Tampilkan postingan dengan label rahmat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahmat. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2020

Gelar, Ilmu dan Rahmat Allah

Saudaraku. Biasanya ketika ada mahasiswa bertemu dengan yang tidak kuliah, misalnya anak SMA atau SMP, dia mudah merasa dirinya lebih hebat. Padahal, bisa jadi anak SMA atau SMP yang ditemuinya itu orangnya jujur, dan tidak pernah mencontek seperti yang sering dilakukannya di kampus. 

Jadi, misalkan saudara memiliki gelar, bersyukurlah atas takdir Allah yang baik itu. Tapi tidak usah merasa mulia dengan gelar, sehingga jika tidak disebut saudara menjadi tersinggung atau terhina. Karena kemuliaan tidak diukur oleh gelar, tapi dengan ketakwaan. 

Kalau penyebutan gelar hanya membuat hati menjadi kotor, lebih baik tidak usah disebutkan. Kecuali jika tempatnya mengharuskan, sebutlah yang proporsional saja. Seperti ketika berada dalam sebuah forum. Kalau ditanyakan tentang pendidikan kita, cukup dijawab misalnya, ”Saya S-3.” Tidak usah ditambah lagi kalimatnya dengan, ”Anda belum tahu ya?" Tidak perlu! Karena gelar hanyalah topeng dunia. 

Atau, gelarnya mungkin tidak disebut, tapi bangganya lewat kata-kata. Misalkan menjelang lebaran ditelepon teman dari kampung, ”Kang, lebaran ini pulang?” Lalu dijawab, ”You pikir dong.” Kata temannya, ”Saya Cecep bukan Yuyuk.” ketika bertemu lebaran dikatakan lagi,"You paham? Di dalam fluktuasi globalisasi yang tersentralisir dengan status ekonomi yang heterogen.” Temannya langsung bingung. 

Nah, saudaraku. Gelar itu tidak salah. S-1, S-2, S-3, atau apa pun. Dikarenakan ilmu sama dengan harta, yakni netral. Yang tidak netral adalah merasa diri atau kotornya hati dengan gelar yang dipegang. Sehingga bukan berarti tidak boleh kuliah, saudara jangan salah paham. 

Masing-masing kita punya garis takdir. Misalnya ada yang bagiannya menjadi kaya, ada yang sedang, demikian juga ada yang kuliah dan ada yang tidak. Yang penting ketika mendapatkan takdirnya kita tetap merunduk. Jangan ujub, sombong, dan pamer! Kuliah bukanlah segaIa-galanya. Surga tidak ditentukan oleh kampus atau gelar. Kita semuanya hamba Allah.Teruslah merunduk. 

”Ada tiga hal yang merusak akhlak, jiwa, dan agama. Yaitu, pertama, kikir yang diikuti, kedua, nafsu yang diperturutkan, dan yang ketiga adalah ujub, heran kepada diri sendiri.” 
(HR. Thabrani) 

Pastinya orang berilmu yang merunduk itu lebih disukai Allah daripada yang ujub. Orang lain juga akan nyaman bergaul dengan yang berilmu dan tetap merunduk. Tinggi, luas maupun sedang ilmu yang dimiliki, yang penting kita terus memohon supaya dirahmati Allah. 

Orang yang dirahmati Allah, makin tinggi ilmunya akan makin merunduk. Seperti sering bertafakur. ”Ya Allah, hanya Engkau yang membuat saya bisa kuliah. Jika Engkau takdirkan saya jadi kambing, baru di depan kampus saja sudah diusir. Engkau takdirkan otak saya normal. Jika Engkau kurangi dua sendok saja sudah tidak bisa berpikir. Engkau takdirkan badan saya sehat dan dimudahkan saat ulangan. Jika Engkau mau, saat itu mudah saja bagi-Mu menakdirkan saya muntaber. Ya Allah, semuanya ini hanya rahmat dan fadhilah-Mu.” 

Hal ini bukan hanya untuk ilmu umum,tapi termasuk pula ilmu agama. Misalkan saudara lulusan perguruan tinggi agama, kalau tidak hati-hati gelar sarjananya bisa menjadi hijab tersendiri. Karena yang belajar ilmu agama belum tentu menjadi dekat dengan Allah, jika tujuannya bukan Allah. 

Misalkan ada yang ditanya tentang tujuan kuliah di perguruan tinggi agama, berkata, "Saya harus jadi sarjana agama, setelah itu harus jadi PNS. Ya, target saya di KUA.” Repot yang begini. KUA itu netral dan tidak salah, Tapi mengapa menjadikan PNS dan KUA sebagai tujuan hidup? Cukuplah Allah yang dituju, dan mohonkanlah rahmat-Nya. 

