Tampilkan postingan dengan label taat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Februari 2019

Tetap Taat Walau Sendiri

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu


SubhanAllah sahabat sholehku, justru hakikat taqwa itu adalah TETAP TAAT kepada ALLAH dalam kesendiriannya, saat tidak ada yang lihat, saat ada peluang ma’shiyat, saat bisa berbuat zholim .

Inilah yang meraih kemuliaan disisi Allah, simaklah KalamNya dengan iman,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah WALAUPUN DIA TIDAK MELIHATNYA. Maka berilah mereka kabar gembira dengan AMPUNAN dan PAHALA YANG MULIA”.
(QS. Yasin : 11)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada TUHANnya YANG TIDAK TAMPAK oleh mereka, mereka akan memperoleh AMPUNAN dan PAHALA yang BESAR”.
(QS Al Mulk : 12)
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan”.
(QS. An-Nisaa : 108).
Rasulullah bersabda,
“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan” .
Tsauban bertanya, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari”.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang diharamkan Allah”.
(Shahih HR. Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah anugrahkanlah dan hiasilah hati kita dengan keindahan keimanan, kekuatan taqwa, keni’matan istiqomah hingga Engkau wafatkan HUSNUL KHOTIMAH, aamiin....

Muhammad Arifin Ilham
8 Februari 2019

Senin, 19 November 2018

Burungpun Bertasbih

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) di waktu petang dan pagi. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah.” (Shad [38]: 18-19).
Rasulullah bersabda,
“Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah”
(HR Bukhori, Muslim).

Allahumma ya Allah jadikanlah kami hamba hamba Mu yang senang ibadah kepada Mu dan senang berbuat baik pada makhluk Mu, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
18 November 2018

Minggu, 22 April 2018

Taubat Sebenarnya

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah inilah tanda TAUBAT SEBENARNYA

Tidak pernah ma’syiyat lagi

Sangat amat menyesal atas semua dosa selama ini

Mudah menangis mengingat masa lalunya

Berazam taat

Minta maaf pada siapa yang pernah ia sakiti

Mengembalikan harta yang bukan haknya

Istiqomah

Hobbynya amalan sunnah

Senang sekali berbuat baik

Senyum kalau dicibir karena taubatnya

Sibuknya muhasabah dirinya

Allahahumma ya Allah terimalah taubat kami, dan jadikanlah taubat kami taubatan nashuhan, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 April 2018

Senin, 13 November 2017

Serius Taubat dan Taat


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, hidup di dunia ini adalah kesempatan satu-satunya dan terakhir kalinya. Sungguh setiap detik yang berlalu “lan tarjial ayyamullati madhot” tidak akan pernah mampu kita ulangi lagi. Padahal kita akan hidup di akhirat selama-lamanya, dan waktu untuk mengumpulkan bekal di akhirat terlalu sebentar, Lantas bisakah berbuat maksiyat?

Sahabatku, sekali gagal dalam kesempatan ini maka akan gagal selamanya. Ingat, bahwa menyesal di akhirat tidak ada gunanya. Kalau ingin menyesal, sekarang mumpung hidup masih ada. Ingat! Kematian mengincar kita selalu, dan kadang datang secara tiba-tiba!

So takutlah pada Allah, jangan nekat ma’siyat lagi, terlalu besar resikonya kelak, sekarang kita masih hidup, berarti Allah masih sayang pada kita. TAUBATLAH SUNGGUH-SUNGGUH, bangunlah sholat di penghujung malam, hidupkan Sunnah Rasulullah, dan rendahkanlah hati kepada saudari saudarimu.

Allahumma ya Allah terimalah taubat kami, dan jadikanlah taubat kami taubatan nashuhan, ampunilah seluruh dosa-dosa kami dan berkahilah sisa-sisa umur kami dengan kenikmatan taat kepadaMu...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 November 2017

Minggu, 17 April 2016

Dua Kenikmatan Yang Tidak Dapat Bertemu

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah sahabatku, dua kenikmatan yang tidak dapat bertemu, selalu berpisah, yaitu kenikmatan jasmani dengan kenikmatan rohani, kenikmatan hawa nafsu dengan kenikmatan iman, kenikmatan ma'siyat dengan kenikmatan taat.

Pencinta dunia memilih kenikmatan jasmaninya, karena itulah ia senang ma'siyat, ia perturutkan kemauan hawa nafsunya, dari malas ibadah, berdusta, makan yang haram, mabuk, judi, berzina dst.


