Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2015

SEMANGKA BERBUAH HIDAYAH

Kisah, Imam Syaqiq Al Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Ketika disantapnya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar.

Sang istri pun marah.

Imam Syaqiq menanggapi amarah istrinya itu, beliau bertanya dengan halus, "Kepada siapa kau marah? Kepada pedagang buah itu? Kepada pembelinyakah? Kepada petani yang menanamnya? Atau yang Menciptakan Semangka itu ?" tanya Imam Syaqiq.

Istri beliau terdiam. Sembari tersenyum, imam Syaqiq melanjutkan, "Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik. Seorang pembeli pasti membeli sesuatu yang terbaik pula. Seorang petani tentu merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik. Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa tidak lain kepada yang Menciptakan semangka itu."

Nasehat Imam Syaqiq menembus sanubari hati sang istri. Sang istri terperangah. Terlihat butiran air mata menetes di kedua pelupuk matanya.

"Bertaqwalah wahai istriku. Terimalah apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya."

Senin, 31 Agustus 2015

Kenikmatan Ibadah vs Kenikmatan Maksiyat

SubhanAllah walhamdulillah dua keni'matan yang tidak bisa bertemu adalah keni'matan ibadah dengan keni'matan ma'siyat.

Hamba ALLAH yang "fil istigroq" tenggelam dalam ni'matnya sholat akan tidak berfikir untuk ma'siyat kecuali semangat muhasabah diri dan semangat amal sholeh. Sebaliknya kalau asyik ma'siyat, sulit berat untuk ibadah kecuali terpaksa, rasa malas, ingin cepat selesai, suka sekali mengulur waktu sholat dan mengerjakan hanya sekedar-sekedar saja.

Allahumma ya ...Allah tancapkan di hati kami kekuatan dan kelezatan iman, ya Allah hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah, semangat amal sholeh dan muhasabah diri, ya Allah selamatkanlah diri kami dari kemusyrikan, kekufuran, kefasiqan, kemunafikan dan keinginan ma'siyat, ya Allah terus dan teruslah bimbing kami dengan hidayah, taufiq dan irsyadMu...AAMIIN.


Jazaakumullah ya akhi Salim Fillah atas nasehat antum untuk abang dan kami semua.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
30 Agustus 2015


Sabtu, 15 Agustus 2015

Doa Agar Segera Mau Menerima Hidayah

Bagaimana kita mengobati anak atau keluarga yang tersesat (suka maksiat atau tidak taat pada Allah & Rasulullah) serta keras kepala tidak mau menuruti nasehat orang lain/orang tua?

Kita mendoakan mereka agar segera mau menerima hidayah dari Allah dengan cara banyak membaca ayat ini:

وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Wa aṣliḥ lī fī dhurrīyyatī innī tubtu ilayka wa innī min al-muslimīn
"Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau & sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Al Ahqaf 15),


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanā hab lanā min azwajinā wa dhurriyyatinā qurrata `ayun wa’ja’lnā lilmuttaqīn imamā
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa" (Al Furqan 74)

أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ أَمِِيْن يا مجيب السائلين

Sebarkan Jika Bermanfaat.

Salam,

Ustadz Fauzi Ichsan

Selasa, 11 Agustus 2015

Da'wah Itu "Mua'syarah"

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhaanAllah walhamdulillah sahabatku, da'wah itu "mua'syarah".
Bersahabat, berteman, bergaul, tanpa merasa diri paling suci.
"Jangan kalian merasa paling suci karena Allah mengetahui siapa yang paling bertaqwa" (QS An Najm 32).
"Yahtalithun walaakin tamayyajuun" bergabung, bergaul tetapi tetap terjaga izzah Islamnya.

Karena itu jangan pernah mencaci maki orang yang berbuat dosa, boleh jadi kemudian ia meraih rahmat hidayah Allah, sehingga dicintai Allah karena taubatNya.

Sungguh kegelapan tidak akan pernah terang dengan caci maki.

Bawakanlah lentera cahaya da'wah dengan kasih sayang dan kesabaran.

Doakan dan teruslah berda'wah dengan santun.

Sungguh sahabatku, kasih sayang, rendah hati, perhatian yang tulus itu terbaca dalam bahasa tubuh.

Demikian pula sombong terbaca dalam sorot mata.

"Ad Diinu an nashiihah" agama itu nasehat, demikian wasiat Rasulullah.

Itulah membuat kita senang dengan saling menasehati, baik menerima maupun menyampaikan dalam kebenaran, dan penuh kesabaran.

Dan tentu akan lebih mengesankan bila disampaikan dari hati yang tulus penuh cinta karena Allah dan istiqomah.

