Tampilkan postingan dengan label wudhu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wudhu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2018

Amalan Ringan Saat Terbangun di Malam Hari

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَن تَعارَّ من الليل فقال: لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ، ثم قال: اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي – أو دعا – استُجِيبَ له، فإنْ توضأ وصلى قُبِلتْ صلاتُه

“Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca (zikir tersebut di atas):

لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ

[Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syain qodiir. Alhamdulillah wa subhanallah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah] 

Segala puji bagi Allah Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, maha suci Allah, tiada sembahan yang benar kecuali Allah, Allah maha besar, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, kemudian dia mengucapkan:

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي

“Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa)ku“, atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya”[1].

Hadits yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang berzikir ketika terjaga di malam hari, kemudian dia berdoa kepada Allah atau melakukan shalat[2].
_______

[1] HR Al-Bukhari (no. 1103), Abu Dawud (no. 5060), at-Tirmidzi (no. 3414) & Ibnu Majah (no. 3878).

[2] Lihat kitab “Shahih Ibni Hibban” (6/330) dan “al-Washiyyatu biba’dhis sunani syibhil mansiyyah” (hal. 185).

Selasa, 26 Desember 2017

3 Wajah Ahli Syurga


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SUBHANALLAH inilah tiga wajah yang ahli Syurga yang memukau para Malaikat di Syurga karena ia hamba Allah yang TAAT dan GEMAR BERJAMAAH di MESJID :

1. Seperti BINTANG : dengar adzan SEGERA berwudhu lalu berjamaah di mesjid.

2. Seperti BULAN : dengar adzan SUDAH berwudhu lalu berjamaah di mesjid.

3. Seperti MATAHARI : dengar adzan SUDAH BERADA DI MESJID menanti-nanti waktu sholat.

Allahumma ya Allah hidupkanlah kami dalam keni'matan istiqomah di jalanMu dan selalu berjamaah di rumahMu...aamiin.....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
25 Desember 2017

Minggu, 26 Maret 2017

Sudah Benarkah Shalatku

WUDLU adalah bentuk taharah (bersuci) untuk menghilangkan hadas kecil de­ngan mencuci dan mengusap sebagi­an anggota badan berdasarkan contoh­­­ Rasulullah Saw. Wudlu diperintahkan ketika akan melaksanakan salat. Allah Swt. berfirman, 
“Hai, orang-orang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, sapulah kepalamu dan basuh kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki...” (Q.S. Al-Mā’idah [5]: 6)
Berdasarkan ayat tersebut, sebagian ahli membagi wudlu menjadi dua bagian; wajib dan sunah. Bagian yang wajib adalah tata cara wudlu yang mesti dilaksanakan saat berwudlu. Bila seseorang tidak melaksanakan salah satu saja tata cara berwudlu, wudlunya tidak sah.

Wudlu tidak sekadar syarat sahnya salat, tetapi wudlu juga bisa membersihkan dosa-dosa kecil yang mengotori rohani kita. Perhatikan keterangan berikut.

Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila seorang hamba berwudlu saat berkumur-kumur, akan keluar dosa-dosa (kecil) dari mulutnya; apabila menghirup dan mengembuskan air dari hidungnya, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari hidungnya; apabila membasuh wajah, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari wajahnya hingga keluar dari kelopak matanya; apabila membasuh kedua tangan, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari kedua tangannya hingga dari kukunya; apabila mengusap kepala, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya; dan apabila membasuh kedua kaki, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari kakinya hingga dari kukunya, kemudian berjalan ke masjid dan salat sunah (juga penghapus dosa)” (H.R. Malik, Nasa’i, Ibn Majah, dan Hakim dari Abdullah Shana Yahya r.a).

Hal yang membatalkan wudlu dalam istilah fikih disebut hadas kecil. Wudlu diwajibkan bagi orang yang mempunyai hadas kecil. Berdasarkan beberapa dalil Al-Qur’an dan hadis, ada tiga hal yang disepakati para ahli yang bisa membatalkan wudlu, yaitu:

1. Buang Air Besar dan Buang Air Kecil
Alasan ini tercantum dalam firman Allah Swt., 
“(yang membatalkan wudlu adalah) … atau kembali dari tempat buang air (kakus)…” (Q.S. Al-Mā’idah [5]: 6). 
Tempat buang air atau kakus merupakan ungkapan majazi atau kiasan untuk buang air besar atau kecil.

