Tampilkan postingan dengan label Bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekerja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2020

Di Jalan Allah Ta'ala

๐Ÿ”ธDari Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu, ia mengisahkan, 

"Ada seseorang melewati Nabi ๏ทบ dan para sahabatnya. Mereka melihat kesabaran dan jiwa semangat orang itu. Kemudian para sahabat berkata kepada Nabi ๏ทบ :

"Wahai Rasulullah ๏ทบ seandainya hal ini (jiwa semangatnya) ia peruntukkan (berperang/jihad) di jalan Allah Ta'ala.

๐Ÿ”ธMaka Rasulullah ๏ทบ menjawab,

ุฅู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุนَู„َู‰ ูˆَู„َุฏِู‡ِ ุตِุบَุงุฑًุง، ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) karena anaknya yang masih kecil, maka itu di jalan Allah Ta'ala.

ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุนَู„َู‰ ุฃَุจَูˆَูŠْู†ِ ุดَูŠْุฎَูŠْู†ِ ูƒَุจِูŠุฑَูŠْู†ِ ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) berusaha (mencari penghasilan) karena kedua orang tuanya yang sudah tua renta, maka itu di jalan Allah Ta'ala.

ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุนَู„َู‰ ู†َูْุณِู‡ِ ูŠُุนِูُّู‡َุง ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) bagi dirinya dalam rangka menjaga sifat 'iffahnya (menjaga kehormatan untuk tidak minta-minta), maka itu adalah di jalan Allah Ta' ala.

ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุฑِูŠَุงุกً ูˆَู…ُูَุงุฎَุฑَุฉً ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) karena riya dan bangga, maka itu di jalan setan".

๐Ÿ“šHR. Ath Thabrani dan disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami'.

Selasa, 20 September 2016

Tenaga Kerja Wanita (TKW)

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

TKW bukanlah pilihan kami, bukan cita-cita kami, apalagi tujuan kami
TKW keadaan kami, ikhtiar kami dari takdir ke takdir yang lebih baik
TKW memang sangat berat, jauh dari keluarga, dan tanah air yang mestinya kami disana
TKW semangat karena ada harapan keluarga, dan masa depan kami
TKW lelah, jauh dan sedih, tetapi iman kami mengajari kami untuk menikmati semuanya
TKW membuat iman kami semakin terjaga dalam ibadah bahkan da'wah
TKW menjadikan kami lebih mandiri, bersopan santun, dan saling sayang dengan saudara saudari kami seperjuangan
TKW mengajarkan kami bahwa hidup ini memang musafir, sekedar mampir, bukan disini tetapi disana, hidup di akhirat nanti selama lamanya
TKW harusnya menyadarkan hati nurani para pemimpin negeri ini, agar kami rakyat dapat mencari nafkah di negeri tercinta Indonesia.

Abang mulai menulis ini di bandara Hongkong, terkesan saat mereka melepas kami, sementara mereka akan kembali dengan ritual ikhtiarnya dengan waktu yang lama.
Hati ku perih, kagum dan bersyukur melihat ketabahan mereka.

Allahumma ya Allah Pemilik semua hati dan keadaan, kuatkanlah iman TKW kami, jagalah mereka, hiasilah hidup mereka dengan ketabahan dan kejujuran, mudahkan mereka meraih rizki yang halal penuh berkahMu, jadikan mereka wasilah hidayah bagi tuan-tuan mereka karena keindahan Islam mereka, dan segera kumpulkan kembali mereka dengan keluarga mereka dalam ikhtiar yang penuh dengan karuniaMu...aamiin.

Selamat berjuang bu Nining, mbak Supiyati, mbak Nuris, mbak Nurul dan semua saudara saudariku POSMIH (Persatuan Organisasi Muslim Hongkong) seiman dan setanah air.
Kalian pahlawan devisa,
Kalian wanita wanita yang tangguh, pantang menyerah,
Kalian bidadari-bidadari keluarga
Kalian harapan dan kebanggaan anak-anak kalian
Kalian mujahidah di negeri hutan beton 


Selamat berjuang...
Sahabatmu Muhammad arifin ilham.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
19 September 2016

Rabu, 22 Juli 2015

Harta Istri

Pertanyaan;
Ustadz, Jika istri bekerja, apakah suami berhak menikmati penghasilan istri? 
Misal, istri baru mendapat gajian kemudian suami minta untuk beli hp.

