Tampilkan postingan dengan label rizki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rizki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2021

Silent Shodaqoh

 Seorang lelaki masuk ke toko buah " Berapa harga pisang dan apel sekilo ? "

Penjual: " Pisang sekilo Rp 15 rb, kalo apel sekilo Rp 50 rb.
 "
Tidak lama kemudian seorang Ibu yang sudah kenal dengan si penjual masuk kedalam toko.

Ibu : Berapa harga satu kilo pisang dan apel ?
Penjual : Pisang Rp 5 rb sekilo, klw apel Rp 20 rb sekilo
Ibu : Alhamdulillah...

Merasa di curangi lelaki tadi mendekati penjual dengan mata yang memerah karena marah dan akan ngomel pada penjual, tetapi si penjual segera memberi isyarat mata dan berkata padanya: " tunggu saya sebentar "

Kemudian si penjual memberikan kepada si Ibu tsb 1 kg pisang dan 1 kg apel dengan total harga Rp 25 rb.

Ibu itu pergi dengan gembira dan berkata : " Alhamdulillah terimakasih Ya Allah... anak-anakku akan bisa makan buah."

Setelah Ibu tsb pergi, si penjual meminta maaf pada pembeli lelaki tadi dan berkata: " Demi Allah, aku tidak mencurangimu. Tetapi Ibu itu mempunyai empat anak yatim namun dia selalu menolak bantuan apapun dari orang lain, setiapkali aku ingin membantunya pasti dia menolak.

Saya berfikir keras bagaimana caranya saya bisa menolongnya tanpa membuat dia merasa malu, dan aku tidak menemukan cara selain ini, yaitu dengan mengurangi harga untuknya.
Aku ingin dia tetap merasa tidak membutuhkan bantuanku dan aku juga ingin berniaga dengan Allah dan menyenangkan hati mereka.

Ibu itu datang kemari seminggu sekali. Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, setiap kali Ibu itu membeli buah dariku, hari itu aku selalu mendapatkan untung berlipat-lipat dan mendapatkan Rizqi dari jalan yang tak kusangka

Seketika itu lelaki pembeli tadi meneteskan air mata dan segera mencium tangan mulia si penjual.

Sungguh dalam menolong kebutuhan orang lain, ada kelezatan yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah melakukannya
Pancinglah turunnya Rizqi dengan cara bersedekah...!

Semoga kita bisa seperti itu di Jumat barokah ini.... Aamiin....

Minggu, 22 Oktober 2017

3 Jenis Rejeki


Rizki secara umum dibagi 3 :

1. Rizki yang dijamin.
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata [Lauh Mahfuzh].”QS. Huud ayat 6.

2. Rizki yang digantungkan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka,”QS. Ar-Raad ayat 11.

3. Rizki yang dijanjikan.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.QS. Ibrahim ayat 7.

Cara tergampang mendatangkan rizki adalah syukuri rizki yang ada. Jangan pernah takut oleh rizki yang belum ada, tapi takutlah belum mensyukuri rizki yang sudah ada.

KH. Abdullah Gymnastiar
21 Oktober 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bergantung Hanya Pada Allah SWT


Solusi tak harus selalu terpikirkan oleh kita,
karena Alloh janji akan mendatangkan pertoolongan / rizki dari tempat yang tak disangka-sangka.

Bila sesuatu terasa mustahil bagi kita, sama sekali tak ada yang mustahil bagi Dia Yang Maha Kuasa atas segala-galanya

Tetaplah berbaik sangka kepadaNya, perbanyak airmata tobat, penuhi dengan zikir dan sempurnakan ketaatan dan ikhtiar dijalan yang disukaiNya..
dan pasrahkan total kepada pertolonganNya.

Tak ada keraguan sama skali, segalanya pasti diketahuiNya, dilihatNya, diperhatikanNya dan tak akan dikecewakanNya…
akan berkah akhirnya insyaalloh..

Firman Allah Ta’ala,

اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ
“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (Al-Fatihah: 5)

Dan diriwayatkan dalam hadits:

“Apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.”
Hadits riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jami’ Ash-Shahih

KH. Abdullah Gymnastiar
20 Oktober 2017

Sabtu, 05 Agustus 2017

Istigfar

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh.

SubhanAllah dikisahkan dalam Tafsir al-Qurthubi, bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada al-Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah”. Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, al-Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Ar-Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir disitu bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.

Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”.
Rasulullah bersabda,

‎“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dan kabulkan hajat kami, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Agustus 2017

Selasa, 10 Mei 2016

Rezeki Tidak Akan Tertukar

Assalamualaikum Saudaraku,

Hampir kita semua tahu kalimat "Rezeki tidak akan tertukar", tetapi hanya sedikit diantara kita yang memahami dan menerimanya dengan lapang dada.
Terbukti seringnya muncul kedengkian atas pencapaian orang lain, tidak suka dengan kesuksesan orang lain lalu berusaha dengan segala macam cara untuk mengganjal dan menjatuhkannya.

Betapa bodohnya orang yang menenggak racun tetapi berharap orang lain yang mati. Itulah gambaran kedengkian seseorang.

