Tampilkan postingan dengan label fitnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fitnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2019

Orang Tua dan Anak

Orang tua adalah cerminan bagi anak-anaknya, maka keteladanan apa yang kita berikan untuk anak-anak? Yaitu keteladanan yang baik dimana perbuatan, perkataan dan hati kita itu sama.

Jadi, jika ingin mempunyai anak yang jujur, bagus akhlaknya, bagus tahajudnya maka orang tua harus memberikan contoh yang sama, yaitu menjadi orang tua yang jujur, bagus akhlaknya dan bagus tahajudnya.

"Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara), maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." 
HR. Al-Baihaqi dan Ath Thabarani

K. H. Abdullah Gymnastiar
15 Juli 2019

Selasa, 17 April 2018

Al-Haq

AL-HAQ ( Yang Maha Benar )

Makna Al-Haq. Secara bahasa, Al-Haq bermakna “kemantapan sesuatu dan kebenarannya”. Contohnya kalimat: haqqa asy syai, artinya “sesuatu itu wajib dan niscaya”. Lawan Al-Haq adalah al-bāthil, artinya “kekeliruan” atau “kebatilan.” Al-Haq merupakan salah satu nama Allah SWT sebagaimana dalam Al-Qur’an:
“Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati. Dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Hājj [22]: 6) 
Allah adalah Dzat Yang Maha Benar. Segala sesuatu yang berasal dari Allah adalah benar adanya, mantap, dan tidak berubah. Begitulah Allah dengan sifat Al-Haq-Nya.

Kata “Al-Haq” terulang 227 kali dalam Al-Qur’an dengan beragam arti, sedangkan penyebutan “Al-Haq” sebagai sifat Allah hanya 3 kali.
“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah adalah Al-Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah itulah al batil. Dan sesungguhnya, Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Luqman [31]: 30) 
Al-Haq mutlak hanyalah untuk Allah. Tiada yang menyandangnya kecuali Dia. Berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang Arab Jahiliyah, misalnya, sama sekali tidak memiliki sifat ketuhanan. Begitu pula dengan segala bentuk atau ragam pemberhalaan di zaman modern ini. Semuanya merupakan kebatilan dan pastilah lenyap. Allah adalah Al-Haq, yang suci dari segala kekurangan. Dia terbebas dari kebodohan, kelemahan, materi (jism), dari dimensi ruang dan waktu. Imam Az-Zujaji mengatakan, Allah itu Maha Pasti. Apa yang disembah selain Allah, itu tidak pasti. Itulah sebabnya Allah pasti dalam kaitan perintah, larangan, janji, ancaman dan semua yang Dia turunkan melalui para rasulNya. Selain sifat untuk Dzat Allah,Al-Haq juga merupakan sifat untuk segenap perbuatanNya, yakni penyifatan semua perbuatan Allah dengan Al-Haq adalah bahwa semua perbuatan-Nya bersifat bijak dan terjaga dari kesia-siaan. Al-Qur’an menyebutkan:
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Yunus [10]: 5)
Pesan Sosial - Ekonomi Sifat Al-Haq. Dengan demikian, pesan sosial - ekonomi yang terkandung dalam Al-Haq adalah: Berkata Jujur. Kejujuran dalam berbicara merupakan salah satu ciri kemuliaan akhlak. Kejujuran akan membuahkan kepercayaan. Sebaliknya, kebiasaan berbohong akan menghilangkan kepercayaan orang lain. Menyampaikan Kebenaran.

Kebenaran itu harus disampaikan walaupun hanya satu ayat, sebab menyampaikan kebenaran merupakan perintah dari Allah dan Rasul-Nya yang harus dilaksanakan meskipun terasa pahit. Berperilaku Benar.

