Tampilkan postingan dengan label akhlak mulia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlak mulia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2020

Janganlah Engkau Meremehkan Saudaramu Sesama Muslim

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata : 

Dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ :


بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم

"Cukuplah seorang dikatakan berbuat jelek tatkala dia meremehkan saudaranya yang muslim."
HR. Muslim

Cukuplah seorang mukmin berbuat jelek tatkala ia meremehkan saudaranya yang mukmin. Dan ini menunjukkan akan besarnya dosa meremehkan seorang muslim, sesungguhnya itu adalah kejelekkan yang begitu besar. Kalau seandainya seorang insan tidak membawa kejelekkan kecuali ini, niscaya itu sudah mencukupi. 

〰 Maka janganlah engkau merendahkan saudaramu muslim, jangan mencela dalam penampilan fisiknya, dalam hal pakaiannya, dalam cara berbicaranya, dalam perangainya atau selainnya. 〰

Saudaramu muslim itu haknya begitu besar atas dirimu. Maka engkau wajib menghormatinya dan memuliakannya. Adapun meremehkannya maka itu haram hukumnya. Tidak halal bagimu meremehkan saudaramu.

📑 Syarh Riyadh ash-Shalihin 4/257

Senin, 24 Februari 2020

Gelar, Ilmu dan Rahmat Allah

Saudaraku. Biasanya ketika ada mahasiswa bertemu dengan yang tidak kuliah, misalnya anak SMA atau SMP, dia mudah merasa dirinya lebih hebat. Padahal, bisa jadi anak SMA atau SMP yang ditemuinya itu orangnya jujur, dan tidak pernah mencontek seperti yang sering dilakukannya di kampus. 

Jadi, misalkan saudara memiliki gelar, bersyukurlah atas takdir Allah yang baik itu. Tapi tidak usah merasa mulia dengan gelar, sehingga jika tidak disebut saudara menjadi tersinggung atau terhina. Karena kemuliaan tidak diukur oleh gelar, tapi dengan ketakwaan. 

Kalau penyebutan gelar hanya membuat hati menjadi kotor, lebih baik tidak usah disebutkan. Kecuali jika tempatnya mengharuskan, sebutlah yang proporsional saja. Seperti ketika berada dalam sebuah forum. Kalau ditanyakan tentang pendidikan kita, cukup dijawab misalnya, ”Saya S-3.” Tidak usah ditambah lagi kalimatnya dengan, ”Anda belum tahu ya?" Tidak perlu! Karena gelar hanyalah topeng dunia. 

Atau, gelarnya mungkin tidak disebut, tapi bangganya lewat kata-kata. Misalkan menjelang lebaran ditelepon teman dari kampung, ”Kang, lebaran ini pulang?” Lalu dijawab, ”You pikir dong.” Kata temannya, ”Saya Cecep bukan Yuyuk.” ketika bertemu lebaran dikatakan lagi,"You paham? Di dalam fluktuasi globalisasi yang tersentralisir dengan status ekonomi yang heterogen.” Temannya langsung bingung. 

Nah, saudaraku. Gelar itu tidak salah. S-1, S-2, S-3, atau apa pun. Dikarenakan ilmu sama dengan harta, yakni netral. Yang tidak netral adalah merasa diri atau kotornya hati dengan gelar yang dipegang. Sehingga bukan berarti tidak boleh kuliah, saudara jangan salah paham. 

Masing-masing kita punya garis takdir. Misalnya ada yang bagiannya menjadi kaya, ada yang sedang, demikian juga ada yang kuliah dan ada yang tidak. Yang penting ketika mendapatkan takdirnya kita tetap merunduk. Jangan ujub, sombong, dan pamer! Kuliah bukanlah segaIa-galanya. Surga tidak ditentukan oleh kampus atau gelar. Kita semuanya hamba Allah.Teruslah merunduk. 

