Tampilkan postingan dengan label rezeky. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rezeky. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 November 2021

Empat Ciri Diterimanya Tobat

Jika merujuk pendapat Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, ciri-ciri orang yang tobatnya diterima itu ada empat. Pertama, cara bicaranya lebih terjaga karena hatinya bersih dan peka. Kebersihan dan kepekaan itu menghidupkan hati dan memandu tutur kata sehingga dia tidak berani untuk berkata kasar, jorok, sombong, berbohong, dan sebagainya. Hatinya akan terus mengingatkan.

Kedua, tidak ada dengki terhadap orang beriman. Tidak ada rasa persaingan terhadap saudara yang beriman. Dia sadar bahwa semua karunia itu Allah Ta'ala yang memberi. Dengki kepada orang beriman sama artinya tidak suka dengan perbuatan dan kehendak Allah.
Terserah Allah ingin memberi kepintaran, kecantikan, kesehatan, rezeki, pangkat atau Jabatan kepada orang beriman lainnya. Dia akan senang dengan apapun yang diberikan kepada hamba-hamba yang beriman. Bukan sebaliknya. seperti SMS (susah melihat orang senang senang melihat orang susah). Saat teman naik haji, dia malah naik tensi.


Ketiga, senang pada lingkungan yang baik. Hati Yang bersih dan peka akan mencari semacam frekuensi yang baik dari lingkungan sekitar. Misalkan ketika bertemu orang lain, hati kecilnya dapat merasakan nyaman atau tidaknya bersama orang itu.
Hati bersihnya dapat merasa jika ada yang sombong, kasar, banyak bicara, atau yang suka keluyuran, nongkrong tidak jelas, dan sebagainya yang membuat hidup lelah dan tidak bermanfaat. Dia pun cenderung menghindari lingkungan-lingkungan yang tidak baik. Kelembutan hatinya membuat dia pun sulit untuk ikut menertawakan kekurangan orang lain.
Dia sangat suka berteman dengan orang yang akhlaknya baik atau hatinya bersih. Hatinya tidak nyaman terhadap hal-hal yang duniawi semata. Dia tetap bergaul akan tetapi kepekaan hatinya membuatnya sangat hati-hati dalam pergaulan.
Namun demikian, bukan berarti dia berniat berburuk sangka (suudzon) kepada orang lain. Hal ini karena setiap orang memancarkan semacam frekuensi. Adapun kepekaan hati orang yang taubatnya diterima bisa dengan mudah menangkap frekuensi itu, untuk kemudian mengarahkannya pada lingkungan yang baik.


Keempat, dia tidak pernah berhenti bertobat. Orang yang taubatnya diterima tidak memiliki istilah, misalnya, sedang Iibur atau cuti bertobat. Dia tidak merasa sudah diampuni dosa-dosanya, lalu merencanakan perbuatan dosa yang baru dan menentukan waktu untuk bertobat kembali.
Orang yang taubatnya diterima akan terus-menerus bertobat. Dari waktu ke waktu shalat fardhu, seolah-olah di depannya ada aliran sungai yang menyejukkan. Karena shalat fardhu itu benar-benar menggugurkan dosa, bahkan jatuhnya air wudhu saja sudah menggugurkan. Begitu dalam satu minggu. Dia sangat menantikan datangnya hari Jumat yang istimewa itu. Dia pun berharap umurnya bisa sampai pada Ramadhan tahun depan.
Demikianlah, orang yang tobatnya diterima itu sadar kalau sifat manusia senang berbuat dosa. Hatinya yang bersih, peka dan Iembut terus berupaya menghindarkannya dari segala hal yang tidak baik. Dia menikmati betapa nyaman dan bahagia hidup bersama Pencipta, Pemilik dan Penguasa Kehidupan, Allah Ta'ala.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang melazimkan istighfar, niscaya Allah Ta'ala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan kesedihan, serta melapangkannya dari setiap kesempitan dan akan mengaruniakan kepadanya rezeki dari jalan yang tidak terduga.”
HR. Abu Daud


K.H. Abdullah Gymnastiar
30 Oktober 2021

Kamis, 21 Oktober 2021

Meneladani AI-'Afuww Allah Yang Maha Pemaaf

Memupuk Jiwa Pemaaf

Seseorang yang mengaku beriman, idealnya tidak sekadar meminta maaf kepada Allah. Lebih jauh lagi, dia pun dituntut untuk meneladani sifat Al-Afuww dengan menginternalisasikan sifat tersebut dalam dirinya. Sebab, Rasulullah SAW telah berjanji, “Ada tiga hal yang jika seseorang melakukannya Allah akan menempatkannya dalam naungan-Nya, mencurahkan rahmat-Nya, dan memasukkannya ke dalam surga-Nya: (1) jika diberi rezeki, dia bersyukur; (2) jika mampu membalas, dia bisa memberi maaf, dan ( 3) jika marah, dia bisa menahan diri.” HR. Hakim

Memang, tidak bisa dipungkiri, ketika dizalimi orang lain, kita akan merasakan sakit hati sehingga tidak jarang sakit hati tersebut berujung pada kedendaman. Dengan meneladani Al-Afuww, kita dituntut untuk membuang jauh kedendaman tersebut. Bahkan sebaliknya, kita mendoakan orang-orang yang menzalimi itu agar bertobat dan menjadi orang saleh. Hal ini sangat menarik, sebab doa orang yang terzalimi itu sangat mustajab. Ketika kita terzalimi, saat itu peluang diijabahnya doa kita terbuka lebar. Sulit memang, akan tetapi itulah penentu kemuliaan diri.

