Senin, 29 April 2019

Penentu Akhir

Assalamualaikum wa rahmatullaahi wabarakaatuhu.

Simak Kalam Allah dengan iman, 
“Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa niscaya Allah bukakan keberkahan dari langit dan bumi ...”
(QS Al A’raf 96)
SubhanAllah walhamdulillah sahabat da’wahku kegelisahan dunia bagi hamba yang beriman menjadi cambuk hebat untuk membuat diri semakin takut, taat dan cepat segera mendekat kepada Allah.

ALLAHU AKBAR adalah PENENTU AKHIR setelah ikhtiar maksimal, doa senjata terkuat dikerahkan terutama di penghunjung malam, yaqin sepenuh hati PERTOLONGAN, baik sangka atas ujiannya, “bukankah terpuji karena teruji dulu”, karena itu sabar dan akhirnya tawakal.

Allahumma ya Allah dalam gejolak apapun di dunia ini tetap dan semakin kuat cinta taat kami kepadaMu...agar negeri berkah dengan KEJUJURAN dan KEADAILAN PARA PEMIMPIN dan rakyat pun sejahtera dan aman membangun negeri tercinta dalam lindungan Allah.

Muhammad arifin ilham yang sangat sayangi tim umat dan negeri tercinta kita.

Jazaakumulllah doa kasih sayang ikhwah Fillah.

Abang di masih rehat dipenang.

Muhammad Arifin Ilham 
22 April 2019

Sabtu, 06 April 2019

Istigfar

Sahabatku, setelah sholat maka kita dianjurkan untuk bisa beristighfar sebagai bentuk evaluasi kita akan sholat tersebut.

“Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam selesai dari shalatnya, beliau beristighfar tiga kali dan mengucapkan:
“ALLAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MINKAS SALAAM, TABAAROKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM” 
(artinya: Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan. Mahasuci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).

Oleh karena itu sahabatku, jangan sampai setelah sholat kita melupakan istighfar, karena orang yang melupakannya akan merasa rugi. Dan juga semoga dengan sholat, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin Yaa Robbal Alamin....

KH. Abdullah Gymnastiar
5 April 2019

Jumat, 05 April 2019

Doa Keluar Rumah

Sahabat, kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi kepada diri kita nanti walaupun kita sudah mempunyai rencana. Banyak sekali hal yang sangat memungkinkan terjadi tanpa kita duga-duga, meskipun kita telah memiliki persiapan dan perencanaan dengan baik tapi tetap tidak akan pernah bisa menghalangi apa yang telah Alloh tetapkan.

Maka setiap keluar rumah kita harus berlindung kepada Alloh dengan senantiasa berdoa :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillahi tawakkaltu álallahi, laa haula wa laa quwwata illa billah
“Dengan nama Alloh, aku berserah diri kepada Alloh, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh” (HR. Abu Daud)

Ada tiga karunia yang diberikan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala ketika kita membaca doa itu adalah :
1. Diberi petunjuk oleh Alloh,
2. Diberi kecukupan oleh Alloh dan
3. Diberi perlindungan oleh Alloh.

Maka kita harus yakin bahwa sangat mudah bagi Alloh untuk mengambil semua yang kita miliki, maka kita harus senantiasa memperbanyak berdoa agar Alloh Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan petunjuk, memberi kecukupan, dan juga selalu memberi perlindungan kepada kita. 
Aamiin Yaa Robbal Aalaamiin.

KH. Abdullah Gymnastiar 
4 April 2019

Kamis, 28 Maret 2019

Zuhud

Sahabatku yang baik, Rasulullah Shallallahu 'alahi Wa Sallam mengajarkan kita agar bisa melakukan amalan zuhud. Zuhud adalah amalan hati yang terdalam, dan hanya Alloh yang bisa menilainya.

Lakukanlah 3 amalan zuhud ini, agar senantiasa dicintai oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala :

1. Lebih meyakini bahwa rezeki yang ada, berada pada genggaman Alloh daripada meyakini apa yang ada ditangannya.

2. Apabila tertimpa musibah, maka hamba tersebut lebih mengharapkan ganjaran pahala atas musibah yang dialaminya.

3. Senantiasa memandang orang lain sama, baik orang yang memujinya maupun orang yang mencelanya, disaat dirinya berada di atas kebenaran.

Mari sahabat, kita mulai untuk sama-sama mengevaluasi hati kita, agar hati ini bisa senantiasa dicintai Alloh dan juga dicintai manusia. Dan semoga Alloh senantiasa menggolongkan kita menjadi orang-orang yang zuhud pada dunia dan juga zuhud pada apa yang ada disisi manusia. Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin

KH. Abdullah Gymnastiar 
27 Maret 2019

Rabu, 20 Maret 2019

Istimewanya Besuk Saudara Sakit

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Alhamdulilah arifin di saat rehat di Penang pun membesuk tetangga sebelah kamar yang sakit muslim dan bukan muslim semua didoakan dan dihibur dengan hikmah-hikmah.