Sehingga sepulangnya dari da'wah, semua ingin mengamalkannya, kangen, rindu, ingin kembali berjumpa dengannya.

Da'wah dengan akhlak lebih menyentuh daripada dengan lisan.

Apalagi da'wah lisannya disertai kemuliaan akhlaknya lebih menyentuh lagi.

Dan di penghujung malamnya, selalu ia sertakan sahabatnya dalam munajatnya.
Itulah fiqh da'wah, ketika berda'wah.

Dan menjadi power of da'wah yang akan membawa perubahan, hijrah menuju Cahaya Allah, insyaa_Allah.

Semoga Allah selalu berkahi persahabatan dan harakah da'wah kita... AAMIIN.

I love you all karena Allah duhai sahabat FBku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Agustus 2015

Selasa, 04 Agustus 2015

Nasehat Kiai Ahmad Daerobi

SubhanAllah walhamdulillah, duhai sahabat sholehku.

Abang mengajak kalian semua untuk merenungi nasehat yang sangat dalam menyentuh.
Menyadarkan betapa utamanya ukhuwah imaaniyah itu.

Saling menghormati, saling memahami, saling mendukung, saling membela karena semua dalam barisan perjuangan yang sama membawa bendera Laa ilaaha illaah Muhammadurrosuulullah.

Simaklah nasehat Kiai Ahmad Daerobi, guru pondok pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur :
“Diam-diam ternyata saya menyukai semangat FPI dalam memberantas kemunkaran.
Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam aksi mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang takut dan tak peduli dengan kemunkaran yang merajalela.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat dan ketulusan Jamaah Tabligh dalam meramaikan sholat berjemaah di masjid.
Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam tindakan sebagian mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang tidak melakukan apa-apa saat tetanggaku banyak yang tidak sholat.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat Hizbut Tahrir dalam membangun khilafah.
Saya tahu, ada yang salah dalam sebagian konsep khilafah mereka.
Namun, kesalahakanku yang tak mau berbuat apa-apa untuk penegakan syariat Islam, jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Diam-diam ternyata saya menyukai cara berpolitik orang-orang PKS.
Saya tahu, mereka banyak dihuni oleh tokoh-tokoh di luar Nahdlatul Ulama.
Dan yang namanya partai politik pasti cukup banyak kesalahan oknum mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku memilih partai yang cenderung sekuler dan anti penerapan syariat Islam.

Bahkan, diam-diam ternyata saya juga suka dengan keberanian Al-Qaidah dalam melawan kezaliman politik Amerika dan Israel.
Aku tahu, mereka melakukan beberapa kesalahan, tapi kesalahanku yang tidak peduli dengan nasib umat Islam jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Dan, dengan terang-terangan saya menyatakan sangat mengagumi Nahdlatul Ulama.
Yakni, NU yang sesuai dengan pandangan Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari.
Bukan NU yang menjadi kendaraan politik.
Bukan NU yang dipenuhi kepentingan pragmatis.
Bukan NU yang menjadi pembela Syiah dan Ahmadiyah.
Bukan NU yang melindungi liberalisme.
Dan, bukan NU yang menjadikan Rahmatan Lil Alamin sebagai justifikasi untuk ketidakpeduliannya terhadap perjuangan penegakan syariat”.

Sungguh nasehat ini tidak akan keluar kecuali dari seorang yang sangat kuat imannya, alim, waro', zuhud yang tujuannya hanya Allah, RasulNya, oerintasinya akhirat dan demi keberkahan kemaslahatan umat.

Jazaakumullah kiai Ahmad Daerobi yang mulia, semoga Allah memberkahi pak Kiai.
Dan nasehat ini menyadarkan dan menyatukan kami semua dalam barisan perjuangan yang sama... Aaamiin.

Abang sayang kalian duhai para sahabat FBku seiman karena Allah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
3 Agustus 2015

Jumat, 17 April 2015

Nasehat Sampai 7x

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 

Dulu waktu abang di pesantren, ayahanda KH Mahrus Amin selalu mengulang-ngulang nasehat beliau. Dalam setiap pertemuan bahkan dalam pertemuan itu nasehat yang sama bisa sampai tujuh kali beliau mengulangi. "Sebesar kesadaranmu sebesar itulah keuntunganmu, semakin cepat sadar maka semakin banyak keuntungan yang kalian raih", inilah nasehat yang berulang-ulang itu yang akhirnya masuk ke hati kami para santri beliau. Boleh jadi batu pecah bukan karena pukulan ke seratus kalinya, tetapi karena banyak dipukul, maka setiap pukulan andil memecahkan keras batu itu. Demikianlah nasehat yang disampaikan berulang-ulang.
”Dan tetaplah memberi peringatan karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman" (QS Adz Dzaariat 55).
Rasulullah mencontohkan pada para sahabat beliau dengan nasehat yang berulang-ulang agar para sahabat ingat dan senang mengamalkannya. Dari Abu Umamah, ia berkata : Seandainya aku tidak mendengar dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam sampai tujuh kali, maka aku tidak menyampaikan sabda beliau : “Idza tawadhdha-ar rajulun kamaa amara dzahabal itsmu min sam’ihi wa basharihi wa yadaihi wa rijlaihi” Barang siapa berwudhu sebagaimana yang diperintahkan, niscaya akan gugur dosanya dari pendengarannya, penglihatannya, dua tangannya dan dua kakinya'. (HR Imam ath Thabrani). 