Orang yang berkata jujur dan lisannya menyampaikan kebenaran, menjadi tidak ada artinya bila tidak diiringi perilaku yang baik (benar). Perilaku yang benar merupakan pengamalan terhadap nilai-nilai kebenaran melalui tindakan yang nyata. 
Al-Haq Sumber Landasan Sikap dan Mental. Komitmen untuk tidak berdusta, tidak hasud, tidak fitnah, serta senang dalam menyampaikan kebaikan pada sesama. Bertekad untuk selalu berperilaku yang dilandasi nilai-nilai kebaikan. Bersedia menerima sanksi apabila terbukti melakukan kesalahan. Berupaya untuk menjadi pribadi yang semakin baik dan maju.

Demikian pembahasan nama Allah yang ke-51 yakni Al-Haq. Semoga Sukses, Kaya, dan Bahagia senantiasa.

Muhammad Syafii Antonio
16 April 2018

Selasa, 22 November 2016

Oase Hatiku

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Subhanallah, suara tahrim dari pengeras Masjid, pagi itu begitu syahdu. Masih di alas sejadah, selepas tadabbur Alquran, bergeraklah tut-tut keypad menuliskan ungkapan hati ini. Kali ini adalah sebuah renungan hati, tentang perjalanan hidup yang sedang kita jalani ini.


Siapa aku? 

Ya, aku dari tiada, sekarang ada, itu juga hanya sebentar, kembali lagi tiada. Aku berasal dari ayah ibu, kakek nenek, terus ke atas hingga mendarat di Datuk manusia, Nabi Adam dan Bunda Hawa. Ujung-ujungnya kita harus menyebut kita adalah bani Adam, keturunan Adam ‘alaihis salam.


Sementara bahan dasar moyang kita itu dari tanah, sekarang di atas tanah, semua yang kulihat dari tanah, tidak lama lagi aku pun masuk ke dalam tanah. Ya, aku yang selalu apik merawat tubuh ini, ternyata calon bangkai yang berkalang tanah. Aku akan masuk ruang sunyi senyap berbantal tanah, kepala utara, kaki selatan miring ke kiblat. Belatung, cacing, bau busuk menyerengai dalam daging tulang yang selalu kurawat saat hidup. Harapan kita tentu Allah menjadikan kuburan kita, Taman Surga-Nya. Aamiin.

Astaghfirullah, inilah yang membuat aku terus-menerus memohon ampunan-Nya. Inilah yang membuatku semangat dalam beribadah, bernikmat dalam shalat, bahagia berlama-lama sujud di penghujung malam, menangis, dan menyelimuti diri dengan rasa takut akan murka dan azab-Nya. Allahu Akbar, inilah yang membuat gelora asa terpatri kuat dalam memburu ridha dan Syurga-Nya; inilah yang mendesakkan rasa rindu berjumpa dengan-Nya. Inilah energi amal sholehku, dakwahku.

Merenungi siapa aku, menjadikan diri ini disibukkan dengan perbaikan diri, dan sama sekali tidak tertarik mencari aib orang lain, aib diri saja seabrek abrek. Sungguh tertatih-tatih jasad ini mengimbangi gelora ruh dan hati yang terus berjibaku menuju-Nya.

Terluap "khouf" rasa takut hebat kepada-Nya dan "rojaa" berharap sangat kepada-Nya. Bergelayut sedih berbaur bahagia. Putaran waktu di dunia ini terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal hidup selama-lamanya. Sebentar, tetapi menentukan keadaan di Akhirat kelak. Dunia bukan untuk main-main apalagi maksiat. Umurku tidak sepanjang perjuanganku. Sementara dosaku banyak, ilmuku kurang, keadaan inilah membuat waktu hidup ini terasa semakin sebentar.

Duhai kalian, Abah yang telah berpulang, Mama, anak-anakku, istri-istriku, anak-anak yatimku, anak-anak santriku, keluargaku, guru-guruku, para sahabatku, jamaah zikir, juga kalian sahabat FB-ku, saudara-sauadaraku di Palestina, Afghan, Irak, Suriah, Yaman, Mesir, Afrika Tengah, Ughur China, Khasmir, Rohingya, Patani, Moro dan seluruh umat, juga negeri Indonesia tercinta ini, telah masuk merenggut hati dan pikiranku. Diri ini, demi Allah, sayang semua, cinta semua karena Allah.