Rasulullah SAW bersabda,
“Seutama-utamanya akhlak dunia dan akhirat adalah agar engkau menghubungkan tali silaturahim dengan orang yang memutuskan silaturahim denganmu, memberi sesuatu kepada orang yang menghalang-halangi pemberian padamu, serta memberi maaf kepada orang yang menganiaya dirimu.”

Kita dapat belajar dari Rasulullah SAW. Walau dihina, dicaci maki, difitnah, bahkan hendak dibunuh, tidak sedikit pun beliau mendendam. Beliau tetap saja berbuat baik kepada orang-orang tersebut dan begitu ringannya beliau memaafkan. Beliau adalah ”Tangan Allah” yang paling utama.

Sebuah hadis dari Abu Hurairah mengungkapkan,
“Pada hari Kiamat akan terdengar suara keras, ”Pada hari ini tidak ada seorang pun yang boleh berdiri, kecuali yang menjadi tangan Allah'.” Orang-orang berkata, “Maha Suci Allah, memiliki tangankah Allah?” Mereka mengatakan hal itu berkali-kali. Lalu beliau menjawab, “Benar, barang siapa memberi maaf sewaktu dalam kondisi mampu membalas, dialah tangan Allah.” 
HR Ad-Dailami

Guna menumbuhsuburkan jiwa pemaaf, setidaknya ada tiga hal yang dapat kita hadirkan dalam diri, yaitu:
Pertama, menyadari bahwa semua orang beriman itu bersaudara. Allah Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya, orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (Allah ). . .”.
 (QS Al-Hujurat, 49:10). Pemahaman bahwa setiap orang bersaudara, sedikit banyak, akan membawa tambahan energi bagi kita dalam mengendalikan kemarahan dan rasa sakit hati.

Kedua, berlatih untuk mengikis kedendaman dan sikap tidak mau memaafkan. Sebagai ilustrasi, kita bisa belajar dari para karateka yang berhasil menghancurkan batu bata dengan tangannya. Pertama kali memukulnya, bata tersebut tidak langsung hancur. Akan tetapi, dia tidak patah semangat. Diulanginya terus usaha untuk menghancurkan bata tersebut. Akhirnya, pada pukulan kesekian, pada hari kesekian, bata tersebut berhasil dihancurkan. Memang, tangannya bengkak-bengkak, akan tetapi dia mendapatkan hasil yang diinginkan. Begitu pula dengan hati; apabila dibiarkan sensitif, hati kita akan mudah terluka. Namun, ketika hati Sering dilatih, dia akan lebih siap menghadapi pukulan dari berbagai arah.

Ketiga, tidak memfokuskan perhatian terhadap hal-hal yang menyakitkan hati. Kalau disakiti seseorang, kita jangan melihat orang tersebut, akan tetapi lihatlah dia sebagai sarana ujian dan ladang amal dari Allah. Kita akan semakin sakit, apabila melihat dan mengingat orang yang bersangkutan.

Dengan memiliki jiwa pemaaf, Allah Al Afuww akan memuliakan kita. Maka, balaslah keburukan orang lain, dengan cara terbaik; Ifda' billati hiya ahsan. Itulah kunci kemuliaan diri yang akan melahirkan aneka keajaiban dalam hidup.

K.H. Abdullah Gymnastiar
19 Oktober 2021

Senin, 20 Januari 2020

Empat Ciri Diterimanya Tobat

Jika merujuk pendapat Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, ciri-ciri orang yang tobatnya diterima itu ada empat. Pertama, cara bicaranya lebih terjaga karena hatinya bersih dan peka. Kebersihan dan kepekaan itu menghidupkan hati dan memandu tutur kata sehingga dia tidak berani untuk berkata kasar, jorok, sombong, berbohong, dan sebagainya. Hatinya akan terus mengingatkan. 

Kedua, tidak ada dengki terhadap orang beriman. Tidak ada rasa persaingan terhadap saudara yang beriman. Dia sadar bahwa semua karunia itu Allah Ta'ala yang memberi. Dengki kepada orang beriman sama artinya tidak suka dengan perbuatan dan kehendak Allah. 

Terserah Allah ingin memberi kepintaran, kecantikan, kesehatan, rezeki, pangkat atau Jabatan kepada orang beriman lainnya. Dia akan senang dengan apapun yang diberikan kepada hamba-hamba yang beriman. Bukan sebaliknya. seperti SMS (susah melihat orang senang senang melihat orang susah). Saat teman naik haji, dia malah naik tensi. 