2. Buang Angin
Hal yang menjadi landasannya adalah riwayat berikut. Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak akan diterima salat orang yang berhadas se­hingga dia berwudlu.” Salah seorang dari Hadramaut bertanya, “Apa hadas itu ya Abu Hurairah?” Dia menjawab, “Kentut yang ti­dak bersuara atau kentut bersuara” (H.R. Bukhari dari Abu Hurairah r.a.).

3. Keluar Madzi
Madzi adalah cairan berwarna putih yang keluar dari kemaluan pria ataupun wanita ketika ada dorongan syahwat. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Aku adalah laki-laki yang sering keluar madzi, maka aku menyuruh Miqdad bin Aswad untuk menanyakannya kepada Rasulullah. Kemudian, Miqdad menanyakannya, maka jawab Rasulullah, hendaklah dia berwudlu” (H.R. Bukhari).

Keterangan itu menegaskan bahwa keluar madzi menyebabkan batalnya wudlu karena Rasulullah Saw. memerintahkan Ali untuk berwudlu. Hal ini dikuatkan lagi oleh keterangan berikut. “Apabila keluar mani, wajib mandi. Keluar madzi atau wadzi, maka Nabi Saw. pernah bersabda, ‘Cucilah kemaluanmu dan berwudlulah!’” (H.R. Baihaqi dari Ibn Abbas r.a.)

Jika akan bertemu dan berbicara dengan orang yang dihormati, kita berusaha menjaga penampilan agar rapi, bersih, dan harum. Persiapan salat harus lebih baik daripada itu karena salat adalah komunikasi antara hamba dan Allah Swt. Oleh sebab itu, Rasulullah Saw. mewajibkan umatnya membersihkan diri atau bersuci dari najis, berwudlu, ataupun mandi besar saat akan melaksanakan salat.

Menghadap kiblat dalam salat merupakan syarat sahnya salat. Kiblat adalah arah Baitullah atau Masjidil Haram. Firman-Nya, 
“....hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam...” (Q.S. Al Baqarah [2]: 144). 
Rasulullah bersabda, “Apabila kamu akan mendirikan salat, sempurnakanlah wudlu dan menghadaplah ke kiblat” (H.R. Bukhari).

Kiblat adalah titik yang menyatukan arah segenap umat Islam dalam melaksanakan salat, tetapi titik arah itu bukanlah objek yang disembah. Objek yang dituju dalam melaksanakan salat hanyalah Allah Swt. Jadi, kita bukan menyembah Ka’bah, melainkan menyembah Allah Swt. Fungsi Ka’bah atau arah kiblat hanya menjadi titik kesatuan arah dalam salat.

Apabila situasi tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat, kita diperbolehkan salat tanpa menghadap ke arahnya. Misalnya, orang sakit yang salat sambil berbaring, tunanetra yang tidak tahu arah kiblat dan tidak ada yang mengarahkannya, seseorang yang berada di daerah asing (luar negeri) yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Allah Swt. berfirman, 
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan ukuran kesanggupannya...” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286). 
Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila aku memerintahkan sesuatu, kerjakanlah sesuai kadar kemampuanmu ...” (H.R. Muslim)

Apabila naik kendaraan umum, misalnya pesawat, kereta api, bus, dan yang lainnya, kita diperbolehkan salat di kendaraan tanpa harus menghadap kiblat. Ibnu Umar r.a. berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Saw. salat di atas kendaraan sesuai arah kendaraan tersebut” (H.R. Muslim). Namun, kalau membawa kendaraan pribadi, alangkah baiknya kita berhenti di masjid agar bisa salat menghadap kiblat.

Kriteria ideal imam salat adalah:
a. Paling hafal dan paham Al-Qur’an
b. Paling paham sunah Rasul
c. Paling dulu hijrahnya
d. Paling dulu Islamnya
e. Paling senior umurnya

Bolehkah anak yang belum balig menjadi imam salat?
Apabila tidak ada orang dewasa yang hendak mengimami salat, boleh mengangkat imam dari kalangan anak-anak dengan syarat dia memiliki kemampuan bacaan Al-Qur’an yang bagus dan banyak hafalannya. Rasulullah Saw. bersabda, “‘Apabila hadir waktu salat, hendaklah salah seorang di antara kamu azan dan angkatlah imam yang paling hafal Al-Qur’an.’ Seorang sahabat berkata, ‘Maka mereka melihat tidak ada seorang pun yang paling hafal Al-Qur’an daripada aku, maka mereka menyuruhku menjadi imam padahal aku anak berusia enam atau tujuh tahun’” (H.R. Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa anak yang belum balig boleh menjadi imam salat asal dia sudah hafal beberapa surat dan bacaan Al-Qur’annya sudah bagus.