SubhanAllah cinta Allah dan RasulNya membuat sayang semua karena Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Hak muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam)”
(HR. Muslim, no. 2162)

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit :

1. Merupakan kebun surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Siapa saja yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali”.
(HR. Muslim)


2. Berada di dalam rahmat Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا خَاضَ فِي الرَّحْمَةِ، حَتَّى إِذَا قَعَدَ اِسْتَقَرَّ فِيْهَا

“Siapa yang menjenguk orang sakit, ia akan masuk ke dalam rahmat (Allah), sehingga apabila duduk, ia akan berada di dalam rahmat tersebut”.
(HR. al-Bukhari)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

‎مَنْ عَادَ مَرِيْضًا خَاضَ الرَّحْمَةَ، فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ اِسْتَقْنَعَ فِيْهَا، فَإِذَا خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ خَاضَ الرَّحْمَةَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ

“Barang siapa yang menjenguk orang sakit, ia masuk ke dalam rahmat (Allah). Apabila duduk di sisinya, ia merasa puas/tenang di dalam rahmat itu. Apabila keluar darinya ia senantiasa berada di dalam rahmat itu hingga ia pulang ke rumahnya”. 
(HR. Ibnu Abdil Barr di kitab at-Tamhid 24/273)


3. Berbuah banyak pahala dari Allah
Hadis qudsi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِيْ. قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أَعُوْدُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِيْ فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ، أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِيْ عِنْدَهُ

“Sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai anak Adam, Aku sakit namun engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sakit tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku ada di sisinya?
(HR. Muslim)


4. Mendapatkan doa kebaikan dari malaikat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‎مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari”.
(HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).


5. Penyebab masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‎مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلاً

“Siapa yang menjenguk orang sakit atau berkunjung kepada saudaranya karena Allah, akan ada penyeru yang berseru, “Alangkah baiknya dirimu, alangkah baiknya langkahmu, engkau telah menempati tempat tinggal di surga”.
(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah sehat afiyatkan kami dalam keni’matan Istiqomah taat di JalanMu hingga wafat husnul khotimah.



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
19 Maret 2019

Selasa, 19 Maret 2019

Tanda-Tanda Hamba Yang Dirahmati ALLAH

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, hakikat seorang hamba yang dirahmati Allah hanya Allah yang mengetahuinya, tetapi tanda-tanda bisa diperhatikan:

1. Taubatnya sungguh-sungguh,

2. "Waro" taat dan berhati-hati dengan Syariat Allah.

3. Hobbynya ibadah, terutama tahajjud, dan berjamaah di mesjid,

4. Semangatnya dalam tadabur Alqur'an dan As Sunnah,

5. Istiqomah dalam menghidupkan sunnah Rasulullah,

6. Wajah yang menyenangkan, murah senyum,

7. Dermawan, "arro'fu" belas kasih kepada dhuafa dan pembela mustadhafiin,

8. Akhlaknya mulia, terutama rendah dan tutur katanya santun dan jujur,

9. Namun tidak kehillangan sifat sikap tegas beraninya menegakkan yang HAQ,

10. Mencintai ulama dan umat Rasulullah,

11. Kuat doanya, baik sangka dan pantang berkeluh,

12. Sibuknya dalam koreksi diri, sama sekali tidak tertarik pada aib saudaranya,

13. Mudah menangis karena Allah karena rindunya kepada Allah dan RasulNya.

SubhanAllah Semoga salah satu tanda itu ada pada kita, hai sahabatku tercinta Fillah ...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
18 Maret 2019

Sabtu, 16 Maret 2019

Doa Untuk Syuhada Selandia Baru

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Simaklah dengan IMAN Kalam Allah yang mulia ini, duhai sahabat imanku!

‎وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ 
“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.
(QS Al Buruj )
Innaaa lillah wa innaa ilaihi roojiuun kebiadaban oknum kafir zholim Selandia Baru terjadi membantai dengan merekam langsung secara keji kesadisan mereka membantai umat beriman mulia yang siap beribadah di hari Jumat yang mulia.

Sebiadab kaya apapun mereka tidak akan disebut teroris oleh media sekuler, dan ini selalu terjadi di negeri dimana umat Islam yang minoritas berada di wilayah mereka.

Allahumma ya Alah jadikan saudara-suadara kami yang wafat dibunuh di rumahMu yang mulia di hari jumat yang mulia ini sebagai syuhada di sisiMu, aamiin.

Allahumma jadikan peristiwa ini membangkit ghirah dan kesadaran umat Islam untuk terus mendekat kepadaMu, semakin kuat rasa ukhuwah, semakin peduli kepada saudara mu’min, semakin rapat barisan.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
15 Maret 2019

Minggu, 10 Maret 2019

Asyik Tenggelam Muhasabah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun kita shalat lima waktu sehari semalam serta tepat pada waktunya.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun kita setiap hari bersedekah.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun kita sudah pakai jubah, bersorban, berhijab menutup aurat dengan sempurna.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap malam kita melakukan dhuha, tahajjud, ke mesjid dan amalan sunat lain.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap saat kita update status motivasi dakwah.

Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap saat kita menolong orang lain.

‎فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى
"Janganlah kalian merasa paling suci karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa.”
(QS An Najm 32)
Sitti Aisyah (ra) berkata "Siapakah orang yang buruk?" dijawab olehnya "yaitu orang yang merasa dirinya baik". Beliau ditanya lagi "Siapakah orang yang baik?", maka dijawab "yaitu orang yang merasa dirinya buruk".

Karena itulah KESIBUKAN KEASYIKAN hamba beriman TENGGELAM dalam MUHASABAH DIRINYA.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
9 March 2019

Rabu, 06 Maret 2019

Akhirnya Istiqomah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

SubhanAllah mulailah sahaabtku dari sunnah yang mudah ringan lalu azamkan diri untuk istiqomah, insyaAllah Allah kan bimbing kita dengan HADIAH HIDAYAHNYA....
‎اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus”.
(QS Al-Fatihah 6)
‎وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“…Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing manusia kepada jalan yang lurus”.
(QS Asy-Syûra 52)
‎{إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ}
"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.
(QS Ash-Shaffat: 99)
‎جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ 
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
‎وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allâh akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka.”
(QS Muhammad 17)
" Amalan yang paling disukai Rasulullah adalah amalan yang dilakukan terus menerus"
(HR Ahmad)

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengucapkan :

‎يَـا مُـقَـلِـّبَ الْـقُـلُـوْبِ ، ثَـبّـِتْ قَـلْبِـيْ عَلَـىٰ دِيْـنِـكَ

“Ya Allâh, Yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu, aamiin, aamiin, aamiin”.

Muhammad Arifin llham 
5 Maret 2019

Senin, 11 Februari 2019

Segera Minta Maaf!

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

SubhanAllah, Maha Adil, setiap perbuatan ada nilai, ada balasan, ada tanggungjawabnya. Inilah yang membuat hamba beriman senantiasa berhati-hati dalam berkata, bersikap di dunia sebentar ini.

Simakalah Kalam Allah ini dengan iman,
“Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih“.
(QS Asy-Syura 42)
Rasulullah SAW bersabda, 
“Kezaliman itu ada 3 macam: Kezaliman yang tidak diampunkan Allah, Kezaliman yang dapat diampunkan Allah, dan kezaliman yang tidak dibiarkan oleh Allah. Adapun kezaliman yang tidak diampunkan Allah adalah syirik, firman Allah SWT: “Sesunggahnya syirik itu kezaliman yang amat besar!”, adapun kezaliman yang dapat diampunkan Allah adalah kezaliman seorang hamba terhadap dirinya sendiri di dalam hubungan dia terhadap Allah, Tuhannya. DAN KEZALIMAN YANG TIDAK DIBIARKAN ALLAH ADALAH KEZALIMAN HAMBA-HAMBA-NYA DI ANTARA SESAMA MEREKA, KARENA PASTI DITUNTUT KELAK OLEH MEREKA YANG DIZALIMI”.
(HR. al-Bazaar & ath-Thayaalisy)

“Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf) nya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal shalih, maka akan diambil menurut penganiayaannya, dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dianiaya untuk ditanggungkan kepadanya” .
(HR. Bukhori, Muslim)

Allahumma ya Allah ampunilah seluruh dosa kami, berilah kami kesempatan minta maaf pada saudara kami yang pernah kami sakiti agar mereka tidak menuntut kami di hadapanMu, aamiin.

Muhammad Arifin Ilham 
10 Februari 2019

Sabtu, 09 Februari 2019

Tetap Taat Walau Sendiri

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu


SubhanAllah sahabat sholehku, justru hakikat taqwa itu adalah TETAP TAAT kepada ALLAH dalam kesendiriannya, saat tidak ada yang lihat, saat ada peluang ma’shiyat, saat bisa berbuat zholim .

Inilah yang meraih kemuliaan disisi Allah, simaklah KalamNya dengan iman,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah WALAUPUN DIA TIDAK MELIHATNYA. Maka berilah mereka kabar gembira dengan AMPUNAN dan PAHALA YANG MULIA”.
(QS. Yasin : 11)
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada TUHANnya YANG TIDAK TAMPAK oleh mereka, mereka akan memperoleh AMPUNAN dan PAHALA yang BESAR”.
(QS Al Mulk : 12)
“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan”.
(QS. An-Nisaa : 108).
Rasulullah bersabda,
“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan” .
Tsauban bertanya, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari”.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang diharamkan Allah”.
(Shahih HR. Ibnu Majah).

Allahumma ya Allah anugrahkanlah dan hiasilah hati kita dengan keindahan keimanan, kekuatan taqwa, keni’matan istiqomah hingga Engkau wafatkan HUSNUL KHOTIMAH, aamiin....

Muhammad Arifin Ilham
8 Februari 2019

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...