Tampilkan postingan dengan label romadhon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romadhon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2022

Doa Buka Puasa Ramadan

Terdapat bacaan doa buka puasa Ramadan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud sesuai sunah Rasulullah SAW.



"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid. Kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa', ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah"
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

Muhammad Syafii Antonio
5 April 2022

Selasa, 12 Juni 2018

Sedekah di Bulan Romadhon 70 Kali Lipat

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Duhai sahabatku, sebentar lagi Ramadhon bulan mulia ini meninggalkan kita, diantara amal yang utama dan menjadi hamba yang utama bila mengamalkannya adalah sedekah.

Diluar Ramadhon, sedekah kita kali minimal 700 kali lipat, istimewanya bulan Ramadhon kali 70 kali lagi, Allahu akbar.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui”
(QS Al-Baqarah 261)
Rasulullah bersabda, 
“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, walaupun sekecil sarang burung atau lebih kecil lagi, niscaya Allah akan bangunkan baginya rumah di dalam SyurgaNya” 
(HR Ibnu Majah).

“Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak pernah mendahului sedekah” 
(HR Thabrani).

“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“
(HR At-Tirmidzi).

Apalagi di bulan Romadhon nilainya 70 X lipat.

"Dan barang siapa melakukan amal kebaikan di dalamnya (Romadhon), maka pahalanya seperti melakukan 70 kebaikan dibanding bulan lainnya" 
(HR Ibnu Huzaimah).

“Seutama-utama shadaqah adalah shadaqah di bulan Ramadhan” 
(HR At-Turmudzi).

Jangan pernah remehkan sekecil apapun amal jariyah ini, walau serupiah, walau hanya doa, sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
11 Juni 2018

Senin, 09 Januari 2017

Ibadah Umrah dan Haji

Ibadah umrah terdiri dari empat rangkaian manasik, yaitu Ihram, Tawaf, Sa‘i, dan Tahalul. Keempat rangkaian manasik ini mesti dipenuhi untuk meraih kesempurnaan umrah yang sedang dilaksanakan.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah bersegera pulang dan tidak berlama-lama kecuali ada kebutuhan. Rasulullah Saw. bersabda, “Safar adalah bagian dari azab yang mencegah makan, minum, dan tidurmu. Apabila sudah selesai urusannya, maka bersegeralah untuk kembali pada keluarganya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah disunahkan untuk menulis wasiat terlebih dahulu, sebagaimana hadis Ibnu Umar r.a., “Dan menjadi saksi atasnya, membayar utangnya jika punya utang, mengembalikan barang-barang titipan atau meminta izin kepada pemiliknya untuk tetap dititipkan".

Salat di Masjidil Haram lebih baik dari seratus ribu salat di tempat lain.

Rasulullah Saw. bersabda, “Umrah pada bulan Ramadan seimbang nilainya dengan haji.” (Muttafaq ‘alaih)

Umrah bisa dilaksanakan setiap waktu, tetapi jika dilaksanakan pada bulan Ramadan, akan lebih utama.

Biaya yang dikeluarkan untuk ibadah haji merupakan infak fi sabilillah.

Surga adalah balasan bagi haji yang mabrur.

Rasulullah Saw. berpesan bahwa menuntut ilmu adalah perkara wajib bagi setiap muslim, maka pergunakanlah kesempatan dan media yang mungkin dimiliki untuk terus dan terus mempelajari manasik haji dan umrah yang pastinya sesuai dengan sunah, baik itu mengikuti manasik yang ada, membaca buku-buku yang berkaitan, atau bertanya langsung kepada ustadz yang menguasai ilmu seputar pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Biaya yang disediakan untuk melakukan perjalanan haji dan umrah seharusnya didapat dengan cara yang halal.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah dianjurkan untuk banyak berdoa selama perjalanan, karena semua permintaan sangat mungkin bisa terkabul.

Bagi orang yang hendak berhaji dan umrah, hendaknya menggunakan harta yang halal, karena Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik pula, sedangkan doa dari harta yang haram tidak akan dikabulkan.

Ibadah haji dan umrah dapat menghapus-kan dosa, bagi mereka yang menjalankannya sesuai dengan perintah Allah Swt.

Ibadah haji merupakan Jihad fi Sabilillah.

Haji merupakan konferensi besar bagi umat Islam untuk saling berkenalan, berkasih sayang, dan saling membantu untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka. Dan, agar umat Islam menyaksikan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia.

Rasulullah Saw. bersabda, “Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Setelah berniat dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, maka wajib baginya mempelajari manasik agar ibadahnya benar dan terhindar dari hal-hal yang membatalkan.

