Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2020

Rumus Kehidupan

Saudaraku, masih ingatkah kita dengan sejumlah rumus yang pernah diajarkan di sekolah? Seperti rumus luas lingkaran, segitiga, kubus dan sebagainya? Rumus-Rumus itu diajarkan di sekolah untuk memudahkan kita dalam menghitung. Maka, rumus-rumus ini menjadi sangat penting. Orang tidak lulus ujian di sekolah bukan karena salah soal, tetapi karena salah rumusnya. Salah rumus, salah jawabannya.

Begitu dengan kehidupan ini. Rumus kehidupan adalah Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Di antaranya adalah rumus untuk menghadapi aneka masalah yang sangat dekat dengan keseharian kita. Kita bisa membacanya pada surah al-baqarah (2) ayat 155-157, 
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikan lah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘innalillahi wa innailaihi rajiun’
(sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nyalah kami kembali). Merekalah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Rumus ini menerangkan bahwa Allah Ta’ala akan menimpakan sedikit ujian kepada hamba-hamba-Nya. Ketakutan, kelaparan maupun kekurangan harta, itu semua pasti akan ditimpakan kepada manusia, tidak bisa tidak. Namun demikian, ayat tersebut ada sambungannya yaitu bahwa Allah akan memberikan kabar gembira bagi orang orang yang sabar dalam melaluinya. Jadi, kalau kita sabar, kepahitan itu sebetulnya adalah kabar gembira.

Lalu, sabar itu apa? Kita mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa semua milik Allah dan kita pasti kembali kepada-Nya. Satu tidak merasa memiliki. Dua tidak punya tempat kembali. Dengan demikian, selama kita merasa memiliki dan selama kita masih mencari tempat kembali selain Allah, selama itu pula tidak akan ada sabar.

Jadi, dari musibahlah datangnya berita gembira bagi orang yang sabar, yaitu orang yang merasa tidak memiliki apapun, kecuali yakin lahir dan batin kalau semuanya milik Allah Ta’ala. Maka, siapa yang inin mendapatkan keberkahan yang sempurna, curahan rahmat dan petunjuk, dia harus siap melewati kepahitan yang sedikit dan yang pasti ditimpakan.

Ketika diberikan sebuah ujian, kita merasa menderita itu bukan karena ujiannya yang besar, Ujiannya itu hanya sedikit dan kepahitannya untuk kita pun sudah diukur. Kita menderita menghadapi ujian karena kita sendiri yang mendramatisasinya. Mengapa? Sebab, kita belum tahu rumusnya.

Ada orang yang malah sengaja mendramatisasi kesulitannya sendiri karena dia tidak tahu atau lupa rumusnya. Kepahitannya justru dijadikan sebagai pencitraan agar orang-orang kasihan lalu membantunya, maupun supaya orang-orang menganggap dirinya hebat.

Jangan saudaraku, untuk apa? Ujian hidup kita yang sedikit itu urusannya dengan Allah Ta’ala dan setiap jalan keluar juga milik-Nya. Berdoalah kepada Allah dan bersabarlah. Tidak akan ada gunanya kita menangisi masalah, mempermasalahkan orang lain, atau mencari simpati dan pencitraan atas masalah yang dihadapi, kecuali hanya akan membuat kita semakin menderita. 

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(Q.S ar-Ra’d [13] :28)

Jadi, mari kita baca dan pelajari al-Quran dan sunnah. Kita pahami rumus kehidupan yang telah dijelaskan dengan sangat terang agar kita bisa lulus ketika menghadapi ujian dan agar hidup kita yang sementara ini tidak gagal.

Mustahil bagi kita untuk mendapatkan jalan keluar dari himpitan masalah, tercapai keinginan yang terbaik atau selamat dari ancaman, kecuali hanya dengan pertolongan-Nya.

KH. Abdullah Gymnastiar
12 Agustus 2020

Senin, 20 Mei 2019

Rumus Kehidupan

Saudaraku, masih ingatkah kita dengan sejumlah rumus yang pernah diajarkan di sekolah, seperti rumus luas lingkaran, segitiga, kubus dan sebagainya? Rumus-rumus itu diajarkan di sekolah unutk memudahkan kita dalam menghitung. Maka, rumus-rumus ini menjadi sangat penting. Orang tidak lulus ujian di sekolah bukan karena salah soal, tetapi karena salah rumusnya. Salah rumus, salah jawabannya.