Setiap muslim selayaknya berusaha membuang jauh sifat dengki dengan cara ridho terhadap ketentuan dan kehendak Allah serta mencintai kebaikan yang dimiliki saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Sabda Nabi SAW, "Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” [HR Bukhari]

Wassalamualaikum


Ustadz Dave Ariant Yusuf
9 Mei 2016

Kamis, 17 Desember 2015

Makin Lemah Lembut, Makin Kaya

Saudaraku, jadilah orang yang lemah lembut. Makin lemah lembut akan makin berlimpah rezeki.


Orang lemah lembut itu hatinya lembut dan peka.
Orang lemah lembut itu dermawan dan peduli.
Orang lemah lembut itu santun dan suka memberi.
Orang lemah lembut itu hatinya mudah trenyuh, dan menangis.



Nikmat, rezeki, uang, dan makanan itu punya ruh.
Ruh mereka suka sama orang yang lemah lembut.
Dimanapun orang lemah lembut berada, rezeki mengejarnya.
Keberadaan orang lemah lembut akan berlimpah segalanya.


Ada orang lemah lembut, hatinya lembut, penampilannya lembut.
Rezeki mereka berlimpah, datang dari segala arah, tanpa hitungan.



Ada orang lemah kasar, penampilannya kasar, tapi hati lembut. 
Rezeki mereka juga berlimpah, dan datang dari segala arah.



Ada orang nampak lembut, penampilan lembut, tapi hati kasar.
Penampilan mereka keren, nampak santun, tapi hatinya kasar.

Sedangkan Alloh sangat menatap hatinya, bukan penampilannya. Rezeki mereka menetes, gali lubang tutup lubang.



Renungan:
Usman Bin Affan adalah salah satu deretan sahabat Rosul SAW. 
Dia santun, lemah lembut, dan pemalu. Dia diangkat menantu dua kali oleh Rosul SAW. Pertama jadi suaminya St. RuQoyah dan setelah St. Ruqoyah meninggal Rosul SAW nikahkan dengan St. Jainab.


Usman juga dipercaya menjadi khalifah ketiga sepeninggal Umar.
Usman pernah membeli mata air seharga 5 M (uang sekarang) dari orang Yahudi dan diwakafkan untuk kepentingan kaum muslimin.
Usman pernah wakafkan kebun kurma yang luas. Hasilnya untuk fakir miskin.
Rekening atas nama Usman ada hingga sekarang.

Ustadz Nanang Iskandar Muda

Graha Pencerah Jiwa
Jumat, 18 Desember 2015

Minggu, 13 Desember 2015

Yakin Dengan Jaminan Allah SWT

Saudaraku, Alloh telah menjamin rezeki semua hamba-Nya. Kalian tidak boleh terlalu merisaukan masalah rezeki.


Mengapa kalian risau hati....

Binatang melata saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.
Burung di udara saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.
Ikan di laut saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.
Cacing di perut bumi saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.

Semua makhluk dalam pengawasan dan pengetahuan Alloh.
Tidak ada satu makhluk pun yang luput dari pandangan Alloh.
Dan semua makhluk, rezekinya sudah dijamin oleh Alloh.



Kalau ingin risau, risaukan akheratmu, karena belum dijamin Alloh.
Istiqomah beribadah, karena khusnul khotimah belum dijamin.
Sedekah yang banyak, selamat dari api neraka, belum dijamin.

Tolaklah api neraka, walau dengan sedekah sebiji kurma. (hadits)

Sedekah yang banyak, karena masuk surga belum dijamin.

Ahli sedekah dekat Alloh, malaikat, manusia dan surga. (hadits)

Amal yang banyak, karena keselamatan akherat belum dijamin.



Renungan:
Khalifah Harun Al rasyid punya saudara laki-laki namanya Bahlul.
Harun adalah seorang khalifah, sedangkan Bahlul adalah kekasih Alloh yang dianggap orang gila pada zamannya. Harun memberi sekantong uang emas pada Bahlul, tapi dia menolaknya. Mengapa? 

"Wahai Harun, kau lebih membutuhkan uang ini dari pada Aku."


"Untuk kebutuhan hidupmu, terimalah," kata Harun.


Bahlul tetap menolaknya. Mengapa?

"Wahai Harun, Alloh memberi rezeki padamu, Alloh juga memberi rezeki padaku."


"Untuk jaminan kebutuhan hari tuamu, terimalah," kata Harun.


Bahlul tetap juga menolaknya. Mengapa ?

"Wahai Harun, Alloh menjamin rezeki untuk hari tuamu, Alloh juga menjamin rezeki untuk kebutuhan hari tuaku."


"Wahai Bahlul, kau memang betul-betul kekasih Alloh."


Ustadz Nanang Iskandar Muda
Graha Pencerah Jiwa

Rabu, 09 Desember 2015

Memperhatikan Sumber Rizki

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 

Sungguh hamba yang beriman itu sangat memperhatikan sumber rizkinya, zat makanannya dan hak ALLAH (zakat).

Sungguh hamba yang beriman itu sangat memperhatikan sumber rizkinya, zat makanannya dan hak ALLAH (zakat). 
“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (QS ‘Abasa (80): 24)
Mengapa? 