”Ada tiga hal yang merusak akhlak, jiwa, dan agama. Yaitu, pertama, kikir yang diikuti, kedua, nafsu yang diperturutkan, dan yang ketiga adalah ujub, heran kepada diri sendiri.” 
(HR. Thabrani) 

Pastinya orang berilmu yang merunduk itu lebih disukai Allah daripada yang ujub. Orang lain juga akan nyaman bergaul dengan yang berilmu dan tetap merunduk. Tinggi, luas maupun sedang ilmu yang dimiliki, yang penting kita terus memohon supaya dirahmati Allah. 

Orang yang dirahmati Allah, makin tinggi ilmunya akan makin merunduk. Seperti sering bertafakur. ”Ya Allah, hanya Engkau yang membuat saya bisa kuliah. Jika Engkau takdirkan saya jadi kambing, baru di depan kampus saja sudah diusir. Engkau takdirkan otak saya normal. Jika Engkau kurangi dua sendok saja sudah tidak bisa berpikir. Engkau takdirkan badan saya sehat dan dimudahkan saat ulangan. Jika Engkau mau, saat itu mudah saja bagi-Mu menakdirkan saya muntaber. Ya Allah, semuanya ini hanya rahmat dan fadhilah-Mu.” 

Hal ini bukan hanya untuk ilmu umum,tapi termasuk pula ilmu agama. Misalkan saudara lulusan perguruan tinggi agama, kalau tidak hati-hati gelar sarjananya bisa menjadi hijab tersendiri. Karena yang belajar ilmu agama belum tentu menjadi dekat dengan Allah, jika tujuannya bukan Allah. 

Misalkan ada yang ditanya tentang tujuan kuliah di perguruan tinggi agama, berkata, "Saya harus jadi sarjana agama, setelah itu harus jadi PNS. Ya, target saya di KUA.” Repot yang begini. KUA itu netral dan tidak salah, Tapi mengapa menjadikan PNS dan KUA sebagai tujuan hidup? Cukuplah Allah yang dituju, dan mohonkanlah rahmat-Nya. 

Atau misalkan di pengajian ada santri yang tersinggung, karena pisang goreng yang sudah diintainya diambil lebih dulu oleh santri lain. ”Ini orang, hafalan saya empat juz, kamu baru satu juz. Ke sinikan pisang gorengnya!” Tidak ada kaitannya hafalan dan pisang goreng. Jangan merasa mulia, spesial atau ujub dengan hafalan. 

Tentunya, dalam berdakwah juga harus berhati-hati. Seperti jangan merasa mulia dan hebat, karena sering diundang misalnya di kantor-kantor pemerintah. Lalu. menganggap rendah pendakwah di kampung yang pendengarnya lebih sederhana dan bawaannya ubi. Karena tempat berdakwah itu sama sekali bukan penentu naiknya derajat kita di sisi Allah. 

Nah, saudaraku. Gelar hanyalah topeng dunia, dan Ilmu Itu netral seperti harta. Dengan ilmu yang telah dikaruniai Allah, mari kita terus merunduk. Kita harapkan dan mohonkan rahmat Allah supaya selama mampir di dunia ini, hidup kita benar. Semoga dengan rahmat-Nya Itu, kita bisa selamat saat tiba waktunya untuk pulang.

KH. Abdullah Gymnastiar
23 Februari 2020

Rabu, 06 April 2016

Menjadi Pemaaf

Suplemen Pagi
Assalamualaikum Saudaraku,

Islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan memberikan posisi tinggi bagi pemberi maaf, karena sifat pemaaf merupakan sifat yang sangat luhur yang harus menyertai seorang muslim yang bertaqwa.
Allah berfirman, ”Orang-orang yang bertaqwa yaitu orang-orang menginfaqkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (Ali-Imron 132-133)
Rasulullah SAW bersabda “Wahai Uqbah, maukah kuberitahu tentang ahlak penghuni dunia dan akhirat yang paling mulia? Yaitu orang yang menyambung hubungan persaudaran kepada saudara yang memutuskan hubungan dengannya, orang yang memberi kepada orang yang tidak mau memberinya dan orang yang memaafkan kepada orang yang mendzaliminya” (HR. Ahmad dan Al–Hakim).

Semoga Allah memuliakan derajat kita di dunia dan akhirat dengan menjadi hambaNya yang pemaaf.

