Selasa, 29 Maret 2011

Kesalahan Pra Nikah

Assalaamu alaikum wa rahmatullaah wa barkaatuhu.
Sahabatku subuh kemaren insyaAllah subuh yang penuh berkah Allah. Pernikahan Ruslan dengan Aisyah sangat sederhana dengan mahar 500 ribu namun penuh haru kebahagiaan, direstui keluarga dan didoakan jamaah halaqoh subuh mesjid Az Zikra. Mereka berdua saling cinta karena Allah, mereka takut menjadi fitnah ma'siyat kalau tidak disegerakan. Untuk itu kembali abang ingatkan diantara kesalahan PRA NIKAH, 
  1. Belum faham tujuan nikah, 
  2. Terlalu cepat jatuh cinta karena penampilan padahal belum mengenal karekter, latar belakang dan keluarga calon, 
  3. Mengutamakan selain akhlak dan agamanya padahal nikah bukan hanya untuk di dunia, "Wanita mu'minat walau budak lebih pantas kalian nikahi daripada wanita musrik walaupun memukau kalian" (QS Al Baqorah 221), 
  4. Sudah bersentuhan bahkan lebih dari itu sehingga merusak "ashshofwah" kesakralan, kemuliaan dan keindahan sebuah pernikahan, 
  5. Terlalu lama berkenalan, 
  6. Kalau sudah melamar dianggap sudah halal padahal belum halal, 
  7. Banyak syarat banyak menolak banyak memilih terlalu sempurna "perfectionist". 
  8. Menuntut mahalnya mahar, 
  9. Lebih memikirkan kemewahan resepsi daripada halalnya nikah, 
  10. Membagikan undangan dengan berfoto mesra padahal belum halal, 
  11. Dilelahkan dengan adat istiadat yang tidak Syar'i. 
  12. Belum cukup rizki padahal nikah itu pintu rizki, dan Allah janji pada siapa yang takut ma'siyat lalu nikah "yugniyahumullahu min fadhlihi..." Allah karuniakan dengan rizki keberkahanNya (QS An Nur 32).

"Semoga ALLAH tuntun kita meraih pasangan yang diridhoi Allah yang membahagiakan dunia akhirat...aamin".

K. H. Muhammad Arifin Ilham
30 September 2015


Diperbarui 19 Februari 2012 
Diperbarui 7 Mei 2014
Diperbarui 20 Maret 2011  

Senin, 28 Maret 2011

Jodoh

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.  
 
RASULULLAH mengajarkan kita mencari pasangan hidup yang membahagiakan kita dunia akhirat,”Dinikahi wanita karena 4 hal: 
  1. Cantiknya,
  2. Hartanya,
  3. Keturunannya dan ke
  4. Agamanya,
karena 1,2 dan 3 akan cepat sirna, kecuali karena agamanya "lidiiniha taribat yadaak"
sungguh siapa yang mengutamakan nikah karena agamanya, dia akan selamat dan sangat bahagia dunia akhirat 
 
Memang Idealnya sholehah, cantik, kaya dan keturunan baik, atau kalau laki laki sholeh, ganteng, kaya dan keturunan baik, tetapi itukan langka sahabatku. Karena itu AKHLAK dan IMANnya jualah yang membuat semuanya indaaaaaaaaah sekali, SubhanAllah.
"Allahumma ya Allah tunjukkanlah untuk hamba pasangan yang Kau ridhoi yang membahagiakan hamba dunia akhirat...aamiin". 
 
K.H. Muhammad Arifin Ilham 
17 Maret 2011 
 
Diperbaharui 13 November 2012

Hikmah Nikah


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Sahabat sholehku, sebelum rehat malam ini kenalilah diantara Hikmah Nikah menurut sunnah:

1. Bukti taat kepada ALLAH dan RasulNYA,"Nikah itu sunnahku siapa yang membencinya bukan umatku",

2. Tanda kefitrohan mahlukNYA,

3. Meraih nilai mulia “nisfaddin” separuh agama, separuhnya lagi adalah taqwanya kepada Allah,

4. Terjaga mata dan kemaluan,

5. Semua jadi halal dan berkah, seperti, tatapan, ciuman tadinya haram menjadi halal penuh pahala, "Allah halalkan kalian dengan nikah untuk menikmatinya",

6. Pintu rizki,
”Kalau kalian faqir, niscaya ALLAH bukakan untuk kalian pintu karuniaNYA” (QS 24:32),
Rasul pun bersabda,”Segala sesuatu ada pintunya, dan pintu rizki adalah nikah”,

7. Damai, tenang, aman dan bahagia (QS 30:21),

8. Kaderisasi generasi muslim yang sholeh dan sholehah (QS 25:74),

9. Selamat dari penyakit dan fitnah sosial,

10. Menyambung keluarga dengan keluarga baru,

11. Syiar Islam. 

SubhanAllah begitu besar karunia Allah melalui Syariat Nikah. Allahumma ya Allah mudahkan segerakan hamba untuk menikah dengan pasangan yang membuat kami semakin dekat denganMu...aamiin. 

