Rabu, 25 Januari 2017

Pembawa Bendera Merah Putih Berlafadz Tauhid

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.
SubhanAllah walhamdulillah sahabat sholehku, simaklah Kalam Allah ini dengan iman,
"Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS Al Hujarat 10).
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain...." (QS At Taubah 71).
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa..." (QS Al Maidah 2).
Rasulullah bersabda, 
“Sayangilah siapa yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangi kalian.” (HR At-Tirmidzi).

"Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (H R Muslim)

“Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat." (HR Muslim).

"Almu'minu miratul mu'min, seorang mu'min adalah cermin bagi mu'min lainnya.. "(HR Abu Daud & Al Bukhori).

SubhanAllah karena itulah seorang mu’min harus menjadi penopang dari ketidakberdayaan saudara mu'minnya. Abang pun berkenan menjadi penjamin penangguhan penahanan saudara kita yang hafal Alqur'an, pembawa bendera merah putih berlafadzkan kalimat tauhid, Nurul Fahmi 28 tahun yang baru dua minggu diamanahi Allah bayi mungil cantik.

Alhamdulillah kami berpelukan erat menangis haru, dan sama-sama sujud syukur, dan juga mengucapkan terimakasih atas kebijakan dan kemurahan hati ayahanda jendral polisi Tito Karnavian.

Foto saat abang jemput beliau siang ini dari PolRes JakSel

Abang sayang beliau pemuda yg cinta Alqur'an ini krn Allah...

Allahu Akbar

InsyaAllah beliau segera akan bebas dari semua tuntutan...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
24 Januari 2017

Senin, 09 Januari 2017

Ibadah Umrah dan Haji

Ibadah umrah terdiri dari empat rangkaian manasik, yaitu Ihram, Tawaf, Sa‘i, dan Tahalul. Keempat rangkaian manasik ini mesti dipenuhi untuk meraih kesempurnaan umrah yang sedang dilaksanakan.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah bersegera pulang dan tidak berlama-lama kecuali ada kebutuhan. Rasulullah Saw. bersabda, “Safar adalah bagian dari azab yang mencegah makan, minum, dan tidurmu. Apabila sudah selesai urusannya, maka bersegeralah untuk kembali pada keluarganya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah disunahkan untuk menulis wasiat terlebih dahulu, sebagaimana hadis Ibnu Umar r.a., “Dan menjadi saksi atasnya, membayar utangnya jika punya utang, mengembalikan barang-barang titipan atau meminta izin kepada pemiliknya untuk tetap dititipkan".

Salat di Masjidil Haram lebih baik dari seratus ribu salat di tempat lain.

Rasulullah Saw. bersabda, “Umrah pada bulan Ramadan seimbang nilainya dengan haji.” (Muttafaq ‘alaih)

Umrah bisa dilaksanakan setiap waktu, tetapi jika dilaksanakan pada bulan Ramadan, akan lebih utama.

Biaya yang dikeluarkan untuk ibadah haji merupakan infak fi sabilillah.

Surga adalah balasan bagi haji yang mabrur.

Rasulullah Saw. berpesan bahwa menuntut ilmu adalah perkara wajib bagi setiap muslim, maka pergunakanlah kesempatan dan media yang mungkin dimiliki untuk terus dan terus mempelajari manasik haji dan umrah yang pastinya sesuai dengan sunah, baik itu mengikuti manasik yang ada, membaca buku-buku yang berkaitan, atau bertanya langsung kepada ustadz yang menguasai ilmu seputar pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Biaya yang disediakan untuk melakukan perjalanan haji dan umrah seharusnya didapat dengan cara yang halal.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah dianjurkan untuk banyak berdoa selama perjalanan, karena semua permintaan sangat mungkin bisa terkabul.

Bagi orang yang hendak berhaji dan umrah, hendaknya menggunakan harta yang halal, karena Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik pula, sedangkan doa dari harta yang haram tidak akan dikabulkan.

Ibadah haji dan umrah dapat menghapus-kan dosa, bagi mereka yang menjalankannya sesuai dengan perintah Allah Swt.

Ibadah haji merupakan Jihad fi Sabilillah.