Sungguh sangat berbeda dengan hamba Allah yang beriman yang sangat mencintai Allah, yang sangat merindukan "liqoouhu" perjumpaan denganNya, ia menginginkan keselamatan akhirat, karena itulah ia memilih kenikmatan ruhaninya daripada kenikmatan jasmaninya, kenikmatan iman daripada kenikmatan hawa nafsunya, kenikmatan taat daripada kenikmatan ma'siyat :

Ia memilih puasa walau lapar haus daripada kenyang (QS Al Baqoroh 183).

Ia memilih zakat infak sedekah daripada menumpuk-numpuk hartanya (QS Al Baqoroh 261).
Ia memilih sholat malam daripada tidur, 
"Saat tengah malam hamba Allah yang beriman itu menjauh punggungnya dari tempat tidur karena takut murka azab Allah dan sangat berharap ridho rahmat ampunan dan Syurga Allah..." (QS As Sajadah 16).
"Hamba-hamba Allah yang beriman itu sedikit sekali rehat di waktu malam, dan di waktu sahur mereka banyak mohon ampunan Allah" (QS Adz Dzariyat 17-18),
"Hamba-hamba Allah yang beriman sangat senang begadang malam karena mereka sangat senang lama sujud dan berdiri di hadapan Allah" (QS Al Furqon 64).
Ia memilih nikah daripada berzina (QS Ar Rum 21).
Ia memilih cari makan yang halal daripada menipu, sogokan or korupsi (QS Aljumuah 10).
Ia memilih berjilbab daripada terbuka auratnya (QS AlAhzab 59).

Sungguh walau kesannya lapar, haus, cape, panas, susah, berat taat itu tetapi justru sebenarnya hamba yang beriman itu MERASAKAN KENIKMATAN IMANNYA KEPADA ALLAH.
Lagi pula apa sih susahnya taat sebentar, apa beratnya sabar sebentar, kan tidak lama, ada saat beduk berbunyi, ada saatnya adzan berkumandang, ada saatnya wafat menghadap ALLAH. Inilah yang membuat hamba beriman BERZIBAKU DALAM KENIKMATAN TAAT, 
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan Allah dalam beribadat kepadaNya” (QS Al Kahfi 110).
Dan kalau dibuka dada, isi hati hamba yang beriman itu, maka isi hatinya adalah DOA RASULULLAH, yaitu, "ALLAHUMMA ya Allah kami mohon keridhoan dan SyurgaMu, dan kami mohon perlindunganMu dari murka dan nerakaMu....aamiin".

Selamat menikmatan indahnya, ni'matnya, bahagianya sholat malam duhai sahabatku tercinta karena Allah, abang sayang kalian Allah...


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
16 April 2016

Kamis, 07 April 2016

Kelezatan Taat

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah inilah duhai sahabatku mulia yang akan membangkitkan kesadaran hidup kita untuk sungguh-sungguh taat dan rendah hati di dunia sebentar ini.


Mohon dibaca pelan-pelan dengan penghayatan:
  1. Ingatlah asal muasal kita hanya dari tetesan air
  2. Lihat orang yang tadinya sehat kuat menjadi sakit lemah
  3. Ta'ziyahlah kepada keluarga dan sahabat yang terbujur kaku saat wafat
  4. Ziarahilah kuburan
  5. Sadarilah kematian yang semakin mendekat yang kadang tiba sekonyong-konyong 
  6. Bayangkanlah diri kita dengan kain kapan terbujur dalam ruangan gelap sunyi senyap, lalu cacing kalajengking merayapi tubuh kita, lalu wajah dan daging-daging tubuh yang kita rawat ini membusuk bau tinggalah tulang belulang
  7. Bayangkanlah dahsyatnya qiyamat bumi langit hancur, planet bintang gunung-gunung bertabrakan, manusia-manusia berterbangan seperti laron
  8. Bayangkanlah orang yang pernah disakiti menuntut balas
  9. Bayangkanlah saat harap cemas menunggu saat menerima kitab amal 
  10. Bayangkanlah saat melewati sirat sementara dibawahnya api menyala-nyala
  11. Bayangkanlah dahsyat siksa neraka, yang panas apinya 70X lipat dari api dunia
  12. Bayangkanlah indah ni'matnya Syurga berkumpul bersama para Rasul, orang-orang jujur, para syuhada, orang -rang sholeh.