K.H. Muhammad Arifin Ilham
17 Maret 2011

Diperbaharui 12 November 2012


Rabu, 23 Maret 2011

Mengapa Belum Nikah?

Mengapa belum nikah?
  1. Sedang ikhtiar tetapi belum jodoh,
  2. Terlalu memilih,
  3. Kurang ikhtiar dan doa,
  4. Sakit hati atau trauma,
  5. Seperti Romo, kesufian,
  6. Kena ranjau Syetan,tidak mau nikah, maunya berzina tetapi tidak mau pisah,
  7. Apatis,"emang gue pikirin?!",
  8. Sibuk karir,
  9. Memang tidak suka dengan ikatan nikah, mau hidup bebas,
  10. Ngga normal. Rasul bersabda,"Nikah sunnahku, siapa menolaknya dia bukan umatku".
Gagal dalam nikah lebih baik daripada tidak mau nikah.
 
K.H. Muhammad Arifin Ilham
16 Maret 2011
 

Doa Ditimpa Musibah

Inilah doa kalau musibah sudah terjadi,
"Allahuma inny la asalukal roddal qodho wa laakinna allutfa fiihi",
"Ya ALLAH, hamba bukan menolak takdirMU, takdirMU adalah takdirMU, tetapi beri kepada hamba kekuatan, kesabaran, keikhlasan, ketawakkalan dan "allutfa fiihi" kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik takdirMU".

Sungguh semua terjadi ALLAH putuskan dengan RAHMAT, ILMU dan KEBIJAKKANNYA (QS 57:22-23), kecuali hati yang tumpul "alquflu" karena emosi tidak bisa membacanya.

K.H. Muhammad Arifin Ilham
15 Maret 2011

Selasa, 22 Maret 2011

Cara Tolak Bala

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku inilah diantara jalan tolak bala bencana yang ALLAH tunjukkan :

1. Doa ,
"Ya Rabbana jangan uji kami di luar batas kemampuan kami (QS Al Baqoroh 286),
2. Kesungguhan Taqwa (QS Ath Tholaq 2-3),

3. Ridho orang tua, “Keridhaan Tuhan ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Tuhan ada pada kemurkaan orang tua” (HR Tirmidzi).

4. "Sedekah itu menolak bala" demikian khabar Rasulullah,

5. Banyak Istiqfar,
"Kami tidak akan turunkan adzab bencana selama mereka masih beristiqfar (QS Al Anfal 33),
6. Shilturrahim, “Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

7. Selalu zikir dan sholawat, "Petir menyambar kafir juga mu'min tetapi petir tidak akan menyambar orang beriman yang sedang berZIKIR" (hadits),

8. Hobby berbuat baik (QS Ar Rahman 60).

9. Taubat nashuhan, taubat sungguh sungguh (QS At Taubah 126).

"Semoga Allah selalu dan selalu lindungi kita, keluarga kita Dan seluruh kaum muslimiin dari berbagai bala bencana...aamiin"


K. H. Muhammad Arifin Ilham 
14 Maret 2011

Diperbarui 7 November 2015






Kamis, 17 Maret 2011

Kiat Menahan Marah

Maaf ustadz, aku tipe orang yang mudah marah, sifat ini menyusahkanku, keluarga dan teman-teman menjauhiku. Bimbing aku ustadz agar tidak pemarah lagi, please?