Jawaban;
Tanggungjawab terbesar seorang suami yang menjadi hak istri adalah Memberi Nafkah. QS An Nisa:34, Al Baqarah:233.

Muawiyah bin Haidah ra, bertanya, "Ya Rasulullah, apa hak istri yang menjadi tanggung jawab kami (suami)?" 
Rasul menjawab, "Engkau memberinya makan apabila engkau makan, memberinya pakaian apabila engkau berpakaian, & janganlah engkau memukul wajah, jangan engkau menjelek-jelekkannya (dengan perkataan/cacian) & jangan engkau tinggalkan kecuali di dalam rumah" (HR Ahmad 20013, Abu Daud 2142, Ibnu Majah 1850)

Cakupan nafkah antara lain: makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan segala macam yang menjadi kebutuhan istri untuk hidup layak. (Fatwa Islam 3054)

Ini berbeda dengan harta istri. Allah menegaskan bahwa harta istri itu murni menjadi miliknya, dan tidak ada seorangpun yang boleh mengambilnya kecuali dengan kerelaan istri.
"Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya." (QS An Nisa:4)
Ayat di atas menjelaskan bahwa suami boleh mengambil harta istri jika disertai kerelaan hati. Dan kerelaan hati itu dari sebatas izin.

Disimpulkan bahwa yang menjadi acuan tentang halalnya harta istri adalah adanya kerelaan hati. (Fatwa Islam 32280)

Dalam fatwa islam ditegaskan "Khusus masalah gaji istri yang bekerja, semuanya menjadi hak istri. Suami tidak boleh mengambil harta itu sedikitpun, kecuali dengan kerelaan hati istrinya." (Fatwa Islam 126316)

Semoga Bermanfaat!

Ustadz Fauzi Ichsan

Mohon keikhlasan doanya untuk kesembuhan ayah saya yang sedang dirawat. Al Fatihah...

Senin, 09 Februari 2015

Pekerjaan, Usaha & Jabatan

Jika kawan-kawan sudah punya pekerjaan & usaha, lalu dipakai maksiat, atau jadi jalan maksiat, apalagi sampe jadi jalan ngelawan Allah... duh...

Jika kawan-kawan dah punya pekerjaan & usaha, lalu dipakai untuk mendekatkan diri kepada Allah... wah... keren. Apalagi bisa jadi jalan bagi yang lain deket juga. wuih...

Jika kawan-kawan punya pekerjaan & usaha, malah bikin yang lain jadi jauh dari Allah? Menjadikan orang jauh dari Allah, apalagi menyengaja seperti itu...?

Coba pikirin kelakuan kita di bumi Allah ini... seperti apa kelakuan & cara qt "berterimakasih" ke Allah? Yang sudah ngasih pekerjaan & usaha?

Jika kawan-kawan kerja di tempat usaha atau di bidang usaha, yang malah melawan Allah, menjauhkan diri, apalagi orang lain, dari Allah, berdoalah. Berdoa apa?

Dikasih supermarket, atau kerja di supermarket... maka apa ga sayang...? Jika menjual apa yang diharamkan Allah...? Misal loh ya. Misal...

Bisa jualan cokelat... berpuluh-puluh tahun bisa jualan cokelat. Tapi kemudian malah mendukung perzinahan... misal... lalu? Terimakasihnya dimana?

Kerja di hotel... apalagi bisa punya hotel... lah terus hotelnya malah support perzinahan. Difasilitasi. Malah dikasih potongan harga. Kira-kira gimana ya?

Dikasih jabatan... tapi dengan jabatan itu, malah tambah jauh dari Allah... kira-kira nanti akan seperti apa di kemudian harinya?

Punya jabatan, malah kemudian dipake untuk menjauhkan orang lain dari Allah? Sendiri aja jauhnya dari Allah, masalah. Apalagi sampe mengakibatkan...

Punya jabatan, tapi tambah deket dengan Allah... tambah dipake itu jabatan untuk menjadi sebab hidayah buat orang banyak... kayak apa Allah bakal terimakasih ke dia?

Jadi pengusaha, lalu jadi sebab hidayah & jadi jalan ibadah & amal saleh karyawan-karyawannya, wuih... keren banget dah...

