Tampilkan postingan dengan label orang tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang tua. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2020

Di Jalan Allah Ta'ala

๐Ÿ”ธDari Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu, ia mengisahkan, 

"Ada seseorang melewati Nabi ๏ทบ dan para sahabatnya. Mereka melihat kesabaran dan jiwa semangat orang itu. Kemudian para sahabat berkata kepada Nabi ๏ทบ :

"Wahai Rasulullah ๏ทบ seandainya hal ini (jiwa semangatnya) ia peruntukkan (berperang/jihad) di jalan Allah Ta'ala.

๐Ÿ”ธMaka Rasulullah ๏ทบ menjawab,

ุฅู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุนَู„َู‰ ูˆَู„َุฏِู‡ِ ุตِุบَุงุฑًุง، ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) karena anaknya yang masih kecil, maka itu di jalan Allah Ta'ala.

ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุนَู„َู‰ ุฃَุจَูˆَูŠْู†ِ ุดَูŠْุฎَูŠْู†ِ ูƒَุจِูŠุฑَูŠْู†ِ ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) berusaha (mencari penghasilan) karena kedua orang tuanya yang sudah tua renta, maka itu di jalan Allah Ta'ala.

ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุนَู„َู‰ ู†َูْุณِู‡ِ ูŠُุนِูُّู‡َุง ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) bagi dirinya dalam rangka menjaga sifat 'iffahnya (menjaga kehormatan untuk tidak minta-minta), maka itu adalah di jalan Allah Ta' ala.

ูˆَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุฎَุฑَุฌَ ูŠَุณْุนَู‰ ุฑِูŠَุงุกً ูˆَู…ُูَุงุฎَุฑَุฉً ูَู‡ُูˆَ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ

๐Ÿ“
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) karena riya dan bangga, maka itu di jalan setan".

๐Ÿ“šHR. Ath Thabrani dan disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami'.

Selasa, 16 Juli 2019

Orang Tua dan Anak

Orang tua adalah cerminan bagi anak-anaknya, maka keteladanan apa yang kita berikan untuk anak-anak? Yaitu keteladanan yang baik dimana perbuatan, perkataan dan hati kita itu sama.

Jadi, jika ingin mempunyai anak yang jujur, bagus akhlaknya, bagus tahajudnya maka orang tua harus memberikan contoh yang sama, yaitu menjadi orang tua yang jujur, bagus akhlaknya dan bagus tahajudnya.

"Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara), maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." 
HR. Al-Baihaqi dan Ath Thabarani

K. H. Abdullah Gymnastiar
15 Juli 2019

Kamis, 29 Maret 2018

Bhakti kepada Orang Tua sebagai Kunci Sukses

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Ketahuilah!

Tiada ridho Allah tanpa ridho orang tua
Tiada keberkahan hidup tanpa restu orang tua
Tiada kesuksesan tanpa doa orang tua
Tiada kebahagian tanpa bakti orang tua

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil” (Al-Israa’ 23-24).
Rasulullah bersabda,

“Seseorang datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi menjawab, “Ibumu!”. Dan orang tersebut kembali bertanya, “Kemudian siapa lagi?’ Nabi “Ibumu!” Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu!” orang tersebut bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi”, Nabi menjawab, “Kemudian ayahmu”
(HR Bukhari Muslim)

Allahumma ya Allah rahmatilah ampunilah semua dosa kami dan kedua orangtua kami, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
28 Maret 2018

Selasa, 11 Juli 2017

Mama


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu

SubhanAllah walhamdulillah setelah abah wafat, Allahu yarhamhu, kini mama yang menjadi pusat perhatian abang. Kalau mama pulang kampung ke Banjarmasin, setiap hari abang telpon, kadang lebih sekali setiap hari.

Umur mama sudah 68 tahun. Alhamdulillah mama sehat afiyat karena aktif bolak balik dapur. Masakan mama tiada tara lezatnya, karena tangan mama mengeluarkan minyak kasih sayang untuk anak anaknya. Apalagi mama selalu mendampingi anaknya saat makan. Kadang membukakan udang, mengupaskan buah, memisahkan ikan dari tulangnya.

Mama yang mengantarkan abang ta'kala masuk pesantren. MasyaAllah mama sebulan penuh belum pulang dari pesantren menjaga arifin. Mama selalu bangun sholat malam, dulu bersama almarhum abah, mulai 02.00, dilanjutkan tadabburul qur'an, dan sholat dhuha mama amalkan dari remaja.