Rasanya tidak disebut doa, kecuali kalian semua bagian doaku. Aku ingin semua damai dalam naungan Syariat-Nya dan hidup bahagia dalam Sunnah Nabi-Nya. Air mata ini terus mengalir dalam oase hati ini. "How can we sleep on the blood of Syuhada", bagaimana nyaman makan tidur sementara darah kaum muslimin terus tumpah karena kezholiman...

"Allahumma ya Allah ampunilah diri ini, dan semua kami. Selamatkanlah kami dari semua fitnah dunia dan kezholiman kuffar, dan terimalah mereka yang wafat sebagai syuhada disisiMu...Aamiin".


Infaq *KISPA PEDULI ROHINGYA*: 
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Cimone Tanggerang, norek: 7031491457. an/ Ita Anita. Kode Bank BSM (451).
Or konfirm ustadz Ferrynur SekJen KISPA 08557800950.



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
21 November 2016

Kamis, 14 Juli 2016

Wahn

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

ALLAHU AKBAR kini kita hidup di era penuh tantangan, godaan, fitnah, kezholiman, ma'siyat sampai masa bodoh. Kaum kuffar yang terus memperangi bahkan setiap hari kita dapat menyaksikan saudara kita dibunuh karena mereka Muslim, demikian kaum musyrikiin, didukung oleh kaum faasiqiin dan munafiqiin yang boleh jadi mereka beragama Islam tetapi anti Syriat Allah, pobia Islam, mendukung bahkan bekerja sama hingga sampai membuka jalan kekufuran dan kemusyrikan berkuasa. Sementara yang mengaku muslim sendiri banyak yang terlena dunia ma'siyat dan berbuat zholim pada saudaranya, plus dengan muslim yang asyik dengan dirinya, hobbynya, masa bodoh, cuek, seakan akan tidak ada terjadi apa-apa. Kadang pada keluarga sendiri yang jauh dari Islam, belum lagi perpecahan umat Islam yang semakin memperparah keadaan umat mulia ini.


SubhanAllah keadaan ini persis yang telah Rasulullah sampaikan 15 abad silam, dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berkata, “Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang rakus yang makan mengerumuni makanannya”, Salah seorang sahabat berkata, “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”. Nabi berkata: Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada di dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn”. Kata para sahabat, “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu?
Beliau bersabda, “Cinta dunia dan takut mati”
(HR. Abu Daud dan Ahmad).


Lantas bagaimana sikap kita, sahabatku?!


Semakin TAKUTLAH kepada ALLAH.
TETAPKAN diri dalam ISTIQOMAH.
Bangunlah sholat malam.
Selalu berjamaah di mesjid.
Hidupkan hati selalu berzikir.
Selalu jaga wudhu.
HIDUPKAN SUNNAH RASULULLAH.
Jaga, bimbing, selamatkan KELUARGA.
BERGABUNGLAH dengan para SAHABAT SHOLEH.
Dengar nasehat dan berguru pada ULAMA ISTIQOMAH.
HADIRILAH majlis ilmu dan zikir.
Maksimalkan perhatian, pikiran, harta dan doa terhadap KEADAAN UMAT terutama saudara-saudara kita yang ditindas.
Sayangilah RENDAH HATI pada umat nabi Muhammad.
SEDERHANALAH, jangan banyak tertawa, jaga perasaan.
"How can we sleep on the blood of syuhada Palestina, Afghan, Irak, Syuria, Africa, Rohingya...".
Tetaplah BANGGA dengan ISLAM.
Teruslah BERDA'WAH.
Sibukkanlah diri dengan asyik MUHASABAH DIRI.
Jangan pernah berhenti BERDOA.
Dan FULL TAWAKKAL, hanya ALLAH PENOLONG KITA.
Sungguh sikap ini memang berat kadang dianggap asing, aneh, kampungan, sok alim, ekstrem bahkan dituduh teroris.


Rasulullah bersabda, “Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya. Karena itu, BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG ‘ASING’.” (HR. Muslim).

