Tampilkan postingan dengan label wafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wafat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2019

Liqoouhu

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah saat ratu bidadari menangis melihat keadaan imamnya, mendengar wasiat dan bahwa kematian janganlah ditakuti, karena mati adalah ”liqoouhu” jalan satu-satunya berjumpa dengan Allah yang kita sangat cinta rindu beribadah taat kepadaNya.

‎الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
(QS Al Baqoroh 46)
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah Ta’ala berfirman:

‎إِذَا أَحَبَّ عَبْدِي لِقَائِي أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ وَإِذَا كَرِهَ لِقَائِي كَرِهْتُ لِقَاءَهُ.

“Bila hamba-Ku senang bertemu dengan Aku, maka Aku juga senang bertemu dengannya. Bila hamba-Ku tidak senang bertemu dengan Aku, maka Aku pun tidak senang bertemu dengannya.” 
(HR. Malik, Ahmad, Bukhari dan Nasa’i)

SubhanAllah dia nangis walau abang masih ada infus akan beranjak untuk memeluknya. InsyaAllah semua kita dikumpulkan Allah bersama umat Rasulullah dalam RIDHO, RAHMAT dan SYURGA...aamin aamiin aamiin.

Terputus karena yang pegang kamera menangis.

Penang Malaysia

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
1 Mei 2019

Sabtu, 16 Maret 2019

Doa Untuk Syuhada Selandia Baru

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Simaklah dengan IMAN Kalam Allah yang mulia ini, duhai sahabat imanku!

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ 
“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.
(QS Al Buruj )
Innaaa lillah wa innaa ilaihi roojiuun kebiadaban oknum kafir zholim Selandia Baru terjadi membantai dengan merekam langsung secara keji kesadisan mereka membantai umat beriman mulia yang siap beribadah di hari Jumat yang mulia.

Sebiadab kaya apapun mereka tidak akan disebut teroris oleh media sekuler, dan ini selalu terjadi di negeri dimana umat Islam yang minoritas berada di wilayah mereka.

Allahumma ya Alah jadikan saudara-suadara kami yang wafat dibunuh di rumahMu yang mulia di hari jumat yang mulia ini sebagai syuhada di sisiMu, aamiin.

Allahumma jadikan peristiwa ini membangkit ghirah dan kesadaran umat Islam untuk terus mendekat kepadaMu, semakin kuat rasa ukhuwah, semakin peduli kepada saudara mu’min, semakin rapat barisan.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
15 Maret 2019

Rabu, 29 Agustus 2018

Mati

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah

Hidup bukan untuk hidup.

Hidup bukan untuk mati.

Justru hidup untuk Maha Hidup.

Dan mati itulah untuk hidup.

Jangan takut mati.

Jangan cari mati.

Jangan lupakan mati.

Tapi rindukanlah mati.

Mengapa?

Karena mati bukanlah wafat.

Jasmani mati tetapi ruh wafat.

Almautu roohatul lilmu‘ miniin”, Mati adalah istirahatnya orang beriman.

dan mati satu-satunya pintu berjumpa Kekasihnya hamba beriman, berjumpa ALLAH.

“Tidaklah ku lihat kematian kecuali pintu KEBAHAGIAAN”
(sayyidina Ali bin abi Tholib)

Maafkan arifin ini.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
28 Agustus 2018

Rabu, 07 Juni 2017

Al Maut

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah simaklah Kalam Allah ini dengan iman :

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Jumu’ah 8).

SubhanAllah simaklah sabda Rasulullah :

أَفْضَلُ المُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَ أَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

“Orang mu'min yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang mu'min yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka semua adalah orang-orang cerdas (yang sesungguhnya)" (HR At-Tirmidzi).

أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَادِمِ اللَّذَاتِ

“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (dunia). Yakni kematian” (HR At-Tirmidzi dan An-Nasa’i).

Semoga Allah wafatkan kita semua husnul khotimah, aamiin aamiin aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 Juni 2017

Selasa, 28 Februari 2017

Wafat Sesuai Harapan dan Kebiasaan

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Simaklah sabda Rasulullah ini dengan iman, "Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya"(HR Muslim).