Mama sangat belas kasih, tidak tegaan melihat orang susah, perhatian pada keluarga jauh sekalipun. Mama membuat abang semangat mencintai Allah dan RasulNya. Abang sangat menyayangi mama, abang teringat peringatan keras Rasuluullah pada anak yang tidak peduli pada orang tuanya, menyianyiakan saat hidup,

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.”

Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga” (HR. Muslim no. 2551).

Mama pelipur lara, pelepas duka, doa-doa mama sangat abang incar-incar, sangat bahagia kalau sudah dalam dekapan mama. Kalau pulang, maka mama dulu yang abang cari, melihat mama, hati tenang, damai. MasyaAllah ternyata abang masih kanak-kanak kalau sudah dekat dengan mama.

"INGAT SIAPAPUN KAMU SEKARANG, TIDAK AKAN PERNAH ADA DENGAN IZIN ALLAH TANPA IBU YANG MENGANDUNGMU, JANGAN PERNAH MENYAKITINYA, KEKURANGAN BAHKAN KESALAHANNYA SEKALIPUN TIDAK AKAN SEBANDING DENGAN JASANYA KEPADAMU, TUGAS HIDUPMU SETELAH IBADAH KEPADA ALLAH ADALAH MEMBAHAGIAKAN AYAH IBUMU!".

Allahumma ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa-dosa kedua orang tua kami, sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi kami waktu kecil...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Juli 2017

Jumat, 02 September 2016

Memuliakan Orang Tua

Aku bertanya kepada Rasulullah Saw., “Amal apakah yang paling utama?” Rasulullah Saw. menjawab, “Salat di awal waktu.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah Saw. menjawab, “Berbakti kepada kedua orangtua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah Saw. menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (H.R. Bukhari)

Subhanallah! Demikian tingginya Allah Swt. menempatkan derajat orangtua hingga disejajarkan dengan salat dan jihad. Tentu teramat disayangkan jika ada figur publik yang terkenal baik kepada sesama atau bahkan getol ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial namun akhlak terhadap kedua orangtuanya tidak atau kurang baik. Kita patut curiga, jangan-jangan kegiatan sosialnya tersebut hanyalah sebuah kepura-puraan demi sebuah popularitas mengingat kepada orang terdekatnya saja, yaitu orangtuanya, dia tidak sanggup berbuat baik.

Kalau Allah Swt. saja sudah mensejajarkan orangtua dengan salat dan jihad, bukankah sudah seharusnya kita lebih memuliakan orangtua daripada aktif di kegiatan sosial?


Aam Amiruddin

1 September 2016

Selasa, 13 Oktober 2015

2 Pintu Ke Surga

Tabi'in mulia Iyas bin Mu'awiyah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu ortunya, dikatakan ke beliau, " Mengapa anda menangis sedemikian rupa ?"

Beliau, "Tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati. Tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki 2 pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan dibuka sampai hari kiamat, aku memohon Allah agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua...".

Rasulullah bersabda, "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia" (HR. Tirmidzi).

Maka masihkah kau sia-siakan pintu itu?
Bahkan kau haramkan dirimu tuk memasukinya? 
Sudah berapa lama kau tidak mendoakan bahkan menengoknya? 

Dengan mengangkat suaramu dihadapannya? Dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena di makan usia. Sementara tubuhmu yang berotot kekar, dahulu telah di basuh kotorannya dengan tangannya yang kini tak bertenaga...

Fauzi Ichsan
@edisi pengen ke Mekkah, habis baca kisah-k mati suri

Kamis, 27 Agustus 2015

Mama Ustadz Muhammad Arifin Ilham

SubhanAllah walhamdulillah setelah abah wafat, Allahu yarhamhu, kini mama yang menjadi pusat perhatian abang. Kalau mama pulang kampung ke Banjarmasin, setiap hari abang telpon, kadang lebih sekali setiap hari. Umur mama sudah 68 tahun. Alhamdulillah mama sehat afiyat karena aktif bolak balik dapur. Masakan mama tiada tara lezatnya, karena tangan mama mengeluarkan minyak kasih sayang untuk anak-anaknya. Apalagi mama selalu mendampingi anaknya saat makan. Kadang membukakan udang, mengupaskan buah, memisahkan ikan dari tulangnya. Mama yang mengantarkan abang ta'kala masuk pesantren.

MasyaAllah mama sebulan penuh belum pulang dari pesantren menjaga arifin. Mama selalu bangun sholat malam, dulu bersama almarhum abah, mulai 02.00, dilanjutkan tadabburul qur'an, dan sholat dhuha mama amalkan dari remaja. Mama sangat belas kasih, tidak tegaan melihat orang susah, perhatian pada keluarga jauh sekalipun.

