Kamis, 09 Februari 2017

Memilih Pemimpin

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah sahabatku hukum memilih pemimpin hukumnya wajib, dan Islam sangat memperhatikan kepemimpinan.
Simaklah Kalam Allah ini,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah kami ingin mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS An Nisa’ 144).
“Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (pemimpin/teman penolong) dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah” (QS An-Nisa’ 138-139).

Demikian pula dalam surah Ali Imron 28, Al Maidah 51, Al Maidah 57, Al Maidah 80 - 81, At Taubah 23, Al Mujadalah 22, dan Al Muntahanah 1.

Rasulullah bersabda,

"Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah dan paling dekat tempat duduknya pada hari qiamat adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempat duduknya adalah pemimpin yang zhalim" (HR Tirmidzi dan Ahmad).

“Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Ingat sahabatku kisah pembaiatan Abu Bakar di Saqifah Bani Saidah sesaat pasca wafatnya Rasulullah adalah bukti lain betapa pentingnya arti kepemimpinan ini dalam Islam. Saat jasad Nabi yang belum lagi dimakamkan, para sahabat lebih mendahulukan memilih khalifah pengganti Nabi daripada menyelenggarakan jenazah beliau yang agung dan mulia.

Sungguh kalian bagaimana pemimpin kalian, inilah diantara kriteria pemimpin dalam Islam :

1. Muslim
2. Dewasa
3. Sehat jasmani
4. Bertaqwa, takut sekali berbuat ma'shiyat
5. Ikhlas
6. Jujur, shiddiq
7. Cerdas, fathonah
8. Dipercaya, Amanah
9. Semangat da'wah, tablig
10. Adil
11. Bijaksana
12. Berani
13. Tegas
14. Berwibawa
15. Rendah hati
16. Dermawan
17. Belas kasih, penyayang
18. Teladan, uswah hasanah
19. Dicintai umat
20. Rumah tangganya sakinah

Alhamdulillah kini pemimpin ibu kota Jakarta Indonesia tercinta ada dua calon muslim:
- Keduanya sama-sama muslim dan sholeh, maka pilihlah mana diantara keduanya yang paling sholeh,
- Keduanya sama-sama berkeluarga bahagia, mana diantara keduanya keluarganya yang bahagia hidup dalam Islam, lihatlah kehidupan rumah tangganya. Bagaimana ia menjadi imam bagi istri dan anak-anaknya,
- Keduanya sama-sama cerdas, mana diantara keduanya yang paling cerdas, cerdas pendidikannya, cerdas tutur katanya, luas ilmunya, luas cakrawala berfikirnya, mateng,
- Keduanya sama-sama dewasa, mana diantara keduanya yang lebih dewasa, mature enough,
- Keduanya sama-sama berwibawa, mana diantara keduanya lebih berwibawa, punya kharisma, dicintai dan disegani, bisa dilihat dari bahasa tubuhnya,
- Keduanya sama-sama berpengalaman, mana diantara keduanya yang lebih berpengalaman.

Lihatlah, kenalilah, istiharohlah, pilihlah, berdoalah, dan tawakkal kepada Allah.
Jangan pernah remehkan soal pemimpin ini, dan jangan sekali kali golput, walau belum ideal sempurna, ini menentukan perjalanan negeri kita tercinta Indonesia.

Anyway, siapapun pilihan kita dan pilihan saudara kita, juga saudara kita non muslim bahkan siapapun terpilih WAJIB KITA HORMATI, kita harus belajar "like in dislike" suka dalam ketidaksukaan, itulah penghormatan kepada saudara kita, sebangsa setanah air, sahabatku.

Allahumma ya Allah hadirkan untuk kami pemimpin yang bertaqwa, yang mengajak kami mencintaiMu...aamiin, aamiin, aamiin.



K. H. Muhammad Arifin Ilham
8 Februari 2017

Kamis, 02 Februari 2017

Cinta Ulama

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barakaatuhu.

