Tampilkan postingan dengan label tasbih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tasbih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Agustus 2019

Dzikir dan Akhlak Mulia

Sahabatku, kita mendambakan bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia mengikuti baginda Nabi Muhammad Shallallahu'alahi wassalam. Nah, akhlak mulia itu sangat dipengaruhi oleh dzikrullah, semakin baik kualitas dzikir seseorang, semakin banyak dzikir seseorang, maka akan semakin sempurna akhlaknya. Orang yang dzikir secara alakadarnya paling hanya akan berakhlak saja, tidak mencapai kesempurnaan dan kemuliaan akhlak.

Dzikrulloh akan membuat akhlak menjadi ikhlas. Ada yang berbuat baik supaya dianggap orang baik. Ada yang berbuat baik supaya orang lain membalas kebaikannya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain tidak berbuat jelek kepadanya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain merasa berutang budi karena kebaikannya. Semua ini tidak termasuk akhlak mulia, karena akhlak mulia itu berkaitan dengan dzikrulloh yaitu ikhlas.

Sulit sekali orang menjadi ahli syukur kalau tidak dzikir, karena sesungguhnya segala nikmat berasal dari Alloh Ta'ala. Sulit sekali orang bisa sabar jikalau tidak dzikir, karena sesungguhnya orang yang sabar itu adalah orang yang bisa menahan diri dan memilih yang Alloh sukai. Jadi, orang yang kurang dzikir maka akan kurang sempurna akhlaknya. Meskipun dia bisa berbuat baik, tapi pasti tidak mencapai pada kemuliaan akhlak.

Alloh Ta'ala. berfirman, 
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al Ahzab [33] : 41-43)
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendawamkan dzikir dan istiqomah menjadikan dzikir bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas kita sehari-hari. Semoga kita menjadi orang-orang yang berakhlak mulia dan istiqomah dalam kesempurnaan akhlak. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.


KH. Abdullah Gymnastiar
20 Agustus 2019

Senin, 19 November 2018

Burungpun Bertasbih

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) di waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah.” (Shad [38]: 18-19).
Rasulullah bersabda,
“Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah”
(HR Bukhori, Muslim).

Allahumma ya Allah jadikanlah kami hamba hamba Mu yang senang ibadah kepada Mu dan senang berbuat baik pada makhluk Mu, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
18 November 2018

Sabtu, 02 Juni 2018

Memelihara Burung

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu. 

SubhanAllah walhamdulillah burung adalah makhluk Allah yang selalu bertasbih, baca surah Al Anbiya 79 .
“...Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya”.
Rasulullah bersabda, 
“Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama”, 
“Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu” 
(HR Abu Dawud & Timidzi)

SubhanAllah ingat sahabatku, haram hukumnya memelihara burung, kecuali :

1. Memang burung peliharaan.

2. Dijamin makan minumnya.

3. Hak kawin dengan pasangannya.

4. Bisa mengepakkan sayap untuk terbang.

Alhamdulillah dengan kurungan besar burung peliharaan bisa terbang dengan pasangan riang gembira.

Burung yang dilepas seakan mengucapkan terimakasih, tidak mau keluar meninggalkan kurungannya karena RASA SYUKUR.

SubhanAllah sekiranya sahabatku yang punya burung tetapi belum mampu memeliharanya secara syar’i, abang dengan senang hati siap memeliharanya di kandang abang.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
1 Juni 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Dzikirnya Makanan dan Dzikirnya Kerikil


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun"(Al-Isra’ 44)
Sahabat mendengar dzikirnya Makanan

Diriwayatkan oleh Abdullah: “Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah mengagungkan nama Allah.” (HR Bukhari, juz 5 no 779)