Ketiga, senang pada lingkungan yang baik. Hati Yang bersih dan peka akan mencari semacam frekuensi yang baik dari lingkungan sekitar. Misalkan ketika bertemu orang lain, hati kecilnya dapat merasakan nyaman atau tidaknya bersama orang itu. 

Hati bersihnya dapat merasa jika ada yang sombong, kasar, banyak bicara, atau yang suka keluyuran, nongkrong tidak jelas, dan sebagainya yang membuat hidup lelah dan tidak bermanfaat. Dia pun cenderung menghindari lingkungan-lingkungan yang tidak baik. Kelembutan hatinya membuat dia pun sulit untuk ikut menertawakan kekurangan orang lain. 

Dia sangat suka berteman dengan orang yang akhlaknya baik atau hatinya bersih. Hatinya tidak nyaman terhadap hal-hal yang duniawi semata. Dia tetap bergaul akan tetapi kepekaan hatinya membuatnya sangat hati-hati dalam pergaulan. 

Namun demikian, bukan berarti dia berniat berburuk sangka (su'udzhan) kepada orang lain. Hal ini karena setiap orang memancarkan semacam frekuensi. Adapun kepekaan hati orang yang tobatnya diterima bisa dengan mudah menangkap frekuensi itu, untuk kemudian mengarahkannya pada lingkungan yang baik. 

Keempat, dia tidak pernah berhenti bertobat. Orang yang tobatnya diterima tidak memiliki istilah, misalnya, sedang Iibur atau cuti bertobat. Dia tidak merasa sudah diampuni dosa-dosanya, lalu merencanakan perbuatan dosa yang baru dan menentukan waktu untuk bertobat kembali. 

Orang yang tobatnya diterima akan terus-menerus bertobat. Dari waktu ke waktu salat fardhu, seolah-olah di depannya ada aliran sungai yang menyejukkan. Karena salat fardhu itu benar-benar menggugurkan dosa, bahkan jatuhnya air wudhu saja sudah menggugurkan. Begitu dalam satu minggu. Dia sangat menantikan datangnya hari Jumat yang istimewa itu. Dia pun berharap umurnya bisa sampai pada Ramadan tahun depan. 

Demikianlah, orang yang tobatnya diterima itu sadar kalau sifat manusia senang berbuat dosa. Hatinya yang bersih, peka dan Iembut terus berupaya menghindarkannya dari segala hal yang tidak baik. Dia menikmati betapa nyaman dan bahagia hidup bersama Pencipta, Pemilik dan Penguasa Kehidupan, Allah Ta'ala. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang melazimkan istighfar, niscaya Allah Ta'ala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan kesedihan, serta melapangkannya dari setiap kesempitan dan akan mengaruniakan kepadanya rezeki dari jalan yang tidak terduga.” 
(HR Abu Daud)

KH. Abdullah Gymnastiar 
19 Januari 2020

Kamis, 28 Maret 2019

Zuhud

Sahabatku yang baik, Rasulullah Shallallahu 'alahi Wa Sallam mengajarkan kita agar bisa melakukan amalan zuhud. Zuhud adalah amalan hati yang terdalam, dan hanya Alloh yang bisa menilainya.

Lakukanlah 3 amalan zuhud ini, agar senantiasa dicintai oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala :

1. Lebih meyakini bahwa rezeki yang ada, berada pada genggaman Alloh daripada meyakini apa yang ada ditangannya.

2. Apabila tertimpa musibah, maka hamba tersebut lebih mengharapkan ganjaran pahala atas musibah yang dialaminya.

3. Senantiasa memandang orang lain sama, baik orang yang memujinya maupun orang yang mencelanya, disaat dirinya berada di atas kebenaran.

Mari sahabat, kita mulai untuk sama-sama mengevaluasi hati kita, agar hati ini bisa senantiasa dicintai Alloh dan juga dicintai manusia. Dan semoga Alloh senantiasa menggolongkan kita menjadi orang-orang yang zuhud pada dunia dan juga zuhud pada apa yang ada disisi manusia. Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin

KH. Abdullah Gymnastiar 
27 Maret 2019

Minggu, 22 Oktober 2017

3 Jenis Rejeki


Rizki secara umum dibagi 3 :

1. Rizki yang dijamin.
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata [Lauh Mahfuzh].”QS. Huud ayat 6.

2. Rizki yang digantungkan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka,”QS. Ar-Raad ayat 11.

3. Rizki yang dijanjikan.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.QS. Ibrahim ayat 7.

Cara tergampang mendatangkan rizki adalah syukuri rizki yang ada. Jangan pernah takut oleh rizki yang belum ada, tapi takutlah belum mensyukuri rizki yang sudah ada.

KH. Abdullah Gymnastiar
21 Oktober 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bergantung Hanya Pada Allah SWT


Solusi tak harus selalu terpikirkan oleh kita,
karena Alloh janji akan mendatangkan pertoolongan / rizki dari tempat yang tak disangka-sangka.

