Tampilkan postingan dengan label zina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2016

Penegak Sholat Dengan Kemuliaan Akhlak

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Bukankah sholat itu mencegah perbuatan ma'siyat dan zholim?


"Dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar" (QS Al Ankabut 45),
tetapi :...
Sholat kok masih berdusta?
Sholat kok pemarah?
Sholat kok ngerumpi?
Sholat kok sombong?
Sholat kok buka aurat?
Sholat kok mabuk?
Sholat kok berzina?
Sholat kok?
Bukan sholatnya yang salah, tetapi pangamal sholatnya yang salah.




Sholatnya masih lalai, (alghoflah) belum faham bacaan dan makna bacaan sholat, 
"Engkau mabuk sehingga engkau tidak faham apa yang engkau baca dalam sholat" (QS An Nisa 43), 
dan (alkuflu) hati belum hadir, belum sadar bahwa ia sedang menghadap Allah, Penguasa, Pemilik, Pengatur alam semesta, belum sadar bahwa ia ditatap Allah sehingga tidak ada GETARAN, KESENANGAN, KELEZATAN, KEBAHAGIAN dan KEDAHSYATAN SHOLAT.


So sholatnya seperti orang yang "mabuk" berkata berbuat tetapi tidak sadar apa yang dikatakan dan yang diperbuat, takbir, berdiri, ruku', sujud tetapi tidak sadar sedang sholat, bahkan sampai lupa sudah berapa rakaat sholatnya. Sholat lalai inilah yang tidak membawa perubahan baik. 
"Celakalah orang-orang yang sholat yang mereka lalai dalam sholatnya..."(QS Al Maun 5). 
Dengan ciri-ciri :
Sholatnya buru buru ingin segera selesai, 
Bacaannya tidak difahami, 
Suka mengakhirkan waktu sholat, 
Pakaian seadanya padahal ada yang bersih dan bagus, 
Malas berjamaah ke mesjid, 
Selesai sholat cepat-cepat pergi.


Karena itu sahabat sholehku, mari kita pelajari syarat, rukun, bacaan, makna, keistimewaan dan rahasia sholat, dan sadarilah bahwa saat sholat, kita sedang berhadapan dengan Allah, Maha Penguasa alam semesta yang menatap dan tahu persis siapa kita. Inilah yang disebut khusyu' memahami menghayati menghadirkan Allah yang selalu menatap mendengar, lantas bagaimana mungkin bisa ma'siyat ditatapNya, bagaimana bisa berdusta didengarNya, pilihan kita hanya satu SUNGGUH-SUNGGUH TAAT KEPADANYA, sahabatku.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman, 
"Allah memperhatikan engkau saat berdiri dalam sholat, ruku' dan sujud, sesengguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS Asysyuaro 218-220).
”Sesungguhnya Aku (Allah) hanya akan menerima shalat dari hamba yang dengan shalatnya itu dia merendahkan diri di hadapanKu. Dia tidak sombong dengan makhlukKu yang lain. Dia tidak mengulangi maksiat kepadaKu. Dia menyayangi orang-orang miskin dan orang-orang yang menderita. Aku akan muliakan shalat hamba itu dengan kebesaranKu. Aku akan menyuruh malaikat untuk menjaganya. Dan kalau dia berdoa kepadaKu, Aku akan memperkenankannya. Perumpamaan dia dengan makhlukKu yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga” (Hadist Qudsi).

Semoga Allah jadikan kita penegak sholat dengan kemuliaan akhlak...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
1 Maret 2016

Minggu, 13 April 2014

Azab Yang Tertunda

Bang, bagaimana tuch ada orang yang ngga sholat tetapi rizki berlimpah, ma'siyat melulu, maaf bang, sampai berzina tetapi di kantor malah naik pangkatnya, korupsi malah semakin sukses?