Sahabat mendengar dzikirnya kerikil

Abu Dzar ra. ia berkata, “Saya pernah hadir dalam sebuah pertemuan disisi Rasulullah. Saya melihat beberapa batu kerikil yang dipegang beliau mengucapkan tasbih. Saat itu di antara kami ada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka semua yang hadir dipertemuan itu mendengar tasbih benda tersebut. Kemudian batu-batu kerikil itu oleh Nabi diserahkan kepada Abu Bakar yang dapat didengar oleh semua orang yang hadir dipertemuan itu. Ketika diberikan lagi kepada beliau kerikil itupun masih tasbih di tangan beliau, kemudian beliau menyerahkan kepada Umar dan batu kerikil itu pun mengucapkan tasbih ditangannya yang bisa didengar oleh semua orang yang hadir dipertemuan. Kemudian Nabi menyerahkan kepada Utsman dan ia pun mengucapkan tasbih ditangannya. Tetapi ketika oleh Nabi batu kerikil itu diserahkan kepada kami, ia tidak mau bertasbih bersama seorang pun di antara kami." (HR Thabrani dalam buku haditsnya Al-Mu’jamul Ausath nomor 1244 dan oleh Abu Nu’man dalam Dalaa’ilun Nubuwwah I/404.)

Allahumma ya Allah tolonglah agar kami selalu dan selalu berzikir kepadaMu, hingga Engkau wafatkan kami dalam keadaan menyebut namaMu, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
25 Januari 2018

Kamis, 29 Mei 2014

Sudah Baca?

Sudah baca 100 shalawat?
Yang ringan & sederhana aja. Ga apa-apa. صل الله علی محمد. Shallallaahu 'alaa Muhammad.

100 tasbih? Udah?
Biar dosa kehapus, rizki juga banyak & kebuka. سبحان الله وبحمده. Subhaanallaahi wabihamdih. Maha Suci Allah & segala puji bagi-Nya.

100 istighfar?
استغفرالله العظيم. Dibaca juga nih istighfar. Dan sebarin amalan-amalan yang gini. Siapa yang tergerak baca, jadi pahala & kebaikan kawan-kawan juga.

2 ayat terakhir surah at taubat baca juga 7x. Buat yang ada kesusahan dan hajat, maasyaaAllah mustajab banget.

Baca pula لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم.
100 s/d 300x dah / hari. Buat ngehalau kesulitan, datengin pertolongan dan Kemudahan-Nya.

Semua bacaan / amalan, boleh banget dibaca 2x, pagi sore. Tambah cakep.

Amalan-amalan yang saya tulis, bener-bener dilaksanain deh coba 7, 14, 21, 40, 100 hari berturut-turut. Jangan berhenti. Tar terusin terus jangan berenti sampe wafat.
Tunjukin kesungguhan pengen berubah. Tunjukan kesungguhan butuh Pertolongan-Nya. Dengan jalanin bener ibadah sekenceng-kencengnya dan seistiqomah-istiqomahnya.

Biasanya sih, hajat sama masalah, bakal ditolong Allah banget. Asal dosa-dosa besar ga kelewat banyak. Kalo ada, arahin doa-doa ke ampunan dulu aja.

Ampunan Allah jadi lebih penting daripada masalah selesai, atau daripada hajat kecapai. Asli. Ampunan lebih harus dikejar daripada dunia. Buat yang dosa-dosanya biasa aja, ngejalanin sunnah-sunnah yang saya tulis ini, 7 s/d 40 hari aja, udah bakal keliatan perubahannya. Apalagi bila diterusin.

Selamat menjalankan ya. Jangan lupa share dan ajak yang lain. Supaya pada terang dan tenang hidupnya. Semoga bisa juga memperbaiki shalat-shalat fardhu dan ngebanyakin sedekah.

Khusus soal sedekah, keluarin aja sedekah terbaik. Supaya dapat juga Keistimewaan Terbaik dari Allah. Salam, dari Banjar Baru, Kalsel.

If there is doa, there is a way...
If there is yusuf...? There is who...? He he he...
If there is a will, there is a way. InsyaaAllah.