Astagfirullah, kini secara langsung kita menyaksikan ketidaksantunan Ahok dan tim pembelanya kepada ayahanda tercinta KH Maruf Amin, ulama NU kita, ketua MUI kita, ulama sepuh kharismatik negeri kita, yang kita semua sangat mencintai beliau karena Allah.

Simaklah Kalam Allah ini,
“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami” (Fathir: 32).
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Ayat ini sebagai syahid (penguat) terhadap hadits yang berbunyi al-‘ulama waratsatil anbiya (ulama adalah pewaris para nabi)” (Fathul Bari, 1/83).

Sungguh ulama adalah pewaris para nabi, ulamalah yang melanjutkan da'wah para nabi setelah wafat, walau ulama tidak makshum, bukan tidak pernah salah, bahkan terkadang mereka terjatuh dalam kesalahan. Akan tetapi keutamaan dan kebaikan-kebaikan mereka akan menutup kesalahan-kesalahannya. Sungguh siapapun yang mencintai Allah, Rasulullah dan para nabi, maka WAJIB MENCINTAI ULAMA.

Simaklah sabda Rasulullah,

“Barangsiapa memandang wajah orang alim dengan satu pandangan lalu ia merasa senang dengannya, maka Allah Ta’ala menciptakan malaikat dari pandangan itu dan memohonkan ampun kepadanya sampai hari qiamat” (Kitab Lubabul Hadits).

“Barangsiapa memuliakan orang alim maka ia memuliakan aku, barangsiapa memuliakan aku maka ia memuliakan Allah, dan barangsiapa memuliakan Allah maka tempat kembalinya adalah Syurga” (Kitab Lubabul Hadits).

“Hendaknya kamu semua memuliakan para ulama, karena mereka itu adalah pewaris para Nabi, maka barangsiapa memuliakan mereka berarti memuliakan Allah dan Rasul-Nya” (Kitab Lubabul Hadist).

“Barangsiapa mengunjungi orang alim maka ia seperti mengunjungi aku, barangsiapa berjabat tangan kepada orang alim ia seperti berjabat tangan denganku, barangsiapa duduk bersama orang alim maka ia seperti duduk denganku di dunia, dan barangsiapa yang duduk bersamaku di dunia maka aku mendudukkanya pada hari qiamat bersamaku” (Kitab Lubabul Hadits).

Sungguh begitu besar keutamaan ulama, karena itulah hanya orang yang tidak beriman yang melecehkannya. Dan ingat! Kalau tidak tersinggung saat ulama dihina pasti ada penyakit di hatinya.

Ketidaksopanan Ahok semakin memperjelaskan siapa dirinya sebenarnya, jelas kebenciannya, jelas pelecehannya, dan semakin jelas tidak pantas menjadi pemimpin RT apalagi gubernur.

Alqur'an dan ulama saja berani dia lecehkan padahal dia hidup di negeri mayoritas umat Islam ini, apalagi kita orang biasa, belum berkuasa saja sudah begini kurang adab bagaimana jadi penguasa naudzubillahi min dzaalika. Mau dibawa kemana negeri yang beradab yang penuh tata krama ini...?

Kini semakin ditampakkan kebusukan hatinya, dan itu hukuman Allah untuknya. Sekaligus jawaban sejuta hikmah mengapa tidak langsung ditangkap agar semua semakin jelas!.

“Tidaklah seorang pun yang menjatuhkan kehormatan para ulama dan orang-orang mu'min, kecuali Allah subhanahu wata’ala akan membongkar aib-aibnya, Allah akan melemparkannya ke dalam kerendahan, kehinaan dan rasa benci dalam hati-hati kaum mu'minin. Orang-orang yang beriman akan membencinya dan ucapannya tidak akan diterima selama-lamannya. Ini adalah (balasan) dari Allah subhanahu wata’ala” (Muhadharaat fil Aqidah wad Da’wah: 3/313).