Haji merupakan konferensi besar bagi umat Islam untuk saling berkenalan, berkasih sayang, dan saling membantu untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka. Dan, agar umat Islam menyaksikan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia.

Rasulullah Saw. bersabda, “Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Setelah berniat dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, maka wajib baginya mempelajari manasik agar ibadahnya benar dan terhindar dari hal-hal yang membatalkan.

Tidak cukup persiapan fisik dan mental saja, tentunya biaya yang dikeluarkan untuk beribadah haji dan umrah pun hendaknya betul-betul terjaga dari segala bentuk noda yang akan merusak rangkaian kehormatan dalam perjalanan ibadah tersebut.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah dianjurkan agar mengajak sejumlah teman untuk bepergian dan mengangkat salah seorang jadi amir safar (ketua rombongan) agar mudah dikumpulkan, mudah untuk sepakat, dan lebih mudah untuk mencapai tujuan. Rasulullah Saw bersabda, “Apabila tiga orang keluar dalam sebuah perjalanan, hendaklah mereka mengangkat salah satu jadi ketua di antara mereka.” (H.R. Abu Daud)

Bagi mereka yang hendak melaksanakan ibadah haji atau umrah, wajib untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemaksiatan. Hakikat tobat itu sendiri adalah berlepas diri dari segala bentuk dosa dan meninggalkannya, menyesal atas perbuatan yang sudah dikerjakannya, serta memiliki keinginan kuat untuk tidak mengulanginya. Jika bersalah kepada orang lain, lekaslah meminta maaf. Jika kesalahan itu berhubungan dengan harta benda, segera kembalikan.

Rasulullah Saw. bersabda, “Iringilah antara ibadah haji dan umrah karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran karat besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.” (H.R. Tirmizi, Nasa’i, dan yang lainnya)

Secara bahasa, “haji” berarti “menyengaja sesuatu”. Sebagian ahli mengatakan bahwa kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja.

Seorang muslim hendaknya ber-azzam untuk melaksanakan haji setidaknya satu kali. Itu wajib. Sementara, haji yang dilakukan untuk kedua kali dan seterusnya hukumnya sunah, sesuai dengan kesepakatan para ulama.

Jika telah memenuhi syarat (nishab) dari rukun tersebut, tetapi kemudian melalaikan atau bahkan dengan sengaja meninggalkan ibadah haji, maka kualitas keislaman orang tersebut perlu dipertanyakan.

“Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa saja yang mengerjakan haji dalam bulan-bulan tersebut, ia tidak boleh berkata jorok (rafas), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam melakukan ibadah haji. Allah mengetahui semua kebaikan yang kamu kerjakan. Bawalah bekal karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, hai orang berakal!” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197)

Haji merupakan ibadah dengan tempat dan waktu yang telah ditentukan. Tempat itu tiada lain merupakan pusat sejarah dan simbol yang seolah semakin mendekatkan setiap individu dengan Khaliknya. Mendatanginya dapat diibaratkan sebagai upaya kehormatan untuk bertamu menghadap-Nya. Dengan demikian, perlu persiapan yang sangat matang agar kondisi fisik maupun mental cukup layak demi menjaga tata krama kepada Sang Pemilik Rumah yang mulia (Baitullah).

Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Jika ada seseorang yang ingin bepergian dan meminta wasiat kepadaku, maka aku bersabda, ‘Semoga Allah menambahkan bagimu ketakwaan, menghapus dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada.” (H.R. Tirmizi dan Hakim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah, selain mendalami tentang hukum-hukum seputar haji dan umrah hendaknya memahami juga hukum-hukum seputar bepergian seperti jama-qasar, hukum tayamum dan mengusap kedua khuf, dan hukum-hukum lain yang dibutuhkan selama mengerjakan perjalanan ibadah haji. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, Allah akan memahamkan agamanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa melakukan haji ikhlas karena Allah Swt. tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama muta’akhirin (kontemporer) memandang perlu memasukkan unsur kesehatan, kesempatan, dan keamanan sebagai salah satu unsur yang memungkinkan sampainya seseorang di tempat pelaksanaan haji itu (Imkaan al-wusul) serta segala yang terkait dengan kebijakan pemerintah setempat atau pemerintah Arab Saudi langsung dengan ketentuan perhajian dari negara yang bersangkutan, menjadi salah satu dari unsur kajian istitha’ah.
“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah. Siapa pun yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak berdosa mengerjakan sa‘i antara keduanya. Siapa pun mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 158).
Sebagai Rukun Islam yang kelima, ibadah haji memiliki posisi yang setara dalam mengukur kualitas keislaman seorang muslim dengan keempat rukun yang lainnya.