Yusuf Mansur
28 Mei 2014

Selasa, 22 April 2014

Penghalang Rezeky

Yang menghalangi rizki Allah, dan pertolongan-Nya, dosa kita. Hancurkan dosa dengan istighfar, shalawat dan subhaanawlloohi wabihamdih. @100x dah.

Zikir berupa istighfar, tasbih (subhaanawlloohi wabihamdih) dan shalawat, semuanya punya fadhilah mendatangkan ampunan Allah.
Bila ampunan Allah dah datang, dosa dah bersih, insyaaAllah, hubungan sama Allah, baik lagi, lancar lagi. Aaamiin.

Banyakin zikir dah ya. Dan 100 itu angka yang menunjukkan sudah banyak. Silahkan lebihin dan boleh kurangin. Tapi kalo saya, lebihin aja.

Share amalan-amalan yang saya tulis ke yang lain dan bina. Maksudnya, ya kawan yang dikirimin, ditanya, dibimbing, untuk melaksanakan. So, berganda-ganda pahalanya.

Ibarat saluran WC mampet karena kotoran. Bersihin dulu tuh salurannya dari apa yang bikin kita mampet. Seperti itulah dosa kita. Kotoran.
Dosa jangan keburu gede, keburu nempel, keburu berkarat. Apalagi keburu menyatu. Hiiiiiiiii... Susah ngilanginnya. Lama.

Alhamdulillaahnya, Allah Maha Pengampun. Makanya berbahagialah. Dan bergegaslah. Allah punya kebijaksanaan dalam mengampuni. Jangan diulangi aja.

Ustadz Yusuf Mansur
21 April 2014

Minggu, 01 Desember 2013

Amalan Harian

Jangan ditinggal...
100 shalawat...
100 istighfar...
100 subhaanallaahi wabihamdih...
100 laa-ilaa-ha-illallaah...

Kalo mau rizki banyak, tambahin Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x.
Jumlah yang ini, bisa diubah, lebih banyak/lebih sedikit. Saya malah setiap habis shalat. Jumlahnya disedikitin, 33x atau 11x. Tapi tiap habis shalat. Rizki alhamdulillaah, ngeberusut.

Yah, itung-itung setiap habis shalat, manggil-manggil Yang Maha Membuka dan Maha Memberi Rizki. Dipanggil trus, masa ga datang.
Kalo lagi butuh banget-banget, hajar 111x, saban-saban habis shalat. Liat efeknya. Mudah-mudahan makin cinta sama Allah.
Amalan harian ini, ngamalinnya jangan ON OFF. Geber 100 hari gitu. Tar habis tuntas 100 hari ga putus, geber lagi 100 hari ke-2, ke-3, dst.

Pelan-pelan coba benahin shalat berjamaahnya. Di masjid. + qobliyah ba'diyahnya. + tahiyyatul masjid, + syukur wudhu. Juga hajar 100 hari. Ambil kesempatan emas doa mustajab antara azan dan iqomat. Ngiringin amalan harian. Pelajarin zikir/wirid yang diajarkan Nabi saban-saban habis shalat fardhu. 33x ini 33x itu. Ini jangan ampe ditinggal. Dijalanin juga.Tar hidup terasa enteng. Ringan. Ga kayak ngejar bayangan dalam nyari rizki. Adem idup.

Kalo 100 hari dirasa berat, coba 3 hari dulu. Jajal dengan kekuatan penuh. Jangan ada yang bolong dan ketinggalan. Trus tingkatin 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, trus sampe dah ke-100 hari. Habis itu langsam, jangan ditinggal. Syukur-syukur sekalian aja dah, tahajjudnya, minimal 2 rokaat aja mah. Waktu emas nih. + dhuha. Walo juga minimalis 2 rokat.

Al Qur'annya dibaca 1 halaman + artinya, + dihafal 1 ayat + artinya.
Sempurnain dengan sedekah, nuntut ilmu pake bismillaah, kerja pake bismillaah, usaha pake bismillaah, tutup pake alhamdulillaah.

Apabila mata bisa sekalian dijaga, telinga, lisan, hati, pikiran, selama ngetrack di jalur 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari, tambah cakep dah.