Sahabatku, dunia ini ujian. Diuji dengan ni'mat bersyukur dengan taat atau tidak, diuji musibah bersabar taat atau tidak. Kalau pun ma'siyat sukses itu "istidraj" namanya, azab yang tertunda. Rasulullah bersabda, "Bila kamu melihat Allah menganugerahkan kenikmatan kepada seorang, sementara ia terus dalam ma'siyat, maka itulah "istidraj". Lalu beliau membaca surah Al An'am 44-45, "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam" (HR Thabrani).

Sekali lagi simak surah Al Fajr ayat 15-16, 
"Adapun manusia yang diuji dengan keni'matan dunia, ia mengira Tuhannya memuliakannya, sedangkan mereka yang diuji dengan kesusahan rizki, ia mengira Tuhannya menghinakannya. Jangan begitu manusia...".

So mulai saat ini jangan pernah iri hati pada siapapun, jangan sibuk mengurus mereka yang sukses dalam ma'siyat kecuali mendoakannya agar meraih hidayah Allah dan ber'da'wah jika mampu. Sibukkanlah pada muhasabah diri agar kita bukan hanya menjadi hamba yang sabar dari ujianNya tetapi pandai mensyukuri ni'matNya...aamiin.

Jangan lupa sebelum rehat berwudhu dulu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam, sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 April 2014

Rabu, 09 April 2014

5 Perkara Sebab Kehancuran

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Apa khabar sahabatku?
Semoga kalian tetap selalu dalam keberkahan Allah...aamiin.

Sebelum rehat malam ini abang mengajak kalian merenungi hadist Rasulullah dari Abdullah bin Umar. "Wahai para Muhajirin: ada 5 perkara (sebab kehancuran). Jika kalian ditimpa 5 perkara tersebut dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya.
1. Ti
daklah muncul perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka melakukan terang-terangan melainkan akan menyebar di tengah-tengah mereka wabah tha’un dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah terjadi pada nenek moyang sebelum mereka (aids, dsb).
2. Tidaklah megurangi takaran dan timbangan melainkan akan ditimpakan kepada mereka paceklik, kesempitan (krisis) ekonomi dan kesewenang-wenangan (kezhaliman) para penguasa atas mereka.
3. Tidaklah mereka menahan zakat harta mereka melainkan akan ditahan hujan atas mereka, seandainya bukan karena hewan ternak, niscaya tidak akan turun hujan atas mereka.
4. Tidaklah mereka melanggar perjanjian yang ditetapkan Allah dan Rasul-nya melainkan Allah akan menguasakan musuh-musuh dari luar kalangan mereka atas mereka, lalu merampas sebagian yang ada di tangan mereka.
5. Selama pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum kepada Kitabullah dan memilih yang terbaik dari yang diturunkan Allah melainkan akan Allah jadikan musibah diantara mereka sendiri" (HR Ibnu Majah).

Sahabatku inilah diantara yang terjadi di negeri yang kita cintai ini.
Semoga Allah senantiasa memberkahi persahabatan dan harakah da'wah kita...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
7 April 2014

Jumat, 20 Desember 2013

Mengenali Nafsu

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabat sholehku Mari kenali "nafsu" yang bersemai pada setiap insan dan diri kita, 


1. Nafsu Ammarah (QS Yusuf 53),
ini adalah nafsu yang hanya puas kalau sudah ma'siyat, sangat tidak suka ibadah, benci nasehat kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Seperti, senang berzina, sangat pemarah, hobby mabuk, benci ulama, ketagihan makan haram, korupsi dsb.

2. Nafsu Lawwamah (QS al Qiyamah 2),
nafsu standar ganda, dari kata "laima" mencela dirinya setelah berbuat ma'siyat lalu sangat menyesal tetapi tidak lama kemudian ketagihan lagi. Seperti, sholatnya rajin tetapi masih suka berzina, tentu yang salah bukan sholatnya, pelakunya yang belum faham tujuan, makna dan hikmah sholat kecuali sholat sekedar. Kalau sholat itu benar benar dihayati buahnya jauh dari ma'siyat, "Sesungguhnya sholat itu mencegah zina dan mungkar" (QS al Ankabut 45) atau sudah haji tetapi korupsi dsb,

