Rabu, 17 April 2013

Bila Memang Kita Bersalah

Tak perlu sibuk banyak alasan membela diri hanya karena takut kemarahan makhluk atau takut jatuh kedudukan di sisi makhluk.

Akui saja dengan jujur,
Segera mohon ampunan Allah,
minta maaflah dengan tulus.
Jangan takut untuk memikul resiko sebagai tanggung jawab atas kesalahan.

Lalu fokus tafakuri dan sungguh-sungguh serta gigihlah perbaiki diri, sebagai tebusannya.

Agar benar-benar diterima Allah, Semuanya harus karena-Nya, bukan untuk mencari simpati atau penilaian manusia.

Sesungguhnya Allah amat mencintai orang yang bertobat, dan mencintai orang yang memperbaiki/mensucikan diri.

KH. Abdullah Gymnastiar
6 April 2013

Senin, 15 April 2013

Allah Yang Nyuruh Doa

Shalat malam, niatnya apa?
Ya niat shalat malam. Habis itu doa, minta dunia, untuk kesulitan dunia, hajat dunia. Doa ga dilarang.

Baca Qur'an, niatnya apa?
Malah ga perlu niat. Tapi habis itu doa, minta dunia, untuk kesulitan dunia, hajat dunia. Doa ga dilarang. Namanya juga doa.

Shalawat, niatnya apa?
Ga pake niat. Langsung aja shalawat. Habis itu doa, minta dunia, untuk kesulitan dunia, hajat dunia. Allah yang nyuruh doa.

(+) sedekah diniatkan untuk dapat harta dunia akan ditunaikan segera, tapi akan masuk ke neraka dengan terhina. Betulkah?
(-) Bukan niat. Tapi doa. Doa, gpp.

Yang disebut "karena dunia" itu, barangkali beramal, sebab pengen diliat, didenger, dipuji, orang. Ini saya sepakat. Ga boleh. Tapi klo doa? Itu bukan pamrih.

Klo sama Pemilik Dunia, ga boleh minta dunia, ke siapa lagi kita bisa dan harus meminta?
Jangan jauhkan pecinta dunia, dari Pemilik Dunia. Supaya lembut hatinya, lurus jalannya, dan benar pemanfaatan atas dunianya. Ajarkan yang mo dunia, cara-cara yang diajarkan Pemilik Dunia. Ibadah termasuk salah 1 yang bisa mendatangkan dunia. Dan yang penting lagi jangan cuma minta dunia. Doa itu sendiri ya ibadah. Dah, sama Allah mah jangan malu minta. Justru malu kalo mintanya sama selain Allah. Atau malah ga minta.

Dari perusahaan saya, menghadiahkan tahun ini, 40 hadiah umrah. Ini bukan riya ya. Uswatun hasanah. Ayo, usaha. Buat Allah dan agama-Nya.

Duluuuu... Waktu kecil, impian saya, pengen jadi ustadz keren, he he. Datang pake mobil sendiri, ga dijemput. Ga dibayar dan banyak sedekahnya.
1000x saya bisnis, insyaAllah itu buat contoh juga. Mau ya? Punya ustadz nyontohin minta-minta? He he. Kalo saya guru senam, saya senam.

Sebaik-baik harta, di tangan mukmin yang saleh dan berilmu. Sebaik-baik kekuasaan juga begitu. Sejelek-jeleknya, sebaliknya.

Sayang ga ketemu muka nih ngajarnya. Klo tatap muka, udah saya jewer, he he. Banyak yang ngeyel, ngelunjak, ga beradab. Tapi tetep kalem, he he.

Dah masuk malam Jum'at, banyakin shalawat. Klarin alKahfi. Jangan lupa, al Mulk & Yaasiin tetep dibaca. Siapa tau malam ini, malam terakhir bagi qt.

Ustadz Yusuf Mansur
4 April 2013

Minggu, 14 April 2013

Risk Sharing

(1) Salah satu keunggulan Islamic Finance adalah adanya instrumentasi RISK SHARING (berbagi resiko juga keuntungan tentunya).

(2) Dengan RISK SHARING semua pihak dalam bisnis dipaksa untuk cermat dan hati-hati karena kerugian akan ditanggung bersama.

(3) RISK SHARING semua biaya harus dikontrol ketat karena besar pasak daripada tiang akan berbahaya yang berujung pada kerugian.

(4) Risk Sharing dapat mendorong entrepreneurship dan minat terjun ke dunia usaha karena resiko tidak ditanggung sendiri tapi di sharing.