Pada saatnya kembali dari haji dan umrah, agenda perubahan diri ke arah yang lebih baik harus sudah disiapkan.

Haji merupakan ibadah dengan nilai-nilai pengorbanan dan perjuangan yang terhitung berat. Haji merupakan ibadah dengan kewajiban menunaikannya hanya satu kali saja seumur hidup.

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah disunahkan berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan orang-orang yang dikenal, baik tetangga maupun kolega. Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Siapa yang hendak bepergian, hendaklah ia berkata kepada orang yang akan ditinggalkannya: ‘Aku menitipkan kalian kepada Allah karena sesuatu yang dititipkan kepada-Nya tidak akan hilang.’” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah)

Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah adalah delegasi Allah. Ketika Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan, ketika mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan permintaan mereka.” (Hadis hasan, dalam Shahih al-Jaami‘ish Shaghiir dan Sunan Ibnu Majah)

Secara umum kemampuan fisik (badan), bekal, dan transportasi menjadi hal yang paling utama dalam istitha’ah seseorang, baik dalam melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

Jika ditelusuri dari silsilah kenabian, ibadah haji merupakan salah satu syariat yang sempat diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dengan kehendak Allah, ibadah haji tersebut kembali menjadi salah satu isi dari ajaran yang dibawa oleh Muhammad Saw. sebagai nabi akhir zaman.

Haji dan umrah hendaknya menjadi shibghah (celup) untuk mengganti warna kepribadian yang semula gelap karena akhlak yang tidak terkendali menjadi pribadi dengan warna baru yang berhias kesalehan.

Dianjurkan bagi orang yang datang dari perjalanan jauh, seperti sepulang dari ibadah haji atau umrah, untuk bersikap lembut kepada anak-anak dari keluarganya ataupun tetangganya, dan merasa senang apabila mereka menyambutnya. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi yang hendak melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah, berusahalah untuk mencari teman yang baik, kalau bisa dari orang yang memiliki ilmu agama. Mudah-mudahan, dengan seperti ini bisa mendapatkan taufik dan tidak terjerumus pada kesalahan selama mengerjakan ibadah haji dan umrah.

UMRAH adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
“Di sana terdapat tanda-tanda Maqam yang jelas, di antaranya Maqam Ibrahim. Siapa pun yang memasuki Baitullah, ia akan aman. Di antara kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Bagi siapa pun yang mengingkari kewajiban haji, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 97)
“Sesungguhnya, rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia adalah Baitullah yang ada di Mekkah, yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di sana terdapat tanda-tanda Maqam yang jelas, di antaranya Maqam Ibrahim. Siapa pun yang memasuki Baitullah, ia akan aman. Di antara kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Bagi siapa pun yang mengingkari kewajiban haji, ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, tidak memerlukan sesuatu dari seluruh alam.” (Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 96-97)
Perbekalan utama dari semuanya adalah ketakwaan. Dalam arti, kesiapan untuk menjalankan haji dan umrah sebenar-benarnya, didasari keikhlasan dan tata cara manasik yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Dianjurkan, bagi orang yang baru datang dari perjalanan jauh, seperti sepulang dari ibadah haji atau umrah, untuk terlebih dahulu salat dua rakaat di masjid terdekat, sebagaimana perbuatan Nabi Muhammad Saw. (H.R. Bukhari dan Muslim)

“Salat di masjidku lebih utama dari seribu salat di masjid lain kecuali Masjid Ka’bah.” (H.R. Muslim)

