Tampilkan postingan dengan label ma'siyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ma'siyat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Oktober 2016

8 Strategi Setan Untuk Menjerumuskan Manusia

Washwash adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Waswasah, artinya membisikkan keraguan ketika melakukan kebaikan atau amal saleh. Saat terdengar kumandang azan subuh, dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran, “nanti, lima menit lagi”. Nah, ini washwash. Kenyataannya bukan lima menit tapi satu jam, sehingga akhirnya shalat Subuh terlambat. Silakan cermati dalam kehidupan sehari-hari, sering terbersit pikiran-pikiran yang membuat kita tidak jadi melakukan suatu kebajikan. Ini namanya strategi washwash.

Tazyin adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Tazyin, artinya membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Mengapa orang pacaran suka lebih mesra daripada suami-istri? Jalan-jalan saat pacaran lebih mengesankan ketimbang setelah menikah. Ini karena ada unsur tazyin. Pacaran itu kan maksiat, sementara nikah itu ibadah. Nah, yang maksiat disulap oleh setan sehingga terasa lebih indah, nikmat, dan mengesankan. Inilah yang disebut tazyin.
“Iblis berkata, ‘Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan menjadikan kejahatan itu terlihat indah pada mata manusia di bumi. Aku pun akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih.’” (Q.S. Al-Ḥijr [15]: 39-40)
Tamanni adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Tamanni, artinya memperdayakan manusia dengan khayalan dan angan-angan. Pernahkan terbersit niat akan shalat tahajud saat merebahkan badan di tempat tidur, namun pada jam tiga pagi, saat beker berbunyi, cepat-cepat kita matikan dan kita meneruskan tidur? Ironisnya, ini berlangsung berkali-kali. Inilah contoh tamanni, tahajud hanya sampai angan-angan, tidak menjadi kenyataan.
“Dan pasti kusesatkan mereka. Akan kubangkitkan angan-angan kosong kepada mereka...” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 119)
“Setan itu memberikan janji-janji dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 120)
A’dawah adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. A’dawah, artinya permusuhan. Setan berusaha menumbuhkan permusuhan di antara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk. Supaya manusia bermusuhan, setan menumbuhkan prasangka buruk di antara mereka yang bertikai. Apabila yang dominan dalam diri kita itu prasangka buruk, perselisihan tidak akan bisa didamaikan.

Takhwif adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Takhwif, artinya menakut-nakuti. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut tidak dapat jodoh atau pekerjaan karena pakai jilbab, takut disebut so alim karena datang ke majelis ta’lim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi setan yang disebut takhwif. Perasaan takut ini membuat kita tidak mengamalkan ajaran-ajaran-Nya.Takut yang dimaksud di sini bukanlah takut yang tabi’i (alami) seperti takutnya seorang diterkam binatang buas di tengah-tengah hutan belantara, dan bukan pula takut yang syar’i (sesuai dengan syariat Islam) seperti takut melakukan kemaksiatan. Tetapi takut yang dijadikan senjata setan ini adalah takut menyatakan kebenaran, takut menegakkan hukum Allah, takut melakukan ‘amar ma’ruf nahyi munkar karena khawatir dengan segala risiko dan konsekuensinya. Misalnya, risiko jatuh miskin, kehilangan jabatan, atau masuk penjara.

Shaddun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Shaddun, artinya menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Misalnya malas shalat sunah, padahal biasanya rajin atau mengantuk ketika membaca Al Quran meskipun sudah cukup tidur. Ini adalah gejala shaddun dari setan.

Wa’dun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Wa’dun artinya janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Di akhirat, setan mengakui bahwa janji-janji yang diberikannya kepada manusia di dunia adalah palsu.
“Ketika proses hisab telah selesai, setan berkata, ‘Sesungguhnya, Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar. Aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun terhadapmu, melainkan hanya menyerumu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya, aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukanku dengan Allah sejak dahulu.’ Sungguh, orang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.” (Q.S. Ibrāhīm [14]: 22)
Ayat ini menjelaskan bahwa di akhirat setan buka kartu. Mereka mengatakan kepada ahli neraka bahwa janjinya itu palsu, sementara janji Allah benar. Karena itu mereka berkata, Janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Kaidun adalah salah satu strategi setan untuk menjerumuskan manusia. Kaidun artinya tipu daya. Setan berusaha dengan segala macam tipu daya untuk menyesatkan manusia. Sebenarnya tipu daya setan itu tidak akan ada pengaruhnya bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah swt. dalam firman-Nya, Allah menegaskan bahwa tipu daya setan itu lemah.
“Orang-orang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan Tagut. Maka, perangilah kawan-kawan setan itu karena sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 76)
Aam Amiruddin
5 Oktober 2016

Selasa, 04 Oktober 2016

Bahaya Bangga Diri

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

SubhanAllah sahabatku, sehebat apapun maksiat seseorang selama hidupnya, masih ada peluang hidayah (petunjuk) Allah. Sebaliknya, sealim apapun seseorang selama hidupnya, masih ada peluang kufur nikmat. 