Dikasih kerjaan, lalu jadi sebab hidayah kawan-kawan lain di tempat kerjaannya, maka insyaaAllah amanah Allah bakal lebih bagus, lebih baik, lebih hebat.

Coba buka QS Annisa: 85 ya... buka sekarang ya... plus hadis tentang man dalla 'alaa khoirin ka faa'ilih. siapa yang nunjukin/jadi sebab jalan kebaikan...

Sekarang pikirin akhlak qt, adab qt, kelakuan qt... dikasih mata, telinga, mulut, kaki, tangan, duit, badan, pikiran... keq apa?

Dikasih rumah, mobil, motor, suami/istri, anak... orang tua, keluarga... kayak apa bersyukurnya? Kayak apa terimakasihnya?

Yuk ngaca sendiri... di cermin kejujuran...
Jika kawan-kawan kerja di tempat usaha atau di bidang usaha, yang malah melawan Allah, menjauhkan diri, apalagi orang lain, dari Allah, berdoalah. Berdoa apa?

ุญุณุจูŠ ุฑุจูŠ...
Cukuplah Allah aja segala-galanya bagiku... pelindung, penolong, pembela, penyelamat, pemenuh kebutuhan, pemberi kekayaan...

ู„ุงุงู„ู‡ ุงู„ุงุงู„ู„ู‡...
Tidak ada tuhan, selain Allah.

Luasin lagi cara mikirnya ya. Misal. Saudara adalah kepala sekolah. Lah, koq ya ga ngasih waktu buat anak-anak dhuha-an, & shalat berjamaah... misal...
atau... jadi kepala sekolah, terus memfasilitasi anak-anak untuk doa dulu, ngaji dulu, ngafal seayat dulu, dhuha 2 rokaat dulu... terus nanti berjamaah...
Pahala kepsek kayak gini gimana ya? Keren.

Pikirin posisi-posisi kayak ayah ibu, bagi anak-anaknya... kakak bagi adiknya... RT, RW, lurah, camat, walikota, bupati, gubernur, menteri-menteri, presiden...

Ustadz Yusuf Mansur 
8 Februari 2015 

Minggu, 11 Januari 2015

Nganggur‬

Ada yang lagi nganggur Kah? Pengangguran?

Jika Anda nganggur. Ga kerja, ga usaha, ga kuliah... Kesempatan bagus untuk ngafal Qur'an, benerin bacaan Qur'an, dan memahaminya.Coba aja ambil wudhu. Dan mulailah melangkah. Baca 10, 20, 30, 40x tiap-tiap baris atau ayatnya. Tar afal sendiri. Baca-baca juga artinya.
Yang sabar aja dalam ngafal itu. Pinter ga pinter ga ngaruh. Yang ngaruh itu, sabar ga? Niat ga? Bulet ga tekadnya?

Asli. Nganggur itu bisa jadi berkah. Bila mulai mendekatkan diri dengan Qur'an. Dan bisa jadi tambah parah bila dibawa tidur, males dan putus asa. Siapa tau Qur'an bakal jadi wasilah pembuka rizki yang cakep banget. Coba aja dijajal. Niatin setahun ini ngafalin Qur'an dulu. Soal guru, jalan aja dulu. Tar juga dikasih sama Allah, guru-guru yang pas dan komunitas-komunitas yang pas. Ya. Jalan aja dulu. Ga usah mikirin guru.

Udah maghrib di tanah air. Disini baru bubaran zuhur. Saling doa ya. Inget ya. Nganggur akan jadi berkah. Bila dibawa ke Qur'an.

Oh ya, jadilah muslim yang baik ya. Jangan curigaan sama orang. Banyak doa aja. Mikir dan berbuat, hanya yang baik-baik. Santun. Jaga akhlak.

Mumpung nganggur, bersihin gang, jalanan, rumah-rumah tetangga, got, selokan, masjid, mushalla, sekolahan. Sambil murojaah. Siapa tau jadi jalan untuk bisa punya perusahaan cleaning service.