(5) Risk Sharing dapat merubah hubungan pemilik dana dengan pelaksana usaha dari sekadar PEMINJAM menjadi PARTNER dalam usaha.

(6) Risk sharing bertumpu lebih banyak pada equity tidak pada debt (hutang) dengannya ekonomi berdiri di atas sektor riel yang kuat.

Saat ini ada 5 negara yang menjadi lokomotif keuangan syariah dunia, Malaysia, Inggris, Saudi Emirates (Dubai) dan Indonesia

Muhammad Syafii Antonio
2 April 2013

Sabtu, 13 April 2013

Nafsu

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabat sholehku mari kenali "nafsu" yang bersemai pada setiap insan dan diri kita,

1. Nafsu Ammarah (QS Yusuf 53),
ini adalah nafsu yang hanya puas kalau sudah ma'siyat, sangat tidak suka ibadah, benci nasehat kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Seperti, senang berzina, sangat pemarah, hobby mabuk, benci ulama, ketagihan makan haram, korupsi dsb.

2. Nafsu Lawwamah (QS al Qiyamah 2),

nafsu standar ganda, dari kata "laima" mencela dirinya setelah berbuat ma'siyat lalu sangat menyesal tetapi tidak lama kemudian ketagihan lagi. Seperti, sholatnya rajin tetapi masih suka berzina, tentu yang salah bukan sholatnya, pelakunya yang belum faham tujuan, makna dan hikmah sholat kecuali sholat sekedar. Kalau sholat itu benar-benar dihayati buahnya jauh dari ma'siyat, "Sesungguhnya sholat itu mencegah zina dan mungkar" (QS al Ankabut 45) atau sudah haji tetapi korupsi dsb,

3. Nafsu muthmainnah,
ini nafsu hamba Allah yang sholeh (QS Ar Ro'du 28) "almuqorrobuun" (QS al Waqiah 88) senangnya ibadah, semangatnya beramal, hatinya lembut, dermawan, rendah hati, istiqomah, suka sekali duduk di mesjid, majlis ilmu, cinta ulama, amat sangat takut ma'siyat, malah ia heran melihat orang berani ma'siyat, sedih sekali kalau bangun terlambat sholat malam, asyiknya muhasabah diri sama sekali tidak tertarik melihat aib orang lain, air matanya mudah menetes ta'kala sholat, membaca Alqur'an dan berzikir.

"Allahumma ya Allah lindungilah kami dari nafsu yang membuat kami ma'siyat kepadaMu dan bimbinglah nafsu kami menjadi muthmainnah nafsu mendekat kepadaMU...aamiin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 April 2013

Jumat, 12 April 2013

Sedekah vs Pelit

Jalan cepet menuju kaya, diantaranya, sedekah. Tapi banyak orang ga suka statement ini. Bersedekahlah, maka kau akan kaya.

Jalan cepet buat jadi miskin, susah, adalah pelit. Coba aja...

Penyebab rizki tipiiiissss, sempit, dikiiiiiit, shalatnya ga berjamaah. Ga di masjid. Coba juga ya...

Nanti, kalo saya gerakin sedekah, tetap utamakan ke orang tua, sodara-sodara deket, lingkungan deket. Baru kalo ada lebih, ke program-program DQ ya... Qur'an, sedekah sawah, dll.

Ustadz Yusuf Mansur
31 Maret 2013

Kamis, 11 April 2013

Hanya Memberi Sisa

Mengapa kita sering habis-habisan mengerahkan tenaga, pikiran, waktu, biaya, hati untuk mencari cinta manusia...makhluk tak berdaya, yang tak bisa menguasai hatinya sendiri dan pasti akan tiada...
Atau untuk mengejar duniawi,
Yang pasti kita tinggalkan.

Tapi kita tidak habis-habisan memburu cinta Allah...Penguasa semesta alam, Yang nyata-nyata sudah menciptakan, menghidupkan, menjamin, mengurus diri kita setiap saat walau DIA menyaksikan kita lupa, lalai dan bahkan mengkhianati-Nya.

Mengapa kepada DIA hanya memberi sisa...

Sholat hanya sisa waktu kesibukan,
Zikir hanya sisa ngobrol,
Menyebut namanya hanya sisa menyebut-nyebut harta/manusia,
Baca Alquran hanya sisa koran/sms/bbm, internet,
Sedekah hanya sisa belanja/jajan,
Memikirkan akherat sisa memikirkan duniawi,
Hati untuk-Nya hanya sisa dari hati yang dipenuhi cinta kepada manusia/duniawi.