Karena kalau haram maka;

Gelisah,
Ibadah tidak diterima, 
Doa ditolak, 
Malas ibadah,
Sulit khusyu', 
Dicabut berkah, 
Kalaupun kaya istidraz namanya, azab tertunda 
Magnet syetan untuk masuk ke tubuhnya, 
Menagih ma'siyat, 
Gampang marah, 
Menjadi enteng berbuat dosa 
Suul khootimah, 
Harta haramnya jadi ular dan kalajengking saat di kuburan 
Menjadi setrikaan di akhirat kelak 
“…DAN mereka yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu disetrika (dibakar) dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka. (Lalu dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu” (QS at-Taubah: 34-35). 
Dari Tsauban radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat pemberi suap, penerima suap, dan perantaranya” (HR Ahmad).

ALLAHUMMA ya Allah selamatkan kami dari rizki haram, berkahilah kami dengan rizki yang halal penuh berkah...aamiin...

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
7 Desember 2015
 
Diperbarui 11 Maret 2016

Jumat, 18 September 2015

Hikmah Istigfar

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku di penghujung malam ini, perkenankan abang menyampaikan diantara Hikmah Istigfar menurut Alqur'an dan Al Hadist Rasulullah. 


Arifin yang banyak dosa ini akan mengajak diri ini dan kalian untuk istigfar minimal 100 X, semoga sahabatku bisa mengikuti dengan khusyu' walau di rumah dengan tetap dalam keadaan berwudhu.

Mohon dibaca pelan-pelan hayati dengan iman, Inilah di antara hikmah dahsyatnya istigfar : 


"Hubbullaahi" doa taubat yang membuat Allah jatuh cinta (QS Al Baqoroh 222)
"Almukarromuun" dimuliakan Allah (QS Yasin 27)
"Almagfuuruun" diampuni Allah (QS Az Zumar 53)
"Alfadhilah" karunia Allah yang paling besar (QS An Nur 21)
"Daf ul balaai" menolak bala qiyamat (QS Al Anfal 33)
"Duaurrasuuli" doa yang menjadi wirid Rasulullah
"Ijaabatul Malaikati" doa yang diaminkan para Malaikat
"Rahmatullahi" mengundang hujan rahmat
"Biamwaalin" meraih rizki halal penuh berkah
"Assahlu" kemudahan dalam setiap urusan
"Almurjuuqu" solusi rizki yang tidak ia sangka-sangka
"Quwwatul iimaani" memperkuat iman
"Daful balaai" penolak bala bencana
"Duaauhu mustajaab" doanya mustajab
"Adzdzihnu" kecerdasan spiritual, kecerdasan terbimbing
"Qowlan tsaqiilan" bicaranya hikmah dan disimak
"Quwwatul jasadi" fisik kuat prima
"Tathmainnul quluubi" hati tenang, damai dan bahagia
"Dawaaun" obat penyakit jasmani dan rohani
"Miftaahul falaahi" kunci sukses dunia akhirat (QS An Nur 31)

Simak Kalam Allah dengan iman :
"Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hambaNya yang sungguh-sungguh bertaubat dan terus menerus menjaga kesucian diriNya" (QS Al Baqoroh 222), 
"Mohonlah kalian pada ampunan Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah akan turunkan hujan yang lebat, kemudahan meraih rizki halal penuh berkah, generasi yang sholeh-sholeh, dan kesejahteraan dengan Kebun-kebun yang indah serta sungai-sungai jernih yang mengalir" (QS Nuh 10 - 12).
"Dan Allah tidak sekali-kali akan menyeksa mereka, sedang engkau (wahai Muhammad) ada di antara mereka dan Allah tidak akan menyeksa mereka sedang mereka beristighfar (meminta ampun)." (QS Al-Anfal 33). 
"Siapa yang mengerjakan kejahatan, atau menganiayai dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, nescaya ia akan mendapati Tuhan itu Maha Pengampun, Maha Pengasihani." (QS An Nisa' 110). 
Dari Abu Hurairah r.a berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali" (HR Bukhari).

Dari al-Aghar bin Yasar al-Muzani r.a berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Wahai manusia bertaubatlah kamu kepada Allah dan mintalah ampunan kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali" (HR Muslim).

“Barangsiapa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan memberikan untuknya jalan keluar dari setiap kesulitan, kelegaan dari setiap kesedihan dan Allah akan memberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Allahumma ya ALLAH ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa keluarga anak cucu keturunan kami, dosa guru-guru kami, dosa para sahabat kami seiman, dan seluruh kaum muslimiin muslimaat... Baik yang hidup apalagi yang telah wafat...aamiin, aamiin, aamiin...

Mari kita sungguh-sungguh bertaubat dengan banyak mohon ampunanNya.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
16 September 2015

Diperbarui 16 Desember 2015
Diperbarui 27 Maret 2016
Diperbarui 19 Juli 2016

Rabu, 26 Agustus 2015

Kenali Allah SWT

Coba deh kawan-kawan kenal sama Allah. Allah sangat-sangat bisa ngatur semua hal. Ga ada modal? Bisa Allah kasih dengan cara-caraNya. Dan Allah bantu POL.

Dulu saya belom kenal Allah. Kering banget. Matematis banget. Apa yang namanya Keajaiban Iman, kayak utopia. Tapi semua keadaan, berubah. Alhamdulillah...

Banyak orang setelah mengenal Allah, menangis haru. Begitu besar Kekuasaan & Kebesaran Allah. Dan itu terjadi pada kehidupan mereka yang percaya.
 