3. Nafsu Muthmainnah,
ini nafsu hamba Allah yang sholeh (QS Ar Ro'du 28) "almuqorrobuun" (QS al Waqiah 88) senangnya ibadah, semangatnya beramal, hatinya lebut, dermawan, rendah hati, istiqomah, suka sekali duduk di mesjid, majlis ilmu, cinta ulama, amat sangat takut ma'siyat, malah ia heran melihat orang berani ma'siyat, sedih sekali kalau bangun terlambat sholat malam, muhasabah diri sama sekali tidak tertarik melihat aib orang lain, air matanya mudah menetes ta'kala sholat, membaca Alqur'an dan berzikir.

"Allahumma ya Allah lindungilah kami dari nafsu yang membuat kami ma'siyat kepadaMu dan bimbinglah nafsu kami menjadi muthmainnah nafsu mendekat kepadaMU...aamiin". 


Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
5 Desember 2013


Diperbarui  27 Januari 2015

Senin, 19 Agustus 2013

Syarat Dan Ketentuan‬

Semua ada syarat dan ketentuannya. Tapi simpel. Veri simpel. En veri izi.
Bila sakit berlanjut, hubungi dokter, hua ha ha ha ha... Ups... Lagi puasa.
Kenceng banget ketawanye. Aslinya kalem koq.

Menikahlah tanpa didahului pegangan tangan, sentuhan kulit, apalagi sampe zina. Jangan. Jika terlanjur bertaubatlah.
Sebelum menikah, dah rajin doa, ibadah-ibadah, kayak puasa sunnah, tahajjud, dhuha, berjamaah, sedekah, baca Qur'an, kerja, usaha. Maka, bisa dibayangkan, jika 2 insan yang model begini bersatu, apa ga jadi mapan, atau bertambah mapan?

Sebab tadinya sendirian, sekarang berdua. Berdua nyahur, buka. Berdua tahajjud, dhuha, baca Qur'an, sedekah, kerja, usaha.
Ketika disebut banyak anak banyak rizki, pun sama dasar berpikirnya. Tadi berdua, sekarang punya anak. Bertambah insannya. Sekeluarga lalu puasa sunnah, tahajjud, dhuha, berjamaah, baca Qur'an, doa, sedekah... Jumlah yang beribadah, 1 rumah, makin banyak.

Sekarang bayangin, bila 1 daerah, 1 negara, yang terdiri dari keluarga-keluarga, individu-individu, ya kayak gini. Negerinya pasti berkah.
Tapi jika terjadi sebaliknya, maka kemunduran adanya. Makin bertambah insannya, makin bertambah kemundurannya. Paham ya?

Tadinya sendirian. Kesiangan shubuh ya sendirian, ga dhuha ya sendirian, ga sedekah ya sendirian, dst...
Lalu tiba-tiba, dia ga sendirian. Berdua. Jadi suami istri. Laaaahhh, sekarang ada dua orang yang durhaka jadinya.
Tambah parah, dari 2 orang ini, lahir 2, 3, 5, atau 7 anak... Malah ada yang lolos 16 anak, he he. Bejat semua. Parah.

Kebayang lagi ga?
Bila 1 daerah, 1 negara, berisi keluarga-keluarga bejat, individu-individu bejat, jauh dari agama, wuah...
Atau sekedar ga bejat sebenarnya. Keluarga baik-baik. Hanya ga menjalankan syariat agama. Ini juga sama. Baik, ga cukup. Kudu beriman. Ini kudu jadi slogan juga. Dan praktek. Untuk konter kalem liberal.
Baik ga cukup. Kudu juga beriman.

Ustadz Yusuf Mansur
3 Agustus 2013

Jumat, 31 Mei 2013

Pengampunan

Orang dimodalin. Lalu kabur, lari. Atau disalahgunakan. Qt lalu marah dan menuntutnya. Nah, qt bermaksiat dengan seluruh modal dari Allah...