Bagaimana kalau kita bermakmum pada imam yang suka berbuat maksiat, apakah akan mengurangi nilai pahala makmum? Rasulullah Saw. bersabda, “Mereka (imam) salat untuk kamu. Jika mereka benar, bisa menjadi kesempurnaan bagimu, tetapi jika mereka salah, kamu akan mendapat pahala kesempurnaan salat, namun kesalahan bagi imam” (H.R. Bukhari dari Abu Hurairah r.a.).

Hadis ini menegaskan, sebaiknya kita memilih imam yang ideal dan saleh. Namun, kalau diimami oleh ahli maksiat, kita akan tetap mendapatkan pahala berjamaah dan dosa itu ditanggung oleh pribadi imam. Imam Hasan pernah ditanya tentang bermakmum pada ahli bid‘ah (maksiat), beliau menjawab, “Shalatlah bersamanya, dan bid‘ahnya (maksiatnya) adalah tanggungannya.” Yang jelas, kita jangan mengikuti perilaku bid‘ah (maksiat)-nya.

Aam Amiruddin
23 - 24 Maret 2017

Kamis, 22 Oktober 2015

Manfaat Kebiasaan Selalu Berwudhu

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Keluargaku tercinta karena ALLAH. Hal ringan, sederhana tetapi sangat-sangat besar nilai manfaatnya, yaitu "dawaamul wudhu" kebiasaan selalu berwudhu :
    1. Dicintai Allah, "Al Mutathohhiriin" (QS Al Baqorah 222),
    2. Sunnah mulia Rasulullah, "Tiada yang serius yang selalu menjaga wudhunya kecuali yang BENAR-BENAR BERIMAN", 
    3. Meraih doa para Malaikat, "Ya Allah ampunilah dosanya, rahmatilah dia sampai wudhunya batal", 
    4. Bersih, segar dan bercahaya mukanya, 
    5. Nafsunya terjaga, jauh dari keinginan ma'siyat,
    6. "Himmatul hasanaati" Energinya maunya hanya yang baik, halal dan positif,
    7. Akhlak muliapun jadi tumbuh
    8. Dijamin meninggal husnul khotimah karena meninggal dalam keadaan suci,
    9. Kuburannya terang dari pancaran tubuhnya yang selalu berwudhu, 
    10. Di akhirat termasuk "Ahlul Karaami" hamba Allah yang memiliki kedudukan mulia.
    “Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“ (HR Bukhory Muslim).

    Apalagi mau rehat dengan berwudhu, inilah berita gembiranya, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hambamu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci" (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.).

    Ayoooo janji jaga wudhu kita selalu, jangan malas dan jangan remehkan amal mulia ini. 

    Dan jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir, berazam untuk sholat malam, dan sahur puasa sunnah senin kamis. Selamat rehat bahagia dalam Sunnah Rasulullah, duhai sahabat sholehku.

    Allahumma ya Allah tetapkan hidup kami dalam kenikmatan hidup bersama SyariatMu dan Sunnah NabiMu Muhammad...aamiin.

    Apalagi naik pesawat harus terjaga selalu wudhunya. Dan jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam. Selamat rehat bahagia dalam Sunnah Rasulullah.

      K. H. Muhammad Arifin Ilham
      21 Oktober 2015

      Diperbarui 23 November 2015
      Diperbarui 19 Oktober 2016



      Sabtu, 23 Agustus 2014

      Gladi Resik Mati

      Abang selalu mengingatkan kami sebelum tidur berwudhu dulu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam, mohon apa hikmahnya bang, makasih?

      SubhanAllah kan kita akan hidup di akhirat TANPA BATASAN WAKTU, sementara waktu dunia untuk mengumpulkan bekal akhirat terlalu sebentar, inilah yang membuat hamba beriman sibuk, senang dan semangat beramal ibadah sebagai bekal di akhirat nanti. Dan maut mengincar kita setiap saat tanpa pemberitahuan, itulah yang membuat kita waspada, so sebelum tidur berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam sholat malam adalah GLADERESIK MATI, persiapan mati seandai datang mendadak sudah siap. Makanya doa tidur kan doa kematian "Bismikalahumma ahya wa bismaka amuut".

