Tampilkan postingan dengan label aib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2019

Merasa Banyak Dosa Atau Banyak Amal?

Seorang santri bertanya tentang ungkapan perasaan seorang hamba yang merasa banyak dosa. Hamba tersebut mengharapkan surga, akan tetapi dia merasa tidak pantas untuk mendapatkannya. Dia merasa dirinya lebih pantas di neraka, akan tetapi dia sangat tidak menginginkannya. Lalu, tambah santri tadi, hamba yang seperti itu termasuk contoh orang seperti apa?

Saudaraku, merasa banyak dosa itu sesungguhnya jauh lebih baik dibanding merasa banyak amal. Orang yang merasa banyak amal biasanya akan sombong. Lain halnya dengan orang yang merasa banyak dosa, dia akan memperbanyak tobat.

Namun demikian, penting untuk diingat, kalau kita mersa banyak dosa itu bukan berarti kita harus mengumumkan dosa-dosa yang pernah dilakukan. Pernah begini, pernah begitu, sudah melakukan ini, sudah melakukan itu, dan lainnya. Jangan! Maksudnya bukan seperti itu, bukan membuka aib diri. Nanti, kita bisa jadi kufur nikmat karena selama ini Alloh Ta'ala telah menutupi dosa dan aib kita. Tobat kita hanya kepada-Nya.

Ketika Alloh Ta'ala menyukai seorang hamba, hati hamba itu akan dibukakan oleh Alloh untuk melihat dosanya yang besar. Dia seolah-olah melihat gunung yang akan jatuh menimpanya. Dia merasa sangat terancam dengan dosanya sehingga dia sangat sedih dan banyak bertobat.

Dia pun menjadi sangat sulit untuk sombong. Dia terus berharap ampunan dan rahmat Alloh Ta'ala. Namun, terhadap orang lain, Alloh justru membukakan hati mereka untuk melihat kemuliaan amalnya. Aib dan dosanya ditutup oleh Alloh Ta'ala. Orang semacam inilah yang termasuk orang beruntung.

Berbeda dengan orang celaka, dia tidak mampu melihat atau menyadari dosanya sendiri. Dia merasa suci, mulia, dan calon ahli surga. Dia merasa saleh sendiri. Padahal, terhadap orang lain, Alloh Ta'ala membukakan hati mereka untuk melihat aib dan kekurangannya. Orang semacam ini melihat dosanya bagaikan melihat lalat yang dianggap remeh. Dia cenderung ujub dan takabur pada amalnya. Inilah bahaya terbesar dalam hidup. Dia tidak sadar kalau hidup penuh dengan dosa.

Adakah di antara saudara yang membaca tulisan ini yang merasa tidak memiliki dosa atau merasa dosanya baru sedikit? Marilah kita bertobat. Persoalan terbesar dalam hidup ini adalah ketika memiliki banyak dosa, tetapi tidak merasa terancam dan tidak pula sanggup bertobat.

"Wahai Tuhanku! aku bukanlah orang yang pantas masuk surga, tetapi aku juga tidak mampu menahan panasnya api neraka. Maka terimalah tobatku, dan ampunilah dosa-dosaku. Karena hanya Engkau-lah yang dapat memberi maaf atas dosa-dosa yang besar."

"Dosaku bagaikan bilangan pasir, terimalah tobatku wahai Tuhanku yang memiliki keagungan. Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya."

"wahai Tuhanku, hamba-Mu yang berbuat dosa telah datang kepada-Mu dengan mengakui seluruh dosa, dan telah memohon kepada-Mu. Seandainya engkau mengampuni, memang Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau Menolak, kepada siapa lagi aku berharap selain kepada-Mu?" (Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami)

Sumber: 

Buku Ikhtiar Meraih Ridha Alloh Jilid 1 karangan Abdullah Gymnastiar.

Minggu, 15 Oktober 2017

Biang Yang Merusak Kekhusuan Sholat


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah hal dianggap biasa padahal inilah biang yang merusak kekhusuan sholat :

1. Berdusta, "Seorang yang berdusta siang harinya maka malamnya tidak akan khusyu sholatnya".

2. Membicarakan aib saudaranya, "Ghibah zhulmatul qolbi, kegelapan hati".

3. Perangai kasar, "ghodbhaan gampang marah lagi kasar membuka lebar jalan syetan untuk masuk".

4. Suka menilai orang lain, "Kuflul qolbi pangkal sombong"

5. Mata menatap aurat yang bukan haqnya, "Penyebab utama dicabut lezatnya ibadah".

6. Tangan menyentuh or menerima yang haram apalagi memakannya, "menjadi energi nafsu ma'shiyat".

7. Banyak bicara, banyak tertawa, banyak berbuat sia-sia, "inilah membuat hati jadi jumud seperti batu".

SubhanAllah bila satu hari saja kita bisa melaluinya tanpa 7 ma'shiyat tersebut, insyaAllah KEINDAHAN dan KENI'MATAN SHOLAT akan kita rasakan pada malam harinya.

Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dengan keni'matan ibadah dan kemuliaan akhlak...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
14 Oktober 2017

Minggu, 25 September 2016

Persahabatan Hakiki

Sahabat Sholehku
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

"Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam di penghujung malam, ia doakan sahabatnya.
Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala. InsyaAllah seperti persahabatan kita via FB, kita jarang bahkan tidak pernah bertemu, saling berjauhan, tetapi hati kita saling cinta dan rindu karenaNya, dan kita ingin sekali bertemu. Inilah persahabatan yang indah.

SubhanAllah, Islam agama yang tidak terikat oleh teritorial geografis, rasis nasionalisme, partai materialistis, kepentingan apapun harta darah keturunan, yang mengikat kita adalah keimanan kita, saling cinta kita karena Allah.

Sungguh hanya ikatan persahabatan yang dilakukan karena Allah itulah persahabatan hakiki, 
"Sesungguhnya hanya hamba-hamba beriman bersaudara" (QS Al Hujarat 10),
"Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS Az Zukhruf 67)
Di riwayatkan, bahwa: 
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala ...
"Yaa Rabb...Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami",
Maka Allah SubhanAllah wa Ta'ala berfirman: "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah" (HR Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd).


Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena Mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat."


"Karuniakanlah kepadak kami sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk, patuh dan taat kepada Syariat-Mu...Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu... Jangan tumbuhkan di hati kami untuk mencintai musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu. Dan semoga Allah mengumpulkan kita di akhirat kelak dalam rahmat dan Jannah Firdaus-Nya...aamiin Allahumma Aamiin".

Jazaakumullah duhai sahabat sholehku, sahabat da'wahku yang kucintai karena Allah.

Sahabatmu Muhammad arifin ilham

K. H. Muhammad Arifin Ilham
24 September 2016

Senin, 04 Mei 2015

Penyakit Hati Orang Sukses

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu....

SUBHANALLAH HANYA ALLAH YANG MAHA SUCI.

Tiada godaan terhebat dari seorang yang sukses rizkinya, jabatannya, popularitasnya, ilmunya, dan keturunannya kecuali bangga dan kagum pada dirinya sendiri.

Merasa paling hebat, paling pintar, paling benar, paling suci.

Inilah penyakit hati orang sukses termasuk orang seperti abang ini.

Begini begitu kan kesannya saja padahal aib kekurangan seabrek-abrek, untungnya saja aib abang dan kita semua masih ditutupi Allah.

Kalau dibuka pasti sangat malu dan hina.
“Jangan kamu terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang terlalu membanggakan diri” (QS Al-Qashash 76).
“Maka jangan kamu mengatakan dirimu suci. Dialah (Allah) paling mengetahui orang yang bertakwa” (QS An-Najm 32).
Rasulullah mengingatkan mengulang sampai tiga kali, "Takutlah kalian pada al uzba" yaitu bangga kagum pada diri sendiri.
Nasehat ini beliau arahkan pada para sahabat-sahabat beliau yang sholeh-sholeh dan hafal Al Qur'an.

Memang dosa ujub ini lebih halus dari langkah semut, bisa jadi kesannya tawadhu tetapi di hati ingin dipuji, marah dihina ternyata karena berharap dipuji.

Inilah "dho'ful aqli wal iimaani" tanda lemahnya akal dan iman.
Padahal sangat rugi, sudah cape-cape beramal dihancurkan kemudian dengan ujub.