Begitu dengan kehidupan ini. Rumus kehidupan adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam. Di antaranya adalah rumus untuk menghadapi aneka masalah yang sangat dekat dengan keseharian kita. Kita bisa membacanya pada surah Al-Baqarah [2] ayat 155-157, 
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Alloh, dan kepada-Nyalah kami kembali). Merekalah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Rumus ini menerangkan bahwa Alloh Ta’ala akan menimpakan sedikit ujian kepada hamba-hamba-Nya. Ketakutan, kelaparan maupun kekurangan harta itu semua pasti akan ditimpakan kepada manusia, tidak bisa tidak. Namun demikian, ayat tersebut ada sambungannya, yaitu bahwa Alloh akan memberikan kabar gembira bagi orang yang sabar dalam melaluinya. Jadi kalau kita sabar, kepahitan itu sebetulnya adalah kabar gembira.

Lalu, sabar itu apa? Kita mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa semua milik Alloh dan kita pasti kembali kepada-Nya. Satu tidak merasa memiliki. Dua tidak punya tempat kembali. Dengan demikian, selama kita merasa memiliki dan selama kita masih mencari tempat kembali selain Alloh, selama itu pula tidak akan ada sabar.

Jadi, dari musibahlah datangnya berita gembira bagi orang yang sabar, yaitu orang yang merasa tidak memiliki apapun, kecuali yakin lahir dan batin kalau semuanya milik Alloh Ta’ala. Maka, siapa yang ingin mendapatkan keberkahan yang sempurna, curahan rahmat dan petunjuk, dia harus siap melewati kepahitan yang sedikit dan pasti ditimpakan.

Ketika diberikan sebuah ujian, kita merasa menderita itu bukan karena ujiannya yang besar. Ujiannya itu hanya sedikit dan kepahitannya untuk kita pun sudah diukur. yang mendramatisisasinya. Mengapa? Sebab, kita belum tahu rumusnya.

Ada orang yang malah sengaja mendramatisasi kesulitannya sendiri karena dia tidak tahu atau lupa rumusnya. Kepahitannya justru dijadikan sebagai pencitraan agar orang-orang kasihan lalu membantunya, maupun supaya orang-orang menganggap dirinya hebat.

Jadi saudaraku, untuk apa? Ujian hidup kita yang sedikit itu urusannya dengan Alloh Ta’ala dan setiap jalan keluar juga milik-Nya. Berdoalah kepada Alloh dan bersabarlah. Tidak akan ada gunanya kita menangisi masalah, mempersalahkan orang lain, atau mencari simpati dan pencitraan atas masalah yang dihadapi, kecuali hanya akan membuat kita semakin menderita. 
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]:28)
Jadi, mari kita baca dan pelajari Al-Qur’an dan Sunnah. Kita pahami rumus kehidupan yang telah dijelaskan dengan sangat terang agar kita bisa lulus ketika menghadapi ujian dan agar hidup kita yang sementara ini tidak gagal.

“Mustahil bagi kita untuk mendapatkan jalan keluar dari himpitan masalah, tercapai keinginan yang terbaik atau selamat dari ancaman, kecuali hanya dengan pertolongan-Nya.”

KH. Abdullah Gymnastiar, ed. 2015. 𝘐𝘩𝘬𝘵𝘪𝘢𝘳 𝘔𝘦𝘳𝘢𝘪𝘩 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 . Bandung (ID): Emqies Publishing.)

Kamis, 22 Juni 2017

Shaum

Saudaraku, ketika melaksanakan shaum maka kita dilatih untuk mengendalikan diri menghadapi berbagai hal yang sebenarnya halal bagi kita. Kita menahan diri dari makan, minum, dan bagi yang sudah memiliki pasangan menahan diri dari hubungan suami istri. Demikian juga kita dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu dan menahan emosi.

Betapa shaum melatih kita kesabaran. Sabar itu ada pada tiga tempat, sabar dalam menjalani ketaatan kepada Alloh Swt., sabar dalam menjauhi kemaksiatan, dan sabar dalam menyikapi takdir Alloh. Semua kesabaran ini kita melatih diri melalui ibadah shaum.

Kita menjalani shaum sepanjang hari hingga waktu maghrib tiba, ini adalah perkara yang berat kecuali bagi hamba-hamba Alloh yang sabar. Ketika shaum tiba-tiba datang kejadian yang memancing kemarahan, maka ini adalah urusan yang berat kecuali bagi orang yang sabar. Hanya orang yang sabarlah yang kemudian bisa merasakan nikmat dan bahagianya saat berbuka.a 

KH. Abdullah Gymnastiar 
21 Juni 2017

Rabu, 03 Mei 2017

Tetaplah Menjadi Baik

Jangan pernah terpengaruh oleh perkataan buruk orang lain, tetaplah berpikir baik, berkata baik, bersikap baik dan berhati baik yaa...