“Akan datang kepada manusia masa (ketika) orang yang bersabar menjalankan agamanya di antara mereka seperti memegang bara api.” (HR. Tirmidzi).

ALLAHUMMA ya ALLAH selamat kami, keluarga kami, negeri kami, seluruh umat Rasulullah yang sangat kami cintai...aamiin....

Silahkan share untuk sahabat mu'min kita tercinta.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
13 Juli 2016

Rabu, 18 Mei 2016

Bersabar dan Berbahagialah

Assalamualaikum Saudaraku,

Ketika kau digunjingkan, ketika kau difitnah, ketika kau dicurangi, ketika kau dianiaya fisik maupun batin, ketika hakmu dirampas, ketika hartamu diambil, tak perlu BERSEDIH. Tapi BERSABAR dan BERBAHAGIALAH....
Kelak di akhirat orang yang memperlakukanmu seperti itu akan dipaksa oleh Allah menTRANSFER amal baiknya kepadamu.

Hari itu UANG sudah tidak berarti lagi, EMAS BERLIAN sudah tidak berharga lagi. Yang paling dibutuhkan manusia adalah amal kebaikan.

Sungguh berUNTUNG dirimu saat itu dan MERUGI-lah orang yang pernah menggunjingkanmu, menfitnahmu, mencurangimu, menganiayamu, merampas hakmu dan mengambil hartamu. Dia adalah orang yang BANGGA di dunia tetapi BANGKRUT di akhirat.

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian, siapakah orang yang BANGKRUT itu?”
Para sahabat menjawab, “Di kalangan kami, orang yang BANGKRUT itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda.”
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang BANGKRUT di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di hari kiamat datang dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya. Tapi disamping itu dia juga membawa dosa berupa caci maki padamu, menuduhmu, melukaimu, menganiayamu. Lalu diberikanlah padamu sebagian pahala kebaikannya, juga pada orang yang lain (yang bermasalah dengannya). Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa belum terselesaikan, maka diambillah dosa-dosamu semua dan ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka." (HR. Muslim)

Pahala amal kebaikan yang banyak habis diTRANSFER kepada orang lain, bahkan 'tekor' karena dosa-dosa orang lain ditimpakan kepadanya. Na'udzubillahi min dzalik.

Wassalamualaikum,

Ustadz Dave Ariant Yusuf
17 Mei 2016

Jumat, 08 April 2016

Jangan Mudah Terkena Fitnah

Suplemen Pagi

Assalamualaikum Saudaraku,

Kadang dalam sebuah hubungan pertemanan ataupun persaudaraan tiba-tiba terjadi perseteruan. Setelah diusut, biangnya adalah salah dalam menerima dan menyampaikan sebuah berita.
Allah SWT telah berfirman "Hai orang-orang yg beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (Al-Hujurat 6)
Ayat ini mengandung sebuah pelajaran yang penting agar kita tidak mudah terpancing, atau mudah menerima begitu saja berita yang tidak jelas sumbernya, isu murahan atau berita yang menebar fitnah.

Oleh sebab itu, hendaknya kita lebih cerdas dan bijaksana dalam menerima maupun menyampaikan sebuah berita. Agar hati dan pikiran lebih tenang, damai, bersih dari segala prasangka buruk yang dapat merendahkan martabat kita di mata Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta, kalau dia menceritakan semua yang dia dengar” (HR. Muslim, Abu Dawud).

Wassalamualaikum

Ustadz Dave Ariant Yusuf
7 April 2016

Sabtu, 16 Januari 2016

Bukan Ajaran Islam

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

Astagfirullah kembali teror terjadi di ibu kota negeri kita tercinta. Yang jelas teror bukan ajaran Islam. Membunuh manusia, bunuh diri, membuat onar, menghancurkan bangunan dan membuat masyarakat resah, jelas BUKAN AJARAN ISLAM yang damai mendamaikan, selamat dan menyelamatkan. Kalaupun perang karena darurat, karena wajib membela KEMULIAAN ISLAM, itupun berperang dengan adab dan akhlak Islam yang tinggi lagi mulia. Tidak boleh membunuh yang menyerah, apalagi yang tidak berperang, tidak boleh merusak tempat ibadah yang berbeda keyaqinan, merusak tanaman pohon.