So karena itulah abang tidak akan bosan-bosan mengulang-ngulang oase hikmah nasehat peringatan untuk diri abang dan untuk kalian sahabatku tercinta agar kita "ngeh" sadar, insyap, lalu senang semangat mengamalkannya. Diantara yang selalu abang ulang adalah "Sahabatku, jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu lebih dahulu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam". 

Sungguh hidup ini hanya bahagia bila kita hidup dengan Sunnah Rasulullah...insyaAllah, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 April 2015

Rabu, 08 April 2015

Karakteristik Hamba Beriman

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 

Sahabat sholehku, sungguh karekteristik hamba beriman setelah disibukkan dengan ibadah dan da'wah adalah muhasabah diri. Cita-citanya adalah wafat dalam keadaan terbaik, husnul khotimah, karena itu hari ini harus lebih baik dari kemaren, besok lusa lebih baik dari hari ini. Maka iapun terus meningkatkan imannya dengan tekun mempelajari Alqur'an dan As Sunnah, hadir di majlis ilmu dan zikir, bersahabat dengan sahabat yang lebih sholeh dari dirinya, "Jadilah hamba Allah yang selalu bersama Allah, kalau tidak mampu maka mendekatlah kepada sahabat yang selalu mendekat kepada Allah karena mereka mengajakmu ke Jalan Allah". 

Dan tidak ada jalan terindah dari semua jalan ilmu adalah duduk bersama menatap mendengar menyimak nasehat guru ulama yang istiqomah. Menatapnya membangkitkan semangat taqwa, mendengarnya menjadi rendah hati, dan menyimaknya membuat semakin mencintainya karena Allah. Itulah pertemuan penuh berkah Allah yang akan mendapat perlindungan Allah di akhirat kelak, "bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah". Hidup pun jadi bahagia dan semangat memperbaiki diri, "Tiada yang paling aku suka kecuali perbaikan dan kebaikan" (QS Hud 88). 

Allahumma ya Allah senangkan hamba dengan perbaikan, nasehat, mencintai dan dicintai ulama dan jalan yang membuat hamba semakin mendekat kepadaMu...aamiin. 


Bersama guru yang sangat abang cintai karena Allah, Al Walid ayahanda KH Mahrus Amin sedang menasehati abang.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
7 April 2015

Selasa, 24 Maret 2015

Ad Diinu An Nashihah

SubhanAllah walhamdulillah sahabat sholehku, apa khabar? Semoga kalian senin pagi ini dalam berkah Allah selalu...aamiin. Sekarang abang di ruang tunggu pemberangkatan menuju Tulang Bawang Lampung. Mohon pamit dan doa kalian duhai sahabat sholehku. 

Rasulullah bersabda, "Ad Diinu an nashihah" agama itu nasehat. Karena itulah abang senang dinasehati dan senang pula menyampaikan nasehat, saling menasehati dalam kebenaran, dalam kesabaran dan dalam berkasih sayang. Abang sempatkan menulis renungan sebelum berangkat, semoga bermanfaat.

Ketahuilah sahabatku, bahwa hamba Allah yang selalu berzikir itu sangat senang beribadah, senang sholat di awal waktu, berjamaah, di mesjid, senang sholat tahajjud, sholat dhuha, jaga wudhu dst.

Kalau senang ibadah maka akhlaknyapun menjadi mulia, ikhlas, sabar, syukur, waro' (sangat taat dan berhati hati dengan Syariat Allah), zuhud (cari dunia untuk akhirat), dst.


Kalau senang ibadah maka iapun semangat beramal sholeh, berikhtiar mencari rizki yang halal, dermawan, shilaturahm dst.

Kalau senang ibadah maka iapun senang berda'wah mengajak saudaranya untuk selalu taat dan selalu mengingatkan dahsyatnya suasana akhirat.