Bila keburukan kita balas dengan keburukan lalu apa bedanya ?
Balaslah dengan sikap baik yang tulus agar yang buruk diubah oleh Alloh jadi baik.

Perkataan buruk orang lain kepada kita tak ada bahayanya sama sekali bila kita dalam niat dan sikap yang benar.


K. H. Abdullah Gymnastiar 
2 Mei 2017

Sabtu, 06 Agustus 2016

Antara Ibu dan Anaknya, Antara Allah dan Hamba-nya

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah, abang mengajak kalian untuk merenungi kisah ini agar kita tahu betapa banyaknya dosa kita, tetapi betapa hebatnya cinta kasih sayang Allah untuk kita.

ANTARA IBU DAN ANAKNYA
ANTARA ALLAH DAN HAMBA-NYA

Berkata Al Fudhail Ibnu 'Iyadh : "Aku belajar sabar kepada ALLAH SWT dari seorang anak kecil...

Suatu saat ketika aku pergi ke masjid, aku dapati seorang perempuan dari dalam rumahnya terpaksa memukul anaknya hingga anaknya berteriak dan lari keluar dari rumah, melihat pintu terbuka maka di tutuplah oleh si ibu.

Lalu aku melihat anak tersebut setelah ia menangis sebentar, kemudian aku melihatnya kebingungan, dia menoleh ke kanan ke kiri namun tidak mendapati tempat untuk bernaung baginya, akhirnya anak kecil itu memutuskan untuk pulang kembali kepada ibunya, akan tetapi sesampai di depan rumah, dia dapati pintu rumahnya sudah tertutup, tanpa pikir panjang dia letakkan pipinya di ambang pintu sampai ia tertidur dengan air mata di pipinya.

Ketika si ibu membuka pintu hendak keluar, tiba-tiba didapati anaknya dalam keadaan yang sangat memerlukan kasih sayangnya, hati ibu tidak kuat menahan kasih sayang kepada anaknya dan diambillah anak tersebut serta dicium oleh ibunya dengan penuh kasih-sayang.

Kemudian ibu itu berkata : 'Wahai anakku... Kemana engkau meninggalkanku pergi, apakah ada yang mau menjagamu selainku, bukankah ibu berkaki-kali berkata jangan melanggar perintah ibu..?'

Akhirnya dipeluklah anak itu oleh ibunya dan digendongnya dimasukkan kembali ke dalam rumahnya".

Adapun Al Fudhail yang melihat peristiwa ini tiba-tiba menangis sampai jenggotnya terbasahi dengan air matanya, sambil berkata : "SubhanALLAH, sungguh ketika seorang hamba itu bersabar dan terus bersimpuh di depan pintu ALLAH, maka sebesar apapun dosanya niscaya ALLAH akan membukakan pintu baginya, karena tidak ada tempat perlindungan bagi seorang hamba kecuali dengan kembali kepada ALLAH dan selalu berusaha menjauhi larangannya..."
Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Az Zumar 53).
Allahu Akbar betapa sayangnya Allah kepada hambaNya yang bertaubat...



Allhumma ya Allah terimalah taubat kami, dan ampunilah seluruh dosa kami...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 

3 Agustus 2016

Rabu, 18 Mei 2016

Bersabar dan Berbahagialah

Assalamualaikum Saudaraku,

Ketika kau digunjingkan, ketika kau difitnah, ketika kau dicurangi, ketika kau dianiaya fisik maupun batin, ketika hakmu dirampas, ketika hartamu diambil, tak perlu BERSEDIH. Tapi BERSABAR dan BERBAHAGIALAH....
Kelak di akhirat orang yang memperlakukanmu seperti itu akan dipaksa oleh Allah menTRANSFER amal baiknya kepadamu.

Hari itu UANG sudah tidak berarti lagi, EMAS BERLIAN sudah tidak berharga lagi. Yang paling dibutuhkan manusia adalah amal kebaikan.

Sungguh berUNTUNG dirimu saat itu dan MERUGI-lah orang yang pernah menggunjingkanmu, menfitnahmu, mencurangimu, menganiayamu, merampas hakmu dan mengambil hartamu. Dia adalah orang yang BANGGA di dunia tetapi BANGKRUT di akhirat.

Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian, siapakah orang yang BANGKRUT itu?”
Para sahabat menjawab, “Di kalangan kami, orang yang BANGKRUT itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda.”
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang BANGKRUT di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di hari kiamat datang dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya. Tapi disamping itu dia juga membawa dosa berupa caci maki padamu, menuduhmu, melukaimu, menganiayamu. Lalu diberikanlah padamu sebagian pahala kebaikannya, juga pada orang yang lain (yang bermasalah dengannya). Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa belum terselesaikan, maka diambillah dosa-dosamu semua dan ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka." (HR. Muslim)

Pahala amal kebaikan yang banyak habis diTRANSFER kepada orang lain, bahkan 'tekor' karena dosa-dosa orang lain ditimpakan kepadanya. Na'udzubillahi min dzalik.