Tidak cukup persiapan fisik dan mental saja, tentunya biaya yang dikeluarkan untuk beribadah haji dan umrah pun hendaknya betul-betul terjaga dari segala bentuk noda yang akan merusak rangkaian kehormatan dalam perjalanan ibadah tersebut.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah dianjurkan agar mengajak sejumlah teman untuk bepergian dan mengangkat salah seorang jadi amir safar (ketua rombongan) agar mudah dikumpulkan, mudah untuk sepakat, dan lebih mudah untuk mencapai tujuan. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila tiga orang keluar dalam sebuah perjalanan, hendaklah mereka mengangkat salah satu jadi ketua di antara mereka.” (H.R. Abu Daud)

Bagi mereka yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umrah, wajib untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemaksiatan. Hakikat tobat itu sendiri adalah berlepas diri dari segala bentuk dosa dan meninggalkannya, menyesal atas perbuatan yang sudah dikerjakannya, serta memiliki keinginan kuat untuk tidak mengulanginya. Jika bersalah kepada orang lain, lekaslah meminta maaf. Jika kesalahan itu berhubungan dengan harta benda, segera kembalikan.

Rasulullah Saw. bersabda, “Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran karat besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.” (H.R. Tirmizi, Nasa’i, dan yang lainnya)

Secara bahasa, “haji” berarti “menyengaja sesuatu”. Sebagian ahli mengatakan bahwa kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja.

Seorang muslim hendaknya ber-azzam untuk melaksanakan haji setidaknya satu kali. Itu wajib. Sementara, haji yang dilakukan untuk kedua kali dan seterusnya hukumnya sunah, sesuai dengan kesepakatan para ulama.

Jika telah memenuhi syarat (nishab) dari rukun tersebut, tetapi kemudian melalaikan atau bahkan dengan sengaja meninggalkan ibadah haji, maka kualitas keislaman orang tersebut perlu dipertanyakan.

“Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa saja yang mengerjakan haji dalam bulan-bulan tersebut, ia tidak boleh berkata jorok (rafas), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam melakukan ibadah haji. Allah mengetahui semua kebaikan yang kamu kerjakan. Bawalah bekal karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, hai orang berakal!” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197)

Haji merupakan ibadah dengan tempat dan waktu yang telah ditentukan. Tempat itu tiada lain merupakan pusat sejarah dan simbol yang seolah semakin mendekatkan setiap individu dengan Khaliknya. Mendatanginya dapat diibaratkan sebagai upaya kehormatan untuk bertamu menghadap-Nya. Dengan demikian, perlu persiapan yang sangat matang agar kondisi fisik maupun mental cukup layak demi menjaga tata krama kepada Sang Pemilik Rumah yang mulia (Baitullah).

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Jika ada seseorang yang ingin bepergian dan meminta wasiat kepadaku, maka aku bersabda, ‘Semoga Allah menambahkan bagimu ketakwaan, menghapus dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada.” (H.R. Tirmizi dan Hakim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah, selain mendalami tentang hukum-hukum seputar haji dan umrah hendaknya memahami juga hukum-hukum seputar bepergian seperti jama-qasar, hukum tayamum dan mengusap kedua khuf, dan hukum-hukum lain yang dibutuhkan selama mengerjakan perjalanan ibadah haji. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, Allah akan memahamkan agamanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa melakukan haji ikhlas karena Allah Swt. tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama muta’akhirin (kontemporer) memandang perlu memasukkan unsur kesehatan, kesempatan, dan keamanan sebagai salah satu unsur yang memungkinkan sampainya seseorang di tempat pelaksanaan haji itu (Imkaan al-wusul) serta segala yang terkait dengan kebijakan pemerintah setempat atau pemerintah Arab Saudi langsung dengan ketentuan perhajian dari negara yang bersangkutan, menjadi salah satu dari unsur kajian istitha’ah.
“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah. Siapa pun yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak berdosa mengerjakan sa‘i antara keduanya. Siapa pun mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 158).
Sebagai Rukun Islam yang kelima, ibadah haji memiliki posisi yang setara dalam mengukur kualitas keislaman seorang muslim dengan keempat rukun yang lainnya.

Pada saatnya kembali dari haji dan umrah, agenda perubahan diri ke arah yang lebih baik harus sudah disiapkan.

Haji merupakan ibadah dengan nilai-nilai pengorbanan dan perjuangan yang terhitung berat. Haji merupakan ibadah dengan kewajiban menunaikannya hanya satu kali saja seumur hidup.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah disunahkan berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang yang dikenal, baik tetangga maupun kolega. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Siapa yang hendak bepergian, hendaklah ia berkata kepada orang yang akan ditinggalkannya: ‘Aku menitipkan kalian kepada Allah karena sesuatu yang dititipkan kepada-Nya tidak akan hilang.’” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)

Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah adalah delegasi Allah. Ketika Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan, ketika mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan permintaan mereka.” (Hadis hasan, dalam Shahih al-Jaami‘ish Shaghiir dan Sunan Ibnu Majah)

Secara umum kemampuan fisik (badan), bekal, dan transportasi menjadi hal yang paling utama dalam istitha’ah seseorang, baik dalam melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Jika ditelusuri dari silsilah kenabian, ibadah haji merupakan salah satu syariat yang sempat diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dengan kehendak Allah, ibadah haji tersebut kembali menjadi salah satu isi dari ajaran yang dibawa oleh Muhammad Saw. sebagai nabi akhir zaman.