Secara istilah, haji adalah menyengaja berkunjung ke Baitullah, untuk melakukan Tawaf, Sa‘i, Wukuf di Arafah dan melakukan amalan-amalan yang lain dalam waktu dan tempat tertentu untuk mendapatkan keridhoan dari Allah Swt.” Rasulullah Saw. bersabda, “Ikutilah aku dalam ibadah hajimu.” (H.R. Muslim)

Ibnu Umar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Islam dibangun di atas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadan.” (H.R. Bukhari)

Aam Amiruddin
1 – 8 Januari 2017

Jumat, 06 Januari 2017

Keutamaan Majlis Zikir dan Ilmu

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillahsahabatku tercinta karena Allah kembali kita simak indahnya keutamaan Majlis Zikir dan Ilmu :

Allah berfirman,
"Di rumah-rumah (mesjid) yang di­beri izin oleh Allah buat ditinggi­kan dan disebut sebut namaNya, baik pagi atau petang" (QS An Nur 36).
Rasulullah bersabda,
“Tidak satu kaumpun yang duduk dzikir kepada Allah Ta’ala, kecuali mereka akan dikelilingi Malaikat, akan diliputi oleh rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah pada siapa-siapa yang berada disisi-Nya” (HR. Muslim, Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).

“Rasulullah pergi mendapatkan satu lingkaran dari sahabat-sahabatnya, tanyanya, "Mengapa kalian duduk disini?", Ujar mereka, "kami duduk disini adalah untuk dzikir pada Allah Ta’ala dan memuji-Nya atas petunjuk dan kurnia yang telah diberikan-Nya pada kami dengan menganut agama Islam". Rasulullah bertanya, "Demi Allah tak salah sekali! Kalian duduk hanyalah karena itu". Mereka berkata, "Demi Allah kami duduk karena itu. Rasulullah berkata, "Dan saya, saya tidaklah minta kalian bersumpah karena menaruh curiga pada kalian, tetapi sebetulnya Jibril telah datang dan menyampaikan bahwa Allah swt. telah membanggakan kalian di hadapan Malaikat“ (HR Muslim).

Allahumma ya Allah berkahi persahabatan kami, harakah da'wah kami dan majlis kami...aamiin.

K. H. Muhammad Arifin Ilham 
5 Januari 2017

Jumat, 23 Desember 2016

Umroh Dengan Keistimewaannya

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah abang pamit, mohon doa kalian sahabat sholeh FBku tercinta, dan maafkan kesalahan abang terutama belum maksimalnya abang menjawab pertanyaan kalian.
Dan insyaAllah amanah doa kalian akan abang sampaikan sahabatku.

SubhanAllah inilah diantara fadhilah umroh yang mendorong kita lebih semangat menunaikannya :

1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji.

Dari Aisyah bertanya,


قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِجِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَقِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh” (HR Ibnu Majah)

2. Menghapus dosa di antara dua umrah.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan hadiah SyurgaNya.

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَابَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُجَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga” (HR An Nasai, Tirmidzi dan Ahmad)

4. Doa mustajab.

5. Perjalanannya penuh berkah Allah.

6. Tapak tilas perjalanan nabiyAllah Ibrahim dan nabi Muhammad

7. Menumbuhkan kekuatan iman.

8. Gladiresik kematian, dengan pakaian ihrom, penyemangat ibadah.

9. Membawa hijrah, taubatan nashuhan.

SubhanAllah masih banyak lagi keistimewaannya sahabat sholehku.

Foto saat mau berangkat umroh dilepas para sahabat tercinta fillah.


Allahhumma ya Allah jadikanlah umroh kami mabruuroh, dan semua sahabat FB hamba tercinta Engkau undang menjadi para tamuMu...aamiin....

K. H. Muhammad Arifin Ilham
22 Desember 2016

Diperbarui 24 September 2017

Kamis, 15 Desember 2016

Wajah Bersinar

Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barakaatuhu.