Cuci-cuciin mobil dan motor orang. Jangan minta bayaran. Dan jangan ngarep juga. InsyaaAllah bakal jadi jalan rizki banget-banget jalan khidmat kayak gini.
Jagain anak orang yang pada kerja ayah ibunya. Sambil murojaah Qur'an. Jangan jagain bini orang. Tar tambah susah, he he he....
Minimal, ambil alih tugas emak. Beresin rumah. Bantuin masak. Betulin genteng. Cari kesibukan, sekalian buat murojaah hafalan.

Bisa juga banyakin olahraga jalan kaki. Sebelum jalan kaki, afalin 1-2 ayat tambahan. Terus jalan kaki dah, sambil ngulang-ngulang ayat yang diafal. Hafal dapet, pegel dapet, ha ha ha.... Ga ya... Hafal dapet, sehat dapet. Atau banyakin shalat sunnah. Sambil murojaah.
Wis, pokoke nganggur itu berkah dah. Terapin juga di urusan perjombloan. Ngejomblo kalo deket ama Qur'an, ya jadi berkah juga. 

Dan coba liat... Akhirnya ga ada itu sebutan nganggur. Sebab sibuk dan menyibukkan diri. Juga ga ada sebutan jomblo. Sebab kekasihnya: Qur'an.

Kelak yang kerja dan punya usaha,dan juga yang punya suami/istri, ngiri dengan pengangguran dan jombloer model gini. Salam. Pamit ya... Maaf, ganggu.

Rajin-rajin anterin Emak kondangan. Udah mah dapet makanan gratis. Siapa tau juga dapet jodoh...

Ustadz Yusuf Mansur
10 Januari 2015

Minggu, 23 Maret 2014

Bekerja = Jihad

SubhanAllah bahagianya lihat tukang somai mampir untuk sholat magrib berjamaah, karena abang jadi ingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut bahwa aktifitas bekerja sebagai jihad di jalan Allah.

Diriwayatkan, beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, “Andai saja ini (rajin dan giat) dilakukan untuk jihad di jalan Allah”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menyela mereka dengan sabdanya, “Janganlah kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan” (HR Thabrani).

Allahumma ya Allah ampunilah semua dosa kami, berkahi pula rizki kami dengan rizki yang halal...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Maret 2014

Selasa, 18 Maret 2014

Islam & Muslim

Islam & muslim harus tampil elegant dalam fastabiqul khairat membangun negeri ini. Dan berjuang aja yang terbaik dengan the beauty of Islamnya.
Islam & muslim, harus pinter-pinter ummatnya. Pada sekolah dan kuliah yang bener, S1, S2, S3. Kalo perlu di luar negeri. Minta rizkinya dari Allah.
Islam & muslim, ummatnya kudu kerja yang bener, usaha yang bener, giat, rajin, terukur, cerdas, tuntas, ikhlas, punya greget, punya impian...

Sementara jika ada yang bertarung dengan cara-cara yang ga bener di dunia ekonomi, dan kekuasaan, ga usah risau. Kalo bisa nasihatkan, nasihatkan. Kalo ga bisa dinasihatkan, maka yang curang-curang, yang jahat-jahat, yang berbuat makar dan tipu daya, ga usah dirisaukan. Urusannya sama Allah.
Lurus aja. Lempeng aja. Pikirin perbuatan ummat Islam dan ummat muslim. Beri yang terbaik untuk semesta dan seisinya. Jangan pikirin perbuatan orang lain.

Perhatikan kejujuran, kebersihan, kedisiplinan, ketertiban. Tunjukin the beauty of Islam. Dari hal-hal kecil, meludah, sampah, lalu lintas. Kalo perlu, mulai dari pakaian dan penampilan. Benahin. Ikut nolong Islam dan muslim, dengan jadi orang yang enak diliat.

Pake minyak wangi, periksa bau gigi dan ketek. Supaya nyaman orang berada di deket kita. Sepatu, semir. Rambut, sisir. Kuku-kuku diperiksa, jangan ampe item. Liat sampah, jadi yang duluan ambil, jangan keduluan orang.

Jangan buang sampah dari mobil, motor. Malu sama ummat lain. Apalagi klo ada tulisan Allah atau atribut Islam di mobil atau motornya.

Duluin kepentingan orang. Baik ketika jalan kaki, nyebrang, berkendaraan, di restoran, di pasar, duluin orang lain. Tunjukkan kesantunan. Dengan menunjukkan itu semua, percayalah, pride dan proud juga akan naik dengan sendirinya. 'izzah & muru'ah, kemuliaan dan kehormatan akan datang.

