Tampilkan postingan dengan label setan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2022

Alhamdulillah Berjumpa Dengan Ramadhan Lagi

 Alhamdulillah kita diberikan nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.

Namun kenapa maksiat masih banyak terjadi di bulan Ramadhan walau setan itu diikat?

\Disebutkan oleh Abul ‘Abbas Al-Qurthubi:
1. Setan diikat dari orang yang menjalankan puasa yang memperhatikan syarat dan adab saat berpuasa. Adapun yang tidak menjalankan puasa dengan benar, maka setan tidaklah terbelenggu darinya.
2. Seandainya pun kita katakan bahwa setan tidak mengganggu orang yang berpuasa, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain yaitu dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejelekan, adat kebiasaan dan gangguan dari setan manusia.
3. Bisa juga maksudnya bahwa setan yang diikat adalah umumnya setan dan yang memiliki pasukan sedangkan yang tidak memiliki pasukan tidaklah dibelenggu.

Intinya maksudnya adalah kejelekan itu berkurang di bulan Ramadhan. Ini nyata terjadi dibandingkan dengan bulan lainnya.

(Al-Mufhim lima Asykala min Takhlis Kitab Muslim, 3: 136. Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 221162)

Muhammad Syafii Antonio
31 Maret 2022

Minggu, 26 Desember 2021

Meyakini Kehadiran Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Dari Abu Bakar ash-Shiddiq, beliau berkata, “Aku melihat tapak kaki kaum musyrikin ketika kami bersembunyi di dalam gua, dan orang-orang tersebut tepat di atas kepala kami. Lalu aku berkata, ‘Ya Rasulullah, andaikata seseorang dari mereka itu melihat ke bawah kakinya maka pasti mereka akan melihat tempat kita ini. ‘ Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ‘ Wahai Abu Bakar, apakah engkau mengira bahwa kita hanya berdua? Allah adalah yang ketiga dari kita ini.”

HR. Imam Bukhari dan Muslim



Nah, saudaraku. Kalau kita misalnya menyebut Allah sebagai “yang ketiga”, seperti pada hadis tersebut, maka jangan membayangkan kita menjadi bertiga dengan Alloh dalam bentuk sebagaimana kita sehari-hari. Karena Allahu Ahad itu bukan berarti angka ‘satu’ dalam bilangan kita.

Kalau angka satu bilangan kita dapat ditemui dari mana saja. Misalnya setengah ditambah setengah, dua dikurang satu, sepertiga dikali tiga atau dua dibagi dua. Satunya kita bisa penjumlahan, pengurangan, pengalian dan pembagian. Tapi Allahu Ahad tidak bisa dari sisi mana pun.

Allahu Ahad berbeda dengan “satu”-nya kita. Maksudnya, Allah tidak harus wujud. Seperti sekarang saudara sedang membaca tulisan ini, Allah pasti hadir dan menyaksikan. Misalkan saat membaca tulisan ini saudara sendirian, maka saudara bisa menyebut Allah sebagai “yang kedua”. Saudara sedang berdua dengan Allah.

Tidak sulit bagi kita meyakini sesuatu yang tidak terlihat. Seperti udara dan gaya gravitasi, kita meyakininya ada meski tidak tampak. Sama dengan elektron, proton, atau listrik juga tidak tampak, mungkin baru terlihat ketika ada yang salah pegang kabel.

Untuk lebih jelasnya, saya akan menyampaikan sebuah kisah yang sudah sering diceritakan. Bagi saudara yang mungkin masih ingat, tidak ada salahnya membaca lagi supaya kita tidak mudah lupa tentang kehadiran Allah.

Suatu ketika ada seseorang yang terpelajar secara duniawi bertanya tiga hal kepada orang-orang. Pertama, tentang bukti kehadiran Allah. Kedua, tentang apa sebetulnya takdir.

ketiga, tentang setan yang dicipta dari api dan dimasukkan ke neraka yang api juga, yang dianggapnya sebagai lelucon.

Setiap orang yang ditanyainya tidak ada yang bisa menjawab. Sampai kemudian ada seseorang yang berkata padanya agar dia pergi menemui seorang alim di sebuah kampung, “Insya Allah, beliau bisa memberi jawaban yang memuaskan Anda.” Tapi orang yang terpelajar duniawi menganggap nasehat itu sebagai lelucon tambahan. “Orang kota saja nggak bisa jawab, apalagi orang kampung.” Katanya. “Dicoba saja dulu,” jawab seseorang tadi meyakinkannya.