Penuduh Islam mengajarkan terorisme adalah FITNAH BESAR pada ajaran Islam yang mulia ini, kecuali memang rekayasi mereka yang benci Islam atau pemanfaatan orang awam diprovokasi dengan JUALANNYA AGAMA dengan dalih (bukan dalil) untuk berjihad.

Ketahuilah, Islam itu RAHMATAN LIL AALAAMINN, Islam itu PENEBAR SALAM, Islam itu TOLERENS terhadap perbedaan keyaqinan, 
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS Al Anbiya 107),
“Apabila kamu dihormati dengan suatu ucapan salam, maka balaslah salam itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)..." (QS An Nisa 86).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan oleh Allah” (HR Al Bukhari).

Kita umat Islam sangat berduka dengan saudara-saudara kita yang telah wafat korban teror ini, 
"Semoga Allah mengampuni saudara-saudara muslim kita yang wafat, Semoga aparat kita dapat menangkap biang teror ini, Semoga Allah selamatkan kita dan keluarga dari ajaran teror, Semoga Allah selamatkan saudara-saudara kita di Afghanistan, Irak, Palestina, Suriah dan Yaman, dan seluruh kaum muslimin, Semoga Allah berkahi negeri kita dengan keberkahan keamanan, kesejahteraan, ketaqwaan pemimpin dan rakyatnya...aamiin".



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
14 Januari 2016

Sabtu, 10 Oktober 2015

3 Hal

Jangan kau celakakan saudaramu dengan 3 hal ini:
  1. Ghibah : Berkata keburukan seseorang sesuai apa yang terjadi, bukan untuk membenari atau menjadikan pelajaran.
  2. Fitnah : Berkata tidak sesuai apa yang terjadi, bahkan cenderung mengada-ada.
  3. Namimah : Berkata untuk memecah belah dan tidak senang akan kedamaian.
Saudaraku, saat kita mencoba untuk memberi kehancuran kepada orang lain, maka sesungguhnya kehancuran akan datang kepada diri kita sendiri, begitu juga sebaliknya.

Salam 

Ustadz Fauzi Ichsan

Jumat, 07 November 2014

Orang Sabar Itu Hebat

Orang sabar itu hebat. Sebab Allah bersama-Nya.
Bila ada orang lain menguji kesabaran kawan-kawan semua, baiknya berterima kasih. Jarang-jarang punya penguji. Say thanks. You will more feel free.

Jika ada yang memfitnahmu. Untuk sesuatu yang tidak kau lakukan... cukuplah dulu engkau berlindung pada Allah, Tuhanmu. Semua terjadi dengan Izin-Nya. Dan lakukanlah juga semua atas nama Allah, Tuhanmu. Sehingga kau tidak butuh pujian selain pujian-Nya.

Bila engkau sudah berbuat yang terbaik. Lalu kawanmu, bosmu, majikanmu, muridmu, saudaramu, mengacuhkannya, maka engkau memang berbuat untuk Tuhanmu. Bukan untuk mereka.

Jangan berusaha untuk membuat orang mengerti akan dirimu. Tar kau kecewa. Buatlah dirimu mengerti, atau berusaha mengerti, tentang orang lain. Itu akan lebih menentramkanmu. Sebab pusatnya adalah bukan mereka. Tapi dirimu.
Engkau mungkin tidak pernah memegang kontrol atas mereka. Tapi sangat mungkin bisa atas dirimu. Dan semua atas izin dan kebaikan Allah, Tuhanmu. Dan jika engkau masih kepengen hidup di dunia, maka dunia ini memang berisi kebaikan dan keburukan, hal menyenangkan dan tidak menyenangkan.

Close your eyes for sementara. Tarik your breath. And lepas again. Terus, jalan lagi. Life must go on. So... go on...