"WAJAH BERSINAR"

SubhanAllah, sungguh sahabat sholehku, bila seorang mu'min itu sudah meraih semangat dan kesenangan sholat malam, dan penuh keni'matan dalam kekhusyu'an menegakkannya di setiap malam sehingga terasa pendek waktu malam baginya, 
"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malan. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" (QS Adz Dzariyat 17-18), 
maka sungguh ia telah meraih KUNCI KEBAHAGIAN HIDUP, 
"Sesungguhnya sholat malam itu lebih tepat untuk khusyu, dan bacaan kala itu sungguh sangat Indah BERKESAN MENDALAM" (QS Al Muzammil 6).
Buahnya hidupnya damai, tenang, bahagia, wajahnya bercahaya, percaya dirinya kuat, sangat cerdas, hatinya kaya, bicara sikapnya berwibawa, akhlaknya mulia, dicintai umat manusia dan disegani lawannya. Rasulullah bersabda, “barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik pada siang hari” (HR Ibnu Majjah).

Said bin al-Muasyab berkata, “sesungguhnya, orang yang selalu shalat malam, Allah akan menjadikan WAJAHNYA BERSINAR, sehingga ia akan dicintai seluruh umat, bahkan orang yang belum mengenalnya sekalipun. Orang akan berkata, "aku sungguh menyenangi orang ini". Demikian pula Ibnu Qayyim berkata, "shalat tahajjud bisa memberikan sinar yang tampak di wajah sekaligus membuat wajah semakin cantik".

Allahumma ya ALLAH tancapkan di hati kami keni'matan iman dan kesenangan sholat malam hingga akhir hayat kami...aamiin.

Selamat menikmati indahnya sholat malam sahabat sholehku.

foto Tawshiyah Zikir mesjid Islamic Centre Samarinda


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
14 Desember 2016

Senin, 12 Desember 2016

Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah di Mesjid

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.


Sahabatku inilah keutamaan majelis ilmu, apalagi setelah SHOLAT SUBUH DI MESJID BERJAMAAH sampai matahari terbit :

1. Meraih pahala haji umrah sempurna “Barang siapa menegakkan shalat subuh berjamaah di masjid, lalu ia duduk berzikir (tadurrusan) sampai matahari terbit, lalu menegakkan shalat dua rakaat, maka ia akan meraih pahala haji dan umrah. Rasulullah melanjutkan shalat “sempurna, sempurna, sempurna” (HR At-Tirmidzi).

2. Seakan duduk di taman syurga Allah, “Jika kalian melewati taman syurga maka singgahlah dengan hati senang “. Para sahabat bertanya,”Apakah taman syurga itu?” beliau menjawab, "halaqoh-halaqoh dzikir" (atau halaqoh ilmu) (HR Attirmidzi).

3. Masuk menjadi generasi termulia yaitu generasi Rabbani, 
”Jadilah kalian generasi Rabbani, yang selalu mengajarkan AlQur’an (dan asSunnah) dan terus mempelajarinya (QS Ali Imron 79).
4. Termasuk mujahid di jalan Allah, “Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu syar’i, maka ia berjihad di jalan Allah hinggah ia kembali"(HR At Tirmidzi).

5. Di doakan para malaikat

6. Meraih rahmat Allah

7. Senang tenang bahagia

8. Dibanggakan Allah “Tiada suatu kaum duduk dalam majlis dzikir kapada Allah (majlis Ilmu), pasti di kelilingi malaikat, diliputi rahmat Allah, diturunkan pada mereka ketenangan dan nama mereka disebut Allah di depan para malaikat-Nya" (HR.Muslim).

9. Jauh dari murka Allah, ”Dunia ini terkutuk dengan segala isinya kecuali dzikrullah (taat kepada Allah) dan yang serupa itu, berilmu dan penuntut ilmu (HR At Tirmidzi).

10. Menjadi kelompok umat terbaik, sebagaimana sabda Rasulullah yang terbaik diantara kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya Al Qur’an (HR Bukhari).

11. 1 diantara 7 golongan di akherat kelak yang mendapat “perlindungan Allah” yaitu “ijtama’a alaihi wa tafarroqo alaihi” berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah (HR Bukhari Muslim).