Singkat cerita, sampailah dia di kampung dan bertemu orang alim yang dimaksud. Dia langsung bertanya, “Kakek, setiap yang ada itu harus ada buktinya. Kalau Tuhan ada buktinya? Lalu apa itu takdir? Jangan-jangan cuma alasan atau dalih saja karena nggak berani menerima kenyataan. Dan, katanya setan dibuat dari api, tapi mengapa dimasukkan ke neraka yang api juga? kan, api dengan api ngga berasa. Bagaimana, kek?”
Kakek alim berkata, “mendekat kesini, nak.” Plakk…

Orang yang terpelajar duniawi itu ditempeleng. “Kakek! Kalau ngga bisa jawab, jangan emosi dong!” teriaknya kesakitan. “Maafkan saya, nak. Itu bukan menempeleng, tapi itulah jawabannya.” Tapi dia masih tidak terima, “Jawaban bagaimana, kek? Sakit ini!”

“Benar sakit?” tanya kakek. “Sumpah, sakit banget, kek!” Lalu kakek itu bertanya lagi, “engkau yakin sakit itu ada?” “Yakin, kek!” Kakek itu kembali berkata, “Baiklah, kalau benar sakit itu ada, coba tunjukkan atau gambarkan saja seperti apa sakit itu?” Orang yang terpelajar mulai kebingungan, “Ya, pokoknya ada.”

Itulah bukti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu ada, tapi tidak bisa ditunjukkan atau digambarkan tapi bisa dirasakan bagi yang yakin kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Baiklah,” lanjut kakek itu, “Apa sebelum itu engkau pernah bermimpi ditempeleng?” “Tidak,” jawabannya. “Apa engkau merencanakan ditempeleng?” Tanya kakek lagi. “Sama sekali tidak.” Atau, “Mungkin engkau punya cita-cita ditempeleng?” “Amit-amit, nggalah kek.” Maka,”itulah takdir,” jelas kakek alim.

Lalu, “Ini apa?” kakek menunjuk telapak tangannya, “kulit.” Dan, “Di pipimu itu apa?” Kulit,” jawabanya lagi. “Jadi, saat kulit bertemu dengan kulit tadi bagaimana?” “Sakit , Kakek, Ujarnya yang masih kesakitan. Begitulah ketika setan dimasukan ke neraka.

Nah Saudaraku. Kita harus yakin bahwa Allah selalu Hadir, Menyaksikan, Mengawasi dan Menjaga kita. Jangan sampai kita merasa bahwa Alloh tidak ada dan tidak melihat, karena baik kita berbua baik ataupun buruk, Allah Subhanahu Wa ta’ala pasti tahu.

KH. Abdullah Gymnastiar
24 Desember 2021

Rabu, 30 November 2016

Cara Mengendalikan Emosi

● Membaca ta`awudz. 
Rasulullah mengajarkannya kepada dua orang sahabat yang saling mencaci, dengan mengatakan, "Sesungguhnya aku akan ajarkan kalian suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilanglah kemarahan kalian, yaitu bacaan A’uudzubillaahi minasy-syaithaanir-rajiim." (H.R. Bukhari)

● Merubah posisi. 
“Apabila salah seorang diantara kalian marah, sedangkan ia dalam posisi berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum reda, maka hendaklah ia berbaring.” (H.R. Abu Dawud).

● Diam atau tidak berbicara. 
"Apabila kalian marah, maka diamlah". (H.R. Ahmad).

● Berwudhulah. 
"Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu diciptakan dari api, dan api itu bisa padam dengan air, maka apabila marah, berwudlu-lah" (H.R. Ahmad).

● Lakukanlah shalat. 
"Ketahuilah, marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merah kedua matanya dan tegang urat saraf di lehernya? Maka apabila marah, hendaklah ia shalat. (H.R. Tirmidzi)

Aam Amiruddin
28 November 2016

Jumat, 07 Oktober 2016

8 Strategi Setan Untuk Menjerumuskan Manusia

Washwash adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Waswasah, artinya membisikkan keraguan ketika melakukan kebaikan atau amal saleh. Saat terdengar kumandang azan subuh, dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran, “nanti, lima menit lagi”. Nah, ini washwash. Kenyataannya bukan lima menit tapi satu jam, sehingga akhirnya shalat Subuh terlambat. Silakan cermati dalam kehidupan sehari-hari, sering terbersit pikiran-pikiran yang membuat kita tidak jadi melakukan suatu kebajikan. Ini namanya strategi washwash.

