Minggu, 22 Oktober 2017

3 Jenis Rejeki


Rizki secara umum dibagi 3 :

1. Rizki yang dijamin.
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata [Lauh Mahfuzh].”QS. Huud ayat 6.

2. Rizki yang digantungkan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka,”QS. Ar-Raad ayat 11.

3. Rizki yang dijanjikan.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.QS. Ibrahim ayat 7.

Cara tergampang mendatangkan rizki adalah syukuri rizki yang ada. Jangan pernah takut oleh rizki yang belum ada, tapi takutlah belum mensyukuri rizki yang sudah ada.

KH. Abdullah Gymnastiar
21 Oktober 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bergantung Hanya Pada Allah SWT


Solusi tak harus selalu terpikirkan oleh kita,
karena Alloh janji akan mendatangkan pertoolongan / rizki dari tempat yang tak disangka-sangka.

Bila sesuatu terasa mustahil bagi kita, sama sekali tak ada yang mustahil bagi Dia Yang Maha Kuasa atas segala-galanya

Tetaplah berbaik sangka kepadaNya, perbanyak airmata tobat, penuhi dengan zikir dan sempurnakan ketaatan dan ikhtiar dijalan yang disukaiNya..
dan pasrahkan total kepada pertolonganNya.

Tak ada keraguan sama skali, segalanya pasti diketahuiNya, dilihatNya, diperhatikanNya dan tak akan dikecewakanNya…
akan berkah akhirnya insyaalloh..

Firman Allah Ta’ala,

اِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَاِيَّاكَ نَسۡتَعِيۡنُؕ
“Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (Al-Fatihah: 5)

Dan diriwayatkan dalam hadits:

“Apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.”
Hadits riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jami’ Ash-Shahih

KH. Abdullah Gymnastiar
20 Oktober 2017

Selasa, 17 Oktober 2017

Keutamaan Mengasuh Anak Perempuan Dalam Syariat Islam


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah keutamaan mengasuh anak perempuan dalam Syariat Islam :

Pertama.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya Syurga dan membebaskannya dari neraka.” (HR Muslim 2630).

Kedua.
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku.” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau) (HR Muslim 2631).

Allahumma ya Allah berkahi anak-anak kami, dan berilah kami kekuatan amanah untuk menjaga mereka...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Oktober 2017

Minggu, 15 Oktober 2017

Biang Yang Merusak Kekhusuan Sholat


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah hal dianggap biasa padahal inilah biang yang merusak kekhusuan sholat :

1. Berdusta, "Seorang yang berdusta siang harinya maka malamnya tidak akan khusyu sholatnya".

2. Membicarakan aib saudaranya, "Ghibah zhulmatul qolbi, kegelapan hati".

3. Perangai kasar, "ghodbhaan gampang marah lagi kasar membuka lebar jalan syetan untuk masuk".

4. Suka menilai orang lain, "Kuflul qolbi pangkal sombong"

5. Mata menatap aurat yang bukan haqnya, "Penyebab utama dicabut lezatnya ibadah".

6. Tangan menyentuh or menerima yang haram apalagi memakannya, "menjadi energi nafsu ma'shiyat".

7. Banyak bicara, banyak tertawa, banyak berbuat sia-sia, "inilah membuat hati jadi jumud seperti batu".

SubhanAllah bila satu hari saja kita bisa melaluinya tanpa 7 ma'shiyat tersebut, insyaAllah KEINDAHAN dan KENI'MATAN SHOLAT akan kita rasakan pada malam harinya.

Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dengan keni'matan ibadah dan kemuliaan akhlak...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
14 Oktober 2017

Rabu, 11 Oktober 2017

Sholat Fajar

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku, setelah kita mengetahui keutamaan sholat sunnah subuh sebelum sholat subuh, sholat sunnah antara adzan dan qomat subuh, InsyaAllah kita tidak akan pernah meninggalkannya lagi bahkan berazam untuk menjaganya sampai Allah mewafatkan kita...aamiin.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
يُصَلِّى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ إِذَا سَمِعَ الأَذَانَ وَيُخَفِّفُهُمَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah mendengar adzan, beliau melaksanakan shalat sunnah dua raka’at ringan” (HR Muslim no. 724).