Alllahumma ya Allah tetapkanlah kami dalam kesabaran taat dan berjuang di JalanMu sampai batas takdir yang Kau tentukan untuk kami, dan tolonglah kami dari kaum yang zholim...aamiin.

Allahumma ya Allah berilah hidayahMu pada bapak Ahok yang terus menerus menguji batas kesabaran kami...aamiin.

Allahumma ya Allah berkahilah negeri kami dengan pemimpin yang bertaqwa dan mengajak kami bertaqwa kepada Mu...aamiin.



K. H. Muhammad Arifin Ilham
1 Februari 2017

Rabu, 25 Januari 2017

Pembawa Bendera Merah Putih Berlafadz Tauhid

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.
SubhanAllah walhamdulillah sahabat sholehku, simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
"Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS Al Hujarat 10).
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain...." (QS At Taubah 71).
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa..." (QS Al Maidah 2).
Rasulullah bersabda, 
“Sayangilah siapa yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangi kalian.” (HR At-Tirmidzi).

"Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (H R Muslim)

“Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat." (HR Muslim).

"Almu'minu miratul mu'min, seorang mu'min adalah cermin bagi mu'min lainnya.. "(HR Abu Daud & Al Bukhori).

SubhanAllah karena itulah seorang mu’min harus menjadi penopang dari ketidakberdayaan saudara mu'minnya. Abang pun berkenan menjadi penjamin penangguhan penahanan saudara kita yang hafal Alqur'an, pembawa bendera merah putih berlafadzkan kalimat tauhid, Nurul Fahmi 28 tahun yang baru dua minggu diamanahi Allah bayi mungil cantik.

Alhamdulillah kami berpelukan erat menangis haru, dan sama-sama sujud syukur, dan juga mengucapkan terimakasih atas kebijakan dan kemurahan hati ayahanda jendral polisi Tito Karnavian.

Foto saat abang jemput beliau siang ini dari PolRes JakSel

Abang sayang beliau pemuda yg cinta Alqur'an ini krn Allah...

Allahu Akbar

InsyaAllah beliau segera akan bebas dari semua tuntutan...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
24 Januari 2017

Senin, 09 Januari 2017

Ibadah Umrah dan Haji

Ibadah umrah terdiri dari empat rangkaian manasik, yaitu Ihram, Tawaf, Sa‘i, dan Tahalul. Keempat rangkaian manasik ini mesti dipenuhi untuk meraih kesempurnaan umrah yang sedang dilaksanakan.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah bersegera pulang dan tidak berlama-lama kecuali ada kebutuhan. Rasulullah Saw. bersabda, “Safar adalah bagian dari azab yang mencegah makan, minum, dan tidurmu. Apabila sudah selesai urusannya, maka bersegeralah untuk kembali pada keluarganya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah disunahkan untuk menulis wasiat terlebih dahulu, sebagaimana hadis Ibnu Umar r.a., “Dan menjadi saksi atasnya, membayar utangnya jika punya utang, mengembalikan barang-barang titipan atau meminta izin kepada pemiliknya untuk tetap dititipkan".

Salat di Masjidil Haram lebih baik dari seratus ribu salat di tempat lain.

Rasulullah Saw. bersabda, “Umrah pada bulan Ramadan seimbang nilainya dengan haji.” (Muttafaq ‘alaih)

Umrah bisa dilaksanakan setiap waktu, tetapi jika dilaksanakan pada bulan Ramadan, akan lebih utama.

Biaya yang dikeluarkan untuk ibadah haji merupakan infak fi sabilillah.

Surga adalah balasan bagi haji yang mabrur.

Rasulullah Saw. berpesan bahwa menuntut ilmu adalah perkara wajib bagi setiap muslim, maka pergunakanlah kesempatan dan media yang mungkin dimiliki untuk terus dan terus mempelajari manasik haji dan umrah yang pastinya sesuai dengan sunah, baik itu mengikuti manasik yang ada, membaca buku-buku yang berkaitan, atau bertanya langsung kepada ustadz yang menguasai ilmu seputar pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Biaya yang disediakan untuk melakukan perjalanan haji dan umrah seharusnya didapat dengan cara yang halal.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah dianjurkan untuk banyak berdoa selama perjalanan, karena semua permintaan sangat mungkin bisa terkabul.