Tazyin adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Tazyin, artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Mengapa orang pacaran suka lebih mesra daripada suami-istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan ketimbang setelah menikah. Ini karena ada unsur tazyin. Pacaran itu kan maksiat, sementara nikah itu ibadah. Nah, yang maksiat disulap oleh setan sehingga terasa lebih indah, nikmat, dan mengesankan. Inilah yang disebut tazyin.
“Iblis berkata, ‘Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan menjadikan kejahatan itu terlihat indah pada mata manusia di bumi. Aku pun akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih.’” (Q.S. Al-Ḥijr [15]: 39-40)
Tamanni adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Tamanni, artinya memperdayakan manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan terbersit niat akan shalat tahajud saat merebahkan badan di tempat tidur, namun pada jam tiga pagi, saat beker berbunyi, cepat-cepat kita matikan dan kita meneruskan tidur? Ironisnya, ini berlangsung berkali-kali. Inilah contoh tamanni, tahajud hanya sampai angan-angan, tidak menjadi kenyataan.
“Dan pasti kusesatkan mereka. Akan kubangkitkan angan-angan kosong kepada mereka...” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 119)
“Setan itu memberikan janji-janji dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 120)
A’dawah adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. A’dawah, artinya permusuhan. Setan berusaha menumbuhkan permusuhan di antara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan menumbuhkan prasangka buruk di antara mereka yang bertikai. Apabila yang dominan dalam diri kita itu prasangka buruk, perselisihan tidak akan bisa didamaikan.

Takhwif adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Takhwif, artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut tidak dapat jodoh atau pekerjaan karena pakai jilbab, takut disebut so alim karena datang ke majelis ta’lim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi setan yang disebut takhwif. Perasaan takut ini membuat kita tidak mengamalkan ajaran-ajaran-Nya.Takut yang dimaksud di sini bukanlah takut yang tabi’i (alami) seperti takutnya seorang diterkam binatang buas di tengah-tengah hutan belantara, dan bukan pula takut yang syar’i (sesuai dengan syariat Islam) seperti takut melakukan kemaksiatan. Tetapi takut yang dijadikan senjata setan ini adalah takut menyatakan kebenaran, takut menegakkan hukum Allah, takut melakukan ‘amar ma’ruf nahyi munkar karena khawatir dengan segala risiko dan konsekuensinya. Misalnya, risiko jatuh miskin, kehilangan jabatan, atau masuk penjara.

Shaddun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Shaddun, artinya menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Misalnya malas shalat sunah, padahal biasanya rajin atau mengantuk ketika membaca Al Quran meskipun sudah cukup tidur. Ini adalah gejala shaddun dari setan.

Wa’dun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Wa’dun artinya janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Di akhirat, setan mengakui bahwa janji-janji yang diberikannya kepada manusia di dunia adalah palsu.
“Ketika proses hisab telah selesai, setan berkata, ‘Sesungguhnya, Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar. Aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun terhadapmu, melainkan hanya menyerumu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya, aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukanku dengan Allah sejak dahulu.’ Sungguh, orang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.” (Q.S. Ibrāhīm [14]: 22)
Ayat ini menjelaskan bahwa di akhirat setan buka kartu. Mereka mengatakan kepada ahli neraka bahwa janjinya itu palsu, sementara janji Allah benar. Karena itu mereka berkata, Janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Kaidun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Kaidun artinya tipu daya. Setan berusaha dengan segala macam tipu daya untuk menyesatkan manusia. Sebenarnya tipu daya setan itu tidak akan ada pengaruhnya bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah swt. dalam firman-Nya, Allah menegaskan bahwa tipu daya setan itu lemah.
“Orang-orang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan Tagut. Maka, perangilah kawan-kawan setan itu karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 76)
Aam Amiruddin
5 Oktober 2016

Jumat, 11 Desember 2015

Jerat-Jerat Iblis Dalam Pakaian Muslimah

Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi

Alhamdulillah... hijab syar'i kini mulai semarak dan mulai menjadi trend. Ini adalah kebaikan dan kemuliaan.

Tapi setan gak mau ketinggalan.