Tanyakan yang pernah dikhianati kepercayaannya, bagaimana rasa sakitnya? Alhamdulillaah Allah Maha Sabar. Betapa qt sering mengkhianati kepercayaan-Nya.
Qt dikasih mata, malah liat yang Allah Ga Ridho.
Dikasih telinga?
Dikasih mulut?
Dikasih kaki?
Semuanya malah dipakai untuk melawan-Nya. Harusnya qt marah pada diri sendiri.

Selama ini qt dikasih lancar kencing (maaf). Eh eh eh, ada yang makai untuk berzina. Astaghfirullah. Gimana klo Allah marah semarah-marahnya?
Bagaimana jika Allah tutup semua saluran kencing, sebab qt berzina?
2 jam nahan kencing, sebab macet. Giliran ketemu toilet, pintu toilet terkunci. Nunggu lagi setengah jam. Eh eh, begitu pintu bisa dibuka... Resleting celana pun udah dibuka, ternyata baru sadar qt ga bisa kencing!
Barulah sadar, betapa mahalnya karunia Allah. Dan biasanya, baru sadar juga kesalahan qt. Di antaranya, suka dipakai berzina.
Sampe RS., ga ada tindakan. Sebab kamar semua penuh, apalagi ruang operasi. Dokter-dokter pun pada kondangan semua, he he he. RS kosong.

Saya ga mau nakut-nakutin kawan-kawan... Saya berharap bisa menyentuh hati kawan-kawan yang paling dalam... Dengan bahasa kasih, bahasa seorang kakak...

Yaa Allah, ampuni semua kesalahan kami... Semua... Tak terhitung...
Marilah istighfar 100x... Sekarang. Ga pake nanti. Sebelum azab "dijalankan"... + subhaanallaahi wabihamdih, 100x. + 100 sholawat...

"Dan sesungguhnya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis."
Itu kutipan surah an Najm [53]: 42 s/d 44.

Baca aja sempurna surah itu, sampe ayat terakhir,
"Maka sujudlah kepada Allah, dan sembahlah DIA".

"Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan segala sesuatu..."
100 istighfar, shalawat, dan tasbih... Selamat membaca...
"Dan sesungguhnya DIA lah yang mematikan dan menghidupkan."

Qt perlu pengampunan banyak dari Allah. Kadang pengampunan itu datangnya lewat jalan yang qt ga suka. Di antaranya lewat fitnah, kehilangan, kecurian, penyakit, musibah, bala, keburukan...

Atau pengampunan itu datang lewat banyaknya masalah yang membuat qt pusing, hingga makin istighfar dan mendekat ke Allah.

Atau pengampunan datang dan diberikan lewat tidak atau belum dikabul-kabulnya doa-doa kita, hingga qt terus bersabar dan baik sangka.

Jika terhadap itu semua qt ikhlas, sabar, dan baik sangka, bukan hanya pengampunan yang diberikan, tapi juga kenaikan derajat dan perubahan hidup.

Ustadz Yusuf Mansur
19 Mei 2013

Selasa, 07 Februari 2012

9 Penyebab Syetan Pesta Pora

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkatuhu. 


Sahabatku, Imam Ghazali mengajak kita untuk mengenali 9 keadaan umat manusia yang membuat syetan "PESTA PORA" karena keberhasilannya menggoda manusia:

1. Terjadinya perceraian rumah tangga. 
Iblis sebagai pimpinan para syetan selalu memuji semua keberhasilan para syetan, tetapi Iblis akan membanggakan kelompok syetan yang berhasil menceraikan suami istri,
"...syetan menggoda untuk menceraikan suami dengan istrinya" (QS 2:102), 
2. Durhaka pada orang tua, 

3. Perkelahian sampai membunuh atau terbunuh, 

4. Pecandu khamar - NARKOBA (QS 5:90), 

5. Tenggelam dalam dosa zina, terus menerus berzina, 

6. Ketagihan duit haram, seperti penipu, koruptor, perampok, rentenir dsb, 

7. "Attakabburru bil hasadi wal intiqoomi" Angkuh sekali dibarengi dengan sifat dengki, pemarah dan dendam kesumat (QS 31:18), 

8. Menjadi dukun dan pengikut setia dukun, dan 

9. Puncak kegembiraan syetan, manusia mati dalam keadaan ma'siyat sampai mati kafir kepada ALLAH,
"Sesungguhnya orang-orang kafir, dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka dilaknat ALLAH, para Malaikat dan manusia seluruhnya" (QS 2:161). 