12. Jalan mudah menuju syurga Allah “Siapa yang melalui satu jalan untuk menuntut ilmu Allah, Allah mudahkan menuju jalan syurgaNya”(HR Abu Daud dan At Tirmidzi).

13. Jamaah halaqoh ilmu kembali berkumpul bersama di akherat kelak, “Seorang kelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yang dicintai di dunia” (HR Muslim).

Nah apalagi alasan kita untuk tidak menghadirinya, jangan sia-siakan hidup sebentar ini, ayo raih semua kemuliaan itu dengan duduk di MajlisNya, SUBUH BERJAMAAH DI RUMAHNYA.

Allahumma ya Allah berkahilah harakah persahabatan dan dakwah kami...aamiin.


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
11 Desember 2016

Sabtu, 03 Desember 2016

Setiap Huruf Alqur'an

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Allahu Akbar Allahu Akbar Alllahu Akbar walillaaahilhamdu

MasyaAllah begitu mudah Allah menggerakan hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, semua bergerak menjadi para Mujahid Alqur'an-Nya. Jutaan umat manusia di hari jum'at yang mulia berkumpul karena Alqur'an-Nya.

SubhanAllah beginilah cara Allah menjaga mu'zijat-Nya, 
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alqur'an dan sesungguhnya Kami pula yang menjagaNya" (QS Al Hijr 9).
Rasulullah bersabda, “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yg rajin membacanya” (HR Muslim).

Setiap huruf Alqur'an itu mu'zijat,
Setiap hurufnya rahmatNya
Setiap hurufnya ampunanNya
Setiap hurufnya hidayahNya
Setiap hurufnya syifaa, obat jasmani
Setiap hurufnya obat ruhani
Setiap hurufnya samudra ilmu
Setiap hurufnya lautan hikmah
Setiap hurufnya power yang menggetarkan
Setiap hurufnya tangga mendekat kepada Allah
Setiap hurufnya sepuluh kebaikan
Setiap hurufnya dijaga MalaikatNya
Setiap hurufnya syafaat Rasulullah
Setiap huruf peringan sakaratul maut
Setiap hurufnya cahaya di alam kubur
Setiap hurufnya pembelanya di Akhirat kelak
Sungguh karena milikNya maka kemuliaannya dijamin oleh-Nya.

Tidak akan pernah ada yang mampu membuatnya, menirunya, memalsukannya atau menistakannya sekalipun, Alqur'an tetap terjaga kemuliaannya, Allahu Akbar.

Allahu Akbar
Hari ini kita bela Alqur'an, maka Alqur'an peringan saat kita sakaratul maut.
Hari ini kita bela Alqur'an, maka Alqur'an menjadi cahaya alam kuburan kita.
Hari ini kita bela Alqur'an, maka Alqur'an pembela kita di akhirat kelak.

Allahumma ya Allah rahmatilah kami dengan Alqur'an-Mu, jadikanlah Alqur'an-Mu bagi kami sebagai imam, petunjuk, cahaya dan hujjah kami, serta syafaat di akhirat kelak...aamiin.



K. H. Muhammad Arifin Ilham
2 Desember 2016

Rabu, 30 November 2016

Cara Mengendalikan Emosi

● Membaca ta`awudz. 
Rasulullah mengajarkannya kepada dua orang sahabat yang saling mencaci, dengan mengatakan, "Sesungguhnya aku akan ajarkan kalian suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilanglah kemarahan kalian, yaitu bacaan A’uudzubillaahi minasy-syaithaanir-rajiim." (H.R. Bukhari)

● Merubah posisi. 
“Apabila salah seorang diantara kalian marah, sedangkan ia dalam posisi berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum reda, maka hendaklah ia berbaring.” (H.R. Abu Dawud).

● Diam atau tidak berbicara. 
"Apabila kalian marah, maka diamlah". (H.R. Ahmad).

● Berwudhulah. 
"Sesungguhnya marah itu dari setan dan setan itu diciptakan dari api, dan api itu bisa padam dengan air, maka apabila marah, berwudlu-lah" (H.R. Ahmad).