Bila sesuatu terasa mustahil bagi kita, sama sekali tak ada yang mustahil bagi Dia Yang Maha Kuasa atas segala-galanya

Tetaplah berbaik sangka kepadaNya, perbanyak airmata tobat, penuhi dengan zikir dan sempurnakan ketaatan dan ikhtiar dijalan yang disukaiNya..
dan pasrahkan total kepada pertolonganNya.

Tak ada keraguan sama skali, segalanya pasti diketahuiNya, dilihatNya, diperhatikanNya dan tak akan dikecewakanNya…
akan berkah akhirnya insyaalloh..

Firman Allah Ta’ala,

اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ
“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (Al-Fatihah: 5)

Dan diriwayatkan dalam hadits:

“Apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.”
Hadits riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jami’ Ash-Shahih

KH. Abdullah Gymnastiar
20 Oktober 2017

Sabtu, 05 Agustus 2017

Istigfar

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh.

SubhanAllah dikisahkan dalam Tafsir al-Qurthubi, bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada al-Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah”. Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, al-Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Ar-Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir disitu bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.

Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”.
Rasulullah bersabda,

‎“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dan kabulkan hajat kami, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Agustus 2017

Senin, 22 Agustus 2016

Jangan Meremehkan Perbuatan Baik dan Dosa Sekecil Apapun

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah jazaakumullah duhai sahabat sholehku yang mulia yang telah menasehatiku untuk tidak meremehkan perbuatan baik sekecil apapun, dan tidak meremehkan dosa sekecil apapun.

Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah...barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa mengganggu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia barangkali itu menjadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI....SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum." (HR. Muslim)

Mari Akhiri hari ini dengan Pikiran dan perilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.. Aamiin...

SubhanAllah abang sayang kalian karena Allah duhai para sahabat FBku walau kita berjauhan, semoga kelak di akhirat, Allah catat kita saling cinta karenaNya, dan Allah pun ridho dengan rahmatNya mengumpulkan kita dalam SyurgaNya...aamiin....



Menjelang fajar di meskid Az Zikra Sentul Bogor.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 Agustus 2016

Selasa, 10 Mei 2016

Rezeki Tidak Akan Tertukar

Assalamualaikum Saudaraku,

Hampir kita semua tahu kalimat "Rezeki tidak akan tertukar", tetapi hanya sedikit diantara kita yang memahami dan menerimanya dengan lapang dada.
Terbukti seringnya muncul kedengkian atas pencapaian orang lain, tidak suka dengan kesuksesan orang lain lalu berusaha dengan segala macam cara untuk mengganjal dan menjatuhkannya.

Betapa bodohnya orang yang menenggak racun tetapi berharap orang lain yang mati. Itulah gambaran kedengkian seseorang.

Setiap muslim selayaknya berusaha membuang jauh sifat dengki dengan cara ridho terhadap ketentuan dan kehendak Allah serta mencintai kebaikan yang dimiliki saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Sabda Nabi SAW, "Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” [HR Bukhari]

Wassalamualaikum


Ustadz Dave Ariant Yusuf
9 Mei 2016

Kamis, 17 Desember 2015

Makin Lemah Lembut, Makin Kaya

Saudaraku, jadilah orang yang lemah lembut. Makin lemah lembut akan makin berlimpah rezeki.


Orang lemah lembut itu hatinya lembut dan peka.
Orang lemah lembut itu dermawan dan peduli.
Orang lemah lembut itu santun dan suka memberi.
Orang lemah lembut itu hatinya mudah trenyuh, dan menangis.



Nikmat, rezeki, uang, dan makanan itu punya ruh.
Ruh mereka suka sama orang yang lemah lembut.
Dimanapun orang lemah lembut berada, rezeki mengejarnya.
Keberadaan orang lemah lembut akan berlimpah segalanya.


Ada orang lemah lembut, hatinya lembut, penampilannya lembut.
Rezeki mereka berlimpah, datang dari segala arah, tanpa hitungan.



Ada orang lemah kasar, penampilannya kasar, tapi hati lembut. 
Rezeki mereka juga berlimpah, dan datang dari segala arah.



Ada orang nampak lembut, penampilan lembut, tapi hati kasar.
Penampilan mereka keren, nampak santun, tapi hatinya kasar.

Sedangkan Alloh sangat menatap hatinya, bukan penampilannya. Rezeki mereka menetes, gali lubang tutup lubang.



Renungan:
Usman Bin Affan adalah salah satu deretan sahabat Rosul SAW. 
Dia santun, lemah lembut, dan pemalu. Dia diangkat menantu dua kali oleh Rosul SAW. Pertama jadi suaminya St. RuQoyah dan setelah St. Ruqoyah meninggal Rosul SAW nikahkan dengan St. Jainab.


Usman juga dipercaya menjadi khalifah ketiga sepeninggal Umar.
Usman pernah membeli mata air seharga 5 M (uang sekarang) dari orang Yahudi dan diwakafkan untuk kepentingan kaum muslimin.
Usman pernah wakafkan kebun kurma yang luas. Hasilnya untuk fakir miskin.
Rekening atas nama Usman ada hingga sekarang.