Karena itulah Allah melarang kita untuk tidak sekali kali merasa PALING SUCI.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
"Janganlah kalian sekali-kali merasa diri kalian paling suci, sungguh hanya Allah yang paling mengetahui siapa yang paling bertaqwa..." (QS An Najm 32).
Dan Rasulullah pun mengingatkan akan bahaya bangga diri dengan mengulangi tiga kali, yang paling kutakuti pada kalian "al ujba, al ujba, al ujba", dan nasehat Rasulullah ini justru ditujukan pada para sahabat yang sholeh-sholeh.

Tentu larangan Allah ini kepada hamba yang bertaqwa karena sayangnya Allah kepada mereka, agar tidak "ge er" sombong karena ketaqwaannya, agar tetap ISTIQOMAH TAAT, dan agar tetap TAWADHU, rendah hati pada makhlukNya, SubhanAllah.

Rasulullah melarang seorang Muslim mencaci maki mereka yang berbuat maksiat. Mengapa? “Siapa tahu kemudian mereka malah meraih hidayah Allah, lalu bertaubat sungguh-sungguh. Dan juga tidak sedikit yang tadi alim kemudian tergoda malah akhirnya paling rajin bermaksiat, naudzubillah min dzaalika".

Sungguh sahabat sholehku, seorang mu'min yang mengenal Allah itu sangat mencintai Allah dan mahklukNya. Ia pun sangat senang menghinakan dirinya di hadapan Robb nya dengan LAMA SUJUD dalam munajat di penghujung malamnya. Buahnya pun ia belas kasih, sayang, cinta, dermawan dan rendah hati pada makhlukNya.

“Sungguh kegelapan tidak akan terang dengan caci maki. Bawakan lentera dakwah dengan kasih sayang, kesabaran, kalimat hikmah dan keteladanan".

"Dan ketahuilah bahwa tidak pernah ada gelap mengalahkan yang terang. Hanya soal waktu. Karena itulah "tawashaw bilhaqqi" (terus-menerus berpesan tentang kebenaran) diikuti dengan "tawashaw bishshabri" (terus-menerus berpesan tentang kesabaran).


INGAT! BATU PECAH BUKAN KARENA PUKULAN KESERIBU KALINYA, TETAPI KARENA TERUS MENERUS DIPUKUL, MAKA SETIAP PUKULAN ANDIL MEMECAHKAN KERAS BATU ITU. Begitulah da'wah sahabatku.

Karena itulah teruslah istiqomah taat kepada Allah dengan menghidup sunnah-sunnah nabiNya, rendahkanlah hati ini, jangan pesimis, jangan sinis, dan jangan sekali-kali memvonis siapapun. KEWAJIBAN KITA BERIBADAH DAN BERDA'WAH, tetapi tidak wajib hasil, hidayah adalah haq Allah, sahabatku. 
 
Allhuuma ya Allah tancapkan di hati kami keindahan iman,
fahamkan kami kebenaran dan kemuliaan agamaMu,
berilah hikmah Alqur'an dan As Sunnah nabiMu,
Hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah dan ketawdhuan, aamiin, aamiin, aamiin.
 
Foto abang bersama sahabat kita mountainer dengan tato dan antingnya. Abang ajak mereka sholat berjamaah, dan tawshiyah singkat di shop mereka. Abang sayang mereka karena Allah.

Sahabat da'wahmu Muhammad arifin ilham.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 Oktober 2016

Diperbarui 16 Januari 2016

Kamis, 14 Juli 2016

Wahn

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

ALLAHU AKBAR kini kita hidup di era penuh tantangan, godaan, fitnah, kezholiman, ma'siyat sampai masa bodoh. Kaum kuffar yang terus memperangi bahkan setiap hari kita dapat menyaksikan saudara kita dibunuh karena mereka Muslim, demikian kaum musyrikiin, didukung oleh kaum faasiqiin dan munafiqiin yang boleh jadi mereka beragama Islam tetapi anti Syriat Allah, pobia Islam, mendukung bahkan bekerja sama hingga sampai membuka jalan kekufuran dan kemusyrikan berkuasa. Sementara yang mengaku muslim sendiri banyak yang terlena dunia ma'siyat dan berbuat zholim pada saudaranya, plus dengan muslim yang asyik dengan dirinya, hobbynya, masa bodoh, cuek, seakan akan tidak ada terjadi apa-apa. Kadang pada keluarga sendiri yang jauh dari Islam, belum lagi perpecahan umat Islam yang semakin memperparah keadaan umat mulia ini.


SubhanAllah keadaan ini persis yang telah Rasulullah sampaikan 15 abad silam, dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berkata, “Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang rakus yang makan mengerumuni makanannya”, Salah seorang sahabat berkata, “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”. Nabi berkata: Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada di dalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn”. Kata para sahabat, “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu?
Beliau bersabda, “Cinta dunia dan takut mati”
(HR. Abu Daud dan Ahmad).


Lantas bagaimana sikap kita, sahabatku?!