Bagi orang yang hendak berhaji dan umrah, hendaknya menggunakan harta yang halal, karena Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik pula, sedangkan doa dari harta yang haram tidak akan dikabulkan.

Ibadah haji dan umrah dapat menghapus-kan dosa, bagi mereka yang menjalankannya sesuai dengan perintah Allah Swt.

Ibadah haji merupakan Jihad fi Sabilillah.

Haji merupakan konferensi besar bagi umat Islam untuk saling berkenalan, berkasih sayang, dan saling membantu untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka. Dan, agar umat Islam menyaksikan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia.

Rasulullah Saw. bersabda, “Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Setelah berniat dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, maka wajib baginya mempelajari manasik agar ibadahnya benar dan terhindar dari hal-hal yang membatalkan.

Tidak cukup persiapan fisik dan mental saja, tentunya biaya yang dikeluarkan untuk beribadah haji dan umrah pun hendaknya betul-betul terjaga dari segala bentuk noda yang akan merusak rangkaian kehormatan dalam perjalanan ibadah tersebut.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah dianjurkan agar mengajak sejumlah teman untuk bepergian dan mengangkat salah seorang jadi amir safar (ketua rombongan) agar mudah dikumpulkan, mudah untuk sepakat, dan lebih mudah untuk mencapai tujuan. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila tiga orang keluar dalam sebuah perjalanan, hendaklah mereka mengangkat salah satu jadi ketua di antara mereka.” (H.R. Abu Daud)

Bagi mereka yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umrah, wajib untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemaksiatan. Hakikat tobat itu sendiri adalah berlepas diri dari segala bentuk dosa dan meninggalkannya, menyesal atas perbuatan yang sudah dikerjakannya, serta memiliki keinginan kuat untuk tidak mengulanginya. Jika bersalah kepada orang lain, lekaslah meminta maaf. Jika kesalahan itu berhubungan dengan harta benda, segera kembalikan.

Rasulullah Saw. bersabda, “Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran karat besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.” (H.R. Tirmizi, Nasa’i, dan yang lainnya)

Secara bahasa, “haji” berarti “menyengaja sesuatu”. Sebagian ahli mengatakan bahwa kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja.

Seorang muslim hendaknya ber-azzam untuk melaksanakan haji setidaknya satu kali. Itu wajib. Sementara, haji yang dilakukan untuk kedua kali dan seterusnya hukumnya sunah, sesuai dengan kesepakatan para ulama.

Jika telah memenuhi syarat (nishab) dari rukun tersebut, tetapi kemudian melalaikan atau bahkan dengan sengaja meninggalkan ibadah haji, maka kualitas keislaman orang tersebut perlu dipertanyakan.

“Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa saja yang mengerjakan haji dalam bulan-bulan tersebut, ia tidak boleh berkata jorok (rafas), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam melakukan ibadah haji. Allah mengetahui semua kebaikan yang kamu kerjakan. Bawalah bekal karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, hai orang berakal!” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197)

Haji merupakan ibadah dengan tempat dan waktu yang telah ditentukan. Tempat itu tiada lain merupakan pusat sejarah dan simbol yang seolah semakin mendekatkan setiap individu dengan Khaliknya. Mendatanginya dapat diibaratkan sebagai upaya kehormatan untuk bertamu menghadap-Nya. Dengan demikian, perlu persiapan yang sangat matang agar kondisi fisik maupun mental cukup layak demi menjaga tata krama kepada Sang Pemilik Rumah yang mulia (Baitullah).