Wassalamualaikum,

Ustadz Dave Ariant Yusuf
5 April 2016

Sabtu, 19 Maret 2016

Pengangkat Derajat Tercanggih

Saudaraku, Alloh akan angkat derajat seseorang karena kebaikannya.

Kalau kebaikannya masih kurang, maka Alloh timpakan ujian hidup.

Ujian hidup adalah pengangkat derajat tercanggih bagi hamba.

Kullu sai’in sababa.
Segala sesuatu terjadi pasti ada sebabnya.

Asbab terangkat derajat seseorang adalah amal kebaikannya.
Asbab tercanggih terangkat derajat seseorang adalah ujian hidup.

Alloh angkat derajat seorang hamba karena ilmunya.
Kalau kurang tinggi, diangkat lagi, dengan kemuliaan akhlaknya.
Kalau kurang tinggi, diangkat lagi, dengan amal ibadahnya.
Kalau kurang tinggi, diangkat lagi, dengan kebersihan hatinya.
Kalau masih kurang tinggi, diangkat lagi ke tempat tertinggi.
Dengan asbab ujian hidup yang menimpanya.

Bila Alloh akan angkat derajat seorang hamba, sedangkan amalnya belum cukup untuk sarana angkatnya,
maka Alloh timpakan ujian sebagai sarana angkatnya. (hikmah)

Bila Alloh akan jadikan seorang hamba baik,
maka pasti akan diuji dulu. (hadis)

Renungan:

Nabi Yusup AS itu punya nasab atau keturunan nabi yang kuat. Bapaknya adalah nabi Yakub AS. Kakeknya adalah nabi Ishak AS. Buyutnya adalah Ibrahim AS. 

Alloh angkat derajat Yusup AS menjadi bendahara kerajaan mesir, melalui deretan ujian hidup yang berat. Ujian pertama dicemplungkan ke sumur. Belum cukup, diuji lagi, Yusup AS dijual sebagai budak. Belum cukup, diuji lagi, Yusup AS dipenjara selama tiga belas tahun. Setelah itu Alloh angkat derajat Yusup AS jadi bendahara kerajaan. Yusup AS bisa menghindarkan bani Israel dari kelaparan karena kemarau panjang.

Graha Pencerah Jiwa

Ustadz Nanang Iskandar Muda
Jumat, 18 Maret 2016

Kamis, 15 Mei 2014

Semangatnya Orang-Orang Beriman

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku tercinta fillah, orang-orang beriman selalu semangat BERIBADAH, BERAMAL SHOLEH dan BERAKHLAK MULIA:

1. IKHLAS, benar benar ingin RIDHO ALLAH, buahnya "istimroriyyah" terus menerus disiplin taat (QS 98:5).
2. Tahu benar hidup di dunia sesaat dan akan hidup di akhirat selama-lamanya (QS 2:259),
3. Sangat rindu dengan rahmat kasih sayang ALLAH, 
"Sesungguhnya rahmat ALLAH sangat dekat dengan hamba-hamba ALLAH yang terus semangat taat dan berbuat baik" (QS 7:156),
4. Memang hobbynya orang beriman itu "Fastabiqul khoiroot" (QS 2:148),
5. Semakin banyak ingat mati, semakin semangat taat, Rasulullah bersabda, "Umatku yang paling cerdas adalah umatku yang paling banyak ingat mati lalu mempersiapkan hidup setelah mati",
6. Penyesalan luar biasa akibat ma'siyat yang diperbuat di dunia, 
"Dan jika sekiranya kamu melihat siksa yang dirasakan orang-orang yang berbuat dosa selama di dunia menundukkan kepalanya dihadapan Tuhannya, mereka berkata dengan penuh penyesalan, "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, niscaya kami akan mengerjakan amal sholeh, sesusungguhnya kami sudah yaqin" (QS 32:12),
7. Kangen rindu Rasulullah dengan menteladaninya (QS 33:21),
8. Sangat amat takut ma'siyat karena tahu akibatnya (QS 6:15),
9. Sungguh hanya dengan ISTIQOMAH pertolangan ALLAH akan terjadi (QS 41:30-32),
10. Kebahagiaan hakiki hanya dengan KESUNGGUHAN BERIMAN dan TAAT (QS 10:62-64).