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR Muslim no. 724).

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR Muslim no. 724).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَرَأَ فِى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas” (HR Muslim no. 726).

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Muslim no. 725).

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR Muslim no. 725).

Allahumma ya Allah bimbinglah kami selalu berdzikir padaMu, selalu bersyukur atas ni'matMu, dan selalu beribadah terbaik padaMu...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
10 Oktober 2017

Senin, 09 Oktober 2017

Akibat Sifat Dendam

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku mari kita renungi bersama tentang penyakit hati sifat dendam dengan segala akibatnya :

1. Dibenci oleh Allah dan RasulNya.

2. Merusak kesehatan, meningkatkan tekanan darah dan debar jantung.

 3. Merusak kinerja dan mengganggu konsentrasi semua aktifitas.

4. Menambah lawan dan mengurangi kawan.

5. Meningkatkan permusuhan.

6. Menimbulkan banyak kerusakan.

7. Membuat hidup tidak tenang.

8. Tanda sombong, seakan diri suci tidak pernah berbuat salah.

9. Tidak akan masuk Syurga karena termasuk pemutus shilaturrahim.

‎عن جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم: ((لَا يَدْخُلُ الْجَنّةَ قَاطِعٌ)) يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ. متفق عليه 

Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; 
“Tidak akan masuk surga penutus tali silaturrahim” 
(Muttafaq ‘alaihi)

Allahumma ya Allah bersihkan diri kami dari sifat dendam, dengki dan permusuhan...aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
8 Oktober 2017

Jumat, 06 Oktober 2017

Jujur

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah sahabat sholehku, simaklah dengan iman Kalam Allah ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً
”Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar” (Al-Ahzab  70).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (At-Taubah 119).

Rosululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda, 
“Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan kepada surga, dan seseorang yang benar-benar berlaku jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur” (HR al-Bukhori dan Muslim).

Abu Dzar  pernah diberi wasiat oleh Rosululloh shallallahu alaihi wasallam untuk senantiasa berlaku jujur sekalipun terasa pahit, beliau menuturkan:

 وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا 

“Beliau  memerintahkan kepadaku untuk mengatakan yang benar walau itu pahit” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah hiasilah lisan kami dengan kejujuran, kebenaran, kesantunan, kehalalan dan ketawadhuan...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
5 Oktober 2017