Dia terus berusaha tetap menyesatkan walau hijab sudah syar'i.

¤ Setan menumbuhkan semangat di hati para muslimah untuk mengoleksi hijab syar'i dengan berbagai mode. Serta membuatnya lupa dengan semangat memperbaiki akhlaq.

¤ Setan menjeratnya dengan senang menumpuk-numpuk pakaian dan mengurangi sedekahnya.

¤ Setan terus menumbuhkan semangatnya untuk tampil cantik dan syar'i namun... lupa diri untuk menambah ilmu agama.

¤ Belum puas dengan itu... setan menyemangati agar para wanita yang berhijab syar'i, untuk hadir di majelis-majelis ta'lim dengan tujuan memamerkan koleksi hijab syar'i miliknya. Dan melupakan ilmu tawadhu dan kesederhanaan.

¤ Hijabnya memang syar'i tapi mahalnya gak ketulungan. Wanita muslimahpun menabung

sedikit-sedikit untuk beli hijab syar'i... dan melupakan tabungan ke Tanah Suci... lupa menabung untuk Qurban... bahkan enggan mengeluarkan untuk sedekah.

¤ Ketika hijab syar'i yang baru dibelinya ada sedikit cacatnya, pikirannya resah penuh kekecewaan...

Setan telah membuatnya lupa dengan cacat sholatnya, cacat sedekahnya dan cacat bacaan Qur'annya.


¤ Jika hijab syar'i yang dimilikinya memiliki keindahan sempurna, ia tidak siap untuk menyedekahkannya. Hatinya telah menikah dengan dunia dan bercerai dari Robbnya.

Jika sudah demikian... masihkah punya keinginan mengoleksinya?

Untuk itu hendaklah :

~ Milikilah hijab syar'i seperlunya.
~ Sederhanakanlah penampilan.
~ Belilah yang harganya tidak terlalu jauh dengan harga kain kafan

Senin, 25 Mei 2015

Memaafkan Itu Mudah Atau Mudah?

Tidur aja ada musuhnya. Yakni nyamuk. Hehehehe. Be sabar. Selalu doa terbaik untuk semua. Mohon sedekah doa terbaik buat saya juga ya. Salam sayang.

Belajarlah untuk mengerti, memahami, memudahkan, menolong, memaafkan.... Semua itu akan membuat kita mulia. Met isya yah...

Bila berharap punya temen yang ga ada salahnya, maka ga akan punya temen. Trima bagusnya. Trima jeleknya. Ambil bagusnya. Perbaiki jeleknya.

Ga ada suami yang sempurna. Sebagaimana ga ada istri yang sempurna. Dengan ketidaksempurnaan itu, saling melengkapi. Indah.

Segitu hebatnya orang tua. Pasti akan ada salahnya. Baik salah beneran. Atau salah di mata anak. Begitu pun sebaliknya.

Saling menahan diri. Saling bersabar. Atau ada yang menahan diri. Ada yang bersabar. Maka insyaaAllah semua hubungan, akan baik-baik saja. Apalagi klo judulnya kepentingan Islam. Kepentingan tanah air. Atau bahkan dunia. Penting sekali, berlaku arif & bijak. Supaya selamet smua.

Setiap tindakan. Setiap ucapan. Setiap pendengaran. Pikirin dampaknya untuk Islam wal muslimin. Pikirin dampaknya untuk negeri ini, & semesta.

Jadilah orang-orang yang senantiasa membawa kepada manfaat, kedamaian, & perdamaian. Bukan sebaliknya.

Selalu ada di antara kita yang selalu ga suka. Siapa dia? Asy-SyaithoonirRojiim. Ga demen dia kalo kita-kita berteman, bersaudara. Fastaghfiruu...

Syetan juga ga demen ada yang berbuat baik. Ga akan dia biarkan. Dia pasti akan ganggu terus. Fasta'idz billaahi minasysyaithoonirrojiim.

Ustadz Yusuf Mansur
24 Mei 2015

Jumat, 22 Mei 2015

Penyebab Berat Melaksanakan Tahajjud

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Lantas apa dong penyebab jadi berat tahajjud! Makaci Ya bang.