Jaga lisan. Jangan ampe gates jadi orang. Jangan ampe ada yang sakit dan tersinggung. Jaga tangan, jangan ampe jail. Jaga pikiran dan hati jangan ampe kotor. Tar salah-salah menjelma jadi kekotoran juga.

Penuhi masjid. Tapi masuk dengan kerapihan sendal. Rapihin sendal yang orangnya dah masuk duluan. Supaya enak diliat dari luar. Pake wewangian.

Baca Qur'an di manapun saat senggang. Tunjukkan kepada dunia dengan niat dakwah, bahwa jadi ummat Islam, ummat muslim, ga boleh ada yang sia-sia.

Jangan ampe nongkrong yang ga ada faedahnya. Kalo pun nongkrong sebab berkawan, jangan lama-lama. Ajak kawan-kawan tersebut jalan-jalan. Minimal dapat olahraga jalan kaki.

Kasih prestasi sama dunia. Supaya Islam dan muslim juga bermakna: prestasi. Jangan seperti sekarang, yang keliatan kemunduran dan kejelekan terus.

Bikin dunia perlu sama Islam dan muslim. Jangan ampe kita dirasa ga diperlukan. Malah jadi beban. Tunjukin dunia perlu ama kita. Dengan jadi yang terbaik.

Jadi ustadz, jadilah yang terbaik, he he he. Ini mah buat saya ya? he he he... iya dah...
Jadi istri, jadilah istri terbaik dibanding istri-istri suami orang. Why? Why itu mengapa.
Jadi suami, jadilah suami terbaik. Jadi anak, jadilah anak terbaik. Murid terbaik, guru terbaik. Dosen terbaik. Staff terbaik...
Jadi kakak terbaik. Jadi adik terbaik. Jadi tetangga terbaik. Jadi sodara terbaik.
Jadi mertua terbaik. Jadi orang tua terbaik.
Jadi walikota, gubernur, menteri, presiden, terbaik, dari seluruh yang pernah jadi. Why? Because we are muslim. Because Islam. Karena Allah.

Naikin kemuliaan, harga diri, kehormatan, dengan jadi the winner. Jangan jadi the looser. Mulai deh dari yang kecil-kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang. Misal, rapihin kamar sendiri. Rapihin bekas makan sendiri.

Kalo lagi ngantor, pas pulang kerja, meja dan ruangan pastikan bersih dan rapih. Bikin OB bengong ga ada kerjaan. Sapuin dulu, pel dulu.

Ya, mulailah dari hal yang kecil, diri sendiri dan dari sekarang.

Allah sudah stempel ummat Islam dengan sebutan Khoiro Ummat. Ummat Terbaik... Maka, buktikanlah... Salam hormat, Yusuf Mansur.

Ustadz Yusuf Mansur
16 Maret 2014

Sabtu, 08 Februari 2014

Don't Stop

There's always magic in everywhere. Selalu ada keajaiban dimana-mana. Nih ya, di rumah juga minimal ada. Magic Com ato Magic Jer, he he....

What you have to do in the permulaan is believe... Believe there is magic you need, believe there is magic you wanna.

Move on... Yaaa... Just move on... Move on terus, teruuusss... Dan teruuuusss... It ain't over, 'til it's over...
Come on... Keep going... K
eep moving... Keep geraking... Keep ikhtiaring... Walo nanti keep pusing, tapi don't berenti.
Yap... Don't stop. Di urusan impian, cita-cita, kesusahan, soalan hidup, lampunya lampu ijo teruuuusss... Justru ga boleh berenti...

If you stop, itu namanya you quit... If you quit... So you are nyeraher... Don't do that... Keep jalaning... Don't ever... ever... stop...
Apalagi you wanna be or gonna be pengusaha... Wuah... Don't stop. Kejedat kejedot, trus jalan. Yang pengen kuliah, di luar negeri, gitu juga.
Sebenernya, jadi apa aja, ya harus jangan stop. Istirahat boleh.