Minggu, 01 Oktober 2017

Sedekah

Kiriman dari seorang teman...
~~~~~~~~~~

Kemarin Habis dengar ceramah pak Ustadz..
Katanya simpenan-simpenan itu akan ada hisabnya di hari kemudian...😱

Astaghfirullah....

😨 Waduuh..!!!
Tepok jidaat...!!! 

Misalnya simpanan Mukena yang gak kepakai, baju-baju, celana, yang beli banyak terus gak kepakai..

Simpenan yang lain....Ho hooooo....
Ada blus cantik yang saya Jahit  tapi tak pernah dipakai....
ada rok selusin gak kepakai..,
ada puluhan jilbab entah kapan dipakai. 😵,
Ada banyak pasmina yang hanya sesekali dipakai...

Ada kaos kaki satu lusin persediaan kalau susah nyari kaos kaki....
Ada sepatu sampe selusin
Ada sendal selemari,
ada tas segudang...😤😰

Ada perabot yang tersimpan apik dikardusnya, masih segelan, tak pernah dipakai dan tak ada rencana dipakai....
ada gamis-gamis 1 lemari
ada baju pesta yang entah kapan dipakai....!!!

Ada....Tupperware 2 etalase gak kepakai..😱
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
(Masih panjang listnya) 

Yang kita pakai dan kita sedehkahkan itulah yang bermanfaat..!!!

Yang simpanan atau koleksi-koleksi yang gak kepakai kelak akan di Hisab..😥
dan akan menyusahkan diri kita sendiri..!!!

*karena semua yang dibeli berawal dari Nafsu..!!!*

Nafsu ingin mempunyai ini..itu..,
liat punya orang...
Pengen beli juga...
 *walau gak berguna bagi diri kita...,😪*

Duuh...ternyata saya masih termasuk golongan orang yang menumpuk-numpuk barang...😪
Dan semua itu ada hisabnya 
( perhitungannya ) kelak di akhirat....😰

Astaghfirullah..😥
Astaghfirullah..😰

Rasulullah bersabda,
"Wahai segenap wanita, bersedekahlah, dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka."

Perlu diingatkan...!
Bahwa sedekah menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api.
*QS. At-Taubah 35* 📖(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahanam, Lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka,“inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri.., Maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."
*QS. Al-Baqarah195* 📖Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karna sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Yaa Allah...😰😰😰..
Mungkin saya termasuk salah satunya, yang suka menumpuk-numpuk barang tak terpakai...😫😫😫

Sabtu, 23 September 2017

Jangan Mempersekutukan Allah

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Simaklah Kalam Allah ini dengan iman,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, dan orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah….” (Al-Baqarah 165).
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
"Sungguh Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS An Nisaa 48).
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan" (Al An’aam 88).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat di lengan seorang pria gelang yang dinampakkan padanya. Pria tersebut berkata bahwa gelang itu terbuat dari kuningan. Lalu beliau berkata, “Untuk apa engkau memakainya?” Pria tadi menjawab, “(Ini dipasang untuk mencegah dari) wahinah (penyakit yang ada di lengan atas). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Gelang tadi malah membuatmu semakin lemah. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan beruntung selamanya” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah sucikanlah tauhid kami dari kemusyrikan...aamiin.


Muhammad Arifin Ilham 

22 September 2018

Senin, 07 Agustus 2017

We Love You Rohingya

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR

"Al iimaanu al ihtimaamu" iman itu perhatiaan, iman itu kepeduliaan.
"Innamal mu'minuuna ihwatun...", orang beriman itu bersaudara (QS Al Hujarat 10)
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi wali (penolong) bagi sebagian yang lain" (QS at-Taubah 71)
"Tidaklah disebut seseorang itu beriman sampai mencintai saudara mu'minnya seperti mencintai dirinya" (HR Bukhori Muslim).

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya” (Muslim, at-Turmudzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

"Perumpamaan orang-orang mu'min dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam" (HR Muslim).

Kita sudah menyaksikan kebiadaban la'natullah rezim myanmar dan biksu wirathu dengan para pengikutnya membantai dengan sadis, membunuh, memperkosa, membakar dengan cara sangat sadis.

Bayangkan itu terjadi pada keluarga kita, orang tua kita, istri kita, anak-anak kita, sangat biadab, hanya keledai bodoh yang pantas marah tetapi tidak marah, cuek masa bodoh.
"Bagaimana mungkin kita bisa lelap tidur, makan nyaman menyaksikan darah syuhada terus mengalir di Rohingya".

"Duhai saudara mu'minku, semakin bertaqwalah kepada Allah, bangunlah sholat malam, bacalah Alqur'an, berjamaah di mesjid, rapatkan berisan, tunjukkanlah rasa peduli kita dengan doa, harta yang diinfakkan, dengan segala apa saja yang Allah amanah pada kita...

InsyaAllah rabu hari ini selesai sholat zhuhur bersama kita AKSI DAMAI - AKSI PEDULI menuju Duta Besar Myanmar mengutuk keras dan segera menghentikan kebiadaban ini, dan menuntut PBB untuk segera menangkap dan mengadili semua yang terlibat atas kebiadaban ini.

Allahumma ya Allah selamatkan saudara-saudara kami di Rohingya Myanmar dan seluruh keadaan saudara saudara mu'min kami...aamiin.

Allahumma ya Allah berilah hidayahMu pada mereka yang menzholimi kami, dan turunkanlah segera bala tentaraMu untuk menghentikan mereka...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
6 Agustus 2017

Sabtu, 05 Agustus 2017

Istigfar

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh.

SubhanAllah dikisahkan dalam Tafsir al-Qurthubi, bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada al-Hasan al-Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah”. Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, al-Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Ar-Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir disitu bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.

Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”.
Rasulullah bersabda,

‎“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR Ahmad).

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dan kabulkan hajat kami, aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
4 Agustus 2017

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...