Akankah hanya sisa-sisa untuk Rabb yang amat Mengasihimu... Mana bukti cintamu??
Hanya sisa-sisa itukah... Bukti cintamu...kepada Penciptamu??

KH. Abdullah Gymnastiar
30 Maret 2013

Selasa, 09 April 2013

Jujur

Mari kita nikmati hidup dengan berusaha menjadi pribadi yang jujur dan terpercaya.
Jujur menilai diri sendiri,
Jujur dalam berkata, berpikir, bersikap,
Jujur dalam mengemban amanah.

Kejujuran adalah ketenangan.
Kejujuran adalah kemuliaan.
Kejujuran adalah keberkahan.
Kejujuran berbuah kecintaan Allah.

Kita jujur bukan untuk duniawi, bukan untuk diakui dan dikagumi.
Kita jujur karena kejujuran adalah kehormatan kita sebagai muslim.
Karena kejujuran adalah amal yang amat disukai Allah.

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berkata jujur hingga dia disebut sebagai "shiddiq" dan sesungguhnya dusta itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berdusta dia akan dituliskan di sisi Allah SWT sebagai "kadzdzab" (sang pendusta)". (HR. Bukhari dan Muslim)

KH. Abdullah Gymnastiar
27 Maret 2013

Sabtu, 06 April 2013

Kematian

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah, ketahuilah sahabat sholehku, semua kita sudah divonis mati oleh Allah, "kullu nafsin dzaaiqotul maut" setiap yang bernyawa pasti mati (QS Al Anbiya 35). bahkan sudah ditentukan jadwal ajal setiap mahlukNya (QS Ali Imron 45) dan ternyata kematian yang selalu kita hindari ia akan datang menghampiri kita,
"Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya menghampirimu" (QS Al Jumuah 8).

Sadarkah kita semakin hari, jam, menit, detik, semakin dekat dengan kematian yang akan membuat kita berpisah dengan keluarga dan sahabat yang kita cintai,dan meninggalkan dunia ini dengan segala kesenangandan  pernik-pernik masalahnya selama-lamanya.

Karena itu Rasul yang mulia mengingatkan ketika bertemu dengan sekumpulan orang yang tertawa senang terbahak-bahak,"TAKUTLAH KALIAN DENGAN SANG PEMUTUS KENIKMATAN!".

Alhamdulillah detik ini abang dan kalian masih diizinkan bernafas, Semoga karunia sisa-sisa umur ini membuat kita semakin senang beribadah, semangat beramal sholeh, rendahkan hati dan wafat dalam keadaan husnul khotimah...aamiin. 
Jangan lupa sebelum tidur, berwudhu, berzikir, berdoa dan berniat sholat malam. Selamat rehat sahabat FBku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
26 Maret 2013

Kamis, 04 April 2013

Akhlak Buruk

Rasulullah Shalallohu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah Subhanahu Wata'ala yang bersaudara."
(HR. Muslim)


Akhlaq buruk:
  1. Jangan buruk sangka
  2. Jangan saling memata-matai
  3. Jangan saling mencari aib
  4. Jangan saling bersaing
  5. Jangan saling mendengki
  6. Jangan saling membenci
  7. Jangan saling bermusuhan
Kunci solusi jadilah hamba yang bersaudara, persaudaraan karena Allah. Yang benar-benar tulus dari lubuk hati terdalam.

KH. Abdullah Gymnastiar
23 Maret 2013

Rabu, 03 April 2013

Doa Mohon Rejeki Halal & Hati Yang Kaya



اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu.”

HR. At-Tirmidzi

Selasa, 02 April 2013

Bocoran 40 Hari Menjadi Kaya

* Semalam aja shalat malam, pahalanya udah melebihi dapat dunia dan seisinya. So, gimana lagi 40 hari shalat malam?

* Allah membagi-bagikan Karunia-Nya, Berkah-Nya, Rahmat-Nya, di setiap shalat berjamaah. Bagaimana lagi selama 40 hari jaga berjamaah?

* Baca subhaanallaahi wabihamdih, 1x/1hr, 100x, diampuni dosa. Gimana baca selama 40 hari?
Dosa itu yang bikin masuk neraka.
Ketika Allah ampuni dosa qt, itu lebih mahal dari apa pun di dunia ini. Sebab ga ada yang bisa nebus neraka walo punya emas sebanyak 2x bumi.

Sebaik-baiknya kekayaan, kekayaan di tangan orang saleh, untuk beramal saleh. Seburuk-buruknya kekayaan, di tangan orang zalim lagi pelit.

Ustadz Yusuf Mansur
16 Maret 2013

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...