MasyaAllah walhamdulillah sahabatku kembali abang share ulang SEBAB-SEBAB MALAS TAHAJJUD, mudah-mudahan dengan mengenalnya kita segera muhasabah diri, karena sungguh dunia terasa Syurga sebelum Syurga bagi hamba Allah yang telah merasakan indahnya, ni'matnya, bahagianya sholat malam. SubhanAllah inilah di antara penyebab berat, malas tahajjud sekalipun bangun malam:

1. "Adh dho'ful iimaani" lemah iman, kalau kuat iman, pasti ia sangat cinta, rindu dan sangat bahagia menghadapNya di penghujung malam.

"Sesungguhnya bangun tengah malam lebih tepat untuk khusyu', dan bacaan kala itu sungguh sangat berkesan mendalam" (QS Al Mujammil 6).
Bukankah kekasih senang berjumpa dan berduaan dengan kekasihnya?

2. "Al jahlu" karena awam Ilmu agamanya, seandainya tahu dalil, keutamaan, rahasia, hikmah, keajaiban, manfaat, indahnya tahajjud, pastilah ia menjaganya, bahkan sebelum tidur pun sudah senang karena nanti malam menghadap Allah.
"Apakah sama hamba Allah yang bangun malam sujud berdiri yang takut dengan dahsyatnya akhirat dan mengharapkan rahmat Allah dengan mereka yang lelap dalam peraduan tidur?
Apakah sama hamba Allah yang berilmu dengan yang tidak berilmu? Sesungguhnya hanya hamba Allah berilmu yang mengingat Allah di penghujung malam" (Az Zumar 9).
3. "Hubbud dunya" budak dunia sehingga dilelahkan dan disibukkan dengannya siang dan malam. Bangun malam pun karena target dunia.
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur" (QS At-Takatsur 1-2).
4. "Abdul hawa" budak nafsu, hobby ma'siyat, sulit bagi pezina, pemabuk, pejudi dan sebagainya sebagainya untuk sholat malam. Puas dan senangnya hanya ma'siyat (QS Yusuf 53)

5. "Tho'mul haraami" banyak makan minum yang haram sehingga berat sekali untuk sholat lima waktu apalagi sholat malam. Kalaupun sholat berat dan malas-malasan,
"Mereka tidak mengerjakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS At-Taubah 54).
Tubuh yang tumbuh dari yang haram menjadi energi ma'siyat, dan membuat lemes ibadah, sahabatku.

6. "Katsrotul dzunuub" karena selalu dan banyak berbuat dosa. Setiap dosa yang diperbuat menjadi noktah hitam di hati, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba, ketika berbuat dosa, maka pada hatinya akan tertinggal setitik noda hitam. Jika dia bertaubat dari dosanya, maka hatinya akan dibersihkan dari noda hitam tersebut. Namun apabila dia terus menambah dosanya, maka noda hitam tersebut pun semakin bertambah. Demikianlah maksud dari firman Allah ta’ala, “Sekali-kali tidak, bahkan apa yang mereka lakukan tersebut akan menutupi hatinya.” (QS. Al-Muthaffifin : 14).” (HR. At-Tirmidzi). Sufyan Ats-Tsauri berkata, "Saya pernah tidak bisa menjalankan shalat tahajjud selama 5 bulan. Hanya karena 1 dosa yang dulu aku lakukan". Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada Beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan shalat. Beliau menjawab, “Dosa-dosamu telah membelenggumu".

7. Karena 1-6, maka ia pun dengan mudah dikuasai syetan (QS Al A'rof 175).
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shollallahu ’Alaih Wa Sallaam bersabda:
“Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan.
Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah.
Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah maka terbukalah satu ikatan.
Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan.
Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan.
Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar.
Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary).

Ketika Rasulullah diberitahu tentang seorang yang tidak tahajjud, beliau menjawab, “Syetan telah mengincingi kedua telinganya.” (HR An Nasa’i dan Ibnu Majah).

Demikian sahabat sholehku, maafkan abang kalau tidak berkenan.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu dulu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam.

Besok abang mohon doa safar da'wah ke Ketapang Kalimantan Barat. 

Semoga Allah menanamkan keindahan iman di hati kita, dan keni'matan sholat malam... Aaamiin.

Mohon dishare untuk semua sahabat kita.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Mei 2015

Diperbarui 19 April 2016
Diperbarui 27 Desember 2016

Sabtu, 31 Januari 2015

Jadilah Perpanjangan Rasul & Para Sahabatnya

Jadilah perpanjangan Rasul & Para Sahabatnya. Tiap hari, kudu ada 1 orang minimal untuk diajak ke kebaikan, & ninggalin keburukan. Dengan santun.

Jangan sebaliknya. Jadi perpanjangan setan & sekutunya. Tiap hari malahan ngajak ke maksiat, & ngajak orang untuk ninggalin ketaatan.

Wahai calon ahlul kubuuur... engkau akan ditanya, kemana aja & untuk apa aja umurmu, badanmu, kebisaanmu, ilmumu, hartamu, kau pergunakan.

Sungguh benar engkau akan ditanya tentang segala amalmu. Apalagi bila engkau menjadi penyebab orang lain bermaksiat. Sungguh berat. Berat skali.

Mohon doakan benar Yusur Mansur ini. Supaya benar-benar jadi orang sholeh, yang berkeluarga sholeh sholehah, punya anak-anak yang sholeh sholehah. Makasih ya.

Ustadz Yusuf Mansur
30 Januari 2015

Senin, 16 Desember 2013

Strategi Tipu Daya Syetan

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku mari kembali kita kenali STRATEGI tipu daya syetan,
1. Aljahlu,
digoda malas belajar Alqur'an dan As Sunnah, dialihkan untuk senang belajar selainnya, syetan berjuang keras jangan sampai kita belajar, duduk di majlis ilmu atau dekat sama orang alim,

2. Addo'fu,
kalaupun sudah belajar dan tahu, digoda lagi jangan sampai faham apalagi sampai menghayatinya,

3. Alkaslu,

kalau sudah faham, digoda lagi jangan sampai mengamalkannya,

4. Ahyanan,
kalau sudah mengamalkannya, digoda lagi jangan sampai sungguh-sungguh apalagi sampai istiqomah,

5. Ananiyyan,
kalau sudah istiqomah, digoda lagi jangan sampai mendakwahkannya,

6. Aststuda,
kalau sudah mendakwahkannya, digoda lagi jangan sampai ikhlas,

7. Assu'u,
kalau sudah ikhlas, digoda lagi jangan sampai wafat husnul khotimah.

So, selama manusia hidup, selama itulah digoda terus sampai sakaratul maut.(QS Al A'rof 16-17).

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Desember 2013

Jumat, 07 Juni 2013

Serangan Syetan

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku mari kina kenali serangan syetan pada kita sebagai umat manusia,
  1. Jangan sampai senang belajar Alqur'an dan Sunnah,
  2. Jangan sampai senang nasehat dan hadir di Majlis Ilmu dan Zikir,
  3. Jangan sampai senang pada Ulama,
  4. Jangan sampai berakhlak mulia terutama rendah hati,
  5. Jangan sampai manusia senang beribadah, sholat, puasa, haji dsb (QS al Mujadilah 19),
  6. Jangan sampai makan minum dan mencari rizki dengan cara halal,
  7. Jangan sampai manusia senang berderma (QS al Baqorah 286),
  8. Jangan sampai menikah bahagia,
  9. Jangan sampai jujur dan amanah,
  10. Jangan sampai saling mencintai, bersaudara dan bersatu karena ALLAH,
  11. Jangan sampai manusia senang dakwah dan jihad,
  12. Jangan sampai istiqomah, ikhlas dan husnul khotimah, karena itu Rasulullah mengingat pada hamba ALLAH yang senang beribadah dan beramal sholeh, "Al ujba al ujba al ujba" waspadailah bangga diri setelah berbuat baik!.

Pokoknya semua arah, semua cara, semua tipudaya, semua godaan, semua fitnah dilakoni Iblis bersama antek-antek syetannya untuk menyesatkan manusia, 
“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).’” (QS. Al A’raf : 16-17).

Semoga ALLAH selalu melindungi kita dari keinginan ma'siyat, bangga diri dan godaan saythoonir rojiim...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
26 Mei 2013

 
Diperbarui 13 Agustus 2013
 

Sabtu, 25 Agustus 2012

3 Ikatan Setan

Rasulullah menceritakan,“Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan ketika kalian akan tidur. Setiap ikatannya ditiupkanlah bisikannya (kepada yang tidur itu),"Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak". Maka apabila ia bangun dan menyebut nama Allah (zikir), maka terlepaslah satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terlepaslah satu simpul lagi. Dan kemudian apabila ia sholat, terlepaslah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (tidak bangun sholat tahajjud di malam hari itu), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih).” (Muttafaqun ‘alaih).