Haji dan umrah hendaknya menjadi shibghah (celup) untuk mengganti warna kepribadian yang semula gelap karena akhlak yang tidak terkendali menjadi pribadi dengan warna baru yang berhias kesalehan.

Dianjurkan bagi orang yang datang dari perjalanan jauh, seperti sepulang dari ibadah haji atau umrah, untuk bersikap lembut kepada anak-anak dari keluarganya ataupun tetangganya, dan merasa senang apabila mereka menyambutnya. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah, berusahalah untuk mencari teman yang baik, kalau bisa dari orang yang memiliki ilmu agama. Mudah-mudahan, dengan seperti ini bisa mendapatkan taufik dan tidak terjerumus pada kesalahan selama mengerjakan ibadah haji dan umrah.

UMRAH adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
“Di sana terdapat tanda-tanda Maqam yang jelas, di antaranya Maqam Ibrahim. Siapa pun yang memasuki Baitullah, ia akan aman. Di antara kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Bagi siapa pun yang mengingkari kewajiban haji, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 97)
“Sesungguhnya, rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia adalah Baitullah yang ada di Mekkah, yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di sana terdapat tanda-tanda Maqam yang jelas, di antaranya Maqam Ibrahim. Siapa pun yang memasuki Baitullah, ia akan aman. Di antara kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Bagi siapa pun yang mengingkari kewajiban haji, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 96-97)
Perbekalan utama dari semuanya adalah ketakwaan. Dalam arti, kesiapan untuk menjalankan haji dan umrah sebenar-benarnya, didasari keikhlasan dan tata cara manasik yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Dianjurkan, bagi orang yang baru datang dari perjalanan jauh, seperti sepulang dari ibadah haji atau umrah, untuk terlebih dahulu salat dua rakaat di masjid terdekat, sebagaimana perbuatan Nabi Muhammad Saw. (H.R. Bukhari dan Muslim)

“Salat di masjidku lebih utama dari seribu salat di masjid lain kecuali Masjid Ka’bah.” (H.R. Muslim)

Secara istilah, haji adalah menyengaja berkunjung ke Baitullah, untuk melakukan Tawaf, Sa‘i, Wukuf di Arafah dan melakukan amalan-amalan yang lain dalam waktu dan tempat tertentu untuk mendapatkan keridhoan dari Allah Swt.” Rasulullah Saw. bersabda, “Ikutilah aku dalam ibadah hajimu.” (H.R. Muslim)

Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Islam dibangun di atas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadan.” (H.R. Bukhari)

Aam Amiruddin
1 – 8 Januari 2017

Selasa, 05 Juli 2016

Ramadhan Terakhir

Assalamu alaikum warahmatullohi wabarokaatuh

Besok adalah hari terakhir bulan penuh kemuliaan dan keberkahan.
Ayoo kita manfaatkan detik demi detik yang tersisa, karena kita belum tentu ada takdir tahun depan masih bisa menikmati ramadhan.



Andaikata ini Ramadhan terakhir dalam hidup kita maka hanya tinggal hari esok, kesempatan teramat besar agar diampuni semua dosa, diijabah doa-doa, diselamatkan dari api jahanam, dimudahkan jadi ahli sorga.

Mari manfaatkan detik demi detik dengan airmata tobat, dengan airmata syukur, dengan airmata harapan akan ampunan dan kasih sayang Alloh.

Jangan lupa doakan yang banyak untuk orang tua, guru-guru kita, keluarga, sanak saudara dan sebanyak-banyaknya hamba Alloh lainnya.

Sisipkan juga doa untuk aa yaa, agar Alloh mengampuni dan memberikan istiqomah dalam iman dan islam.

Terimakasih sahabatku yang baik, selamat berjuang menikmati detik demi detik yang tersisa.

Maafkan aa...

Wa'alaikumussalaam warahmatullohi wabarokaatuh

Nb ; aa bertugas khatib di Pesantren Daarut tauhiid Bandung, live di fb ini dan silakan mampir yaa....


KH. Abdullah Gymnastiar

4 Juli 2016

Jumat, 24 Juni 2016

Malam Lailatul Qadar

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

"LAILATUL QODRI"

SUBHANALLAH seorang mu'min yang sangat mencintai Allah dan RasulNya pasti sangat merindukan Lailatul Qodri. Karena malam itu sangat istimewa, malam "khoirun min alfi syahrin" lebih baik dari 1000 bulan, atau 83 tahun 3 bulan, turunnya "tanazzulul Malaaikatu warruuhu" para Malaikat yang dipimpin Malaikat Jibril atas izin Allah, dan malam itu "salaamun hiya hatta mathlail fajri" penuh kedamaian sampai akhir fajar, terasa sekali ni'mat beribadah i'tikaf di mesjid, rasa sangat dekat dengan Allah, air mata pun tidak terbendung lagi. Saking spesialnya malam Lailatul Qodri hingga Allah turunkan surah Al Qodru terdiri dari 5 ayat.

