Rabu, 31 Desember 2014

Doa Untuk Negeri‬

Salah 1 amalan terbaik adalah doa. Dan tambah hebat lagi saat doa itu dipanjatkan untuk orang lain. Makin banyak yang didoakan, makin hebat.

Setiap doa qt untuk orang lain, jadi sedekah. 1 orang, 1 sedekah. Sedangkan sedekah dikali 10 s/d 700. Bahkan tidak terhingga. Segala "balasan" Allah ini tidak menjadikan qt ga ikhlas mendoakan orang lain. Tapi untuk jadi penyemangat.

Indonesia dengan penduduk lebih dari 270 juta, maka jadi ladang amal banget untuk mendoakan Indonesia. Bayangkan besarnya kebaikan & pahala. Apalagi dikali 10 s/d 700 & tak terhingga itu untuk 1 doa. 

Maka jika doanya lebih dari 1? Ya makin besar dan banyak kebaikan & pahalanya. Misal, doain untuk kebahagiaannya, keselamatannya, kedamaiannya... maka itu adalah 3 doa. Banyakin
dan luasin aja doanya.

Ketika doa untuk negeri, luasin tuh doa & panjangin. Sebab 1 sama lain di negeri ini, berdampak dan berpengaruh kepada yang lain.
1 kota, jelek, bermasalah, maka pengaruhnya ke semua kota. 1 orang bermasalah, pengaruh ke semua orang di negeri ini.
1 kota bagus, lalu ada doa 1 qt disana, maka ketahuilah, kota ini berpengaruh juga buat yang lain.
Apalagi jika yang bagus adalah semua kota di semua negeri. Juga semua orang di semua negeri. Wuih... keren banget dah.

Doa itu sangat ajaib. Kekuatan Allah. Bukan kekuatan manusia. Maka dengan sering-sering berdoa, sama dengan mengundang Kekuatan Allah.

Doain presiden, dengan menteri-menterinya, semua lembaga-lembaga negara, anggota-anggota dewan DPR MPR, pusat s/d daerah. Doain yang baik-baik. Bila beliau-beliau itu baik, qt juga koq yang akan merasakan. Doain. Doain. Doain. Saling mendoakan. Juga doain. 

Doain semua pekerja di negeri ini, pengusaha-pengusahanya, guru-gurunya, polisi dan tentaranya, nelayan-nelayan, petani-petani, & semua elemennya.
Doain semua pelajar, semua mahasiswa, semua dosen, semua pimpinan-pimpinan lembaga pemerintah & non pemerintah.

Dan doa itu, bener-bener luasin, lebarin, panjangin, banyakin. Doain yang udah pada wafat, doain yang masih idup, dan doain yang datang kemudian.
Ketika doain pemerintah, doain yang dulu-dulu memerintah, yang sekarang, dan yang memerintah di masa-masa yang akan datang hingga akhir zaman.

Abis doain untuk negeri, doain dunia, dan doain untuk alam semesta dan seisinya. Sebab tetep terkait 1 sama lain. Misal, doain matahari dan bulan, dan semua benda di tata surya. Ucapin terima kasih kepada sinarnya matahari, misalnya.

Doain rerumputan, pepohonan, lautan, pegunungan, sungai-sungai, angin, debu... dan say thanks to them. Doain ikan-ikan di semua perairan Indonesia
dan di semua perairan di dunia. Doain semua buah-buahan. Pokoknya lebarin luasin panjangin.

Doain juga jangan lupa orang tua, dan semua orang tua di seluruh dunia. Yang masih idup, yang dulu & yang akan jadi orang tua.

Saat hamil. Doa untuk kehamilannya, dan semua ibu-ibu yang hamil, di seluruh dunia, dan perempuan-perempuan yang bakal hamil nanti-nantinya.
Ketika pengen hamil, jangan doa untuk diri sendiri. Luasin, lebarin, panjangin. Doain yang lain. Saat berhutang juga gitu.

