Tampilkan postingan dengan label jujur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jujur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2019

Orang Tua dan Anak

Orang tua adalah cerminan bagi anak-anaknya, maka keteladanan apa yang kita berikan untuk anak-anak? Yaitu keteladanan yang baik dimana perbuatan, perkataan dan hati kita itu sama.

Jadi, jika ingin mempunyai anak yang jujur, bagus akhlaknya, bagus tahajudnya maka orang tua harus memberikan contoh yang sama, yaitu menjadi orang tua yang jujur, bagus akhlaknya dan bagus tahajudnya.

"Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara), maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." 
HR. Al-Baihaqi dan Ath Thabarani

K. H. Abdullah Gymnastiar
15 Juli 2019

Jumat, 06 Oktober 2017

Jujur

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku, simaklah dengan iman Kalam Allah ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً
”Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar” (Al-Ahzab  70).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (At-Taubah 119).

Rosululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda, 
“Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan kepada surga, dan seseorang yang benar-benar berlaku jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur” (HR al-Bukhori dan Muslim).

Abu Dzar  pernah diberi wasiat oleh Rosululloh shallallahu alaihi wasallam untuk senantiasa berlaku jujur sekalipun terasa pahit, beliau menuturkan:

 وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا 

“Beliau  memerintahkan kepadaku untuk mengatakan yang benar walau itu pahit” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah hiasilah lisan kami dengan kejujuran, kebenaran, kesantunan, kehalalan dan ketawadhuan...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
5 Oktober 2017

Jumat, 17 Oktober 2014

Semuanya Harus Karena-Nya

Mau menjerit sekeras apapun,
Mau lari kemanapun,
Mau menghiba kepada siapapun,
Tetap saja hanya Alloh satu-satunya yang Kuasa Menolong kita.

*Bila memang kita bersalah...
Tak perlu sibuk banyak alasan membela diri hanya karena takut kemarahan makhluk atau takut jatuh kedudukan di sisi makhluk.

Akui saja dengan jujur,
Segera mohon ampunan Alloh,
Minta maaflah dengan tulus,
Jangan takut untuk memikul resiko sebagai tanggung jawab atas kesalahan.


Lalu fokus tafakuri dan sungguh-sungguh serta gigihlah perbaiki diri, sebagai tebusannya.

Agar benar-benar diterima Alloh, Semuanya harus karena-Nya, bukan untuk mencari simpati atau penilaian manusia.

Sesungguhnya Alloh amat mencintai orang yang bertobat, dan mencintai orang yang memperbaiki / mensucikan diri.

KH. Abdullah Gymnastiar
16 Oktober 2014

Jumat, 17 Januari 2014

Mengharap Ridho Alloh

Jangan pernah ragu untuk mengakui kesalahan bila memang nyata kita yang salah.

Lakukanlah semata mengharap Alloh ridho, bukan karena mengharap penilaian atau sesuatu dari makhluk.

Jangan takut oleh kemarahan orang sehingga kita takut berkata dan bersikap jujur.

Bila kita mengaku, meminta maaf dan bertanggung jawab, semata mengharap ridho Alloh, niscaya mudah bagi Alloh melembutkan hati siapapun yang dikehendaki-Nya.

KH. Abdullah Gymnastiar
13 Januari 2014

Rabu, 11 Desember 2013

DIPERCAYA

Bukan hal yang terpenting kita berjuang jujur agar dipercaya orang,
yang paling penting adalah kita benar-benar jujur terpercaya dan ini kita lakukan karena Alloh.

Kita tidak usah panik kalau orang tidak mempercayai kita.
Juga kita tidak usah sakit hati kalau orang tidak percaya kepada kita.

Tapi puaslah kita sudah bisa jujur.
Alloh tahu kejujuran hambanya.
Karena akan ada saatnya Alloh memberi tahu kejujuran kita.

Dan kalaupun masih ada orang berburuk sangka inilah ujian keikhlasan kita.
Serahkan saja kepada Alloh...karena hanya Alloh yang Kuasa membolak-balik hati.

KH. Abdullah Gymnastiar
28 November 2013

Rabu, 17 April 2013

Bila Memang Kita Bersalah

Tak perlu sibuk banyak alasan membela diri hanya karena takut kemarahan makhluk atau takut jatuh kedudukan di sisi makhluk.

Akui saja dengan jujur,
Segera mohon ampunan Allah,
minta maaflah dengan tulus.
Jangan takut untuk memikul resiko sebagai tanggung jawab atas kesalahan.

Lalu fokus tafakuri dan sungguh-sungguh serta gigihlah perbaiki diri, sebagai tebusannya.

Agar benar-benar diterima Allah, Semuanya harus karena-Nya, bukan untuk mencari simpati atau penilaian manusia.

Sesungguhnya Allah amat mencintai orang yang bertobat, dan mencintai orang yang memperbaiki/mensucikan diri.

KH. Abdullah Gymnastiar
6 April 2013

Selasa, 09 April 2013

Jujur

Mari kita nikmati hidup dengan berusaha menjadi pribadi yang jujur dan terpercaya.
Jujur menilai diri sendiri,
Jujur dalam berkata, berpikir, bersikap,
Jujur dalam mengemban amanah.

Kejujuran adalah ketenangan.
Kejujuran adalah kemuliaan.
Kejujuran adalah keberkahan.
Kejujuran berbuah kecintaan Allah.

Kita jujur bukan untuk duniawi, bukan untuk diakui dan dikagumi.
Kita jujur karena kejujuran adalah kehormatan kita sebagai muslim.
Karena kejujuran adalah amal yang amat disukai Allah.

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berkata jujur hingga dia disebut sebagai "shiddiq" dan sesungguhnya dusta itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berdusta dia akan dituliskan di sisi Allah SWT sebagai "kadzdzab" (sang pendusta)". (HR. Bukhari dan Muslim)

KH. Abdullah Gymnastiar
27 Maret 2013

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...