TERJADINYA malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Romadhon. Dari sayyidah Aisyah, Rasulullah bersabda,
"Carilah Laitul Qodri di malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Romadhon" (HR. Bukhori Muslim).


TANDANYA, pada malam itu sangat tenang penuh kedamaian hati, Rasulullah bersabda, "Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya (suram)" (HR. Muslim).


KIAT KIAT MERAIHNYA :

1. Benar-benar semangat untuk meraih Lailatul Qodri.


2. Niat lurus semata mata ingin ridho Allah. "Barang siapa melaksanakan ibadah pada malam lailatul qadar dengan didasari keimanan dan harapan untuk mendapatkan keridoan Allah maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni" (HR. Bukhari Muslim).

3. Mujahadah keseriusan ibadah, "Sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya" (HR Muslim), seperti puasa yang benar tanpa ma'siyat, membaca Alqur'an dengan pemahaman dan penghayatan, menunaikan sholat tarawih tanpa putus dengan thuma'ninah.

4. Melaksanakan kewajiban Syariat Allah, seperti zakat maal bagi hartawan, kalau wanita taat dengan berjlibab.

5. Posisinya di mesjid i'tikaf sebagaimana Rosulullah i'tikaf di mesjid. Abu Said menyampaikan i'tikaf Rasulullah di masjid 10 malam terakhir Romadhon (pada waktu itu berlantaikan tanah dan tergenang air). Kata Abu Sa'id, “Aku melihat pada kening Rasulullah ada bekas lumpur pada pagi hari Ramadhan” (HR Muslim).

6. Keadaan terjaga dalam kekhusyuan ibadah, air mata pun mengalir tak terbendung karena rindu perjumpaan denganNya, takut murkaNya, dan karena merasa banyak dosanya kepada Allah.

7. Berazam, tekat bulat, bersumpah untuk taubat nashuha, tidak ma'siyat lagi, tidak menyakiti siapapun lagi.

8. Wajib minta maaf kepada siapa keluarga atau sahabat yang pernah ia sakiti, kalau tidak akan jadi hijab doa ibadahnya diterima.

9. Tiada waktu berlalu sia sia kecuali banyak zikir, istigfar, sholawat, wudhu terjaga dan kesenangan sedekah.

10. Doa sungguh-sungguh, yaqin penuh harap. Aku (Aisyah r.a.) berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu andai aku mendapatkan Lailatul Qadar? Doa apa saja yang harus aku baca?” Beliau bersabda, “Ucapkanlah: "Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, dan Engkau menyukai ampunan. Maka ampunilah aku” (HR. Tirmidzi).

Dan TANDA MERAIH Lailatul Qodri hanya Allah yang Maha Tahu yang Allah berikan kepada "ibaadhil musthofa" hamba-hamba pilihanNya. Sedangkan tanda-tandanya setelah hamba itu MUJAHADAH, serius ibadah, serius beramal, serius taat untuk mendapatkannya, tampak jelas selesai malam yang membahagiakan itu, AQIDAHNYA SEMAKIN KUAT, IBADAHNYA SEMAKIN RAJIN DAN SANGAT MENI'MATI IBADAHNYA, AKHLAKNYA SEMAKIN MULIA, SEMANGAT IHYAUS SUNNAH RASULULLAH, KASIH SAYANG SEMAKIN BESAR PADA KELUARGA DAN UMAT MANUSIA, KETAQWAANNYA SEMAKIN TAMPAK YANG DIRASAKAN OLEH DIRINYA, DAN PERUBAHAN PADA DIRINYA DIRASAKAN OLEH KELUARGANYA DAN PARA SAHABATNYA, DAN IA PUN MUDAH MENANGIS KARENA ALLAH KARENA RINDU SEKALI "LIQOOUHU" BERJUMPA DENGANNYA, ALLAHU AKBAR.

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami dari mulai aqil baliq hingga waktu Engkau wafatkan kami, terimalah amal ibadah kami, taubat kami, berkahi sisa-sisa umur kami dalam aktivitas Syariat dan Sunnah NabiMu, berilah pada kami keistimewaan Lailatul Qodri, dan wafatkan kami semua husnul khootimah...aamiin, aamiin, aamiin.

Arifin bahagia menulis ini, air mata pun ngga bisa ku tahan karena cintaku padaNya, harapanku pada Lailatul Qodri, dan cinta sayangku karena Allah pada kalian keluargaku sahabatku. Maafkan arifin ini.