Sungguh suatu saat bukan lagi bayangan tetapi benar-benar kejadian, lantas masih bisakah ma'siyat, masih beranikah berbuat zholim, masihkah banyak main-main buang buang waktu dengan hobby duniawi, masih bisakah tidur lelap malam tanpa tahajjud, apalagi sampai berani meninggalkan sholat. Sungguh hanya orang-orang yang bodoh dan sangat zholim yang nekat itu.

Semoga Allah senantiasa membangkitkan semangat taat kita hingga wafat dalam KELEZATAN TAAT...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
5 April 2016

Sabtu, 14 November 2015

"Muruah" dan "Izzah"

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku seorang mu'min punya "muruah" dan "izzah" kehormatan dan kemuliaan karena "istiqomah" komitmen dan konsistennya dalam taat sehingga berbuah "mauunah" pertolongan Allah dunia akhirat (QS Fusilat 30-33).

Sungguh belum di akhirat di duniapun Allah bahagiakan, 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, (Yaitu) orang-orang yang sungguh-sungguh beriman dan sungguh-sungguh bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar (QS 62-64).
Sebaliknya dengan "imma'ah" ikut-ikutan, terombang ambing, rapuh, tidak punya pendirian, membeo, seperti layang-layang putus bagaimana angin, ngga pede, gue bagaimana lo, takut ditinggalkan, takut dianggap kampungan dsb. Ini tanda rapuhnya iman.

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menjadi Imma’ah, kalian berkata: jika orang-orang baik, kami pun ikut baik. Dan jika mereka dzalim kami pun ikut dzalim. Tetapi siapkan diri kalian (untuk menerima kebenaran dan kebaikan); Jika orang-orang baik, kalian harus baik dan jika mereka rusak kalian jangan menjadi orang dzalim” (HR Tirmidzî).

Karena itu tetapkanlah hidup sebentar ini untuk ISTIQOMAH, apa susahnya taat sebentar, apa susahnya sabar sebentar, apa susahnya lelah sebentar?!

Semoga ALLAH tetapkan hidup kita dalam kesungguhan taqwa dan istiqomah...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham bersama Yono Mc dan 47 lainnya.
12 November 2015

Selasa, 01 September 2015

Kekasih

Setiap manusia ingin memiliki kekasih. Kekasih yang terus bersama, sehidup semati dalam suka duka takkan terpisah. Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal sholeh yang akan menemaniku bahkan dalam kuburku dan menemaniku menghadap Allah.

Aku pernah slalu kagum pada manusia yang cerdas dan berhasil dalam karir, atau kehidupan duniawinya.

Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku ketika aku menyadari bahwa manusia hebat di mata Allah, adalah hanya manusia bertaqwa. Manusia yang sanggup taat kepada aturan main Allah dalam menjalankan hidup dan kehidupannya.


Salam,

Ustadz Fauzi Ichsan

Sabtu, 27 September 2014

Mengapa Harus Selalu Taat?

SubhanAllah inilah duhai sahabat FBku yang akan membangkitkan kesadaran hidup kita untuk sungguh-sungguh taat selalu di dunia sebentar ini. Mohon dibaca pelan-pelan dengan penghayatan:
  1. Ingatlah asal muasal kita hanya dari tetesan air.
  2. Lihat orang yang tadinya sehat kuat menjadi sakit lemah.
  3. Ta'ziyahlah kepada keluarga dan sahabat yang terbujur kaku saat wafat.
  4. Ziarahilah kuburan
  5. Sadarilah kematian yang semakin mendekat yang kadang tiba sekonyong-konyong.
  6. Bayangkanlah diri kita dengan kain kapan terbujur dalam ruangan gelap sunyi senyap, lalu cacing kalajengking merayapi tubuh kita, lalu wajah dan daging-daging tubuh yang kita rawat ini membusuk bau tinggalah tulang belulang.
  7. Bayangkanlah dahsyatnya qiyamat bumi langit hancur, planet bintang gunung-gunung bertabrakan, manusia-manusia berterbangan seperti laron.
  8. Bayangkanlah orang yang pernah kita sakiti menuntut balas.
  9. Bayangkanlah saat harap cemas menunggu saat menerima kitab amal.
  10. Bayangkanlah saat melewati sirat sementara dibawahnya api menyala-nyala.
  11. Bayangkanlah dahsyat siksa neraka, yang panas apinya 70X lipat dari api dunia.
  12. Bayangkanlah indah ni'matnya Syurga berkumpul bersama para Rasul, orang-orang jujur, para syuhada, orang-orang sholeh.
Sungguh suatu saat bukan lagi bayangan tetapi benar-benar kejadian, lantas masih bisakah ma'siyat, masih beranikah berbuat zholim, masihkah banyak main-main buang-buang waktu dengan hobby duniawi, masih bisakah tidur lelap malam tanpa tahajjud, apalagi sampai berani meninggalkan sholat. Sungguh hanya orang-orang yang bodoh dan sangat zholim yang nekat itu. 