Ustadz Nanang Iskandar Muda

Graha Pencerah Jiwa
Jumat, 18 Desember 2015

Minggu, 13 Desember 2015

Yakin Dengan Jaminan Allah SWT

Saudaraku, Alloh telah menjamin rezeki semua hamba-Nya. Kalian tidak boleh terlalu merisaukan masalah rezeki.


Mengapa kalian risau hati....

Binatang melata saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.
Burung di udara saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.
Ikan di laut saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.
Cacing di perut bumi saja dijamin rezekinya, apalagi manusia.

Semua makhluk dalam pengawasan dan pengetahuan Alloh.
Tidak ada satu makhluk pun yang luput dari pandangan Alloh.
Dan semua makhluk, rezekinya sudah dijamin oleh Alloh.



Kalau ingin risau, risaukan akheratmu, karena belum dijamin Alloh.
Istiqomah beribadah, karena khusnul khotimah belum dijamin.
Sedekah yang banyak, selamat dari api neraka, belum dijamin.

Tolaklah api neraka, walau dengan sedekah sebiji kurma. (hadits)

Sedekah yang banyak, karena masuk surga belum dijamin.

Ahli sedekah dekat Alloh, malaikat, manusia dan surga. (hadits)

Amal yang banyak, karena keselamatan akherat belum dijamin.



Renungan:
Khalifah Harun Al rasyid punya saudara laki-laki namanya Bahlul.
Harun adalah seorang khalifah, sedangkan Bahlul adalah kekasih Alloh yang dianggap orang gila pada zamannya. Harun memberi sekantong uang emas pada Bahlul, tapi dia menolaknya. Mengapa? 

"Wahai Harun, kau lebih membutuhkan uang ini dari pada Aku."


"Untuk kebutuhan hidupmu, terimalah," kata Harun.


Bahlul tetap menolaknya. Mengapa?

"Wahai Harun, Alloh memberi rezeki padamu, Alloh juga memberi rezeki padaku."


"Untuk jaminan kebutuhan hari tuamu, terimalah," kata Harun.


Bahlul tetap juga menolaknya. Mengapa ?

"Wahai Harun, Alloh menjamin rezeki untuk hari tuamu, Alloh juga menjamin rezeki untuk kebutuhan hari tuaku."


"Wahai Bahlul, kau memang betul-betul kekasih Alloh."


Ustadz Nanang Iskandar Muda
Graha Pencerah Jiwa

Rabu, 09 Desember 2015

Memperhatikan Sumber Rizki

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 

Sungguh hamba yang beriman itu sangat memperhatikan sumber rizkinya, zat makanannya dan hak ALLAH (zakat).

Sungguh hamba yang beriman itu sangat memperhatikan sumber rizkinya, zat makanannya dan hak ALLAH (zakat). 
“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (QS ‘Abasa (80): 24)
Mengapa? 

Karena kalau haram maka;

Gelisah,
Ibadah tidak diterima, 
Doa ditolak, 
Malas ibadah,
Sulit khusyu', 
Dicabut berkah, 
Kalaupun kaya istidraz namanya, azab tertunda 
Magnet syetan untuk masuk ke tubuhnya, 
Menagih ma'siyat, 
Gampang marah, 
Menjadi enteng berbuat dosa 
Suul khootimah, 
Harta haramnya jadi ular dan kalajengking saat di kuburan 
Menjadi setrikaan di akhirat kelak 
“…DAN mereka yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu disetrika (dibakar) dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka. (Lalu dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu” (QS at-Taubah: 34-35). 
Dari Tsauban radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat pemberi suap, penerima suap, dan perantaranya” (HR Ahmad).

ALLAHUMMA ya Allah selamatkan kami dari rizki haram, berkahilah kami dengan rizki yang halal penuh berkah...aamiin...

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
7 Desember 2015
 
Diperbarui 11 Maret 2016

Jumat, 18 September 2015

Hikmah Istigfar

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku di penghujung malam ini, perkenankan abang menyampaikan diantara Hikmah Istigfar menurut Alqur'an dan Al Hadist Rasulullah. 


Arifin yang banyak dosa ini akan mengajak diri ini dan kalian untuk istigfar minimal 100 X, semoga sahabatku bisa mengikuti dengan khusyu' walau di rumah dengan tetap dalam keadaan berwudhu.