Wassalamualaikum,

Ustadz Dave Ariant Yusuf
17 Mei 2016

Sabtu, 14 November 2015

"Muruah" dan "Izzah"

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku seorang mu'min punya "muruah" dan "izzah" kehormatan dan kemuliaan karena "istiqomah" komitmen dan konsistennya dalam taat sehingga berbuah "mauunah" pertolongan Allah dunia akhirat (QS Fusilat 30-33).

Sungguh belum di akhirat di duniapun Allah bahagiakan, 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, (Yaitu) orang-orang yang sungguh-sungguh beriman dan sungguh-sungguh bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar (QS 62-64).
Sebaliknya dengan "imma'ah" ikut-ikutan, terombang ambing, rapuh, tidak punya pendirian, membeo, seperti layang-layang putus bagaimana angin, ngga pede, gue bagaimana lo, takut ditinggalkan, takut dianggap kampungan dsb. Ini tanda rapuhnya iman.

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menjadi Imma’ah, kalian berkata: jika orang-orang baik, kami pun ikut baik. Dan jika mereka dzalim kami pun ikut dzalim. Tetapi siapkan diri kalian (untuk menerima kebenaran dan kebaikan); Jika orang-orang baik, kalian harus baik dan jika mereka rusak kalian jangan menjadi orang dzalim” (HR Tirmidzî).

Karena itu tetapkanlah hidup sebentar ini untuk ISTIQOMAH, apa susahnya taat sebentar, apa susahnya sabar sebentar, apa susahnya lelah sebentar?!

Semoga ALLAH tetapkan hidup kita dalam kesungguhan taqwa dan istiqomah...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham bersama Yono Mc dan 47 lainnya.
12 November 2015

Senin, 25 Mei 2015

Memaafkan Itu Mudah Atau Mudah?

Tidur aja ada musuhnya. Yakni nyamuk. Hehehehe. Be sabar. Selalu doa terbaik untuk semua. Mohon sedekah doa terbaik buat saya juga ya. Salam sayang.

Belajarlah untuk mengerti, memahami, memudahkan, menolong, memaafkan.... Semua itu akan membuat kita mulia. Met isya yah...

Bila berharap punya temen yang ga ada salahnya, maka ga akan punya temen. Trima bagusnya. Trima jeleknya. Ambil bagusnya. Perbaiki jeleknya.

Ga ada suami yang sempurna. Sebagaimana ga ada istri yang sempurna. Dengan ketidaksempurnaan itu, saling melengkapi. Indah.

Segitu hebatnya orang tua. Pasti akan ada salahnya. Baik salah beneran. Atau salah di mata anak. Begitu pun sebaliknya.

Saling menahan diri. Saling bersabar. Atau ada yang menahan diri. Ada yang bersabar. Maka insyaaAllah semua hubungan, akan baik-baik saja. Apalagi klo judulnya kepentingan Islam. Kepentingan tanah air. Atau bahkan dunia. Penting sekali, berlaku arif & bijak. Supaya selamet smua.

Setiap tindakan. Setiap ucapan. Setiap pendengaran. Pikirin dampaknya untuk Islam wal muslimin. Pikirin dampaknya untuk negeri ini, & semesta.

Jadilah orang-orang yang senantiasa membawa kepada manfaat, kedamaian, & perdamaian. Bukan sebaliknya.

Selalu ada di antara kita yang selalu ga suka. Siapa dia? Asy-SyaithoonirRojiim. Ga demen dia kalo kita-kita berteman, bersaudara. Fastaghfiruu...

Syetan juga ga demen ada yang berbuat baik. Ga akan dia biarkan. Dia pasti akan ganggu terus. Fasta'idz billaahi minasysyaithoonirrojiim.

Ustadz Yusuf Mansur
24 Mei 2015

Jumat, 07 November 2014

Orang Sabar Itu Hebat

Orang sabar itu hebat. Sebab Allah bersama-Nya.
Bila ada orang lain menguji kesabaran kawan-kawan semua, baiknya berterima kasih. Jarang-jarang punya penguji. Say thanks. You will more feel free.

Jika ada yang memfitnahmu. Untuk sesuatu yang tidak kau lakukan... cukuplah dulu engkau berlindung pada Allah, Tuhanmu. Semua terjadi dengan Izin-Nya. Dan lakukanlah juga semua atas nama Allah, Tuhanmu. Sehingga kau tidak butuh pujian selain pujian-Nya.