So seringlah duduk di majlis Ilmu dan Zikir. Saat menengadah menatap wajah guru, rontoklah kebanggaan dirinya.
Duduklah bersama faqir miskin, yatim piatu, orang-orang susah.
Ziarahilah kuburan, perkuat puasa sunnah, tadabburkan Al Qur'an, perhebat istigfar.
Dan selalu harus sempatkan diri secara khusus muhasabah diri selesai sholat malam, "siapa aku, darimana, dimana, dan mau kemana akhirnya aku?"

Sungguh tidak pantas bangga diri kecuali HANYA ALLAH MAHA TERPUJI.

Sungguh ini abang tulis untuk diri abang yang banyak dosa ini, dan kalian sahabatku tercinta.

Allahumma ya Allah jadikanlah kami hambaMu yang Kau ridhoi minal mukhlishiin, berilah kami rizki teragung yaitu sifat ikhlas, dan bersihkan hati kami dari riya, sum'ah, ujub, dan semua penyakit hati... Aaamiin.

Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur, berazam sholat malam, dan jangan lupa besok puasa sunnah senin. 

Selamat rehat sahabatku.




Abang mohon doa, maaf dan pamit safar da'wah menuju Hongkong, jazaakumullah sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 Mei 2015



Diperbarui 17 September 2016

Rabu, 29 Oktober 2014

Ingat!

Assalaamu alikum warahmatullaahi barkaatuhu.

INGAT ALLAH selalu menatap kita, INGAT Malaikat yang selalu mencatat perkataan dan perbuatan kita, INGAT dunia ini fana, INGAT kematian semakin dekat, INGAT suasana malam pertama di alam kubur, malam pertama berpisah dengan dunia dan keluarga tercinta, INGAT pertanyaan Malaikat Mungkar Nakir, INGAT Qiamat, Hari Kebangkitan, INGAT semua manusia jin dikumpulkan di Padang Mahsyar, INGAT masing-masing bertanggungjawab atas perbuatannya, orang tua tidak bisa menolong anak demikian sebaliknya, INGAT saat diperlihatkan Raport Amal Perbuatan Dunia, INGAT saat melewati Shiroth, INGAT semua aib diperlihatkan, INGAT semua kezholiman dibalas, INGAT dahsyatnya Neraka...

INGATAN inilah yang membuat kita senang sholat malam, semangat beramal sholeh, mencintai faqir miskin, akhlak muliapun terjaga, sibuk asyik dalam perbaikan dan kebaikan. 

"Semoga Allah selalu menjaga kita untuk selalu ingat kepadaNYA dimana, kapan dan bagaimanapun sehingga hadir kemuliaan dan keberkahan aktivitas dalam hidup ini...aamiin". 

Alhamdulillah adzan subuh berkumandang mari kita penuhi undangan Allah berjamaah di rumahNya. Abang menulis ini di mihrob mesjid Az Zikra Sentul.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
28 Oktober 2014

Sabtu, 11 Oktober 2014

Hindarilah Berburuk Sangka

Rosulullah SAW bersabda, "Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah SWT yang bersaudara."
(HR. Muslim)

1. Jangan buruk sangka
2. Jangan saling memata-matai
3. Jangan saling mencari aib
4. Jangan saling bersaing
5. Jangan saling mendengki
6. Jangan saling membenci
7. Jangan saling bermusuhan

Kunci solusi jadilah hamba yang bersaudara.

KH. Abdullah Gymnastiar
10 Oktober 2014

Senin, 25 Agustus 2014

Obat Galau Dari Imam Safi'i


Biarkan hari berlalu dengan segala lakunya, Lapangkan dada atas segala Takdir-Nya

Janganlah gundah dengan segala derita
Karena cobaan dunia hanya sementara


Tangguhkan jiwa atas segala nestapa
Hiasi diri dengan maaf dan sikap setia


Semua aib akan dapat tertutup dengan kelapangan dada
Layaknya kedermawanan menutupi cela manusia


Tak ada kesedihan yang abadi, begitupun suka ria
Dan tak ada pula cobaan yang kekal, begitupun riang gembira


Di depan musuh, janganlah engkau bersikap lemah
Karena hinaan dari seteru adalah bencana