SubhanAllah sahabatku, insyaAllah pertanyaanmu awal dari kesembuhanmu dari sifat marahmu...aamiin. Inilah diantara cara-cara menahan marah:
  1. Ingat semuanya pasti dibalas di Akhirat,
  2. Lihat akibat marah pasti penyesalan,
  3. Menjauh dari orang yang membuat marah / suasana yang membuat marah,
  4. Segera berwudhu,
  5. Baca "Adzubillahi minasysyaithoonisrajiim" kalau ingin marah atau melihat orang marah
  6. Adukan masalah pada orang sholeh, 
  7. Ingat tidak ada masalah diselesaikan dengan emosi,
  8. Ingat keluarga terutama anak-anak,
  9. Ingat hadiah sabar adalah Syurga dari ALLAH,"Selamat hai penyabar untukmu syurga" (QS Ar Ro'du 24), Rasulullah yang muliapun mengkhabarkan berita gembira untuk hamba yang tidak mudah marah,”Jangan gampang marah untukmu Syurga”, 
  10. Kalau sudah puncaknya menahan marah, hampir tidak kuat maka bertakbirlah kuat-kuat sambil memindahkan posisi diri, kalau duduk berdirilah, kalau berdiri berjalanlah,
  11. Bersahabat dengan sahabat yang teladan dalam kesabaran,   
  12. Bersahabat dan berkumpullah dengan majlis orang-orang yang sholeh, hadir di majlis Ilmu dan zikir, berjamaah di mesjid, 
  13. Sering-sering minta nasehat Ulama yang istiqomah,
  14. Selalu berdoa agar menjadi hamba ALLAH yang sabar dan rendah hati di setiap selesai sholat fardhu, "Allahumma ya ALLAH jadikanlah kami hambaMU yang sabar atas semua ujianMU dan rendah hati...aamiin".
K.H. Muhammad Arifin Ilham
5 Maret 2011
Diperbaharui 27 April 2013

Rabu, 16 Maret 2011

3 Ranking Derajat Orang Bertaqwa

Ada 3 ranking derajat orang bertaqwa (QS 3:34):
 
Mulai dari ke 3,"Alkaazhimiinal goizho", mampu menahan marahnya walaupun mampu dan punya peluang untuk membalasnya.

Ke 2,"Alaafiina aninnaas", mampu menahan marah dan mampu memaafkan.

Ke 1,"Almuhsiniin", bukan hanya mampu menahan marah, memaafkan dan melupakan tetapi bahkan senang mengajak untuk membuka lembaran baru, SubhanAllah...mulia sekali hamba ini disisi ALLAH
Lantas kita ada pada ranking yang mana, sahabatku?

K.H. Muhammad Arifin Ilham
4 Maret 2011

Sumber Kemarahan

Mengapa mudah dan selalu marah-marah?
  1. Sombong,
  2. Selalu merasa benar,
  3. Kompensasi dari kelemahan diri, kekecewaan, gagalnya sebuah harapan apalagi yang hampir diraih, masa lalu yang kelabu,
  4. Nafsu yang terpuaskan hanya dengan marah,
  5. Pencinta berat dunia,
  6. Dendam,
  7. Dengki,
  8. Bersemainya syetan pada aliran darahnya, seperti api yang mudah menyambar,
  9. Pikiran pendek.
"Inginkah melihat orang gila?",
"Lihatlah orang terbakar marah, orang yang dicintainya pun disiksanya!"

K.H. Muhammad Arifin Ilham
3 Maret 2011

Selasa, 22 Februari 2011

La Tahzan

Jodoh, rezeky, umur dan segala sesuatu tentang kita telah Allah tulis di Lauhul Mahfudz jauh sebelum penciptaan kita.

So, ga perlu bersedih lagi dengan apa yang ga bisa kita miliki.

Yang penting kita udah berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin.

Dan hasilnya?
Kita pasrahkan kepada Allah.

Mý Pìsitîvë Thìnkíng - always...

Selasa, 08 Februari 2011

Semua Dibalas Allah

‎"Ihfazhillaha yahfazhkallah" : "Perhatikan Allah, Allah perhatikan kamu" ; "Cintai Allah, Allah cintai kamu" (QS 5:54), "Penuhi permintaan Allah, Allah penuhi permintaan kamu" (QS 2:186), "Ikuti Rasulullah, Allah cintai kamu" (QS 3:31), "Tolonglah mereka dalam kesusahan dan tertindas, Allah pun tolong kamu" (QS 47:7).

 

"Bila kamu mau melakukan apa yang Aku mau, Aku pun mau melakukan apa yang kamu mau" (Hadist Qudsi).

 

SubhanAllah, semua dibalas Allah, sahabatku.

 

K.H. Muhammad Arifin Ilham
30 Januari 2011

Jaga Iman dan Akhlak

 Sahabatku iman yang paling baik adalah akhlak Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ُ المُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ø¥ِيمَانًا Ø£َØ­ْسَÙ†ُÙ‡ُÙ…ْ ...