Rabu, 15 Oktober 2014

Kenapa Kita Stres?

Kita stres karena terlalu banyak berpikir dan amat kurang berzikir.

Kita stres karena terlalu banyak mengandalkan diri dan makhluk yang lemah bukan mengandalkan Allah yang Maha Kuasa atas segalanya.

Kita tak dirancang untuk menyelesaikan masalah sendiri, tapi untuk patuh dan pasrah agar dibimbing oleh Dia Yang Menguasai segala galanya.

 Alloh tau siapa yang mengandalkanNya. Dan yang mengandalkan selain Nya.

Mari sibukan untuk mendekat kepadaNya dengan amal-amal yang dicintaiNya selebihnya akan kita saksikan KeMaha sempurnakan janji-janjiNya.

Urusan akan menjadi mudah, indah dan berkah bila ditanganiNya, hadiah bagi hamba yang patuh dan tawakal padaNya.

KH. Abdullah Gymnastiar
14 Oktober 2014

Senin, 13 Oktober 2014

Hidup Ini Jangan Ribet

Hidup ini jangan ribet.
Jangan serba dipersulit dan didramatisir.
Jangan mempersoalkan yang tak perlu dipersoalkan.
Jangan sibuk mengurus yang bukan urusannya.
Jangan mengomentari hal yang tak perlu dikomentari.
Jangan sibuk memikirkan yang tak manfaat untuk dipikirkan.
Jangan sibuk dengan sesuatu yang akan mengotori dan menjadi penyakit hati.

Ayo kita sungguh-sungguh kendalikan hati, perasaan, pikiran, lisan dan sikap kita agar betul-betul efektif membersihkan hati dan fokus agar dicintai Alloh.

KH. Abdullah Gymnastiar
11 Oktober 2014

Minggu, 12 Oktober 2014

Wafat Sebelum Aqil Balig

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun. Telah pulang ke Rahmatullah putri Najwa umur 3 tahun, putri dari sahabat kita Tuhidin. 

Rasulullah mengajarkan doa untuk anak-anak yang wafat yang mereka belum aqli balig, “Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan pahala perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Kumpulkan anak ini dengan orang-orang yang shaleh dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmat-Mu dari siksaan neraka jahim" (Malik dalam Al Muwatha’, 1/288, Ibnu Abi Syaibah dan Al Mushannaf 3/217). 

Sebelum wafat tadi malam nanda Najwa senang bersenandung zikir SubhanAllah walhamdulillah wa laailaaha illAllah wallaahu akbar, demikian kisah ayahnya Najwa berlinang air mata sambil mencontohkan putrinya berzikir. 

Abang selesai sholat jenazah untuk nanda putri Najwa
 
Semoga Allah jadikan anak-anak kita anak-anak yang sholeh sholehah, anak-anak Syurga...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
11 Oktober 2014

Sabtu, 11 Oktober 2014

Hindarilah Berburuk Sangka

Rosulullah SAW bersabda, "Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah SWT yang bersaudara."
(HR. Muslim)

1. Jangan buruk sangka
2. Jangan saling memata-matai
3. Jangan saling mencari aib
4. Jangan saling bersaing
5. Jangan saling mendengki
6. Jangan saling membenci
7. Jangan saling bermusuhan

Kunci solusi jadilah hamba yang bersaudara.

KH. Abdullah Gymnastiar
10 Oktober 2014

Sabtu, 04 Oktober 2014

Menjaga Lisan

Mahasuci Allah yang telah memberikan kita lisan. Sungguh beruntung seseorang yang bisa menjaga lisannya dengan baik. Setiap pembicaraaan dipastikan kebenarannya. Setiap butir kata bagai untaian mutiara yang indah dan berharga, menggugah dan berdaya ubah bagi siapapun yang mendengarnya.

Kata-kata yang terucap dari mulut seseorang kadang-kadang lebih menyakitkan dari apapun. Menurut peribahasa Arab, al-kalaamu yanfudzu maa laa tanfudzuhul ibaru, yang artinya perkataan itu bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum (hati).

Jangan biarkan lidah kita tergelincir. Jadikan diam sebagai kebaikan daripada berbicara tetapi mendatangkan kemudaratan. Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.” (HR. Bukhari, Muslim).

KH. Abdullah Gymnastiar
2 Oktober 2014

Jumat, 03 Oktober 2014

Idul Adha 1425 H

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Perbedaan mathla' tempat terbitnya hilal maka terjadilah perbedaan waktu ibadah, puasa, Idul Fitri dan Idul Adha. Sangat wajar terjadi perbedaan negeri kita tercinta ini dengan negeri lain. 

