Tampilkan postingan dengan label istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 April 2017

Doa Memohon Pasangan dan Keturunan yang Saleh


Ya Tuhan, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa. (Q.S. Al-Furqān [25]: 74)

Hidup berumah tangga merupakan sunnatullah atau ketetapan Allah. Dengan adanya ketetapan ini, manusia dapat melanjutkan proses regenerasi yang baik. Rumah tangga yang baik akan dapat terbangun bila pelakunya berakhlak dan berperilaku baik sesuai dengan aturan syariat yang telah ditetapkan Allah Swt.

Sebagai kepala keluarga, seorang laki-laki sangat menyadari pentingnya peranan istri yang berakhlak baik dan mulia, baik kepada suami maupun kepada Allah Swt. Seorang istri yang berakhlak baik tidak akan memberatkan suami dalam hal apa pun. Sebaliknya, suami pun akan ikhlas memercayakan segala urusan rumah tangga kepadanya. Begitu pun kelak jika mereka dikarunia anak, maka diharapkan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan patuh kepada orangtua dan agamanya.

Doa tersebut memberikan pelajaran bahwa daerah atau medan tanggung jawab antara suami dan istri sangatlah berbeda. Suami lebih fokus berada di luar rumah demi mengusahakan segala kebutuhan rumah tangganya, sedangkan istri lebih fokus di rumah untuk mengurus rumah, termasuk merawat anak-anak. Doa ini juga secara implisit menjelaskan bahwa peranan penting dalam pembinaan akhlak anak-anak ada pada seorang istri. Oleh karena itu, Allah menekankan kepada laki-laki agar memilih calon istri yang baik akhlaknya.

Doa ini dapat kita baca kapan saja dan di mana saja untuk memohon kepada Allah agar dikaruniai pasangan dan keturunan yang dapat menyenangkan hati serta mampu menjadi pemimpin rumah tangga yang baik dan bertanggung jawab.

Aam Amiruddin
26 April 2017

Rabu, 17 Februari 2016

Kriteria Istri Sholehah

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu.


Sahabat sholehku inilah diantara kriteria istri sholehah, 
  1. Sangat damai hidup bersamanya karena ketaatannya kepada Allah (QS An Nisa 34), 
  2. Kalau ditatap selalu menyenangkan,
  3. Tidak membantah jika diperintah suaminya dalam kebaikan & Syariat Allah, 
  4. Pandai menjaga kehormatan dan harta suaminya, Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik istri sholehah adalah jika ditatap menyenangkan, bila diperintah taat, dan jika suaminya pergi pandai menjaga kehormatan dan harta suaminya" (HR Abu Daud), 
  5. Mulia sekali karena terjaga kehormatan dan tertutup auratnya (QS Al Ahzab 59), 
  6. Bukan hanya sabar bahkan rela berkorban untuk suaminya, 
  7. "Gholimah" pandai merawat tubuhnya dan sangat aktif melayani suaminya, 
  8. Bersyukur atas ni'mat Allah dengan terus membangkitkan semangat suami dan tidak menuntut di luar batas kemampuan suaminya, 
  9. Menyayangi dan menghormati keluarga suaminya, 
  10. Tidak keluar rumah tanpa seizin suaminya, 
  11. Menyertakan suaminya dalam doanya, terutama di penghujung malam, 
  12. Penuh perhatian saat suami bicara disertai tatapan cinta, 
  13. Hadiah kecil tetapi sangat membahagiakan suami, ta'kala istri menciumnya disertai bisikan, "Adek bangga menjadi istrimu, kak", SubhanAllah indaaaaaaaaah sahabatku, makasih ya Allah...


K. H. Muhammad Arifin Ilham
15 Februari 2016

Minggu, 15 November 2015

Jangan Main-Main Dengan Poligami

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu


Duhai sahabatku yang kucintai karena Allah,
JANGAN MAIN-MAIN DENGAN POLIGAMI!