Semoga Allah senantiasa membangkitkan semangat taat kita hingga wafat dalam KELEZATAN TAAT...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
26 September 2014

Rabu, 10 September 2014

Kematian Selalu Mengincar Kita Dan Kadang Datang Secara Tiba-Tiba

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, hidup di dunia ini adalah kesempatan satu-satunya dan terakhir kalinya. Sungguh setiap detik yang berlalu "lan tarjial ayyamullati madhot" tidak akan pernah mampu kita ulangi lagi. Padahal kita akan hidup di akhirat selama-lamanya, dan waktu untuk mengumpulkan bekal di akhirat terlalu sebentar, Lantas bisakah main-main? 

Sahabatku, sekali gagal dalam kesempatan ini maka akan gagal selamanya. Ingat, bahwa menyesal di akhirat tidak ada gunanya. Kalau ingin menyesal, sekarang mumpung hidup masih ada.

Ingat! Kematian mengincar kita selalu, dan kadang datang secara tiba-tiba! 

So takutlah pada Allah, jangan nekat ma'siyat, terlalu besar resikonya kelak

INGAT! TIDAK ADA YANG TIDAK ADA KAFARATNYA, SEMUA PASTI ADA BALASANNYA.

Karena itu, mulailah hidup keseharian kita dengan bangun sholat malam, berazamlah hidup dalam Sunnah Rasulullah, dan rendahkanlah hati kepada saudara-saudara kita.
Dan jadikanlah dunia ini ladang amal, ladang ibadah, ladang da'wah, ladang muhasabah diri, ladang fastabiqul khoiroot, berlomba-lomba dalam perbaikan dan kebaikan. Sehingga suatu saat kematian datang "baghtatan" sekonyong-konyong kita siap menyambutkan karena kita STAND BY SELALU DALAM TAAT.

SubhanAllah walhamdulillah almarhum tercinta abuya Tengku Djamaluddin telah mencontohkan kepada kita wafat terindah. Beliau tunaikan sholat isya, masih dalam berwudhu, menghadap qiblat, sempat berwasiat waris dibagi sesuai Syariat Islam, dikuburkan di kuburan pesantren, minta anak tertua laki laki yang memandikan dan imam sholat jenazah, lalu minta para santri senior untuk membaca Alqur'an, diiringi zikir sholawat dengan akhir nafas menyebut lafadz Allah, senyum di malam jum'at menghadap Allah, dan sungguh muka beliau setelah wafat tampak sekali lebih muda dari usia almarhum, bersih dan menyenangkan, semoga insyaAllah husnul khotimah.

Allahumma ya Allah tanamkan di hati kami kelezatan iman, hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah dan kemuliaan akhlak, dan selamatkan kami dari semua fitnah kehidupan dunia akhirat...dan wafatkan kami husnul khotimah, aamiin.... aamiin. 

Sebentar lagi adzan subuh undangan Allah untuk berjamaah di RumahNya.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 September 2014


Diperbarui 22 Juli 2016

Selasa, 02 September 2014

Hidup Dalam Keteraturan Taat

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

SUBHANALLAH, alangkah indahnya, bahagianya dan berkahnya hidup seorang mu'min itu, tiada hari yang ia lalui dengan sia-sia karena hidupnya dalam KETERATURAN TAAT. Ia mulai bangun malam dengan mandi untuk SHOLAT MALAM, MUHASABAH diri diiringi dengan ISTIQFAR  di waktu sahur, 
"Hamba-hamba yang beriman itu sedikit sekali rehatnya di waktu malam karena senang ibadah, dan istigfar di waktu sahur" (QS Adz Dzariyat 17-18), 
dan TADABBARUL QUR’AN menjelang fajar, 
"Sungguh, bacaan Fajar itu disaksikan “ (QS Al Isra 78), 
DAN TADABBARUL QUR'AN menjelang fajar, kakinya ia langkahkan untuk sholat subuh berJAMAAH di MESJID, "lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian" (HR Muslim), 

sebelum mencari rizki yang halal ia lebih dahulu SHOLAT DHUHA, ia jaga kehormatan dirinya dengan RAPI INDAH AURATNYA IA TUTUPI, TIDAK MAU MENYENTUH DAN DISENTUH BUKAN MAHRAMNYA, wajahnya bersih dan nyaman dipandang buah selalu TERJAGA WUDHU, MURAH SENYUM DAN RENDAH HATINYA, ia selalu syukuri nikmat ALLAH dengan sedekah, HATI DAN LISANNYA BERGERAK BASAH DAN  ASYIK dalam DZIKRULLAH. 

