Tampilkan postingan dengan label diam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diam. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

Jaga Lisan


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

"Sahabatku ingin selamat dunia akhiratkan? Jagalah lisan, "assukuutu aslam" diam lebih selamat dari banyak bicara. Banyak bicara mengeraskan hati, kurang wibawa, banyak salah & dusta.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (QS Al Ahzab 70-71)

Rasulullah bersabda,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya” (HR Muslim)

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (HR Bukhori Muslim)

Diam itu emas tetapi bicara baik itu berlian. Indahkan lisan mu'min itu, seperti cincin emas bermahkota berlian. Sungguh banyak yang kuat puasa menahan lapar haus tetapi sedikit yang kuat puasa menahan banyak bicara.

Sahabatku bila kita sukses melalui satu hari saja tanpa dusta, maka sungguh itulah Hari Lebaran bagi kita.

SubhanAllah, sahabatku, Semoga Allah selalu bimbing kita untuk selalu menjaga lisan kita...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Januari 2018

Rabu, 30 November 2016

Cara Mengendalikan Emosi

● Membaca ta`awudz. 
Rasulullah mengajarkannya kepada dua orang sahabat yang saling mencaci, dengan mengatakan, "Sesungguhnya aku akan ajarkan kalian suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilanglah kemarahan kalian, yaitu bacaan A’uudzubillaahi minasy-syaithaanir-rajiim." (H.R. Bukhari)

● Merubah posisi. 
“Apabila salah seorang diantara kalian marah, sedangkan ia dalam posisi berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum reda, maka hendaklah ia berbaring.” (H.R. Abu Dawud).

● Diam atau tidak berbicara. 
"Apabila kalian marah, maka diamlah". (H.R. Ahmad).

● Berwudhulah. 
"Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu diciptakan dari api, dan api itu bisa padam dengan air, maka apabila marah, berwudlu-lah" (H.R. Ahmad).

● Lakukanlah shalat. 
"Ketahuilah, marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merah kedua matanya dan tegang urat saraf di lehernya? Maka apabila marah, hendaklah ia shalat. (H.R. Tirmidzi)

Aam Amiruddin
28 November 2016

Selasa, 04 Agustus 2015

Nasehat Kiai Ahmad Daerobi

SubhanAllah walhamdulillah, duhai sahabat sholehku.

Abang mengajak kalian semua untuk merenungi nasehat yang sangat dalam menyentuh.
Menyadarkan betapa utamanya ukhuwah imaaniyah itu.

Saling menghormati, saling memahami, saling mendukung, saling membela karena semua dalam barisan perjuangan yang sama membawa bendera Laa ilaaha illaah Muhammadurrosuulullah.

Simaklah nasehat Kiai Ahmad Daerobi, guru pondok pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur :
“Diam-diam ternyata saya menyukai semangat FPI dalam memberantas kemunkaran.
Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam aksi mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang takut dan tak peduli dengan kemunkaran yang merajalela.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat dan ketulusan Jamaah Tabligh dalam meramaikan sholat berjemaah di masjid.
Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam tindakan sebagian mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang tidak melakukan apa-apa saat tetanggaku banyak yang tidak sholat.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat Hizbut Tahrir dalam membangun khilafah.
Saya tahu, ada yang salah dalam sebagian konsep khilafah mereka.
Namun, kesalahakanku yang tak mau berbuat apa-apa untuk penegakan syariat Islam, jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Diam-diam ternyata saya menyukai cara berpolitik orang-orang PKS.
Saya tahu, mereka banyak dihuni oleh tokoh-tokoh di luar Nahdlatul Ulama.
Dan yang namanya partai politik pasti cukup banyak kesalahan oknum mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku memilih partai yang cenderung sekuler dan anti penerapan syariat Islam.