Kita sangat wajib berikhtiar. Semua Nabi & Rasul diperintahkan Allah untuk bekerja, berdagang, dan ga boleh menerima sedekah & zakat. Kecuali menyalurkan. Tapi dalam berikhtiar, qt wajib juga mengingatNya. Mengingat apa yang menjadi kewajiban-kewajiban qt padaNya, & apa-apa yang disukaiNya (sunnah).

Dan ikhtiar adalah ikhtiar. Bukan Tuhan. Ikhtiar ga wajib berhasil. Ga kudu harus berhasil. Jangan bergantung sama ikhtiar. Sama Allah aja.
Buat orang beriman, ikhtiar adalah ibadah, akhlak, adab. Bukan Tuhan. Ga bisa & ga boleh bergantung sama hasil ikhtiar. Tawakkal 'alallaah setelahnya.

Salam hormat buat kawan-kawan smua. Saya pamit dulu ya. Jangan kuatir dengan segala masalah & kesulitan. Kuatirlah qt tetap ga kenal Allah setelah diingatkanNya.

Don't be Panikers. Yang ngasih rizki, Allah koq. Tenang. Tenang. Saatnya introspeksi semua dosa, kelalaian, kesalahan, & kesengajaan kita juga.

Allah itu Maha Baik. Dia Maha Rahman. Yang ga baik juga bakalan tetap dikasih rizkiNya. Tapi masa iya ga ada rasa malu di kitanya jika ga baik?

Ketahuilah, Karunia & Rizki Allah itu ga terbatas. Kehendaknya di atas segalanya.

Nabi Musa & kaumnya, dah mentok. Depan, laut membentang. Belakang, Fir'aun & Tentaranya. Dah ga bisa & ga tau mau gimana & kemana. Tapi Allah kasih jalan tuh.

Nabi Ibrahim, dah di dalam api yang membara. Tapi Allah berfirman, qul yaa naaru, kuunii bardawwasalaaman 'alaa Ibroohiim. Api pun dingin. Ga ngaruh.

Nabi Yunus, gelap berganda-ganda. Di laut, di dalamnya, cenderung ke dasar, malam pula, & di mulut ikan besar. Tapi yaaa Allah...
Zikir, Doa, Rintihan, Nabi Yunus, didengar Allah & para MalaikatNya. Yakin, Nabi Yunus dah ga bisa ikhtiar apa-apa saat itu. Apa Yang Ga Mungkin?

Nah, apalagi qt mestinya. Belom dihadapkan sama Fir'aun, tentaranya, & laut. Belom dibakar di dalam api. Belom ditelen ikan di laut. & masih bisa ikhtiar.

Hanya yang ga mau memanggil Allah. Hanya yang ga mau minta tolong sama Allah. Masih terus panik, & bahkan meledek yang beriman. Yang tidak ditunjukkan Kuasa Allah.

Ketika qt sudah tidak bisa lagi bekerja... Maka coba, "Biarkan Allah Yang Bekerja..."

Oh ya. Minta sedekahnya ya. Sedekah doa. Supaya saya sehat lahir batin dunia akhirat. Makasih ya. Doain yang lain juga.

Ustadz Yusuf Mansur 
25 Agustus 2015

Selasa, 30 September 2014

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja
Tak penting jadi orang kaya, yang penting bila perlu cukup.

Perlu untuk makan… Cukup
Perlu untuk biaya sekolah… Cukup
Perlu untuk ongkos/ beli kendaraan… Cukup
Perlu untuk lunasi rumah… Cukup
Perlu untuk berhaji... Cukup
Perlu untuk senantiasa sedekah/wakaf/amal jariyah…. Cukup
Dll dsb…

Jadi apa perlunya dengan kata KAYA
Bila semua beres dengan CUKUP.


Juga tak perlu serba banyak, yang penting cukup,
Apa artinya sepatu banyak bila tak ada yang cukup,
Tak perlu banyak tidur yang penting cukup tidur,
Tak perlu banyak makan, yang penting cukup makan,
Dan hidup senantiasa dicukupi oleh Alloh syarat utamanya tawakkal adalah keyakinan yang mantap, bulat utuh terhadap semua janji dan jaminan-Nya, sehingga tak ada di hati bersandar/ berharap/ bergantung kepada siapapun selain hanya kepada Nya.


“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan dicukupi” (QS ath-Thalaq: 3)

Dan ciri ahli tawakkal adalah hati senantiasa tulus, ibadahnya sangat bagus, hidupnya selalu lurus, ikhtiarnya serius serta tobat terus menerus.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 September 2014

Senin, 25 Agustus 2014

Obat Galau Dari Imam Safi'i


Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara


Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia


Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira


Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana


Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga


Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya


Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia


Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela


Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya



Imam Syafi'i

Minggu, 13 Juli 2014

Menikahlah Karena Allah

1. banyak yang mau nikah tapi terhalang biaya | padahal nikah pas belum kecukupan justru lebih enak

2. kenapa lebih enak nikah pas belum kecukupan? | karena Allah akan cukupkan, dan pendamping kita teruji dalam kesusahan

3. karena dalam hidup seringkali kita harus siap pada yang paling pahit | supaya bisa merasakan enaknya yang manis dan yang legit

4. tapi ya jelas harus ada syaratnya, niat nikahnya bener-bener karena Allah | dan pasangan ini harus taat secara total kepada Allah

5. gara-gara belum merasa "cukup" banyak lelaki nunda nikah | padahal yang bikin "cukup" hakiki itu ya istri, bukan yang lain

6. "aku belum punya apa-apa, tapi aku tawarkan ketaatan pada Allah, yang dengan itu, aku nggak bakal nelantarin keluargaku" | gentle tuh

7. "aku memang belum siapa-siapa, tapi aku mau ambil kamu dari ayahmu dengan amanah, melindungi dan menafkahimu layaknya ayahmu" | gentle..