Mas Wahyu, salah seorang jamaah, ngabarin, ngetrack ginian doang, utangnya 3M lunas, dengan cara-cara amazing, dalam waktu yang amazing. Dengan cara ini pula, ngembaliin idup pada tracknya, sepasang suami istri yang udah 14 tahun menikah, lom punya anak, punya anak.

Dah. Disimpen nih #hariannya ya. Diamalin. Jajal betul ya.
Dosisnya bisa dikurangin, jadi 10, bukan 100. Asal rutin, istiqomah, dengan pikiran dan hati yang benar-benar nyambung ke Allah. Jangan sambil bb-an, twitteran, ngemil, kalo pas zikir.
Masa bicara sama presiden, menteri, bisa fokus, lalu sama Allah sambil lalu?

Doain dah ya. Yusuf Mansur bisa ngejalanin juga nyang beginian.

The Miracle you wanna, will come...

Semua ini ga berat. Kitanya aja yang kelamaan idup ga on the track... Nyimpang. Jadi untuk ngebiasain yang begini-begini, terasa berat. So, just mulai aja dulu...

Tar kalo dah biasa, enteng... Kayak shalat malam, kalo sekali-kali, banyakan puyeng dan ngantukan. Tapi kalo terus-terusan, akan biasa. Sekarang kan kita biasa... Biasa tidak melakukan... Nah, ubah ini. Change it. Jadi biasa melakukan.

Oh ya, jangan lupa. Yang bikin qt bisa zikir, lalu istiqomah, adalah Allah. Jadi, doa supaya bisa ngamalin dengan enteng dan istiqomah. Termasuk doa, supaya bisa sedekah, bisa shalat malam, bisa dhuha, bisa baca, ngerti, ngafal, ngamalin Qur'an. Minta. Doa.

Yaa Fattaah... "a" nya, panjang. Yaa... Taa... "h", nya h kecil. Ujungnya disukunkan. Yaa Rozzaaq, "a" nya panjang. Ujungnya, qof.
Tasbihnya: subhaanawlloohi wabihamdih...
Sahalawatnya: Awlloohumma sholli wa sallim wabaarik 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa-ash-haabihi wa dzurriyyaatihi wa ummatih.

Buat yang benar-benar merasa sudah banyak westing timenya. Atau buang waktunya. Ngebut aja di amal harian. Tambahin dengan mendawamkan, atau membiasakan, dengan membaca 4 Surah al Ma'tsuuraat: Yaasiin, al Waaqi'ah, ar Rohmaan, dan al Mulk.

Habis shubuh, al Waaqi'ah. Habis dhuha, ar Rohmaan. Habis isya/maghrib, Yaasiin. Jelang tidur, al Mulk. Komposisi bisa diubah-ubah. Gpp. Baca 2 ayat terakhir Qs. at-Taubah, 7x habis shubuh, dan habis maghrib. Terus Awlloohumma ajirnaa minannaar, 7x, habis shubuh dan habis maghrib. Yaa Allah, jauhkan/selamatkan kami dari api neraka.

Kemudian habis dhuha, wiridin 100x doa/wirid cantik. Yang kalo didawamin, keren banget efek ke kehidupan dan kematian.
Zikir yang dimaksud setelah dhuha: Robbighfirlii watub 'alayya. Innaka Antat-tawwaabul-ghofuur.
Artinya: Yaa Allah, ampunilah saya, dan terima taubat saya... Sesungguhnya Engkau Penerima Taubat lagi Maha Pengampun Yang Ampunan-Nya Begitu Luas."
Dibaca 100x, sambil introspeksi diri dan niat memperbaiki diri.
Kalo untuk jadi doa buat keluarga (kami), ganti "naa", jadi: Robbighfirlanaa watub 'alayanaa...