Kalau senang ibadah maka iapun berani berjihad. Hatinya terpaut bersama para mujahidin dalam harakah Syariat Allah. Karena itu zikir dan jihad tidak dapat dipisahkan. 
"Hai hamba hamba Allah yang beriman jika kalian menjumpai musuh yang menyerang kalian, hadapilah dengan segala kekuatan kalian dan teruslah berzikirlah kepada Allah niscaya kalian akan menang" (QS Al Anfal 45).

Kalau senang ibadah maka iapun sibuk asyik muhasabah dirinya, 
"Tiada yang paling aku sukai kecuali perbaikan dan kebaikan" (QS Hud 88).
Karena itulah zikir, ibadah, akhlak, amal sholeh, da'wah, jihad dan muhasabah diri adalah kesatuan utuh yang memang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. 

Allahumma ya Allah berkahilah persahabatan dan harakah da'wah kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
23 Maret 2015

Kamis, 22 Mei 2014

Jangan Pernah Meremehkan Kematian

SubhanAllah sahabat sholehku, tidak ada nasehat yang lebih hebat dari pada kematian yang sebentar lagi akan menghampiri setiap kita. Abang sisipkan foto rumah kaya dan miskin yang akhirnya berakhir dalam tempat yang sama, yaitu galian dua meter. Ini mengingatkan kita peringatan Rasulullah, "Yang mengikuti mayat itu ada tiga, yaitu: Keluarganya, hartanya, dan amal perbuatannya, yang dua kembali dan yang satu tetap bersamanya yaitu keluarga dan harta bendanya kembali dan amal perbuatannya tetap mengikutinya" (HR Bukhari Muslim).

 
Mumpung masih ada sisa umur, jangan pernah meremehkan kematian yang membuat kita meninggalkan dunia ini dan berpisah dengan keluarga kita selama lamanya.

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami, berilah pada kami kesempatan bertaubat sebelum kami wafat, meraih rahmatMu saat-saat kami wafat, mendapat ampunanMu setelah kami wafat, dan wafatkan kami HUSNUL KHOTIMAH...aamiin.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu dulu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam, duhai para sahabat FBku yang merindukan RIDHO dan SYURGA ALLAH..aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Mei 2014

Sabtu, 30 Maret 2013

Nasehat al Waalid Syehk Uzairon Thoifur Abdullah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah kusampaikan untuk keluargaku dan para sahabat FBku tercinta nasehat-nasehat al Waalid Syehk Uzairon Thoifur Abdullah,

1. Sungguh seorang mu'min yang sangat mengenal Allah maka tidak ada lagi yang ia paling cintai dan paling ia takuti kecuali Allah, inilah ENERGI KEINDAHAN TAAT karena rindunya pada RIDHO dan SYURGANYA,

2. Orang ma'siyat seperti orang terjun bebas senang melayang layang tetapi kemudian terhempas hancur lebur,

3. Bila hidayah iman belum masuk ke hati seseorang maka dunia baginya sangat amat indah,

4. Rasulullah mengkhabarkan pada mereka yang senang mendoakan para sahabatnya, maka para Malaikat pun mendoakannya,

5. Tidur dalam Sunnah nabi lebih baik daripada melek bangun tidak dalam bersunnah,

6. "Siapa yang memikirkan orang lain agar meraih hidayah Allah, ia pun berda'wah untuk orang itu, maka Allah pun memberi hidayah kepadanya",

7. Rasulullah bersabda, "Sungguh para penyayang akan disayang Maha Penyayang".

SubhanAllah inilah diantara nasehat nasehat beliau, semoga memberi manfaat hikmah untuk diriku, keluargaku dan kalian sahabat FBku...insyaAllah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 Maret 2013

Rabu, 24 Oktober 2012

Nasehat Rasulullah Tentang Wafat

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.  

Sebelum rehat malam ini kuajak diriku dan kalian sahabatku untuk merenungi nasehat Rasulullah,
“Sungguh jika diantara kalian telah wafat, diperlihatkan padanya tempatnya kelak setiap pagi dan sore, jika ia penduduk sorga maka diperlihatkan bahwa ia penduduk sorga, jika ia penduduk neraka maka diperlihatkan bahwa ia penduduk neraka, dan dikatakan
padanya: inilah tempatmu. Demikian hingga kau dibangkitkan ALLAH di hari Qiamat” (Shahih Bukhari). 


Alhamdulillah yang membuat kita bahagia saat ini sebelum tidur di alam kubur, kita masih diberi kesempatan untuk berTAUBAT, berIBADAH, berAMAL SHOLEH dan menebarkan kebaikan, sekalipun waktu yang ALLAH berikan terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal selama-lamanya di Akhirat kelak. Jangan sia-siakan lagi sisa hidup ini sahabatku. Berwudhu, berdoa, berzikirlah sebelum tidur, sebelum wafat husnul khotimah ...insya ALLAH, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 Oktober 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...