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Jika ada seseorang yang ingin bepergian dan meminta wasiat kepadaku, maka aku bersabda, ‘Semoga Allah menambahkan bagimu ketakwaan, menghapus dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada.” (H.R. Tirmizi dan Hakim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah, selain mendalami tentang hukum-hukum seputar haji dan umrah hendaknya memahami juga hukum-hukum seputar bepergian seperti jama-qasar, hukum tayamum dan mengusap kedua khuf, dan hukum-hukum lain yang dibutuhkan selama mengerjakan perjalanan ibadah haji. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, Allah akan memahamkan agamanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa melakukan haji ikhlas karena Allah Swt. tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama muta’akhirin (kontemporer) memandang perlu memasukkan unsur kesehatan, kesempatan, dan keamanan sebagai salah satu unsur yang memungkinkan sampainya seseorang di tempat pelaksanaan haji itu (Imkaan al-wusul) serta segala yang terkait dengan kebijakan pemerintah setempat atau pemerintah Arab Saudi langsung dengan ketentuan perhajian dari negara yang bersangkutan, menjadi salah satu dari unsur kajian istitha’ah.
“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah. Siapa pun yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak berdosa mengerjakan sa‘i antara keduanya. Siapa pun mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 158).
Sebagai Rukun Islam yang kelima, ibadah haji memiliki posisi yang setara dalam mengukur kualitas keislaman seorang muslim dengan keempat rukun yang lainnya.

Pada saatnya kembali dari haji dan umrah, agenda perubahan diri ke arah yang lebih baik harus sudah disiapkan.

Haji merupakan ibadah dengan nilai-nilai pengorbanan dan perjuangan yang terhitung berat. Haji merupakan ibadah dengan kewajiban menunaikannya hanya satu kali saja seumur hidup.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah disunahkan berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang yang dikenal, baik tetangga maupun kolega. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Siapa yang hendak bepergian, hendaklah ia berkata kepada orang yang akan ditinggalkannya: ‘Aku menitipkan kalian kepada Allah karena sesuatu yang dititipkan kepada-Nya tidak akan hilang.’” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)

Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah adalah delegasi Allah. Ketika Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan, ketika mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan permintaan mereka.” (Hadis hasan, dalam Shahih al-Jaami‘ish Shaghiir dan Sunan Ibnu Majah)

Secara umum kemampuan fisik (badan), bekal, dan transportasi menjadi hal yang paling utama dalam istitha’ah seseorang, baik dalam melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Jika ditelusuri dari silsilah kenabian, ibadah haji merupakan salah satu syariat yang sempat diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dengan kehendak Allah, ibadah haji tersebut kembali menjadi salah satu isi dari ajaran yang dibawa oleh Muhammad Saw. sebagai nabi akhir zaman.

Haji dan umrah hendaknya menjadi shibghah (celup) untuk mengganti warna kepribadian yang semula gelap karena akhlak yang tidak terkendali menjadi pribadi dengan warna baru yang berhias kesalehan.

Dianjurkan bagi orang yang datang dari perjalanan jauh, seperti sepulang dari ibadah haji atau umrah, untuk bersikap lembut kepada anak-anak dari keluarganya ataupun tetangganya, dan merasa senang apabila mereka menyambutnya. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah, berusahalah untuk mencari teman yang baik, kalau bisa dari orang yang memiliki ilmu agama. Mudah-mudahan, dengan seperti ini bisa mendapatkan taufik dan tidak terjerumus pada kesalahan selama mengerjakan ibadah haji dan umrah.