Semakin TAKUTLAH kepada ALLAH.
TETAPKAN diri dalam ISTIQOMAH.
Bangunlah sholat malam.
Selalu berjamaah di mesjid.
Hidupkan hati selalu berzikir.
Selalu jaga wudhu.
HIDUPKAN SUNNAH RASULULLAH.
Jaga, bimbing, selamatkan KELUARGA.
BERGABUNGLAH dengan para SAHABAT SHOLEH.
Dengar nasehat dan berguru pada ULAMA ISTIQOMAH.
HADIRILAH majlis ilmu dan zikir.
Maksimalkan perhatian, pikiran, harta dan doa terhadap KEADAAN UMAT terutama saudara-saudara kita yang ditindas.
Sayangilah RENDAH HATI pada umat nabi Muhammad.
SEDERHANALAH, jangan banyak tertawa, jaga perasaan.
"How can we sleep on the blood of syuhada Palestina, Afghan, Irak, Syuria, Africa, Rohingya...".
Tetaplah BANGGA dengan ISLAM.
Teruslah BERDA'WAH.
Sibukkanlah diri dengan asyik MUHASABAH DIRI.
Jangan pernah berhenti BERDOA.
Dan FULL TAWAKKAL, hanya ALLAH PENOLONG KITA.
Sungguh sikap ini memang berat kadang dianggap asing, aneh, kampungan, sok alim, ekstrem bahkan dituduh teroris.


Rasulullah bersabda, “Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya. Karena itu, BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG ‘ASING’.” (HR. Muslim).

“Akan datang kepada manusia masa (ketika) orang yang bersabar menjalankan agamanya di antara mereka seperti memegang bara api.” (HR. Tirmidzi).

ALLAHUMMA ya ALLAH selamat kami, keluarga kami, negeri kami, seluruh umat Rasulullah yang sangat kami cintai...aamiin....

Silahkan share untuk sahabat mu'min kita tercinta.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
13 Juli 2016

Jumat, 01 Juli 2016

Takut Kepada Allah

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.


SubhanAllah sahabatku, "Takutlah kepada Allah, takutlah kepada seorang hamba yang takut kepada Allah, dan takutlah kepada orang yang tidak takut pada Allah". Takut kepada Allah adalah buah dari mengenalNya, "bagaimana berani menggunakan ni'mat nafas menghela ini berbuat ma'siyat kepada Pemegang nyawanya". 
"Hai manusia apa yang menyebabkan kamu berbuat ma'siyat kepada Allah, bukankah Allah yang menciptakanmu...!" (QS Al Infithor 6-12).


Takut kepada seorang hamba yang takut kepada Allah. Jangan menjauhinya apalagi membencinya karena mereka adalah para kekasih Allah, 
"Sesungguhnya Allah mencintai para hambaNya yang bertaqwa" (QS Ali Imron 76). 
Dan Allah sangat dekat dengan mereka, 
"Ketahuilah sesungguhnya Allah bersama para hambaNya bertaqwa" (QS At Taubah 123).


Sedangkan takut kepada yang tidak takut kepada Allah karena keberanian dan kenekatan mereka berbuat ma'siyat mengundang bala bencana azab Allah, 
"Takutlah kalian kepada azab Allah yang tidak hanya menimpa orang zholim diantara kalian tetapi juga menimpa orang sholeh di tengah mereka..." (QS Al Anfal 25).

Sungguh hancurnya suatu keluarga, suatu kampung, suatu negeri bukan karena hanya banyaknya orang berbuat ma'siyat atau berbuat zholim tetapi juga karena diamnya orang sholeh.

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami rasa takut yang hebat kepadaMu, dekatkan kami dengan hamba-hambaMu yang takut kepadaMu, dan jauhkan kami dengan mereka yang tidak takut kepadaMu...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
30 Juni 2016

Senin, 31 Agustus 2015

Kenikmatan Ibadah vs Kenikmatan Maksiyat

SubhanAllah walhamdulillah dua keni'matan yang tidak bisa bertemu adalah keni'matan ibadah dengan keni'matan ma'siyat.

Hamba ALLAH yang "fil istigroq" tenggelam dalam ni'matnya sholat akan tidak berfikir untuk ma'siyat kecuali semangat muhasabah diri dan semangat amal sholeh. Sebaliknya kalau asyik ma'siyat, sulit berat untuk ibadah kecuali terpaksa, rasa malas, ingin cepat selesai, suka sekali mengulur waktu sholat dan mengerjakan hanya sekedar-sekedar saja.

Allahumma ya ...Allah tancapkan di hati kami kekuatan dan kelezatan iman, ya Allah hiasilah hidup kami dengan kesenangan ibadah, semangat amal sholeh dan muhasabah diri, ya Allah selamatkanlah diri kami dari kemusyrikan, kekufuran, kefasiqan, kemunafikan dan keinginan ma'siyat, ya Allah terus dan teruslah bimbing kami dengan hidayah, taufiq dan irsyadMu...AAMIIN.