Berkata Al-Munaawi, yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu" (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami' As-Shogiir 2/859)

"Apabila Allah menghendaki bagi seorang hamba satu kebaikan, niscaya Ia mempekerjakannnya. Ditanya, “Apa yang dipekerjakan kepadanya? Beliau bersabda, Allah membukakan kesempatan beramal sholeh baginya saat menjelang kematiannya sehingga yang disekitarnya meridhainya (HR Ahmad & Al-Hakim).

Hafsah meriwayatkan bahwa Umar r.a. pernah berdoa, “Ya Allah berikan aku mati syahid dan mati di Madinah! Harfsah bertanya, “Apakah mungkin hal itu terjadi? Umar r.a. menjawab, “Jika Allah menghendaki pasti terjadi! Dan beliau wafat di Madinah, dan makam beliau berdampingan dengan Rasulullah dan sahabat mulia Abu Bakar Ashshiddiq.

SubhanAllah karena itu sungguh manusia diwafatkan Allah sesuai dengan harapan dan kebiasaannya"....

Yang biasa tahajjud saat tahajjud wafatnya, yang biasa ke mesjid lagi di mesjid wafatnya, yang biasa puasa senin kamis, hari itu ia wafat...

Yang biasa mancing lagi mancing wafatnya, yang suka rokok lagi merokok wafatnya, yang suka ma'shiyat sedang ma'shiyat wafat...

Ayooo sahabatku luruskan niat, semangatlah mengharapkan ridho Allah dan SyurgaNya, dan BIASAKANLAH HIDUP KITA DALAM SUNNAH NABI KITA, InsyaAllah wafat husnul khotimah.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam duhai sahabat da'wahku tercinta.

Allahumma ya Allah hidupkanlah kami bahagia dalam taat di JalanMu, dan wafatkan kami semua dalam keadaan husnul khotimah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
27 Februari 2017

Selasa, 27 September 2016

Ajalku Semakin Dekat


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku mari kita muhasabah tentang al maut, mati atau wafat yang semakin hari jadwalnya semakin dekat dengan kita :

Mati adalah kepastian.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,


قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Jumu’ah: 8).
Harus diyakini …
Kematian tak bisa dihindari …


أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS. An Nisa’: 78).
Mati itu pintu qiyamat "syugro" kecil, walau bukan besar tetapi sudah qiyamat bagi yang mengalami.
Mati nasehat yang bisu tetapi lebih tajam daripada nasehat lisan.
Mati pintu keadilan, mendatangi siapapun.
Mati pasti semua mahlukNya merasakan hatta Malaikat maut.
Mati semakin hari, jam, menit, detik semakin mendekat.
Mati penghancur kelezatan dunia.
Mati membuat banyak insaf, sadar dan taubat.
Mati "roohatun" istirahatnya orang beriman dari lelahnya taat.
Mati siksaan awal bagi kafir, musrik, fasiq, munafik, zholim dan penggemar ma'siyat.
Mati bukan akhir kisah hidup ini, tetapi justru mati membuka tabir rahasia hidup sebenarnya.
Mati menentukan perjalanan berikutnya, bila wafat husnul khotimah maka ia sangat bahagia di alam kubur menjadi taman diantara taman SyurgaNya. Kalau tidak ia akan menjadi awal penderitaan, karena alam kuburnya menjadi lubang diantara lubang neraka.
Mati pembangkit semangat ibadah dan amal sholeh.
Mati membuat kita takut sekali ma'siyat.
Mati kok masih nekat ma'siyat, itulah yang disebut manusia zholuman jahuulan, sangat zholim dan sangat bodoh.
Mati membuat kita menyegerakan taubat, sedekah dan semua kebaikan.
Mati pintu kebahagiaan bagi para mujahidNya di jalanNya.
Mati awal kebahagia bagi hamba Allah yang hobby beramal sholeh karena akan mengetam tanamannya selama di dunia.