Inilah awal KETERATURAN keseharian orang beriman yang terjadi setiap hari. Tiada waktu kecuali bernilai ibadah dan menjadi bekal persiapan di akhirat kelak. Ia pun berazam mengamalkan hingga Allah mewafatkannya.

Allahumma ya ALLAH tancapkan di hati kami, keluarga kami dan sahabat FB kami kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dengan kemuliaan akhlak dan selamatkan kami dari berbagai fitnah hidup di dunia sebentar ini...aamiin..


Foto tadi "Hikmah Pagi" TVRI rutin setiap kamis 05.00-06.00 wib bersama asaatidzi Az Zikra.
Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir dan berazam untuk sholat malam, duhai sahabatku yang mulia...

K. H. Muhammad Arifin Ilham
31 Agustus 2014


Diperbarui 7 Januari 2016
  

Minggu, 31 Agustus 2014

Kesungguhan Iman & Taat

Assalaamu alaikumwa rahmatullaahi wa barkaaatuhu. 

Sahabat sholehku, kita tidak akan pernah bahagia selama kita masih berdusta, suka gosip, buruk sangka, marah, dendam, dengki, riya, bangga diri, menipu, makan yang haram, malas ibadah apalagi hidup dalam ma'siyat. Karena KEBAHAGIAAN itu hanya pada KESUNGGUHAN TAAT. 

Baca dengan iman Kalam Allah ini, 
"Ketahuilah sesungguhnya kekasih-kekasih ALLAH itu, tidak akan takut apa yang akan terjadi dan tidak bersedih apa yang sudah terjadi, karena KESUNGGUHAN IMAN dan KESUNGGUHAN TAAT mereka kepada ALLAH, untuk mereka kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, itu pasti untuk mereka, itulah KEMENANGAN BESAR" (QS Yunus 62 - 64). 
Sahabatku yang ingin bahagia, segeralah bertaubat dan taat sungguh-sungguh. 

"Allahumma ya Allah ampunilah semua dosa-dosa kami, bahagikanlah kami dalam kesenangan ibadah dan taat di JalanMu...aamiin". 

Jangan lupa sholat dhuha, tetap selalu jaga wudhu, hati selalu zikir, senyumlah, dan untuk pria mu'min siapkan diri sholat ke mesjid tanpa terlambat.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
29 Agustus 2014

Sabtu, 12 Juli 2014

TAAT Itu NI'MAT

SubhanAllah ternyata TAAT itu NI'MAT sekali ya sahabat sholehku (QS Yunus 62 - 64). Baru selesai berbuka, kitapun isya berjamaah dilanjutkan tarawih, tidurpun tidak lama kembali kita tahajjud, selalu menyengaja duduk bersimpuh banyak minta ampunanNya, lalu sahur bersama keluarga tersayang, lalu berjamaah ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh, lalu ikuti kajian subuh dengan tadaburul Qur'an, lalu sholat dhuha, terjaga hati dengan zikir dan sholawat, tubuh dihiasi dengan selalu wudhu, tanpa melewati hari kecuali dengan sedekah, senang dengan yang halal, selalu BAIK SANGKA, asyik muhasabah diri, doa untuk keluarganya, saudara-saudara tertindas, Gaza Palestina, Afghanistan, Irak, Suriah, Mesir, tanpa melupakan doa untuk keberkahan negerinya, senangnya menebar kebaikan.

Inilah hari-hari indah yang dilalui hamba-hamba yang beriman di dunia sebentar ini. Indah, damai, senang, bahagia, dan sungguh yang lebih membahagiakannya adalah "istigroq" mudah menangis karena Allah karena cinta dan rindu padaNya.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam.

Allahumma ya Allah senangkanlah kami dengan ibadah kepadaMu, semangatkan kami dengan amal sholeh, sibukkanlah kami dengan muhasabah diri, dan wafatkanlah kami HUSNUL KHOTIMAH...aamiin. 