Demikian pula perbedaan penafsiran puasa Arafah, apakah puasa saat wukuf bagi yang tidak berhaji atau Hari Arafah yang jatuh tanggal 9 Dzulhijjah. 

Sahabatku perdebatan-perbedaan para ulama yang semua faqih, alim dan sangat sholeh menunjukkan keluasan, kedalaman dan kemuliaan Islam, yang terpenting adalah menyikapi perbedaan itu. Toh semua hasil ijtihad dari para fuqoha ulama itu juga bernilai pahala. 

Dari ‘Amru bin Al-‘Aash, Rasulullah bersabda: “Apabila seorang hakim menghukumi satu perkara, lalu berijtihad dan benar, baginya dua pahala. Dan apabila ia menghukumi satu perkara, lalu berijtihad dan keliru, baginya satu pahala” (HR Al-Bukhari 13/268 dan Muslim no. 1716).

Setelah bermusyawarah dengan Dewan Syariah Majlis Az Zikra hasil keputusan semua sama mengikuti keputusan MUI dan Pemerintah yang bergabung di dalamnya para jumhur fuqoha ulama. InsyaAllah abang puasa arafahnya hari Sabtu, karena berita gembira dari Rasulullah, "Puasa hari Arofah aku berharap kepada Allah agar penebus (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (HR Muslim no 197). Dan berlebaran Idul Adha hari ahad. Kalau sahabat FBku berbeda pendapat i love you karena Allah. 

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan selalu tautkan hati kita saling cinta selalu karena Allah...aamiin. 

K. H. Muhammad Arifin Ilham
1 Oktober 2014

Kamis, 02 Oktober 2014

Jangan Bicara Yang Sia-Sia

Salah satu ciri martabat keislaman seseorang bisa dilihat dari bagaimana ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghindarkan dirinya dari kesia-siaan, dari sesuatu yang tidak memberinya manfaat.

Semakin seseorang larut dalam kesia-siaan, semakin tampak keburukan martabat keislamannya dan semakin dekatlah ia dengan keterpurukan. Hati pun akan keras membatu dan lalai dari kebenaran.
Dalam hadisnya Rasulullah Saw. dengan tegas melarang kita banyak bicara yang sia-sia, “Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Allah; sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras.” (HR. Tirmidzi).

KH. Abdullah Gymnastiar
30 September 2014

Rabu, 01 Oktober 2014

Ujian Nikmat

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Ingat sahabatku, Kemuliaan bukan ada pada kekayaan dan kemenangan, demikian kehinaan bukan ada pada kemiskinan dan kekalahan. 
"Jangan kalian mengira mereka yang dikasih nikmat itu, ALLAH memuliakan mereka dan jangan pula kalian mengira mereka yang disusahkan itu, ALLAH menghinakan mereka".(QS Al Fajr :15-16). 
Boleh jadi nikmat itu adalah fitnah, "al istidraz" kesannya nikmat tetapi azab tertunda, dan boleh jadi susah itu rahmat.

Rasulullah mengingatkan, "Sungguh yang kutakuti pada umatku bukanlah ujian musibah tetapi ujian ni'mat, karena umatku banyak lulus dari ujian musibah tetapi jarang lulus dari ujian ni'mat". 

Kesalahan kita memandang bahwa hanya musibah sebagai ujian, padahal ni'mat pun ujian. Miskin ujian, kayapun ujian, sakit ujian, sehatpun ujian, mati ujian hiduppun ujian. Karena itulah Rasulullah mengkhabarkan keajaiban seorang mu'min bila dikasih ni'mat ia bersyukur, dan bila ditimpa musibah ia bersabar. 

So mu'min Never lost, mu'min itu tidak pernah kalah, selalu sukses dalam situasi apapun. Alhamdulillah alaa kulli haalin, segala puji bagi Allah atas setiap apapun yang terjadi. 

Semoga Allah hiasi hidup kita dengan kecerdasan syukur dan sabar dalam semua urusan...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 September 2014

Selasa, 30 September 2014

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja

Tak Perlu Kaya, Asal Cukup Saja
Tak penting jadi orang kaya, yang penting bila perlu cukup.