● Lakukanlah shalat. 
"Ketahuilah, marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merah kedua matanya dan tegang urat saraf di lehernya? Maka apabila marah, hendaklah ia shalat. (H.R. Tirmidzi)

Aam Amiruddin
28 November 2016

Selasa, 29 November 2016

Aksi Super Damai di Monas

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah Aksi Super Damai di Monas.

* Damai para peserta aksinya, pakaian putih, berwudhu, membawa sajadah.

* Damai tempatnya di Monas, nyaman untuk menyimak.

* Damai waktunya dari 07.30 - sholat jum'at.

* Damai suasananya, sejuk, bersih, santun dan beradab.

* Damai tawshiyahnya, yang membuat cinta pada KalamNya, bukan orasi yang cendrung kasar dan menghujat.

* Damai juru da'wahnya, dengan bahasa penuh hikmah menyentuh dan menyadarkan tetapi juga membangkitkan selera taat.

* Damai susunan acara, dimulai tawshiyah, zikir, doa dan sholat jum'at.

* Damai dengan aparat di lapangan bahkan bersama TNI POLRI untuk menjaga dari provokasi.

* Damai endingnya, pulang dengan tertib, aman dan selamat.

* Damai hasilnya menjadi buah bibir, "betapa indahnya ajaran Islam itu", "betapa mulianya akhlak umat Islam itu", "jutaan umat turun aksi bisa damai, hebat!".

Ayooo sahabatku, keluargaku mari kita hadiri, banjiri Aksi Super Damai ini dengan niat semata mata lilaahi demi membela Alqur'anNya dan keutuhan NKRI tercinta.

"Ingat sahabatku! Hari ini kita bela Alqur'an, nanti di alam kubur Alqur'an menjadi penerang kita. Hari ini kita bela Alqur'an, kelak di akhirat Alqur'an pembela kita".

Allahumma ya Allah berkahi harakah da'wah kami, selamat kaum muslimin muslimat terutama saudara-saudara kami yang tertindas, dan berkahilah negeri kami tercinta Indonesia...aamiin.



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
28 November 2016

Aksi Bela Islam 3

Alhamdulillah, senang sekali hati ini, Hanya dengan karunia Alloh


Semangat bersaudara
Semangat solusi
Semangat Sukses bersama

Ada kesepakatan untuk kemaslahatan negeri yang kita cintai

Semua diawali dengan buat baik, sesudah berkomunikasi dengan baik Maka inilah kesepakatannya

SIARAN PERS AKSI 212 antara GNPF - POLRI di Kantor Pusat MUI :

KESEPAKATAN GNPF MUI - POLRI :

1. Sepakat bahwa Aksi Bela Islam 3 tetap digelar pada hari Jum'at 2 Des 2016 dalam bentuk AKSI UNJUK RASA yang SUPER DAMAI, berupa AKSI IBADAH - GELAR SAJADAH, tanpa merubah TUNTUTAN UTAMA Aksi 212 yaitu Tegakkan HUKUM yang berkeadilan dan TAHAN PENISTA AGAMA.

2. Sepakat bahwa dalam Aksi Bela Islam 3 akan digelar DZIKIR & DOA UNTUK KESELAMATAN NEGERI serta TAUSIYAH UMARA & ULAMA di Lapangan MONAS dan SEKITARNYA dari jam 8 pagi hingga Shalat Jum'at, yang melibatkan semua elemen umat dan masyarakat, termasuk TNI POLRI utk berbaur ikut Dzikir dan Doa serta dengar Tausiyah dan Shalat Jum'at

3. Sepakat bahwa usai Shalat Jum'at para Pimpinan GNPF MUI akan menyapa umat Islam dan menyalaminya di sepanjang jalan raya Sudirman Thamrin berikut ruasnya, sekaligus melepas mereka pulang ke daerah masing-masing dengan AMAN dan TERTIB.