Ya, stop untuk istirahat boleh. Untuk sekedar tarik nafas, minum cendol, es kelapa, makan di warung padang. Abis itu, tidur dah, hehe kenyang

Once upon a time... Di kampus, dulu saya jualan ensiklopedi. Alhamdulillaah, saya nawarin sana nawarin sini, ga laku-laku. Ga apa-apa. Jalan terus. Saya tawarin yang saya temui. Ga ngukur dompet ato kantong mereka. Alhamdulillaah, setelah sekian lama mencoba, tetep ga laku, hahaha....

Ustadz Yusuf Mansur
7 Februari 2014

Kamis, 03 Oktober 2013

Allah Maha Baik

Kita memang diperbolehkan memiliki keinginan, harapan dan cita-cita di dunia ini.

Dan kitapun diperintahkan untuk menyempurnakan ikhtiar di jalan yang diridhoi-Nya.

Namun kita harus haqqul yakin bahwa pertolongan hanya datang dari Alloh semata.

Walau jungkir balik ikhtiar, pontang panting setengah mati, berpikir keras siang dan malam, membuat segala strategi, kalau Alloh tak menolong pasti tak akan pernah terjadi.

Maka, jangan larut dalam ikhtiar sehingga melupakan/mengabaikan Alloh Yang Maha Dekat, Maha Menolong dan Maha baik.

KH. Abdullah Gymnastiar
25 September 2013

Selasa, 14 Mei 2013

Buruh

1. Istilah buruh terkesan kurang arif dan merendahkan. Kata karyawan, pekerja dan mitra kerja lebih cantik & elegan.

2. Rasul saw bersabda,"bayarkanlah upah pekerja kalian sebelum kering keringatnya". Ini pesan untuk 2 pihak.

3. Sementara ini kita memaknai hadits ini sebagai pesan untuk manajemen saja agar bayar gaji tepat waktu.

4. Benar itu adalah pesan pertama agar setiap pihak yang mempekerjakan orang lain agar bayar remunerasi on time.

5. Namun ternyata ada pesan kedua yang tidak kalah pentingnya yaitu pekerja harus berkeringat.

6. Berkeringat adalah simbol dari kerja keras sungguh-sungguh dan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin tidak malas-malasan.

7. Subhanallah sungguh luar biasa jika pekerja bekerja dengan sungguh-sungguh produktif dan majikan bayar dengan cepat dan ontime.

8. Rasul menegaskan,"jika engkau mempekerjakan pekerja hendaklah engkau jelaskan apa kerjanya dan berapa upahnya"

9. Hadits ini pesan penting untuk adanya hubungan kontraktual yang saling menguntungkan karena kita saling membutuhkan.

10. Pekerja perlu lapangan pekerjaan. Majikan perlu karyawan. Pemerintah perlu pajak untuk gaji PNS dan bangun infrastruktur.

Muhammad Syafii Antonio
2 Mei 2013

Rabu, 18 April 2012

Hukum Bekerja

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Sahabatku fillah, sungguh Allah ∂ษ‘ฯ€ RasulNya sangat memuliakan seorang hamba ฦ”ยชฮฎฤŸ SEMANGAT BEKERJA MENCARI RIZKI ฦ”ยชnฤž HALAL.
"Carilah karunia Allah di muka bumi ∂ษ‘ฯ€ teruslah berzikir ฦ”ยชฮฎฤŸ banyak kepada Allah niscaya akan "tuflihuun" sukses dunia akhirat" (QS 62 : 10).

Hukum bekerja wajib, orang tidak akan hina karena pekerjaan tetapi hina karena tidak mau kerja.
Seorang directur ∂ษ‘ฯ€ tukang sampah punya kedudukan ฦ”ยชฮฎฤŸ sama mulia di hadapan Allah, selama mereka bekerja mencari rizki ฦ”ยชฮฎฤŸ halal karena Allah.

Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba ฦ”ยชฮฎฤŸ "almuhtarif" semangat berkarya ∂ษ‘ฯ€ terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka ia serupa dengan mujahid di jalan Allah" (HR Ahmad).

SubhanAllah sungguh mulianya hamba ฦ”ยชฮฎฤŸ bekerja itu sahabatku, selamat bekerja meraih rizki ฦ”ยชฮฎฤŸ penuh dengan berkah Allah, insya Allah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 April 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ุฃَูƒْู…َู„ُ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฅِูŠู…َุงู†ًุง ุฃَุญْุณَู†ُู‡ُู…ْ ...