Saat utang, doain semua yang punya utang, da doain yang punya piutangnya. Supaya begini supaya begitu. Lebarin, luasin, panjangin.

Saat jadi siswa, pengen lulus. Jadi mahasiswa pengen lulus. Jangan doa untuk diri sendiri aja. Doa untuk sesekolah, sekampus, & pelajar-pelajar sedunia.

Saat pengen naik gaji... jangan doa buat diri sendiri. Doain perusahaannya dan semua perusahaan di dunia. Sebab kait mengait juga.

Pokoknya lebarin, luasin, panjangin, banyakin, doanya. 

Liat apapun, jadikan doa. Ngerasa apapun, harus jadi doa. Mikir, harus berhiaskan doa. Gerak, ikhtiar, jadi doa. Semua, berbalut doa.

Doain saya, dan semua ustadz & ustadzah, semua kyai & bu nyai, seluruh ulama, dan yang masih jadi siswa/santri, sedunia. Untuk semua juga keluarga kami hingga akhir zaman.

Ada gelisah tentang soal media, soal tetangga, soal bos, soal majikan, soal kawan, soal ustadz, he he he... keluarnya, harus doa. Harus jadi doa.

Saat minta doa, juga lebarin, luasin, panjangin... misal... doain ibu saya ya... plus semua ibu di dunia. Termasuk yang sudah wafat dan yang akan jadi ibu.

Ustadz Yusuf Mansur
30 Desember 2014


Jumat, 19 Desember 2014

Tetap Taat Di Jalan Allah SWT

"Ustadz pantas taat karena lingkungan mendukung, bagaimana dengan kami yang banyak godaan ini?!" 

SubhanAllah walhamdulillah yach memang abang lebih mudah terjaga dalam ketaatan walau banyak kekurangan, kesalahan dan juga godaan. Keluarga yang taat, lingkungan yang baik, pendidikan pesantren, control para guru, sahabat-sahabat yang sholeh-sholeh. Jadi sangat wajar kalau menjadi "baik" walaupun tidak selalu dan semuanya baik. Tetapi kalau sampai tidak baik juga padahal suasana sangat mendukung, itu "ayam mati di lumbung padi". 

Sebaliknya kalian duhai sahabat FBku, tantangan dan godaan kalian jauh lebih hebat dari abang, dari masalah keluarga, lingkungan nafsi-nafsi, tidak melalui pendidikan pesantren, sahabat-sahabat mengoda dengan keasyikan duniawi tetapi kalian tetap taat, tidak tergoda, bahkan semangat belajar agama seperti mutiari di sela-sela lumpur. "Buffer Generation", walau diterjang gelombang tipudaya dunia dan badai ma'siyat tetap batu karang iman kalian kokoh bahkan menyelamatkan daratan, mengajak sahabat-sahabat kalian untuk taat, itulah luar biasa sebenarnya, itulah yang membuat abang kagum pada kalian. 

Abang sudah berusaha agar tidak perlu mencium tangan abang, tetapi tetap saja ada jamaah memaksa mencium padahal abang banyak dosa dan aib yang masih ditutupi Allah. Di hati abang, "jangan-jangan yang mencium tangan abang jauh lebih bersih dan mulia daripada abang yang kalian panggil ustadz". 

Sekali lagi kita punya tantangan dan godaan masing-masing, dan nilai kita berdasarkan tantangan dan godaan kita. Semakin hebat tantangan dan godaan kita, tetapi kita tetap taat di Jalan Allah maka semakin mulia kita disisiNya. 

Simaklah Kalam Allah ini, 
"Adapun mereka (yang berpeluang ma'siyat) namun tetap kuat rasa takutnya kepada. Allah dan lalu mengendalikan nafsunya maka untuknya hadiah Syurga dari Allah" (QS) An Naaziat 40-41). 

Abang kagum pada kalian karena tetap semangat taat padahal banyak kesempatan untuk ma'siyat, kalian yang di Hongkong, di Australia, di Erofah, di Amerika tetapi tetap taat, subhanAllah. 