Atau misalkan di pengajian ada santri yang tersinggung, karena pisang goreng yang sudah diintainya diambil lebih dulu oleh santri lain. ”Ini orang, hafalan saya empat juz, kamu baru satu juz. Ke sinikan pisang gorengnya!” Tidak ada kaitannya hafalan dan pisang goreng. Jangan merasa mulia, spesial atau ujub dengan hafalan. 

Tentunya, dalam berdakwah juga harus berhati-hati. Seperti jangan merasa mulia dan hebat, karena sering diundang misalnya di kantor-kantor pemerintah. Lalu. menganggap rendah pendakwah di kampung yang pendengarnya lebih sederhana dan bawaannya ubi. Karena tempat berdakwah itu sama sekali bukan penentu naiknya derajat kita di sisi Allah. 

Nah, saudaraku. Gelar hanyalah topeng dunia, dan Ilmu Itu netral seperti harta. Dengan ilmu yang telah dikaruniai Allah, mari kita terus merunduk. Kita harapkan dan mohonkan rahmat Allah supaya selama mampir di dunia ini, hidup kita benar. Semoga dengan rahmat-Nya Itu, kita bisa selamat saat tiba waktunya untuk pulang.

KH. Abdullah Gymnastiar
23 Februari 2020

Rabu, 20 Maret 2019

Istimewanya Besuk Saudara Sakit

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Alhamdulilah arifin di saat rehat di Penang pun membesuk tetangga sebelah kamar yang sakit muslim dan bukan muslim semua didoakan dan dihibur dengan hikmah-hikmah.

SubhanAllah cinta Allah dan RasulNya membuat sayang semua karena Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Hak muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam)”
(HR. Muslim, no. 2162)

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit :

1. Merupakan kebun surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali”.
(HR. Muslim)


2. Berada di dalam rahmat Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا خَاضَ فِي الرَّحْمَةِ، حَتَّى إِذَا قَعَدَ اِسْتَقَرَّ فِيْهَا

“Siapa yang menjenguk orang sakit, ia akan masuk ke dalam rahmat (Allah), sehingga apabila duduk, ia akan berada di dalam rahmat tersebut”.
(HR. al-Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا خَاضَ الرَّحْمَةَ، فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ اِسْتَقْنَعَ فِيْهَا، فَإِذَا خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ خَاضَ الرَّحْمَةَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ

“Barang siapa yang menjenguk orang sakit, ia masuk ke dalam rahmat (Allah). Apabila duduk di sisinya, ia merasa puas/tenang di dalam rahmat itu. Apabila keluar darinya ia senantiasa berada di dalam rahmat itu hingga ia pulang ke rumahnya”. 
(HR. Ibnu Abdil Barr di kitab at-Tamhid 24/273)


3. Berbuah banyak pahala dari Allah
Hadis qudsi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِيْ. قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أَعُوْدُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِيْ فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِيْ عِنْدَهُ

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya?
(HR. Muslim)


4. Mendapatkan doa kebaikan dari malaikat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari”.
(HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).


5. Penyebab masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلاً

“Siapa yang menjenguk orang sakit atau berkunjung kepada saudaranya karena Allah, akan ada penyeru yang berseru, “Alangkah baiknya dirimu, alangkah baiknya langkahmu, engkau telah menempati tempat tinggal di surga”.
(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah sehat afiyatkan kami dalam keni’matan Istiqomah taat di JalanMu hingga wafat husnul khotimah.



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
19 Maret 2019

Selasa, 19 Maret 2019

Tanda-Tanda Hamba Yang Dirahmati ALLAH

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, hakikat seorang hamba yang dirahmati Allah hanya Allah yang mengetahuinya, tetapi tanda-tanda bisa diperhatikan:

1. Taubatnya sungguh-sungguh,

2. "Waro" taat dan berhati-hati dengan Syariat Allah.