Mohon dibaca pelan-pelan hayati dengan iman, Inilah di antara hikmah dahsyatnya istigfar : 


"Hubbullaahi" doa taubat yang membuat Allah jatuh cinta (QS Al Baqoroh 222)
"Almukarromuun" dimuliakan Allah (QS Yasin 27)
"Almagfuuruun" diampuni Allah (QS Az Zumar 53)
"Alfadhilah" karunia Allah yang paling besar (QS An Nur 21)
"Daf ul balaai" menolak bala qiyamat (QS Al Anfal 33)
"Duaurrasuuli" doa yang menjadi wirid Rasulullah
"Ijaabatul Malaikati" doa yang diaminkan para Malaikat
"Rahmatullahi" mengundang hujan rahmat
"Biamwaalin" meraih rizki halal penuh berkah
"Assahlu" kemudahan dalam setiap urusan
"Almurjuuqu" solusi rizki yang tidak ia sangka-sangka
"Quwwatul iimaani" memperkuat iman
"Daful balaai" penolak bala bencana
"Duaauhu mustajaab" doanya mustajab
"Adzdzihnu" kecerdasan spiritual, kecerdasan terbimbing
"Qowlan tsaqiilan" bicaranya hikmah dan disimak
"Quwwatul jasadi" fisik kuat prima
"Tathmainnul quluubi" hati tenang, damai dan bahagia
"Dawaaun" obat penyakit jasmani dan rohani
"Miftaahul falaahi" kunci sukses dunia akhirat (QS An Nur 31)

Simak Kalam Allah dengan iman :
"Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hambaNya yang sungguh-sungguh bertaubat dan terus menerus menjaga kesucian diriNya" (QS Al Baqoroh 222), 
"Mohonlah kalian pada ampunan Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah akan turunkan hujan yang lebat, kemudahan meraih rizki halal penuh berkah, generasi yang sholeh-sholeh, dan kesejahteraan dengan Kebun-kebun yang indah serta sungai-sungai jernih yang mengalir" (QS Nuh 10 - 12).
"Dan Allah tidak sekali-kali akan menyeksa mereka, sedang engkau (wahai Muhammad) ada di antara mereka dan Allah tidak akan menyeksa mereka sedang mereka beristighfar (meminta ampun)." (QS Al-Anfal 33). 
"Siapa yang mengerjakan kejahatan, atau menganiayai dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, nescaya ia akan mendapati Tuhan itu Maha Pengampun, Maha Pengasihani." (QS An Nisa' 110). 
Dari Abu Hurairah r.a berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali" (HR Bukhari).

Dari al-Aghar bin Yasar al-Muzani r.a berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Wahai manusia bertaubatlah kamu kepada Allah dan mintalah ampunan kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali" (HR Muslim).

“Barangsiapa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan memberikan untuknya jalan keluar dari setiap kesulitan, kelegaan dari setiap kesedihan dan Allah akan memberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Allahumma ya ALLAH ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa keluarga anak cucu keturunan kami, dosa guru-guru kami, dosa para sahabat kami seiman, dan seluruh kaum muslimiin muslimaat... Baik yang hidup apalagi yang telah wafat...aamiin, aamiin, aamiin...

Mari kita sungguh-sungguh bertaubat dengan banyak mohon ampunanNya.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
16 September 2015

Diperbarui 16 Desember 2015
Diperbarui 27 Maret 2016
Diperbarui 19 Juli 2016

Rabu, 26 Agustus 2015

Kenali Allah SWT

Coba deh kawan-kawan kenal sama Allah. Allah sangat-sangat bisa ngatur semua hal. Ga ada modal? Bisa Allah kasih dengan cara-caraNya. Dan Allah bantu POL.

Dulu saya belom kenal Allah. Kering banget. Matematis banget. Apa yang namanya Keajaiban Iman, kayak utopia. Tapi semua keadaan, berubah. Alhamdulillah...

Banyak orang setelah mengenal Allah, menangis haru. Begitu besar Kekuasaan & Kebesaran Allah. Dan itu terjadi pada kehidupan mereka yang percaya.
 
Kita sangat wajib berikhtiar. Semua Nabi & Rasul diperintahkan Allah untuk bekerja, berdagang, dan ga boleh menerima sedekah & zakat. Kecuali menyalurkan. Tapi dalam berikhtiar, qt wajib juga mengingatNya. Mengingat apa yang menjadi kewajiban-kewajiban qt padaNya, & apa-apa yang disukaiNya (sunnah).

Dan ikhtiar adalah ikhtiar. Bukan Tuhan. Ikhtiar ga wajib berhasil. Ga kudu harus berhasil. Jangan bergantung sama ikhtiar. Sama Allah aja.
Buat orang beriman, ikhtiar adalah ibadah, akhlak, adab. Bukan Tuhan. Ga bisa & ga boleh bergantung sama hasil ikhtiar. Tawakkal 'alallaah setelahnya.

Salam hormat buat kawan-kawan smua. Saya pamit dulu ya. Jangan kuatir dengan segala masalah & kesulitan. Kuatirlah qt tetap ga kenal Allah setelah diingatkanNya.

Don't be Panikers. Yang ngasih rizki, Allah koq. Tenang. Tenang. Saatnya introspeksi semua dosa, kelalaian, kesalahan, & kesengajaan kita juga.

Allah itu Maha Baik. Dia Maha Rahman. Yang ga baik juga bakalan tetap dikasih rizkiNya. Tapi masa iya ga ada rasa malu di kitanya jika ga baik?

Ketahuilah, Karunia & Rizki Allah itu ga terbatas. Kehendaknya di atas segalanya.

Nabi Musa & kaumnya, dah mentok. Depan, laut membentang. Belakang, Fir'aun & Tentaranya. Dah ga bisa & ga tau mau gimana & kemana. Tapi Allah kasih jalan tuh.

