Rabu, 11 Oktober 2017

Sholat Fajar

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku, setelah kita mengetahui keutamaan sholat sunnah subuh sebelum sholat subuh, sholat sunnah antara adzan dan qomat subuh, InsyaAllah kita tidak akan pernah meninggalkannya lagi bahkan berazam untuk menjaganya sampai Allah mewafatkan kita...aamiin.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah mendengar adzan, beliau melaksanakan shalat sunnah dua raka’at ringan” (HR Muslim no. 724).

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR Muslim no. 724).

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR Muslim no. 724).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَرَأَ فِى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas” (HR Muslim no. 726).

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Muslim no. 725).

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR Muslim no. 725).

Allahumma ya Allah bimbinglah kami selalu berdzikir padaMu, selalu bersyukur atas ni'matMu, dan selalu beribadah terbaik padaMu...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Oktober 2017

Senin, 09 Oktober 2017

Akibat Sifat Dendam

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku mari kita renungi bersama tentang penyakit hati sifat dendam dengan segala akibatnya :

1. Dibenci oleh Allah dan RasulNya.

2. Merusak kesehatan, meningkatkan tekanan darah dan debar jantung.

 3. Merusak kinerja dan mengganggu konsentrasi semua aktifitas.

4. Menambah lawan dan mengurangi kawan.

5. Meningkatkan permusuhan.

6. Menimbulkan banyak kerusakan.

7. Membuat hidup tidak tenang.

8. Tanda sombong, seakan diri suci tidak pernah berbuat salah.

9. Tidak akan masuk Syurga karena termasuk pemutus shilaturrahim.

‎عن جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: ((لَا يَدْخُلُ الْجَنّةَ قَاطِعٌ)) يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ. متفق عليه 

Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; 
“Tidak akan masuk surga penutus tali silaturrahim” 
(Muttafaq ‘alaihi)

Allahumma ya Allah bersihkan diri kami dari sifat dendam, dengki dan permusuhan...aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
8 Oktober 2017

Jumat, 06 Oktober 2017

Jujur

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku, simaklah dengan iman Kalam Allah ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً
”Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar” (Al-Ahzab  70).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (At-Taubah 119).

Rosululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda, 
“Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan kepada surga, dan seseorang yang benar-benar berlaku jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur” (HR al-Bukhori dan Muslim).

Abu Dzar  pernah diberi wasiat oleh Rosululloh shallallahu alaihi wasallam untuk senantiasa berlaku jujur sekalipun terasa pahit, beliau menuturkan:

 وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا 

“Beliau  memerintahkan kepadaku untuk mengatakan yang benar walau itu pahit” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah hiasilah lisan kami dengan kejujuran, kebenaran, kesantunan, kehalalan dan ketawadhuan...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
5 Oktober 2017