Allahumma Ya Allah tetapkanlah hidup kami dalam kelezatan istiqomah di JalanMu...aamiin...

Jangan lupa sholat dhuha agar rizki kita diberkahi Allah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
18 Desember 2014

Kamis, 18 Desember 2014

Makasih & Kagum Buat Kawan-Kawan Pengusaha Non Muslim

Dewi & kawannya, harus pake topi sinterklas. Katanya, klo ga make, dipotong per hari, 20 ribu. Kata dewi, daripada dipotong, ya make aja.

Saya doakan semoga dewi-dewi yang lain, diberi banyak rizki oleh Allah,dan  bisa bebas dari aturan-aturan begini. Semoga dibaca sama Allah ini twit.
Saya ga bisa upload fotonya, ga bisa ngasih tau namanya, dan tempat kerjanya. Kasian juga. Tar malahan masalah buat beliau berdua. Kasian dan prihatin.

Bila saudara jadi pengusaha muslim, ketemu bulan puasa, jangan ya. Jangan maksa pegawai yang non muslim untuk pake jilbab dan peci. Kasian mereka.

Saya ngobrol dengan pelan-pelan dengan Dewi dan Eka agar adukan ke Allah aja. Posisi lagi lemah. Saya kaget saat mereka bilang bahwa anceman pemotongan itu tertulis.
Saya tanya, maksudnya tertulis dengan surat gitu... ya. Tapi dibrodkes di group BB.
Ya sudah, saya bilang bersyukur aja. Mudah-mudahan Allah angkat derajat.


Saya bilang, masih bagus tidak disuruh jual minuman keras hanya pake topi santa. Kalo disuruh ikut jual minuman keras, rentetan dosanya panjang.

Panjang gimana? tanya mereka.
Saya bilang, ketika minuman itu diminum, qt yang dalam mata rantai sampe minuman itu diminum, dapat dosanya. Bayangkan jika kemudian akhirnya peminum ini akhirnya berzina, merkosa, atau membunuh, atau mencuri, ga nyadar sebab mabok, dapat juga akibatnya.
Jadi saya bilang, kalau cuma pake topi santa, ga terlalu nyesek. Asal hati nolak, posisi, tertindas. Tapi yang ikut jual minuman, itu yang panjang judulnya.

Saya tanya, berapa lama pake topi beginian?

Sebulan katanya.
Eka jawab, he he he, 600 ribu potongannya pak ustadz kalo ga mau make sebulan.


Doa saya, semoga Allah angkat derajat Dewi-Dewi dan Eka-Eka yang lain di seantero negeri. Saat qt memimpin, menguasai, tunjukkan kesantunan dan akhlak. Jangan maksa-maksa.

Saya ngetwit ini tanpa nada provokasi. Tanpa amarah. Saya yakin, banyak kawan yang non muslim pun akan menyesali jika tau karena ini judulnya ngancem.
Saya ngetwit jelang isya ini, agar semua kawan juga mau doa
dan mendoakan. Sebaik-baiknya ngadu, bukan ke manusia atau lembaga mana pun. Tapi ke Allah.
Maafkan mereka-mereka. Barangkali niatnya ga sampe nodai agama dan penindasan. Tapi semata-mata spirit pengen larut dengan pelanggan. Jangan lupa doa, doa, doa.
Kepada media yang mau ngangkat twit jelang isya ini... mohon angkat semua. Jangan ditambahin dan dikurang. Twit ini nuansanya kalem sedih. Tanpa marah.

Doain, saya bisa mengusahakan lapangan pekerjaan dengan masif. Saya ajak kawan-kawan juga menyediakan lapangan pekerjaan. Yuk, supaya ga cuma ngenes. Tapi solutif.

Rasa salut dan kagum saya, buat seluruh pengusaha non muslim yang ga memaksakan, apalagi motong gaji harian. Makasih dah ngejaga Bhineka Tungga Ika.