Nabi Ibrahim, dah di dalam api yang membara. Tapi Allah berfirman, qul yaa naaru, kuunii bardawwasalaaman 'alaa Ibroohiim. Api pun dingin. Ga ngaruh.

Nabi Yunus, gelap berganda-ganda. Di laut, di dalamnya, cenderung ke dasar, malam pula, & di mulut ikan besar. Tapi yaaa Allah...
Zikir, Doa, Rintihan, Nabi Yunus, didengar Allah & para MalaikatNya. Yakin, Nabi Yunus dah ga bisa ikhtiar apa-apa saat itu. Apa Yang Ga Mungkin?

Nah, apalagi qt mestinya. Belom dihadapkan sama Fir'aun, tentaranya, & laut. Belom dibakar di dalam api. Belom ditelen ikan di laut. & masih bisa ikhtiar.

Hanya yang ga mau memanggil Allah. Hanya yang ga mau minta tolong sama Allah. Masih terus panik, & bahkan meledek yang beriman. Yang tidak ditunjukkan Kuasa Allah.

Ketika qt sudah tidak bisa lagi bekerja... Maka coba, "Biarkan Allah Yang Bekerja..."

Oh ya. Minta sedekahnya ya. Sedekah doa. Supaya saya sehat lahir batin dunia akhirat. Makasih ya. Doain yang lain juga.

Ustadz Yusuf Mansur 
25 Agustus 2015

Selasa, 20 Januari 2015

Rejeki

Bukan mencari Rejeki melainkan menjemput Rejeki, karena Rejeki sudah pasti ada dan yang perlu dicari adalah keberkahannya.

Rejeki yang berkah ke hati jadi tenang, ke ibadah jadi semangat, juga jadi gemar sedekah, ke keluarga jadi makin sakinah.

Rejeki yang tak barokah, hati selalu resah gelisah, selalu merasa kurang, jadi malas ibadah, kurang manfaat lebih senang dikumpul-kumpul.

Rejeki kita dimanapun lebih tau kepada kita daripada kita tau mereka dimana, ikhtiar adalah amal soleh dan Rejeki sudah dijaminNya.

KH. Abdullah Gymnastiar
19 Januari 2015

Selasa, 30 September 2014

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja
Tak penting jadi orang kaya, yang penting bila perlu cukup.

Perlu untuk makan… Cukup
Perlu untuk biaya sekolah… Cukup
Perlu untuk ongkos/ beli kendaraan… Cukup
Perlu untuk lunasi rumah… Cukup
Perlu untuk berhaji... Cukup
Perlu untuk senantiasa sedekah/wakaf/amal jariyah…. Cukup
Dll dsb…

Jadi apa perlunya dengan kata KAYA
Bila semua beres dengan CUKUP.


Juga tak perlu serba banyak, yang penting cukup,
Apa artinya sepatu banyak bila tak ada yang cukup,
Tak perlu banyak tidur yang penting cukup tidur,
Tak perlu banyak makan, yang penting cukup makan,
Dan hidup senantiasa dicukupi oleh Alloh syarat utamanya tawakkal adalah keyakinan yang mantap, bulat utuh terhadap semua janji dan jaminan-Nya, sehingga tak ada di hati bersandar/ berharap/ bergantung kepada siapapun selain hanya kepada Nya.


“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan dicukupi” (QS ath-Thalaq: 3)

Dan ciri ahli tawakkal adalah hati senantiasa tulus, ibadahnya sangat bagus, hidupnya selalu lurus, ikhtiarnya serius serta tobat terus menerus.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 September 2014

Senin, 25 Agustus 2014

Obat Galau Dari Imam Safi'i


Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara


Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia


Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira


Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana


Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga


Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya


Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia


Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela


Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya



Imam Syafi'i

Minggu, 13 Juli 2014

Menikahlah Karena Allah

1. banyak yang mau nikah tapi terhalang biaya | padahal nikah pas belum kecukupan justru lebih enak

2. kenapa lebih enak nikah pas belum kecukupan? | karena Allah akan cukupkan, dan pendamping kita teruji dalam kesusahan

3. karena dalam hidup seringkali kita harus siap pada yang paling pahit | supaya bisa merasakan enaknya yang manis dan yang legit

4. tapi ya jelas harus ada syaratnya, niat nikahnya bener-bener karena Allah | dan pasangan ini harus taat secara total kepada Allah

5. gara-gara belum merasa "cukup" banyak lelaki nunda nikah | padahal yang bikin "cukup" hakiki itu ya istri, bukan yang lain

6. "aku belum punya apa-apa, tapi aku tawarkan ketaatan pada Allah, yang dengan itu, aku nggak bakal nelantarin keluargaku" | gentle tuh

7. "aku memang belum siapa-siapa, tapi aku mau ambil kamu dari ayahmu dengan amanah, melindungi dan menafkahimu layaknya ayahmu" | gentle..