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita hambaNya yang selalu rindu akan RidhoNYA dan SyurgaNya...aamiin.


Ayo siap-siap berjamaah subuh di Rumah Allah duhai sahabatku pria mu'min.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
14 Mei 2014

Selasa, 04 Februari 2014

Tanda-Tanda Hamba Yang Dirahmati Allah SWT

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, hakikat seorang hamba yang dirahmati Allah hanya Allah yang mengetahuinya, tetapi tanda-tanda bisa diperhatikan:
  1. Taubatnya sungguh-sungguh,
  2. "Waro" taat dan berhati hati dengan Syariat Allah.
  3. Hobbynya ibadah, terutama tahajjud, dan berjamaah di mesjid,
  4. Semangatnya dalam tadabur Alqur'an dan As Sunnah,
  5. Istiqomah dalam menghidupkan sunnah Rasulullah,
  6. Wajah yang menyenangkan, murah senyum,
  7. Dermawan, "arro'fu" belas kasih kepada dhuafa dan pembela mustadhafiin,
  8. Akhlaknya mulia, terutama rendah dan tutur katanya santun dan jujur,
  9. Namun tidak kehillangan sifat sikap tegas beraninya menegakkan yang HAQ,
  10. Mencintai ulama dan umat Rasulullah,
  11. Kuat doanya, baik sangka dan pantang berkeluh,
  12. Sibuknya dalam koreksi diri, sama sekali tidak tertarik pada aib saudaranya,
  13. Mudah menangis karena Allah karena rindunya kepada Allah dan RasulNya.

SubhanAllah Semoga salah satu tanda itu ada pada kita, hai sahabatku tercinta...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Februari 2014

Kamis, 12 Desember 2013

Sikap TAWADHU

Jangan merasa mulia dengan menjadi tua, karena belum tentu bisa bersikap dewasa.

Jangan merasa mulia dengan banyak ilmu karena belum tentu banyak mengamalkan ilmunya.

Jangan merasa mulia dengan banyak amal, karena belum tentu diterima Alloh, amal-amal yang tak ikhlas.

Jangan merasa mulia dengan dipuji dan dikagumi banyak orang, karena kemuliaan yang sesungguhnya bila dipuji dan dicintai Alloh.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 November 2013

Senin, 11 Februari 2013

Tetap Istiqomah Berbuat Baik

Jangankan berbuat jahat, kita berbuat baik pun pasti ada saja orang yang gak suka.

Ga usah diambil pusing. Tetap istiqomah berbuat baik and bersyukur karena mereka secara sadar atau gak sadar udah ngasih pahala amal kebaikannya ke kita. 

Bahkan kalau yang mereka katakan berupa kritikan, sebenarnya kita mesti berterimakasih karena mereka udah jadi orang yang peduli dengan apa yang kita lakukan. Yang ngasih tau kekurangan kita yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita.

Selebihnya biarlah Allah SWT yang mengurus mereka.

Positive Thinking - always....

Erwin Teguh Arujisaputra
11 Februari 2013

----------------------------------------

Sebagai bahan renungan,

Rasulullah SAW mempunyai 1 kebiasaan yaitu setiap pagi menyuapi seorang pengemis Yahudi yang buta, yang selalu berteriak menghina dan menghujat Rasulullah SAW sepanjang hari. Sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah Rasulullah SAW wafat, Abubakar RA pergi ke pengemis tersebut untuk menggantikan kebiasaan Rasulullah SAW menyuapinya.

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik,"Siapakah kamu?!!"

Abubakar RA menjawab,"Aku orang yang biasa menyuapimu."

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku!", bantah si pengemis buta itu.

Pengemis Yahudi itu mengatakan yang biasa membawakan makanan dan menyuapinya jauh lebih lembut dan sabar dalam menyuapi. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu bahwa dirinya memang bukan orang yang biasa datang. Dia mengatakan bahwa dirinya hanya salah satu dari sahabat orang yang biasa datang, dia datang menggantikan karena orang yang biasa datang itu telah meninggal.