Makasih & kagum buat kawan-kawan pengusaha non muslim yang udah mempekerjakan kawan-kawan dan saudara-saudara saya yang muslim muslimah. Semoga Tuhan memberkati.

Makasih & kagum dengan kawan-kawan pengusaha dan pimpinan non muslim, yang ikut menyediakan mushalla dan waktu untuk yang muslim muslimah shalat 5 waktu dan Jum'at.

Makasih & kagum, sama semua pengusaha non muslim, dan pimpinan-pimpinannya, yang malah memfasilitasi karyawan-karyawan muslim muslimah, ngaji mingguan atau bulanan.

Makasih & kagum, buat semua pengusaha non muslim, yang kalo jatoh Ramadhan, mulangin lebih cepet, supaya bisa karyawan muslim muslimahnya buka puasa di rumah.

Makasih & kagum buat pengusaha-pengusaha non muslim, yang sudah berbagi senyum. Yah, kayak di Islam, ada juga yang otaknya kurang se-ons, atau lebih se-ons.

Yuk... bergandengan tangan, untuk the baiker Indonesia in de future... muslim muslimah, dengan non muslim, bersatu, untuk Indonesia yang merajai dunia.

Tolong media yang mau ngutip, jangan ngutip. Tatip muat aja semua, hehehe. Twit ini lumayan kompleto. Juga memuji tanpa basa basi mereka yang prestatif dan berbuat.

Tambahan: jika dah ga berdaya... minimal, punya hati yang menolak. Supaya ga jalan "pembagian" dosa dan keburukannya. Dan berdoalah untuk pekerjaan yang lebih baik.

Ustadz Yusuf Mansur
17 Desember 2014

Rabu, 17 Desember 2014

Pak Frez

SubhanAllah walhamdulillah sewaktu tinggal di Mampang Depok, abang bersahabat dengan Pak Frez dari tahun 1998. Beliau tetangga abang keturunan Belanda Menado. Umur beliau kurang lebih 60 an. Hampir setiap minggu beliau ke gereja dengan memegang Al Kitab, abang dan kadang beliau lebih dulu menyapa, "selamat pagi pak ustadz", "selamat pagi pak Frez". 

Karena sering menyapa kamipun semakin akrab walau berbeda keyaqinan. Saat beliau sakit, abang kunjungi beliau apalagi saat rumah beliau kena angin Puting Beliung, alhamdulillah abang dan jamaah mesjid membantu renovasi hingga selesai. Beliau punya istri dan putra putri aktivis gereja. Oto gitaris gereja dan Ana vokalis gereja. Abang sering lihat dan dengar langsung saat latihan untuk acara gereja. 

Beliau selalu mengucapkan selamat saat Hari Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. Sementara abang tidak pernah mengucapkan Hari Besar agama beliau. Abang sampaikan ke beliau, "maaf pak Frez yang baik, keyaqinan kami melarang mengucapkan selamat Hari Besar agama selain yang kami yaqini tetapi kami wajib menghormati keyaqinan yang berbeda dengan kami. Arifin sangat senang bersahabat dengan pak Frez". 

Beliaupun diam-diam mulai mempelajari Islam dari banyak buku dan sikap abang yang saat itu abang sudah dikenal sebagai guru di Depok. 


Suatu saat beliau ke rumah abang dan saat itu turun hujan lebat, abangpun mengantarkan beliau ke rumah beliau. Di mobil abang sentuh, abang pegang tangan beliau, di hati abang berdoa, "Ya Allah hamba sayang dengan pak Frez, Ya Haadi, duhai Pemilik hidayah, berilah beliau hidayahMu", sambil menatap wajah beliau dengan kasih sayang. Seturun beliau dari mobil, abang menangis. 

Saat ahad majlis zikir berlangsung secara khusus abang berdoa untuk beliau. 

Alhamdulillah senin pagi tahun 2002 sepulang dari mesjid, pak Frez menunggu abang di rumah. Dengan baju batik kuning, celana panjang hitam dan berpeci hitam, beliau sudah di halaman rumah abang. Setelah saling sapa, beliau berkata dengan terbata bata, "Pak ustadz yang mulia, bimbing saya masuk Islam". 