8. setidaknya, menikah saat kita masih kekurangan | memastikan bahwa Muslimah itu mau sama kita karena takwa, bukan karena harta

9. menikah pas masih kekurangan juga nggak serem, kalo ada iman | sepiring berdua jadi romantis, nggak makan pun jadi cerita lucu

10. saling dukung bangun rumah tangga dari nol, modal cinta sama Allah itu keren | nikmatnya beda sama yang nikah udah jadi semuanya

11. Allah pun menjamin akan mencukupkan hamba-hamba yang menikah karena-Nya | asal betul niatnya, bukan karena pengen dan demen doang

12. saya sama istri juga begitu, bangun semuanya dari nol | sekarang kalo lagi jalan berdua suka cerita "abi, inget nggak dulu.."

13. saya bilang sama istri | "dibanding sekarang, dulu idup kita nelongso ya? tapi nggak kerasa, hepi, karena ada kamu.. iya.. kamu.." XD

14. bukan berarti harus terburu-buru nikah | tweet malem ini buat lelaki-lelaki yang udah siap banget tapi masih nunda-nunda, iya.. kamuuu!

15. kalau kamu nunda nikah karena materi, kamu salah | banyak Muslimah yang nggak anggap itu penting, selama akhlak dan imanmu baik

16. dan harta banyak justru siksaan kalo beda iman, ya nggak? | apalagi beda keyakinan, kamu yakin mau, dianya yang nggak yakin mau.. hehe..

17. afterall, menikahlah karena Allah, atau sendirilah karena Allah | jangan berdua dalam maksiat, atau sendirian karena nggak laku

Ustadz Felix Siauw
12 Juli 2014

Selasa, 22 April 2014

Penghalang Rezeky

Yang menghalangi rizki Allah, dan pertolongan-Nya, dosa kita. Hancurkan dosa dengan istighfar, shalawat dan subhaanawlloohi wabihamdih. @100x dah.

Zikir berupa istighfar, tasbih (subhaanawlloohi wabihamdih) dan shalawat, semuanya punya fadhilah mendatangkan ampunan Allah.
Bila ampunan Allah dah datang, dosa dah bersih, insyaaAllah, hubungan sama Allah, baik lagi, lancar lagi. Aaamiin.

Banyakin zikir dah ya. Dan 100 itu angka yang menunjukkan sudah banyak. Silahkan lebihin dan boleh kurangin. Tapi kalo saya, lebihin aja.

Share amalan-amalan yang saya tulis ke yang lain dan bina. Maksudnya, ya kawan yang dikirimin, ditanya, dibimbing, untuk melaksanakan. So, berganda-ganda pahalanya.

Ibarat saluran WC mampet karena kotoran. Bersihin dulu tuh salurannya dari apa yang bikin kita mampet. Seperti itulah dosa kita. Kotoran.
Dosa jangan keburu gede, keburu nempel, keburu berkarat. Apalagi keburu menyatu. Hiiiiiiiii... Susah ngilanginnya. Lama.

Alhamdulillaahnya, Allah Maha Pengampun. Makanya berbahagialah. Dan bergegaslah. Allah punya kebijaksanaan dalam mengampuni. Jangan diulangi aja.

Ustadz Yusuf Mansur
21 April 2014

Rabu, 26 Maret 2014

TKW Indonesia

"SubhanAllah walhamdulillah Wahai TKW Indonesia, kalian adalah mujahidah-mujahidah keluarga yang hebat lagi mulia, kalian adalah pahlawan-pahlawan bangsa yang sedikit dipedulikan, kalian kuat, semangat, pantang menyerah demi secercah kehidupan, kalian meninggalkan orang tua kalian, suami kalian, anak-anak kalian, sahabat-sahabat kalian, kampung halaman kalian, negeri kalian yang kalian cintai yang semestinya mensejahterakan kalian, bertahun-tahun di negeri asing, budaya yang berbeda, bahkan berbeda keyaqinan dengan kalian, dengan terpaksa menjamah yang haram, sulit ibadah, tidur kalianpun tidak bisa lelap, selalu siap melayani majikan kalian, makan minum pun hanya sebatas hidup, walau demikian kalian tetap senyum, kalian tetap sholat, bahkan sebagian kalian tetap berhijab, kalian tetap bisa ngaji bahkan berda'wah, subhanAllah. Sejujurnya bukan aku datang berda'wah kepada kalian, sungguh kalianlah yang menda'wahi aku. Aku kagum pada kalian, kalian sangat kuat, kalian sangat sabar, kalian benar-benar pahlawan keluarga, mbak Nuril, mbak Endah, mbak mbak Halimah dan semua kalian mujahidah-mujahidah mulia, aku menangis menulis ini, tak terbayang kalau istriku, putriku atau ibuku. Allahumma ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa kami, berkahi kami dengan rizki yang halal, rahmatilah mujahidah-mujahidah mulia kami, lindungi mereka, selamatkan mereka dengan segera Kau kembalikan mereka berkumpul dengan keluarga mereka dalam kebahagiaan, berkahilah negeri kami dengan pemimpin yang sangat mencintaiMu dan sungguh-sungguh mencintai kami...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
24 Maret 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...