Foto doa untuk Gazaku tercinta
K. H. Muhammad Arifin Ilham
11 Juli 2014

Sabtu, 31 Mei 2014

The Life Is Choice

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku, hidup kita di dunia sebentar ini hanya dua pilihan, "the life is choice", taat atau ma'siyat, nikah atau berzina, halal walau sedikit atau banyak tetapi haram, jujur pahit disampaikan atau dusta menyenangkan, buka aurat dianggap modern atau menutupnya walau dianggap kampungan, haq dibenci atau bathil dicintai.

Memang jalan ke Syurga banyak hal yang nafsu tidak menyukainya, tetapi jalan ke Neraka banyak sekali kemudahan yang disukai nafsu. Hati hamba yang beriman akan memilih jalan RIDHO dan SYURGANYA walau bersusah payah tetapi akhirnya ALHAMDULILLAH bahagia selama-lamanya. Simaklah kalam Allah ini dengan iman, 
“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kesenangan dunia, maka sesungguhnya Nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Syurgalah tempat tinggalnya” (an-Naazi’aat: 37-41).

"Berbuatlah sesukamu karena kamu pasti menerima akibat dari perbuatanmu", "Apa yang kau tanam, itulah yang engkau ketam kelak", "Apa yang kamu katakan, apa yang kamu perbuat, itulah nilai dirimu".

SubhanAllaH, azamkan diri pada pilihan yang membuat Allah ridho dan selamat di Akhirat kelak. Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami, selamatkan kami dari tipudaya dunia ini, lindungilah kami dari godaan syetan...aamiin.

Sebentar lagi adzan subuh panggilan Allah berkumadang, ayoooo kita pilih memenuhi panggilan Allah berjamaah di RumahNya, duhai sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
29 Mei 2014

Selasa, 04 Februari 2014

Tanda-Tanda Hamba Yang Dirahmati Allah SWT

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, hakikat seorang hamba yang dirahmati Allah hanya Allah yang mengetahuinya, tetapi tanda-tanda bisa diperhatikan:
  1. Taubatnya sungguh-sungguh,
  2. "Waro" taat dan berhati hati dengan Syariat Allah.
  3. Hobbynya ibadah, terutama tahajjud, dan berjamaah di mesjid,
  4. Semangatnya dalam tadabur Alqur'an dan As Sunnah,
  5. Istiqomah dalam menghidupkan sunnah Rasulullah,
  6. Wajah yang menyenangkan, murah senyum,
  7. Dermawan, "arro'fu" belas kasih kepada dhuafa dan pembela mustadhafiin,
  8. Akhlaknya mulia, terutama rendah dan tutur katanya santun dan jujur,
  9. Namun tidak kehillangan sifat sikap tegas beraninya menegakkan yang HAQ,
  10. Mencintai ulama dan umat Rasulullah,
  11. Kuat doanya, baik sangka dan pantang berkeluh,
  12. Sibuknya dalam koreksi diri, sama sekali tidak tertarik pada aib saudaranya,
  13. Mudah menangis karena Allah karena rindunya kepada Allah dan RasulNya.

SubhanAllah Semoga salah satu tanda itu ada pada kita, hai sahabatku tercinta...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Februari 2014

Sabtu, 09 Maret 2013

Semua Pilihan Perbuatan Ada Konsekwensinya

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Jadi hidup ini pilihan sahabatku, 

"Maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah dia kafir" (Al-kahfi:29).
mau mu'min silahkan, mau kafir juga silahkan, mau tahajjud silahkan, mau tidur lelap juga silahkan atau begadang semalam suntuk, mau jujur silahkan, mau dusta juga silahkan, mau makan yang halal silahkan, mau makan yang haram silahkan, mau nikah silahkan, mau berzina silahkan, mau menutup aurat silahkan, mau tidak juga silahkan, mau berbhakti pada orang tua silahkan, mau durhaka juga silahkan...tetapi INGAT! 

Sangat BERBEDA mereka yang BERIMAN yang SUNGGUH-SUNGGUH TAAT dengan mereka yang ma'siyat, semua pilihan perbuatan ada konsekwensinya. 
"Sesungguhnya mereka yang beriman yang disibukkan dengan kebaikan akan meraih Syurga dengan segala kenikmatannya, dan sesungguhnya mereka yang asyik dengan dosa ma'siyat akan masuk neraka jahannam dengan segala dahsyat siksanya" (QS Al Infithor : 13-14). 
Wasiat Malaikat Jibril kepada Rasulullah yang menjadi wasiat untuk umatnya,"Silahkan engkau berbuat sesukamu, sesunguhnya engkau akan mendapatkan ganjaran atas perbuatanmu!".  