Bila engkau sudah berbuat yang terbaik. Lalu kawanmu, bosmu, majikanmu, muridmu, saudaramu, mengacuhkannya, maka engkau memang berbuat untuk Tuhanmu. Bukan untuk mereka.

Jangan berusaha untuk membuat orang mengerti akan dirimu. Tar kau kecewa. Buatlah dirimu mengerti, atau berusaha mengerti, tentang orang lain. Itu akan lebih menentramkanmu. Sebab pusatnya adalah bukan mereka. Tapi dirimu.
Engkau mungkin tidak pernah memegang kontrol atas mereka. Tapi sangat mungkin bisa atas dirimu. Dan semua atas izin dan kebaikan Allah, Tuhanmu. Dan jika engkau masih kepengen hidup di dunia, maka dunia ini memang berisi kebaikan dan keburukan, hal menyenangkan dan tidak menyenangkan.

Close your eyes for sementara. Tarik your breath. And lepas again. Terus, jalan lagi. Life must go on. So... go on...

Masih ada banyak hal baik, orang-orang baik. Masih ada banyak orang yang mencintaimu, mendengarmu, dan menyukaimu. Look to everything yang make you happy. Don't kebanyakan ngelook everything yang bad, nyebelin, ngeselin. Don't let eniting or them, broke your biutiful life. Semail olweis.

Go tu de miror. Luk yur feis... see... Allah didn't add your eyes, yur ieeeersss... no. Allah knows, and always knows what de best for yu.
Say to yourself, "Yu ar beter tudey. Yu ar strong. Yu ar hensem laik yusuf mansur (*uhuk). Yu ar preti. Yu ar ghuuud."

Life is biutiful, isenit?

iiiiifff... if yu hev a big big big utang... It's no matter for you. It's good. Ga semua orang dikasih karunia utang, right? So, enjoy it.
If there is jerawat. Say, "how a nice jerawat... woooow... I'm becoming more cantik with this!" Unjukin you nais jerawat to evribodi.
If samwan menghina you. Ngeledekin you... he or she, is your best fans... he or she always watch you... yeay! You are star. Star 7, hehehe.
Bikaus yu ar an important person, so your friends talking-talking about you. It's veri nais. You are the lucky one. Famous, he he he. If you are nothing, amposabla they talk about you, watch always what you do, what you speak, what you write, what you wear. Congrat guys...


Show only your kebaikan. Because you are 'Ibaaadurrohmaan.
Keq mana tulisan 'ibaadurrohmaan?
عباد الرحمان
Hamba Yang Maha Pengasih.


Who is 'ibaadurrohmaan...?
To be sambunged... 


Now I'm enjoying the most biutiful heart.
Ni'matnya tuuuuhhh... di siniii... 


Salam.


Ustadz Yusuf Mansur
6 November 2014

Selasa, 04 November 2014

Musibah Dan Nikmat

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, kesalahan kita mengangap bahwa hanya musibah sebagai ujian bukan nikmat, jarang kita menganggap sehat, cantik, kaya, jabatan dan popularitas itu ujian. Itulah penyebab utama yang membuat kita gagal menghadapi ujian nikmat. 

Makanya tidak heran begitu dikasih nikmat jabatan berpesta pora padahal itu ujian hebat.

"Dan Kami uji kalian dengan musibah dan nikmat sebagai sebenar-benarnya ujian" (QS Al Anbiya 35). 

Rasulullahpun mengingatkan, "Sungguh yang kutakutkan pada umatku adalah ujian nikmat", dalam hadist lain Rasulullah memberitakan gembira untuk umatnya yang beriman, "Ajaib orang beriman itu, selalu sukses, kalau diberi nikmat, ia bersyukur dan kalau ditimpa musibah, ia sabar". 

Almarhumah nenekku berwasiat, "Ingat cucuku, kalau sukses ingat nabi Sulaiman dan kalau susah ingat nabi Ayyub",

"SubhanALLAH, makasih ya nek". 


"Semoga ALLAH jadikan kita hambaNYA yang lulus dari ujian-ujianNYA...aamiin". 

Selamat berbuka Asyura, duhai sahabat sholehku...

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 November 2014

Selasa, 15 April 2014

Hikmah Da'wah Di Surabaya

SubhanAllah walhamdulillah setiap kejadian selalu ada hikmahnya, karena semua diputuskan Allah dengan rahmat , ilmu dan kebijakkanNya.

Sepulang perjalanan da'wah dari Surabaya Jawa Timur malam ini, abang bersama sahabat-sahabat abang mampir cari makan. Warung pertama yang dimampiri habis hanya sisa sedikit, tentu tidak cukup makan bersama, warung kedua juga habis, lalu alhamdulillah warung ketiga ada dan cukup untuk makan bersama, dan walau warung sederhana tetapi ni'mat sekali.