Masih ada banyak hal baik, orang-orang baik. Masih ada banyak orang yang mencintaimu, mendengarmu, dan menyukaimu. Look to everything yang make you happy. Don't kebanyakan ngelook everything yang bad, nyebelin, ngeselin. Don't let eniting or them, broke your biutiful life. Semail olweis.

Go tu de miror. Luk yur feis... see... Allah didn't add your eyes, yur ieeeersss... no. Allah knows, and always knows what de best for yu.
Say to yourself, "Yu ar beter tudey. Yu ar strong. Yu ar hensem laik yusuf mansur (*uhuk). Yu ar preti. Yu ar ghuuud."

Life is biutiful, isenit?

iiiiifff... if yu hev a big big big utang... It's no matter for you. It's good. Ga semua orang dikasih karunia utang, right? So, enjoy it.
If there is jerawat. Say, "how a nice jerawat... woooow... I'm becoming more cantik with this!" Unjukin you nais jerawat to evribodi.
If samwan menghina you. Ngeledekin you... he or she, is your best fans... he or she always watch you... yeay! You are star. Star 7, hehehe.
Bikaus yu ar an important person, so your friends talking-talking about you. It's veri nais. You are the lucky one. Famous, he he he. If you are nothing, amposabla they talk about you, watch always what you do, what you speak, what you write, what you wear. Congrat guys...


Show only your kebaikan. Because you are 'Ibaaadurrohmaan.
Keq mana tulisan 'ibaadurrohmaan?
عباد الرحمان
Hamba Yang Maha Pengasih.


Who is 'ibaadurrohmaan...?
To be sambunged... 


Now I'm enjoying the most biutiful heart.
Ni'matnya tuuuuhhh... di siniii... 


Salam.


Ustadz Yusuf Mansur
6 November 2014

Selasa, 25 Maret 2014

Pangkat Dan Jabatan Dunia

Diberi pangkat dan jabatan yang tinggi di dunia ini, tak identik diberi kemuliaan, melainkan diberi fitnah/cobaan yang amat besar.

Bila dipergunakan untuk teladan dalam kebaikan dan mengajak yang dipimpin untuk taat dan patuh kepada Alloh, maka selain kemuliaan di dunia juga ganjaran pahala tiada batas sampai akherat kelak.

Namun bila menjadi contoh keburukan dan mengajak keburukan, selain menjadi manusia hina di dunia, juga tak akan bisa lari dari azab yang amat pedih.

Jabatan tak lama, tapi perhitungan dan balasan dari Alloh yang pasti akan amat lama.

KH. Abdullah Gymnastiar
24 Maret 2014

Jumat, 27 Januari 2012

Hasud

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkatuhu. 

Mari kita simak dengan IMAN Kalam ALLAH ini,
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan ALLAH kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian lain. Karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan " (QS 4:32). 

Rasulullah bersabda,"Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu ", 

Hasud itu tidak senang melihat kelebihan orang lain, lalu dia pun berusaha menjatuhkan kehormatan orang itu dengan berbagai cara, dari mengintai keburukannya, mempergunjingnya, menebar fitnah, sampai syirik ke dukun pun dilakukan dan bahkan sampai membunuhnya. 

Kisah lucu monyet yang dengki kepada burung gagak.

Monyet berusaha meloncati buah anggur, tetapi tidak berhasil, sementara burung gagak dengan mudah meraihnya, dengan kesal monyet keliling hutan sambil berteriak,"anggur pahit asem ", padahal karena yang diinginkannya tidak tercapai. 

Hasud adalah penyakit hati dari orang-orang munafik yang berasal dari sifat Iblis yang sombong dan dengki kepada Nabi Adam. ALLAH mengajarkan hamba-hambaNYA yang beriman agar terhindar dari penyakit dengki dan selamat dari pendengki dalam surah Al Falaq,
" min syarri haasidin idzaa hasad ", 
"Ya ALLAH, kami mohon perlindunganMU dari sifat hasud dan orang-orang yang hasud... aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 Januari 2012

Kamis, 15 Desember 2011

Kiat-Kiat Taubat

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wa barkaatuhu.