      Yang mengembirakan tidur bahkan semua aktivitas dari sisa umur yang Allah sisakan kita sangat bahagia, tenang dan damai karena HIDUP DALAM TAAT. Itulah "al jannah qoblal jannah" Syurga sebelum Syurga. "...karena kesungguhan iman dan ketaatan mereka, maka mereka Allah gembirakan di dunia, apalagi di akhirat kelak, itu pasti untuk mereka..." (QS Yunus 61-63). 

      Rasulullah bersabda: “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban). 

      Semoga Allah selalu menjaga semangat kita ibadah dan amal sholeh kita hingga wafat berjumpa dengan Nya...aamiin. 

      Selamat bahagia rehat dengan sunnah nabi di setiap malam duhai sahabat sholehku.

      K. H. Muhammad Arifin Ilham
      21 Agustus 2014

      Jumat, 15 Agustus 2014

      Alasan Ustadz selalu Pakai Sarung Dimanapun

      SubhanAllah ya memang abang selalu memakai sarung hatta keluar negeri sekalipun. Sarungan itu biasanya santri, guru kampung atau kiyai kampung. Kesan santai, nyaman, tidak ribet, gampang menunaikan hajat, lebih nyunnah karena bisa jongkok, sangat praktis, adem, sederhana, mudah berwudhu, simbul keakraban, ketimuran dan kebersamaan, tawadhu walaupun tidak selalu, dan abang pernah dengar di pesantren kiyai abang menceriterakan bahwa nabi Musa telah menceriterakan kepada kaumnya bahwa akan datang Rasulullah di akhir zaman yang ciri umatnya senang MENJAGA WUDHU DAN SENANGNYA SARUNGAN.

      Ada yang abang rasakan hikmah pakai sarung, hadir dan tumbuh ENERGI IBADAH DAN DA'WAH. Maunya wudhu, maunya zikir, mau berbuat baik dan bukan hanya da'wah bagi yang melihat tetapi lebih terjaga "izzah" kehormatan diri, tahu diri, "masa pakai sarung ma'siyat?!" So pakai sarung harus siap jadi teladan, bukan hanya pakaian, bukan hanya dikesankan, atau riya-riyaan, atau dianggap tawadhu tetapi dihatinya bangga diri.

      Inilah diantara alasan abangmu ini selalu pakai sarung dimanapun, duhai sahabat sholehku. Abang ingin semuanya menjadi semangat perbaikan dan kebaikan.

      Allahumma ya Allah berkahi hidup kami dengan kesenangan ibadah, kerendahan hati dan mencintai saudara-saudara kami terutama saudara-saudara kami para mustadhafiin dan para mujahidiin...aamiin.

      K. H. Muhammad Arifin Ilham
      14 Agustus 2014

      Rabu, 05 Maret 2014

      Berwudhu Sebelum Tidur

      Maaf bang, mengapa abang selalu menganjurkan berwudhu sebelum tidur, adakah dasarnya dan apa keistimewaannya?

      SubhanAllah tentu sahabatku, tiada kebahagiaan kecuali hidup dalam sunnah Nabi Muhammad. Diantaranya "Almutathohhiriin" KECINTAAN ALLAH kepada hambaNya yang selalu menjaga kesucian dirinya (QS Al Baqoroh 222), diantaranya selalu berwudhu. 

      Dan keuntungan kalau ia berwudhu lagi sebelum sholat padahal ia dalam keadaan wudhu maka bertambahlah kemuliaan untuk dirinya, Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang berwudhu padahal ia masih ada wudhu, maka dicatat untuknya sepuluh hasanat" (HR Abu Daud).

      Dan ajakan spesial Rasulullah, “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat” (HR. Bukahri dan Muslim).

      Dalam hadist lain, “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hambaMu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci" (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.). 

      Istimewa sekalikan!?

      Mulailah saat ini berazam, bertekad kuat untuk selalu membiasakan menjaga wudhu hingga wafat dalam keadaan dicintai Allah, karena wafat dalam keadaan berwudhu. 

      So mulai rehat malam ini mari kita biasakan selalu menjaga wudhu kita, insyaAllah...aamiin.