Pagi dan sore baca: Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihii syai-un fil-ardhi walaa fissamaa-i wahuwassamii'ul 'aliim. 3x.
Dengan Nama Allah, ga ada yang bisa nyelakain, nyusahin, ngeribetin, di bumi dan di langit. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Pagi-pagi, baca: ash-bahnaa wa-ashbahnal mulku lillaah.
Sore: amsainaa wa amsalmulku lillaah.
Terusannya, dicari di internet.
Zikir pagi sore. Dicari nih. Dijalanin. Jadi sehari-harinya kita dalam pengawasan dan penglihatan Allah yang sedang baik terus.

Sekali lagi, semua ini enteng kalo udah dibiasain 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, 100 hari ke atas. Jadi, biasain aja.

Udah kelamaan juga kan kita hidup jauh dari Allah. Bencana banyak, bahaya banyak. Dimana-mana berita musibah dan kematian. Kalo qt ga deket dan ga minta perlindungan Allah, nanti hidup dan mati qt bakal sia-sia. Apalagi hidup nyata-nyata makin susah. Masa ga mau nginsyafin diri? Sedikitin atau malahan tinggalin dosa, banyakin ibadah dan amal.

Ustadz Yusuf Mansur
18 November 2013

Sabtu, 10 Agustus 2013

Langit Dan Bumi

Isinya langit dan bumi, bukan kita doangan. Dan ga keitung jumlah dan varian penghuninya. Belum lagi kalo malaikat dan jin diitung.

Dedaunan, ranting, dahan-dahan, akar, dari pepohonan, siapa yang bisa ngitung tuh jumlahnya? Kembangnya, bunganya, buahnya?
Serangga, hanya 1 jenis binatang. Sedang, raron, semut, nyamuk, lalet, udah ga bakalan bisa keitung juga.
Ikan juga bermacam-macam. Bahkan ikan-ikan di darat yang udah pada jadi ikan bakar, ikan goreng, ikan pepes, he he he...bener-bener juga ga bisa keitung.

Hebatnya, ketika disebut binatang, misalnya, ikan, bukan hanya 1 ikan dihitungnya. Tapi sisiknya, siripnya. Wow.
Seperti menghitung pohon, ga cuma 1, yakni pohonnya. Engga. Tapi semua bagian dari pohon itu.
Maka jumlah makhluk Allah, makin bener-bener ga keitung, jika hitungannya pakai bulunya binatang-binatang, sayapnya binatang-binatang...
Belom lagi air, yang dihitung bukan 1 juga. Tapi dengan hitungan bagian per bagian air itu. Debu, pasir, kerikil, batu...
Belom juga yang tersembunyi di balik gunung, di dasar bumi, di dasar samudera, di dasar lautan, awan yang bergerombol...

Dan disebut semesta, bukan hanya bumi. Ada ratusan milyar planet kayak bumi di galaksi ini. Dan ratusan milyar pula galaksinya.

Dan semua yang saya sebut, berikut yang belum disebut, seperti bulan, bintang, matahari, semuanya... BERTASBIH pada-Nya...

Tidakkah qt mau mengetahui?
Bahwa jika kita bertasbih, maka frekuensinya akan sama dengan seluruh semesta dan isinya yang juga bertasbih.
"Sabbaha lillaahi maa fissamaawaati wal-ardh. Apa-apa yang di langit dan di bumi, bertasbih kepada Allah..." (Al Hadiid [57]: 1).

Jadi jika qt bertasbih, maka itu sama saja dengan melakukannya bersama-sama seluruh, sekali lagi, seluruh, penghuni langit dan bumi.
Bertasbih bersama ikan-ikan... Bertasbih bersama dedaunan... Bertasbih bersama burung-burung... Bertasbih bersama semua yang disebut tadi.

Sebagai PR, he he, coba tengok surah al Hadiid, ayat 1 s/d 11. Baca berulang-ulang, teks dan terjemahnya. Keren banget. Coba dah.

Yang belum bertasbih, yuuukkk... Subhaanallaah bihamdih... 100x...
Lebih keren, 100 pagi, 100 petang. Seirama dengan semesta!