8. setidaknya, menikah saat kita masih kekurangan | memastikan bahwa Muslimah itu mau sama kita karena takwa, bukan karena harta

9. menikah pas masih kekurangan juga nggak serem, kalo ada iman | sepiring berdua jadi romantis, nggak makan pun jadi cerita lucu

10. saling dukung bangun rumah tangga dari nol, modal cinta sama Allah itu keren | nikmatnya beda sama yang nikah udah jadi semuanya

11. Allah pun menjamin akan mencukupkan hamba-hamba yang menikah karena-Nya | asal betul niatnya, bukan karena pengen dan demen doang

12. saya sama istri juga begitu, bangun semuanya dari nol | sekarang kalo lagi jalan berdua suka cerita "abi, inget nggak dulu.."

13. saya bilang sama istri | "dibanding sekarang, dulu idup kita nelongso ya? tapi nggak kerasa, hepi, karena ada kamu.. iya.. kamu.." XD

14. bukan berarti harus terburu-buru nikah | tweet malem ini buat lelaki-lelaki yang udah siap banget tapi masih nunda-nunda, iya.. kamuuu!

15. kalau kamu nunda nikah karena materi, kamu salah | banyak Muslimah yang nggak anggap itu penting, selama akhlak dan imanmu baik

16. dan harta banyak justru siksaan kalo beda iman, ya nggak? | apalagi beda keyakinan, kamu yakin mau, dianya yang nggak yakin mau.. hehe..

17. afterall, menikahlah karena Allah, atau sendirilah karena Allah | jangan berdua dalam maksiat, atau sendirian karena nggak laku

Ustadz Felix Siauw
12 Juli 2014

Selasa, 22 April 2014

Penghalang Rezeky

Yang menghalangi rizki Allah, dan pertolongan-Nya, dosa kita. Hancurkan dosa dengan istighfar, shalawat dan subhaanawlloohi wabihamdih. @100x dah.

Zikir berupa istighfar, tasbih (subhaanawlloohi wabihamdih) dan shalawat, semuanya punya fadhilah mendatangkan ampunan Allah.
Bila ampunan Allah dah datang, dosa dah bersih, insyaaAllah, hubungan sama Allah, baik lagi, lancar lagi. Aaamiin.

Banyakin zikir dah ya. Dan 100 itu angka yang menunjukkan sudah banyak. Silahkan lebihin dan boleh kurangin. Tapi kalo saya, lebihin aja.

Share amalan-amalan yang saya tulis ke yang lain dan bina. Maksudnya, ya kawan yang dikirimin, ditanya, dibimbing, untuk melaksanakan. So, berganda-ganda pahalanya.

Ibarat saluran WC mampet karena kotoran. Bersihin dulu tuh salurannya dari apa yang bikin kita mampet. Seperti itulah dosa kita. Kotoran.
Dosa jangan keburu gede, keburu nempel, keburu berkarat. Apalagi keburu menyatu. Hiiiiiiiii... Susah ngilanginnya. Lama.

Alhamdulillaahnya, Allah Maha Pengampun. Makanya berbahagialah. Dan bergegaslah. Allah punya kebijaksanaan dalam mengampuni. Jangan diulangi aja.

Ustadz Yusuf Mansur
21 April 2014

Rabu, 26 Maret 2014

TKW Indonesia

"SubhanAllah walhamdulillah Wahai TKW Indonesia, kalian adalah mujahidah-mujahidah keluarga yang hebat lagi mulia, kalian adalah pahlawan-pahlawan bangsa yang sedikit dipedulikan, kalian kuat, semangat, pantang menyerah demi secercah kehidupan, kalian meninggalkan orang tua kalian, suami kalian, anak-anak kalian, sahabat-sahabat kalian, kampung halaman kalian, negeri kalian yang kalian cintai yang semestinya mensejahterakan kalian, bertahun-tahun di negeri asing, budaya yang berbeda, bahkan berbeda keyaqinan dengan kalian, dengan terpaksa menjamah yang haram, sulit ibadah, tidur kalianpun tidak bisa lelap, selalu siap melayani majikan kalian, makan minum pun hanya sebatas hidup, walau demikian kalian tetap senyum, kalian tetap sholat, bahkan sebagian kalian tetap berhijab, kalian tetap bisa ngaji bahkan berda'wah, subhanAllah. Sejujurnya bukan aku datang berda'wah kepada kalian, sungguh kalianlah yang menda'wahi aku. Aku kagum pada kalian, kalian sangat kuat, kalian sangat sabar, kalian benar-benar pahlawan keluarga, mbak Nuril, mbak Endah, mbak mbak Halimah dan semua kalian mujahidah-mujahidah mulia, aku menangis menulis ini, tak terbayang kalau istriku, putriku atau ibuku. Allahumma ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa kami, berkahi kami dengan rizki yang halal, rahmatilah mujahidah-mujahidah mulia kami, lindungi mereka, selamatkan mereka dengan segera Kau kembalikan mereka berkumpul dengan keluarga mereka dalam kebahagiaan, berkahilah negeri kami dengan pemimpin yang sangat mencintaiMu dan sungguh-sungguh mencintai kami...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
24 Maret 2014