Jazaakumullah ya akhi Salim Fillah atas nasehat antum untuk abang dan kami semua.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
30 Agustus 2015


Selasa, 14 April 2015

2 Keni'matan Yang Tidak Dapat Bertemu

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Dua keni'matan yang tidak dapat bertemu yaitu ni'mat ibadah dengan ni'mat maksiyat. Hamba Allah yang "istigroq" tenggelam dalam ni'mat ibadah pasti tidak akan mau ma'siyat, karena hamba itu sudah merasakan ni'mat haqiqi, ni'mat yang dicari-cari semua mahluk di dunia ini yang tidak semua mendapatkannya kecuali hamba Allah yang "mujahadah" serius sungguh-sungguh mendekatkan diri kepadaNya, 
"Dan mereka yang sungguh-sungguh mencari keridhoan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan hidayah Kami, dan Allah mencintai mereka yang senang sekali berbuat baik" (QS Al Ankabut 69). 
Sebaliknya mereka yang senang berzina, mabuk, makan yang haram, penipu, suka dusta, penyebar gosip, tukang fitnah, semua para penikmat ma'siyat itu pasti tidak akan ni'mat ibadah. Kalaupun sholat berat, puasa terpaksa, zikir hanya sedikit, haji pun hanya gelar,
"Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan rasa malas. Mereka bermaksud riya' di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali" (QS An Nisa 142).
So SAHABAT sholehku jangan gadaikan keni'matan ruhani dengan kesenangan jasmani yang akan jadi bangkai ini, jangan gadaikan kebahagiaan selama-lamanya di akhirat hanya karena dunia sesaat yang menipu ini, insya Allah kita bisa sahabatku....aamiin, aamiin, aamiin... 

Dan jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir, tentunya setelah periksa keadaan rumah, peluk cium istri anak anak, dan sampaikan pada mereka bahwa engkau sangat menyayangi mereka karena Allah, dan berazam niat kuat untuk sholat malam.

Selamat rehat bahagia dalam Sunnah Rasulullah, sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
13 April 2015

Rabu, 18 Maret 2015

Syarat Bermaksiyat

"Bang ustadz nasehati aku agar tidak ma'siyat lagi, susah bang setiap ingin taubat, kambuh lagi!".

SubhanAllah pertanyaan sahabat awal dari keinginan taubat. Coba jawab dengan kesadaran dan renungan mendalam pertanyaan abang ini. Setiap kamu ingin maksiyat? Silahkan! dengan syarat;
  1. Kamu jamin bisa bertaubat sebelum kamu mati.
  2. Kamu melakukannya cari tempat tanpa dilihat Allah.
  3. Kamu tidak akan makan rizki Allah,
  4. Kamu tidak melakukannya di bumi Allah.
  5. Saat tiba jadwal kematian kamu mampu menolak Malaikatul maut,
  6. Ketika kamu digiring ke neraka, kamu bisa menolaknya,
  7. Saat kamu disiksa dengan api yang 70 X panasnya dari api terpanas dunia, kamu kuat menahannya.
Kalau kamu semuanya sama sekali tidak kuat, tidak mampu melakukannya, dan memang tidak akan pernah mampu, maka hanya satu pilhan kamu, "TAKUTLAH kepada ALLAH, SEGERALAH BERTAUBAT SUNGGUH-SUNGGUH, sahabatku tercinta. 

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa hamba, dan terimalah taubat hamba...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
17 Maret 2015

Selasa, 13 Januari 2015

Takut

SubhanAllah sahabatku, "Takutlah kepada Allah, takutlah kepada seorang hamba yang takut kepada Allah, dan takutlah kepada orang yang tidak takut pada Allah".

Takut kepada Allah adalah buah dari mengenalNya, "bagaimana berani menggunakan ni'mat nafas menghela ini berbuat ma'siyat kepada Pemegang nyawanya". 
"Hai manusia apa yang menyebabkan kamu berbuat ma'siyat kepada Allah, bukankah Allah yang menciptakanmu...!" (QS Al Infithor 6-12). 
Takut kepada seorang hamba yang takut kepada Allah. Jangan menjauhinya apalagi membencinya karena mereka adalah para kekasih Allah, 
"Sesungguhnya Allah mencintai para hambaNya yang bertaqwa" (QS Ali Imron 76). 
Dan Allah sangat dekat drngan mereka, 
"Ketahuilah sesungguhnya Allah bersama para hambaNya bertaqwa" (QS At Taubah 123). 
Sedangkan takut kepada yang tidak takut kepada Allah karena keberanian dan kenekatan mereka berbuat ma'siyat mengundang bala bencana azab Allah, 
"Takutlah kalian kepada azab Allah yang tidak hanya menimpa orang zholim diantara kalian tetapi juga menimpa orang sholeh di tengah mereka..." (QS Al Anfal 25). 

Sungguh hancurnya suatu keluarga, suatu kampung, suatu negeri bukan karena hanya banyaknya orang berbuat ma'siyat atau berbuat zholim tetapi karena diamnya orang sholeh.

Allahumma ya Allah tancapkan di hati kami rasa takut yang hebat kepadaMu sehingga kami lulus dari ujian godaan dunia sesaat ini...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 Januari 2015

Selasa, 06 Januari 2015

2 Kesenangan Yang Tidak Dapat Bertemu

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu

Dua kesenangan yang tidak dapat bertemu, yaitu "halaawatatul ibaadati" kesenangan ibadah dengan "himmatussyahawaati" Kesenangan ma'siyat

Seorang mu'min yang sangat khusyu' sholatnya, maka ia sangat membenci ma'siyat. "Bagaimana ma'siyat ditatap Allah" (QS Al Ankabut 45). Demikian sebaliknya seseorang yang hobby berzina, menipu, mabuk dsb yang tidak punya rasa malu kepada Allah yang menatapnya, pasti ia tidak senang ibadah. Kalau ibadah, ibadahnya malas-malasan, sekedar saja, akhir waktu dan ia melakukan dengan sangat berat "qoomu kuasaala" (QS An Nisa 143).