Perlu untuk makan… Cukup
Perlu untuk biaya sekolah… Cukup
Perlu untuk ongkos/ beli kendaraan… Cukup
Perlu untuk lunasi rumah… Cukup
Perlu untuk berhaji... Cukup
Perlu untuk senantiasa sedekah/wakaf/amal jariyah…. Cukup
Dll dsb…

Jadi apa perlunya dengan kata KAYA
Bila semua beres dengan CUKUP.


Juga tak perlu serba banyak, yang penting cukup,
Apa artinya sepatu banyak bila tak ada yang cukup,
Tak perlu banyak tidur yang penting cukup tidur,
Tak perlu banyak makan, yang penting cukup makan,
Dan hidup senantiasa dicukupi oleh Alloh syarat utamanya tawakkal adalah keyakinan yang mantap, bulat utuh terhadap semua janji dan jaminan-Nya, sehingga tak ada di hati bersandar/ berharap/ bergantung kepada siapapun selain hanya kepada Nya.


“Barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan dicukupi” (QS ath-Thalaq: 3)

Dan ciri ahli tawakkal adalah hati senantiasa tulus, ibadahnya sangat bagus, hidupnya selalu lurus, ikhtiarnya serius serta tobat terus menerus.

KH. Abdullah Gymnastiar
29 September 2014

Senin, 29 September 2014

Jihad Terbesar

Ketahuilah duhai sahabat sholehku, JIHAD TERBESAR dalam hidup kita adalah, saat kita sedang ASYIK TENGGELAM dalam ma'siyat, lalu kita BERJUANG KELUAR untuk TIDAK MELAKUKANNYA LAGI! 

Sungguh tiada kesempatan terindah, paling bersejarah dan sangat membahagiakan dalam perjalanan hidup kita sebentar ini adalah, setelah kita bergelimang dalam kumbangan kotoran dosa ma'siyat lalu kita BERTAUBAT SUNGGUH-SUNGGUH. 

Itulah KARUNIA RAHMAT ALLAH TERBESAR bagi hambanya yang bertaubat. 
"...kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, tidak satupun diantara kalian yang diampuni Allah, tetapi Allah memilih siapa diantara hambaNya yang diampuniNya" (QS An Nur 21). 

Allahumma ya Allah ampunilah seluruuuuuuuuh dosa-dosa kami dan terimalah taubat kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
28 September 2014

Sabtu, 27 September 2014

Mengapa Harus Selalu Taat?

SubhanAllah inilah duhai sahabat FBku yang akan membangkitkan kesadaran hidup kita untuk sungguh-sungguh taat selalu di dunia sebentar ini. Mohon dibaca pelan-pelan dengan penghayatan:
  1. Ingatlah asal muasal kita hanya dari tetesan air.
  2. Lihat orang yang tadinya sehat kuat menjadi sakit lemah.
  3. Ta'ziyahlah kepada keluarga dan sahabat yang terbujur kaku saat wafat.
  4. Ziarahilah kuburan
  5. Sadarilah kematian yang semakin mendekat yang kadang tiba sekonyong-konyong.
  6. Bayangkanlah diri kita dengan kain kapan terbujur dalam ruangan gelap sunyi senyap, lalu cacing kalajengking merayapi tubuh kita, lalu wajah dan daging-daging tubuh yang kita rawat ini membusuk bau tinggalah tulang belulang.
  7. Bayangkanlah dahsyatnya qiyamat bumi langit hancur, planet bintang gunung-gunung bertabrakan, manusia-manusia berterbangan seperti laron.
  8. Bayangkanlah orang yang pernah kita sakiti menuntut balas.
  9. Bayangkanlah saat harap cemas menunggu saat menerima kitab amal.
  10. Bayangkanlah saat melewati sirat sementara dibawahnya api menyala-nyala.
  11. Bayangkanlah dahsyat siksa neraka, yang panas apinya 70X lipat dari api dunia.
  12. Bayangkanlah indah ni'matnya Syurga berkumpul bersama para Rasul, orang-orang jujur, para syuhada, orang-orang sholeh.
Sungguh suatu saat bukan lagi bayangan tetapi benar-benar kejadian, lantas masih bisakah ma'siyat, masih beranikah berbuat zholim, masihkah banyak main-main buang-buang waktu dengan hobby duniawi, masih bisakah tidur lelap malam tanpa tahajjud, apalagi sampai berani meninggalkan sholat. Sungguh hanya orang-orang yang bodoh dan sangat zholim yang nekat itu. 

Semoga Allah senantiasa membangkitkan semangat taat kita hingga wafat dalam KELEZATAN TAAT...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
26 September 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...