SubhanAllah karena itulah hamba yang beriman tidak takut mati, tidak cari mati, tidak lupakan mati, tetapi istimewanya merindukan mati, karena mati bukanlah wafat, mati hanya jasmani, tetapi ruhani wafat, ruhani menghadap Allah untuk mempertanggungjawabkan apa yang ia berbuat selama di dunia, mati satu satu pintu berjumpa Allah, berjumpa dengan kekasihNya, mengapa harus takut, justru menyenangkan bagi hamba yang beriman, karena kita pindah ke tempat yang lebih baik, lebih indah, lebih membahagiakan.

"La arol mauta illas saadah" tidaklah ku lihat kematian kecuali kebahagiaan, demikian sambutan gembira sayyidina Al bin Tholib.

Allahumma ya Allah kami mohon kepadaMu untuk mewafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH...aamiin.



K. H. Muhammad Arifin Ilham
26 September 2016

Minggu, 21 Agustus 2016

Tahlilan

Tahlilan memang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW Tidak ada sebuah riwayat pun yang menjelaskan bahwa sahabat melakukan tahlilan untuk Rasulullah SAW, padahal tidak diragukan lagi besarnya cinta sahabat terhadap beliau. Ketika Siti Khadijah wafat, Rasulullah SAW pun tidak melakukan tahlilan untuk istrinya, padahal kita tahu bagaimana kedalaman cinta Rasulullah SAW kepada Khadijah. Ketika Ibrahim putra Rasulullah SAW meninggal, beliau pun tidak melakukan tahlilan untuk putranya.

Dari penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat tidak pernah melakukan tahlilan jika ada yang meninggal. Pelaksanaan tahlilan sebetulnya merupakan budaya setempat yang dianggap sebagai kewajiban dalam agama. Sebagian ulama menyatakan bahwa tahlilan merupakan ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Itulah inti dari hukum tahlilan.


Ustadz Aam Amiruddin
20 Agustus 2016

Selasa, 17 November 2015

Saya Tak Mau Berpisah Dengan Harta Saya

Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau. Mungkin orang tuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.


Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan...hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan.”

“Wah,” sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”

“Lho?”

“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je.”

“Lho?”

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu. TITIP pada Masjid, 
TITIP pada anak yatim, 
TITIP pada madrasah, 
TITIP pada pesantren, 
TITIP pada pejuang fii sabilillah. 
Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali. 
Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI. 
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat.”

“Lah...!”

Siapa bilang harta tidak dibawa mati....? Harta itu dibawa mati....
Caranya... minta tolong dibawakan oleh anak yatim...fakir miskin....dll...

(Dikutip dari buku Lapis-lapis Keberkahan, Salim A Fillah Hal. 227-228)

Sabtu, 09 Mei 2015

Kubur

Apa khabar malam ini sahabatku?

Semoga salam, rahmat dan berkah ALLAH senantiasa ALLAH limpahkan untuk kalian, keluarga kalian dan persahabatan kita... Aaamiin.

Sahabatku, seandainya malam ini Perusahaan Listrik Negara mengumumkan besok pagi listrik akan dipadamkan selama 3 hari penuh karena ada perbaikan, itu sudah cukup membuat kita panik, waktu terbatas untuk persiapan, lilin jadi rebutan, ember dan bak-bak air pun dipenuhi.

Lalu pernahkah kita berfikir akan gelapnya alam kubur, bagaimana dengan mereka yang telah bertahun-tahun di alam kubur.

Rasulullah bersabda, "Umatku yang paling cerdas, paling mulia, paling sukses adalah umatku yang paling banyak "DZIKRUL MAUT" ingat mati, lalu mempersiapkan diri menghadapi kematian".

SUBHANALLAH, itulah membuat hamba beriman selalu taat, selalu jaga wudhu, selalu berzikir, selalu berbuat baik, semangat berda'wah dan berani menegakkan yang haq bahkan menghancurkan kebatilan dengan segala resikonya.

Rasa-rasanya tidak ada persoalan yang paling dahsyat kecuali saat sakarotul maut tiba, suasana sendirian di alam kubur, hebatnya hari Qiamat dan tegangnya Hari Pertanggung-jawaban di akhirat kelak.