K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 Juni 2016

Minggu, 12 Juni 2016

Keistimewaan Romadhon

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah sahabatku mari kita kenali KEISTIMEWAAN ROMADHON :


Satu satunya nama bulan dari 12 bulan yang disebut dalam Alqur'an, surah Al Baqoroh 185.
Disebut sayyidus syuhuuri, rajanya bulan.
Bulan diwajibkan shoum sebulan penuh.
Ada sholat sunnah tarawih yang sangat utama.
Bulan turunnya Alqur'an.
Bulan yang ada malam sangat dirindukan, "Lailatul Qodri".
Bulan yang siang malamnya doa sangat mustajab.
Bulan dibukanya pintu Syurga.
Bulan ditutupnya pintu neraka.
Bulan dibelenggunya syetan.
Bulan wajib setiap individu muslim berzakat fitroh.
Bulan nilai amal ibadahnya dikali 70 kali lihat.
Bulan hidupnya semangat da'wah.
Bulan kemesraan keluarga, sahur bersama.
Bulan ukhuwah, sholat berjamaah, buka puasa bersama.
Bulan i'tikaf di mesjid.
Bulan semangat ibadah dan amal sholeh.
Bulan kedermawan.
Bulan tarbiyyah, dididik taat 24 jam sebulan penuh.
Bulan rahmat dan ampunan.
Bulan maaf maafan, lapang hati.
Bulan muhasabah diri.
Bulan hati terasa dekat sekali dengan Allah.
Bulan hati terasa rindu pada Rasulullah.
Bulan yang membuat hati terenyuh, mudah menangis karena Allah.
Bulan taubat, dan taubat dibulan ini diterima Allah.
Bulan gembira faqir miskin.
Bulan tarbiyyah untuk menjadi hambaNya yang bertaqwa.


Allahumma ya Allah rahmatilah kami, ampunilah seluruh dosa kami, maafkanlah seluruh kesalahan kami, terimalah shoum kami, tarawih kami, tadabburul Qur'an kami...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
11 Juni 2016

Minggu, 03 Agustus 2014

Tanda-Tanda Puasa Romadhon Diterima

Bang, mohon jelaskan tanda-tanda puasa Romadhon diterima?

SubhanAllah, hakikat amal ibadah diterima yang tahu hanya Allah, hikmahnya agar hamba Allah yang beribadah dan beramal sholeh terus menerus "mujahadah" serius disiplin sungguh-sungguh beribadah sampai ajal tiba,
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu" (QS Al Hijr 99).

Walau demikian tanda-tanda bisa dirasakan, sesuai makna bulan Syawal yang berarti bulan peningkatan :
  1. Semakin kuat taqwanya berarti sungguh-sungguh TAATnya,
  2. Kembali menghidupkan SUNNAH Rasulullah yaitu puasa 6 hari di bulan Syawal, “Barangsiapa yang telah berpuasa Ramadhan & kemudian dia mengikutkannya dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka dia seperti orang yang berpuasa selama satu tahun” [HR Muslim].
  3. Tampak sekali "HIJRAH" perubahan, yang tadi malas sholat jadi rajin sholat, yang tadinya hanya sholat wajib jadi senang sholat sunnah, seperti sebelum dan sesudah sholat wajib, tahajjud, dhuha. Semakin senang berjamaah di mesjid, disiplin sholat diawal waktu, tadaburul Qur'an, kepedulian, kedermawanan, rendah hati dsb. Tidak mudah marah-marah lagi, semangatnya pada yang halal, tidak merokok lagi, tidak terbuka aurat lagi, jauh dari keinginan ma'siyat, yang pasti hijrah orientasi dari dunia menuju keselamatan akhirat,
  4. Hati semakin DAMAI, tenang dan bahagia,
  5. RIDHO, rela, ikhlas dan baik sangka atas semua taqdir Allah.
  6. Keluarga semakin mesra, persahabatan semakin indah,
  7. Hidup pun semakin terarah, ISTIQOMAH, dan inilah buah terlezat dari pendidikan Romadhon "laallakum tattaquun" (QS Al Baqoroh 183).

Mohon ketulusan kalian memaafkan kesalahan abang lahir bathin, taqobbAllahu minna wa minkum...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Agustus 2014

Sabtu, 05 Juli 2014

Makan Sahur

SubhanAllah, memang sahabatku, Rasulullah menganjurkan kita untuk makan sahur karena "mamluun bil barakah", penuh dengan berkah Allah, tentu bukan hanya persiapan fisik untuk siang hari agar lebih kuat, tetapi suasana sahur mendidik kita agar,
1. Terbiasa aktivitas sahur setelah Romadhon, seperti shoum sunnah syawal, sunnah senin kamis dsb,
2. Memupuk kebiasaan baik, indah dan mesra saat sahur bersama keluarga, dan menjadi kenangan yang tak terlupakan apalagi setelah berpisah,
3. Persiapan ibadah untuk sholat subuh di awal waktu, dan pria mu'min berjamaah di mesjid,
4. Doa-doa sangat mustajab, terutama mohon ampunan Allah, dan itu tradisi hamba beriman yang banyak minta ampun di waktu sahur, buka surah Ali Imron ayat 17, "wal mustagfiriin bil ashaar", mereka yang beriman itu banyak minta ampun kepada Allah di waktu sahur,
5. Yang jelas bagi seorang mu'min, kebahagiaan hidup itu ada dalam kesenangan menghidupkan sunnah.