Allah tegaskan perbedaan mereka yang taat dengan mereka yang ma'siyat serta akhir tempat di akhirat kelak. Bagi yang taat, Allah meridhoinya untuk menikmati Syurga, sebaliknya bagi si ma'siyat, siksa yang pedih di Neraka Jahanam (QS As Sajadah 18-20).

Rasulullah bersabda, "Jalan ke Syurga banyak hal yang syhawatmu tidak menyukainya, tetapi jalan ke neraka adalah hal-hal yang syahwatmu sangat menyukainya".

Sahabatku sholehku, sekarang ada dua pilihan sementara waktu yang Allah berikan untuk mengumpulkan bekal di akhirat selama-lamanya terlalu sebentar. Bersyukur masih ada sisa umur sedikit, ayo sahabatku semangat taat, sibukkan diri dangan amal sholeh, bersahabat dengan sahabat sholeh yang memacu semangat kesholehan kita, bangunlah sholat malam, penuhi undangan Allah berjamaah di RumahNya, tadabburkan Alqur'an, hadirilah majlis ilmu karena cara paling jitu menghancurkan kebodohon kita, jaga wudhu dan zikir selalu, jauhi lingkungan atau kesempatan yang membuat kita tergoda. Kan tidak lama di dunia, sabarlah dalam taat. Jangan dari jalan enak sesaat tetapi panjang penderitaannya.

Bacalah Kalam Allah ini dengan iman, dengan sungguh-sungguh, 
"Adapun mereka yang takut kepada Allah, lalu menundukkan nafsunya untuk patuh kepada Allah, maka sungguh Syurgalah untuknya" (QS An Naziyat 40-41).

Allahumma ya Allah tetapkanlah hidupkan kami dalam ketaqwaan kepadaMU, dan berilah kepada kami kelezatan ISTIQOMAH di JalanMu...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
5 Januari 2015

Jumat, 19 Desember 2014

Tetap Taat Di Jalan Allah SWT

"Ustadz pantas taat karena lingkungan mendukung, bagaimana dengan kami yang banyak godaan ini?!" 

SubhanAllah walhamdulillah yach memang abang lebih mudah terjaga dalam ketaatan walau banyak kekurangan, kesalahan dan juga godaan. Keluarga yang taat, lingkungan yang baik, pendidikan pesantren, control para guru, sahabat-sahabat yang sholeh-sholeh. Jadi sangat wajar kalau menjadi "baik" walaupun tidak selalu dan semuanya baik. Tetapi kalau sampai tidak baik juga padahal suasana sangat mendukung, itu "ayam mati di lumbung padi". 

Sebaliknya kalian duhai sahabat FBku, tantangan dan godaan kalian jauh lebih hebat dari abang, dari masalah keluarga, lingkungan nafsi-nafsi, tidak melalui pendidikan pesantren, sahabat-sahabat mengoda dengan keasyikan duniawi tetapi kalian tetap taat, tidak tergoda, bahkan semangat belajar agama seperti mutiari di sela-sela lumpur. "Buffer Generation", walau diterjang gelombang tipudaya dunia dan badai ma'siyat tetap batu karang iman kalian kokoh bahkan menyelamatkan daratan, mengajak sahabat-sahabat kalian untuk taat, itulah luar biasa sebenarnya, itulah yang membuat abang kagum pada kalian. 

Abang sudah berusaha agar tidak perlu mencium tangan abang, tetapi tetap saja ada jamaah memaksa mencium padahal abang banyak dosa dan aib yang masih ditutupi Allah. Di hati abang, "jangan-jangan yang mencium tangan abang jauh lebih bersih dan mulia daripada abang yang kalian panggil ustadz". 

Sekali lagi kita punya tantangan dan godaan masing-masing, dan nilai kita berdasarkan tantangan dan godaan kita. Semakin hebat tantangan dan godaan kita, tetapi kita tetap taat di Jalan Allah maka semakin mulia kita disisiNya. 

Simaklah Kalam Allah ini, 
"Adapun mereka (yang berpeluang ma'siyat) namun tetap kuat rasa takutnya kepada. Allah dan lalu mengendalikan nafsunya maka untuknya hadiah Syurga dari Allah" (QS) An Naaziat 40-41). 

Abang kagum pada kalian karena tetap semangat taat padahal banyak kesempatan untuk ma'siyat, kalian yang di Hongkong, di Australia, di Erofah, di Amerika tetapi tetap taat, subhanAllah. 

Allahumma Ya Allah tetapkanlah hidup kami dalam kelezatan istiqomah di JalanMu...aamiin...