So, JANGAN karena ENAK MA'SIYAT SESAAT lalu MENDERITA BERKEPANJANGAN KELAK! "Just a little suffer along along along time, no...never sahabatku fillah!

"Ya Allah yang Menguasai setiap hati, tetapkanlah hati kami dalam keni'matan TAAT...aamiin". 

Foto da'wah di mesjid Al Kautsar Bontang KalTim.


Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam, duhai sahabat sholehku. 

K. H. Muhammad Arifin Ilham
24 Februari 2013

Diperbarui 29 April 2014
Diperbarui 19 Januari 2015

Kamis, 17 Januari 2013

Enak Sesaat Dan Menderita Berkepanjangan

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, kita tahu kalau hidup di dunia ini hanya SESAAT, walaupun sesaat tetapi sangat BESAR RESIKONYA, sesaat tetapi menentukan keadaan kita di akhirat kelak selama-lamanya. Inilah yang membuat hamba-hamba ALLAH yang beriman itu "kayyisun fathinun" menjadi cerdas, cerdasnya karena beriman kepada ALLAH dan beriman pada HARI AKHIRAT, "orang beriman tidak akan mau terjebak oleh hanya karena ENAK SESAAT tetapi MENDERITA BERKEPANJANGAN", berdusta enak, berzina enak, korupsi enak, segala bentuk ma'siyat enak tetapi sesaat & akibatnya "mataaun qoliil walahum adzaabun aliim" siksa sangat pedih di akhirat kelak (QS Ali Imron :197).

Sebaliknya bagi yang beriman justru ia olah hidup sesaat ini untuk kebahagiaan di akhirat kelak,
"APA SIH SUSAHNYA SABAR SEBENTAR DI DUNIA INI?",
"APA SIH SUSAHNYA CAPE SEBENTAR DALAM IBADAH?",
"APA SIH SUSAHNYA TAAT SEBENTAR DI DUNIA INI?",
"KAN TIDAK LAMA, ADA SAATNYA KITA BUKA PUASA, ADA SAAT KITA MENGHADAP ALLAH, ADA SAATNYA KITA MENGETAM APA YANG KITA TANAM DI DUNIA INI. BERSABARLAH DALAM TAAT SAHABATKU" (QS An Nahl : 97).

Kurehat dulu sahabatku, jangan lupa sebelum tidur, berwudhu, berdoa, berdzikir dan berniat sholat malam. Sahabatmu Muhammad arifin ilham yang selalu ingin bersamamu dalam BAHAGIA TAAT...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Januari 2013

Selasa, 13 November 2012

Halaawaturruuhiyyah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sedang apa kalian di malam ahad ini?

Semoga kalian tetap selalu ingat dan taat pada ALLAH, sahabatku. Karena tidak ada kebahagiaan selain hidup dalam taat (QS Yunus 62-63).

Sahabat Rasulullah, Muadz bin Jabal bertanya,"Ya Rasulullah, doa apa yang harus kubaca yang membuat hatiku selalu dalam KEIMANAN dan KETAATAN kepada ALLAH. Rasulullah mengajarka
n doa itu,"Robby ainny alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika", "Ya Robbku, tolong hamba agar selalu INGAT padaMu, selalu BERSYUKUR atas nikmatMu, dan selalu BERIBADAH TERBAIK padaMu...aamiin".
Imam Ghozali menyebutnya hamba yang selalu berZIKIR, berSYUKUR & berIBADAH KHUSYU', "halaawaturruuhiyyah" hamba itu tenggelam dalam kelezatan spiritual yang sangat membahagiakannya, itulah kekayaan sejati yang dicari para pencari kesenangan, dan sungguh ia berada pada puncak RAHMAT ALLAH.

Hafalkan doa ini, baca dalam setiap doa, setiap selesai sholat fardu dan di penghujung malam. Kurehat dulu ya sahabatku.