Bang, ajarkan aku agar taubatku sungguh-sungguh?

SubhanAllah, sahabatku inilah KIAT-KIAT TAUBAT NASHUHAN;

1. "Annadm attaubah" penyesalan atas ma'siyat yang pernah dilakukan bahkan perih hati dan mudah menangis kalau ingat masa lalu,

2. "Al i'tiqod" berjanji bersumpah untuk tidak pernah lagi mengulanginya (QS Ali Imron 135),

3. "Dawaamul istigfaar" terus menerus minta ampunan ALLAH, Abu Bakar Ashshiddiq mohon kepada Rasulullah, “Ajarkanlah aku suatu do’a yang bisa aku panjatkan saat munajat", maka Beliau pun berkata, “Bacalah: ‘ALLAHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIRAN WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA FAGHFIRLII MAGHFIRATAN MIN ‘INDIKA WARHAMNII INNAKA ANTAL GHAFUURUR RAHIIM, "Ya ALLAH, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali hanya ENGKAU, maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya ENGKAU Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", (HR Muttafaqun alaihi), 

4. "Al iman bimagfirotihi", yaqin sepenuh hati bahwa ALLAH MAHA PENGAMPUN dan MAHA MENERIMA TAUBAT, 
"Katakanlah: “Hai hamba-hambaKU yang malampaui batas dalam perbuatan ma'siyat, janganlah kamu berputus asa dari RAHMAT ALLAH, Sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa SEMUANYA, Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Az Zumar 53).
5. "Adzdzunuubu almatrukah" dosa yang ALLAH tidak ampuni sampai yang dizholiminya memaafkannya, seperti orang dipukul, dihina, difitnah, dipergunjing, kecuali yang dibunuh, maka keluarganya punya Haq hukum untuk memaafkan atau menuntutnya, kalau tidak dilakukan maka tetap di akhirat akan dibalas, apalagi dosa membunuh walau selesai urusan dengan keluarga masih tetap bertanggungjawab di akhirat pada yang dibunuhnya saking besarnya dosa membunuh. Karena itu SEGERALAH MOHON MAAF pada orang-orang yang pernah kita zholimi.

6. "Iaadatul maal" mengembalikan harta hasil kezholiman kepada yang dizholimi, kalau tidak menjumpainya lagi maka berikan kepada ahli warisnya, kalau tidak ada juga maka sedekahkah sejumlah hasil kezholiman itu, diniatkan atas nama orang yang dizholimi itu, seperti hasil korupsi, menipu, sogokan dsb, kalau tidak dilakukan ini, Rasulullah mengecamnya, "Sungguh semua hasil kezholimannya akan digantungkan dilehernya walau sekecil jarum", 

7. Shalat sunnah taubat adalah shalat yang dianjurkani berdasarkan kesepakatan empat madzhab. “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa lalu ia berwudhu, lalu berdiri untuk melakukan shalat dua raka’at, lalu meminta ampun kepada ALLAH, kecuali ALLAH akan mengampuninya" (HR Tirmidji, Abu Daud, Ibnu Majah), kecuali yang berzina, dianjurkan sebelum sholat taubatnya mandi dulu,

8. Semuanya dilakukan dengan niat benar-benar ingin KERIDHOAN ALLAH, SUBHANALLAH.

SUBHANALLAH, sahabatku tercinta setiap menulis tentang taubat hati abang sesak karena amat sangat mohon kepada ALLAH agar abang dan kalian sungguh-sungguh bertaubat, TIDAK MAIN-MAIN LAGI DENGAN KEHIDUPAN SESAAT INI...kabulkan doa kami ya ALLAH...aamiin. 

InsyaAllah doa menjelang adzan subuh ini diijabah Allah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
27 November 2011


Diperbarui 13 September 2014
Diperbarui 14 September 2014



Jumat, 01 Oktober 2010

Jangan Mudah Sakit Hati Lagi.