Jangan lupa sholat dhuha agar rizki kita diberkahi Allah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
18 Desember 2014

Minggu, 16 November 2014

Sabar Menjauhi Ma'siyat

"Ustadz, gimana supaya ane sabar menjauhi ma'siyat?"

SubhanALLAH, sahabatku, bacalah pelan-pelan,
1. "Fi'ludzdzunuubi syu'mun" Sadarilah bahwa perbuatan ma'siyat membawa pada KESIALAN & KEHINAAN DIRI, tidak ada orang mulia karena ma'siyat, kalaupun ia sukses dengan ma'siyat itu hanya soal waktu, tidak di dunia maka akan sangat menderita saat sakaratul maut, itulah yang disebut "istidraj". 

2. Malulah kepada ALLAH yang selalu MENATAP setiap mahlukNYA (QS Al Fajr 14), 

3. Astagfirullah bagaimana mungkin ma'siyat DITONTON & DICATAT RAPI MALAIKAT (QS Qof 18) 

4. Ingatlah betapa besarnya nikmat ALLAH, masa tega digunakan nikmat ALLAH untuk ma'siyat kepadaNYA (QS Al Infithor 6), 

5. Takutlah akan DAHSYAT SIKSA ma'siyat, (QS Al Fathir 28). 

6. Ma'siyat membuat hati mati, melumpuhkan semangat ibadah dan kehusyuannya (QS Al Muthoffifin 14), kalaupun sholat sangat sulit khusyu', bawaannya sangat berat dan malas. 

7. "Enaknya sesaat tetapi panjaaaaaang penderitaannya" (QS Ali Imron 197).

Nah setelah memahami ini masih ma'siyat juga berarti memang termasuk "ZHOLUUMAN JAHUULAN" manusia sangat zholim kepada ALLAH & sangat jahil (QS Al Ahzab 72), sudah tahu akibatnya masih juga ma'siyat!

Sahabatku, inilah doa Rasululllah agar Allah jauhkan kita dari ma'siyat, "Allahumma ya ALLAH hamba mohon hidayahMu agar hamba bahagia hidup dalam ketaatan, semangat menjauhi kemungkaran dan mencintai mereka yang papa...aamiin..."

K. H. Muhammad Arifin Ilham
15 November 2014

Rabu, 22 Oktober 2014

Nafsu Lawwamah

Ustadz, setiap kali aku bertemu pacarku, aku selalu cium dia tetapi kemudian sangat menyesal, lalu aku janji taubat, anehnya kemudian berulang lagi, mengapa begini? 

Itulah "nafsu lawwamah", mencela diri setelah ma'siyat tetapi mengulanginya lagi. Sahabatku segera TAUBAT sungguh-sungguh, jangan main-main hidup terlalu sebentar di dunia ini, maut mengincar setiap kesempatan, jangan meremehkan dosa sekecil apapun. 

Peringatan keras bagi mereka yang menyentuh bukan mahramnya, Rasulullah bersabda, "Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya (HR Thabrani).

Segeralah NIKAH, kalau tidak jaga dengan puasa sunnah, tidak berduaan lagi, bersahabatlah dengan sahabat yang sholeh, hadiri majlis ilmu & zikir, sibukkan dengan aktifitas positif & amal sholeh yang mendekatkan diri kepada Allah, ingat "KESAKRALAN, KEMULIAAN, KEINDAHAN & KEDAHSYATAN SEBUAH PERNIKAHAN" karena tidak menyentuh sebelumnya. 

Sahabatku setelah perkuat sholat malam & istigfar, bacalah DOA yang diajarkan Rasulullah agar terhindar dari ma'siyat. 

"Allahumma inny as aluka fi'lal khoirot watarkal mungkarat" Ya Allah hamba mohon kepadaMu agar menjadi hamba yang senang dengan ketaatan & hamba yang sangat kuat menjauhi ma'siyat...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 Oktober 2014

Selasa, 21 Oktober 2014

HimmatuI iimaan

Saat lelah sekali tetapi saat kumandang adzan terdengar tetap berjamaah di mesjid.
Saat sakit sekali tetapi tetap sabar tanpa mengeluh.
Saat kesusahan tetapi tetap ikhlas dengan ujianNya.
Saat godaan hebat dan peluang melakukannya ada tetapi tetap taat.
Saat lingkungan tidak mendukung tetapi tetap .
Saat asyik dengan hobbynya tetapi tetap berzikir kepada Allah.
Saat ngantuk berat tetapi tetap bangun sholat malam.
Saat sibuk tetapi tetapi tetap sholat di awal waktu.
Saat rizki berlimpah tetapi tetap rendah hati.
Saat dizholimi dan ada peluang untuk membalasnya tetapi tetap memaafkannya.

Inilah "himmatul iimaan" semangat dan akhlak hamba beriman yang ingin sekali ridho Allah, dan yaqin sekali akan semua pembalasan di akhirat kelak. Itulah yang membuatnya kuat, tegar, semangat, Istiqomah, belas kasih, rendah hati dan mudah menangis karena Allah. 

Perhatikan Kalam Allah,
"Barang siapa yang takut ma'siyat karena Allah, lalu ia kendalikan nafsunya karena takut pada Allah, maka baginya Syurga dengan segala keni'matannya" (QS An Naaziat 40). 