Poligami syariat Allah
Yang dicontohkan Rasulullah
Izin dan ridho orang tua
Suami imam teladan lebih dahulu
Persiapan ilmu terutama kewajiban dalam berpoligami
Jangan melangkah tanpa kesiapan istri pertama
Fahamkan pada keluarga terutama anak anak
Sabar prosesnya
ISTIHAROH agar iman lebih dominan dari nafsu
Jangan sembunyi-sembunyi dengan banyak dusta


Nikah itu SYIAR ISLAM
Jalan lahir memperbanyak generasi umat Rasulullah
Sejuta hikmah tetapi besar pula mudhoratnya bagi yang belum faham
Nikah bukan harga yang bisa dibagi-bagi
Tetapi NILAI justru bertambah cinta sayangnya
Resmi taat hukum negara sehingga statusnya jelas terhormat
Membutuhkan kekuatan fisik dan harta
Adil tegak karena kerelaan, kesepakatan, dan proporsional


Jangan terlalu condong pada pertama apalagi yang kedua
Mengaku sayang istri tetapi berzina itu penghianat sejati
Istri pertama "The Historical Queen" "ratu yang penuh kenangan"
Kenalkan, persaudarakan keduanya hingga saling sayang
Selesaikan masalah dengan sabar, lembut, bijak dan nasehat guru
Jangan menyakiti, sayangi keduanya sebagai AMANAH ALLAH



Pilarnya : ketaqwaan, tahajjud, doa, cinta dan keteladanan

Ajak dan ingatkan diri dan kedua istri DAHSYATNYA AKHIRAT
Jadikanlah rumah tangga sebagai musholla, madrasah dan Syurga 
Kalaupun cerai karena terpaksa, darurat dan itupun dengan cara terbaik


"So jangan main-main dengan hukum Allah, kalau tidak mampu lebih baik bersabar dan berbahagia dengan CUKUP SATU ISTRI!".

Mohon doa istri abang kedua hamil untuk anak yang ke tujuh, InsyaAllah...


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
13 November 2015

Rabu, 22 Juli 2015

Harta Istri

Pertanyaan;
Ustadz, Jika istri bekerja, apakah suami berhak menikmati penghasilan istri? 
Misal, istri baru mendapat gajian kemudian suami minta untuk beli hp.

Jawaban;
Tanggungjawab terbesar seorang suami yang menjadi hak istri adalah Memberi Nafkah. QS An Nisa:34, Al Baqarah:233.

Muawiyah bin Haidah ra, bertanya, "Ya Rasulullah, apa hak istri yang menjadi tanggung jawab kami (suami)?" 
Rasul menjawab, "Engkau memberinya makan apabila engkau makan, memberinya pakaian apabila engkau berpakaian, & janganlah engkau memukul wajah, jangan engkau menjelek-jelekkannya (dengan perkataan/cacian) & jangan engkau tinggalkan kecuali di dalam rumah" (HR Ahmad 20013, Abu Daud 2142, Ibnu Majah 1850)

Cakupan nafkah antara lain: makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan segala macam yang menjadi kebutuhan istri untuk hidup layak. (Fatwa Islam 3054)

Ini berbeda dengan harta istri. Allah menegaskan bahwa harta istri itu murni menjadi miliknya, dan tidak ada seorangpun yang boleh mengambilnya kecuali dengan kerelaan istri.
"Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya." (QS An Nisa:4)
Ayat di atas menjelaskan bahwa suami boleh mengambil harta istri jika disertai kerelaan hati. Dan kerelaan hati itu dari sebatas izin.

Disimpulkan bahwa yang menjadi acuan tentang halalnya harta istri adalah adanya kerelaan hati. (Fatwa Islam 32280)

Dalam fatwa islam ditegaskan "Khusus masalah gaji istri yang bekerja, semuanya menjadi hak istri. Suami tidak boleh mengambil harta itu sedikitpun, kecuali dengan kerelaan hati istrinya." (Fatwa Islam 126316)

Semoga Bermanfaat!

Ustadz Fauzi Ichsan

Mohon keikhlasan doanya untuk kesembuhan ayah saya yang sedang dirawat. Al Fatihah...

Selasa, 08 April 2014

Baity Jannaty

SubhanAllah sahabatku, inginkah keluarga kalian mesra dan bahagia?
Suami yang dikagumi?
Istri yang dimanja?
Anak-anak kalian pun menjadi anak-anak sholeh sholehah yang sangat sayang dan hormat pada kalian?

