Sabtu, 19 Januari 2013

Bahaya Mabuk Pujian

Dipuji, dikagumi, diperlakukan spesial itu sangat nikmat, sehingga banyak orang yang sangat merindukannya.

Dan bagi yang tak hati-hati dan tak kuat iman, akan banyak kerusakan yang timbul bila sudah diperbudak dan mabuk pujian.

Seperti orang mabuk; berpikir, berbicara, bersikap dan mengambil keputusan menjadi tak normal/error.

Hati akan cenderung hilang kepekaan, mudah tersinggung dan sakit hati bila orang tak memuji atau memperlakukanny­a tak sesuai harapan.

Hidup selalu galau, sangat cemas orang tak lagi memperhatikanny­a. Akal selalu berputar akibatnya jadi kurang peduli kepada yang lain, selalu orientasi diri sendiri.

Sibuk sekali membangun 'kemasan'/­topeng' demi penilaian orang walau harus berhutang atau menanggung resiko yang berat.

Orang-orang disekitarnya pecinta penilaian manusia, tak akan merasa nyaman, karena yang bersangkutan pun­ tak nyaman dengan dirinya sendiri.

Hubungan dengan Allah pun semakin terhijab, walau banyak ilmu agama dan rajin ibadah, karena di hatinya bukanlah Allah yang dituju melainkan sibuk dengan penilaian makhluk.
"Janganlah kamu mengatakan dirimu suci/jangan memuji dirimu. Dia lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa" ( Qs An Najm : 32 )

KH. Abdullah Gymnastiar
4 Januari 2013

Jumat, 18 Januari 2013

Jangan Sibuk Mengatur Allah

Jangan sibuk 'mengatur' Allah agar sesuai dengan keinginan dan harapan diri.

Lebih baik sibuklah mengatur hati, pikiran, sikap dan keinginan agar disukai Allah.

Selebihnya percayakanlah kepada-Nya, untuk mengatur, memilihkan dan menentukan yang terbaik untuk kita.

Pasti akan sangat beruntung, mendapatkan pilihan dan ketentuan terbaik yang manfaat untuk dunia akhirat.
وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (البقرة: 216)

“… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216)

KH. Abdullah Gymnastiar
3 Januari 2013

Kamis, 17 Januari 2013

Enak Sesaat Dan Menderita Berkepanjangan

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku, kita tahu kalau hidup di dunia ini hanya SESAAT, walaupun sesaat tetapi sangat BESAR RESIKONYA, sesaat tetapi menentukan keadaan kita di akhirat kelak selama-lamanya. Inilah yang membuat hamba-hamba ALLAH yang beriman itu "kayyisun fathinun" menjadi cerdas, cerdasnya karena beriman kepada ALLAH dan beriman pada HARI AKHIRAT, "orang beriman tidak akan mau terjebak oleh hanya karena ENAK SESAAT tetapi MENDERITA BERKEPANJANGAN", berdusta enak, berzina enak, korupsi enak, segala bentuk ma'siyat enak tetapi sesaat & akibatnya "mataaun qoliil walahum adzaabun aliim" siksa sangat pedih di akhirat kelak (QS Ali Imron :197).

Sebaliknya bagi yang beriman justru ia olah hidup sesaat ini untuk kebahagiaan di akhirat kelak,
"APA SIH SUSAHNYA SABAR SEBENTAR DI DUNIA INI?",
"APA SIH SUSAHNYA CAPE SEBENTAR DALAM IBADAH?",
"APA SIH SUSAHNYA TAAT SEBENTAR DI DUNIA INI?",
"KAN TIDAK LAMA, ADA SAATNYA KITA BUKA PUASA, ADA SAAT KITA MENGHADAP ALLAH, ADA SAATNYA KITA MENGETAM APA YANG KITA TANAM DI DUNIA INI. BERSABARLAH DALAM TAAT SAHABATKU" (QS An Nahl : 97).

Kurehat dulu sahabatku, jangan lupa sebelum tidur, berwudhu, berdoa, berdzikir dan berniat sholat malam. Sahabatmu Muhammad arifin ilham yang selalu ingin bersamamu dalam BAHAGIA TAAT...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Januari 2013

Rabu, 16 Januari 2013

Gelisah?

Silakan periksa hati.
Pasti ada selain Allah yang mendominasi hati ini.