Allahumma ya Allah tetapkanlah hati kami dalam kesungguhan taqwa kepadaMu, dan wafatkanlah kami dalam beriman kepadaMu... Aaamiin.

Abang sertakan gambar liang lahat, rumah masa depan kita nanti.

 
Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
8 Mei 2015

Sabtu, 14 Maret 2015

So What We Think About It?

Saat da'wah seorang dai bertanya pada jamaahnya. "Wahai ibu-ibu, Apakah ibu-ibu cinta suami?", "Cintaaaaa" jawab serentak semua ibu-ibu!".

"Apakah nanti suami saat wafat masuk kuburan mau ikut?", "Tidaaaak!", jawab serentak lagi kaum ibu. 

Demikian pula pertanyaan yang sama untuk kaum bapak, jawabannya juga sama, atau ditanyakan kepada sepasang kekasih yang sedang mabuk cinta sekalipun, jawabannya juga sama. So what we think about it? :

Hidup ini sebentar, cepat berlalu, tahu tahu sudah umur 45, tahu tahu mati
Hidup ini seperti main-main pada akhirnya
Hidup ini ujian, tantangan, godaan dan tipu daya
Hidup ini dihenyakkan dengan kematian sekonyong-konyong
Hidup ini kesenangan yang menipu
Hidup ini perjuangan dengan segala resikonya
Hidup ini bukan semaunya tetapi seperlunya saja
Hidup di dunia ini memang sebentar tetapi menentukan keadaan hidup selamanya di akhirat
Hidup di dunia ini memang sebentar tetapi resikonya terlalu besar kemudian
Hidup ini mengajarkan kalau cinta, jangan terlalu cinta karena bisa berubah dan berakhir
Hidup ini mengajarkan kalau benci, jangan terlalu benci karena bisa berubah dan berakhir
Hidup ini mengajarkan cinta akan panjang bahagia kalau cinta Allah, dan cinta karena Allah
Hidup ini tidak akan sia-sia apalagi ma'siyat karena faham tugas hidup ini pengabdian kepada Allah
Hidup ini perjalanan dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat
Hidup ini waktu ibadah, beramal sholeh, berakhlak, berda'wah dan terus muhasabah diri
Hidup ini kesempatan menoreh sejarah indah untuk keluarga dan generasi berikutnya
Hidup bagi rindu berjumpa Allah hanya dua, "hidup mulia dengan Islam, atau mati mulia syahid!"

Karena itulah aku ajarkan pada dua bidadariku dan ketujuh anak anakku tersayang karena Allah tentang tata cara memandikan mayit, tanpa foto terpajang saat wafat, kuburan hanya gundukan tanah, jangan bersedih berkepanjangan, bertaqwalah kepada Allah, tetap rukun, damai penuh kasih sayang, kuatkan shilaturrahm, dan jangan pernah tinggalkan kelezatan sholat malam. Sungguh coretan inipun menjadi wasiat kemudian, insyaAllah...aamiin.
Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berzikir sampai tertidur, dan berazam sholat malam. 
Allahumma ya Allah bahagiakan kami dengan keberkahan hidup dalam HIDAYAH ISLAMI...aamiin.
K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 Maret 2015

Sabtu, 07 Maret 2015

Mati

SubhanAllah
Hidup ini bukan untuk hidup
Hidup ini bukan untuk mati
Hidup ini untuk Maha Hidup
Dan justru mati itulah untuk hidup

So jangan takut mati
Jangan cari mati
Jangan lupakan mati
Tetapi rindukanlah mati
Karena mati bukanlah wafat
Mati hanya jasad tetapi ruh tidak
Mati bukanlah akhir kehidupan ini
Justru mati membuka tabir kehidupan sebenarnya
Mati satu-satunya pintu berjumpa dengan Kekasih kerinduan
Karena itulah seorang sholeh perindu berkata, "Tidaklah kulihat kematian kecuali pintu kebahagiaan".

Baca surah Al Baqoroh ayat 45 - 46 : 
"Orang-orang beriman yang khusyu' seakan berjumpa dengan Allah dalam sholatnya, sebagaimana wafat benar-benar berjumpa dengan Nya".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 Maret 2015

Minggu, 12 Oktober 2014

Wafat Sebelum Aqil Balig

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Telah pulang ke Rahmatullah putri Najwa umur 3 tahun, putri dari sahabat kita Tuhidin. 