Minggu, 23 Maret 2014

Bekerja = Jihad

SubhanAllah bahagianya lihat tukang somai mampir untuk sholat magrib berjamaah, karena abang jadi ingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut bahwa aktifitas bekerja sebagai jihad di jalan Allah.

Diriwayatkan, beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, “Andai saja ini (rajin dan giat) dilakukan untuk jihad di jalan Allah”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menyela mereka dengan sabdanya, “Janganlah kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan” (HR Thabrani).

Allahumma ya Allah ampunilah semua dosa kami, berkahi pula rizki kami dengan rizki yang halal...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Maret 2014

Minggu, 01 Desember 2013

Amalan Harian

Jangan ditinggal...
100 shalawat...
100 istighfar...
100 subhaanallaahi wabihamdih...
100 laa-ilaa-ha-illallaah...

Kalo mau rizki banyak, tambahin Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq, 111x.
Jumlah yang ini, bisa diubah, lebih banyak/lebih sedikit. Saya malah setiap habis shalat. Jumlahnya disedikitin, 33x atau 11x. Tapi tiap habis shalat. Rizki alhamdulillaah, ngeberusut.

Yah, itung-itung setiap habis shalat, manggil-manggil Yang Maha Membuka dan Maha Memberi Rizki. Dipanggil trus, masa ga datang.
Kalo lagi butuh banget-banget, hajar 111x, saban-saban habis shalat. Liat efeknya. Mudah-mudahan makin cinta sama Allah.
Amalan harian ini, ngamalinnya jangan ON OFF. Geber 100 hari gitu. Tar habis tuntas 100 hari ga putus, geber lagi 100 hari ke-2, ke-3, dst.

Pelan-pelan coba benahin shalat berjamaahnya. Di masjid. + qobliyah ba'diyahnya. + tahiyyatul masjid, + syukur wudhu. Juga hajar 100 hari. Ambil kesempatan emas doa mustajab antara azan dan iqomat. Ngiringin amalan harian. Pelajarin zikir/wirid yang diajarkan Nabi saban-saban habis shalat fardhu. 33x ini 33x itu. Ini jangan ampe ditinggal. Dijalanin juga.Tar hidup terasa enteng. Ringan. Ga kayak ngejar bayangan dalam nyari rizki. Adem idup.

Kalo 100 hari dirasa berat, coba 3 hari dulu. Jajal dengan kekuatan penuh. Jangan ada yang bolong dan ketinggalan. Trus tingkatin 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, trus sampe dah ke-100 hari. Habis itu langsam, jangan ditinggal. Syukur-syukur sekalian aja dah, tahajjudnya, minimal 2 rokaat aja mah. Waktu emas nih. + dhuha. Walo juga minimalis 2 rokat.

Al Qur'annya dibaca 1 halaman + artinya, + dihafal 1 ayat + artinya.
Sempurnain dengan sedekah, nuntut ilmu pake bismillaah, kerja pake bismillaah, usaha pake bismillaah, tutup pake alhamdulillaah.

Apabila mata bisa sekalian dijaga, telinga, lisan, hati, pikiran, selama ngetrack di jalur 3, 7, 14, 21, 40, 100 hari, tambah cakep dah.

Mas Wahyu, salah seorang jamaah, ngabarin, ngetrack ginian doang, utangnya 3M lunas, dengan cara-cara amazing, dalam waktu yang amazing. Dengan cara ini pula, ngembaliin idup pada tracknya, sepasang suami istri yang udah 14 tahun menikah, lom punya anak, punya anak.

Dah. Disimpen nih #hariannya ya. Diamalin. Jajal betul ya.
Dosisnya bisa dikurangin, jadi 10, bukan 100. Asal rutin, istiqomah, dengan pikiran dan hati yang benar-benar nyambung ke Allah. Jangan sambil bb-an, twitteran, ngemil, kalo pas zikir.
Masa bicara sama presiden, menteri, bisa fokus, lalu sama Allah sambil lalu?

Doain dah ya. Yusuf Mansur bisa ngejalanin juga nyang beginian.

The Miracle you wanna, will come...

Semua ini ga berat. Kitanya aja yang kelamaan idup ga on the track... Nyimpang. Jadi untuk ngebiasain yang begini-begini, terasa berat. So, just mulai aja dulu...

Tar kalo dah biasa, enteng... Kayak shalat malam, kalo sekali-kali, banyakan puyeng dan ngantukan. Tapi kalo terus-terusan, akan biasa. Sekarang kan kita biasa... Biasa tidak melakukan... Nah, ubah ini. Change it. Jadi biasa melakukan.