Selamat bersahur sahabat sholehku. Abang mencintai kalian karena Allah...Allahumma ya Allah berkahi sahur kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Juli 2014

Rabu, 02 Juli 2014

Amin, Amin, Amin

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Rasulullah naik mimbar lalu bersabda, ‘Amin, Amin, Amin’.
Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?”
Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat s
eorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada orang tuanya)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.”
(HR. Ibnu Khuzaimah & Imam Ahmad).

"Ya Allah bimbinglah hamba agar puasa hamba meraih ridhoMu, Ya Allah berilah hamba kesempatan berbuat terbaik untuk kedua orang tua hamba hingga orang tua hamba ridho, Ya Allah ingatkan hamba untuk selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad hingga kelak di akhirat Engkau pertemukan dengan beliau...aamiin".

Abang menulis hikmah ini dalam perjalanan dari Lamongan menuju Surabaya, mohon doa kalian sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
1 Juli 2014

Rabu, 18 Juni 2014

Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.


Subhanallah walhamdulillah sahabat sholehku inilah diantara sikap seorang mu'min dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan ini, 

Marhaban ya Romadhon, marhaban ya syahrosh shiyaami, marhaban ya syahrol qiyaami, marhaban...
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah 183).
Dari Abu Hurairoh, Rasulullah bersabda, “Telah datang kepada kalian syahrun mubarak (bulan yang diberkahi).
Diwajibkan kalian berpuasa.
Pada bulan tersebut pintu-pintu Syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelenggu.
Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).

Abang menangis ngga kuat menyimak tawshiyah Syekh Abdul Ilahkan Attamiri hafizhohullah.

inilah sikap seorang mu'min menyambut gembira datangnya bulan Ramadhon:

1.“Alfarhu”
Hatinya merasa gembira, dan bersuka cita dengan kedatangan bulan Ramadhan ini, karena dipanggil Allah untuk melaksanakan shaum, karena dirinya mengetahui sepenuhnya bahwa dengan puasa ini Allah akan mengangkat derajatnya menjadi hambaNya yang bertaqwa,
"marhaban ya Ramadhon, bulan rahmat, bulan ampunan". (QS Al Baqoroh 183).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Yang akan masuk melaluinya pada hari kiamat hanyalah hamba-hamba yang berpuasa. Tidak akan masuk seorang pun melaluinya selain mereka. Lalu diserukan, “Manakah hamba-hamba Allah yang berpuasa?” Maka, mereka pun berdiri. Tidak ada seorang pun yang akan masuk melalui pintu Ar-Rayyan ini kecuali mereka. Setelah semua masuk, pintu itu pun ditutup, sehingga tidak ada lagi yang bisa masuk melaluinya” (Muttafaqun ‘Alaih).

Rasulullah bersabda: “Wahai sekalian manusia. Ramadhan, bulan penuh berkah telah datang kepada kalian. Pada bulan ini, Allah melimpahkan (karunia-Nya) kepada kalian. Dia menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan mengabulkan doa. Allah akan melihat perlombaanmu di bulan itu dan akan membanggakanmu di hadapan para malaikat. Maka, tampilkanlah dari diri kalian yang baik-baik. Karena orang yang malang adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan itu” (HR Ath-Thabrani)

2. "Ad Dua" 
Mohon ampunan, amal ibadah diterima, panjang umur ke Romadhon berikutnya. "Romadhon ke Romadhon ampunan dosa". 

3. “Attazzikiyah”
Berusaha untuk membersihkan hati agar hatinya terbebas dari penyakit-penyakit hati yang menyebabkan dirinya sulit untuk mengakses “nur” rahasia hikmah yang tersembunyi di balik bulan Ramadhan dengan selalu memperbanyak istigfar di setiap kesempatan menjelang Ramadhon.

4. "Al qodho" 
Menunaikan puasa tahun sebelumnya

5. "Al afwu" 
Mohon maaf, shilaturrahim.

6. "Al Maal" 
Persiapan rizki meraih nilai maksimal, seperti mukena, baju koko, sajadah yang bagus (Q.S. Al A'rof : 31), membersihkan dan memperindah rumah, mesjid dan sebagainya.

7.“Al ilmu”
Mempelajari tujuan, hikmah, keutamaan, amal-amal utama dan hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak nilai ibadah puasanya sehingga ketika datang Ramadhon kita benar-benar siap untuk mengakses semua nilai universitas Ramadhon. 