Dan jangan pernah berharap dari kikir durjana
Karena api takkan menyediakan air untuk si haus dahaga


Rizkimu takkan berkurang karena ditunda
Dan takkan bertambah karena lelah mencarinya


Bila engkau punya hati qona'ah bersahaja
Tak ada bedanya engkau dengan pemilik dunia


Bila kematian sudah datang waktunya
Tak ada lagi langit dan bumi yang bisa membela


Ingatlah, dunia Allah sangat luas tak terhingga
Tapi bila takdir tiba, angkasa pun sempit terasa
Maka biarkanlah hari berlalu setiap masanya
Karena kematian tak ada obat penawarnya



Imam Syafi'i

Senin, 04 Agustus 2014

Mari Kita Tutupi Aib Saudara Muslim

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

SubhanAllah, sedang apa kalian sahabat sholehku, semoga kalian selalu dalam kenikmatan taat bersama keluarga kalian. Juga sahabat-sahabat kita yang kembali dari mudik selamat kembali sampai tujuan. Malam ini kuingatkan diriku dan kalian agar tidak mudah lagi melakukan dosa besar ghibah sebagai buah pendidikan Romadhon. RASULULLAH bersabda, "Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka ALLAH pun akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat" (HR Muslim).

Demikian pula yang membuka aib seorang muslim di dunia, maka ALLAH buka aibnya, kalau tidak di dunia maka di akhirat pasti dibukaNYA. 
"Jangan kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan jangan mempergunjing saudaramu, apakah kamu suka memakan bangkai saudaramu? Tentu kamu merasa jijik! (QS Al Hujarat 12).

Sungguh bangkai busuk itulah santapan para penggosip kelak di akhirat. 

"Allahumma ya Allah, jagalah hati, pikiran dan lisan kami dari mengumpat saudara kami, ya Allah sibuk kami dalam perbaikan dan kebaikan...aamiin".

Jangan lupa sebelum tidur berwudhu, berdoa, berzikir, berazam untuk sholat malam, dan terus sertakan saudara-saudara kita para mujahidiin dan keberkahan negeri kita dalam doa-doa kalian. Selamat istirahat sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 Agustus 2014

Sabtu, 22 Februari 2014

Pasrahkan Pada Allah

Bila Alloh membuka sedikit aib/dosa kita, pasti penuh dengan hikmah dan kebaikan bila disikapi dengan benar.

Jangan takut oleh cemoohan dan penghinaan orang, tapi takutlah bila tak mendapatkan ampunan Alloh.

Tak ada apa-apanya penghinaan dan kemarahan orang dibanding dengan ampunan dan ridho Alloh bagi yang tobat.

Tak perlu sibuk membela diri bila memang salah, akui saja, minta maaf dengan tulus dan fokus tobat serta perbaiki diri.

Bila tobat diterima, insyaalloh Alloh akan mengatur urusan menjadi lebih baik, lebih berkah daripada yang kita duga dan inginkan.

KH. Abdullah Gymnastiar
21 Februari 2014

Selasa, 04 Februari 2014

Tanda-Tanda Hamba Yang Dirahmati Allah SWT

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, hakikat seorang hamba yang dirahmati Allah hanya Allah yang mengetahuinya, tetapi tanda-tanda bisa diperhatikan:
  1. Taubatnya sungguh-sungguh,
  2. "Waro" taat dan berhati hati dengan Syariat Allah.
  3. Hobbynya ibadah, terutama tahajjud, dan berjamaah di mesjid,
  4. Semangatnya dalam tadabur Alqur'an dan As Sunnah,
  5. Istiqomah dalam menghidupkan sunnah Rasulullah,
  6. Wajah yang menyenangkan, murah senyum,
  7. Dermawan, "arro'fu" belas kasih kepada dhuafa dan pembela mustadhafiin,
  8. Akhlaknya mulia, terutama rendah dan tutur katanya santun dan jujur,
  9. Namun tidak kehillangan sifat sikap tegas beraninya menegakkan yang HAQ,
  10. Mencintai ulama dan umat Rasulullah,
  11. Kuat doanya, baik sangka dan pantang berkeluh,
  12. Sibuknya dalam koreksi diri, sama sekali tidak tertarik pada aib saudaranya,
  13. Mudah menangis karena Allah karena rindunya kepada Allah dan RasulNya.