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku mengapa orang beriman tidak mudah sakit hati ta'kala dihina, diumpat dan difitnah, "Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menghina mereka, mereka membalas dengan ucapan doa “Salam" (QS Al Furqon 63). karena, 

  1. Sadar hidup ini ujian,
  2. Dengan sabar meraih ampunan dosa,
  3. Diangkat derazatnya karena sabarnya,
  4. Dosa dan sial kembali pada si penghina,
  5. Membakar amal ibadah si penghina,
  6. Ingat tidak ada yang tidak dibalas di akhirat kelak,
  7. Doa mustajab karena dizolimi,
  8. Hinaan membuat orang beriman muhasabah diri,
  9. Potensi diri orang beriman untuk amal sholeh bukan melayani si penghina,

SubhanAllah. So pantaslah orang beriman itu "as saiid" manusia tertenang dari goncangan dunia sebentar ini, alhamdulillah. Jangan lupa sebelum tidur berwudhu, berzikir, berdoa dan berazam untuk sholat malam, sahabatku. Rehat dulu ya...Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dengan kearifan bersikap dan kemuliaan akhlak...aamiin.

 

K.H. Muhammad Arifin Ilham
25 September 2010

 

Diperbarui 6 Oktober 2013

 

Jumat, 29 Mei 2009

Ghibah

Rasa marah, jengkel dan aneka rasa angkara murka bersatu tak kala saya ngedenger ada orang yang memfitnah saya atau menceritakan sesuatu tentang saya yang tidak saya sukai. Ingin rasanya nonjok tu orang....

Alhamdulillah...Allah mengingatkan saya akan buku yang pernah saya baca. Saya cari-cari lagi tu buku. Judulnya Awas! Bahaya Lidah karangan Abdullah bin Jaarullah.

Salah satu yang dibahas di buku ini adalah tentang Ghibah. Ghibah adalah menceritakan seseorang tentang hal yang tidak disukainya. Dan akhirnya saya menemukan bagian dari buku ini yang membuat hati saya kembali tenang dan senang bukan kepalang....

------------
Orang yang melakukan ghibah akan mengalami kerugian, karena pahala amal kebaikannya dia berikan kepada orang yang menjadi sasaran ghibahnya. Di lain pihak, ada orang lain yang mendapatkan keuntungan karena memperoleh pahala amal kebaikan yang datang tanpa diketahuinya.

Dari Abu Umamah al Bahily ra, dia berkata,"Sesungguhnya seorang hamba akan diberi kitab catatan amalnya pada hari kiamat, maka dia melihat pahala kebaikan yang tidak pernah dilakukannya waktu di dunia, lalu dia berkata,"Ya Allah, dari manakah semua ini?" Lalu Allah menjawab,"Ini dari orang-orang yang melakukan ghibah terhadapmu tanpa kamu sadari."

Berkata Ibrahim bin Adham,"Wahai para pendusta, engkau bakhil dalam urusan duniamu terhadap kawan-kawanmu, tetapi engkau begitu dermawan dalam urusan akhiratmu terhadap musuh-musuhmu, padahal engkau tidak tercela dengan kebakhilanmu dan tidak terpuji dengan kedermawananmu."

Ketika Hasan Al Bashri mendengar ada seseorang yang melakukan ghibah terhadapnya, dia lalu mengirim sekantung kurma kepadanya dan berkata,"Telah sampai kepadaku kabar bahwa engkau telah menghadiahkan kebaikanmu kepadaku, aku ingin membalas kebaikanmu padaku. Celalah aku, aku tidak mampu membalasmu dengan sempurna."

Jelaslah bagi kita bahwa ghibah membuat seseorang terjerumus kepada kemurkaan Allah dan gugur kebaikan-kebaikannya. Orang yang melakukan ghibah akan mengalami kerugian dengan dialihkannya kebaikan-kebaikannya, atau beban kejelekan-kejelekan saudaranya ke atas pundaknya, sehingga timbangan kejelekannya lebih berat daripada kebaikannya.
------------

Lega rasanya setelah membaca buku ini.
Alhamdulillah ya Allah...
Terimakasih ya Allah engkau telah mengingatkan hamba....

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...