UMRAH adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
“Di sana terdapat tanda-tanda Maqam yang jelas, di antaranya Maqam Ibrahim. Siapa pun yang memasuki Baitullah, ia akan aman. Di antara kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Bagi siapa pun yang mengingkari kewajiban haji, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 97)
“Sesungguhnya, rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia adalah Baitullah yang ada di Mekkah, yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di sana terdapat tanda-tanda Maqam yang jelas, di antaranya Maqam Ibrahim. Siapa pun yang memasuki Baitullah, ia akan aman. Di antara kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Bagi siapa pun yang mengingkari kewajiban haji, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 96-97)
Perbekalan utama dari semuanya adalah ketakwaan. Dalam arti, kesiapan untuk menjalankan haji dan umrah sebenar-benarnya, didasari keikhlasan dan tata cara manasik yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Dianjurkan, bagi orang yang baru datang dari perjalanan jauh, seperti sepulang dari ibadah haji atau umrah, untuk terlebih dahulu salat dua rakaat di masjid terdekat, sebagaimana perbuatan Nabi Muhammad Saw. (H.R. Bukhari dan Muslim)

“Salat di masjidku lebih utama dari seribu salat di masjid lain kecuali Masjid Ka’bah.” (H.R. Muslim)

Secara istilah, haji adalah menyengaja berkunjung ke Baitullah, untuk melakukan Tawaf, Sa‘i, Wukuf di Arafah dan melakukan amalan-amalan yang lain dalam waktu dan tempat tertentu untuk mendapatkan keridhoan dari Allah Swt.” Rasulullah Saw. bersabda, “Ikutilah aku dalam ibadah hajimu.” (H.R. Muslim)

Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Islam dibangun di atas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadan.” (H.R. Bukhari)

Aam Amiruddin
1 – 8 Januari 2017

Jumat, 06 Januari 2017

Keutamaan Majlis Zikir dan Ilmu

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillahsahabatku tercinta karena Allah kembali kita simak indahnya keutamaan Majlis Zikir dan Ilmu :

Allah berfirman,
"Di rumah-rumah (mesjid) yang di­beri izin oleh Allah buat ditinggi­kan dan disebut sebut namaNya, baik pagi atau petang" (QS An Nur 36).
Rasulullah bersabda,
“Tidak satu kaumpun yang duduk dzikir kepada Allah Ta’ala, kecuali mereka akan dikelilingi Malaikat, akan diliputi oleh rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah pada siapa-siapa yang berada disisi-Nya” (HR. Muslim, Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).

“Rasulullah pergi mendapatkan satu lingkaran dari sahabat-sahabatnya, tanyanya, "Mengapa kalian duduk disini?", Ujar mereka, "kami duduk disini adalah untuk dzikir pada Allah Ta’ala dan memuji-Nya atas petunjuk dan kurnia yang telah diberikan-Nya pada kami dengan menganut agama Islam". Rasulullah bertanya, "Demi Allah tak salah sekali! Kalian duduk hanyalah karena itu". Mereka berkata, "Demi Allah kami duduk karena itu. Rasulullah berkata, "Dan saya, saya tidaklah minta kalian bersumpah karena menaruh curiga pada kalian, tetapi sebetulnya Jibril telah datang dan menyampaikan bahwa Allah swt. telah membanggakan kalian di hadapan Malaikat“ (HR Muslim).

Allahumma ya Allah berkahi persahabatan kami, harakah da'wah kami dan majlis kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
5 Januari 2017

Jumat, 23 Desember 2016

Umroh Dengan Keistimewaannya

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah abang pamit, mohon doa kalian sahabat sholeh FBku tercinta, dan maafkan kesalahan abang terutama belum maksimalnya abang menjawab pertanyaan kalian.
Dan insyaAllah amanah doa kalian akan abang sampaikan sahabatku.

SubhanAllah inilah diantara fadhilah umroh yang mendorong kita lebih semangat menunaikannya :

1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji.

Dari Aisyah bertanya,


قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِجِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَقِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh” (HR Ibnu Majah)

2. Menghapus dosa di antara dua umrah.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan hadiah SyurgaNya.

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَابَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُجَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga” (HR An Nasai, Tirmidzi dan Ahmad)

4. Doa mustajab.

5. Perjalanannya penuh berkah Allah.

6. Tapak tilas perjalanan nabiyAllah Ibrahim dan nabi Muhammad

7. Menumbuhkan kekuatan iman.

8. Gladiresik kematian, dengan pakaian ihrom, penyemangat ibadah.

9. Membawa hijrah, taubatan nashuhan.

SubhanAllah masih banyak lagi keistimewaannya sahabat sholehku.