Minggu, 01 Oktober 2017

Sedekah

Kiriman dari seorang teman...
~~~~~~~~~~

Kemarin Habis dengar ceramah pak Ustadz..
Katanya simpenan-simpenan itu akan ada hisabnya di hari kemudian...😱

Astaghfirullah....

😨 Waduuh..!!!
Tepok jidaat...!!! 

Misalnya simpanan Mukena yang gak kepakai, baju-baju, celana, yang beli banyak terus gak kepakai..

Simpenan yang lain....Ho hooooo....
Ada blus cantik yang saya Jahit  tapi tak pernah dipakai....
ada rok selusin gak kepakai..,
ada puluhan jilbab entah kapan dipakai. 😵,
Ada banyak pasmina yang hanya sesekali dipakai...

Ada kaos kaki satu lusin persediaan kalau susah nyari kaos kaki....
Ada sepatu sampe selusin
Ada sendal selemari,
ada tas segudang...😤😰

Ada perabot yang tersimpan apik dikardusnya, masih segelan, tak pernah dipakai dan tak ada rencana dipakai....
ada gamis-gamis 1 lemari
ada baju pesta yang entah kapan dipakai....!!!

Ada....Tupperware 2 etalase gak kepakai..😱
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
(Masih panjang listnya) 

Yang kita pakai dan kita sedehkahkan itulah yang bermanfaat..!!!

Yang simpanan atau koleksi-koleksi yang gak kepakai kelak akan di Hisab..😥
dan akan menyusahkan diri kita sendiri..!!!

*karena semua yang dibeli berawal dari Nafsu..!!!*

Nafsu ingin mempunyai ini..itu..,
liat punya orang...
Pengen beli juga...
 *walau gak berguna bagi diri kita...,😪*

Duuh...ternyata saya masih termasuk golongan orang yang menumpuk-numpuk barang...😪
Dan semua itu ada hisabnya 
( perhitungannya ) kelak di akhirat....😰

Astaghfirullah..😥
Astaghfirullah..😰

Rasulullah bersabda,
"Wahai segenap wanita, bersedekahlah, dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka."

Perlu diingatkan...!
Bahwa sedekah menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api.
*QS. At-Taubah 35* 📖(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahanam, Lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka,“inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri.., Maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."
*QS. Al-Baqarah195* 📖Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karna sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Yaa Allah...😰😰😰..
Mungkin saya termasuk salah satunya, yang suka menumpuk-numpuk barang tak terpakai...😫😫😫

Sabtu, 23 September 2017

Jangan Mempersekutukan Allah

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, dan orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah….” (Al-Baqarah 165).
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
"Sungguh Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS An Nisaa 48).
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan" (Al An’aam 88).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat di lengan seorang pria gelang yang dinampakkan padanya. Pria tersebut berkata bahwa gelang itu terbuat dari kuningan. Lalu beliau berkata, “Untuk apa engkau memakainya?” Pria tadi menjawab, “(Ini dipasang untuk mencegah dari) wahinah (penyakit yang ada di lengan atas). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Gelang tadi malah membuatmu semakin lemah. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan beruntung selamanya” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah sucikanlah tauhid kami dari kemusyrikan...aamiin.


Muhammad Arifin Ilham 

22 September 2018

Senin, 07 Agustus 2017

We Love You Rohingya

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR

"Al iimaanu al ihtimaamu" iman itu perhatiaan, iman itu kepeduliaan.
"Innamal mu'minuuna ihwatun...", orang beriman itu bersaudara (QS Al Hujarat 10)
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi wali (penolong) bagi sebagian yang lain" (QS at-Taubah 71)
"Tidaklah disebut seseorang itu beriman sampai mencintai saudara mu'minnya seperti mencintai dirinya" (HR Bukhori Muslim).

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya” (Muslim, at-Turmudzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

"Perumpamaan orang-orang mu'min dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam" (HR Muslim).

Kita sudah menyaksikan kebiadaban la'natullah rezim myanmar dan biksu wirathu dengan para pengikutnya membantai dengan sadis, membunuh, memperkosa, membakar dengan cara sangat sadis.

Bayangkan itu terjadi pada keluarga kita, orang tua kita, istri kita, anak-anak kita, sangat biadab, hanya keledai bodoh yang pantas marah tetapi tidak marah, cuek masa bodoh.
"Bagaimana mungkin kita bisa lelap tidur, makan nyaman menyaksikan darah syuhada terus mengalir di Rohingya".

"Duhai saudara mu'minku, semakin bertaqwalah kepada Allah, bangunlah sholat malam, bacalah Alqur'an, berjamaah di mesjid, rapatkan berisan, tunjukkanlah rasa peduli kita dengan doa, harta yang diinfakkan, dengan segala apa saja yang Allah amanah pada kita...

InsyaAllah rabu hari ini selesai sholat zhuhur bersama kita AKSI DAMAI - AKSI PEDULI menuju Duta Besar Myanmar mengutuk keras dan segera menghentikan kebiadaban ini, dan menuntut PBB untuk segera menangkap dan mengadili semua yang terlibat atas kebiadaban ini.

Allahumma ya Allah selamatkan saudara-saudara kami di Rohingya Myanmar dan seluruh keadaan saudara saudara mu'min kami...aamiin.

Allahumma ya Allah berilah hidayahMu pada mereka yang menzholimi kami, dan turunkanlah segera bala tentaraMu untuk menghentikan mereka...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 Agustus 2017

Sabtu, 05 Agustus 2017

Istigfar

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh.

SubhanAllah dikisahkan dalam Tafsir al-Qurthubi, bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada al-Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah”. Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, al-Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Ar-Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir disitu bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.

Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”.
Rasulullah bersabda,

‎“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dan kabulkan hajat kami, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Agustus 2017

Kamis, 27 Juli 2017

Akibat Hutang

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

أَيُّمَـا رَجُلٍ تَدَيَّنَ دَيْنًا وَهُوَ مُـجْمِعٌ أَنْ لَا يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللّٰـهَ سَارِقًا

"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya maka ia akan bertemu Allâh sebagai seorang pencuri” (HR Ibnu Majah).

نَفْسُ الْـمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّىٰ يُقْضَى عَنْهُ

"Jiwa seorang mu'min itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai hutang dilunasi" (HR Ahmad).

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ

"Sesungguhnya, apabila seseorang terlilit utang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan pungkiri" (HR Bukhori Muslim).

يُغْفَرُ لِلشَّهِيْدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ

"Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali utang" (HR Muslim).

مَطْلُ الْـغَنِيِّ ظُلْمٌ

"Menunda-nunda (pembayaran utang) dari orang yang mampu adalah kezhaliman" (HR Bukhori Muslim).

مَنْ فَارَقَ الرُّوْحُ الْـجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ : اَلْكِبْرِ ، وَالْغُلُوْلِ ، وَالدَّيْنِ دَخَلَ الْـجَنَّةَ.

"Apabila ruh telah berpisah dari jasad (meninggal dunia), sedang ia terbebas dari tiga perkara: kesombongan, ghulul (korupsi) dan utang niscaya ia masuk Syurga" (HR At Turmudji dan Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah bahagiakan kami hidup dengan limpahan rizki yang halal penuh berkahMu...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
26 Juli 2017

Selasa, 11 Juli 2017

Mama


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu

SubhanAllah walhamdulillah setelah abah wafat, Allahu yarhamhu, kini mama yang menjadi pusat perhatian abang. Kalau mama pulang kampung ke Banjarmasin, setiap hari abang telpon, kadang lebih sekali setiap hari.

Umur mama sudah 68 tahun. Alhamdulillah mama sehat afiyat karena aktif bolak balik dapur. Masakan mama tiada tara lezatnya, karena tangan mama mengeluarkan minyak kasih sayang untuk anak anaknya. Apalagi mama selalu mendampingi anaknya saat makan. Kadang membukakan udang, mengupaskan buah, memisahkan ikan dari tulangnya.

Mama yang mengantarkan abang ta'kala masuk pesantren. MasyaAllah mama sebulan penuh belum pulang dari pesantren menjaga arifin. Mama selalu bangun sholat malam, dulu bersama almarhum abah, mulai 02.00, dilanjutkan tadabburul qur'an, dan sholat dhuha mama amalkan dari remaja.

Mama sangat belas kasih, tidak tegaan melihat orang susah, perhatian pada keluarga jauh sekalipun. Mama membuat abang semangat mencintai Allah dan RasulNya. Abang sangat menyayangi mama, abang teringat peringatan keras Rasuluullah pada anak yang tidak peduli pada orang tuanya, menyianyiakan saat hidup,

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.”

Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga” (HR. Muslim no. 2551).

Mama pelipur lara, pelepas duka, doa-doa mama sangat abang incar-incar, sangat bahagia kalau sudah dalam dekapan mama. Kalau pulang, maka mama dulu yang abang cari, melihat mama, hati tenang, damai. MasyaAllah ternyata abang masih kanak-kanak kalau sudah dekat dengan mama.

"INGAT SIAPAPUN KAMU SEKARANG, TIDAK AKAN PERNAH ADA DENGAN IZIN ALLAH TANPA IBU YANG MENGANDUNGMU, JANGAN PERNAH MENYAKITINYA, KEKURANGAN BAHKAN KESALAHANNYA SEKALIPUN TIDAK AKAN SEBANDING DENGAN JASANYA KEPADAMU, TUGAS HIDUPMU SETELAH IBADAH KEPADA ALLAH ADALAH MEMBAHAGIAKAN AYAH IBUMU!".

Allahumma ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dan dosa-dosa kedua orang tua kami, sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangi kami waktu kecil...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Juli 2017

Senin, 10 Juli 2017

Tugas Hidup di Dunia Ini


Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah kita kenal tugas rumah tangga, tugas kantor, tugas negara, tapi sedikit yang tahu TUGAS HIDUP DI DUNIA INI NGAPAIN!?

Mengapa malas ibadah?
Mengapa ma'shiyat?
Mengapa berbuat zholim?
Mengapa banyak berbuat sia-sia?
Mengapa gampang stres?

Karena tidak tahu tugas hidup di dunia ini.

Dengan RAHMAT-NYA, ALLAH utus nabi Muhammad untuk menyampaikan tugas utama hidup di dunia bersama ALQUR'AN dan sekaligus menjadi USWAH HASANAH bagi umat manusia.

Tugas utama hidup di dunia ini :

Meluruskan aqidah,
Meni'mati Ibadah,
Perbaikan akhlak,
Semangat amal sholeh,
Da'wah,
Jihad, dan
Muhasabah diri.

Allahumma ya Allah berkahilah harakah da'wah dan persahabatan kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 Juli 2017

Rabu, 05 Juli 2017

Sunnah Berkuda


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Allah berfirman, 
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari (pemeliharaan) kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah,..." (QS Al Anfal 60).
"Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku-kukunya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya" (Qs Al 'Aadiyaat 1-6).
Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang mengikat (memelihara) seekor kuda di jalan Allah, kemudian ia memberinya makan dengan tangannya, maka baginya dari setiap biji satu kebaikan” (HR. Ibnu Majah).

Dari Amirul Mu'minin, Umar al-Faruq ibn al-Khattab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Semua hal yang melalaikan dibenci Allah kecuali TIGA HAL :
1. Kemesraan suami istri,
2. Memanah, dan
3. Berkuda"
(HR. Thobrani).

“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (HR. Bukhari Muslim).



Alhamdulillah dhuha indah sunnah berkuda, sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Juli 2017

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...