Allahu Akbar, abang terdiam lalu langsung memeluk beliau. Kamipun menangis, istri abangpun yang menyaksikan menangis. Lalu beliaupun mengucapkan syahadat dalam bimbingan abang. Kemudian menyatakan keislaman beliau di depan jamaah zikir Depok. Abang beri nama beliau Muhammad Fauzan, diikuti istri dan putra putri beliau masuk Islam. Istri beliau dengan nama Halimah, Oto dengan nama Muhammad Zaka Ilham dan Ana dengan nama Ana Fathimah Alhoiri. 


Abang ajak beliau umroh dan kami pun mencium Hajar Aswad dan menangis bersama di depan Ka'bah. Beliau kini sudah uzur. 

Foto bersama beliau dan putra beliau zaka. Beliau dan keluarga diantara 596 muallaf, alhamdulillah.

Kebenaran, kasih sayang dan kemuliaan akhlak adalah da'wah terindah dan hidayah adalah Haq Allah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
16 Desember 2014

Selasa, 16 Desember 2014

Hari Natal

SubhanAllah sahabat sholehku, aqidah or tauhid or iman bagi hamba yang beriman kepada Allah, yang tahu hidup di dunia ini sebentar, dan benar-benar ingat selamat di akhirat adalah segala-galanya, akan benar-benar dijaga KESUCIANNYA dengan segala konsekwensinya. 

Hari Natal adalah hari keyaqinan dan ritual umat Nasrani. Wajib bagi kita menghormati keyaqinan mereka "lakum diinukum wa liyadiin" ( QS Al Kafiruun : 6) bahkan haram mencaci maki sembahan mereka, 
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan yang benar..." (QS Al-An'am : 108), 
tetapi juga haram mencampur adukan keyaqinan kita dengan mereka, 
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS Al An’am : 82). 
Diantaranya larangan mengucapkan selamat natal, karena natal adalah keyaqinan dan ritual teman kita Kristiani, hormati tanpa harus mengucapkan selamat natal. Karena keyaqinan kita berbeda, mohon buka surah al Maidah ayat 72. Lebih lengkapnya lihat fatwa MUI. Toleransi dalam muamalah, gotong royong, bisnis dsb ayo kita bersama, tetapi toleransi dalam keyaqinan, mari kita saling menjaga dan menghormati. Kalaulah sahabat melihat para tokoh pejabat mengucapkan dan berbaur, jangan terkecoh apalagi latah mengikuti mereka. Semua menanggung konsekwensinya di akhirat kelak. Orang beriman mengedepankan aqidah "RIDHO ALLAH, HIDUP DALAM SYARIATNYA DAN KESELAMATAN DI AKHIRAT daripada muamalah dunia secuil ini."

"Allahumma ya Allah yang Menguasai semua hati dan keadaan, tetapkanlah hati kami dalam keimanan & ketaatan padaMu...aamiin". 

Sebarkan ini sahabat sholehku.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
15 Desember 2014

Senin, 01 Desember 2014

Alangkah Bahagianya Menjadi Seorang Muslim"

SubhanAllah sungguh dunia ini sangat indah di mata pencintanya sehingga ia kerahkan semua hati, pikiran, tenaga dan semua potensi untuk menggapainya agar ia bisa bersenang-senang sepuas-puasnya (QS An Naml 4) bahkan memandang rendah orang beriman yang disibukkan dengan ibadah dan amal sholeh (QS Al Baqoroh 212).

Tetapi kemudian di Akhirat pecinta dunia itu sangat amat menyesal, dan berandai-andai "alangkah bahagianya menjadi seorang Muslim" (QS Al Hijr 2). 

"Siapa cari dunia pasti sangat melelahkan, dan siapa yang cari Ridho dan SyurgaNya, insyaAllah menyenangkan". 