3. Hobbynya ibadah, terutama tahajjud, dan berjamaah di mesjid,

4. Semangatnya dalam tadabur Alqur'an dan As Sunnah,

5. Istiqomah dalam menghidupkan sunnah Rasulullah,

6. Wajah yang menyenangkan, murah senyum,

7. Dermawan, "arro'fu" belas kasih kepada dhuafa dan pembela mustadhafiin,

8. Akhlaknya mulia, terutama rendah dan tutur katanya santun dan jujur,

9. Namun tidak kehillangan sifat sikap tegas beraninya menegakkan yang HAQ,

10. Mencintai ulama dan umat Rasulullah,

11. Kuat doanya, baik sangka dan pantang berkeluh,

12. Sibuknya dalam koreksi diri, sama sekali tidak tertarik pada aib saudaranya,

13. Mudah menangis karena Allah karena rindunya kepada Allah dan RasulNya.

SubhanAllah Semoga salah satu tanda itu ada pada kita, hai sahabatku tercinta Fillah ...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
18 Maret 2019

Jumat, 28 Oktober 2016

Selama Hidup Berarti Masih Ada Harapan


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

"SubhanAllah walhamdulillah sungguh sebesar apapun dosa seseorang selama ia masih hidup, berarti masih ada HARAPAN UNTUK BAIK, dan sungguh tiada kesempatan terindah dalam sejarah hidup di dunia selain KESEMPATAN TAUBAT, sebaliknya sealim kaya apapun seseorang selama ia masih hidup, bisa saja ia kemudian kufur nikmat. Karena itulah Allah melarang diri kita merasa paling suci, 
"Jangan sekali kali kalian merasa paling suci, karena hanya Allah yang paling tahu siapa yang paling bertaqwa" (QS An Najm 32). 
Semua kita punya aib, hanya saja masih ditutupi Allah. So jangan sinis, jangan pesimis, apalagi memvonis, semua boleh hancur, semua sudah terjadi, tetapi SEMUA MASIH PUNYA HARAPAN HIJRAH, ALLAHU AKBAR.

Semua sudah terjadi, semua sudah hancur, semua sudah hilang, tetapi bagi orang beriman pantang putus asa, masih punya “ar roja” harapan, kecuali orang-orang yang tidak beriman sangat rapuh, cengeng, marah marah, banyak berkeluh kesah, ih ah uh cih, menyalahkan yang lain, mudah putus asa bahkan sampai bunuh diri! 


“Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya tidaklah putus asa dari Rahmat Allah kecuali orang-orang kafir” (QS Yusuf:87).

Ingat, Selama hidup berarti masih ada HARAPAN.

Sungguh harapan itu akan menjadi kenyataan dengan KESUNGGUHAN TAUBAT, TAQWA, SEMANGAT IKHTIAR, KEKUATAN DOA, BAIK SANGKA dan TAWAKKAL SEPENUH HATI KEPADANYA.


Ingat!, tidak ada yang mustahil bagi ALLAH, semua bisa terjadi dan amat sangat mudah bagiNYA, “KUN FAYAKUUN”.

SubhanAllah sejuta hikmah di balik jeruji penjara, kesempatan nyantri seperti di pesantren, kesempatan taubat, kesempatan belajar, kesempatan muhasabah diri, kesempatan ihyaaus Sunnah.


Ingat sahabatku! Sebesar apapun dosa seorang hamba, sungguh rahmat dan ampunan Allah lebih besar dari dosa hambaNya sebanyak apapun. 
Simaklah Kalam Allah ini dengan iman, 
"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri dalam berbuat dosa. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Az Zumar 53).
Simaklah sabda Rasulullah, "Sesungguhnya Allah Subhanhu Wa Ta'ala membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Subhanhu Wa Ta'ala membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat” (HR. Muslim).


Berita gembira dari Rasulullah, “Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat niscaya Allah menerima taubatnya” (HR Muslim). Betapa sayang, cintanya Allah kepada hambaNya yang bertaubat, alhamdulillah.


Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa-dosa kami, terimalah taubat kami, dan jadikanlah kami hamba hambaMu yang istiqomah taat hingga Engkau mewafatkan kami...aamiin.


Tawshiyah Zikir pagi ini di LaPas Sukamiskin Bandung. 

Ayo bangkit sahabatku, jangan rapuh, jangan mudah menyerah NEVER GIVE UP, INSYA ALLAH YOU FIND A NICE BLESSING and A RIGHT WAY…AAMIIN.


Foto dhuha hari ini saat Zikir bersama 1400 tahanan LAPAS Cibinong Bogor Jawa Barat.
K. H. Muhammad Arifin Ilham
27 Oktober 2016

Diperbarui 18 Desember 2016
Diperbarui 21 Oktober 2017

Sabtu, 06 Agustus 2016

Antara Ibu dan Anaknya, Antara Allah dan Hamba-nya

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah, abang mengajak kalian untuk merenungi kisah ini agar kita tahu betapa banyaknya dosa kita, tetapi betapa hebatnya cinta kasih sayang Allah untuk kita.

ANTARA IBU DAN ANAKNYA
ANTARA ALLAH DAN HAMBA-NYA

Berkata Al Fudhail Ibnu 'Iyadh : "Aku belajar sabar kepada ALLAH SWT dari seorang anak kecil...

