Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Januari 2018

Salaman Bukan dengan Mahramnya


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Simaklah Kalam Allah ini duhai hamba-hamba Allah yang ingin selamat dunia akhirat,
”Katakanlah (wahai Muhammad) kepada lelaki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka (dari memandang wanita yang bukan mahram), dan menjaga kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya ALLAH amat mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka, dan menjaga kehormatan mereka."(QS An Nur 30-31).
'Aisyah radhiyallahu 'anha, berkata, "DEMI ALLAH, tiadalah pernah tangan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menyentuh tangan wanita walau sekali. Dan tiadalah beliau memba'iat kaum wanita, kecuali hanya dengan ucapan" (HR Muslim).

Rasulullah bersabda, "Andaikan ditusukkan ke kepala salah seorang diantara kalian dengan jarum besi, yang demikian itu lebih baik daripada dia harus menyentuh wanita yang tidak dibolehkan baginya" (HR Imam Thabrani).

DEMIKIANLAH AJARAN ISLAM MEMULIAKAN KEDUDUKAN WANITA dengan TIDAK MENYENTUH MEREKA KECUALI yang TELAH DIHALALKAN ALLAH, SUBHANALLAH.

Jihad kita adalah meninggalkan apa yang menjadi kebiasaan kita untuk hidup dalam KEMULIAAN ISLAM.

Allahumma ya Allah tetapkan hidup kami dalam ketaqwaan kepada-Mu dan keni'matan istiqomah, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 Januari 2018

Selasa, 17 Oktober 2017

Keutamaan Mengasuh Anak Perempuan Dalam Syariat Islam


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah keutamaan mengasuh anak perempuan dalam Syariat Islam :

Pertama.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya Syurga dan membebaskannya dari neraka.” (HR Muslim 2630).

Kedua.
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku.” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau) (HR Muslim 2631).

Allahumma ya Allah berkahi anak-anak kami, dan berilah kami kekuatan amanah untuk menjaga mereka...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Oktober 2017

Jumat, 20 September 2013

Jilbab Lahir Bathin

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Sahabatku Islam agama menuntun wanita pada harkat derazat kemuliaan, bahkan ada surah khusus untuk wanita, surah An Nisa.

Islam menuntun wanita mu'minat untuk menutup auratnya kecuali kepada yang Allah halalkan untuknya.
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, dan tidak mudah diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (QS al-Ahzab:59).

Tentu jilbab lahir bathin, jilbab dengan kemuliaan akhlaknya yang menjadi contoh terbaik, bukan berjilbab tetapi buruk akhlaknya. Hukumnya wajib dan haram, berdosa dan adzab akhirat kelak bagi yang tidak melaksanakannya.


Wasiat Rasulullah, “Wahai Asma’ sesungguhnya perempuan itu jika telah baligh tidak boleh menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil menunjuk telapak tangan dan wajahnya.”(HR. Muslim), 

 
dan ancaman siksa bagi yang tidak memperdulikan,
“Ada dua gol manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian” (HR. Imam Muslim).

WANITA BERLENGGAK-LENGGOK TIDAK AKAN MENCIUM BAU SYURGA, lantas bagaimana promotornya, yang memberi izinnya, apalagi sampai memperjuangkannya agar terselenggara, alangkah besarnya dosanya. INGAT HIDUP INI TIDAK LAMA, TAKUTLAH HARI AKHIRAT YANG KITA AKAN HIDUP SELAMA-LAMANYA, HARI DIBALAS SEMUA AMAL PERBUATAN!

"Allahumma ya Allah berilah hidayah presiden kami, para pengemban amanat rakyat negeri yang beradab ini dari permainan tipudaya dunia, tipu muslihat orang tidak beriman dan syetan yang terkutuk, lindungilah negeri kami dari murka adzabMu...aamiin".

Dari Anak bangsa yang cinta negerinya dan yang merindukan pemimpin yang sangat takut kepada Allah. Sebarkan ini sahabatku demi keberkahan negeri tercinta ini.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 September 2013

Selasa, 20 November 2012

Mengapa Wanita Mu'minat Berjilbab

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabat sholeh sholehahku, ada hal yang membuat kalian tidak nyaman tetapi wajib kusampaikan karena sayangku pada kalian karena ALLAH.


Inilah diantara alasan "Mengapa Wanita Mu'minat Berjilbab":

1. Tujuan hidup seorang mu'min adalah Keridhoan Allah,"Ath thooah baabur ridho" taat berjilbab itu pintu diantara pintu keridhoan Allah.
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri mu'minin,"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak mudah di ganggu." (QS Al Ahzab:59) 
2. Taat Rasulullah,"Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah haidh, tidak boleh baginya menampakkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja" (Muttafaqun alaihi), 

3. Karena ingin selamat di akhirat, sungguh siksa pedih bagi mereka yang buka auratnya di akhirat, "…Para wanita yang berpakaian tapi telanjang (tipis atau tidak menutup seluruh aurat), berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (HR. Abu Dawud), 

4. Ingin amal ibadah diterima, ”Tidak diterima shalat perempuan yang sudah haidh (balighah) kecuali dengan menutup auratnya" (HR Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Maja),
 
5. Pembeda dirinya dengan yang lain dan sebagai syiar wanita mu'minat (QS Al Ahzab:59),


6. Selamat dari tipudaya syetan, 
"Maka Syaitan membisikkan fikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya yang tertutup dari mereka yaitu auratnya .." (QS Al A'raf:20),

7. Auratku hanya untuk yang Allah halalkan, (QS An Nur:31). 


So jangan jadi alasan atau contoh wanita berjilbab yang berakhlak buruk, itu wanita yang belum faham dan beriman utuh ajaran Islam. Teladanilah wanita mu'minat yang berjilbab dengan kemuliaan akhlak. Dan inilah jilbab sempurna.

"Semoga sahabat wanita yang belum berjilbab suatu saat kalian atas hidayah Allah menutup aurat kalian...aamiin". Sebarkan ini sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham

7 November 2012


Diperbarui 28 Mei 2013
Diperbarui 8 April 2017

Kamis, 08 Maret 2012

Kemuliaan Wanita

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

”Katakanlah (wahai Muhammad) kepada lelaki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka (dari memandang wanita yang bukan mahram), dan menjaga kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya ALLAH amat mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka, dan menjaga kehormatan mereka" (QS 24:30-31). 
Aisyah radhiyallahu 'anha, berkata, "DEMI ALLAH, tiadalah pernah tangan Rasululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menyentuh tangan wanita walau sekali. Dan tiadalah beliau memba'iat kaum wanita, kecuali hanya dengan ucapan" (HR: Muslim). 

Rasulullah bersabda,"Andaikan ditusukkan ke kepala salah seorang diantara kalian dengan jarum besi, yang demikian itu lebih baik daripada dia harus menyentuh wanita yang tidak dibolehkan baginya" (HR Imam Thabrani). 

DEMIKIANLAH AJARAN ISLAM.
MEMULIAKAN KEDUDUKAN WANITA dengan TIDAK MENYENTUH MEREKA KECUALI yang DIHALALKAN ALLAH.

SUBHANALLAH, Saatnya sahabatku tercinta fillah untuk mengamalkannya walau awalnya terasa berat, insya ALLAH akan terbiasa dalam KEBERKAHAN TAAT...aamiin.


Semoga ALLAH memberkahi semua jamaah zikir... AAAMIIN.

Abang mencintai kalian karena ALLAH.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
15 Februari 2012


Diperbarui 31 Mei 2015

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...