Kemudian Abubakar RA memberitahu pengemis itu bahwa orang yang biasa datang itu adalah Nabi Muhammad yang selalu dihujat pengemis itu. Pengemis Yahudi itu pun kaget dan menangis. Dia mengaku malu dan tidak menyangka orang yang selalu dihujatnya adalah Rasulullah SAW, orang yang setiap hari memberinya makan dan menyuapinya dengan lembut dan sabar,"Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikit pun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia...."

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

IsLam itu Indah Saudara-Saudaraku....

Selasa, 20 November 2012

Mengapa Wanita Mu'minat Berjilbab

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabat sholeh sholehahku, ada hal yang membuat kalian tidak nyaman tetapi wajib kusampaikan karena sayangku pada kalian karena ALLAH.


Inilah diantara alasan "Mengapa Wanita Mu'minat Berjilbab":

1. Tujuan hidup seorang mu'min adalah Keridhoan Allah,"Ath thooah baabur ridho" taat berjilbab itu pintu diantara pintu keridhoan Allah.
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri mu'minin,"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak mudah di ganggu." (QS Al Ahzab:59) 
2. Taat Rasulullah,"Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah haidh, tidak boleh baginya menampakkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja" (Muttafaqun alaihi), 

3. Karena ingin selamat di akhirat, sungguh siksa pedih bagi mereka yang buka auratnya di akhirat, "…Para wanita yang berpakaian tapi telanjang (tipis atau tidak menutup seluruh aurat), berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (HR. Abu Dawud), 

4. Ingin amal ibadah diterima, ”Tidak diterima shalat perempuan yang sudah haidh (balighah) kecuali dengan menutup auratnya" (HR Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Maja),
 
5. Pembeda dirinya dengan yang lain dan sebagai syiar wanita mu'minat (QS Al Ahzab:59),


6. Selamat dari tipudaya syetan, 
"Maka Syaitan membisikkan fikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya yang tertutup dari mereka yaitu auratnya .." (QS Al A'raf:20),

7. Auratku hanya untuk yang Allah halalkan, (QS An Nur:31). 


So jangan jadi alasan atau contoh wanita berjilbab yang berakhlak buruk, itu wanita yang belum faham dan beriman utuh ajaran Islam. Teladanilah wanita mu'minat yang berjilbab dengan kemuliaan akhlak. Dan inilah jilbab sempurna.

"Semoga sahabat wanita yang belum berjilbab suatu saat kalian atas hidayah Allah menutup aurat kalian...aamiin". Sebarkan ini sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham

7 November 2012


Diperbarui 28 Mei 2013
Diperbarui 8 April 2017

Jumat, 23 Maret 2012

Mengenali Diri Sendiri

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabaku tercinta fillah kenalilah siapakah diri kita?,

1. "Shifrun" : Adanya anda dan tidak adanya anda, orang sekitar anda biasa-biasa saja, tidak gembira dan tidak sedih. Biasanya ini terjadi pada orang yang tidak peduli lingkungan, tidak berjamaah di mesjid, kurang shilaturrahm dsb.

2. "Faasid" : Adanya anda orang menjadi takut, benci dan saat anda tidak ada, orang sekitar anda senang sekali. Seperti koruptor, preman, pemarah, tukang gossip or fitnah.

3. "Naafi": Adanya anda semua bahagia dan saat anda tidak ada, sekitar anda rindu dan sedih. Inilah pribadi mu'min itu "Anfauhum linnaas" berguna dan sangat menyenangkan bagi keluarga, sahabat dan semua, laksana bulan di tengah malam, sebagaimana sabda Rasulullah, "orang terbaik di antara kalian adalah orang yang terbesar terbanyak manfaat untuk orang-orang sekitar kalian",

SUBHANALLAH indahnya pribadi mu'min itu,"Allahumma ya ALLAH jadikanlah kita sebagai hamba-hambamu yang berakhlak mulia dan yang bermanfaat untuk keluarga, lingkungan, sahabat dan umat manusia...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
28 Februari 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...