4. Sepakat bahwa dibentuk Tim Terpadu GNPF - TNI - POLRI untuk mengatur masalah tekhnis pelaksanaan Aksi Bela Islam 3 yang mencakup :

a. Penetapan Qiblat dan posisi Panggung, Mimbar dan Mihrab serta pengaturan Shaf.

b. Membuka semua Pintu Monas dan Pembuatan Pintu-Pintu Darurat Sementara di sekitar Monas.

c. Menyediakan Posko-Posko Medis dan Logistik serta Tempat Wudhu dan Toilet.

d. Menempatkan Satgas GNPF MUI dan tNI - POLRI di setiap perempatan jalan sepanjang jalur Sudirman Thamrin untuk memonitor dan mengarahkan umat ke Monas dan sekitarnya.

e. Mengatur Shaf di LUAR MONAS manakala Lapangan Monas tidak menampung.

f. Mengatur Tempat Khusus bagi kaum WANITA agar bisa ikut ibadah Dzikir dan Doa dengan khidmat dan khusyu'.

g. Mengatur Tempat Khusus untuk peserta Aksi dari umat AGAMA LAIN yang simpatik dengan Perjuangan Penegakan Hukum dan Keadilan agar mereka tetap aman dan nyaman dengan rasa keagamaan mereka.

h. Kapolri akan mencabut himbauan yang menghalangi atau pun melarang masyarakat daerah ikut Aksi Bela Islam 3, termasuk larangan ke pihak Perusahaan Angkutan Umum, bahkan siap membantu.

i. Hal-hal yang belum dituangkan disini akan dimusyawarahkan di tingkat tekhnis oleh Tim Terpadu.

5. Sepakat bahwa jika ada Gerakan di luar kesepakatan ini, maka bukan bagian dari Aksi Bela Islam 3 dan GNPF MUI tidak bertanggung-jawab sama sekali.

Jakarta, 28 November 2016



KH. Abdullah Gymnastiar
28 November 2016

Jumat, 25 November 2016

Habib Rizieq Syihab Shilaturrahim ke Mesjid Az Zikra Sentul Bogor

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

SubhanAllah walhamdulillah ayahanda tercinta Habib Rizieq Syihab shilaturrahim ke mesjid Az Zikra Sentul Bogor, selasa kemaren. Alhamdulillah beliau sempat menyampaikan kultum dihadapan jamaah tentang "the power of Ikhlas" dan membahas Aksi Super Damai 212 pada hari Jumat Kubro nanti InsyaAllah.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita: “Pernah seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu dia bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?”, beliau bersabda: “Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat”, orang tersebut menjawab: “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya”, beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai”, Anas berkata: “Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka” (HR. Muslim).

Tsabit (perawi hadits di atas) berkata: “Senantiasa Anas radhiyallahu ‘anhu jika meriwayatkan hadits ini, beliau berdoa: “Wahai Allah, sesungguhnya kami mencintai-Mu dan mencintai Rasul-Mu” (HR. Ahmad).

SubhanAllah sungguh abang sangat mencintai ayahanda Habib Rizieq Syihab, abang shilaturahim ke rumah beliau, ke pesantren beliau, saat beliau di penjara, saat beliau sakit dan hampir setiap lebaran shilaturrahm ke rumah beliau. Bahkan ketika abang memimpin zikir bersama Panglima TNI, dan KAPOLRI yang dihadiri 30 ribu anggota TNI di Monas, secara khusus mendoakan beliau agar selalu dilindungi Allah. Abang sangat mencintai beliau karena Allah.

Ingat dulu Jaya Supratna, Ahmad Dani dan Ratna Sarumpet membenci beliau, namun kemudian setelah bertemu, bertatap muka, berdialog, menjadi berubah, menjadi mencintai dan mengagumi beliau, Allahu Akbar.

MasyaAllah beliau adalah figur teladan yang istiqomah, tegas, amanah, berani, cerdas, beliau seorang doktor di bidang Syariah, tidak takut pada siapapun, rela mati demi Allah, tetapi sangat rendah hati, belas kasih, dan tidak pendendam bahkan pada aparat yang memenjarakan beliau, bukan hanya dimaafkan bahkan didoakan.

Semoga keberkahan selalu Allah limpahkan untuk beliau, dan semua habaib dan ulama yang berjuang demi keberkahan umat dan negeri kita Indonesia tercinta...aamiin.....



K. H. Muhammad Arifin Ilham 
24 November 2016

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ ...