Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015

Manfaat Anak Masuk Pesantren

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Duhai sahabat sholehku, mengapa abang rela anak abang tersayang mondok di Pesantren.
Abang menulis ini saat melihat ayah, ibu, dan anaknya sama-sama menangis saat menyerahkan anak di Pesantren Az Zikra.
Kenangan kejadian yang sama saat abang masuk pesantren.

Inilah diantara alasan abang :
  1. Ingin sekali anak abang menjadi anak yang sholeh, "qurrotu a'yunin" penyejuk mata hati dan "lilmusttaqiina imaama" imam di antara hamba-hamba Allah yang bertaqwa.
  2. "Waratsatul Anbiya" Generasi Robbani, penerus perjuangan Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wasallaam. Inilah generasi umat terbaik dunia-akhirat.
  3. Terhindar dan selamat dari lingkungan kurang baik, "biah hasanah" lingkungan yang baik sangat mempengaruhi pikiran dan tingkah laku anak-anak kita.
  4. Abang sendiri alumni pesantren, masyaAllah luar biasa merasakan hikmah dan manfaatnya.
  5. Menjadi lebih mandiri, dewasa dan terlatih.
  6. Kecerdasan sosial tumbuh, rendah hati, belas kasih, saling sayang, saling hormat, saling melayani, kuat sekali rasa ukhuwahnya.
  7. Para gurunya bukan hanya mengajarkan ilmu tetapi juga akhlak keteladanan karena bersama dalam satu pesantren.
  8. Full aktifitas 24 jam dalam pendidikan islami yang teratur dan terarah dengan tujuan sangat jelas Visi Misinya.
  9. Insyaa_Allah selamat dunia-akhirat karena kesholehannya dan menuntun orang tuanya agar selamat dunia-akhirat pula.
  10. Sungguh inilah warisan terbaik yang sangat membahagiakan orang tua di dunia apalagi di akhirat. "Waladun sholehun yad 'u lahu" anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orangtuanya karena kesholehan.
Ya Robb kami, jadikanlah keluarga kami keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, suami kami menjadi teladan dalam ketaqwaan, sedangkan istri-istri kami adalah bidadari-bidadari sholehah, dan anak cucu keturunan kami sholeh / sholehah membahagiakan dunia-akhirat... Aaamiin. 

K. H. Muhammad Arifin Ilham
27 Juni 2015

Rabu, 27 November 2013

Addunya Jihad

Asslaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

ALHAMDULILLAH, saat ku nyantri di pondok pesantren, aku saksikan guruku pagi siang malam disibukkan dengan ibadah dan mengajar, pulang kadang tengah malam, tetapi saat kami santri ke mesjid untuk tahajjud berjamaah, beliau tetap lebih dahulu dipojokkan mesjid lebih dulu menikmati indahnya sholat malam.

Aku sangat senang mencium tangan, duduk dekat dan menatap wajah beliau yang bersih berwibawa dan murah senyum.

Selesai dari pondok pesantren, ku beranikan diri untuk bertanya, "energi apa yang membuat ayah semangat sekali beribadah dan mengajar siang malam tanpa mengenal lelah?", beliau menjawab, "Addunya jihad" dunia ini tempat berjihad nak, tempat tahajjud, tadabbur Akqur'an, berjamaah di mesjid, mengajar, sibuk dengan perbaikan dan kebaikan".

Ku tanya lagi,"Lalu kapan ayah istirahatnya", beliau menjawab yang membuat aku tertegun, "nanti nak, kalau sudah dipanggil ALLAH".

SUBHANALLAH, mulianya engkau guruku tercinta fillah. Allahumma ya Allah jadikanlah dunia di tangan kami dan jangan jadikan dunia di hati kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 November 2013

Jumat, 11 Oktober 2013

One Day One Ayat

Masih inget One Day One Ayat? ODOA? Yuk terusin. Lanjutin. Biar menghadap Allah nanti membawa yang Allah paling suka: al Qur'an.

Setiap baca ayat, apalagi ngafal dan berusaha untuk ngerti, paham, minimal baca artinya, maka itu berarti pertambahan rizki.
Pertambahan rizki itu bisa berarti kerjaan, peluang usaha, istri, anak keturunan, duit yang banyak, dan puncaknya: ampunan dan ridho-Nya. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti beasiswa kuliah S1, S2, sampe Doktoral S3. Bisa berarti kendaraan, rumah, dll hadiah dari Yang Punya Qur'an. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti tetap mmiliki mata, telinga, dan sendi-sendi, tulang, saraf, yang relatif sehat dan normal, hingga usia lanjut. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti kecepatan karir dan perubahan hidup, ke arah yang lebih baik, yang bila tanpa ngafal Qur'an, akan lebih lambreta. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti akan bertambah banyaknya manusia-manusia dan makhluk-makhluk Allah di bumi dan langit yang menyukainya, senang padanya. Pertambahan rizki dengan ngafal Qur'an, mempelajarinya, mengulang-ngulang bacaan dan hafalannya bisa berarti juga tambah panjangnya usia.