K. H. Muhammad Arifin Ilham

3 November 2012

Jumat, 14 September 2012

Antum Kaifa Musykilatukum

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku,"Antum kaifa musykilatukum" nilaimu berdasarkan tantanganmu, 

semakin hebat godaan, 
semakin kuat gelora nafsu,
dan semakin banyak kesempatan untuk maksiat,
Namun tidak tergoda karena kekuatan taqwa kita kepada Allah, sungguh semakin besar dan mulia kedudukan kita di mata Allah,
"Dan adapun mereka yang takut kepada Allah, lalu mengendalikan nafsunya dari ma'siyat, maka Syurgalah untuk mereka" (QS An Naziat 40-41).
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman", padahal mereka belum diuji" (QS Al Ankabut 2).
Ada kesempatan berzina, korupsi, menipu dsb tetapi kesempatan tidak dilakukan karena TAKUT kepada ALLAH dan TAKUT pada HARI PEMBALASAN maka ALLAH berikan hadiah Syurga untuknya (QS An Naziat 41).

Rasulullah Sholallahu 'Alaihi Wasallaam sudah menyampaikan peringatan bahwa,"Jalan ke Surga banyak hal yang nafsumu tidak menyukainya, sementara jalan ke neraka sangat disukai nafsumu." (HR. Muslim).  


So, apa susahnya sabar dalam taat sebentar di dunia yang sebentar ini?
Seperti orang berpuasa, ada saatnya beduk berbunyi. Ada saat Idul Fitri. Ada saatnya kita semua menghadap Allah. 

"Just a moment but will be happy forever." 

Semoga kalian selalu dalam kesenangan taat sahabatku, sungguh umur kita seakan bertambah padahal semakin dekat dengan JADWAL AJAL KEMATIAN. Tentu kita tidak mau menjadi hamba yang merugi apalagi sampai celaka dunia akhirat oleh hanya karena permainan waktu dunia ini. Simaklah sabda Rasulullah tentang manusia yang paling beruntung,
"Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang bertanya,“Ya Rasulullah siapa manusia yang paling baik?”,
beliau bersabda,“Barang siapa yang dipanjangkan usianya dan makin bertambah baik perbuatannya”.
“Lalu siapa manusia yang paling buruk”, ia bertanya lagi.
Beliau bersabda,“Barang siapa yang dipanjangkan usianya namun buruk amal perbuatannya” (Sunan At-Tirmidzî).


Sabar ya sahabatku, bulan Ramadhon mendidik kita untuk menjadi hambaNya yang sabar, sabar ada saat berbuka, sabar ada saat Idul Fitri, sabar ada saat kita wafat, sabar ada saatnya kita mengetam hasil tanaman amal ibadah dan akhlak kita, sabar kan ngga lama hidup ini, dan sungguh itulah kemenangan bagi hamba yang serius TAAT... insya Allah... aamiin....


Allahumma, ya ALLAH, tetapkanlah hidup kami dalam kekuatan iman dan keni'matan istiqomah... Aaamiin.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir, berazam sholat malam dan niat sahur puasa sunnah Senin & Kamis kesukaan Rasulullah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 September 2012


Diperbarui 14 Juni 2015
Diperbarui 2 Juli 2016

Senin, 09 Juli 2012

Sakkaanun

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, mengapa orang beriman jauh dari stress, frustasi apalagi sampai nekat bunuh diri (kecuali orang kafir, QS Ali Imron 185)?

Karena hamba yang beriman yaqin segala peristiwa ALLAH putuskan dengan RAHMAT, ILMU dan KEBIJAKKANNYA, berarti segala peristiwa ada rahmat dan hikmahNYA (QS 57:22),

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri" (QS Al Hadid 22-23).

Sahabatku, sakit itu ampunan dosa, musibah itu rahmatNya, kematian itu ridhoNYA, masalah demi masalah "tarbiyatur rabbani" pengajaranNYA. Pantaslah Rasulullah menyebut hamba beriman itu "SAKKAANUN" manusia TERTENANG dari goncangan dunia sebentar ini, SubhanAllah.

Allahumma ya Allah hamba bukan menolak takdir ujianMu, takdir Mu adalah takdirMu, tetapi mohon beri hamba "al lutfu" kekuatan, kesabaran, keikhlasan, ketawakkalan, baik sangka dan kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik semua takdirMu...aamiin.

Sahabatku, abang sengaja menulis ini di penghujung malam ini saat WAJAH hati terbuka untuk menerima NUR HIDAYAHNYA, insyaAllah kita akan LEBIH ARIF menyikapi segala pernik keseharian hidup dunia yang sangat sebentar ini.

Jazaakumullah semua doa dan perhatian sahabat sholehku, maafkan sekiranya mengganggu keni'matan sholat malam sahabatku.

Semoga hari hari kita lalui senantiasa dalam keni'matan ibadah dan keindahan taat aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 Juni 2012

Diperbarui 4 Desember 2015

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...