Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2019

Rumus Kehidupan

Saudaraku, masih ingatkah kita dengan sejumlah rumus yang pernah diajarkan di sekolah, seperti rumus luas lingkaran, segitiga, kubus dan sebagainya? Rumus-rumus itu diajarkan di sekolah unutk memudahkan kita dalam menghitung. Maka, rumus-rumus ini menjadi sangat penting. Orang tidak lulus ujian di sekolah bukan karena salah soal, tetapi karena salah rumusnya. Salah rumus, salah jawabannya.

Begitu dengan kehidupan ini. Rumus kehidupan adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam. Di antaranya adalah rumus untuk menghadapi aneka masalah yang sangat dekat dengan keseharian kita. Kita bisa membacanya pada surah Al-Baqarah [2] ayat 155-157, 
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Alloh, dan kepada-Nyalah kami kembali). Merekalah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Rumus ini menerangkan bahwa Alloh Ta’ala akan menimpakan sedikit ujian kepada hamba-hamba-Nya. Ketakutan, kelaparan maupun kekurangan harta itu semua pasti akan ditimpakan kepada manusia, tidak bisa tidak. Namun demikian, ayat tersebut ada sambungannya, yaitu bahwa Alloh akan memberikan kabar gembira bagi orang yang sabar dalam melaluinya. Jadi kalau kita sabar, kepahitan itu sebetulnya adalah kabar gembira.

Lalu, sabar itu apa? Kita mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa semua milik Alloh dan kita pasti kembali kepada-Nya. Satu tidak merasa memiliki. Dua tidak punya tempat kembali. Dengan demikian, selama kita merasa memiliki dan selama kita masih mencari tempat kembali selain Alloh, selama itu pula tidak akan ada sabar.

Jadi, dari musibahlah datangnya berita gembira bagi orang yang sabar, yaitu orang yang merasa tidak memiliki apapun, kecuali yakin lahir dan batin kalau semuanya milik Alloh Ta’ala. Maka, siapa yang ingin mendapatkan keberkahan yang sempurna, curahan rahmat dan petunjuk, dia harus siap melewati kepahitan yang sedikit dan pasti ditimpakan.

Ketika diberikan sebuah ujian, kita merasa menderita itu bukan karena ujiannya yang besar. Ujiannya itu hanya sedikit dan kepahitannya untuk kita pun sudah diukur. yang mendramatisisasinya. Mengapa? Sebab, kita belum tahu rumusnya.

Ada orang yang malah sengaja mendramatisasi kesulitannya sendiri karena dia tidak tahu atau lupa rumusnya. Kepahitannya justru dijadikan sebagai pencitraan agar orang-orang kasihan lalu membantunya, maupun supaya orang-orang menganggap dirinya hebat.

Jadi saudaraku, untuk apa? Ujian hidup kita yang sedikit itu urusannya dengan Alloh Ta’ala dan setiap jalan keluar juga milik-Nya. Berdoalah kepada Alloh dan bersabarlah. Tidak akan ada gunanya kita menangisi masalah, mempersalahkan orang lain, atau mencari simpati dan pencitraan atas masalah yang dihadapi, kecuali hanya akan membuat kita semakin menderita. 
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]:28)
Jadi, mari kita baca dan pelajari Al-Qur’an dan Sunnah. Kita pahami rumus kehidupan yang telah dijelaskan dengan sangat terang agar kita bisa lulus ketika menghadapi ujian dan agar hidup kita yang sementara ini tidak gagal.

“Mustahil bagi kita untuk mendapatkan jalan keluar dari himpitan masalah, tercapai keinginan yang terbaik atau selamat dari ancaman, kecuali hanya dengan pertolongan-Nya.”

KH. Abdullah Gymnastiar, ed. 2015. 𝘐𝘩𝘬𝘵𝘪𝘢𝘳 𝘔𝘦𝘳𝘢𝘪𝘩 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 . Bandung (ID): Emqies Publishing.)

Senin, 19 November 2018

Burungpun Bertasbih

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) di waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah.” (Shad [38]: 18-19).
Rasulullah bersabda,
“Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah”
(HR Bukhori, Muslim).

Allahumma ya Allah jadikanlah kami hamba hamba Mu yang senang ibadah kepada Mu dan senang berbuat baik pada makhluk Mu, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
18 November 2018

Rabu, 29 Agustus 2018

Mati

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah

Hidup bukan untuk hidup.

Hidup bukan untuk mati.

Justru hidup untuk Maha Hidup.

Dan mati itulah untuk hidup.

Jangan takut mati.

Jangan cari mati.