Suatu saat ketika aku pergi ke masjid, aku dapati seorang perempuan dari dalam rumahnya terpaksa memukul anaknya hingga anaknya berteriak dan lari keluar dari rumah, melihat pintu terbuka maka di tutuplah oleh si ibu.

Lalu aku melihat anak tersebut setelah ia menangis sebentar, kemudian aku melihatnya kebingungan, dia menoleh ke kanan ke kiri namun tidak mendapati tempat untuk bernaung baginya, akhirnya anak kecil itu memutuskan untuk pulang kembali kepada ibunya, akan tetapi sesampai di depan rumah, dia dapati pintu rumahnya sudah tertutup, tanpa pikir panjang dia letakkan pipinya di ambang pintu sampai ia tertidur dengan air mata di pipinya.

Ketika si ibu membuka pintu hendak keluar, tiba-tiba didapati anaknya dalam keadaan yang sangat memerlukan kasih sayangnya, hati ibu tidak kuat menahan kasih sayang kepada anaknya dan diambillah anak tersebut serta dicium oleh ibunya dengan penuh kasih-sayang.

Kemudian ibu itu berkata : 'Wahai anakku... Kemana engkau meninggalkanku pergi, apakah ada yang mau menjagamu selainku, bukankah ibu berkaki-kali berkata jangan melanggar perintah ibu..?'

Akhirnya dipeluklah anak itu oleh ibunya dan digendongnya dimasukkan kembali ke dalam rumahnya".

Adapun Al Fudhail yang melihat peristiwa ini tiba-tiba menangis sampai jenggotnya terbasahi dengan air matanya, sambil berkata : "SubhanALLAH, sungguh ketika seorang hamba itu bersabar dan terus bersimpuh di depan pintu ALLAH, maka sebesar apapun dosanya niscaya ALLAH akan membukakan pintu baginya, karena tidak ada tempat perlindungan bagi seorang hamba kecuali dengan kembali kepada ALLAH dan selalu berusaha menjauhi larangannya..."
Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Az Zumar 53).
Allahu Akbar betapa sayangnya Allah kepada hambaNya yang bertaubat...



Allhumma ya Allah terimalah taubat kami, dan ampunilah seluruh dosa kami...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 

3 Agustus 2016

Sabtu, 16 Januari 2016

Bukan Ajaran Islam

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

Astagfirullah kembali teror terjadi di ibu kota negeri kita tercinta. Yang jelas teror bukan ajaran Islam. Membunuh manusia, bunuh diri, membuat onar, menghancurkan bangunan dan membuat masyarakat resah, jelas BUKAN AJARAN ISLAM yang damai mendamaikan, selamat dan menyelamatkan. Kalaupun perang karena darurat, karena wajib membela KEMULIAAN ISLAM, itupun berperang dengan adab dan akhlak Islam yang tinggi lagi mulia. Tidak boleh membunuh yang menyerah, apalagi yang tidak berperang, tidak boleh merusak tempat ibadah yang berbeda keyaqinan, merusak tanaman pohon.

Penuduh Islam mengajarkan terorisme adalah FITNAH BESAR pada ajaran Islam yang mulia ini, kecuali memang rekayasi mereka yang benci Islam atau pemanfaatan orang awam diprovokasi dengan JUALANNYA AGAMA dengan dalih (bukan dalil) untuk berjihad.

Ketahuilah, Islam itu RAHMATAN LIL AALAAMINN, Islam itu PENEBAR SALAM, Islam itu TOLERENS terhadap perbedaan keyaqinan, 
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS Al Anbiya 107),
“Apabila kamu dihormati dengan suatu ucapan salam, maka balaslah salam itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)..." (QS An Nisa 86).
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan oleh Allah” (HR Al Bukhari).

Kita umat Islam sangat berduka dengan saudara-saudara kita yang telah wafat korban teror ini, 
"Semoga Allah mengampuni saudara-saudara muslim kita yang wafat, Semoga aparat kita dapat menangkap biang teror ini, Semoga Allah selamatkan kita dan keluarga dari ajaran teror, Semoga Allah selamatkan saudara-saudara kita di Afghanistan, Irak, Palestina, Suriah dan Yaman, dan seluruh kaum muslimin, Semoga Allah berkahi negeri kita dengan keberkahan keamanan, kesejahteraan, ketaqwaan pemimpin dan rakyatnya...aamiin".