Selesai makan, kami mau bayar, subhanAllah ternyata yang punya warung jamaah zikir, seorang haji, bayaran kami beliau tolak walau kami tetap memaksa untuk membayarnya. "Alhamdulillah ustadz kami punya pelanggan banyak terutama karryawan perkantoran. Ayam kampung ini, kami sendiri yang menyembelihnya. Saya bersyukur bahagia ustadz mampir di warung saya", kamipun foto bersama.

So kalau ada kejadian yang tidak berkenan, tetaplah sabar dan baik sangka, pasti ada hikmahnya...insyaAllah, aamiin.

Jangan lupa sebelum rehat berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam, selamat rehat sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 April 2014

Selasa, 22 Oktober 2013

Sabar

Sabar itu....ilmu tingkat tinggi,
Belajarnya tiap hari,
Latihannya setiap saat,
Ujiannya mendadak,
sekolahnya seumur hidup,
Hadiahnya kebahagiaan dan kemuliaan dunia akherat.

KH. Abdullah Gymnastiar
16 Oktober 2013

Jumat, 14 Juni 2013

Ujian

Orang beriman pasti diuji dan pertolongan Alloh amatlah dekat.

Alloh Subhaanahu Wata'ala berfirman :
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian?

Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan)

sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya: Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.”
(QS. Al Baqarah : 214)

Ibnul Qoyyim mengatakan dalam Madarijus Salikin :
“Sabar adalah menahan jiwa dari keluh kesah dan marah, menahan lisan dari mengeluh serta menahan anggota badan dari berbuat tasywisy (tidak lurus).

Sabar ada tiga macam, yaitu sabar dalam berbuat ketaatan kepada Allah, sabar dari maksiat, dan sabar dari cobaan Allah.”


KH. Abdullah Gymnastiar
5 Juni 2013

Selasa, 21 Mei 2013

Saudara Muslim?

Saudara, muslim?
Kalo iya, bantu ya, jadi muslim yang baik, tertib, pinter, rajin, bersih, jujur, pungut sampah, jangan nyampah, jujur, dll.

Saudara, muslim?
Tunjukin ya keislamannya, yang cakep akhlaknya, dijaga lisannya, tutur katanya menyejukkan, sopan, ramah, ga macem-macem.

Saudara muslim?
Jangan ampe miskin mental ya. Jangan ampe miskin hati. Biar miskin harta, tapi jaga diri, jaga sikap, jaga kemuliaan.

Saudara, muslim?
Coba jajal mulai dari berpakaian yang bersih, wangi. Wangi ketek, wangi badan, wangi mulut, kuku bersih, rambut rapih.
Tunjukin yuk... Bareng-bareng. The beauty of Islam. Islam is calling you...

Lagi berasa banget Islam lagi dihajar sana sini. Emang-emang qt nya pantes juga dihajar. Yuk, stop nyalahing. (He he, Suflish). Stop ngeluhing.
Stop nyalahing, stop ngeluhing... (Stop Complaining). Jas cenj awerself. Just change ourself. Please show our better personality.

Jangan ngerokok depan orang, di angkot, di kamar, di ruangan, di kamar mandi, di tempat-tempat publik. Sedang dia muslim.
Jangankan buang sampah, buang ludah aja, jangan. Buang tuh ludah di tangan, terus kantongin, he he. Kalo buang ludah, di tempat yang pas.
Ketika mau nyampah, mau buang ludah, mau jorok, mau berantakan, walo sepi, ga ada orang, just say... No no no. I'm muslim.

Saudara muslim?
Jadilah seakan-akan kaya. Ga minta-minta, maunya ngasih. Ga laper mata. Ga konsumtif. Produktif. Maunya dagang, ga beli mulu.
Tunjukin yuk... Bareng-bareng. The beauty of Islam. Islam rahmatal-lil'aalamiin. Islam rahmat bagi semesta. Islam is calling you...

Saudara muslim?
Semirlah sepatu. Pake sendal, biar putus, yang penting ga kepake, he he. Lah kalo putus, gimana makenya? He he.
Intinya, jadilah muslim yang mengasyikkan, enak diajak bekawan, enak dijadikan temen, musuh aja simpati. Begitu.

Saudara muslim? Liat toilet jorok?
Bersihin. Stop ngeluhing. Kasih duitlah penjaga toiletnya, sambil diingatkan, dan minta dia bersihin.

Saudara muslim?
Yang sabar jadi orang. Yang kalem. Di balik cacian, makian, ada kebaikan. Jadi bisa introspeksi dan latihan sabar. Lumayan, ada partner.