Jangan lupakan mati.

Tapi rindukanlah mati.

Mengapa?

Karena mati bukanlah wafat.

Jasmani mati tetapi ruh wafat.

“Almautu roohatul lilmu‘ miniin”, Mati adalah istirahatnya orang beriman.

dan mati satu-satunya pintu berjumpa Kekasihnya hamba beriman, berjumpa ALLAH.

“Tidaklah ku lihat kematian kecuali pintu KEBAHAGIAAN”
(sayyidina Ali bin abi Tholib)

Maafkan arifin ini.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
28 Agustus 2018

Senin, 10 Juli 2017

Tugas Hidup di Dunia Ini


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah kita kenal tugas rumah tangga, tugas kantor, tugas negara, tapi sedikit yang tahu TUGAS HIDUP DI DUNIA INI NGAPAIN!?

Mengapa malas ibadah?
Mengapa ma'shiyat?
Mengapa berbuat zholim?
Mengapa banyak berbuat sia-sia?
Mengapa gampang stres?

Karena tidak tahu tugas hidup di dunia ini.

Dengan RAHMAT-NYA, ALLAH utus nabi Muhammad untuk menyampaikan tugas utama hidup di dunia bersama ALQUR'AN dan sekaligus menjadi USWAH HASANAH bagi umat manusia.

Tugas utama hidup di dunia ini :

Meluruskan aqidah,
Meni'mati Ibadah,
Perbaikan akhlak,
Semangat amal sholeh,
Da'wah,
Jihad, dan
Muhasabah diri.

Allahumma ya Allah berkahilah harakah da'wah dan persahabatan kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 Juli 2017

Senin, 09 Mei 2016

Selalu Ada Batu Sandungan

Saudaraku, hati-hatilah dan bersabarlah dalam menjalani hidup ini. Karena dalam hidup ini selalu saja ada batu sandungan.


Dunia ini rumah kesulitan....
Siapapun yang tinggal di dunia, pasti pernah merasakan kesulitan.
Siapapun yang berjalan di bumi ini, pasti pernah kesandung batu.

Halangan atau batu sandungan adalah aroma kehidupan. 
Agar manusia selalu hati-hati dan waspada.
Agar manusia selalu berharap dan berdoa pada Alloh.
Agar manusia tidak betah tinggal di dunia.
Karena dunia ini hanya tempat singgah sementara.
Rumah kita yang sesungguhnya adalah di surga nanti. Amin.



Dalam usaha, selalu dirongrong pesaing atau kompetitor.
Dalam berkendara, selalu ada tikungan, batu atau lubang.
Dalam kantor, selalu saja ada koruptor.


Makanan, diganggu lalat.
Hidangan, diganggu semut.
Gudang, diganggu tikus.
Tidur malam, diganggu nyamuk.


Bercocok tanam, diganggu hama.
Beternak binatang, diganggu penyakit.
Berdagang, diganggu penipu.
Pengangguran, diganggu mertua.



Renungan:

Dakwah Rosul saw pun, selalu mendapatkan batu sandungan. Dakwah di Mekah dihalangi oleh orang kafir Quraisy. Bahkan pamannya Abu Lahab, Abu Jahal turut memusuhi Beliau. Dakwah di Madinah diganggu oleh orang Yahudi dan orang-orang munafiq.



Graha Pencerah Jiwa, 


Ustadz Nanang Iskandar Muda
Ahad, 08 Mei 2016

Sabtu, 14 Maret 2015

So What We Think About It?

Saat da'wah seorang dai bertanya pada jamaahnya. "Wahai ibu-ibu, Apakah ibu-ibu cinta suami?", "Cintaaaaa" jawab serentak semua ibu-ibu!".

"Apakah nanti suami saat wafat masuk kuburan mau ikut?", "Tidaaaak!", jawab serentak lagi kaum ibu. 

Demikian pula pertanyaan yang sama untuk kaum bapak, jawabannya juga sama, atau ditanyakan kepada sepasang kekasih yang sedang mabuk cinta sekalipun, jawabannya juga sama. So what we think about it? :