Rasulullah mengkabarkan berita gembira, "Barang siapa meninggalkan sesuatu keinginan ma'siyat karena takut kepada Allah maka Allah ganti dengan sesuatu yang lebih baik baginya". 

Allahumma ya Allah tetapkanlah hidup kami dalam ketaqwaan kepadaMu dan merasakan kelezatan Istiqomah di jalanmu...aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
19 Oktober 2014

Minggu, 19 Oktober 2014

Waktu Tidak Dapat Diulang

Assalaaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu, 

Bila ALLAH bersumpah atas ciptaaanNYA, menunjukkan sesuatu yang LUAR BIASA, "WAL ASHRI" Demi Masa, Demi Abad, Demi Tahun, Demi Bulan, Demi Minggu, Demi Hari, Demi Jam, Demi Menit, Demi Detik...semua mahlukNYA dalam KERUGIAN BESAR kecuali YANG BERIMAN, itupun rugi kecuali yang BERAMAL SHOLEH, itupun rugi kecuali SALING MENASEHATI dalam TAUHID & KEBENARAN, itupun masih rugi kecuali SALING MENASEHAT dalam KESABARAN & KASIH SAYANG (Tafsir surah Al Ashr). 

Ingat, tidak ada satupun diantara kita yang mampu mengulangi waktu yang sudah berlalu walau hanya satu detik, demikian pula tidak ada yang mampu menghentikan berjalannya waktu walau hanya sedetik, karena itulah semua PELAKU MA'SIYAT di akhirat sangat amat menyesal dan minta dikembalikan ke dunia "laula akhkhartani" walau sedetik saja (QS Al Munafiqun 10), sampai-sampai berandai-andai alangkah bahagianya menjadi MUSLIM yang TAAT (QS Al Hijr 2), karena tidak mungkin kembali lagi, masih berandai kalau demikian adanya "lebih baik kami jadi tanah saja" (QS An Naba 40).

Karena itu sahabatku tercinta Fillah, JANGAN PERNAH SIA-SIAKAN LAGI DETIK-DETIK SISA KEHIDUPAN INI, SUNGGUH WAKTU YANG ALLAH BERIKAN DI DUNIA SEBENTAR INI UNTUK IBADAH, AMAL SHOLEH, MANFAAT dan BEKAL DI AKHIRAT.

Kembali kita berdoa di penghujung malam ini sahabatku, "Allahumma ya Allah hidupkan kami selalu dalam hidayahMu hingga hidup di dunia sebentar ini tidak ada yang sia-sia kecuali semua menjadi bekal terbaik untuk akhirat hamba...aamiin"..

K. H. Muhammad Arifin Ilham
18 Oktober 2014


Diperbarui 31 Desember 2015

Senin, 29 September 2014

Jihad Terbesar

Ketahuilah duhai sahabat sholehku, JIHAD TERBESAR dalam hidup kita adalah, saat kita sedang ASYIK TENGGELAM dalam ma'siyat, lalu kita BERJUANG KELUAR untuk TIDAK MELAKUKANNYA LAGI! 

Sungguh tiada kesempatan terindah, paling bersejarah dan sangat membahagiakan dalam perjalanan hidup kita sebentar ini adalah, setelah kita bergelimang dalam kumbangan kotoran dosa ma'siyat lalu kita BERTAUBAT SUNGGUH-SUNGGUH. 

Itulah KARUNIA RAHMAT ALLAH TERBESAR bagi hambanya yang bertaubat. 
"...kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, tidak satupun diantara kalian yang diampuni Allah, tetapi Allah memilih siapa diantara hambaNya yang diampuniNya" (QS An Nur 21). 

Allahumma ya Allah ampunilah seluruuuuuuuuh dosa-dosa kami dan terimalah taubat kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
28 September 2014

Minggu, 31 Agustus 2014

Kesungguhan Iman & Taat

Assalaamu alaikumwa rahmatullaahi wa barkaaatuhu. 

Sahabat sholehku, kita tidak akan pernah bahagia selama kita masih berdusta, suka gosip, buruk sangka, marah, dendam, dengki, riya, bangga diri, menipu, makan yang haram, malas ibadah apalagi hidup dalam ma'siyat. Karena KEBAHAGIAAN itu hanya pada KESUNGGUHAN TAAT. 

Baca dengan iman Kalam Allah ini, 
"Ketahuilah sesungguhnya kekasih-kekasih ALLAH itu, tidak akan takut apa yang akan terjadi dan tidak bersedih apa yang sudah terjadi, karena KESUNGGUHAN IMAN dan KESUNGGUHAN TAAT mereka kepada ALLAH, untuk mereka kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, itu pasti untuk mereka, itulah KEMENANGAN BESAR" (QS Yunus 62 - 64). 
Sahabatku yang ingin bahagia, segeralah bertaubat dan taat sungguh-sungguh. 

"Allahumma ya Allah ampunilah semua dosa-dosa kami, bahagikanlah kami dalam kesenangan ibadah dan taat di JalanMu...aamiin". 