Bangunkanlah, ajaklah istrimu dan anak anakmu untuk sholat malam, kalian laki-laki mu'min menjadi imam dalam sholat malam kalian, biasakan berdoa bersama selesai sholat, ciumlah, peluklah istrimu di depan anak-anakmu disertai pujian dan doa, "sayangku, engkau bidadariku dunia akhiratku", ciumlah anak-anakmu diiringi pujian dan doa, "abi sayang kalian nak, kalian anak sholeh yang hebat", lalu biarkan istri dan anak anakmu saling cium dan memeluk. Bila kalian dapat menjaga suasana indah ini setiap pekan, syukur bisa hampir tiap malam, sungguh "baity jannaty" rumah tanggaku SyurgaKu...abang tulis selesai sholat malam bersama bidadari abang, Alhamdulillah adzan subuh berkumandang. Ayo kita memenuhi undangan Allah berjamaah di RumahNya.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
7 April 2014

Jumat, 16 Agustus 2013

Kunci Rumah Tangga Sakinah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku kali ini kaji kita jus 21 surah Ar Rum ayat 21. 
“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. 
Ini sering kita dengar saat khutbah nikah disampaikan. Dan diantara hikmahnya mengandung kunci RUMAH TANGGA SAKINAH, 

1. Pilihlah pasangan hidup "min amfusikum" yang seaqidah, 
"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya" (QS al Baqorah 221). 
2. Yang dicintai karena Allah, inilah pilihan yang membahagiakan, semua menjadi indaaaaaaah sekali, 

3. Satu visi misi dalam hidup, sungguh sulit bahagia kalau berbeda aqidah, tidak dicintai atau beda visi misi. Misalnya suami sangat tekun ibadah, istri sangat malas ibadah atau sebaliknya, istri dermawan, suami pelit amat atau sebalikna, 

4. Saling memahami, saling menghormati, saling mendukung, saling mendoakan. 

SubhanAllah inilah rumah tangga yang menghadirkan "litaskunuu ilaiha" sakinah mawaddah wa rahmah, tenang, senang, bahagia, "Syurga sebelum Syurga". 

Allahumma ya Allah kami mohon di bulan Ramadhon ini bagi sahabat kami yang belum menikah, hadirkan baginya pasangan yang membahagiakannya karenaMu, dan bagi kami yang berkeluarga jadikanlah rumah tangga kami "baity jannaty" rumah tanggaku syurgaku...aamiin. 

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
30 Juli 2013

Minggu, 14 Oktober 2012

Menuhankan Pasangan Hidup

Siapapun yang mencintai pasangannya suami/istri secara berlebihan, melampaui kadar yang dibenarkan, pasti tak akan bahagia dan akan tersiksa.

Karena Alloh melarang kita menyekutukan-Nya dengan siapapun termasuk pasangan hidup yang dipasangkan-Nya.

Surat At Taubah ayat 24 :
“Katakanlah: "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”

Cirinya:
1. Pasangannya begitu mendominasi hampir seluruh waktunya, menyita semua pikirannya, nyaris tak ada lagi yang dipikirkan selain pasangannya itu dan mengisi semua relung hatinya sehingga tak bersisa untuk yang lain.

2. Pikirannya selalu berpikir tentangnya, dimana dia berada, sedang apa, selalu ingin tau keadaannya, berpikir keras agar selalu dekat dengannya,

3. Hatinya selalu ingat kepadanya siang malam, cemas takut berkurang cintanya, cemas takut berpaling kepada yang lain, cemburu luar biasa terhadap yang diduga akan memalingkan, penuh kedengkian dengan siapapun yang dianggap pesaingnya, hatinya benci kepada siapapun yang mengganggu dan bisa mngurangi cinta pasangannya. Lelah siang malam berharap cintanya, takut sekali cinta pasangannya berkurang apalagi berpaling darinya.

4. Untuk anak, orang tua, keluarga sama sekali hanya serba sisa, termasuk kepada Alloh azaa wajallaa.

5. Ibadahnya, sholatnya diisi oleh ingat, harap dan cemas kepadanya, doa-doa yang dipanjatkan fokus kepadanya agar selalu bersama, agar tak dipisahkan ( doa untuk anak, orang tua, tak sekhusu untuk pasangannya ).