Saudara muslim?
Jangan korupsi.

Saudara muslim?
Jangan pacaran. Nikah aja langsung.

Ustadz Yusuf Mansur
13 Mei 2013

Kamis, 17 Januari 2013

Enak Sesaat Dan Menderita Berkepanjangan

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, kita tahu kalau hidup di dunia ini hanya SESAAT, walaupun sesaat tetapi sangat BESAR RESIKONYA, sesaat tetapi menentukan keadaan kita di akhirat kelak selama-lamanya. Inilah yang membuat hamba-hamba ALLAH yang beriman itu "kayyisun fathinun" menjadi cerdas, cerdasnya karena beriman kepada ALLAH dan beriman pada HARI AKHIRAT, "orang beriman tidak akan mau terjebak oleh hanya karena ENAK SESAAT tetapi MENDERITA BERKEPANJANGAN", berdusta enak, berzina enak, korupsi enak, segala bentuk ma'siyat enak tetapi sesaat & akibatnya "mataaun qoliil walahum adzaabun aliim" siksa sangat pedih di akhirat kelak (QS Ali Imron :197).

Sebaliknya bagi yang beriman justru ia olah hidup sesaat ini untuk kebahagiaan di akhirat kelak,
"APA SIH SUSAHNYA SABAR SEBENTAR DI DUNIA INI?",
"APA SIH SUSAHNYA CAPE SEBENTAR DALAM IBADAH?",
"APA SIH SUSAHNYA TAAT SEBENTAR DI DUNIA INI?",
"KAN TIDAK LAMA, ADA SAATNYA KITA BUKA PUASA, ADA SAAT KITA MENGHADAP ALLAH, ADA SAATNYA KITA MENGETAM APA YANG KITA TANAM DI DUNIA INI. BERSABARLAH DALAM TAAT SAHABATKU" (QS An Nahl : 97).

Kurehat dulu sahabatku, jangan lupa sebelum tidur, berwudhu, berdoa, berdzikir dan berniat sholat malam. Sahabatmu Muhammad arifin ilham yang selalu ingin bersamamu dalam BAHAGIA TAAT...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Januari 2013

Kamis, 29 November 2012

Rukun Sabar

Ada 3 rukun sabar yang harus dipenuhi supaya kita bisa disebut orang yang benar-benar bersabar:

1. Menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah.

2. Menahan lisan untuk tidak mengadu-adu/mengeluhkan kepada makhluk.

3. Menahan anggota tubuh untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan ketika terjadi musibah, seperti menampar pipi, merobek baju dan sebagainya.

Inilah 3 rukun kesabaran, jika kita mampu melaksanakannya dengan benar maka cobaan akan berubah menjadi sebuah kenikmatan. Insya Alloh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR.Muslim)

KH. Abdullah Gymnastiar
19 November 2012

Jumat, 28 September 2012

Senang Dan Susah Sama-Sama Ujian Hidup

Pasti Alloh menguji orang yang beriman kepada-Nya.
Ujian dirancang bukan untuk menghancurkan.
Bahkan sebaliknya untuk membersihkan dan menguatkan.

Karena tak ada kebahagiaan, kecuali hati yang bersih dari kemusyrikan, kemunafikan, serta kokoh keyakinan kepada-Nya plus istiqomah patuh pada- Nya.

Akan terasa pahit…
Bila berburuk sangka pada-Nya.
Tak ridho dengan ketentuan-Nya.
Bagai menggenggam erat kawat berduri yang tak mau melepaskannya.

Berbaik sangkalah…
Jalani ujian demi ujian tanpa keluh kesah.
Karena semua ini sudah dirancang amat sempurna, sangat baik dan amat manfaat bagi dunia akherat kita.
Oleh Dia Yang Amat Menyayangi kita dan amat menginginkan kita menjadi ahli sorga-Nya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS. alAnbiya:35)

Rasulullah shalallohu ‘alaihi wasallam, bersabda,"Innalloha idzaa ahabba 'abdan ibtalaahu". (Sesungguhnya Allah jika mencintai hamba-Nya, maka Dia akan mengujinya)

KH. Abdullah Gymnastiar
8 Agustus 2012

Kamis, 26 Januari 2012

Jangan Bersedih Berlarut-Larut Lagi!

Assalaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu.


Simaklah Kalam ALLAH dengan IMAN,



"Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, krisis pangan sampai kematian, dan berikanlah khabar gembira ini kepada orang-orang sabar yaitu orang-orang yang ditimpa musibah mereka mengucapkan : 'lnna lillahi wainnaa ilaihi raaji'un'" (QS 2: 156). 