"Ya ALLAH lindungi kami dari nafsu ma'siyat dan godaan syetan yang terkutuk...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Januari 2012

Kamis, 15 Desember 2011

Kiat-Kiat Taubat

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wa barkaatuhu.

Bang, ajarkan aku agar taubatku sungguh-sungguh?

SubhanAllah, sahabatku inilah KIAT-KIAT TAUBAT NASHUHAN;

1. "Annadm attaubah" penyesalan atas ma'siyat yang pernah dilakukan bahkan perih hati dan mudah menangis kalau ingat masa lalu,

2. "Al i'tiqod" berjanji bersumpah untuk tidak pernah lagi mengulanginya (QS Ali Imron 135),

3. "Dawaamul istigfaar" terus menerus minta ampunan ALLAH, Abu Bakar Ashshiddiq mohon kepada Rasulullah, “Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat munajat", maka Beliau pun berkata, “Bacalah: ‘ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM, "Ya ALLAH, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali hanya ENGKAU, maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya ENGKAU Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", (HR Muttafaqun alaihi), 

4. "Al iman bimagfirotihi", yaqin sepenuh hati bahwa ALLAH MAHA PENGAMPUN dan MAHA MENERIMA TAUBAT, 
"Katakanlah: “Hai hamba-hambaKU yang malampaui batas dalam perbuatan ma'siyat, janganlah kamu berputus asa dari RAHMAT ALLAH, Sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa SEMUANYA, Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Az Zumar 53).
5. "Adzdzunuubu almatrukah" dosa yang ALLAH tidak ampuni sampai yang dizholiminya memaafkannya, seperti orang dipukul, dihina, difitnah, dipergunjing, kecuali yang dibunuh, maka keluarganya punya Haq hukum untuk memaafkan atau menuntutnya, kalau tidak dilakukan maka tetap di akhirat akan dibalas, apalagi dosa membunuh walau selesai urusan dengan keluarga masih tetap bertanggungjawab di akhirat pada yang dibunuhnya saking besarnya dosa membunuh. Karena itu SEGERALAH MOHON MAAF pada orang-orang yang pernah kita zholimi.

6. "Iaadatul maal" mengembalikan harta hasil kezholiman kepada yang dizholimi, kalau tidak menjumpainya lagi maka berikan kepada ahli warisnya, kalau tidak ada juga maka sedekahkah sejumlah hasil kezholiman itu, diniatkan atas nama orang yang dizholimi itu, seperti hasil korupsi, menipu, sogokan dsb, kalau tidak dilakukan ini, Rasulullah mengecamnya, "Sungguh semua hasil kezholimannya akan digantungkan dilehernya walau sekecil jarum", 

7. Shalat sunnah taubat adalah shalat yang dianjurkani berdasarkan kesepakatan empat madzhab. “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa lalu ia berwudhu, lalu berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at, lalu meminta ampun kepada ALLAH, kecuali ALLAH akan mengampuninya" (HR Tirmidji, Abu Daud, Ibnu Majah), kecuali yang berzina, dianjurkan sebelum sholat taubatnya mandi dulu,

8. Semuanya dilakukan dengan niat benar-benar ingin KERIDHOAN ALLAH, SUBHANALLAH.

SUBHANALLAH, sahabatku tercinta setiap menulis tentang taubat hati abang sesak karena amat sangat mohon kepada ALLAH agar abang dan kalian sungguh-sungguh bertaubat, TIDAK MAIN-MAIN LAGI DENGAN KEHIDUPAN SESAAT INI...kabulkan doa kami ya ALLAH...aamiin. 

InsyaAllah doa menjelang adzan subuh ini diijabah Allah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
27 November 2011


Diperbarui 13 September 2014
Diperbarui 14 September 2014



Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...