SubhanAllah Semoga salah satu tanda itu ada pada kita, hai sahabatku tercinta...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Februari 2014

Sabtu, 09 November 2013

7 Perkara Untuk Membersihkan Hati

Sahabatku sekalian... ingat wasiat dari Nabi Sholallohu 'alaihi wasallam tentang 7 perkara untuk membersihkan hati :
  1. Jangan buruk sangka sesama orang beriman.
  2. Jngan memata-matai, tutup untuk serba ingin tahu.
  3. Jangan mengorek-orek aib orang lain.
  4. Jangan saling berlomba tentang duniawi, bukan itu yang harus kita perlombakan wasyaariu.
  5. Jangan saling mendengki.
  6. Jangan saling membenci.
  7. Jangan saling bermusuhan.

Silahkan periksa hati masing-masing... Sehebat apapun amal yang kita perbuat, bila hati busuk akan menjadi hijab yang akan menjadikan hidup tidak bahagia dan tidak Mulia.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 Oktober 2013

Kamis, 04 April 2013

Akhlak Buruk

Rasulullah Shalallohu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah Subhanahu Wata'ala yang bersaudara."
(HR. Muslim)


Akhlaq buruk:
  1. Jangan buruk sangka
  2. Jangan saling memata-matai
  3. Jangan saling mencari aib
  4. Jangan saling bersaing
  5. Jangan saling mendengki
  6. Jangan saling membenci
  7. Jangan saling bermusuhan
Kunci solusi jadilah hamba yang bersaudara, persaudaraan karena Allah. Yang benar-benar tulus dari lubuk hati terdalam.

KH. Abdullah Gymnastiar
23 Maret 2013

Jumat, 29 Juni 2012

10 Hal Yang Membuat Hati Mati

Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata,“Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan?”

Ia menjawab,“Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
  1. Kalian mengenal ALLAH tetapi tidak menunaikan hak-NYA.
  2. Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.
  3. Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
  4. Kalian memakan nikmat-nikmat ALLAH SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
  5. Kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi senang mendengar mengikuti bisikannya.
  6. Kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
  7. Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
  8. Kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
  9. Kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
  10. Kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajarani dari mereka".
 
Sumber Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94.

Kamis, 29 Maret 2012

Mutawaadhiin

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 


Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya ALLAH menerima sholat "mutawaadhiin" hamba-hambaNYA yang rendah hati", 
dalam riwayat lain,"Sesungguhnya ALLAH mengangkat derajat hambaNYA yang rendah hati". 

Lantas siapa yang dimaksud rendah hati itu:
  1. Hamba ALLAH yang menundukkan dirinya pada SYARIAT ALLAH, Alqur'an dan As Sunnah (QS 24:51), 
  2. Tidak merendahkan orang lain baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi, itu kadang bisa terbaca dari ucapan, sorotan mata dan bahasa tubuh, 
  3. Sangat suka dengan nasehat, suka ngaji duduk di majlis ilmu dan zikir walaupun yang mengajarnya lebih muda, 
  4. Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, 
  5. Hidupnya sederhana bukan karena tidak mampu tetapi tidak mau, 
  6. Dirasakan kemuliaan akhlaknya oleh keluarga, tetangga dan sahabatnya, 
  7. Sangat sibuk asyik memperbaiki dirinya, sama sekali tidak tertarik membicarakan aib kekurangan orang lain, 
  8. Cinta belas kasih pada yang papa, 
  9. Setiap bertemu dengannya menyenangkan dan ta'kala berpisah kangen rindu ingin bertemu kembali dengannya. 
SubhanALLAH mulianya hamba ALLAH yang rendah hati...
"semoga Arifin dan kalian sahabatku, ALLAH hiasi dengan sifat mulia ini dan ALLAH jadikan hamba-hamba ALLAH yang rendah hati...aamiin".

Alhamdulillah abang malam ini diizinkan pulang, jazaakumullah doa dan perhatian semua guru-guruku yang mulia, para sahabatku fillah dan kalian sahabat FBku tercinta.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
7 Maret 2012

Diperbarui 26 November 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...