Foto saat mau berangkat umroh dilepas para sahabat tercinta fillah.


Allahhumma ya Allah jadikanlah umroh kami mabruuroh, dan semua sahabat FB hamba tercinta Engkau undang menjadi para tamuMu...aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 Desember 2016

Diperbarui 24 September 2017

Kamis, 15 Desember 2016

Wajah Bersinar

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barakaatuhu.


"WAJAH BERSINAR"

SubhanAllah, sungguh sahabat sholehku, bila seorang mu'min itu sudah meraih semangat dan kesenangan sholat malam, dan penuh keni'matan dalam kekhusyu'an menegakkannya di setiap malam sehingga terasa pendek waktu malam baginya, 
"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malan. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" (QS Adz Dzariyat 17-18), 
maka sungguh ia telah meraih KUNCI KEBAHAGIAN HIDUP, 
"Sesungguhnya sholat malam itu lebih tepat untuk khusyu, dan bacaan kala itu sungguh sangat Indah BERKESAN MENDALAM" (QS Al Muzammil 6).
Buahnya hidupnya damai, tenang, bahagia, wajahnya bercahaya, percaya dirinya kuat, sangat cerdas, hatinya kaya, bicara sikapnya berwibawa, akhlaknya mulia, dicintai umat manusia dan disegani lawannya. Rasulullah bersabda, “barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik pada siang hari” (HR Ibnu Majjah).

Said bin al-Muasyab berkata, “sesungguhnya, orang yang selalu shalat malam, Allah akan menjadikan WAJAHNYA BERSINAR, sehingga ia akan dicintai seluruh umat, bahkan orang yang belum mengenalnya sekalipun. Orang akan berkata, "aku sungguh menyenangi orang ini". Demikian pula Ibnu Qayyim berkata, "shalat tahajjud bisa memberikan sinar yang tampak di wajah sekaligus membuat wajah semakin cantik".

Allahumma ya ALLAH tancapkan di hati kami keni'matan iman dan kesenangan sholat malam hingga akhir hayat kami...aamiin.

Selamat menikmati indahnya sholat malam sahabat sholehku.

foto Tawshiyah Zikir mesjid Islamic Centre Samarinda


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
14 Desember 2016

Senin, 12 Desember 2016

Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah di Mesjid

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.


Sahabatku inilah keutamaan majelis ilmu, apalagi setelah SHOLAT SUBUH DI MESJID BERJAMAAH sampai matahari terbit :

1. Meraih pahala haji umrah sempurna “Barang siapa menegakkan shalat subuh berjamaah di masjid, lalu ia duduk berzikir (tadurrusan) sampai matahari terbit, lalu menegakkan shalat dua rakaat, maka ia akan meraih pahala haji dan umrah. Rasulullah melanjutkan shalat “sempurna, sempurna, sempurna” (HR At-Tirmidzi).

2. Seakan duduk di taman syurga Allah, “Jika kalian melewati taman syurga maka singgahlah dengan hati senang “. Para sahabat bertanya,”Apakah taman syurga itu?” beliau menjawab, "halaqoh-halaqoh dzikir" (atau halaqoh ilmu) (HR Attirmidzi).

3. Masuk menjadi generasi termulia yaitu generasi Rabbani, 
”Jadilah kalian generasi Rabbani, yang selalu mengajarkan AlQur’an (dan asSunnah) dan terus mempelajarinya (QS Ali Imron 79).
4. Termasuk mujahid di jalan Allah, “Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu syar’i, maka ia berjihad di jalan Allah hinggah ia kembali"(HR At Tirmidzi).