Ustadz Yusuf Mansur
22 Juli 2013

Selasa, 18 Juni 2013

Tasbih

Baca dah 3x pagi, 3x sore. Baca dah 3x pagi, 3x sore.
Secara para nabi saja diperintahkan bertasbih, dan dapat Keajaiban-Nya.

Di antaranya Nabi Zakariya.
Dan apa Keajaiban Allah yang didapat oleh Nabi Zakariya? Keajaiban memiliki anak keturunan.

Bertasbih adalah amalan seluruh penghuni langit dan bumi, dan amalan para Nabi. Jadi, pastinya insyaaAllah mendatangkan banyak Keajaiban.

Ada santri saya, namanya "O". Buandel, he he he... Kawan-kawan pengasuh dan pimpinan, akhirnya mutusin ngeluarin beliau. Di hari dikeluarin, saya atas izin Allah menjemputnya dan membawanya ke pesantren yang di Ketapang. Beliau santri cabang Bandung. Sampe di pesantren denqan yang di Ketapang, saya tidak ajak bicara, tidak saya ajarin, kecuali sedikit saja. Dan tinggalnya pun di tenda/camp. Secara de jure, santri "O" ini dah dikeluarin. Tapi saya atas izin Allah ngasih kesempatan, dan mencoba percaya padanya. Saya ajarin beliau sedikit tentang tasbih, dan memintanya "aktif" mencari tau, menjelajahi ilmu, wawasan dan pengalaman tentang tasbih.

Selama ditarik oleh saya, pasca dikeluarin dari pesantren, ga ikut belajar di kelas, dan keluar bener dari pesantren, kecuali...
... Kecuali ya saya jemput dari pesantren cabang, dan di taro di pusat. Dan kerjaannya bertasbih, dan mencari tau tentang tasbih, Sambil saya minta bersih-bersih pesantren, nyapu, ngepel, ikut masak, dll kerjaan OB/pesuruh. Subhaanallaah, Maha Suci Allah... Anak ini berubah. Ananda malah kemudian tembus UI, dan prestasinya cemerlang di UI.

Dan sebelum masuk UI, alias pas masih di "pengasingan", he he..., di pesantren, ananda "O" ini nulis buku tentang tasbih. Judulnya...
... Judulnya: Change Your Life With Tasbih. Subhaanallaah dah. Maha Suci Allah. Ya, bertasbih banyak mendatangkan Keajaiban-Nya.

Barusan ananda "O" kontak saya. Subhaanallaah, malah mau lanjut studi di Australi. Dah siap-siap terbang. Go tasbih...!!!

Amalan hebat buat semua anak, adalah doakan orang tuanya, sebanyak-banyaknya, serutin-rutinnya, seluas-luasnya.

Dulu waktu utang banyak banget, dan diuji dengan kemiskinan, saya gulung kertas jadi bola-bola kecil. Pengganti tasbih. 40 bola kertas kecil. Bola kertas kecil tuh maksudnya, kertas saya sobek-sobek kecil. Kemudian digulung-gulung jadi bola sebesar biji tasbih. Pengganti tasbih. Totalnya berapa tuh hayooo...?

4444x shalawat itu saya baca, lebih kurang 2 jam setengah. Dibawa santai bacanya. 7 tahun kurang lebih jalanin "riyadhah" tsb, alhamdulillaah berasa. Allah Maha Kuasa. Dulu ga kebeli tuh tasbih, walo "cuma" 2000 perak. Tapi ga boleh ada halangan. Makanya saya bikin 40 bola kertas itu. Buat bershalawat. Saya hitung 100 sholawat, pake ruas-ruas jari. Begitu udah 100, 1 bola kertas kecil, saya pisahin. 40 bola kertas kecil, 4000 sholawat.

Yah, semoga jadi motivasi dan pencerahan buat kawan-kawan yang benar-benar sedang butuh pertolongan Allah. Kalo soal dalilnya, dalil yang menunjukkan banget-banget kudu segitu bacanya, ga ada. Tapi saya baca aja sebanyak-banyaknya. Ukuran saya, ya segitu.