Bahkan, diam-diam ternyata saya juga suka dengan keberanian Al-Qaidah dalam melawan kezaliman politik Amerika dan Israel.
Aku tahu, mereka melakukan beberapa kesalahan, tapi kesalahanku yang tidak peduli dengan nasib umat Islam jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Dan, dengan terang-terangan saya menyatakan sangat mengagumi Nahdlatul Ulama.
Yakni, NU yang sesuai dengan pandangan Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari.
Bukan NU yang menjadi kendaraan politik.
Bukan NU yang dipenuhi kepentingan pragmatis.
Bukan NU yang menjadi pembela Syiah dan Ahmadiyah.
Bukan NU yang melindungi liberalisme.
Dan, bukan NU yang menjadikan Rahmatan Lil Alamin sebagai justifikasi untuk ketidakpeduliannya terhadap perjuangan penegakan syariat”.

Sungguh nasehat ini tidak akan keluar kecuali dari seorang yang sangat kuat imannya, alim, waro', zuhud yang tujuannya hanya Allah, RasulNya, oerintasinya akhirat dan demi keberkahan kemaslahatan umat.

Jazaakumullah kiai Ahmad Daerobi yang mulia, semoga Allah memberkahi pak Kiai.
Dan nasehat ini menyadarkan dan menyatukan kami semua dalam barisan perjuangan yang sama... Aaamiin.

Abang sayang kalian duhai para sahabat FBku seiman karena Allah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
3 Agustus 2015

Jumat, 21 November 2014

Diamnya Orang Mu'min

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, diamnya orang mu'min adalah zikir, tafakkaur, dan muhasabah, kalaupun bicara, bicaranya santun, mulia dan dakwah, hatinya "husnodzdzon" baik sangka dan doa, melihat suami istri berjalan, ia doakan semoga rumah tangganya sakinah, melihat orangtuanya, ia doakan semoga husnul khotimah, melihat anak anak ia doakan semoga menjadi anak anak sholeh sholehah, melihat pemimpinnya, ia doakan semoga menjadi pemimpin amanah, melihat faqir miskin setelah ikhtiarnya menolong, ia doakan semoga Allah hiasi dengan kesabaran dan Allah balas kesabarannya dengan ridho dan syurgaNYA, mendengar dirinya dipergunjing, ia balas dengan doa kasih sayang semoga ALLAH memaafkannya, melihat yang berbeda dengan keyaqinan, ia doakan semoga hidayah ALLAH untuknya, melihat saudaranya dianiaya di Gaza Palestina, di Afghan, di Irak, di Suriah, di Mesir, di Rohingya hatinya perih, ia pun maksimalkan jihadnya, dengan doa air matanya di penghujung malamnya, Ya ALLAH tolong lindungi selamatkan saudara-saudara kami, menangkan para mujahidin, muliakan mereka yang wafat sebagai syuhada tanpa ia melupakan mendoakan keberkahan negerinya, sahabatnya, juga sahabat FBnya dan keluarganya. 

Sungguh dunia ini menjadi "Taman Syurga" bagi hamba yang sungguh-sungguh TAAT, BERDOA & SELALU BAIK SANGKA...aamiin...

K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 November 2014

Sabtu, 04 Oktober 2014

Menjaga Lisan

Mahasuci Allah yang telah memberikan kita lisan. Sungguh beruntung seseorang yang bisa menjaga lisannya dengan baik. Setiap pembicaraaan dipastikan kebenarannya. Setiap butir kata bagai untaian mutiara yang indah dan berharga, menggugah dan berdaya ubah bagi siapapun yang mendengarnya.

Kata-kata yang terucap dari mulut seseorang kadang-kadang lebih menyakitkan dari apapun. Menurut peribahasa Arab, al-kalaamu yanfudzu maa laa tanfudzuhul ibaru, yang artinya perkataan itu bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum (hati).

Jangan biarkan lidah kita tergelincir. Jadikan diam sebagai kebaikan daripada berbicara tetapi mendatangkan kemudaratan. Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari, Muslim).

KH. Abdullah Gymnastiar
2 Oktober 2014

Kamis, 03 Juli 2014

Anta Ma Taquulu

SubhanAllah sungguh "anta ma taquulu" engkau apa yang kau katakan, "tiada kalimat mulia kecuali dari hati yang mulia, tiada kalimat hina kecuali dari hati yang hina pula". Karena itulah kalimat yang keluar dari lisan hamba yang bertaqwa adalah kebenaran, kemuliaan, kesantunan dan kasih sayang,
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” (QS. Al-Ahzaab: 70-71).