Rasulullah mengajarkan doa untuk anak-anak yang wafat yang mereka belum aqli balig, “Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan pahala perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Kumpulkan anak ini dengan orang-orang yang shaleh dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmat-Mu dari siksaan neraka jahim" (Malik dalam Al Muwatha’, 1/288, Ibnu Abi Syaibah dan Al Mushannaf 3/217). 

Sebelum wafat tadi malam nanda Najwa senang bersenandung zikir SubhanAllah walhamdulillah wa laailaaha illAllah wallaahu akbar, demikian kisah ayahnya Najwa berlinang air mata sambil mencontohkan putrinya berzikir. 

Abang selesai sholat jenazah untuk nanda putri Najwa
 
Semoga Allah jadikan anak-anak kita anak-anak yang sholeh sholehah, anak-anak Syurga...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
11 Oktober 2014

Rabu, 10 September 2014

Kematian Selalu Mengincar Kita Dan Kadang Datang Secara Tiba-Tiba

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, hidup di dunia ini adalah kesempatan satu-satunya dan terakhir kalinya. Sungguh setiap detik yang berlalu "lan tarjial ayyamullati madhot" tidak akan pernah mampu kita ulangi lagi. Padahal kita akan hidup di akhirat selama-lamanya, dan waktu untuk mengumpulkan bekal di akhirat terlalu sebentar, Lantas bisakah main-main? 

Sahabatku, sekali gagal dalam kesempatan ini maka akan gagal selamanya. Ingat, bahwa menyesal di akhirat tidak ada gunanya. Kalau ingin menyesal, sekarang mumpung hidup masih ada.

Ingat! Kematian mengincar kita selalu, dan kadang datang secara tiba-tiba! 

So takutlah pada Allah, jangan nekat ma'siyat, terlalu besar resikonya kelak

INGAT! TIDAK ADA YANG TIDAK ADA KAFARATNYA, SEMUA PASTI ADA BALASANNYA.

Karena itu, mulailah hidup keseharian kita dengan bangun sholat malam, berazamlah hidup dalam Sunnah Rasulullah, dan rendahkanlah hati kepada saudara-saudara kita.
Dan jadikanlah dunia ini ladang amal, ladang ibadah, ladang da'wah, ladang muhasabah diri, ladang fastabiqul khoiroot, berlomba-lomba dalam perbaikan dan kebaikan. Sehingga suatu saat kematian datang "baghtatan" sekonyong-konyong kita siap menyambutkan karena kita STAND BY SELALU DALAM TAAT.

SubhanAllah walhamdulillah almarhum tercinta abuya Tengku Djamaluddin telah mencontohkan kepada kita wafat terindah. Beliau tunaikan sholat isya, masih dalam berwudhu, menghadap qiblat, sempat berwasiat waris dibagi sesuai Syariat Islam, dikuburkan di kuburan pesantren, minta anak tertua laki laki yang memandikan dan imam sholat jenazah, lalu minta para santri senior untuk membaca Alqur'an, diiringi zikir sholawat dengan akhir nafas menyebut lafadz Allah, senyum di malam jum'at menghadap Allah, dan sungguh muka beliau setelah wafat tampak sekali lebih muda dari usia almarhum, bersih dan menyenangkan, semoga insyaAllah husnul khotimah.

Allahumma ya Allah tanamkan di hati kami kelezatan iman, hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah dan kemuliaan akhlak, dan selamatkan kami dari semua fitnah kehidupan dunia akhirat...dan wafatkan kami husnul khotimah, aamiin.... aamiin. 

Sebentar lagi adzan subuh undangan Allah untuk berjamaah di RumahNya.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 September 2014


Diperbarui 22 Juli 2016

Jumat, 05 September 2014

Abahnya M. Arifin Ilham Wafat

SubhanAllah walhamdulillah abang mulai umur 13 tahun sudah meninggalkan rumah kelahiran Banjamasin. Diantar abah mama masuk pondok pesantren dengan kehidupan lebih bersahaja dan mandiri. Kalaupun pulang ke Banjar jarang sekali berlama-lama, satu atau dua hari itupun karena safari da'wah. 