Abdullah berkata,"Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (tahajjud). Lalu beliau bersabda,'Sungguh setan telah mengencingi telinganya'". (HR An Nasai & Ibnu Majah).

Selasa, 07 Februari 2012

Kiat Menghadapi Tipu Daya Setan


oleh ustadz Achmad Junaedi Hasan Ali: 

Ingat sumpah iblis yang Allah ceritakan dalam Surat Shad : 82, 
"Setan tidak henti-hentinya berusaha menyesatkan manusia dari segala arah, depan, belakang, samping kanan dan kiri" (QS. 7:17). 


Agar kita selamat dari mereka inilah kiat-kiatnya, 

1. Ikhlash (QS. 15:40) yaitu orang yang beramal karena Allah. 
Ikhlash lawan dari syirik. 

2. Merealisasikan penghambaan diri hanya kepada Allah dengan sungguh-sungguh taat (QS. 15:42). 

3. Iltizam biljamaah bersama dalam jamaah kaum muslimin baik secara i'tiqod dan barisan,
"Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian dan menjauh dari dua orang" (HR.Ahmad). 

4. Menjaga shalat berjamaah (Qs. 58:19), 
"Jika ada 3 orang di desa atau kampung yang tidak mendirikan shalat jamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan ..." (HR. Abu Dawud). 

5. Berpegang teguh dengan AlQur'an dan Sunnah (QS. 2:208). 

6. Memohon pertolongan Allah dari tipu daya setan. 
Ingat kita tidak akan menang atas setan kecuali ditolong oleh Allah. 

7. Perkuat ibadah. 
Jika anak Adam baca ayat sajadah lalu dia sujud, setan menyendiri sambil menangis. Ia berkata,"sungguh celaka (aku) anak Adam diperintah sujud fsn ia bersujud maka baginya surga, dan aku disuruh sujud tidak mau sujud maka bagiku neraka" (HR.Muslim), jika ingin setan banyak menangis perbanyak sujud. 

8. Isti'adzah (mohon perlindungan) A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. 
Pada saat terasa ada gangguan (QS. 7:200), saat Tilawah (QS. 16:98), saat masuk WC (hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim), saat shalat sebelum al fatihah, saat marah, saat anjing menggonggong. 

9. Membentengi keluarga, anak dan harta. 
Doa malam pertama bagi pengantin laki ke Perempuan,"...aku berlindung dari keburukannya..." (HR.Abu Dawud) 
doa ketika akan berjima' dengan istri,"Bismillahi Allahumma jannibnasy syaithan wa jannibisy syaithana marazaqtana" (Muttafaqun 'alaih)

K. H. Muhammad Arifin Ilham
23 Januari 2012

Jumat, 18 November 2011

Kiat-Kiat Menghadapi Tipu Daya Syetan

  1. Sungguh-sungguh BERIMAN & BERTAQWA,"Syetan tidak punya kekuatan secuil pun kepada hamba ALLAH yang sungguh-sungguh berIMAN & berTAWAKKAL padaNYA, Sesungguhnya kekuatan syetan pada yang berpaling pada ALLAH & mempersekutukanNYA" (QS 16:99-100), 
  2. Memulai segala hal dengan BASMALLAH, dengan iman membaca BasmAllah, menjadikan syetan seperti lalat tidak berdaya, demikian sabda Rasulullah, 
  3. Selalu mohon perlindungan ALLAH (QS 23:97-98), 
  4. Semangat BELAJAR Alqur'an & Sunnah, 
  5. Selalu berZIKIR (QS 43:36), 
  6. Senang dengan PUASA sunnah, 
  7. Selalu menjaga WUDHU, syetan dari api, sangat tidak menyukai hamba ALLAH yang selalu BASAH dengan AIR WUDHU, 
  8. Pelajari trik-trik tipu daya syetan, 
  9. Jangan makan minum yang haram karena kalau masuk dalam tubuh akan menjadi "hujrotusysyathiin" ruang-ruang syetan, 
  10. Jaga sholat TAHAJJUD, diantara keutamaannya, ALLAH jaga dirinya dari keinganan ma'siyat, 
  11. Bersahabat & berguru kepada hamba-hamba ALLAH yang ISTIQOMAH, 
  12. Sepenuh hati TAWAKKAL bahwa HANYA ALLAH sebagai PENOLONG.
K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 November 2011

 

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...