan itu. Lantas bagaimana perjalanan sakratul maut, alam kubur dan kehidupan akhirat yang kita hidup disana bukan seabad, bukan sejuta abad, bukan semilyar abad tetapi selama-lamanya. 
"SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN AKHIRAT ITULAH SEBENAR-BENARNYA KEHIDUPAN" (QS Al Ankabut : 64), 
sementara waktu untuk mengumpulkan bekal di akhirat kelak terlalu sebentar.

Janganlah sia-siakan hidup sebentar ini dengan santai apalagi sampai berani ma'siyat. Bangunlah sholat malam dengan lama sujud dan doa, perkuat istigfar, sambutlah dahsyatnya akhirat dengan KESUNGGUHAN TAUBAT & TAAT, 
"BERBEKALLAH, DAN SESUNGGUHNYA SEBAIK-BAIK BEKAL adalah TAQWA" (QS Al Baqoroh : 197), 
sahabatku.

"Ya Allah tancapkan di hati kami keindahan iman, kesenangan ibadah terutama kenikmatan sholat malam dan wafatkan kami husnul khotimah...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Agustus 2013

Minggu, 28 Juli 2013

Hikmah Taqwa

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Sahabatku segala perintah dan larangan Allah adalah untuk kemaslahatan kepentingan hambaNya, demikian halnya perintah shoum agar hamba yang beriman itu menjadi BERTAQWA, sebab hanya dengan taqwa semua persoalan hidup dunia akhirat menjadi bahagia, karena itulah hamba beriman dididik Allah melalui universitas Ramadhon. Inilah bukti RAHMAT ALLAH itu.

Simak hikmah menjadi hamba yang bertaqwa,

1. Dicintai Allah, 
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa” (At-Taubah: 4),

2. Termulia disisi Allah, 
"Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal" (Al Hujurot : 13),

3. Wafatnya husnul khotimah, 
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam" (Ali Imron : 102),

4. Itulah bekal terbaik saat menghadap Allah,
"Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu Hai orang-orang yang berakal" (Al Baqoroh :197),

5. Tidak ada rasa khawatir dan bersedih atas apa yang terjadi, 
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Karena kesungguhan iman dan kekuatan taqwa mereka . Bagi mereka berita gembira di dunia dan di akhirat” (Yunus: 62-64),

6. Meraih jalan keluar dari setiap masalahnya bahkan rizki yang tidak terduga, 
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya" (QS Ath Tholaq 2-3),

7. Kemudahan jalan menuju SyurgaNya, 
"Dan barang siapa yag bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya" (At Tholaq : 4),

8. Memiliki kekuatan membedakan dan menegakkan yang Haq dan menghancurkan yang bathil, 
“Wahai orangorang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepada kalian furqan dan Allah akan menghilangkan diri-diri kalian dari kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian dan Allah mempunyai karunia yang besar” (Al-Anfal: 29).

9. Penyebab amalnya diterima Allah, 

"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa" (Al Maidah : 27),

10. Diampuni Allah karena sifat mulianya, 

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" (Al Ahzab : 70-71),

11. Akan diberi kedudukan kharisma mulia di muka bumi, 

"(Dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik" (Yusuf : 56).

12. Selamat dari marabahaya, 

"Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam Keadaan berlutut (Maryam : 72).

13. Kunci Syurga, 

"Itulah syurga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa (Maryam : 63),

14. Melahirkan sifat-sifat mulia, 

"Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, 134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan mema'afkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Merekapun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal" (QS Ali Imron 133 - 136).

15. Hidup penuh berkah, 

"Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (Al A'rof : 96),

16. Dibanggakan Allah, 

"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya (QS Al Bayyinah) .

Allahu akbar kini semakin jelas tujuan Shoum Ramadhon itu agar bertaqwa untuk kebahagiaan dunia akhirat. Terimakasih ya Allah, Engkau sangat sayang pada kami, ampunilah dosa-dosa kami dan bimbinglah kami agar menjadi hambaMu yang bertaqwa...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
11 Juli 2013


Diperbarui 12 Juli 2013

Sabtu, 22 Juni 2013

Masalah

Kita tak dirancang untuk menyelesaikan masalah sendiri.
Tapi setiap masalah, keinginan dan yang ditakuti harus jadi jalan untuk mendekat kepada Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segalanya.

Kita ini hamba, lemah bila tak dikuatkan-Nya,
Bodoh kecuali diberi sepercik ilmu-Nya,
Miskin kecuali dititipi sedikit dan sebentar oleh-Nya,
Bingung kecuali ditunjuki-Nya.

Maka jangan terlalu lama dan dalam bila berpikir, segeralah "bungkus" dan serahkan kepada-Nya.