Oh ya, jangan lupa. Yang bikin qt bisa zikir, lalu istiqomah, adalah Allah. Jadi, doa supaya bisa ngamalin dengan enteng dan istiqomah. Termasuk doa, supaya bisa sedekah, bisa shalat malam, bisa dhuha, bisa baca, ngerti, ngafal, ngamalin Qur'an. Minta. Doa.

Yaa Fattaah... "a" nya, panjang. Yaa... Taa... "h", nya h kecil. Ujungnya disukunkan. Yaa Rozzaaq, "a" nya panjang. Ujungnya, qof.
Tasbihnya: subhaanawlloohi wabihamdih...
Sahalawatnya: Awlloohumma sholli wa sallim wabaarik 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa-ash-haabihi wa dzurriyyaatihi wa ummatih.

Buat yang benar-benar merasa sudah banyak westing timenya. Atau buang waktunya. Ngebut aja di amal harian. Tambahin dengan mendawamkan, atau membiasakan, dengan membaca 4 Surah al Ma'tsuuraat: Yaasiin, al Waaqi'ah, ar Rohmaan, dan al Mulk.

Habis shubuh, al Waaqi'ah. Habis dhuha, ar Rohmaan. Habis isya/maghrib, Yaasiin. Jelang tidur, al Mulk. Komposisi bisa diubah-ubah. Gpp. Baca 2 ayat terakhir Qs. at-Taubah, 7x habis shubuh, dan habis maghrib. Terus Awlloohumma ajirnaa minannaar, 7x, habis shubuh dan habis maghrib. Yaa Allah, jauhkan/selamatkan kami dari api neraka.

Kemudian habis dhuha, wiridin 100x doa/wirid cantik. Yang kalo didawamin, keren banget efek ke kehidupan dan kematian.
Zikir yang dimaksud setelah dhuha: Robbighfirlii watub 'alayya. Innaka Antat-tawwaabul-ghofuur.
Artinya: Yaa Allah, ampunilah saya, dan terima taubat saya... Sesungguhnya Engkau Penerima Taubat lagi Maha Pengampun Yang Ampunan-Nya Begitu Luas."
Dibaca 100x, sambil introspeksi diri dan niat memperbaiki diri.
Kalo untuk jadi doa buat keluarga (kami), ganti "naa", jadi: Robbighfirlanaa watub 'alayanaa...

Pagi dan sore baca: Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihii syai-un fil-ardhi walaa fissamaa-i wahuwassamii'ul 'aliim. 3x.
Dengan Nama Allah, ga ada yang bisa nyelakain, nyusahin, ngeribetin, di bumi dan di langit. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Pagi-pagi, baca: ash-bahnaa wa-ashbahnal mulku lillaah.
Sore: amsainaa wa amsalmulku lillaah.
Terusannya, dicari di internet.
Zikir pagi sore. Dicari nih. Dijalanin. Jadi sehari-harinya kita dalam pengawasan dan penglihatan Allah yang sedang baik terus.

Sekali lagi, semua ini enteng kalo udah dibiasain 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 40 hari, 100 hari ke atas. Jadi, biasain aja.

Udah kelamaan juga kan kita hidup jauh dari Allah. Bencana banyak, bahaya banyak. Dimana-mana berita musibah dan kematian. Kalo qt ga deket dan ga minta perlindungan Allah, nanti hidup dan mati qt bakal sia-sia. Apalagi hidup nyata-nyata makin susah. Masa ga mau nginsyafin diri? Sedikitin atau malahan tinggalin dosa, banyakin ibadah dan amal.

Ustadz Yusuf Mansur
18 November 2013

Senin, 14 Oktober 2013

Sholat Dhuha = Sholat Rizqi

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Sahabatku tercinta, jangan lupa sholat dhuha walau dua rakaat, inilah "al Awwabiin" sholat hamba-hamba ALLAH yang berTAUBAT dan juga dikenal sholat RIZQI, ditegakkan memang waktu untuk mencari rizqi dan diantara doanyapun DOA rizqi.

Sahabatku, rizki bukan hanya duit, sehat wal'afiat rizqi, keluarga bahagia rizqi, suami sholeh rizqi, istri sholehah rizqi, anak-anak sholeh sholehah rizqi, sahabat dan tetangga sholeh rizqi, kemudahan urusan rizqi, pemimpin yang sangat TAKUT pada ALLAH rizqi, kesenangan ibadah rizqi, ikhtiar pada yang halal rizqi, akhlak mulia rizqi, kesempatan taubat rizqi, senang menulis hikmah ini rizqi, membaca hikmah ini rizqi, abang bersahabat dengan kalian juga rizqi, oh ya senang sholat dhuha itu juga rizqi, puncaknya rizqi di dunia adalah wafat HUSNUL KHOOTIMAH, dan puncaknya rizqi di akhirat adalah "al Jannah wa liqoouhu" Syurga dan berjumpa dengan ALLAH. 

SUBHANALLAH, ayo sahabatku fillah sholat dhuha, raihlah KEBERKAHAN RIZQI ALLAH...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 Oktober 2013

Jumat, 11 Oktober 2013

One Day One Ayat

Masih inget One Day One Ayat? ODOA? Yuk terusin. Lanjutin. Biar menghadap Allah nanti membawa yang Allah paling suka: al Qur'an.