      Selamat tidur bahagia dalam Sunnah Rasulullah, sahabatku tercinta.

      K. H. Muhammad Arifin Ilham 
      3 Maret 2014 

      Diperbarui 25 Juni 2014 
      Diperbarui 17 Januari 2016

      Selasa, 11 Februari 2014

      Menjaga Wudhu

      Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

      Wudhu adalah syariat Allah dan sunnah Rasulullah, walaupun tata caranya sangat mudah dan praktis, tetapi di dalamnya mengandung faedah yang sangat besar. Sungguh kelak di hari kiamat Rasulullah akan mengenali umatnya dari bekas wudhu yang terpancar dari wajah dan telapak tangannya, pada hari itu pula orang-orang kafir tertunduk sesal dengan wajah yang hitam legam karena kekufuran mereka.

      Simaklah dengan iman Kalam Allah ini, 
      "Pada hari (kiamat) yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya" ( QS Ali Imron : 106-107 ).

      Dan berita gembira dari Rasulluh, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi dan kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu" (HR Bukhari).

      SubhanAllah tentu wudhu akan menjadi "thiibannafsi" energi yang sangat kuat mendorong pengamalnya untuk taat kepada Allah dan RasulNya. Sahabatku, mulai saat ini berjanjilah untuk "dawaamul wudhu" senantiasa menjaga wudhu tidak hanya untuk sholat. Abang menulis ini di bandara Soekarno Hatta menunggu pemberangkatan ke Palangkaraya KalTeng.

      Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan berwudhu, husnul khotimah...aamiin.


      K. H. Muhammad Arifin Ilham
      10 Februari 2014

      Senin, 19 November 2012

      Bagi Yang Sulit Tidur

      Cobalah berwudhu.
      Lalu sholat 2 rakaat yang bagus.
      Lalu baca al fatihah, ayat qursy.
      Lalu Al ikhlas, al Falaq, dan an Nas tiupkan ke telapak kedua tangan lalu usapkan ke seluruh tubuh.
      Kalau bisa 3 kali.

      Bacalah do'a "Bismika Allohumma ahyaa wa amuut"
      Jangan sibuk melihat jam, jangan pedulikan jam berapapun...
       

      Katakanlah di hati, yang terpenting itu bukanlah tidur, melainkan berzikir, karena setiap ingat pada-Nya, kita akan diingat-Nya dengan spesial...

      Tak usah takut tak bisa tidur, tapi takutlah tak bisa berzikir...
      Lalu mulailah sebut nama Alloh... Subhanalloh... Walhamdulillaah... Wa laa ilaaha illalloh, wallohu akbar...
       
      Terus dan terus sebut nama-Nya dengan lirih dan syahdu.
      Dia lah Yang Menidurkan dan membangunkan siapapun yang dikehendaki-Nya.
       
      Dialah yang paling tahu kebutuhan hamba-hamba-Nya.
      Dia lah yang Maha Baik, Maha Mengurus dan tak pernah mengecewakan hamba yang selalu mengingat-Nya.
       
      Selamat menikmati.
       
      KH. Abdullah Gymnastiar
      5 November 2012

      Sabtu, 25 Agustus 2012

      3 Ikatan Setan

      Rasulullah menceritakan,“Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan ketika kalian akan tidur. Setiap ikatannya ditiupkanlah bisikannya (kepada yang tidur itu),"Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak". Maka apabila ia bangun dan menyebut nama Allah (zikir), maka terlepaslah satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terlepaslah satu simpul lagi. Dan kemudian apabila ia sholat, terlepaslah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (tidak bangun sholat tahajjud di malam hari itu), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih).” (Muttafaqun ‘alaih).

      Abdullah berkata,"Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (tahajjud). Lalu beliau bersabda,'Sungguh setan telah mengencingi telinganya'". (HR An Nasai & Ibnu Majah).