8. "Al Aafiyah" 
Kesehatan fisik agar ni'mat ibadah.

9. "At Tahriib" 
Mengadakan kajian keluarga dan umat.

10. "Al Barnamij" 
Menyusun program Romadhon, seperti target khatam Al Qur'an, disertai i'tikaf.

11. "Al Muhasabah" 
Semangat hijrah, perbaikan diri.

12. “Al-Maghfirah”
Memohon ampunan dari Allah, dan meminta maaf kepada orangtua, suaminya atau istri tercintanya, tidak lupa juga kepada kerabat, saudara, handai taulan dan para tetangganya. Bersih lahir batin adalah kunci kebahagiaan. 


Foto tadi dhuha abang bersama warga mesjid Az Zikra membersihkan lingkungan dan maaf-maafan menjelang Ramadhon. 

Allahumma ya Allah berkahi hidup kami di bulan Sya'ban dan panjangkan umur kami hingga Ramadhon...sehat afiyat kami selama Romadhon, dan semangatkan kami, senangkan kami, bahagiakan kami dengan Romadhon...aamiin.

Maafkan abang sekelurga lahir bathin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
15 Juni 2014

Diperbarui 3 Juni 2015
Diperbarui 1 Juni 2016

Rabu, 08 Agustus 2012

Tujuan Dan Harapan Mau Berpuasa

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.


Mengapa sahabatku mau lapar dan haus saat berpuasa?

Karena kalian ingin ridho Allah
dan ingin tetap menjadi hamba yang dicintai Allah kan!
Karena kalian hamba Allah yang taat kan!
Karena sadar sebagai mahlukNya yang banyak dosa dengan harapan Allah mengampuni dosa-dosa kan!

Karena ingin semua aktivitas kita diberkahi Allah kan?!
Karena kalian yaqin ada Hari Pembalasan kan!
Karena rindu akan SyurgaNya dan takut murka dan nerakaNya kan!
Karena kalian yaqin
hanya dengan taat kepada Allah Jalla Jalalluh, maka baru bisa benar-benar bahagia, kan?!
Karena kalian sadar di dunia bukan tempat kalian sebenarnya kan!
Karena kalian ingin husnul khotimah kan!
Karena kalian ingin kuburan kalian menjadi "rowdhoh mirriyaadhil jinan"
yaitu taman di antara Syurga kan!
Karena
ikhwah fillah, sahabatku, ingin dibangkitkan di Akhirat nanti dengan wajah bercahaya kan?!
Karena ingin mendapat perlindungan Allah pada suasana dahsyatnya Padang Mahsyar kan?!
Karena rindu berjumpa para Nabi, terutama Nabi Muhammad
Sholallahu 'alaihi wa Sallaam, kan?!

SubhanAllah sahabatku, inilah diantara tujuan dan harapan-harapan mulia yang membuat kita mau lapar haus, yang Allah balas dengan ridho dan SyurgaNya.

Simaklah hadist qudsi ini, "Hai MalaikatKu saksikanlah hamba-hambaKu yang beriman, Kuperintahkan mereka puasa,  menahan lapar haus untuk Ku, mereka mau melakukannya, Sungguh Aku ridho mengampuni mereka, Aku ridho mereka memasuki SyurgaKu"

insya Allah...aamiin...
Bahagianya kita berpuasa sahabatku. 

Allahumma, terimalah amal ibadah shoum kami, dan maafkanlah kesalahan kami dalam melaksanakannya... Aaamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
28 Juli 2012

Diperbarui 6 Juli 2015

Senin, 06 Agustus 2012

Diantara Hikmah Romadhon

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

SubhanAllah walhamdulillah bahagianya kita duhai sahabatku tercinta, malam ini malam awal Romadhon, mari Sahabatku, inilah diantara hikmah Romadhon yang membuat hati kita, hati hamba beriman sangat senang dan bahagia menyambutnya :

1. Manusia terpilih dipanggil Allah untuk shoum, "Hai hamba-hamba Allah yang beriman...", 

2. Melaksanakan ibadah shoum sebagaimana orang-orang mulia terdahulu, para nabi, para auliyaNya,

3. MasyaAllah bahagianya diperintah untuk naik moqom taqwa "laallakum tattaquun" (QS Al Baqoroh 183), 

4. Meraih ampunan seluruh dosa yang lalu selama melaksanakan dengan KEIMANAN dan semangat "ihtisaban" untuk berBERTAUBAT sungguh-sungguh, janji tidak pernah mau ma'siyat lagi,

5. Doa-doa selama berpuasa mustajabah, 

6. Masuk Syurga Allah melewati pintu VIP Ar Royyan, 

7. Puasa perisai dari murka Allah dan nerakaNya, 

8. Segala amal selama puasa dilipatgandakannya sampai 70 kali lipat, 

9. Mendapat syafaat Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wasallaam di Akhirat kelak, 

10. Meraih kesehatan fisik yang prima, 

11. Kesempatan maksimal untuk berinteraksi dengan Alqur'an dan menghidupkan Sunnah-sunnah Nabi Muhammad, dari tarawih, sedekah, buka puasa, i'tikaf dsb, 

12. Motivasi Lailatul Qodar, 

13. Spesial shoum hanya Allah yang menilainya. 

SubhanAllah semua SyariatMu ya Allah mengandung RahmatMu, AmpunanMu, IlmuMu, HidayahMu, BerkahMu, SyurgaMu...teruslah Engkau bimbing kami untuk menikmati hidup TAAT dalam SyariatMu...aamiin. 