Masya Allah sejak abah sakit seminggu terakhir, arifin mendampingi abah tercinta hampir 24 jam di rumah sakit. Doa, tawshiyah keluarga (ruangan abah menjadi majlis ilmu, taman Syurga), zikir, qiroatul Qur'an, mentayamumkan abah dan talqin tidak putus sampai abah menghadap Allah. Saling memaafkan bahkan tukang ojek yang selalu mengantar abah berjamaah di mesjid pun hadir agar memaafkan abah, keluarga yang jauh, para sahabat abah semua memaafkan abah. Keluarga semakin akrab, keluarga pun semakin siap ikhlas bila abah dipanggil Allah. Sejuta hikmah sakit dan insyaAllah bertabur rahmat Allah. 

Abang juga mohon maaf tidak bisa memenuhi janji abang setiap kajian subuh di mesjid Az Zikra Sentul. Abang tidak ingin kehilangan kesempatan terindah dan bersejarah bersama abah. Kembali teringat wasiat abah saat melepas arifin remaja di Pesantren, "abah rela aja bapisah lawan ikam nak ai balajar di pondok, biar ikam jadi urang alim, gasan kaina bakumpul di akhirat aja salawasan".

Lalu abah meninggalkan arifin di pondok dengan senyum tegar sebagai ayah, namun mama menceriterakan abah memang tidak menangis saat meninggalkan arifin tetapi di mobil taksi menuju bandara abah menangis. Memang tidak mudah melepas anak untuk mondok kecuali bagi orang tua yang benar-benar memikirkan kebahagiaan masa depan anaknya. 


Abah dari mudanya sudah menjadi muadzdzin mesjid, suara abah bagus, dan abah sangat kuat sholat malamnya. Kebiasaan abah bangun jam 02.00 untuk sholat malam, dan jam itulah abah menghadap Allah dalam bimbingan keluarga abah. 

Alhamdulillah abang melaksanakan wasiat abah dari memandikan abah, mengkafani, Imam sholat di mesjid Al Jihad yang dihadiri seperti jamaah sholat Jumat, dan mengantarkan abah sampai liang lahat. 



"Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, rahmatilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka berdua menyayangi kami kala kecil...aamiin, kabulkan ya Allah ya Rohmaan ya Rohiiim."

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 September 2014

Rabu, 03 September 2014

Pasti Mati Kok...

Pasti mati kok malas sholat.
Pasti mati kok jahat pada keluarga.
Pasti mati kok menipu.
Pasti mati kok berani berzina.
Pasti mati kok sombong tidak minta maaf padahal tidak akan selesai walau ia minta ampun pada Allah, sampai yang disakiti memaafkannya.
Pasti mati kok ngga taubat juga.
Pasti mati kok santai banget.
Pasti mati kok pelit, memangnya dibawa mati.
Pasti mati kok serakah.
Pasti mati kok bisa ngga tahajud, kok ngga baca Alqur'an, kok ngga ke berjamaah di mesjid, kok ngga sedekah, kok ngga banyak zikir, kok ngga jaga wudhu., kok, kok, kok...?!

Sungguh umur bertambah usia berkurang, semakin hari semakin dekat dengan jadwal kematian, semestinya semakin bersiap-siap.

Sahabat FB tercinta, mari kita renungi Kalam Allah surah Al. Hasyr ayat 18, 
”Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akherat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu semua kerjakan”.
Foto ketika abang menguburkan tetangga abang, Engkong Hasbi 81 tahun seorang hamba Allah yang selalu berjamaah di mesjid. Dan beliau mohon kalau wafat nanti abang yang memandikan, mengapani, Imam sholat mayit dan menguburkan beliau. Alhamdulillah abang tunaikan wasiat beliau.
Semoga kita semua, Allah wafatkan husnul khotimah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
1 September 2014

Senin, 25 Agustus 2014

Obat Galau Dari Imam Safi'i


Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara


Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia


Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira


Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana


Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga


Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya


Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia


Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela


Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya



Imam Syafi'i

Sabtu, 23 Agustus 2014

Gladi Resik Mati

Abang selalu mengingatkan kami sebelum tidur berwudhu dulu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam, mohon apa hikmahnya bang, makasih?