Jangan lupa, yang "asas", yakni berjamaah shalatnya, di masjid, + sunnah-sunnahnya, ya digeber juga. Sebaik-baiknya senjata kaum mukmin itu: shalat, doa, sedekah, dan amalan-amalan sunnah lainnya. Tapi senjata itu, tumpul kalo shalatnya jelek.

Setelah selesai 40 bola kertas @100shalawat, saya ulangi lagi. Masing-masing 10x shalawat tambahan. + saya tambahkan lagi 44x shalawat.

Ustadz Yusuf Mansur
10 Juni 2013

Jumat, 31 Mei 2013

Pengampunan

Orang dimodalin. Lalu kabur, lari. Atau disalahgunakan. Qt lalu marah dan menuntutnya. Nah, qt bermaksiat dengan seluruh modal dari Allah...

Tanyakan yang pernah dikhianati kepercayaannya, bagaimana rasa sakitnya? Alhamdulillaah Allah Maha Sabar. Betapa qt sering mengkhianati kepercayaan-Nya.
Qt dikasih mata, malah liat yang Allah Ga Ridho.
Dikasih telinga?
Dikasih mulut?
Dikasih kaki?
Semuanya malah dipakai untuk melawan-Nya. Harusnya qt marah pada diri sendiri.

Selama ini qt dikasih lancar kencing (maaf). Eh eh eh, ada yang makai untuk berzina. Astaghfirullah. Gimana klo Allah marah semarah-marahnya?
Bagaimana jika Allah tutup semua saluran kencing, sebab qt berzina?
2 jam nahan kencing, sebab macet. Giliran ketemu toilet, pintu toilet terkunci. Nunggu lagi setengah jam. Eh eh, begitu pintu bisa dibuka... Resleting celana pun udah dibuka, ternyata baru sadar qt ga bisa kencing!
Barulah sadar, betapa mahalnya karunia Allah. Dan biasanya, baru sadar juga kesalahan qt. Di antaranya, suka dipakai berzina.
Sampe RS., ga ada tindakan. Sebab kamar semua penuh, apalagi ruang operasi. Dokter-dokter pun pada kondangan semua, he he he. RS kosong.

Saya ga mau nakut-nakutin kawan-kawan... Saya berharap bisa menyentuh hati kawan-kawan yang paling dalam... Dengan bahasa kasih, bahasa seorang kakak...

Yaa Allah, ampuni semua kesalahan kami... Semua... Tak terhitung...
Marilah istighfar 100x... Sekarang. Ga pake nanti. Sebelum azab "dijalankan"... + subhaanallaahi wabihamdih, 100x. + 100 sholawat...

"Dan sesungguhnya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis."
Itu kutipan surah an Najm [53]: 42 s/d 44.

Baca aja sempurna surah itu, sampe ayat terakhir,
"Maka sujudlah kepada Allah, dan sembahlah DIA".

"Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan segala sesuatu..."
100 istighfar, shalawat, dan tasbih... Selamat membaca...
"Dan sesungguhnya DIA lah yang mematikan dan menghidupkan."

Qt perlu pengampunan banyak dari Allah. Kadang pengampunan itu datangnya lewat jalan yang qt ga suka. Di antaranya lewat fitnah, kehilangan, kecurian, penyakit, musibah, bala, keburukan...

Atau pengampunan itu datang lewat banyaknya masalah yang membuat qt pusing, hingga makin istighfar dan mendekat ke Allah.

Atau pengampunan datang dan diberikan lewat tidak atau belum dikabul-kabulnya doa-doa kita, hingga qt terus bersabar dan baik sangka.

Jika terhadap itu semua qt ikhlas, sabar, dan baik sangka, bukan hanya pengampunan yang diberikan, tapi juga kenaikan derajat dan perubahan hidup.

Ustadz Yusuf Mansur
19 Mei 2013

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...