Rasulullah bersabda,"Siapa yang dikehendaki ALLAH suatu kebaikan maka diberiNYA cobaan" (HR Bukhori), 

"Tiada henti-henti cobaan menimpa Mu'min, baik mengenai dirinya, keluarganya, hartanya hingga ia menghadap ALLAH dalam keadaan bersih dari dosa" (HR Tirmidzi), 

"Apabila ALLAH menguji hambaNYA dengan membutakan dua matanya, kemudian ia SABAR, maka ALLAH menggantinya dengan AMPUNAN dan SYURGANYA" (HR Bukhori).

"Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian hidup, maka siapa yang ridho dengan ujian ALLAH, ia mendapat keridhoan ALLAH, dan siapa marah dengan ujianNYA, ia pun mendapat murkanya ALLAH" (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Jadi, jangan pernah marah pada ALLAH yang menguji kita, jangan buruk sangka lagi!
Jangan bersedih berkepanjangan lagi! 
Apalagi sampai putus asa.

IKHLAS, SABAR, BAIK SANGKA, IKHTIAR, DOA dan TAWAKKAL adalah "al manhaj" jalan yang membuat ALLAH ridho. 

"Don't be sad, just a moment, and next you will be happy forever..."
INSYA ALLAH...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
11 Januari 2012

Selasa, 17 Januari 2012

Berkah Allah

Assalaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu, 

BERKAH ALLAH untuk hambaNYA adalah Tanda rahmat ALLAH untuk hamba itu, dan bila hamba itu sudah diberkahi ALLAH, maka apa saja yang terjadi pada hamba itu membuatnya semakin dekat pada ALLAH. 

Nabi Yusuf dengan tampannya tidak tergoda untuk berzina bahkan memilih penjara daripada berbuat ma'siyat (QS 12:33), 

Nabi Sulaiman dengan kekuasaan dan kecerdasannya, semakin hebat SUJUD dan SYUKURnya pada ALLAH (QS 27:40),

Nabi Ayyub dengan sakitnya yang menahun, semakin IKHLAS dan BAIK SANGKA dengan qodhoNYA (QS 21:83-84),

Nabi Muhammad sebagai " sayyidil mursalin " Imamnya para Nabi semakin hebat ISTIGFARnya pada ALLAH dan RENDAH HATInya pada umatnya (QS 26:215),
Beliau bersabda," Tidaklah aku bangun dari tempat dudukku kecuali aku istigfar 70 kali ".

Bila SENANG berSYUKUR dan bila SUSAH BERSABAR, itulah BERKAH sahabatku, tidak geer karena pujian, tidak minder karena keadaan dan tidak sakit hati karena hinaan.

Kok bisa HIDUP TANPA KELUH KESAH?
Karena tahu semuanya UJIAN dan KARUNIANYA.

SUBHANALLAH, indahnya hidup ini.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Januari 2012

Selasa, 03 Januari 2012

Diantara Keistimewaan Puasa

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. InsyaAllah abang sekeluarga mulai berpuasa setelah pengumuman hasil istbat Pemerintah kita. Sahabatku inilah diantara KEISTIMEWAAN PUASA :

1. Syurga,
"Pintu Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk lainnya. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya" (HR. Ahmad dan Bukhari-Muslim). 


2. Benteng neraka, 
“Puasa merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi). 
 “Barangsiapa berpuasa satu hari demi di jalan ALLAH, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) 70 musim” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim, & Nasa`i)
Rasul menambahkan pula bahwa puasa yang berfungsi sebagai perisai itu layaknya perisai dalam kancah peperangan selama tidak dinodai oleh kedustaan dan pergunjingan. (HR. Ahmad, An Nasa`i). 

3. Wangi, 
"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak di sisi ALLAH dari bau minyak misk.” (QS Abu Daud) 

4. Bahagia, 
“Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia kala berbuka dan kala bertemu ALLAH,” (HR. Muslim). 

5. Tumbuh sifat taqwa ( QS 2:183). 

6. Sehat, 
“Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu`aim).

7. Ganjarannya tidak terhingga karena sabar (QS 39:10).

8. Dosa-dosa diampuni, "Barang siapa puasa karena iman dan benar-benar mengharapkan ridho Allah maka Allah ampuni seluruh dosa-dosanya yang lalu",

9. Doa mustajab,
” Doa hamba berpuasa mustajab” ( HR Muslim). 

"Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa-dosa kami, berkahi aktivitas Ramadhon kami, sehat afiatkan dalam melaksanakan amal ibadah selama Ramadhon, terimalah amal ibadah kami...aamiin".


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
6 Desember 2011

Diperbarui 27 Juni 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...