SubhanAllah kan kita akan hidup di akhirat TANPA BATASAN WAKTU, sementara waktu dunia untuk mengumpulkan bekal akhirat terlalu sebentar, inilah yang membuat hamba beriman sibuk, senang dan semangat beramal ibadah sebagai bekal di akhirat nanti. Dan maut mengincar kita setiap saat tanpa pemberitahuan, itulah yang membuat kita waspada, so sebelum tidur berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam adalah GLADERESIK MATI, persiapan mati seandai datang mendadak sudah siap. Makanya doa tidur kan doa kematian "Bismikalahumma ahya wa bismaka amuut".

Yang mengembirakan tidur bahkan semua aktivitas dari sisa umur yang Allah sisakan kita sangat bahagia, tenang dan damai karena HIDUP DALAM TAAT. Itulah "al jannah qoblal jannah" Syurga sebelum Syurga. "...karena kesungguhan iman dan ketaatan mereka, maka mereka Allah gembirakan di dunia, apalagi di akhirat kelak, itu pasti untuk mereka..." (QS Yunus 61-63). 

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban). 

Semoga Allah selalu menjaga semangat kita ibadah dan amal sholeh kita hingga wafat berjumpa dengan Nya...aamiin. 

Selamat bahagia rehat dengan sunnah nabi di setiap malam duhai sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Agustus 2014

Rabu, 20 Agustus 2014

Doa Setiap Selesai Sholat Fardhu Terutama Doa Di Penghujung Malam

SubhanAllah, sahabat sholehku, hafalkan dan bacalah doa ini setiap selesai sholat fardhu terutama doa di penghujung malam, insyaAllah kita diwafatkan Allah dalam keadaan husnul khotimah.


 تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
“Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh” (QS. Yuusuf: 101).

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ
“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu” (HR Ath-Thabarani).

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam. Semoga semua kita, Allah wafatkan husnul khotimah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
18 Agustus 2014

Rabu, 06 Agustus 2014

Kita Tak Tau Rahasia Ajal

Sahabatku...
Kita tak tau rahasia ajal.
Jangan sampai maut menjemput ketika berbuat sia-sia.
Apalagi ketika sedang berbuat maksiat.
Manusia cerdik adalah orang yang banyak mengingat maut, selalu siap menghadapi maut menjemput dengan amal-amal terbaik yang disukaiNya.

Selamat beraktivitas niatkan ibadah, kita saling mendo'akan semoga husnul khotimah.

KH. Abdullah Gymnastiar
5 Agustus 2014

Kamis, 22 Mei 2014

Jangan Pernah Meremehkan Kematian

SubhanAllah sahabat sholehku, tidak ada nasehat yang lebih hebat dari pada kematian yang sebentar lagi akan menghampiri setiap kita. Abang sisipkan foto rumah kaya dan miskin yang akhirnya berakhir dalam tempat yang sama, yaitu galian dua meter. Ini mengingatkan kita peringatan Rasulullah, "Yang mengikuti mayat itu ada tiga, yaitu: Keluarganya, hartanya, dan amal perbuatannya, yang dua kembali dan yang satu tetap bersamanya yaitu keluarga dan harta bendanya kembali dan amal perbuatannya tetap mengikutinya" (HR Bukhari Muslim).

 
Mumpung masih ada sisa umur, jangan pernah meremehkan kematian yang membuat kita meninggalkan dunia ini dan berpisah dengan keluarga kita selama lamanya.

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami, berilah pada kami kesempatan bertaubat sebelum kami wafat, meraih rahmatMu saat-saat kami wafat, mendapat ampunanMu setelah kami wafat, dan wafatkan kami HUSNUL KHOTIMAH...aamiin.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu dulu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam, duhai para sahabat FBku yang merindukan RIDHO dan SYURGA ALLAH..aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Mei 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...