Jangan lupa sholat dhuha, tetap selalu jaga wudhu, hati selalu zikir, senyumlah, dan untuk pria mu'min siapkan diri sholat ke mesjid tanpa terlambat.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
29 Agustus 2014

Minggu, 01 Juni 2014

Mengapa Ma'siyat?

Ustadz apakah orang beriman yang taat itu tidak ingin ma'siyat?

SubhanAllah, jelas ada keinginan ma'siyat, kan manusia juga yang punya nafsu, apalagi nafsu memang menagih untuk ma'siyat (QS Yusuf 53).

Lalu mengapa tidak ma'siyat?

Karena imannya lebih kuat kepada Allah ketimbang nafsunya pada ma'siyat, karena rasa takutnya pada dahsyatnya akhirat lebih besar dari pada cintanya pada dunia secuil ini. Itulah yang membuat ia bertaqwa.

Sebaliknya mengapa ma'siyat?

Bukan tidak punya iman, ada hanya lemah, lebih kuat nafsunya ketimbang rasa takutnya kepada Allah dan hari akhirat, maka ia pun berma'siyat.

Simaklah rintihan hamba yang bertaqwa itu dalam surah Al An'am ayat 15 "Setiap kali aku ingin ma'siyat, aku takut dengan adzab Allah di akhirat kelak!".

Allahumma ya Allah tetapkan kekuatan iman di hati kami, dan tanamkan rasa takut yang hebat pada dahsyatnya akhirat agar kami semakin takut ma'siyat dan semakin taat padaMu....aamiin.

Abang menulis ini setelah isya berjamaah di mesjid Az Zikra sekalian untuk musyawarah persiapan Tawshiyah Zikir Akbar ahad besok. Abang semangat setiap menulis di FB ini dengan harapan dan doa semoga abang dan kalian semua duhai sahabat FBku serta keluarga kita diridhoi Allah kelak semua dengan rahmatNya masuk Syurga FirdausNya...aamiin, aamiin, aamiin....betapa cengengnya abangmu ini.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 Mei 2014

Rabu, 21 Mei 2014

Orang Sholeh Bukanlah Orang Yang Tidak Pernah Berbuat Salah

Subhanallah sahabat sholehku, "Sungguh orang sholeh itu bukanlah orang yang tidak pernah berbuat salah, justru pernah berbuat salah tetapi kemudian sadar lalu segera bertaubat dan berjanji untuk tidak pernah mengulangi ma'siyatnya lagi, dan mereka pun meraih ampunan Allah dan SyurgaNya" (Ali Imron 135 - 136).

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa-dosa kami dan dosa-dosa kedua orang kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
21 Mei 2014

Minggu, 13 April 2014

Azab Yang Tertunda

Bang, bagaimana tuch ada orang yang ngga sholat tetapi rizki berlimpah, ma'siyat melulu, maaf bang, sampai berzina tetapi di kantor malah naik pangkatnya, korupsi malah semakin sukses?

Sahabatku, dunia ini ujian. Diuji dengan ni'mat bersyukur dengan taat atau tidak, diuji musibah bersabar taat atau tidak. Kalau pun ma'siyat sukses itu "istidraj" namanya, azab yang tertunda. Rasulullah bersabda, "Bila kamu melihat Allah menganugerahkan kenikmatan kepada seorang, sementara ia terus dalam ma'siyat, maka itulah "istidraj". Lalu beliau membaca surah Al An'am 44-45, "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam" (HR Thabrani).

Sekali lagi simak surah Al Fajr ayat 15-16, 
"Adapun manusia yang diuji dengan keni'matan dunia, ia mengira Tuhannya memuliakannya, sedangkan mereka yang diuji dengan kesusahan rizki, ia mengira Tuhannya menghinakannya. Jangan begitu manusia...".

So mulai saat ini jangan pernah iri hati pada siapapun, jangan sibuk mengurus mereka yang sukses dalam ma'siyat kecuali mendoakannya agar meraih hidayah Allah dan ber'da'wah jika mampu. Sibukkanlah pada muhasabah diri agar kita bukan hanya menjadi hamba yang sabar dari ujianNya tetapi pandai mensyukuri ni'matNya...aamiin.

Jangan lupa sebelum rehat berwudhu dulu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk sholat malam, sahabatku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
12 April 2014

Sabtu, 05 April 2014

Ma'siyat Terbuka

SubhanAllah sepulang abang dari mesjid Az Zikra kajian isyroq tadi, sahabat abang bertanya bagaimana menurut antum model kampanye mengundang para biduan yang berpakaian soronok dan menari-nari dengan tidak sopan di atas Panggung yang para penontonnya juga sebagian anak anak.

Sahabatku, itu ma'siyat terbuka yang dimurkai Allah. Silahkan simak peringatan keras Rasulullah, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

So sangat besar dosanya, apalagi donaturnya atau calon wakil rakyat yang mengundang mereka. Bagaimana berkah negeri tercinta ini kalau wakil rakyat senang dengan ma'siyat!

Semoga Allah tunjukkan HIDAYAHNYA kepada para biduan dan para wakil rakyat dan semua kita untuk sungguh-sungguh takut kepada Allah. Sahabatku, sebarkan peringatan ini.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
3 April 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...