Hidup ini sebentar, cepat berlalu, tahu tahu sudah umur 45, tahu tahu mati
Hidup ini seperti main-main pada akhirnya
Hidup ini ujian, tantangan, godaan dan tipu daya
Hidup ini dihenyakkan dengan kematian sekonyong-konyong
Hidup ini kesenangan yang menipu
Hidup ini perjuangan dengan segala resikonya
Hidup ini bukan semaunya tetapi seperlunya saja
Hidup di dunia ini memang sebentar tetapi menentukan keadaan hidup selamanya di akhirat
Hidup di dunia ini memang sebentar tetapi resikonya terlalu besar kemudian
Hidup ini mengajarkan kalau cinta, jangan terlalu cinta karena bisa berubah dan berakhir
Hidup ini mengajarkan kalau benci, jangan terlalu benci karena bisa berubah dan berakhir
Hidup ini mengajarkan cinta akan panjang bahagia kalau cinta Allah, dan cinta karena Allah
Hidup ini tidak akan sia-sia apalagi ma'siyat karena faham tugas hidup ini pengabdian kepada Allah
Hidup ini perjalanan dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat
Hidup ini waktu ibadah, beramal sholeh, berakhlak, berda'wah dan terus muhasabah diri
Hidup ini kesempatan menoreh sejarah indah untuk keluarga dan generasi berikutnya
Hidup bagi rindu berjumpa Allah hanya dua, "hidup mulia dengan Islam, atau mati mulia syahid!"

Karena itulah aku ajarkan pada dua bidadariku dan ketujuh anak anakku tersayang karena Allah tentang tata cara memandikan mayit, tanpa foto terpajang saat wafat, kuburan hanya gundukan tanah, jangan bersedih berkepanjangan, bertaqwalah kepada Allah, tetap rukun, damai penuh kasih sayang, kuatkan shilaturrahm, dan jangan pernah tinggalkan kelezatan sholat malam. Sungguh coretan inipun menjadi wasiat kemudian, insyaAllah...aamiin.
Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berzikir sampai tertidur, dan berazam sholat malam. 
Allahumma ya Allah bahagiakan kami dengan keberkahan hidup dalam HIDAYAH ISLAMI...aamiin.
K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 Maret 2015

Sabtu, 07 Maret 2015

Mati

SubhanAllah
Hidup ini bukan untuk hidup
Hidup ini bukan untuk mati
Hidup ini untuk Maha Hidup
Dan justru mati itulah untuk hidup

So jangan takut mati
Jangan cari mati
Jangan lupakan mati
Tetapi rindukanlah mati
Karena mati bukanlah wafat
Mati hanya jasad tetapi ruh tidak
Mati bukanlah akhir kehidupan ini
Justru mati membuka tabir kehidupan sebenarnya
Mati satu-satunya pintu berjumpa dengan Kekasih kerinduan
Karena itulah seorang sholeh perindu berkata, "Tidaklah kulihat kematian kecuali pintu kebahagiaan".

Baca surah Al Baqoroh ayat 45 - 46 : 
"Orang-orang beriman yang khusyu' seakan berjumpa dengan Allah dalam sholatnya, sebagaimana wafat benar-benar berjumpa dengan Nya".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 Maret 2015

Jumat, 11 April 2014

Untuk Apa Hidup Di Dunia Ini?

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Ustadz, tolong jelaskan arti kehidupan di dunia ini agar hidup saya terarah jelas?

Sahabatku orang yang paling berbahagia adalah orang yang faham untuk apa hidup di dunia ini:

TUJUAN hidup hanya mencari Ridho ALLAH (QS Al Bayyinah:5),

PERANAN hidup sebagai kholifah (QS Al Baqoroh:30),

TUGAS hidup mengabdi pada ALLAH (QS Adz Dzariyat:56),

PEDOMAN hidup adalah Al Qur'an (QS Al Baqoroh:2),

TELADAN hidup adalah nabi Muhammad saw (QS Al Ahzab:21),

SAHABAT hidup adalah orang-orang beriman (QS Al Hujarat:10),

ALAT hidup adalah harta, tahta dan semua potensi yang Allah amanahkan pada dirinya (QS Al Qoshosh:77),

MUSUH hidup adalah syetan (QS Yasin:60).

ORIENTASI hidup adalah keselamatan di Akhirat,
"Sesungguhnya kehidupan di dunia ini adalah KESENANGAN SEMENTARA, dan Sesungguhnya kehidupan akhirat adalah 'daarul qoroor', RUMAH SELAMA-LAMANYA" (QS Al Mu'min:39).
SubhaanALLAH, kini sudah jelas untuk apa hidup sesaat ini, sahabatku, "Semoga ALLAH menancapkan kekuatan iman di hati kita dan kesenangan taat di tengah glamor godaan dunia ini... Aaamiin".

Jangan lupa sebelum rehat, berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam sahabatku.


Abang pamit, maaf lahir bathin, mohon doa kalian sahabatku tercinta.
 
K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 April 2014


Diperbarui 15 Mei 2015
Diperbarui 23 Juni 2018

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...