Abang sekeluarga dan majlis Az Zikra mohon maaf lahir bathin.
Selamat menikmati indahnya Romadhon keluargaku sahabatku.

Semoga ALLAH selalu memberkahi persahabat dan harakah da'wah kita... AAAMIIN.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
26 Juli 2012

Diperbarui 22 Juni 2015
Diperbarui 5 Juni 2016

Jumat, 09 Desember 2011

Baca, Fahami, Amalkan & Ajarkan al-Qur'an



Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku senang mana membaca Alqur'an dengan membaca koran?

Kalau kita membaca novel, romans, atau ceritera picisan, kita semangat menuntaskan satu hari sampai seminggu, lalu bagaimana dengan mengkhatam Alqur'an, berapa lama kita bisa mengkhatamkannya?

Begitu lama kita nongkrong di depan televisi atau asyik dengan FB, lalu apakah selama itu kita mau duduk di majlis Alqur'an?

Mengapa selain Alqur'an lebih senang, semangat, dan kuat berlama-lama?

Inilah yang membuat Rasulullah sedih mengadu kepada ALLAH,
"Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan", (QS. Al Furqon : 30).
Padahal sahabatku, kemuliaan dan kehinaan seseorang itu tergantung sifat sikapnya kepada Alqur'an, dengarkan sabda Rasulullah,“Sesungguhnya ALLAH memuliakan derazat suatu kaum, karena kaum itu memuliakan Alqur'an dan ALLAH merendahkan suatu kaum, karena mereka tidak memperdulikan Al Qur’an.” (HR. Muslim). 

SubhanAllah, sahabat FBku, berjanjilah kalian untuk tidak membiarkan hari berlalu kecuali kalian sudah membaca Alqur'an dengan penghayatan untuk mengamalkannya. Hidup kita hanya sebentar sahabatku. Sungguh Alqur'an adalah petunjuk jalan keselamatan dunia, penerang cahaya kubur, dan syafaat penolong kita di akhirat kelak. Abang berazam sampai akhir hayat, semoga Allah jaga niat azam abang membaca Alqur'an waktu sahur menjelang subuh ke mesjid setiap hari.

SubhanAllah, bulan Romadhon bulan Alqur'an, ayoo sahabatku keluargaku kita baca, pelajari, hayati, amalkan dan da'wahkan mu'zijat yang mulia ini. Sebesar itu kita perhatikan Alqur'an, sebesar itulah perhatian Allah kepada kita.

So mulailah baca Alqur'an, fahami dengan baik dan benar, amalkan dengan sungguh-sungguh dan ajarkan, DO THE BEST YOU FIND THE BEST!

Foto saat subuh di mesjid Az Zikra, masuk Islam Mr Paul dari Norwegia, abang kasih nama Islam Muhammad Fauzan. Masuk Islam setelah terkagum-kagum dengan Alqur'an. 

"Allahumma ya Allah rahmatilah kami dengan al Quran. Jadikan ia imam kami, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah kami apa yang kami lupa dan ajarkan bagi kami apa yang kami jahil. Karuniakanlah kepada kami untuk dapat membacanya sepanjang malam Ya Allah dan sepanjang siangnya. Jadikanlah ia perisai kami. Wahai Tuhan sekelian alam aamiin aamiin aamiin".


K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 November 2011


Diperbarui 19 Agustus 2014
Diperbarui 7 Juni 2016

Jumat, 05 Agustus 2011

Nilai Amal Selama Romadhon

RASULULLLAH mengabarkan berita gembira tentang NILAI AMAL selama Romadhon,"Sunnah bernilai pahala wajib, dan wajib 70X lipat pahalanya apalagi shoum hanya ALLAH yang menilainya".
Pahala dan Syurga memang bukan tujuan tetapi sebagai STIMULAN memacu kita lebih semangat beribadah;
  1. Shoum (QS 2:183), 
  2. Sedekah (QS 2:184),
  3. Membaca Alqur'an dengan pemahaman (QS 2:185),
  4. Doa (QS 2:186),
  5. I'tikaf (QS 2:187),
  6. Tarawih dan tahajjud (QS 17:79).
K.H. Muhammad Arifin Ilham
1 Agustus 2011
 
 

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...