So sahabat sholehku, bersyukurlah sebagai seorang muslim yang disibukkan dengan amal ibadah, banggalah, Jangan minder, dan tetaplah rendah hati. Renungan diri abang dalam penantian waktu sholat berjamaah di Bandara Soekarno Hatta.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 November 2014

Rabu, 26 November 2014

Penyebab Hawa Nafsu Semakin Liar

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku mari kita kenali diantara penyebab hawa nafsu semakin liar, buas dan sangat sulit dikendalikan,
  1. Lemahnya iman kepada ALLAH, padahal ALLAH selalu MEMPERHATIKANnya dan lemahnya iman akan HARI PEMBALASAN di AKHIRAT kelak,
  2. Jahil, kurangnya pemahaman ILMU ALQUR'AN & AS SUNNAH,
  3. Mind setnya, "aku tidak bisa tenang kecuali terpuaskan seleraku",
  4. Menyia-nyiakan kesempatan, "Kalaupun gue berdosa kan masih ada waktu untuk bertaubat",
  5. Yang pasti terus MEMPERTURUTKAN NAFSUNYA, maka nafsunyapun semakin-jadi,
  6. Bergaulnya sesama hedonis pengumbar nafsu juga, "all free and be free",
  7. Makan minum dari yang haram, baik zatnya maupun cara mencarinya, masuk ke tubuh menjadi energi nafsu lagi,
  8. Menjauh dari ulama, orang sholeh dan majlis kebaikan,
  9. Yang pasti tidak ada keinginan kuat untuk hijrah, maka jadilah seperti hewan, "Kami ingin muliakan mereka dengan PETUNJUK kami, tetapi mereka lebih suka menuruti hawa nafsu mereka dan lebih mencintai dunia, maka merekapun seperti anjing, dinasehati atau tidak, mereka tetap tidak peduli dan terus menjulurkan lidahnya..."(QS Al A'raf 176). 
Allahumma Ya ALLAH selamatkan kami dari kelemahan iman, kebodohan dan keinginan nafsu ma'siyat...aamiin..... 

Maafkan dan doakan abang masih dirawat di Rumah Sakit, jazaakumullah.

K. H. Muhammad Arifin Ilham
24 November 2014

Selasa, 25 November 2014

Payah Dah Kita Ini

hiks hiks hiks... what make us cry is not iman... but hutang... putus cinta... di PHK. Payah dah kita ini. Kapan ya hati kita hidup?

Kapan qt nangis sebab ngeliat dan ngerasa ada Kasih Sayang Allah? Kebesaran Allah. Selama ini qt bisa nangis hanya sebab kesukaran dunia saja.
Bukan kita kali ya? Saya.

Kita takutnya juga sama hal-hal dunia saja. Takut ga makan, takut ga kerja, takut sama debt collector, dll. Tapi ga takut sama azab Allah.
Salah takut nih kita...

Kita biasa takjub keheranan sama manusia, lalu memuji kehebatannya yang barangkali palsu... Tapi sama Allah...? Duh... ga ada kagumnya.

Kita malu kalo ga lulus. Malu kalo miskin. Malu sama ga sukses. Malu ga berhasil. Tapi ga malu sama Allah... Ga berjamaah di masjid, ga malu.

Allah dah kasih kaki, kan harusnya malu. Koq bisa? Ga jalan ke masjid?
Padahal punya kaki. Maen bulutangkis 3 set, kuat. Joging, kuat.


Kita marah kalau ada yang membohongi kita, mengkhianati kita. Tapi kalo ngebohongin Allah? ngekhianatin Allah? Sudah segitu kerasnya hati kita?

Coba malu yuk... Kalo ga ke masjid untuk berjamaah. Met berjamaah ya... Tunjukkan sedikit ke Allah bahwa qt masih sedikit punya malu.