5. Di doakan para malaikat

6. Meraih rahmat Allah

7. Senang tenang bahagia

8. Dibanggakan Allah “Tiada suatu kaum duduk dalam majlis dzikir kapada Allah (majlis Ilmu), pasti di kelilingi malaikat, diliputi rahmat Allah, diturunkan pada mereka ketenangan dan nama mereka disebut Allah di depan para malaikat-Nya" (HR.Muslim).

9. Jauh dari murka Allah, ”Dunia ini terkutuk dengan segala isinya kecuali dzikrullah (taat kepada Allah) dan yang serupa itu, berilmu dan penuntut ilmu (HR At Tirmidzi).

10. Menjadi kelompok umat terbaik, sebagaimana sabda Rasulullah yang terbaik diantara kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya Al Qur’an (HR Bukhari).

11. 1 diantara 7 golongan di akherat kelak yang mendapat “perlindungan Allah” yaitu “ijtama’a alaihi wa tafarroqo alaihi” berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah (HR Bukhari Muslim).

12. Jalan mudah menuju syurga Allah “Siapa yang melalui satu jalan untuk menuntut ilmu Allah, Allah mudahkan menuju jalan syurgaNya”(HR Abu Daud dan At Tirmidzi).

13. Jamaah halaqoh ilmu kembali berkumpul bersama di akherat kelak, “Seorang kelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yang dicintai di dunia” (HR Muslim).

Nah apalagi alasan kita untuk tidak menghadirinya, jangan sia-siakan hidup sebentar ini, ayo raih semua kemuliaan itu dengan duduk di MajlisNya, SUBUH BERJAMAAH DI RUMAHNYA.

Allahumma ya Allah berkahilah harakah persahabatan dan dakwah kami...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
11 Desember 2016

Sabtu, 03 Desember 2016

Setiap Huruf Alqur'an

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Allahu Akbar Allahu Akbar Alllahu Akbar walillaaahilhamdu

MasyaAllah begitu mudah Allah menggerakan hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, semua bergerak menjadi para Mujahid Alqur'an-Nya. Jutaan umat manusia di hari jum'at yang mulia berkumpul karena Alqur'an-Nya.

SubhanAllah beginilah cara Allah menjaga mu'zijat-Nya, 
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alqur'an dan sesungguhnya Kami pula yang menjagaNya" (QS Al Hijr 9).
Rasulullah bersabda, “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yg rajin membacanya” (HR Muslim).

Setiap huruf Alqur'an itu mu'zijat,
Setiap hurufnya rahmatNya
Setiap hurufnya ampunanNya
Setiap hurufnya hidayahNya
Setiap hurufnya syifaa, obat jasmani
Setiap hurufnya obat ruhani
Setiap hurufnya samudra ilmu
Setiap hurufnya lautan hikmah
Setiap hurufnya power yang menggetarkan
Setiap hurufnya tangga mendekat kepada Allah
Setiap hurufnya sepuluh kebaikan
Setiap hurufnya dijaga MalaikatNya
Setiap hurufnya syafaat Rasulullah
Setiap huruf peringan sakaratul maut
Setiap hurufnya cahaya di alam kubur
Setiap hurufnya pembelanya di Akhirat kelak
Sungguh karena milikNya maka kemuliaannya dijamin oleh-Nya.

Tidak akan pernah ada yang mampu membuatnya, menirunya, memalsukannya atau menistakannya sekalipun, Alqur'an tetap terjaga kemuliaannya, Allahu Akbar.

Allahu Akbar
Hari ini kita bela Alqur'an, maka Alqur'an peringan saat kita sakaratul maut.
Hari ini kita bela Alqur'an, maka Alqur'an menjadi cahaya alam kuburan kita.
Hari ini kita bela Alqur'an, maka Alqur'an pembela kita di akhirat kelak.

Allahumma ya Allah rahmatilah kami dengan Alqur'an-Mu, jadikanlah Alqur'an-Mu bagi kami sebagai imam, petunjuk, cahaya dan hujjah kami, serta syafaat di akhirat kelak...aamiin.



K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Desember 2016

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...