      Jumat, 18 November 2011

      Kiat-Kiat Menghadapi Tipu Daya Syetan

      1. Sungguh-sungguh BERIMAN & BERTAQWA,"Syetan tidak punya kekuatan secuil pun kepada hamba ALLAH yang sungguh-sungguh berIMAN & berTAWAKKAL padaNYA, Sesungguhnya kekuatan syetan pada yang berpaling pada ALLAH & mempersekutukanNYA" (QS 16:99-100), 
      2. Memulai segala hal dengan BASMALLAH, dengan iman membaca BasmAllah, menjadikan syetan seperti lalat tidak berdaya, demikian sabda Rasulullah, 
      3. Selalu mohon perlindungan ALLAH (QS 23:97-98), 
      4. Semangat BELAJAR Alqur'an & Sunnah, 
      5. Selalu berZIKIR (QS 43:36), 
      6. Senang dengan PUASA sunnah, 
      7. Selalu menjaga WUDHU, syetan dari api, sangat tidak menyukai hamba ALLAH yang selalu BASAH dengan AIR WUDHU, 
      8. Pelajari trik-trik tipu daya syetan, 
      9. Jangan makan minum yang haram karena kalau masuk dalam tubuh akan menjadi "hujrotusysyathiin" ruang-ruang syetan, 
      10. Jaga sholat TAHAJJUD, diantara keutamaannya, ALLAH jaga dirinya dari keinganan ma'siyat, 
      11. Bersahabat & berguru kepada hamba-hamba ALLAH yang ISTIQOMAH, 
      12. Sepenuh hati TAWAKKAL bahwa HANYA ALLAH sebagai PENOLONG.
      K. H. Muhammad Arifin Ilham
      9 November 2011

       

      Kamis, 19 Mei 2011

      Berwudhu

      Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

      Sahabatku simaklah sabda Rasulullah,"Apabila seorang hamba berwudhu saat berkumur-kumur, maka akan keluar dosa-dosa (kecil) dari mulutnya. Apabila menghirup dan menghembuskan angin dari hidungnya, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari hidungnya. Apabila membasuh wajah, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari wajahnya hingga keluar dari kelopak matanya. Apabila membasuh kedua tangan, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari kedua tangannya hingga dari kukunya. Apabila mengusap kepalanya, maka keluarlah dosa-dosa (kecil) dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Dan apabila membasuh kedua kaki, keluarlah dosa-dosa (kecil) dari kakinya hingga dari kukunya..." (HR. Malik, An-Nasai, Ibnu Majah dan Hakim). 

      Rasulullah,"Ketika seorang mu'min berwudhu dengan sungguh-sungguh, lalu membasuh wajahnya, keluarlah dari wajahnya dosa-dosa kedua mata, bersamaan tetesan air terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya, jatuhlah dosa-dosa dari kedua tangannya bersamaan tetesan air terakhir. Ketika membasuh ke dua kakinya, bersihlah dosa-dosa dari kedua kakinya, bersamaan tetesan air terakhir". (HR Muslim, Malik, Tirmidzi) 

      SubhanAllah, ternyata hal sederhana yang selalu kita lakukan sangat besar hikmahnya sahabatku...apalagi mereka yang "dawaamul wudhu" selalu menjaga wudhu, Allahu akbar energi positif memancar, wajahpun bersih fresh berwibawa, dan itu karekteristik hamba yang beriman hobbynya bersuci, kecintaan para Malaikat kepadanya dan siap menghadapi kematian jika datang tiba-tiba. Inilah diantara alasan mengapa selalu abang ingatkan untuk selalu menjaga wudhu. 

      "Semoga Allah jadikan kita hamba Allah yang selalu senang menjaga kesucian diri dengan selalu berwudhu hingga akhir hayat kita...aamiin". 

      K.H. Muhammad Arifin Ilham
      16 Mei 2011

      Diperbarui 14 Juli 2012
      Diperbarui 16 September 2014

      Selasa, 12 April 2011

      Amalan Penghapus Dosa dan Pengangkat Derazat

      "MAUKAH kalian aku tunjukkan suatu amalan PENGHAPUS DOSA dan PENGANGKAT DERAZAT?" tanya Nabi.

      "Mau Ya RASULULLAH", jawab sahabat,

      WUDHU dengan sempurna di saat enggan berwudhu ( saat dingin, malas, cape tetapi tetap wudhu ), memperbanyak langkah KE MESJID, dan menunggu WAKTU SHOLAT setelah sholat ( dari magrib ke isya diselingi dengan zikir, diskusi, baca Alquran ),
      (muttafaqun alaihi) mudahkan shabatku, ayo semangat mengamalkan, mumpung masih ada SISA UMUR!

      K.H. Muhammad Arifin Ilham
      31 Maret 2011

      Jaga Iman dan Akhlak

       Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...