Sebaliknya yang keluar dari lisan hati yang kotor, kalimat hujatan, sumpah serapah, penuh dengan caci makian, dan itulah gambaran dirinya. Rasulullah mengingatkan, "Barang siapa yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berkata baik, kalau tidak diam!". Diam itu emas, tetapi bicara baik itu berlian, alangkah indahnya cincinnya emas yang bermahkotakan berlian itu, itulah lisan dan pribadi mu'min itu.

Sebarkan percikan hikmah ini sahabatku, agar anak-anak kita, keluarga kita dan umat negeri yang tercinta ini membudayakan kalimat santun penuh kedamaian dan kasih sayang.

"Allahumma ya Allah, tanamkan di hati kami kekuatan iman dan keindahan lisan...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Juli 2014

Senin, 28 Januari 2013

Diamnya Orang Beriman

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah sahabatku, tentu diamnya orang beriman bukan sembarang diam, atau seperti diamnya orang jahil, diamnya orang tidak berdaya, diam berhayal, diam cari selamat, diam karena takut, diam kalah, bukan itu tetapi diamnya orang beriman itu adalah diam sikap, diam zikir, diam muhasabah diri, diam tafakkur, diam tadabbur, diam doa, diam dakwah, diam untuk menyimak, diam rendah hati.

"Betapa banyak orang yang tadinya dianggap pendiam ketika berbicara sangat mengagumkan", inilah diam emas, kalau bicara baik dan benar, lebih baik dari diam, maka bicaralah itulah bicara berlian, sungguh alangkah indahnya cincin emas bermahkota berlian, itulah indahnya pribadi mu'min itu sahabatku fillah.

Coba buka tafsir surah Al Ahzab ayat 70-71
"Hamba beriman yang bertaqwa itu kalimat-kalimat yang keluar dari lisan selalu mengesankan".
Sahabatku, diamnya orang mu'min adalah zikir, tafakkaur, dan muhasabah, kalaupun bicara, bicaranya santun, mulia dan dakwah,
hatinya 'husnodzdzon' baik sangka dan doa,
melihat suami-istri berjalan, ia doakan semoga rumah tangganya sakinah,
melihat orangtuanya, ia doakan semoga husnul khotimah,
melihat anak-anak ia doakan semoga menjadi anak-anak sholeh/sholehah,
melihat pemimpinnya, ia doakan semoga menjadi pemimpin amanah,
melihat faqir miskin setelah ikhtiarnya menolong, ia doakan semoga Allah hiasi dengan kesabaran dan Allah balas kesabarannya dengan ridho dan syurgaNYA,
mendengar dirinya dipergunjing, ia balas dengan doa kasih-sayang semoga ALLAH memaafkannya,
melihat yang berbeda dengan keyaqinan, ia doakan semoga hidayah ALLAH untuknya,
melihat saudaranya dianiaya di Gaza Palestina, di Afghan, di Irak, di Suriah, di Mesir, di Afrika Tengah, di Rohingya hatinya perih, ia pun maksimalkan jihadnya, dengan doa air matanya di penghujung malamnya:
'Ya ALLAH tolong lindungi selamatkan saudara-saudara kami, menangkan para mujahidin, muliakan mereka yang wafat sebagai syuhada.'

Tanpa ia melupakan mendoakan keberkahan negerinya, sahabatnya, juga sahabat FBnya, dan keluarganya...

Sungguh dunia ini menjadi 'Taman Syurga' bagi hamba yang sungguh-sungguh TAAT, BERDOA & SELALU BAIK SANGKA... Aaamiin". 

Semoga semakin Allah perindah iman dan tutur kata kita...aamiin. 

Kurehat dulu sahabatku, jangan lupa berwudhu, berzikir, berdoa dan berniat sholat malam sebelum tidur...

Foto kemaren saat Tablig Akbar di Mesjid Agung Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
17 Januari 2013

Diperbarui 28 Agustus 2013 

Diperbarui 19 Mei 2015

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...