Tampilkan postingan dengan label kaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2016

Kaya Itu Wajib

Saudaraku, kaya itu wajib. Banyak hal yang bisa dilakukan, bila kita hidup dalam keadaan kaya.


Miskin itu bukan suatu kebaikan, dan kaya bukan suatu kejahatan.
Baik buruk itu bukan pada kaya miskinnya.
Baik buruk itu ada pada bagaimana kita mensikapinya.


Miskin yang sabar itu baik, miskin yang mengeluh itu jelek.
Kaya yang dermawan itu baik, kaya yang pelit itu jelek.

Kemiskinan itu tidak masuk neraka atau ke surga.
Tapi orang miskin yang jelek akan masuk ke neraka.
Orang miskin yang baik akan masuk ke surga.
Kekayaan itu tidak masuk neraka atau ke surga.
Tapi orang kaya yang jelek akan masuk ke neraka.
Orang kaya yang baik akan masuk ke surga.

- Syakhoro lakum ma fissamawati wama fil ardy. (ayat)
Alloh serahkan, apa yang ada di langit dan di bumi untuk kalian.
Mestinya, kita semua harus kaya.

- Salah satu dari tiga doa yang Rosul panjatkan di Masjid Ijabah.
Ya Alloh, jadikan umatku kelak tidak kekurangan apapun.
Dan Alloh, sudah berjanji akan mengabulkannya.
Umat akhir zaman mestinya kaya, tidak kekurangan apapun.
Kalau belum kaya, mungkin ada ibadah yang perlu diperbaiki.

- Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah. (hadis)

Renungan:

Dakwah itu butuh kekayaan, selama di Makkah:
Rosul saw ditopang oleh Khodijah, pengusaha terkaya di Makkah.
Rosul saw ditopang oleh Abu Bakar, banyak budak dibebaskan.
Dakwah itu butuh kekuatan ekonomi, selama di Madinah:
Rosul saw didukung oleh Ustman, banyak tanah diwakafkan.
Rosul saw didukung oleh Abdurrakhman, fakir miskin terbantu.

Graha Pencerah Jiwa,

Ustadz Nanang Iskandar Muda
Sabtu, 7 Mei 2016

Selasa, 12 Januari 2016

Jangan Berharap Pada Waktu

Saudaraku, berharap itu pada Alloh, bukan pada waktu. Alloh yang mewujudkan impianmu bukan waktu.

Berharap itu hanya pada Alloh.
Karena Alloh yang kuasa mewujudkan keinginanmu.

Jangan berharap pada waktu.
Waktu itu hanya makhluk, waktu tidak punya kekuatan apa-apa.
Waktu itu hanya sarana bagi Alloh.
Sarana dalam mewujudkan impian hamba-Nya.

Renungan:
- Kata orang miskin, besok juga akan jadi orang kaya.
Walau datang seribu besok, kalau tidak kerja, ya tidak kaya.
Walau datang seribu besok, kalau tidak sedekah, ya tidak kaya.
Walau datang seribu besok, kalau Alloh tidak hendak, tidak kaya.

- Kata orang, tahun depan akan berhasil.
Walau datang seribu tahun, kalau tidak berusaha, tidak sukses.
Walau datang seribu tahun, kalau tidak tirakat, tidak sukses.
Walau datang seribu tahun, kalau Alloh tidak hendak, tidak sukses.

- Kata pepatah, habis gelap terbitlah terang.
Walau sudah melalui seribu gelap, tidak akan dapatkan terang.
Kalau selama waktu gelap tidak mencari Alloh.
Yang didapatkan, habis gelap, akan bertambah gelap.

- Kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Walau sudah melalui seribu sakit, tidak akan dapat senang.
Kalau selama waktu sakit tidak kembali ke jalan Alloh.
Yang didapatkan, bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang entah kapan.

- Kata pepatah, kaya bermula dari miskin.
Ada orang miskin, yang bekerja keras dan berdoa, lalu jadi kaya.
Tapi banyak orang miskin malas kerja, jadilah miskin permanen.

Ustadz Nanang Iskandar Muda 

Graha Pencerah Jiwa 
Senin, 11 Januari 2016

Sabtu, 09 Januari 2016

Habis Gelap Terbitlah Terang

Saudaraku, mestinya habis gelap terbitlah terang. Habis jatuh kemudian bangkit dan berjaya.

Habis gelap, terbitlah terang.
Kalau selama gelap mencari Alloh, maka akan terbit terang.

Habis gelap, bertambah gelap.
Bila selama gelap malah menjauh dari Alloh.

Habis gagal, terbitlah berhasil.
Kalau selama gagal kembali ke jalan Alloh, maka akan sukses.

Habis gagal, bertambah gagal.
Bila selama gagal, malah melupakan ibadah, melupakan Alloh.

Habis miskin, terbitlah kaya.
Kalau selama miskin berlatih sedekah, maka akan terbit kaya.

Habis miskin, bertambah miskin.
Bila selama miskin, malah banyak berbuat maksiat dan dosa.

Habis gelap, terbitlah terang, itu sedikit sekali jumlahnya.
Habis gelap, bertambah gelap, kebanyakan manusia begitu.
Habis gagal, terbitlah sukses, itu sedikit sekali jumlahnya.
Habis gagal, bertambah gagal, kebanyakan orang begitu.
Habis miskin, terbitlah kaya, itu sedikit sekali jumlahnya.
Habis miskin, bertambah miskin, kebanyakan manusia begitu.

Kebahagiaan itu tidak gratis, harus diperjuangkan.
Tapi kabanyakan orang mau enaknya saja.
Tidak mau berkorban tapi ingin sukses, jawabannya mustahil.

Renungan:
Banyak orang berfikir muda hura-hura. Tua kaya raya. Mati masuk surga. Itu pola pikir yang keliru, bukan bahasa kehidupan. Kalau muda hanya hura-hura, maka tua sengsara, dan mati ke neraka.

Ustadz Nanang Iskandar Muda 

Graha Pencerah Jiwa
Jumat, 08 Januari 2016

Selasa, 17 November 2015

Saya Tak Mau Berpisah Dengan Harta Saya

Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau. Mungkin orang tuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu ‘Anhu.


Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yang dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan...hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan.”

“Wah,” sahut Haji Usman tertawa, “salah alamat!”

“Lho?”

“Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je.”

“Lho?”

“Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI. Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu. TITIP pada Masjid, 
TITIP pada anak yatim, 
TITIP pada madrasah, 
TITIP pada pesantren, 
TITIP pada pejuang fii sabilillah. 
Alhamdulillah ada yang berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali. 
Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI. 
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat.”

“Lah...!”

Siapa bilang harta tidak dibawa mati....? Harta itu dibawa mati....
Caranya... minta tolong dibawakan oleh anak yatim...fakir miskin....dll...

(Dikutip dari buku Lapis-lapis Keberkahan, Salim A Fillah Hal. 227-228)

Selasa, 30 September 2014

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja
Tak penting jadi orang kaya, yang penting bila perlu cukup.

Perlu untuk makan… Cukup
Perlu untuk biaya sekolah… Cukup
Perlu untuk ongkos/ beli kendaraan… Cukup
Perlu untuk lunasi rumah… Cukup
Perlu untuk berhaji... Cukup
Perlu untuk senantiasa sedekah/wakaf/amal jariyah…. Cukup
Dll dsb…

Jadi apa perlunya dengan kata KAYA
Bila semua beres dengan CUKUP.


Juga tak perlu serba banyak, yang penting cukup,
Apa artinya sepatu banyak bila tak ada yang cukup,
Tak perlu banyak tidur yang penting cukup tidur,
Tak perlu banyak makan, yang penting cukup makan,
Dan hidup senantiasa dicukupi oleh Alloh syarat utamanya tawakkal adalah keyakinan yang mantap, bulat utuh terhadap semua janji dan jaminan-Nya, sehingga tak ada di hati bersandar/ berharap/ bergantung kepada siapapun selain hanya kepada Nya.


“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan dicukupi” (QS ath-Thalaq: 3)

Dan ciri ahli tawakkal adalah hati senantiasa tulus, ibadahnya sangat bagus, hidupnya selalu lurus, ikhtiarnya serius serta tobat terus menerus.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 September 2014

Minggu, 09 Maret 2014

Terus Menerus Memperbaiki Diri Sendiri

Jangan nyepelein "yang diragukan". Banyak yang terhenyak dengan kemajuan si yang diragukan itu. Sebab yang meragukan berhenti berkembang. Yang diragukan, berkembang terus.
Jangan nyepelein "yang dihina", yang sering dimaki-maki, disumpah serapahi, diusir. Banyak cerita dan kejadian, mereka lebih hebat. Sebab semua itu jadi bahan bakar untuk maju.
Yang paling penting, jangan suka nyepelein orang, maki-maki, ngehina dan ngejelek-jelekin. Mending pake waktu dan energi untuk terus bebenah diri.

Daripada waktu habis terus untuk mengumpat, mending pake waktu untuk bebenah. Tar yang diledek dihina diumpat terus bebenah, qt malah ngabisin waktu sia-sia.

Sebaliknya, klo dihina, diledek, diremehin, jangan meratap. Apalagi sampe nyari tiang atawa pohon. Muter-muter sambil nyanyi. He he, kayak film India.

Klo dihina, diledek, diumpat, direndahin, diremehin, jalan aja terus. Jangan sampe ikut habis juga waktu untuk dengerin dan ngerasain kelewat dalam. Jalan aja terus.

Pastiin aja qt dah bener. Minimal di track yang bener. Kurang-kurang dikit, juga kurang-kurang banyak, ya itu tadi. Jalan dan belajar aja terus. Terima segala rasa sakit dengan ikhlas dan yang ga kalah pentingnya, jika harus terus jalan, dan jadi yang terbaik, bukan karena pengen ngebuktiin qt bisa, qt ga pantes diremehin. Tar malah jadi sombong.

Harus tetep ikhlas. Misalnya, lebih karena emang harus jadi orang maju, sukses, jaya, penuh manfaat, mengolah dan memanfaatkan semua potensi karunia Allah.

Klo emang harus ngebuktiin, buktiin ke Allah aja. Supaya ga jadi sombong.

Saya kasih contoh dikit...

Ada orang, selalu dianggap sebelah mata, ga dianggap, bahkan ampe terusir. Dia harus terus bergerak. Hingga akhirnya maju. Tapi jangan ada dendam dan amarah.
Bukannya apa-apa. Bila dia berhasil, lalu pulang kampung dengan keberhasilannya, dan dia pengen diliat sakses dan berhasil, supaya ga diremehin... -->... maka pada saat itu, dia gantian jadi ngeremehin, ngerendahin, semua orang yang dulu ngeremehin dan ngerendahin dia. Ini ga bagus sama sekali.

Bisa dipahami?


Ustadz Yusuf Mansur
7 Maret 2014

Kamis, 29 Agustus 2013

Kaya

Kaya? Boleh nyuri? Ga boleh. 
Kaya, buat tambah berbagi, + halal, itu yang qt harus semua belajar. + harus tetap tidak sombong.

Miskin, sabar, lebih baik daripada kaya, kaya dari rizki haram.

Kawan-kawan yang bisa punya rumah lebih dari 1, beli aja. Jangan ragu-ragu. Tapi kasih Allah. Buat yang tahfidz. Beli 10, 20, sebanyak-banyaknya. Jangan ditaro di hati.
Yang belum punya rumah, giatin shalat malam, shalat dhuha, berjamaah, dan gedein sedekahnya. Trus bersabarlah.

Jadilah orang kaya, atau orang miskin, yang enak diliat orang lain dan Allah. Jangan bikin sebel orang dan bikin marah Allah.

Met isya berjamaah. Pegimana mau kaya kalo jarang ke Rumahnya Allah, Yang Maha Kaya. Bisa shalat 5 waktu di masjid itu, dan sedekah, itu aja udah disebut kaya...

Ustadz Yusuf Mansur
17 Agustus 2013

Minggu, 25 Agustus 2013

Amalan Orang Kaya

Orang kaya itu, yang bisa tahajjud dan witir. Kampanyein ini gih... Supaya semua orang bisa jadi kaya. Bisa disebut kaya.

Orang kaya itu... Yang bisa bersedekah...

Orang kaya itu... Yang dhuhanya minimal 4 rokaat. Kalo 6, apalagi 8 sampe 12, konglomerat lah dia. Kalo 2 rokaat? Minimalis, he he.

Siapa yang paling miskin, bangkrut?
Yang udah mah ga shalat wajib, shalat sunnahnya apalagi. Eh eh eh, dia pun masih ngomongin orang. Ancur dah.

Orang kaya itu... Yang bisa shalat berjamaah, ke masjid.

Siapa yang hidupnya pas-pasan?
Mereka yang "hanya" shalat wajib, sendirian, di rumah, ga berjamaah. Khususnya buat laki-laki. Laki-laki pas-pasan.

Orang kaya itu... Yang mau berbagi ilmunya, pengalamannya...

Jangan lupa baca 100 shalawat, 100 tasbih, 100 istighfar, 100 hamdalah. Klo perlu, 1hr 2x. Pagi sore. + ngafal 1 ayat + artinya.

Ustadz Yusuf Mansur
12 Agustus 2013

Kamis, 13 Juni 2013

Rasul Kaya

Tidak benar ungkapan yang menyatakan Rasul itu pebisnis namun tidak berharta dan MISKIN. Asumsi Rasul miskin hanya timbul karena beberapa hal:
  1. Pembacaan atas sirah nabawiyah yang tidak lengkap.
  2. Mengambil beberapa hadist saja tanpa mengaitkannya dengan hadist hadist atau ayat quran lain
  3. Sedikit dari kita mendalami sumber sumber pendapatan rasul. Sebelum dan setelah kenabian.

Sebelum kenabian Rasul berbisnis. Bisnis Rasul LAMA, JAUH dan BESAR. Bisnis rasul LAMA tidak kurang dari 25 tahun dari remaja magang di usia 12 tahun s/d usia 37 jelang kenabian.

Bisnis Rasul JAUH untuk ukuran masa itu dari Makkah ke Bahrain ke Gaza ke Dubai ke Jerash di Jordan ke Yaman.

Bisnis Rasul BESAR karena jika dari Makkah ke Bahrain ke Yaman hanya bawa 20 lusin garmen pasti rugi diongkos.

Dalam usia 37 dan diawal 40 an Rasul sudah melewati apa yang kita sebut dengan FINANCIAL FREEDOM.

COINVESTOR artinya bisnis Rasul dan bisnis Khadijah terjadi penggabungan atau MERGER keduanya jadi INVESTOR. Kitab-kitab sirah menegaskan bahwa setelah menikah dengan Khadijah, Rasul menjadi COINVESTOR & BUSINESS SUPERVISOR.

Jika dulu Rasul jadi AGENT sekarang pindah qudrant jadi BUSINESS SUPERVISOR mengawasi para trading agent. Jika dulu Rasul menjadi TRADING AGENT untuk Khadijah setelah nikah jadi CO BISINESS OWNER.

Setelah Rasul diangkat jadi Nabi fungsi BUSINESS SUPERVISOR hilang namun fungsi BUSINESS OWNER tetap. Nah fungsi Rasul sebagai BUSINESS OWNER dan INVESTOR inilah yang sering dilupakan setelah masa kenabian.

Setelah kenabian Rasul, Khadijah yang memegang kembali kendali bisnis. Khadijah meminta Rasul untuk fokus dengan tugas mengemban risalah melayani ummat dan dakwah.

Itulah keadaan ekonomi Rasul selama periode Makkah sebagai BUSINESS OWNER & CO INVESTOR bukan pengangguran. Ya Rasul bukan pengangguran apalagi peminta-minta menanti belas kasihan orang terkadang dapat terkadang tidak.

Di periode Madinah sumber income Rasul bertambah seiring adanya jatah dari Allah dan Baitul Maal. Rasul mendapat jatah 20% dari ghanimah dan pampasan perang. Rasul mendapatkan jatah Al Shafi yaitu harta pilihan dari Al Fai (pampasan perang secara damai).

Harus kita simpulkan Rasul itu KAYA dan SANGAT KAYA tetapi memilih gaya hidup sederhana. Ia ingat ummatnya. Rasul tidak tahan melihat banyaknya janda-janda miskin ditinggal suami yang gugur di medan Jihad. Rasul tidak tahan melihat ummatnya yang yatim, ummatnya yang piatu, ummatnya yang dhuafa dan melarat. Jadilah Rasul itu orang yang SANGAT KAYA dan SANGAT DERMAWAN. Rasul adalah orang yang paling dermawan di muka bumi. Ia memberi setiap orang yang meminta kepadanya.

Agar mudah memahaminya orang kaya tapi super dermawan ambilan contoh Bill Gates dan Warren Buffet. Infaq nya Bill Gates dan Warren Buffet unfortunetely lebih besar dari infaq nya para amir negeri teluk. Asumsikan kekayaan Bill Gates 60 milyar dollar atau sekitar 600 trilyun rupiah. Asumsikan pula Bill Gates infaq 1 trilyun rupiah setiap hari. Ia bantu penyakit folio di dunia. Maka dalam 600 hari semua harta Bill Gates akan HABIS di INFAQKAN. YA HABIS SEMUANYA.

Pertanyaan saya apakah tidak keliru kita mengatakan bahwa Bill Gates itu miskin dan kere alias faqir?

Setiap orang yang bilang Bill Gates itu miskin dan faqir PASTI KELIRU. TIDAK MEMAHAMI ALUR CERITA.

Yang benar adalah Bill Gates SUPER KAYA DAN SUPER DERMAWAN.
Yang benar adalah Bill Gates SUPER KAYA NAMUN SUPER DERMAWAN. Siapa yang berkata lain pasti keliru.

Tanpa bermaksud membandingkan Nabi dan Rasul kita dengan siapapun. Tapi itulah gambaran yang mudah difahami.
Inti pesannya kita HARUS MANDIRI. Kalau bisa KAYA SECARA HALALAN THOYYIBA lalu SANGAT DERMAWAN.

Kalau ada pilihan hidup KAYA dan MISKIN janganlah berharap menjadi miskin, fakir lagi dhaif. Janganlah memilih jalan hidup MISKIN apalagi dengan berdalih MENGIKUTI TELADAN BAGINDA RASUL SAW. Karena memang rasul tidak pernah menyarankan kita untuk memilih jalan dhaif dan membebani orang lain. Kalaupun kita saat ini sedang susah dan dhaif, berdoalah, berjuanglah agar kita keluar dari kedhaifan sekuat tenaga.

Harus kita yakini dengan seyakin-yakinnya TANGAN DI ATAS LEBIH MULIA DARI TANGAN DI BAWAH. Mana yang lebih mulia MISKIN SABAR atau KAYA SYUKUR. Kata Rasul keduanya baik. Tapi....
Sabda Nabi sungguh baik keadaan muslim itu jika dicoba kemiskinan ia sabar jika diberi nikmat ia syukur.
Untuk pribadi memang kedua-duanya baik karena kita ridho dengan pemberian dan pembagian Allah. Namun untuk masyarakat dan tetangga serta teman keadaannya jelas berbeda. Dampaknya lain.

Miskin sabar, itu baik. Tetapi Selama kita tidak berburuk sangka pada Allah. Tetapi karena kita miskin kita tidak bisa bangun Masjid tidak bisa santuni yatim tidak bisa menolong janda tua. Karena miskin kita tidak bisa bantu kelaparan di Somalia dan tidak bisa bantu yang luka di Palestina.

Muhammad Syafii Antonio
4 Juni 2013

Jumat, 12 April 2013

Sedekah vs Pelit

Jalan cepet menuju kaya, diantaranya, sedekah. Tapi banyak orang ga suka statement ini. Bersedekahlah, maka kau akan kaya.

Jalan cepet buat jadi miskin, susah, adalah pelit. Coba aja...

Penyebab rizki tipiiiissss, sempit, dikiiiiiit, shalatnya ga berjamaah. Ga di masjid. Coba juga ya...

Nanti, kalo saya gerakin sedekah, tetap utamakan ke orang tua, sodara-sodara deket, lingkungan deket. Baru kalo ada lebih, ke program-program DQ ya... Qur'an, sedekah sawah, dll.

Ustadz Yusuf Mansur
31 Maret 2013

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...