Ustadz Yusuf Mansur
23 November 2014

Senin, 24 November 2014

Muhammad Arifin Ilham & Putranya Sakit

Alhamdulillahi Robbil aalamiin alaa kulli haalin segala puji bagi Allah atas segala hal peristiwa terjadi. Sakit itu rahmat, cinta Allah, ampunan dosa, doa mustajab, tafakkur, muhasabah diri, zikir, kesempatan murojaah hafalan Alqur'annya, rohani semakin kuat mendekat kepada Allah, kesadaran utuh menghancurkan keangkuhan diri, pintu shilaturrahm dan "Al isti'dad lil maut" bersiap-siap menghadapi kematiaan. 

Bacalah Kalam ALLAH surah Al Baqoron 155 - 156 dan 157 : 
"KHABARKAN BERITA GEMBIRA BAGI HAMBA ALLAH YANG SABAR DARI BERBAGAI MUSIBAH, MEREKA BERKATA, SESUNGGUHNYA KAMI MILIK ALLAH DAN SESUNGGUHNYA KAMI AKAN KEMBALI KEPADA ALLAH MAKA UNTUK MEREKA KEBERKAKAHAN SEMPURNA DARI ALLAH, RAHMAH ALLAH DAN MEREKALAH YANG MERAIH PETUNJUK ALLAH".
Mohon doa kalian sahabat FBku tercinta, abang dan anak abang, nanda Alvin diuji sakit DBD. Abang masuk rumah sakit tadi malam menyusul anak abang yang lebih dulu kena DBD. 

Allahumma ya Allah ya Syaafi duhai Maha Penyembuh sembuhkan sakit jasmani dan rohani kami agar kami terus semangat senang mendekat kepada Mu....Aamiin.

Jazaakumullah doa kalian sahabat sholehku.


K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 November 2014

Minggu, 23 November 2014

Majlis Pengajian Istiqlal

Yang saya suka dari pengajian Istiqlal, adalah momen doa bareng. Se-Istiqlal loh... Subhaanallaah... doa bareng dengan orang-orang seIstiqlal...
40 orang aja berdoa bareng, Subhaanallaah banget. Bakal dikabul. Apalagi se-Istiqlal. Kelipatan berapa ratusnya 40x? 


Jadi jika harus berterima kasih? Saya yang ngajar? Panitia pengajian? Atau jamaah yang bisa dapat ilmu dan bisa doa bareng? Jawabannya?
Yang harus berterima kasih itu, saya dan panitia pengajian. Sebab saya jadi punya banyak amal, bisa memfasilitasi kawan-kawan berdoa. Dan akhirnya, saya dan panitia, bisa ikut berdoa dalam gelombang energi yang begitu besar. Doa untuk kami, keluarga, daqu, Indonesia & dunia.


Jadi inilah momen yang paling menyenangkan dari pengajian Ahad pagi. Momen doa bareng. InsyaaAllah tambah didengar Allah. Ibarat suara, suara apapun, jika hanya 1 suara maka kurang menggetarkan. Jika ribuan suara? apalagi sampe puluhan ribu?
Derap langkah kaki 1 tentara, siulan 1 burung, klakson 1 motor 1 mobil? Tiba-tiba berlipat-lipat jumlahnya hingga ribuan kali?
Kayak inilah, doa bareng. Suara munajat kita, yang sampe ke langit, sampe ke arsy Allah, Allahu Akbar, berlipat-lipat luar biasa.


Siapapun pasti punya doa. Bagi hajat & masalahnya. Semoga momen setiap pengajian ahad pagi, pekan ke 4 di Istiqlal, ga pernah luput.
Belom lagi bicara majlis ilmu & majlis zikir, juga taman-taman surga, di mana, di Istiqlal kita akan ngaji & belajar bareng? Wuah... keren banget!


Di setiap majlis ilmu, majlis zikir, majlis Qur'an, di luar tambahan sebagai majlis doa, maka Istiqlal nanti akan dipenuhi malaikat-malaikat. Malaikat-malaikat ini akan mengepakkan sayapnya. Atas perintah Allah, bercucuran rahmat Allah, selama qt duduk di sana. Allahu Akbar.
Mereka pun, para malaikat ini, yang turut menghadiri majlis-majlis seperti ini, akan ikut mendoakan. Ikut mengaminkan. Luar biasa dah.