Bila sudah seperti ini maka dia sudah menuhankan pasangannya...sungguh perbuatan yang amat dibenci Alloh, bila tak segera tobat bisa terjadi teguran yang amat keras dari-Nya dengan diambil apa yang dituhankannya.

KH. Abdullah Gymnastiar
27 September 2012

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kiat-Kiat Mencari Jodoh Yang Baik

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Duhai sahabat sholehku, inilah diantara KIAT-KIAT mencari jodoh yang baik,
  1. Sungguh-sungguh TAAT, "Siapa yang sungguh-sungguh bertaqwa maka ALLAH tunjukkan jalan keluar dari kesulitannya dan ALLAH beri rizki dari jalan yang tidak pernah terduga" (QS Ath Tholaq 2-3),
  2. Ikhtiar maksimal dengan banyak bergabung dalam majlis atau persahabatan dengan hamba-hamba ALLAH yang sholeh.
  3. Doa di penghujung malam, "Robby la tadzarny fardan", Ya ALLAH, jangan biarkan hamba membujang, (QS Al Anbiya 89).
  4. Perhebat istigfar, boleh jadi dosa kita menjadi hijab jalan jodoh kita (QS Nuh 10-12).
  5. Sholat dhuha, sungguh diantara rizki terindah adalah meraih jodoh sholeh.
  6. Optimis, semangat pantang putus asa, "insyaALLAH, ALLAH tunjukkan jodohku".
  7. Sedekah sebagai pendokrak agar doa mustajab,
  8. Mohon doa pada orang tua, keluarga, guru yang istiqomah,
  9. Menolong, meringankan beban saudara kita, "Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya” (HR. Muslim).
  10. Tidak salah minta bantuan guru atau sahabat,
  11. "Husnuzhzhonni" baik sangka atas semua takdir, semua peristiwa yang terjadi pasti SEJUTA HIKMAHNYA
  12. Aktifkan diri pada group kajian,
  13. Tawakkal sepenuh hati. "Semoga ALLAH mudahkan kalian sahabat mudaku untuk meraih pasangan yang membahagiakan dunia akhirat...AAMIIN". 
Semoga Allah menunjukkan jodoh tersholeh untuk kita...aamiin...

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
15 Oktober 2011

    Diperbarui 22 Oktober 2014
    Diperbarui 15 September 2015

    Sabtu, 22 Oktober 2011

    Kiat-Kiat Memilih Istri Sholehah

    1. Faham dan mengamalkan ALQUR'AN & ASSUNAH,
    2. Auratnya terjaga,
    3. Tidak mau berduaan apalagi disentuh,
    4. Penyayang pada orang tua, kakak adik dan sanak familynya,
    5. Kalau bicara menundukkan wajahnya, santun dan rendah hati,
    6. Tidak suka banyak bicara, jauh dari sifat genit,
    7. Terpelajar,
    8. Para sahabatnya menyenanginya,
    9. Tidak suka pacaran, maunya segera dinikahi,
    10. Tidak menentukan harga mahar,
    11. Menerimamu karena istiharahnya.
    K. H. Muhammad Arifin Ilham
    10 Oktober 2011
     

    Kamis, 07 April 2011

    Istri Sholehah

    ISTRI SHOLEHAH itu "afifah" sangat pandai menjaga aurat, kehormatan diri dan harta suaminya dan "gholimah" sangat menyenangkan dipandang oleh suaminya, pakaiannya, wanginya, tubuhnya, setia dan taat, kalau bicara menundukkan wajahnya (QS 4:34), lembut tutur katanya, sabar dalam kesulitan suaminya, selalu izin suaminya dan tidak memotong pembicaraan suaminya, dahsyatnya, sangat aktif melayani dan penggoda hebat bagi suaminya. 
    "Wow indahnya" itulah BIDADARI SYURGA, SUBHANALLAH.
    K.H. Muhammad Arifin Ilham
    29 Maret 2011

    Jaga Iman dan Akhlak

     Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...