Tampilkan postingan dengan label syariat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syariat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Desember 2015

Jerat-Jerat Iblis Dalam Pakaian Muslimah

Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi

Alhamdulillah... hijab syar'i kini mulai semarak dan mulai menjadi trend. Ini adalah kebaikan dan kemuliaan.

Tapi setan gak mau ketinggalan.

Dia terus berusaha tetap menyesatkan walau hijab sudah syar'i.

¤ Setan menumbuhkan semangat di hati para muslimah untuk mengoleksi hijab syar'i dengan berbagai mode. Serta membuatnya lupa dengan semangat memperbaiki akhlaq.

¤ Setan menjeratnya dengan senang menumpuk-numpuk pakaian dan mengurangi sedekahnya.

¤ Setan terus menumbuhkan semangatnya untuk tampil cantik dan syar'i namun... lupa diri untuk menambah ilmu agama.

¤ Belum puas dengan itu... setan menyemangati agar para wanita yang berhijab syar'i, untuk hadir di majelis-majelis ta'lim dengan tujuan memamerkan koleksi hijab syar'i miliknya. Dan melupakan ilmu tawadhu dan kesederhanaan.

¤ Hijabnya memang syar'i tapi mahalnya gak ketulungan. Wanita muslimahpun menabung

sedikit-sedikit untuk beli hijab syar'i... dan melupakan tabungan ke Tanah Suci... lupa menabung untuk Qurban... bahkan enggan mengeluarkan untuk sedekah.

¤ Ketika hijab syar'i yang baru dibelinya ada sedikit cacatnya, pikirannya resah penuh kekecewaan...

Setan telah membuatnya lupa dengan cacat sholatnya, cacat sedekahnya dan cacat bacaan Qur'annya.


¤ Jika hijab syar'i yang dimilikinya memiliki keindahan sempurna, ia tidak siap untuk menyedekahkannya. Hatinya telah menikah dengan dunia dan bercerai dari Robbnya.

Jika sudah demikian... masihkah punya keinginan mengoleksinya?

Untuk itu hendaklah :

~ Milikilah hijab syar'i seperlunya.
~ Sederhanakanlah penampilan.
~ Belilah yang harganya tidak terlalu jauh dengan harga kain kafan

Selasa, 27 Oktober 2015

Amal Padat

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh.

SubhanAllah walhamdulillah sahabat sholehku, meningat waktu dunia ini terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal di akhirat selama-lamanya. Sungguh hamba ALLAH yang beriman itu disibukkan dengan semangat "ihyaaussunnah" sehingga tiada waktu, hari, jam, menit, detik berlalu kecuali berNILAI IBADAH, AMAL SHOLEH, MANFAAT, dan menjadi BEKAL AKHIRAT.


Karena itulah ia hidupkan sunnah harian Rasulullah :
Dari tidur lebih awal untuk segera bangun di tengah malam, 
tanpa lupa membangunkan keluarga dan sahabatnya untuk menikmati indahnya sholat malam,
tidak beranjak dari tahajjud kecuali setelah banyaknya istigfar, dilanjutkan tadabuurul Qur'an menjelang fajar, 
lalu dengan hati gembira berjamaah subuh di mesjid, 
dan ia biasakan tidak keluar dari mesjid kecuali kajian ilmu dan zikir hingga waktu sholat sunnah Isyroq, 
tidak keluar rumah untuk ikhtiar yang halal kecuali diiringi doa, pamit keluarga dengan ciuman, lambaian salam, 
dan terjaga selalu wudhunya dengan hati yang selalu terpaut zikir kepada Allah, 
belas kasih, 
rendah hati, 
murah senyum, 
ringan tangan, 
penebar salam dan salaman, 
bersih wangi bersahaja sederhana penampilannya, 
terbaca dari isyarat mata, tubuh dan penampilan tidak sombong, 
bicaranya santun, 
baik sangka pada setiap takdirNya, 
jauh dari sifat dengki, 
sholatnya tepat waktu berjamaah,
kuat shilaturrahmnya,
hatinya doa untuk keluarganya, negerinya, saudara saudaranya yang tertindas, Palestina, Afganistan, Irak, Suriah, Mesir, Yaman, Rohingya bahkan yang berbeda keyaqinan sekalipun agar Allah memberi hidayahNya,
sungguh siapapun yang ia jumpai ia ingatkan DAHSYATNYA KEHIDUPAN AKHIRAT tanpa merasa dirinya paling suci, 
dan puncaknya adalah asyiknya muhasabah diri, sama sekali tidak tertarik membahas apalagi mencari aib saudaranya.


Inilah AMAL PADAT yang bermakna, tiada waktu sia-sia, amal hamba Allah yang faham TUGAS HIDUP NGAPAIN di dunia ini. malam terasa pendek, siang terasa cepat, dunia inipun terasa benar-benar sebentar, alangkah indah dan bahagianya hidupnya dalam SYARIAT dan SUNNAH RASULNYA.

Renungan ini abang tulis dalam safar da'wah untuk diri abang, keluarga abang dan kalian duhai sahabat FBku yang abang cintai karena Allah. 

Semoga Allah terus dan terus bimbing kita semangat beriman dan beramal sholeh hingga wafat dalam KERIDHOANNYA...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
25 Oktober 2015

Rabu, 07 Maret 2012

Valentine's Day


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.  

Seorang MU'MIN berfikir dan bersikap sesuai dengan PETUNJUK SYARIAT ALLAH, itulah KARAKTERISTIK kita yang selalu kita mohon kepada ALLAH minimal 17 kali sehari dalam 5 waktu sholat fardhu kita, , 
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah ENGKAU anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7) 
Valentine Day yang berasal dari kisah romans Romawi bukanlah ajaran ISLAM, Hanya KECINTAAN karena ALLAH yang berNILAI MULIA, dan itu tidak mengenal hari, bulan dan tahun, cinta itu membawanya dalam KERIDHOAN ALLAH,
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada ALLAH dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang ALLAH dan RASULNYA". (Al-Mujadilah: 22) 
Hai kalian yang mengaku beriman kepada ALLAH, hai kalian yang mengaku umat Nabi Muhammad, JANGAN LATAH, PETUNJUK SYARIAT KALIAN SUDAH JELAS, KALIAN MUSLIM, KEMULIAAN KALIAN karena HIDUP DALAM PETUNJUKNYA DAN KEHINAAN KALIAN karena MENJAUHI PETUNJUKNYA, "ISYHADUU BIANNA MUSLIMUUN", BANGGALAH dengan AJARAN ALLAH dan RASULNYA. Simaklah sabda Rasulullah, "Siapa yang mengikuti suatu kaum (bukan sunnah Nabi) maka mereka masuk golongan kaum itu!". 

Bila kalian mencintai umat nabi yang mulia, Sebarkan ini sahabatku FILLAH, selamatkan diri, keluarga dan semua sahabat yang kita cintai karena ALLAH. HIDUP ini HANYA BAHAGIA dan MULIA dengan SYARIAT ALLAH! (QS Yunus 62, 63 dan 64).  

Allahumma ya Allah bimbing kami selalu bahagia hidup dalam petunjukMu... aamiin...

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 Februari 2012 

Diperbarui 9 Februari 2015

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...