InsyaaAllah semua hajat, semua masalah, bahkan yang ga kebayang dan ga kepikiran, sebab pastinya 1 sama lain, beda-beda, dikabul smua. Dan insyaaAllah, majlis Istiqlal juga ada majlis dunianya. Saya senantiasa mendorong kawan-kawan untuk berusaha, berbisnis, berdagang.


Motivasi-motivasi bisnis, saya seru bener-bener. seperti menyeru ngaji dan berdoa. Pengen banget, kawan-kawan terjun dan menguasai bisnis apapun.
Bumi dan langit milik Allah. Allah Maha Kaya. nah kenapa kitanya jadi ga punya apa-apa? Miskin lagi susah? Barangkali ada yang salah.


Majlis Pengajian Ahad Pagi pekan ke 4 di Istiqlal, yang untuk bulan November jatuhnya tanggal 23, kalo saya adalah kawan-kawan, bakal dibela-belain datang.
Sebabnya ya seperti saya bilang tadi. 1 gang di perumahan dikumpulin, jamaahnya ga bakal sebanyak Istiqlal. Lalu doa bareng. Siapa yang pengen jodoh, anak, banyak rizki, kaya, anak yang saleh salehah lagi hafal-hafal Qur'an, ada usaha, dll., doa dah di momen tsb.


Menambah deretan doa kita kepada Allah. Betul, doa dimana dan kapan saja, baik. Tapi ada saat-saat, tempat-tempat, & momen-momen mustajab, juga ada banget.

Rumah sakit, bisa kalah dengan majlis seperti Istiqlal. Dimana ketika keluarga yang sakit, mendoakan yang sakit di majlis tsb.
Bank, bisa kalah dengan majlis seperti Istiqlal. Yakni saat butuh modal, saudara duduk di majlis seperti Istiqlal, lalu berdoa. Lebih dari bank.


Majlis seperti istiqlal menambah hebat ikhtiar warung, toko, & usaha kawan-kawan dalam pencarian rizki. Yakni saat disana, doa sepenuh hati.

Ustadz Yusuf Mansur
22 November 2014

Jumat, 21 November 2014

Diamnya Orang Mu'min

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. 

Sahabatku, diamnya orang mu'min adalah zikir, tafakkaur, dan muhasabah, kalaupun bicara, bicaranya santun, mulia dan dakwah, hatinya "husnodzdzon" baik sangka dan doa, melihat suami istri berjalan, ia doakan semoga rumah tangganya sakinah, melihat orangtuanya, ia doakan semoga husnul khotimah, melihat anak anak ia doakan semoga menjadi anak anak sholeh sholehah, melihat pemimpinnya, ia doakan semoga menjadi pemimpin amanah, melihat faqir miskin setelah ikhtiarnya menolong, ia doakan semoga Allah hiasi dengan kesabaran dan Allah balas kesabarannya dengan ridho dan syurgaNYA, mendengar dirinya dipergunjing, ia balas dengan doa kasih sayang semoga ALLAH memaafkannya, melihat yang berbeda dengan keyaqinan, ia doakan semoga hidayah ALLAH untuknya, melihat saudaranya dianiaya di Gaza Palestina, di Afghan, di Irak, di Suriah, di Mesir, di Rohingya hatinya perih, ia pun maksimalkan jihadnya, dengan doa air matanya di penghujung malamnya, Ya ALLAH tolong lindungi selamatkan saudara-saudara kami, menangkan para mujahidin, muliakan mereka yang wafat sebagai syuhada tanpa ia melupakan mendoakan keberkahan negerinya, sahabatnya, juga sahabat FBnya dan keluarganya. 

Sungguh dunia ini menjadi "Taman Syurga" bagi hamba yang sungguh-sungguh TAAT, BERDOA & SELALU BAIK SANGKA...aamiin...

K. H. Muhammad Arifin Ilham
20 November 2014

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...