Weeesss... Pokoke rugilah mereka yang tidak menaruh perhatian ke Qur'an. Asli rugi. Tidak akan menikmati pertambahan rizki spesial.

Kampus-kampus yang ngasih beasiswa ke penghafal-penghafal Qur'an pun beda. Allah pasti senang banget ke kampus itu dan akan memberinya tambahan rizki.
Kantor-kantor yang tambah mempedulikan Qur'an, dengan ragam kepedulian sesuai kreatifitas masing-masing kantor, suasana kantor akan berbeda. Tambah rizkinya.
Secara rumah yang penghuninya membaca Qur'an saja, bedanya dengan yang tidak pernah dibacakan Qur'an, seperti kehidupan ramai dan kuburan.

4 taneman, sengaja diteliti. Yang 1 ga dibacakan Qur'an, yang 1 dibacakan sedikit, yang 1, agak banyak, yang 1, lebih banyak. Beda semua hasilnya. 4 taneman, di pot yang berbeda, berbeda-beda hasilnya. Semua taneman pasti mati. Tapi taneman yang ga pernah dibacakan Qur'an, cepet mati.

Bayangkan jiwa, diri, hati, pikiran, sel-sel darah, saraf-saraf, mata, telinga, wajah, seluruh sendi, yang tidak pernah teraliri bacaan Qur'an?
Dan sebaliknya, yang rajin membaca, menghafal, mengulang-ngulang hafalannya, mencoba membaca-baca artinya, mencari tau pemahamannya, wajahnya akan bersinar.

Biar kata jelek, tapi adeeeeeemmm dilihatnya. Sedangkan mereka yang tidak teraliri Qur'an, tidak cinta dan tidak dekat dengan Qur'an, maka wajah cantik dan ganteng, akan tambah membinasakan. Bukan hanya membinasakan dirinya sendiri, menghancurkan dirinya sendiri, membahayakan dirinya sendiri, bahkan juga bagi orang lain.

Jangka pendek dan panjang, mereka yang istiqomah dekat dengan Qur'an, menghidupkan Qur'an, akan merasakan dan menikmati pertambahan rizki dari Allah.

Saya, Yusuf Mansur, hamba Allah yang lemah, dhaif, merasakan dan membuktikan itu smua.
Kasih sayang Allah pasca saya memperhatikan Qur'an, terasa banget-banget.

Jadi, hafalin lagi Qur'an. Berusahalah untuk menghafalnya. Walo terbata-bata. Walo susah payah. Walo sehari seayat. Yang penting, terus saja jalan. Banyak-banyak ngulang. Dan jangan berhenti. Teruuuuussss aja jalan dan bergerak, hingga sadar-sadar, al Baqarah dah hafal, surah-surah yang masyhur, hafal, juz 30, hafal. Hingga sempurna 30juz. Berdoalah juga ke Allah. Agar diizinkan oleh-Nya menghafal Qur'an, mempelajarinya, mengajarkannya, mendakwahkannya...

Ayooo... Pada bikin perencanaan baca Qur'an, baca terjemahnya, ngatamin, ngafalin... Pada bikin ya. Meliputi jadwal, target, absensi pribadi...

Ustadz Yusuf Mansur
30 September 2013

Selasa, 05 April 2011

5 Kiat Sukses Pendidikan Anak

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 


Sahabatku inilah diantara LIMA KIAT SUKSES mendidik Anak :

1. Orang tua teladan dalam cinta kasih sayang, ibadah, amal sholeh dan kemuliaan akhlak, 

2. Menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sejak dini, seperti disiplin diri, waktu, kejujuran, kebersihan dsb, 

3. Orang tua selalu belajar Alqur'an dan Sunnah, siap menjadi guru untuk mengajar anak-anaknya secara serius "wa huwa yaizhuhu", tiga ilmu pokok, Tauhid, Ibadah terutama sholat dan Akhlak mulia, sebagaimana Luqmanul Hakim mendidik anaknya (QS Luqman 13-19),

4. Hadiah dan pujian karena prestasi dan sangsi yang mendidik atas kenakalan anak-anak,

5. Doa orang tua sangat mustajab, terutama doa di penghujung malam. 



"Allahumma ya ALLAH jadikanlah anak-anak cucu keturunan kami sebagai GENERASI yang SHOLEH SHOLEHAH, selamat dunia akhirat...aamiin". 

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
24 Maret 2011

Diperbarui  19 Januari 2016

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...