Bisa manusia/makhluk,
Bisa benda/harta,
Bisa pujian/­penilaian/cinta makhluk,
Bisa harap dan takut kepada manusia,
Bisa keinginan duniawi,
Bisa diperbudak nafsu.

Hati hanya tenang bila terpusat kepada Allah.
Kembali kepada-Nya dan pasrah kepada ketentuan-Nya.

Semakin penuh hati ini oleh ingat, dan yakin kepada semua janji dan jaminan Allah...
Serta semakin patuh.

Dijamin semakin tentram hati ini.

KH. Abdullah Gymnastiar
2 Januari 2013

Selasa, 15 Januari 2013

Malam Tahun Baru Masehi

SUBHANALLAH, sahabat sholehku mari kita tinjau ulang sejarah sebagai sebuah renungan atas apa yang terjadi hari ini agar kita faham mengapa kita umat beriman tidak latah sekalipun banyak manusia tertipu karenanya.

"Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai HARI PERMULAAN tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi MEMPERSEMBAHKAN hari ini (1 Januari) kepada Janus, DEWA segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu." (The World Book Encyclopedia -1984-, volume 14, halaman 237)

Kesian yang MERAYAKAN MALAM TAHUN BARU.... Kaum penyembah berhala merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, meniup terompet, berpesta ria, ikut gembira, menyalakan kembang api dan bernyanyi bersama.

Rasulullah bersabda, "Siapa yang menyerupai suatu kaum maka mereka adalah bagian dari kaum itu".

Jazaakumullah sahabatku Heri Giri atas nasehatnya, "Semoga Allah selalu jaga kita dalam hidayah hingga selamat dari tipudaya manusia dan dunia sebentar ini...aamiin".

Kurehat dulu sahabatku, jangan lupa sebelum tidur, berwudhu, berdoa, berdzikir dan berniat sholat malam. Sahabatmu Muhammad arifin ilham yang selalu ingin bersamamu dalam BAHAGIA TAAT...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
31 Desember 2012

Rahasia Kebahagiaan Hidup

Imam Hasan Al Basri pernah menyebutkan RAHASIA KEBAHAGIAN HIDUP nya:

1. Aku sadar bahwa tugasku beramal tak mungkin ditunaikan orang lain maka aku sibukkan diri melakukannya.

2. Aku sadar bahwa kematian itu adalah benar maka aku persiapkan diri menghadapinya.

3. Aku sadar bahwa rizkiku tak akan diambil orang maka hatiku menjadi tenang.

4. Aku tahu bahwa Allah selalu menatapku maka aku malu melakukan maksiat dihadapan-Nya

Sabtu, 05 Januari 2013

Tawakal

Allah menciptakan beragam keperluan/masalah/ketakutan agar kita bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

Agar bisa bersimpuh, menghiba pertolongan-Nya dan bergantung kepada-Nya karena disanalah letaknya kebahagiaan dan ketenangan.

Siapapun yang mengandalkan selain Allah, termasuk mengandalkan ilmu/pengalaman/kemampuan dirinya sendiri pasti tak akan tenang dan tak akan berhasil.

Karena semua karunia mutlak hanya milik-Nya, sepenuhnya dalam genggaman-Nya dan hanya bisa datang dengan izin-Nya.

Siapapun yang mengandalkan Allah, dijamin akan berhasil, Dia Maha Mengetahui segala isi hati, Dia Maha Cepat dan sempurna dalam menolong dan mengurus hamba-hambanya.

"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka baginya pasti akan dicukupi" ( QS Ath-thalaq 3 ).

KH. Abdullah Gymnastiar
25 Desember 2012

Rabu, 26 Desember 2012

Tips Keluarga Sakinah

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.

Tip-tip kecil meraih keluarga semakin hari semakin mesra & sakinah. Bagi sahabatku yang belum nikah, simpan ya tips hikmah ini,

1. Selalu menyempatkan makan bersama,
2. Sekali-kali suami menemani istri di dapur, ke pasar atau menemani keperluan istri,
3. Memberi hadiah kejutan yang menyenangkan,
4. Buat kata indah mesra, via sms, diletakkan di meja kerja,
di kasur atau kita buka lemari baju,
5. Jangan pelit kata panggilan kesayangan & pujian,
6. Sungguh indah sholat tahajjud bersama apalagi dilanjutkan dengan doa bersama & di akhiri dengan pelukan ciuman sayang,
7. Ngaji bersama, syukur kalau suami pengajarnya,
8. Ngajak istri hadir di majlis ilmu,
9. Setiap menatap dihati atau terucap doa,"rahmati istri / suami hamba ya Allah",
10. Dibiasakan mencium sebelum bepergian, sepulangnya, sebelum tidur, saat mau makan, setelah makan disertai ucapan terima kasih, setiap selesai sholat atau saat tidak terduga memberikan ciuman disertai bisakan, "aku cinta kamu karena Allah, sayangku".