Mama membuat abang semangat mencintai Allah dan RasulNya. Abang sangat menyayangi mama, abang teringat peringatan keras Rasuluullah pada anak yang tidak peduli pada orang tuanya, menyia-nyiakan saat hidup, “Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga” (HR. Muslim no. 2551).

Mama pelipur lara, pelepas duka, doa-doa mama sangat abang incar-incar, sangat bahagia kalau sudah dalam dekapan mama. Kalau pulang, maka mama dulu yang abang cari, melihat mama, hati tenang, damai.

MasyaAllah ternyata abang masih kanak-kanak kalau sudah dekat dengan mama. "INGAT SIAPAPUN KAMU SEKARANG, TIDAK AKAN PERNAH ADA DENGAN IZIN ALLAH TANPA IBU YANG MENGANDUNGMU, JANGAN PERNAH MENYAKITINYA, KEKURANGAN BAHKAN KESALAHANNYA SEKALIPUN TIDAK AKAN SEBANDING DENGAN JASANYA KEPADAMU, TUGAS HIDUPMU SETELAH IBADAH KEPADA ALLAH ADALAH MEMBAHAGIAKAN AYAH IBUMU!".

Foto saat abang seusai pulang dari safari da'wah, makasih mamaku sayang, "ulun himung banar amun pian baada parak ulun" (bahasa Banjar)
Allahumma ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa-dosa kedua orang tua kami, sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi kami waktu kecil...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
26 Agustus 2015

Sabtu, 21 Juni 2014

Sayang Sama Orang Tua Ga?

Sayang sama orang tua ga?
Kalo sayang, jaga diri yuk? Jangan sampe nyusahin di dunia, dan nyusahin pula di akhirat. Saling doa ya. Siapa tau, dengan niat begitu, kita-kita sebagai anak, bisa ngasih mahkota penghafal Qur'an di hari akhir nanti buat orang tua kita.

Siapa yang berniat melakukan kebaikan, maka akan dicatat sejak niatnya itu, seakan-akan kebaikan itu sudah sempurna dia lakukan. Niatan baik yang kemudian benar-benar dikerjakan, dapat pahala lain lagi yang berlipat-lipat.
Nah, pake aja fadhilah niat ini di urusan ngafal Qur'an. Mulai aja jalan ngafalin. Biar ga berat, 1 hari 1 ayat dah. Lama-lama tambahin ayatnya.

Bila kita niat ngafal besok nih. Eh, malam ini udah dicabut nyawa, insyaaAllah besok dikubur... He he he.

Udah gi dah. Pada niat ngafal Qur'an. Sambil jalan, benahin juga bacaannya, kepahamannya, akhlaknya... Mudah-mudahan umur panjang, hafal beneran 30 juz.
Kalo pun engga, maksudnya, ga nyampe, baru 2-3 ayat misalnya, tapi sebab niat ngafalnya 30 juz, insyaaAllah wafat dan dibangkitkan sebagai penghafal Qur'an.

Semua bukan untuk kita tapi kelak sebagai hadiah buat orang tua kita. Dunia ga bakal dibawa dan  kebawa mati oleh orang tua kita. Bismillaah....

Ustadz Yusuf Mansur
17 Juni 2014

Sabtu, 18 Januari 2014

Pahala Memerintahkan Anak Mempelajari Al-Qur'an

SubhanAllah sepulang kajian dari mesjid Az Zikra Sentul, seorang anak kecil berumur 6.5 tahun bernama Adnan Maulana bersama ibundanya menghampiri abang. Setelah mengucapkan salam, ibundanya mengkhabarkan bahwa anaknya sudah beberapa kali menjuari membaca dan menghafal Alqur'an. "Hanya saja anak saya merengek terus minta bertemu dengan pak Ustadz, anak saya bercita-cita ingin membaca Alqur'an di hadapan pak ustadz, mohon kabulkan harapan anak saya pak ustadz".

 
Cepat kucium anak itu, lalu kubawa ke ruang tengah gubukku, dan kupersilahkan nanda Adnan membaca Alqur'an disaksikan bundanya dan keluargaku. Kamipun tidak kuat menahan air mata melihat dan mendengar suara merdunya membaca Alqur'an. Teringat sabda Rasulullah, “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an” (HR al-Hakim).