Niscaya akan dibimbing suasana hati, ide dan gagasan, dituntun harus apa dan kemana... semua pertolongan hanyalah milik-Nya.
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka baginya jalan keluar dan didatangkan rizki/pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka" (QS ath thalaq 2) .

KH. Abdullah Gymnastiar
17 Juni 2013

Sabtu, 19 Januari 2013

Bahaya Mabuk Pujian

Dipuji, dikagumi, diperlakukan spesial itu sangat nikmat, sehingga banyak orang yang sangat merindukannya.

Dan bagi yang tak hati-hati dan tak kuat iman, akan banyak kerusakan yang timbul bila sudah diperbudak dan mabuk pujian.

Seperti orang mabuk; berpikir, berbicara, bersikap dan mengambil keputusan menjadi tak normal/error.

Hati akan cenderung hilang kepekaan, mudah tersinggung dan sakit hati bila orang tak memuji atau memperlakukanny­a tak sesuai harapan.

Hidup selalu galau, sangat cemas orang tak lagi memperhatikanny­a. Akal selalu berputar akibatnya jadi kurang peduli kepada yang lain, selalu orientasi diri sendiri.

Sibuk sekali membangun 'kemasan'/­topeng' demi penilaian orang walau harus berhutang atau menanggung resiko yang berat.

Orang-orang disekitarnya pecinta penilaian manusia, tak akan merasa nyaman, karena yang bersangkutan pun­ tak nyaman dengan dirinya sendiri.

Hubungan dengan Allah pun semakin terhijab, walau banyak ilmu agama dan rajin ibadah, karena di hatinya bukanlah Allah yang dituju melainkan sibuk dengan penilaian makhluk.
"Janganlah kamu mengatakan dirimu suci/jangan memuji dirimu. Dia lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa" ( Qs An Najm : 32 )

KH. Abdullah Gymnastiar
4 Januari 2013

Selasa, 25 September 2012

Sedekah Karakter Orang Bertaqwa

Dimanakah letak kedahsyatan sedekah?
 
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Ahmad,“Tatkala Allah SWT menciptakan bumi maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.
 
Kemudian mereka bertanya,“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”,
Allah menjawab,“Ada yaitu besi.” {Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenis yang terbuat dari besi}.

Para malaikat pun kembali bertanya,“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”
Allah yang Mahasuci menjawab,“Ada yaitu api.”
{Besi bahkan baja bisa menjadi cair lumer dan mendidih setelah dibakar bara api}.

Para malaikat bertanya kembali,“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”
Allah yang Maha Agung menjawab,“Ada yaitu air.”
{Api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram oleh air}.

“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?”
Allah yang Maha tinggi dan Maha Sempurna menjawab,“Ada yaitu angin.”
{Air di samudera luas akan serta merta terangkat bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat tersimbah dan menghempas karang atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar tiada lain karena dahsyat kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat}.

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi,“Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatan-Nya menjawab,“Ada yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanan sementara tangan kiri tak mengetahuinya.”
Artinya orang yang paling hebat paling kuat dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai diri sehingga sedekah yang dilakukan bersih tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya tak usah heran seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tak akan kalah oleh aneka macam selera rendah yaitu rindu pujian dan penghargaan.

KH. Abdullah Gymnastiar
3 Agustus 2012

Rabu, 16 Mei 2012

3 Ranking Hamba Yang Bertaqwa

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, ada 3 rengking drazat hamba Ɣªήğ bertaqwa itu disisi ALLAH (QS 3:34),
kita mulai dari rengking ke 3 dulu, ”Alkaazhimiinal goizho”, mampu menahan marahnya walaupun mampu ∂ɑπ punya peluang untuk membalasnya,

Rengking ke 2, "Al aafiina aninnaas”, mampu menahan marah ∂ɑπ mampu memaafkan, sayangnya belum mampu melupakannya, kadang-kadang masih ingat.

Sedangkan rengking tertinggi. ”Almuhsiniin”, bukan hanya mampu menahan marah, memaafkan ∂ɑπ melupakan tetapi bahkan mampu ∂ɑπ senang mengajak untuk membuka lembaran baru," Yang lalu Ɣªήğ lalu, mari kita mulai dari Ɣªήğ baru lagi",

SubhanAllah, mulia sekali hamba ini disisi ALLAH, pantaslah ALLAH sangat mencintai hamba Ɣªήğ MUHSINIIN ini. Lantas kita ada pada rengking Ɣªήğ mana,sahabatku?,
"Semoga ALLAH senantiasa memperbaiki keadaan kita dengan HIDAYAHNYA...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 Mei 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...