Setiap baca ayat, apalagi ngafal dan berusaha untuk ngerti, paham, minimal baca artinya, maka itu berarti pertambahan rizki.
Pertambahan rizki itu bisa berarti kerjaan, peluang usaha, istri, anak keturunan, duit yang banyak, dan puncaknya: ampunan dan ridho-Nya. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti beasiswa kuliah S1, S2, sampe Doktoral S3. Bisa berarti kendaraan, rumah, dll hadiah dari Yang Punya Qur'an. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti tetap mmiliki mata, telinga, dan sendi-sendi, tulang, saraf, yang relatif sehat dan normal, hingga usia lanjut. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti kecepatan karir dan perubahan hidup, ke arah yang lebih baik, yang bila tanpa ngafal Qur'an, akan lebih lambreta. Pertambahan rizki itu juga bisa berarti akan bertambah banyaknya manusia-manusia dan makhluk-makhluk Allah di bumi dan langit yang menyukainya, senang padanya. Pertambahan rizki dengan ngafal Qur'an, mempelajarinya, mengulang-ngulang bacaan dan hafalannya bisa berarti juga tambah panjangnya usia.

Weeesss... Pokoke rugilah mereka yang tidak menaruh perhatian ke Qur'an. Asli rugi. Tidak akan menikmati pertambahan rizki spesial.

Kampus-kampus yang ngasih beasiswa ke penghafal-penghafal Qur'an pun beda. Allah pasti senang banget ke kampus itu dan akan memberinya tambahan rizki.
Kantor-kantor yang tambah mempedulikan Qur'an, dengan ragam kepedulian sesuai kreatifitas masing-masing kantor, suasana kantor akan berbeda. Tambah rizkinya.
Secara rumah yang penghuninya membaca Qur'an saja, bedanya dengan yang tidak pernah dibacakan Qur'an, seperti kehidupan ramai dan kuburan.

4 taneman, sengaja diteliti. Yang 1 ga dibacakan Qur'an, yang 1 dibacakan sedikit, yang 1, agak banyak, yang 1, lebih banyak. Beda semua hasilnya. 4 taneman, di pot yang berbeda, berbeda-beda hasilnya. Semua taneman pasti mati. Tapi taneman yang ga pernah dibacakan Qur'an, cepet mati.

Bayangkan jiwa, diri, hati, pikiran, sel-sel darah, saraf-saraf, mata, telinga, wajah, seluruh sendi, yang tidak pernah teraliri bacaan Qur'an?
Dan sebaliknya, yang rajin membaca, menghafal, mengulang-ngulang hafalannya, mencoba membaca-baca artinya, mencari tau pemahamannya, wajahnya akan bersinar.

Biar kata jelek, tapi adeeeeeemmm dilihatnya. Sedangkan mereka yang tidak teraliri Qur'an, tidak cinta dan tidak dekat dengan Qur'an, maka wajah cantik dan ganteng, akan tambah membinasakan. Bukan hanya membinasakan dirinya sendiri, menghancurkan dirinya sendiri, membahayakan dirinya sendiri, bahkan juga bagi orang lain.

Jangka pendek dan panjang, mereka yang istiqomah dekat dengan Qur'an, menghidupkan Qur'an, akan merasakan dan menikmati pertambahan rizki dari Allah.

Saya, Yusuf Mansur, hamba Allah yang lemah, dhaif, merasakan dan membuktikan itu smua.
Kasih sayang Allah pasca saya memperhatikan Qur'an, terasa banget-banget.

Jadi, hafalin lagi Qur'an. Berusahalah untuk menghafalnya. Walo terbata-bata. Walo susah payah. Walo sehari seayat. Yang penting, terus saja jalan. Banyak-banyak ngulang. Dan jangan berhenti. Teruuuuussss aja jalan dan bergerak, hingga sadar-sadar, al Baqarah dah hafal, surah-surah yang masyhur, hafal, juz 30, hafal. Hingga sempurna 30juz. Berdoalah juga ke Allah. Agar diizinkan oleh-Nya menghafal Qur'an, mempelajarinya, mengajarkannya, mendakwahkannya...

Ayooo... Pada bikin perencanaan baca Qur'an, baca terjemahnya, ngatamin, ngafalin... Pada bikin ya. Meliputi jadwal, target, absensi pribadi...

Ustadz Yusuf Mansur
30 September 2013

Sabtu, 22 Juni 2013

Masalah

Kita tak dirancang untuk menyelesaikan masalah sendiri.
Tapi setiap masalah, keinginan dan yang ditakuti harus jadi jalan untuk mendekat kepada Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segalanya.

Kita ini hamba, lemah bila tak dikuatkan-Nya,
Bodoh kecuali diberi sepercik ilmu-Nya,
Miskin kecuali dititipi sedikit dan sebentar oleh-Nya,
Bingung kecuali ditunjuki-Nya.

Maka jangan terlalu lama dan dalam bila berpikir, segeralah "bungkus" dan serahkan kepada-Nya.

Niscaya akan dibimbing suasana hati, ide dan gagasan, dituntun harus apa dan kemana... semua pertolongan hanyalah milik-Nya.
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka baginya jalan keluar dan didatangkan rizki/pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka" (QS ath thalaq 2) .

KH. Abdullah Gymnastiar
17 Juni 2013

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...