 
Allahumma ya Allah jadikan kami dan anak cucu keturunan kami "min ahlil qur'an was sunnah" ahli Alqur'an dan sunnah...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
15 Januari 2014

Selasa, 17 September 2013

Birrul Walidain

Amal yang hebat, dan ada di rumah, yakni: birrul walidain. Benar-benar berbuat baik ke ortu. Jaga mulut dan sikap. Nurut, ngebantu dan ngebahagiain beliau-beliau.

Jangan pernah bilang: ah mamah nih... ah ibu nih... ah emak nih... Atau apa panggilan untuk beliau. Juga terhadap ayah. Sebaiknya jangan pernah nunjukin muka masam, muka sepet, muka sebel, muka ga enak diliat. Sebisa mungkin kalo pun kesel ama kelakuan ortu, maafin.
Apalagi kalo bukan karena kelakuan ortu, yakni cuma qt yang ga seneng dikasih tau, dinasihatin. Wuh, jangan dah. Bisa susah di dunia dan akhirat. Sebaiknya jangan ampe disuruh, kerjain kerjaan-kerjaan rumah: nyapu, ngepel, nyuci piring, pakean, motor, mobil. Itu jalan buat hidup senang.

Sebisa mungkin jangan ambil duit ortu, tanpa bilang-bilang, walo ortu ga tau. Klo ga dikasih, jangan marah-marah. Ngambil duit orang lain aja ga boleh, apalagi ortu. Saban habis shalat, doain bener-bener ortu. Doanya jangan doa hafalan saja. Kudu doa yang bener-bener diperlukan ortu.

Dahulukan kepentingan ortu, daripada kepentingan kita-kita anaknya. Sampe ke urusan makan minum dan jalan. Jangan ngeduluin, jangan ngelangkahin.

Kalo ribut dengan ortu, kudu ambil posisi yang ngalah, yang maafin, yang mahamin, yang ngertiin. Jangan munculin ego ke ortu.

Sering-sering hadiahin faatihah buat ortu, baik habis shalat, atawa kapan aja. Dibanyakin. Doa buat orang lain aja keren banget. Apalagi buat ortu.

Mertua juga ortu. Paman, bibi, juga ortu. Kakek nenek juga disebut ortu. Guru juga ortu. Guru sekolah, guru madrasah, guru ngaji...

Jangan ngomongin ortu. Kecuali kebaikannya. Jangan skali-kali ngomongin. Dan karena guru juga ortu, dan ustadz adalah juga guru, maka jangan juga begitu ke ustadz, he he....

Banyak-banyak minta doa ke ortu. Banyak-banyak bersedekah ke ortu. Tanpa melupakan bahagian yang berhak lainnya. Gedein aja jatah sedekahnya. Supaya bisa bagi-bagi.

Jangan nyelonong begitu aja, padahal ortu ada di rumah. Izinlah sama beliau. Walo itu cuma keluar rumah buat beli pulsa. Sambil minta duitnya, he he....
Pokoknya jangan ampe ortu nyari-nyari. Ini pantangan banget. Pantangan bikin ortu susah. Sebaiknya pamit, kasih tau, walo hanya pergi ke pekarangan.

Jangan kesel sama ustadznya. Jangan marah-marah ga keruan. Klo ada yang ga sependapat, doa aja, baik sangka aja. Tapi tegur baik-baik boleh. Ustadz juga ortu, he he.

Jangan ampe berkata kasar. Walo sekedar, "Mamah nih..." "Papah nih..." "Ayah ibu mana ngerti sih urusan anak muda." Jangan ya.

Sebaiknya ga pernah melengos, atau memalingkan muka dari ortu. Kalo diajak bicara, kudu nunjukin perhatian dan rasa senang. Kudu banyak waktu buat ortu. Kalo udah ga adanya, bakal nyesel minta ampun.

Ucapin sering-sering, sebagai doa dan niat. Saya kudu jadi anak saleh/salehah. InsyaaAllah ditegor bapaknya: "Kamu kan anak Pak Shomad!" He he he....
Ya, kudu sering-sering ucap, sebagai doa dan niat, "Saya kudu jadi anak yang berbakti, yang nyenengin ortu, biar dapet doa dan ridhonya."

Doain ibu saya, dan semua orang-orang tua saya ya. Salam hormat. Dan banyak-banyak saya mohon maaf, belum bisa nyenengin dan belum manfaat bagi kawan-kawan semua.

Ustadz Yusuf Mansur
6 September 2013

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ุฃَูƒْู…َู„ُ ุงู„ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฅِูŠู…َุงู†ًุง ุฃَุญْุณَู†ُู‡ُู…ْ ...