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
14 Januari 2016

Rabu, 21 Oktober 2015

Rahasia Keistimewaan ISTIQOMAH

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

MasyaAllah sahabatku, abang sangat semangat menyampaikan rahasia keistimewaan ISTIQOMAH ini. Sungguh kita belum wafat, belum di akhirat, di dunia lebih dahulu dibahagiakan Allah karena sifat sikap istiqomah ini. Inilah diantara hikmahnya :


1. Perintah Allah dan RasulNya, 
"Dan beribadahlah kepada Allah sampai ajal tiba" (QS Al Hijr 99). 
Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra, Sufyan bin Abdullah Atsaqafi ra berkata, "Aku berkata Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah saya beriman kemudian istiqomahlah” (HR Muslim).

2. Sunnah utama Rasulullah, 
"Sungguh pada diri Rasulullah adalah teladan terbaik bagi kalian" (QS Al Ahzab 21). 
Rasulullah bersabda, ”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit" (HR Muslim).

3. Allah akan perbaiki keadaannya, 
"Dan mereka yang beriman atas apa yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad dan itu haq dari Allah, maka Allah maafkan kesalahan mereka dan Allah perbaiki keadaan mereka" (QS Muhammad 2).
4. Pahala yang tidak terputus, 
"Kecuali bagi mereka yang beriman dan beramal sholeh untuk mereka ganjaran yang tidak terputus (QS At Tiin 6). 
Rasulullah bersabda, “Jika seseorang sakit atau melakukan safar, maka dia akan dicatat melakukan amalan sebagaimana amalan rutin yang dia lakukan ketika mukim (tidak bepergian) dan dalam keadaan sehat" (HR Bukhori).

5. Dikagumi para Malaikat sebagaimana para Malaikat istiqomah,

6. Ditolong ALLAH dunia akhiratnya,

7. Dipenuhi kebutuhannya,

8. Doanya diijabah dan

9. Masuk ke Syurga Allah,
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan Syurga ygan telah dijanjikan Allah kepadamu. Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Fashilat 30-32).
10. Dalam hidayah ALLAH karena mujahadahnya, dan

11. Selalu bersama Allah, 
"Mereka yang sungguh-sungguh istiqomah mendekatkan diri kepada Allah maka Allah tunjukan jalan hidayahNya, dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama para hambaNya yang selalu berbuat baik" (QS Al Ankabut 69).
12. Meraih rahmat Allah, 
“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang selalu berbuat baik.” (QS Al A’raf 56).

13. Saat susah akan ditolong Allah, Rasulullah bersabda, “Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalimu ketika susah” (HR Al Hakim).

14. Sungguh istiqomah itu adalah amalan hamba Allah yang sangat faham dunia ini sebentar sehingga disibukkan dirinya dengan beramal ibadah sesuai dengan visi misi hidup Islami, dan tidak ada lagi perbuatan sia-sia mubazir apalag ma'siyat, 
"Orang-orang beriman itu meninggalkan perkataan perbuatan yang tidak berguna" (QS Al Mu'minun 3). 
Rasulullah bersabda, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya” (HR At-Tirmidzî).

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami kekuatan taqwa dan keni'matan ISTIQOMAH...aamiin.

Jangan lupa sahabatku, sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 

20 Oktober 2015


Diperbarui 20 Maret 2016

Minggu, 27 September 2015

Musibah

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

MASYAALLAH sehebat apapun seorang mu'min itu dalam sholatnya selalu membaca Al Fatihah sebagai rukun sholatnya, dan dalam Al Fatihah membaca "ALHAMDULILLAHI ROBBIL AALAMIIN", senang susah atau susah sekalipun, sukses atau bangkrut sekalipun, sehat sakit atau cacat sekalipun, raja jelata atau budak sekalipun, atau orang yang tercinta meninggal sekalipun, seperti orang tua, suami atau istri tetap saja dalam sholat kita membaca ALHAMDULILLAH. Karena orang mu'min itu faham benar bahwa SEGALA CIPTAAN DAN PERISTIWA YANG TERJADI ALLAH PUTUSKAN DENGAN RAHMATNYA.

Simaklah dengan iman,
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri" (QS Al Hadid 22-23).
Karena itu khabar gembira, RAHMAT ALLAH untuk hamba yang sabar, 
“Dan khabarkan berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS Al-Baqarah 155-157).
Rasulullah mengabarkan berita gembira, “Tiada sebuah musibah pun yang menimpa seorang muslim, kecuali pasti Allah hapuskan (dosanya) dengan sebab musibah itu, bahkan sekalipun duri yang menusuknya.” (HR Bukhari). 

Allahumma ya Allah hamba bukan menolak takdirMu, takdirMu adalah takdirMu, tetapi hamba mohon berilah kepada hamba kekuatan, kesabaran, keikhlasan, ketawakkalan, baik sangka, muhasabah diri dan "allutfu" KECERDASAN MENANGKAP BAHASA HIKMAH DIBALIK SEMUA TAKDIRMU...aamiin.

Peristiwa Mina adalah rahmat tak terbatas untuk para kekasihNya, dan sunnahnya tetap dikuburkan dengan pakaian ihromnya, dan itu menjadi kebanggaannya dan kebanggaan Allah menyaksikan para syuhadanya saat Hari Kebangkitan. Sungguh aku cemburu pada mereka yang wafat dalam perjalanan menujuNya, para tamu Allah yang mulia. Itulah yang membuat kagum pada mereka, dan mengajak diriku dan kalian untuk SELALU BERDOA DAN MUHASABAH DIRI.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
25 September 2015

Jumat, 06 Februari 2015

Syukur, Sabar Dalam Taat Dan Selalu Baik Sangka

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Ingat sahabatku, Kemuliaan bukan ada pada kekayaan atau kemenangan, demikian kehinaan bukan ada pada kemiskinan atau kekalahan. 
"Jangan kalian mengira mereka yang dikasih nikmat itu, ALLAH memuliakan mereka, dan jangan pula kalian mengira mereka yang disusahkan itu, ALLAH menghinakan mereka" (QS Al Fajr :15-16). 
Coba sahabatku simak baik-baik surah Hud ayat 15-16, 
"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan".

Ma'siyat lancar, koruptor selamat, hianat sukses. So boleh jadi nikmat itu adalah fitnah, "al istidraz" kesannya nikmat tetapi azab tertunda, dan boleh jadi susah itu rahmat. Karena itu sikapi semua dengan SYUKUR, SABAR dalam TAAT dan selalu BAIK SANGKA...insyaAllah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
5 Februari 2015

Senin, 21 April 2014

Jamaah Yang Taubat Saat Zikir

SubhanAllah saat zikir, rintihan anak muda yang membuat jamaah haru, "Ya Allah, ampuuuuuuun ampuuuuuun ampuuuuuun hamba si durhaka ini, tolong jaga janji hamba, hamba janji taubat, janji, janji ya Allah, hamba ingin bahagiakan abah mama, bini hamba dan kedua anak hamba...". Sebelah lagi sudah tidak terdengar lagi suara zikir kecuali suara isak tangis.

Selesai zikir, seorang suami menangis tidak berhenti, lalu diusap dadanya oleh istrinya sambil mengusapkan sapu tangan ke muka suaminya, tidak lama suaminya memeluk istrinya, yang terdengar, "Maafkan papa, papa jahat", hampir semua yang melihat menangis. Sampai abang masuk mobil tangan kekar penuh tato memeluk dan mencium pipi abang, "Ustadz, apa Allah mengampuni dosaku?". Kubacakan untuknya surah Az Zumar ayat 53, "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas dalam berbuat dosa, jangan sekali-kali putus asa mohon rahmatKu, Sesungguhnya Aku akan mengampuni SEMUA DOSA-DOSAMU...". Ia pun semakin kuat tangisnya, "Jangan tinggalkan saya, ustadz". Kuraih erat tangannya, kupeluk ia, "InsyaAllah semua dosa kita diampuni Allah, sungguh-sungguh bertaubat ya bang". Abang lepas surban abang untuknya.

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami, terimalah taubat kami sebagai taubatan nashuhan...aamiin.


Abang menulis ini dalam perjalanan pulang setelah Tawshiyah Zikir di mesjid Raya Mujahidin Pontianak KalBaR, abang sertakan fotonya, abang sayang kalian karena Allah, sahabat sholehku.



K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 April 2014

Selasa, 15 April 2014

Hikmah Da'wah Di Surabaya

SubhanAllah walhamdulillah setiap kejadian selalu ada hikmahnya, karena semua diputuskan Allah dengan rahmat , ilmu dan kebijakkanNya.

Sepulang perjalanan da'wah dari Surabaya Jawa Timur malam ini, abang bersama sahabat-sahabat abang mampir cari makan. Warung pertama yang dimampiri habis hanya sisa sedikit, tentu tidak cukup makan bersama, warung kedua juga habis, lalu alhamdulillah warung ketiga ada dan cukup untuk makan bersama, dan walau warung sederhana tetapi ni'mat sekali.

Selesai makan, kami mau bayar, subhanAllah ternyata yang punya warung jamaah zikir, seorang haji, bayaran kami beliau tolak walau kami tetap memaksa untuk membayarnya. "Alhamdulillah ustadz kami punya pelanggan banyak terutama karryawan perkantoran. Ayam kampung ini, kami sendiri yang menyembelihnya. Saya bersyukur bahagia ustadz mampir di warung saya", kamipun foto bersama.

So kalau ada kejadian yang tidak berkenan, tetaplah sabar dan baik sangka, pasti ada hikmahnya...insyaAllah, aamiin.

Jangan lupa sebelum rehat berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam, selamat rehat sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 April 2014

Rabu, 26 Februari 2014

Kiat Menghadapi Kesulitan

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Bila sahabatku tiba-tiba dalam kesulitan, maka berusahalah untuk:

1. Tetap tenang, jangan sekali-kali panik apalagi marah-marah, ingat kesulitan tidak selesai dengan penyesalan dan caci maki,

2. Tingkatkan ketakwaan, 
"Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah tunjukkan jalan keluar baginya dan Allah beri rezeki dari jalan yang tidak terduga." (QS Ath Thalaq: 2-3),

3. Baik sangka pada keputusanNya, semua pasti ada hikmahnya, karena semua diputuskan dengan rahmat, ilmu dan kebijakanNya. "Aku bagaimana prasangka hambaKu" (Hadis Qudsi),

4. Optimis, Insya Allah badai pasti berlalu. Insya Allah di balik kesulitan pasti ada kemudahan,

5. Perhebat istiqfar dan sholawat, di antara dua jalan pembuka dan penolak bala (QS Al Anfal: 33),

6. Diskusikan dengan guru atau hamba Allah yang sholeh,

7. Mohon doa orang tua, guru dan sahabat sholeh,

8. Sedekah sebagai pembuka jalan,

9. Doa sepenuh hati, kekuatan doa merubah takdirNya atas izinNya pula sebagai penghormatan kepada hambaNya yang berdoa kepadaNya,

10.Tawakkal sepenuh hati, 
"Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah menjadi penolongnya" (QS Ath Thalaq 4).

Sungguh, sahabatku. Kalau hati ini rindu denganNya dan surgaNya, maka tidak ada lagi masalah yang besar. Sungguh abang bahagia rehat malam ini setelah menyapa kalian dengan hikmah ini, dan tentu tetap jangan lupa sebelum tidur berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam.

Allahumma ya Allah tiada yang membuat urusan menjadi mudah kecuali hanya Engkau, mudahkanlah urusan kami...wahai Penguasa atas segala keadaan....aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
24 Februari 2014

Selasa, 04 Februari 2014

Tanda-Tanda Hamba Yang Dirahmati Allah SWT

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, hakikat seorang hamba yang dirahmati Allah hanya Allah yang mengetahuinya, tetapi tanda-tanda bisa diperhatikan:
  1. Taubatnya sungguh-sungguh,
  2. "Waro" taat dan berhati hati dengan Syariat Allah.
  3. Hobbynya ibadah, terutama tahajjud, dan berjamaah di mesjid,
  4. Semangatnya dalam tadabur Alqur'an dan As Sunnah,
  5. Istiqomah dalam menghidupkan sunnah Rasulullah,
  6. Wajah yang menyenangkan, murah senyum,
  7. Dermawan, "arro'fu" belas kasih kepada dhuafa dan pembela mustadhafiin,
  8. Akhlaknya mulia, terutama rendah dan tutur katanya santun dan jujur,
  9. Namun tidak kehillangan sifat sikap tegas beraninya menegakkan yang HAQ,
  10. Mencintai ulama dan umat Rasulullah,
  11. Kuat doanya, baik sangka dan pantang berkeluh,
  12. Sibuknya dalam koreksi diri, sama sekali tidak tertarik pada aib saudaranya,
  13. Mudah menangis karena Allah karena rindunya kepada Allah dan RasulNya.

SubhanAllah Semoga salah satu tanda itu ada pada kita, hai sahabatku tercinta...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Februari 2014

Selasa, 05 Februari 2013

Kemuliaan Rasulullah

Ya Nabi salam alaika...ya Rasul salam alaika...ya Habib salam alaika...sholawatullah alaika.

Dilahirkan Rasulullah karena RAHMAT ALLAH untuk alam semesta ini. Termulia akhlaknya, terlembut hatinya, termanis tutur katanya, termesra pada keluarganya, tersayang pada sahabat & umatnya, terkhusyu' ibadahnya hingga kaki beliau bengkak dalam kelezatan sholat malam, terlelah dan mudah menangis karena memikirkan keadaan umatnya (QS At Taubah 128),

dicintai para sahabatnya, disegani para lawannya, paling dermawan, paling mudah memaafkan, terbaik pada pembantunya sehingga Anas bin Malik yang selalu melayani beliau menyatakan,"Selama aku berkhidmat melayani Rasulullah, beliau tidak pernah bertanya mengapa begini begitu". Allah pun Pencipta langit dan bumi memuji beliau,"Sesungguhnya engkau Muhammad memiliki akhlak tertinggi lagi teragung" (QS Al Qolam 4).

Sungguh beliau pun dilahirkan di muka bumi ini "liutammima makaarimal akhlaaq" untuk MEMPERBAIKI AKHLAK UMAT MANUSIA.

SubhanAllah lagi-lagi kita kehabisan bahasa memuji kemuliaan akhlak beliau. Kemuliaan yang tidak akan pernah pudar karena kebencian, hinaan, fitnah keji dsb. Rasulullah KEKASIH ALLAH, TELADAN bagi hamba yang rindu berjumpa Allah dan ingin selamat di akhirat (QS Al Ahzab 21). Kami cinta engkau ya Rasulullah, kami rindu engkau ya Rasulullah...Allahumma ya Allah sampaikan salam cinta rindu kami kepada Rasulullah...sholawat salam selalu untuk beliau...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
23 Januari 013

Sabtu, 15 Desember 2012

Hujan Disertai Petir

SubhanAllah, sahabat sholehku, apa yang kita lakukan saat hujan turun lebat disertai petir?

1. Bersyukur atas ni'mat Allah, dengan banyak memuji Allah karena turunnya hujan adalah rahmat Allah. Semua jadi hidup, tanaman, hewan, sungai, bumi dsb (QS 21: 30),

2. Tadabbarul alam, proses kejadian sampai turunnya hujan membuat kita semakin kagum, cinta dan taat kepada Allah, "Allah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hambaNya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira (QS 30 : 48),

3. Menyambutnya dengan doa, “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat" (H.R. Al Bukhary),

4. Juga doa mohon keselamatan, "Wahai Tuhanku! Turunkanlah hujan di sekitar kami dan janganlah musnahkan kami. Ya Allah! turunkanlah ia di atas gunung-gunung, bukit-bukit, lembah-lembah dan di tempat tumbuhnya pokok-pokok" (H.R. Bukhari-Muslim),

5. Kalau disertai petir, sambutlah dengan doa, “Maha Suci Allah yang menjadikan gemuruh petir bertasbih dan memuji Allah dan juga beserta para malaikatNya karena takut kepadaNya" (H.R. Malik).

Sahabatku, sungguh segala sesuatu yang terjadi di muka bumi atas keputusan Allah yang Allah putuskan dengan rahmat, ilmu dan kebijakkanNya, Semoga kita tidak mudah lagi berkeluh atas peristiwa yang terjadi...aamiin".


K. H. Muhammad Arifin Ilham
29 November 2012

Senin, 09 Juli 2012

Sakkaanun

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, mengapa orang beriman jauh dari stress, frustasi apalagi sampai nekat bunuh diri (kecuali orang kafir, QS Ali Imron 185)?

Karena hamba yang beriman yaqin segala peristiwa ALLAH putuskan dengan RAHMAT, ILMU dan KEBIJAKKANNYA, berarti segala peristiwa ada rahmat dan hikmahNYA (QS 57:22),

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri" (QS Al Hadid 22-23).

Sahabatku, sakit itu ampunan dosa, musibah itu rahmatNya, kematian itu ridhoNYA, masalah demi masalah "tarbiyatur rabbani" pengajaranNYA. Pantaslah Rasulullah menyebut hamba beriman itu "SAKKAANUN" manusia TERTENANG dari goncangan dunia sebentar ini, SubhanAllah.

Allahumma ya Allah hamba bukan menolak takdir ujianMu, takdir Mu adalah takdirMu, tetapi mohon beri hamba "al lutfu" kekuatan, kesabaran, keikhlasan, ketawakkalan, baik sangka dan kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik semua takdirMu...aamiin.

Sahabatku, abang sengaja menulis ini di penghujung malam ini saat WAJAH hati terbuka untuk menerima NUR HIDAYAHNYA, insyaAllah kita akan LEBIH ARIF menyikapi segala pernik keseharian hidup dunia yang sangat sebentar ini.

Jazaakumullah semua doa dan perhatian sahabat sholehku, maafkan sekiranya mengganggu keni'matan sholat malam sahabatku.

Semoga hari hari kita lalui senantiasa dalam keni'matan ibadah dan keindahan taat aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 Juni 2012

Diperbarui 4 Desember 2015

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...