"Aku senyum menulis ini, & kubacakan untuk dua bidadariku, merekapun tersenyum indah, Allahumma ya Allah jadikanlah rumah tangga kami, rumah tangga Syurga sebelum SyurgaMu...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Desember 2012

Jumat, 21 Desember 2012

Merasa Yang Tepat

Sumber ketenangan, kebahagiaan dan kemuliaan adalah ketika kita merasa dan menempatkan diri sebagai hamba di hadapan Dia Tuhan semesta alam.

1, Yakin bahwa diri ini tak punya apa-apa, segalanya adalah Milik-Nya dan titipan-Nya, amanah-Nya yang kelak dipertanggungjawabkan

2. Yakin diri ini lemah tak berdaya, segala kekuatan dan pertolongan hanya milik-Nya, datang hanya dari-Nya

3. Yakin bahwa diri ini bodoh kecuali dititipi ilmu sedikit oleh-Nya, Dia Yang Maha Tahu segala-galanya.

4. Yakin bahwa diri ini kotor dan hina berlumur dosa, Hanya Dia Yang Maha Suci yang menutupi semua aib dan hanya Dia Yang Kuasa Mengampuninya.

Semakin tepat menempatkan diri di hadapan-Nya, semakin dicintai-Nya.. Semakin indah dan berkah hidup ini.

KH. Abdullah Gymnastiar
3 Desember 2012

Selasa, 18 Desember 2012

Jangan Berlebihan

Berlebihan dalam menilai diri, akan menjadi manusia sombong yang amat dibenci Allah.

Berlebihan menilai kekurangan diri, akan menjadi minder, kufur nikmat terhadap karunia-Nya yang melimpah.

Rasulullah Shalallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda:"Jauhilah kamu makan dan minum yang berlebih-lebihan, karena yang demikian dapat merusak kesehatan tubuh, menimbulkan penyakit
dan memberi kemalasan (kesulitan) ketika akan bershalat. Dan hendaklah bagimu bersikap sedang (cukupan) karena yang demikian akan membawa kebaikan pada tubuh, dan menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan." (HR. Bukhari)

Sikap yang berlebih-lebihan adalah nafsu yang bisa mendatangkan ketidakadilan dan kemudharatan.

Mari kita nikmati hidup proporsional, bersahaja, wajar dan lakukan semua ini Lillahi ta a'laa bukan untuk penilaian manusia. Insya Allah berkah.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 November 2012

Sabtu, 15 Desember 2012

Hujan Disertai Petir

SubhanAllah, sahabat sholehku, apa yang kita lakukan saat hujan turun lebat disertai petir?

1. Bersyukur atas ni'mat Allah, dengan banyak memuji Allah karena turunnya hujan adalah rahmat Allah. Semua jadi hidup, tanaman, hewan, sungai, bumi dsb (QS 21: 30),

2. Tadabbarul alam, proses kejadian sampai turunnya hujan membuat kita semakin kagum, cinta dan taat kepada Allah, "Allah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hambaNya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira (QS 30 : 48),

3. Menyambutnya dengan doa, “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat" (H.R. Al Bukhary),

4. Juga doa mohon keselamatan, "Wahai Tuhanku! Turunkanlah hujan di sekitar kami dan janganlah musnahkan kami. Ya Allah! turunkanlah ia di atas gunung-gunung, bukit-bukit, lembah-lembah dan di tempat tumbuhnya pokok-pokok" (H.R. Bukhari-Muslim),

5. Kalau disertai petir, sambutlah dengan doa, “Maha Suci Allah yang menjadikan gemuruh petir bertasbih dan memuji Allah dan juga beserta para malaikatNya karena takut kepadaNya" (H.R. Malik).

Sahabatku, sungguh segala sesuatu yang terjadi di muka bumi atas keputusan Allah yang Allah putuskan dengan rahmat, ilmu dan kebijakkanNya, Semoga kita tidak mudah lagi berkeluh atas peristiwa yang terjadi...aamiin".


K. H. Muhammad Arifin Ilham
29 November 2012

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...